Monday, June 4, 2012

Belanda Siap Kembali ke Khitah "Total Football"

Timnas Belanda saat berlatih. Mereka siap menerapkan permainan menyerang selama Piala Eropa 2012.

KOMPAS.com — Sebagian tim mungkin akan menerapkan strategi permainan bertahan dan merancang serangan balik tertajam selama Piala Eropa 2012, 8 Juni-1 Juli ini. Pengalaman banyak mengajarkan betapa permainan bertahan ala Italia mampu membawa mereka juara Piala Dunia 2006. Sebelumnya, Yunani membuat kejutan dengan menjuarai Piala Eropa 2004.

Namun, tidak dengan Belanda. "Negeri Kincir Angin" ini bertekad akan menerapkan total football (sepak bola total) khas mereka agar mewarnai Euro 2012 dan mengantar pada kejayaan.

Sebelumnya, Belanda memang dinilai telah mengingkari gen sepak bola mereka, yakni total football yang digagas Rinus Michels pada era 1970-an. Di final Piala Dunia 2010, Belanda bermain cenderung keras. Bahkan, ada insiden "tendangan kungfu" yang dilakukan gelandang Nigel De Jong saat melawan Spanyol di partai final.

Beberapa media pun mengkritik Belanda dan menilai mereka menerapkan sepak bola keras, cenderung negatif. Pelatih Belanda Bert van Marwijk juga mengaku menyesalkan tindakan pemainnya itu. Ia kemudian berjanji akan mengembalikan Belanda pada nature-nya, yakni sepak bola menyerang secara total.

Belanda memang pernah fenomenal. Di bawah Rinus Michels, mereka membawa warna dan gaya baru dalam sepak bola pada era 1970-an. Mereka menyerang dan bertahan secara total. Bagi Belanda, pertahanan terbaik adalah menyerang.

Dengan dikomando sang master lapangan, Johan Cruyff, Belanda memukau dunia. Mereka bermain seperti sekumpulan lebah yang menekan tiada henti, tetapi juga cepat dalam bertahan. Seolah tugas pemain tak diklasifikasikan berdasarkan posisi. Sayang, mereka hanya menjadi runner-up Piala Dunia 1974 karena kalah dari Jerman Barat di final.

Lalu, muncul anggapan bahwa sepak bola ala Belanda hanya enak ditonton, tetapi tak menjamin hasil yang memuaskan. Sebab, permainan menyerang mereka justru menyisakan lubang besar di pertahanannya.

Namun, Belanda keukeuh dengan gayanya. Pada Piala Eropa 1988, mereka tetap menerapkan total football dengan tiga master utama, Ruud Gullit, Frank Rijkaard, dan Marco van Basten. Hasilnya, Belanda sukses dengan menjadi juara. Kesuksesan ini memberi inspirasi kuat kepada Belanda bahwa gaya sepak bola mereka yang dianggap rawan toh pernah mengantar pada kejayaan.

Hal itu yang kini ingin diulang Belanda. Defender Belanda, Gregory van der Wiel, mengatakan, gaya permainan negerinya pada era 1970-an dan 1988 adalah cara terbaik buat timnya untuk tampil di Euro 2012. Namun, dia tak menafikan permainan keras manakala dibutuhkan. Sebab, semua tim juga akan menerapkan permainan keras pada saat-saat tertentu.

"Kami akan mencoba memainkan sepak bola indah. Tapi, Anda juga butuh bermain keras. Itulah pertandingan. Anda membutuhkannya. Kami kira semua orang juga melakukannya," kata Gregory.

Belanda berada di Grup B yang paling berat. Sebab, mereka sudah harus bertemu tim favorit lain, Jerman. Selain itu, mereka juga akan menghadapi Portugal dan Denmark yang termasuk tim berbahaya.

"Kami berada di grup yang sulit bersama Jerman, Portugal, dan Denmark. Tentu jika lancar melewati grup ini, kami bisa meraih hasil memuaskan. Setiap orang membicarakan Jerman sebagai favorit, Spanyol juga. Tapi, kita lihat saja nanti," ujarnya.

"Kami siap melawan Jerman pekan depan dan kami akan mencoba menjuarai Euro 2012," ujarnya bertekad.

Belanda sudah tiba di markas mereka di Krakow, Polandia. Tak ada kekhawatiran besar di tim ini, kecuali cederanya bek Joris Mathijsen. Meski begitu, Van Marwijk memprediksi dia akan segera sembuh dan siap tampil di Euro 2012.

Psikologi Belanda juga sedang meningkat tajam. Apalagi, pada pertandingan uji coba terakhir melawan Irlandia Utara, mereka menang 6-0.

Sebuah produktivitas memuaskan, dan ini menunjukkan betapa Belanda kembali menemukan permainan menyerang mereka. Sepak bola total siap mereka peragakan lagi di Ukraina dan Polandia. Mungkin tak sama persis seperti total football ala Johan Cruyff dan kawan-kawan serta Ruud Gullit dan kawan-kawan. Namun, setidaknya Belanda sudah berjanji akan bermain menyerang dan itu tentu akan menjadi salah satu pesona Euro 2012.

Saturday, December 17, 2011

Ashraf Sinclair Terpaksa Tinggalkan Anak

JAKARTA, KOMPAS.com – Aktor Ashraf Sinclair mulai disibukkan dengan kegiatan shooting sinetron stripping. Sebelumnya, ia memilih rehat sejenak demi menghabiskan waktu bersama anak semata wayangnya, Noah Sinclair.

“Dengan berat hati meninggalkan Noah. Mudah-mudahan Noah bisa ngertiin,” ujar suami penyanyi Bunga Citra Lestari saat ditemui di kawasan Kebun Jeruk, Jakarta, Senin (12/12/2011).

Diakui Ashraf, berat memang meninggalkan anak di usia yang lagi lucu-lucunya. Di usia yang kini menginjak 1 tahun 2 bulan, Noah sungguh menggemaskan dan banyak belajar mengenai hal baru. Karenanya, Ashraf tak akan rela melewatkan masa-masa indah ini.

“Iya nih bakalan berangkat pagi pulang pagi, jadi harus benar-benar punya planning bagi waktu. Harus ada tanggal-tanggal yang harus di follow up seperti ulang tahun. Jadi sudah dijadwal tanggal-tanggal tertentu dikosongkan,” imbuhnya.

Agar tak merasa kehilangan momen bersama keluarga, sejumlah rencana pun telh disiapkannya, salah satunya berencana membawa Bunga dan Noah ke lokasi shooting. “Sejauh inikan lokasi shooting-nya masih pindah-pindah nanti kalau sudah fix di satu tempat barulah Noah sama Bunga boleh datang ke lokasi shooting,” tutup Ashraf.

Friday, December 16, 2011

Jelang Akad Nikah, Dewi Sandra Hubungi Surya Saputra

JAKARTA, KOMPAS.com -- Penyanyi Dewi Sandra masih menghubungi mantan suaminya yang pertama, aktor Surya Saputra, bahkan pada detik-detik terakhir menjelang pernikahannya dengan Agus Rahman. Tapi, jangan berpikir macam-macam dulu. Dewi menelepon Surya untuk memastikan kedatangannya bersama sang istri, penyanyi Cynthia Lamusu.

"Saya sama Dewi sempat ngobrol, 'Jangan enggak datang ya'," cerita Surya, yang hadir pada resepsi pernikahan Dewi dengan Agus Rahman, Minggu (11/12/2011) siang di Plataran, Jagakarsa, Jakarta Selatan. "Ini saja dari lokasi shooting ke sini. Entar balik lagi ke lokasi shooting, kok," sambungnya.

Cynthia mengaku mengetahui hal itu. Namun, ia menganggap hal tersebut biasa saja. Ia telah menganggap Dewi seperti saudaranya sendiri. "Sering teleponan, sudah beberapa kali ketemu. Segala sesuatu diomongin, ya sudah jadi kayak saudara sekarang," papar Cynthia.

Surya dan Cynthia juga mengucap selamat bagi kedua mempelai. "Senang banget kami berdua di pernikahan Agus dan Dewi. Suasananya fun banget. Semoga pernikahannya abadi, cintanya abadi, jadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah," tutur Surya.

Dewi Sandra Menikah untuk Kali Ketiga

Dewi Sandra kini menjadi istri Agus Rahman, setelah mereka menjalani akad nikah di Plataran, Jagakarsa, Jakarta, Minggu (11/12/2011) pagi.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Dewi Sandra (31) tak lagi menjanda. Penyanyi ini telah menikah dengan Agus Rahman, Minggu ini (11/12/2011). Dewi dan Agus melangsungkan pernikahan mereka di Plataran, Jalan Durian No 26, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Sayangnya, pasangan ini belum mau membagi berita bahagia mereka kepada publik melalui media. Pintu tempat resepsi pernikahan mereka tertutup rapat, hanya dibuka sesekali apabila ada tamu yang datang. Namun, sejumlah karangan bunga bertulis ucapan selamat untuk Dewi dan Agus terlihat di luar Plataran, termasuk dari artis musik Maia Estianty dan beberapa perusahaan rekaman seperti Universal Music Indonesia dan Sony Music Entertainment Indonesia.

Pernikahan itu merupakan pernikahan ketiga bagi Dewi. Perkawinan pertamanya (2004-2005), dengan aktor Surya Saputra, kandas. Lalu, Dewi menikah lagi, dengan penyanyi Glenn Fredly pada 2006. Perkawinan mereka juga berakhir,pada 2009.

Poppy Sovia: Untuk Anak Jalanan, Mending Buku Ketimbang Uang

JAKARTA, KOMPAS.com -- Selalu ada saja pihak yang mengeruk keuntungan dengan memanfaatkan anak-anak untuk mengemis di jalanan. Hal itu membuat artis peran Poppy Sovia prihatin.

"Pernah, waktu itu, ada anak kecil minta uang, katanya buat beli buku. Aku tanya, 'Kamu perlu buku apa?' Aku justru beliin buku daripada aku kasih uang," cerita Poppy di Amigos Restaurant Bellagio, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (12/12/2011). "Pernah juga sampai aku buka jendela mobil dan bilang, 'Aku enggak bakal kasih kamu duit. Pulang aja sana. Pulang!' Sebenarnya kasihan juga," lanjutnya.

Poppy bukan bermaksud tak mau membagi rezekinya dengan anak-anak jalanan. "Sekarang suka banyak yang pakai alasan, katanya belum bayaran (uang sekolah). Aku jadi suka sebal. Aku enggak tahu, kita harus bantu gimana," keluhnya.

Sebagai gantinya, Poppy lebih suka memberi buku ataupun aksesori miliknya. "Aku enggak mau sombong, enggak mau pamrih, enggak mau apa-apa. Sempat beberapa waktu aku ngumpulin majalah anak-anak, siapa yang punya majalah anak-anak, aku kumpulin. Terus, aku berhenti di lampu merah yang biasanya banyak anak jalanan, terus aku kasih," jelas pemain film Catatan Harian Si Boy ini. "Kadang aku juga kasih aksesori yang enggak aku pakai. Aku kasih ke yang cewek-cewek, pasti dipakai kan," sambungnya.

Poppy mengaku merasa miris melihat anak-anak jalanan beroperasi di bawah pengawasan pihak yang memanfaatkan mereka. "Ada beberapa lokasi yang anak kecilnya itu diawasi. Koordinatornya, kali ya." kata Poppy. "Ya, miris lah. Jangankan anak jalanan, di sini juga banyak yang pakai monyet buat topeng monyet di jalanan gitu. Aku enggak tahu di sini ada undang-undangnya apa enggak sih untuk melindungi binatang. Binatang saja disuruh kerja rodi, anak-anak juga dijokiin buat mengemis. Sebal, kadang-kadang suka enggak tega," ujarnya.

Dewi Sandra Nikah, Tamu Bawa Pulang Roti Buaya Mini

Dewi Sandra dan Agus Rachman telah menjalani akad nikah pada Minggu (11/12/2011) pagi di Plataran, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Resepsi pernikahan mereka gelar pada siang harinya.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Usai mengadakan rsepsi pernikahan pada Minggu (11/12/2011) siang, pasangan pengantin baru Dewi Sandra (31) dan Agus Rahman akhirnya menemui media di Plataran, Jalan Durian No 26, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Minggu sore.

Penyanyi terkenal itu terlihat cantik dengan busana putih yang dikenakannya. Ia didampingi oleh sang suami, yang tampak gagah mengenakan jas putih. Mereka menebar senyum bahagia.

Agus mengungkapkan bahwa akad nikahnya dengan Dewi sudah berjalan lancar pada Minggu, pukul 09.00 WIB di tempat yang sama. Mas kawinnya, lanjut Agus, berupa seperangkat alat shalat dan dinar seberat 25,5 gram. "Mas kawin, seperangkat alat shalat. Filosofinya jelas, biar ingat sama Sang Maha Kuasa. Dinar, kalau dihitung gramnya, 25,5 gram, enggak ada maknanya. Dinar sesuatu yang hmmm... emas bisa dipergunakan kemudian hari dan investasi," terang Agus.

Ada yang unik pada acara pernikahan Dewi dengan Agus. Para tamu bisa membawa tanda kenangan dan terima kasih berupa roti buaya mini kedua pengantin baru itu.

Menurut Dewi, roti buaya mini mewakili unsur budaya Betawi. Asal tahu saja, Dewi berdarah Betawi dari ibunya dan Inggris dari ayahnya. Dalam budaya Betawi, buaya melambangkan kesetiaan, karena seekor buaya jantan sepanjang hidupnya hanya berpasangan dengan seekor buaya betina dan begitu pula sebaliknya. "Ada roti buaya juga untuk kami dan tamu. Roti buaya yang kecil itu penting, karena melambangkan kesetiaan," tutur Dewi.

Choky Sitohang: Hiburan Kalahkan Akmil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Pembawa acara Choky Sitohang (29) ternyata pernah didaftarkan ayahnya ke Akademi Militer di Magelang, Jawa Tengah. Rencana tersebut tidak berlanjut sebab dia menyadari minatnya pada dunia hiburan ternyata lebih kuat.

"Kakek saya dulu anggota TNI Angkatan Darat. Saya kagum dan belajar banyak dari kakek yang punya disiplin tinggi dan berkarisma kuat. Sampai-sampai saya pengin menjadi tentara," kata Choky seusai shooting kuis Versus, yang ditayangkan Kompas di Layar Kaca.

Pada acara kuis yang dipandu Helmy Yahya ini, dia berhadapan dengan pemain film, Ben Kasyafani.

Choky, ayah dari Abigail (8 bulan) itu, menambahkan, hubungannya dengan sang kakek, almarhum Kolonel (Purn) MC Sitohang, bisa dikatakan sangat dekat. "Dulu, kami tinggal di Bandung. Setiap Jumat, dari sekolah biasanya saya langsung ke rumah kakek untuk berakhir pekan. Dalam pembicaraan kami, saya setuju mendaftar ke Akmil (Akademi Militer). Papa yang mendaftarkan saya, tetapi Mama enggak tahu," ujarnya.

Ketertarikan pada penampilan penyanyi Bob Tutupoly dan Koes Hendratmo di layar kaca membuat Choky berubah haluan. Ia tak lagi berminat melanjutkan pendidikan ke Akmil. Apalagi saat dia melihat Koes Hendratmo memandu kuis Berpacu Dalam Melodi di TVRI. (TRI)