Wednesday, April 6, 2011

Sunderland yang Dibantai, Arsenal yang Sakit

Manajer Arsenal Arsene Wenger.

LONDON, KOMPAS.com — Dari sudut pandang Arsenal, kekalahan 0-5 dari Manchester City yang diderita Sunderland lebih baik ketimbang hasil imbang 0-0 yang diraih Arsenal saat melawan Blackburn, akhir pekan lalu. Pasalnya, sementara kekalahan itu tak (belum) mengancam target Sunderland, hasil imbang meredupkan asa juara Premier League, Arsenal.

Sejak promosi ke Premier League pada musim 2007-2008, Sunderland belum pernah terdegradasi lagi. Namun, mengingat sejak itu mereka juga tidak pernah finis di sepuluh besar, bisa bertahan di Premier League sudah merupakan pencapaian besar bagi mereka.

Pertandingan melawan City itu adalah pertandingan ke-31 (dari 38) Sunderland musim ini. Akibat kekalahan itu, Sunderland duduk di posisi ke-12 dengan 38 poin. Jika mampu menjaga posisi ini sampai akhir musim, Sunderland akan mencatatkan rekor finis terbaik sejak musim 2007-2008.

Berbeda dari itu, bersama Manchester United, Arsenal adalah tim Inggris paling konsisten tampil di Liga Champions, setidaknya dalam sepuluh musim terakhir. Sementara tampil di Liga Champions sudah menjadi agenda tahunan, trofi adalah target minimal mereka.

Namun, Arsenal tak pernah menjuarai apa pun sejak Piala FA 2005. Musim ini, mereka sempat memegang sendiri takdir juara mereka, sampai ditahan imbang oleh Blackburn.

Akibat hasil imbang itu, Arsenal ada di tempat kedua dengan 59 poin dari 30 pertandingan atau kalah tujuh angka dari penguasa sementara MU, yang sudah memainkan 31 pertandingan.

Dengan memperhitungkan jadwal yang masih mempertemukan kedua kubu sekali lagi, paling banyak Arsenal bisa mendulang 83 poin. Di sisi lain, asal bisa memenangi enam laga selain pertemuan dengan Arsenal, MU akan menjuarai liga dengan 84 poin.

Dengan begitu, untuk menjadi juara, Arsenal membutuhkan bantuan tim lain, di samping harus memenangi semua pertandingan sisa. Dari sederet lawan yang masih akan ditemui MU, Chelsea adalah tim yang cukup bisa diandalkan memberikan pertolongan. (ARS)

No comments:

Post a Comment