Showing posts with label Arsenal. Show all posts
Showing posts with label Arsenal. Show all posts

Saturday, December 3, 2011

Wenger: Arsenal Tak Seharusnya Kalah

Manajer Arsenal, Arsene Wenger.

LONDON, KOMPAS.com — Manajer Arsenal, Arsene Wenger, menilai anak didiknya bermain bagus dan tidak seharusnya kalah 0-1 dari Manchester City pada perempat final Piala Carling, di Emirates, Selasa (29/11/2011).

Gol semata wayang diciptakan Sergio Aguero pada menit ke-83. Gol bermula dari serangan balik, setelah tendangan sudut untuk Arsenal.

"Ini adalah pertandingan dengan sangat sedikit peluang. Kedua tim berjuang habis-habisan, tetapi tak menciptakan banyak peluang. Saya merasa kami kalah pada saat kami tidak seharusnya kalah," ujar Wenger.

"Saya tak merasa kami pantas kalah karena kami bermain bagus dan Anda bisa lihat kami sedikit naif karena kami mendapat tendangan sudut dan mereka mendapat gol."

"Kami tak memperhitungkan waktu dengan baik untuk mengeksekusi tendangan sudut, pemain yang seharusnya berada di belakang tak punya waktu yang cukup untuk kembali ke posisinya, dan kami kalah."

"Namun, secara umum, kami tampil bagus dan ada sejumlah poin positif dalam performa kami," tuturnya.

Menurut catatan Soccernet, selama pertandingan Arsenal menguasai bola sebanyak 49 persen dan menciptakan tujuh peluang emas dari sepuluh kali usaha. Adapun City melepaskan dua tembakan akurat dari sembilan kali percobaan.

Friday, December 2, 2011

Aguero Tundukkan Arsenal

Penyerang Manchester City, Sergio Aguero, merayakan golnya ke gawang Arsenal, pada laga perempat final Piala Carling, di Emirates, Selasa (29/11/2011).

LONDON, KOMPAS.com — Penyerang Sergio Aguero mencetak gol yang menentukan kemenangan Manchester City 1-0 atas Arsenal pada pertandingan perempat final Piala Carling, di Emirates, Selasa (29/11/2011).

Gol tercipta pada menit ke-83. Dalam sebuah serangan balik, Adam Johnson meneruskan bola kiriman Edin Dzeko kepada Aguero. Aguero berhasil menguasai bola dan menaklukkan Lukasz Fabianski.

Bermain sebagai tamu, City mengambil inisiatif menyerang. Tetapi, setelah Emmanuel Frimpong berhasil merebut bola dari Edin Dzeko pada menit kedua, Arsenal melancarkan serangan yang berujung tembakan jarak jauh Ignazi Miguel pada menit keenam, yang dijinakkan Costel Pantilimon.

Setelah eksekusi Adam Johnson pada menit kesepuluh, Arsenal juga bereaksi cepat membangun serangan baru yang dituntaskan dengan sebuah tembakan oleh Park Chu Young pada menit ke-11. Lagi-lagi Pantilimon berhasil menyelamatkan gawangnya.

City kemudian menciptakan dua peluang beruntun melalui Pablo Zabaleta pada menit ke-15 dan Dzeko pada menit ke-20. Sementara usaha Zabaleta melenceng, tembakan Dzeko bisa diantisipasi Lukasz Fabianski.

Setelahnya, ada dua peluang emas tercipta, yang semua berasal dari kubu Arsenal. Setelah eksekusi Francis Coquelin pada menit ke-26 dimentahkan Pantilimon, Alex Oxlade-Chamberlain juga melihat usahanya mengalami hal serupa pada menit ke-28.

Pada babak kedua, Arsenal permainan cukup seimbang, dengan Arsenal yang lebih konsisten menciptakan peluang. Namun, usaha mereka gagal membuahkan gol akibat Costel Pantilimon.

Pada menit ke-51 dan ke-76, misalnya, Alex Oxlade Chamberlain melihat dua tembakan akuratnya kandas di tangan Pantilimon. Hal serupa juga terjadi pada eksekusi yang dilakukan Andrei Arshavin pada masa injury time.

Untuk City, mereka juga cukup konsisten menciptakan peluang. Namun, selain eksekusi Aguero yang berujung gol, tak ada yang sangat membahayakan gawang Arsenal.

Selama pertandingan, Arsenal menguasai bola sebanyak 49 persen dan menciptakan tujuh peluang emas dari sepuluh kali usaha. Adapun City melepaskan dua tembakan akurat dari sembilan kali percobaan.

Susunan pemain
Arsenal:
Lukasz Fabianski; Sebastien Squillaci, Johan DJourou, Laurent Koscielny, Ignasi Miguel (Thomas Vermaelen 80); Yossi Benayoun, Emmanuel Frimpong, Alex Oxlade-Chamberlain (Andrei Arshavin 87); Park Chu-Young (Gervinho 68), Marouane Chamakh

Man City: Costel Pantilimon; Kolo Toure, Nedum Onuoha, Pablo Zabaleta, Aleksandar Kolarov (Sergio Aguero 32), Stefan Savic; Owen Hargreaves (Abdul Razak 79), Nigel De Jong, Samir Nasri, Adam Johnson; Edin Dzeko

Wasit: Lee Probert

Tuesday, November 8, 2011

Wenger: Persaingan Jadikan Arsenal Lebih Baik

LONDON, KOMPAS.com - Saat ini, ada lima pemain berebut dua tempat di jantung pertahanan Arsenal. Menurut Wenger, setiap dari mereka akan berusaha bermain sebaik mungkin dan itu positif untuk tim.

Per Mertesacker dan Laurent Koscielnye telah menjadi pasangan utama di jantung pertahanan Arsenal musim ini. Hingga pekan kesepuluh Premier League, keduanya telah bermain sebanyak sembilan dan tujuh kali.

Menurut Wenger, tiga bek tengah lainnya, yaitu Thomas Vermaelen, Johan Djourou, dan Sebastien Squillaci, sudah menunjukkan diri layak diberi kepercayaan lebih besar.

"Keseimbangan penting. Koscielny dan Vermaelen bisa bermain bersama dan Mertesacker bisa bermain bersama dengan Vermaelen dan Koscielny. Itu memberi kami kesempatan melakukan rotasi ketika diperlukan dan ketika ada pemain kelelahan," ujar Wenger.

"Idealnya, Vermaelen bermain sebagai bek tengah sebelah kiri. Koscielny bisa bermain di kiri, dengan begitu kami punya pemain bagus dan keseimbangan untuk posisi itu. Saya pikir, ketiga pemain itu bisa bermain kapan saja, dan kami juga masih memiliki Djourou dan Squllaci."

"Orang ingin kami membeli begitu banyak bek tengah dan segera saja Anda menyadari bahwa kami punya banyak bek tengah," tuturnya.

Monday, October 31, 2011

Dua Anak Indonesia Masuk Seleksi Akademi Arsenal

Pemain Tunas Garuda, Rangga, Fahmi, dan Dani berfoto sebelum bertanding di London, Inggris, Jumat (28/10/2011).

JAKARTA, KOMPAS.com Dua anak Indonesia yang berangkat untuk mengikuti pelatihan di Arsenal berhasil menarik perhatian tim pelatih Akademi Arsenal. Rangga Pratama dan Nazarul Fahmi dipanggil secara khusus oleh pihak Akademi Arsenal untuk tinggal selama dua hingga enam bulan dan menjalani serangkaian seleksi lanjutan penerimaan di Akademi Arsenal.

"Kami ditelepon pihak manajemen Akademi Arsenal ketika di bandara yang meminta Rangga dan Fahmi untuk kembali ke Akademi guna menjalani seleksi lanjutan," ujar tim ofisial Tunas Garuda, Nina Reganata, dalam rilisnya di Jakarta, kemarin.

Rangga adalah peserta tim seleksi Tunas Garuda yang mewakili Kota Palembang, sementara Fahmi adalah peserta yang mewakili Kota Medan. Kedua pesepak bola muda ini berpeluang besar masuk ke tim inti Arsenal yunior karena mampu tampil gemilang saat ekshibisi yang dilakukan oleh Arsenal Development melawan Wycombe dan Brighton.

Rangga terpilih menjadi kiper utama selama tiga babak dan baru digantikan pada babak keempat ketika melawan Wycombe. Dia nyaris tak banyak bekerja keras pada dua babak pertandingan. Ia baru mendapatkan tantangan pada babak ketiga. Satu gol bersarang, tetapi ia mampu melakukan tiga penyelamatan gemilang.

"Rangga luar biasa. Soal gol, semua kiper pasti akan mengalaminya. Namun, ia sangat berani di pertandingan ini," kata Luthfi Ahmad, staf pelatih Tunas Garuda yang ikut mendampingi mereka.

Sementara itu, Fahmi yang baru bermain pada babak ketiga ketika melawan Brighton tampil gemilang dalam laga di Stadion The Grove, Burnham, Jumat (28/10/2011) sore waktu setempat. Fahmi berhasil menunjukkan performa terbaiknya. Melalui umpan-umpannya, permainan Arsenal Development menjadi menarik dan tidak monoton lagi.

Sunday, October 30, 2011

Van Persie, Pemimpin Masa Depan Arsenal

Striker dan kapten Arsenal, Robin van Persie, saat merayakan gol keduanya ke gawang Chelsea. Gerakannya ini dituduh bermaksud meniru penghormatan ala Nazi.

Pada hari yang berusaha dilupakan bek tengah Chelsea, John Terry, penyerang Robin van Persie sekali lagi menjadi penyelamat Arsenal yang sedang membangun kembali kekuatan tim. Pada saat posisi 3-3, Terry terpeleset ketika menerima umpan balik Florent Malouda sehingga bola dimanfaatkan Van Persie untuk menusuk pertahanan Chelsea, mengecoh kiper Petr Cech dan mencetak gol keduanya.

Penyerang tim nasional Belanda itu mengunci kemenangan 5-3 di Stamford Bridge, Minggu (30/10), melalui gol ketiganya. Hattrick di kandang Chelsea itu sekaligus menempatkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Primer, dengan 10 gol, mengungguli Wayne Rooney, Sergio Aguero, dan Edin Dzeko, yang masing-masing mengoleksi sembilan gol.

”Dia, tentu saja, sangat antusias,” ujar Manajer Arsenal Arsene Wenger.

”Dia mengambil manfaat dengan berkelas, di samping kenyataan kami banyak menyerang, kami menciptakan peluang. Kecerdasan pergerakannya di sekitar kotak penalti dan ketepatan penyelesaian akhirnya luar biasa,” ujar Wenger.

Laga besar yang mempertemukan dua klub kuat Liga Inggris ini semakin memantapkan konsistensi permainan Arsenal. Di sisi lain, Chelsea berada pada grafik menurun yang harus segera diselesaikan oleh Pelatih Andre Villas Boas.

Arsenal dua kali tertinggal dari tuan rumah. Frank Lampard membawa Chelsea unggul di menit ke-14 sebelum Van Persie menyamakan kedudukan di menit ke-22. John Terry memanfaatkan tendangan sudut untuk membawa ”The Blues” unggul 2-1.

Namun, bek sayap Andre Santos kembali menyamakan kedudukan, disusul gol Theo Walcott yang membawa ”The Gunners” unggul 3-2. Gelandang serang Chelsea, Juan Mata, menyamakan kedudukan 3-3.

Petaka terjadi di menit ke-85 saat umpan Florent Malouda gagal dikontrol oleh John Terry yang terpeleset. Van Persie dengan insting penyerang kelas dunia langsung mengontrol bola untuk memutari Petr Cech dan mencetak gol kedua. Van Persie kembali menundukkan Petr Cech di menit terakhir melalui serangan balik.

”Anda bisa menyaksikan betapa bahagia kami semua di akhir pertandingan karena kami berusaha keras dan setiap orang dari kami menunjukkan karakternya,” ujar Van Persie.

”Ini sesuatu yang besar, kemenangan besar bagi kami hari ini,” ujar Van Persie.

Penyerang yang sering dikritik karena individualis dan jarang mau mengumpan bola kepada kawan yang posisinya lebih bebas itu selalu mendapat kepercayaan dari Wenger. Ia dipersiapkan menjadi pemimpin Arsenal, terutama setelah Cesc Fabregas dan Samir Nasri hengkang dari Stadion Emirates.

Arsenal yang kehilangan dua pemain pilarnya terseok-seok di awal liga. Mereka kehilangan poin di tiga pertandingan awal Liga Inggris, ditambah kekalahan memalukan 2-8 di kandang Manchester United.

Arsenal perlahan-lahan bangkit dan menuai poin penuh dari tiga pertandingan terakhir. Mereka mulai menemukan klik permainan dengan karakter yang kuat dalam penguasaan bola. Semangat pantang menyerah skuad muda Arsenal yang dua kali menyamakan kedudukan bisa menjadi titik balik kekuatan mental ”The Gunners” dalam mengejar juara Liga Primer.

Van Persie menjadi katalisator bagi pemain lain untuk mengembalikan penampilan Arsenal. Dia menunjukkan kesetiaan kepada tim dan meyakini strategi Wenger akan menuai hasil.

”Robin van Persie mencintai klub ini. Dia menyatu dengan klub ini,” ujar Wenger kepada The Guardian.

”Dia pemimpin teknik di lapangan dan dia tumbuh menjadi pemimpin,” ujar Wenger optimistis.

Friday, October 28, 2011

Berkat Arshavin, Arsenal ke Perempat Final

Penyerang Arsenal, Park Chu-Young, merayakan golnya ke gawang Bolton Wanderers pada pertandingan putaran keempat Piala Carling, di Emirates, Selasa (25/10/2011).

LONDON, KOMPAS.com — Gelandang Andrei Arshavin mencetak satu gol dan satu assist yang menentukan keberhasilan Arsenal menang 2-1 atas Bolton Wanderers pada pertandingan putaran keempat Piala Carling, Selasa (25/10/2011). Dengan hasil tersebut, Arsenal berhak melaju ke perempat final.

Arsenal tertinggal lebih dulu akibat gol Fabrice Muamba pada menit ke-47. Dari tengah kotak penalti, Muamba menembakkan bola hasil kerja sama satu-duanya dengan Darren Pratley masuk ke tengah gawang Lukasz Fabianski.

Arshavin kemudian membawa Arsenal menyamakan kedudukan pada menit ke-53. Setelah menguasai umpan Yossi Benayoun, Arshavin menggocek bola dan melepaskan tembakan kaki kanan yang membuat bola bersarang di sudut kanan bawah gawang Adam Bogdan.

Hanya tiga menit setelahnya, Arsenal berbalik unggul berkat gol Park Chu-young. Gol bermula dari pergerakan Arshavin menembus benteng Bolton yang berujung lepasnya sebuah umpan, yang ditembakkan Park masuk ke sudut kiri bawah gawang tim tamu.

Selama pertandingan, Arsenal menguasai bola sebanyak 56 persen dan menciptakan lima peluang emas dari delapan kali usaha. Adapun tim tamu melepaskan 11 tembakan akurat dari 18 kali percobaan.

Susunan pemain

Arsenal: Lukasz Fabianski; Sebastien Squillaci, Thomas Vermaelen (Daniel Boateng 84), Ignasi Miquel; Yossi Benayoun, Andrei Arshavin, Francis Coquelin, Emmanuel Frimpong (Oguzhan Ozyakup 76), Alex Oxlade-Chamberlain (Ryo Miyaichi 73), Nico Yennaris; Park Chu-young

Bolton: Adam Bogdan; Zat Knight, Gretar Rafn Steinsson, Gary Cahill; Ricardo Gardner, Darren Pratley (David Ngog 61), Mark Davies, Fabrice Muamba; Ivan Klasnic, Sanli Tuncay (Robbie Blake 85), Gael Kakuta (Chris Eagles 71)

Wasit: Anthony Taylor

Tuesday, August 30, 2011

Arsenal Warnai Perjalanan Karier Rooney

Penyerang Manchester United, Wayne Rooney, melakukan eksekusi penalti, yang berujung gol ke gawang Arsenal, pada pertandingan Premier League, di Old Trafford, Minggu (28/8/2011).

MANCHESTER, KOMPAS.com — Penyerang Wayne Rooney mencetak tiga gol yang ikut menentukan kemenangan Manchester United (MU) 8-2 atas Arsenal dalam lanjutan Premier League di Old Trafford, Minggu (28/8/2011).

Gol pertama Rooney merupakan gol ke-150 yang diciptakannya sejak dibeli MU dari Everton pada 2004. Rooney mengaku belum puas karena masih jauh dari rekor legenda MU, Sir Bobby Charlton, yaitu 249 gol.

"Dalam beberapa tahun mendatang, aku akan melakukannya (menyamai rekor Charlton)," ujar Rooney.

"Banyak gol bersejarah saya terjadi saat melawan Arsenal. Gol pertamaku untuk Everton, gol pertamaku di Premier League untuk MU, gol keseratus di Premier League untuk MU, dan sekarang 150. Semuanya tercipta saat melawan Arsenal."

"Tentu saja, rasanya luar biasa. Penampilan hari ini hebat dan, saya pikir, kami layak mendapatkan hasil itu (menang 8-2)."

"Saya pikir, apakah (Arsenal) tampil dengan kekuatan penuh atau tidak, kami akan menghadapi mereka, bermain dan mencetak gol. Mereka punya beberapa pemain yang absen, tetapi itu tak mengurangi nilai penampilan kami. Penampilan kami tadi brilian," tuturnya.

Sunday, August 28, 2011

"Arsenal Lemah, Perlu Didukung"

MANCHESTER, KOMPAS.com — Bek Manchester United (MU), Rio Ferdinand, menilai Arsenal tidak berada dalam kondisi terbaik saat dikalahkan timnya, 2-8, Minggu (28/8/2011). Menurut dia, Arsenal, terutama Manajer Arsene Wenger, saat ini perlu dukungan, bukan cibiran.

"Sejujurnya, AFC (Arsenal) menurunkan tim yang lemah (karena delapan pemain utama absen karena cedera dan menerima skors). Namun, Anda masih harus berusaha mengalahkan mereka dan kami melakukannya. Meski begitu, AFC membutuhkan dukunganmu, bukan kritik," ujar Ferdinand.

Pernyataan itu disampaikan Ferdinand di akun Twitter-nya dalam obrolan dengan jurnalis Inggris, Piers Morgan, yang mengatakan, "Saya ingin mengatakan apa yang kebanyakan suporter pikirkan, tetapi saya tak ingin mengakuinya, yaitu Arsenal perlu manajer baru. Dan, jika saya adalah Arsene Wenger, saya akan mundur. Ini adalah akhir dari eksprimen selama lima tahun dalam pengembangan pemain muda."

Wednesday, April 20, 2011

Fabregas Isyaratkan Bertahan di Arsenal

Kapten Arsenal, Cesc Fabregas.

LONDON, KOMPAS.com - Kapten Arsenal Cesc Fabregas mengatakan ia telah mendapatkan pelajaran soal kesetiaan dan ketekunan dari kapten Barcelona Carlas Puyol. Selain itu, ia juga mengatakan, kapan pun ia pindah dari Arsenal sebelum pensiun, ia tak akan bergabung dengan klub Inggris lain.

Arsenal tidak menjuarai apa pun sejak Piala FA 2005 dan Fabregas disebut media-media Inggris mempertimbangkan pindah, jika musim ini kembali berakhir tanpa gelar. Barcelona disebut sebagai pelabuhan Fabregas musim depan.

"Kapan pun aku meninggalkan Arsenal, itu akan terjadi karena akal sehatku dan bukan karena (emosi). Dan, siapa yang mengatakan Anda akan bermain di tim baru? Atau apakah Anda akan berkembang? Di sini aku memiliki banyak keberuntungan personal, kecuali tidak meraih banyak gelar, dan aku baik-baik saja," ujar Fabregas.

"Aku bicara dengan Puyol, yang mengatakan bahwa ia tak menjuarai apa pun sampai usianya 26 tahun. Kesabaran dan kerja keras adalah hal terpenting dalam hidup. Jika Anda tidak akan melihatku (pindah karena pengaruh emosi). Dan jika suatu hari aku meninggalkan Arsenal, itu tidak untuk bergabung dengan klub Inggris lain. Itulah kepastiannya," tuturnya. (GUA)

Monday, April 18, 2011

Fabregas: Arsenal adalah Aku dan Van Persie

Cesc Fabregas.

LONDON, KOMPAS.com - Kapten Arsenal, Cesc Fabregas mengatakan, saat ini dirinya dan penyerang Robin van Persie adalah orang paling bertanggung jawab atas hasil pertandingan tim. Padahal, menurutnya, ia dan Van Persie masih harus belajar dari pemain berpengalaman, yang Arsenal tidak memilikinya.

Fabregas dan Van Persie sempat merasakan bermain bersama penyerang Thierry Henry dan Dennis Bergkamp. Namun, semenjak Henry pindah ke Barcelona pada 2007 dan Bergkamp pensiun pada 2006, Arsenal tak membeli pemain top dan mengandalkan pemain-pemain muda, termasuk Fabregas dan Van Persie.

"Aku berada di tim juara dan itu menarik. Ketika mengalami pertandingan buruk, Anda merasakan tak ada yang terjadi karena rekan-rekan Anda membantu Anda. Sekarang, situasi berubah dan aku adalah orang yang dilihat orang (ketika Arsenal menang atau kalah)," ujar Fabregas.

"Aku tak suka mengatakannya, tetapi begitulah adanya. Jika kami bermain buruk, aku menerima tanggung jawab dan tekanan dari suporter. Hanya tinggal aku dan Robin van Persie yang tersisa dari generasi (juara) itu dan kami bertanggng jawab besar."

"Aku dan Van Persie belajar dari pemain-pemain terbaik. Sekarang berbeda karena kami semua begitu muda dan tak ada orang lain (di klub) ini yang kepadanya Anda memandang dan mengatakan 'Wow'."

"Pemain muda belajar dari yang lebih tua. Sekarang situasinya rumit. Jika Anda memiliki Jack Wilshere di skuad utama lebih awal, hasilnya akan berbeda. Aku tak mengatakan lebih baik atau lebih buruk."

"Sebelum ini, ada titik acuan, referensi juara, dan pemain kuat. Bermain bersama mereka membuat Anda belajar lebih cepat," tuturnya. (GUA)

Monday, April 11, 2011

Van Persie: Juara? Arsenal Perlu Menang

Penyerang Arsenal, Robin van Persie.

BLACKPOOL, KOMPAS.com - Penyerang Arsenal Robin van Persie mengatakan misi utama Arsenal adalah memenangi semua pertandingan sisa mereka, entah apakah itu berujung gelar atau tidak.

Premier League adalah satu-satunya ajang yang diikuti Arsenal sejak 12 Maret lalu. Mereka telah melakoni 31 pertandingan dan duduk di tempat kedua dengan 62 poin atau kalah tujuh angka dari Manchester United, yang sudah memainkan 32 pertandingan.

Pada duel terakhirnya, melawan Blackpool, Arsenal menang 1-3. Itu adalah kemenangan pertama mereka dalam empat pertandingan terakhir.

Arsenal dan MU masih akan bertemu MU sekali lagi dan dengan begitu berpeluang memangkas selisih sampai sejarak satu angka. Mengingat MU masih akan melawan tim kuat, misalnya Chelsea, gelar juara bisa jatuh ke tangan Arsenal.

"Kami perlu menang dan pantas menang (atas Blackpool). Aku percaya kami (akan memenangi pertandingan sisa). Masih ada tujuh pertandingan lagi dan hasilnya bergantung pada kami," ujar Van Persie.

"Kami bergantung pada diri sendiri dan harus membuktikannya. Kami adalah tim besar dan nasib ada di tangan kami sendiri," tambahnya. (SKY)

Wednesday, April 6, 2011

Sunderland yang Dibantai, Arsenal yang Sakit

Manajer Arsenal Arsene Wenger.

LONDON, KOMPAS.com — Dari sudut pandang Arsenal, kekalahan 0-5 dari Manchester City yang diderita Sunderland lebih baik ketimbang hasil imbang 0-0 yang diraih Arsenal saat melawan Blackburn, akhir pekan lalu. Pasalnya, sementara kekalahan itu tak (belum) mengancam target Sunderland, hasil imbang meredupkan asa juara Premier League, Arsenal.

Sejak promosi ke Premier League pada musim 2007-2008, Sunderland belum pernah terdegradasi lagi. Namun, mengingat sejak itu mereka juga tidak pernah finis di sepuluh besar, bisa bertahan di Premier League sudah merupakan pencapaian besar bagi mereka.

Pertandingan melawan City itu adalah pertandingan ke-31 (dari 38) Sunderland musim ini. Akibat kekalahan itu, Sunderland duduk di posisi ke-12 dengan 38 poin. Jika mampu menjaga posisi ini sampai akhir musim, Sunderland akan mencatatkan rekor finis terbaik sejak musim 2007-2008.

Berbeda dari itu, bersama Manchester United, Arsenal adalah tim Inggris paling konsisten tampil di Liga Champions, setidaknya dalam sepuluh musim terakhir. Sementara tampil di Liga Champions sudah menjadi agenda tahunan, trofi adalah target minimal mereka.

Namun, Arsenal tak pernah menjuarai apa pun sejak Piala FA 2005. Musim ini, mereka sempat memegang sendiri takdir juara mereka, sampai ditahan imbang oleh Blackburn.

Akibat hasil imbang itu, Arsenal ada di tempat kedua dengan 59 poin dari 30 pertandingan atau kalah tujuh angka dari penguasa sementara MU, yang sudah memainkan 31 pertandingan.

Dengan memperhitungkan jadwal yang masih mempertemukan kedua kubu sekali lagi, paling banyak Arsenal bisa mendulang 83 poin. Di sisi lain, asal bisa memenangi enam laga selain pertemuan dengan Arsenal, MU akan menjuarai liga dengan 84 poin.

Dengan begitu, untuk menjadi juara, Arsenal membutuhkan bantuan tim lain, di samping harus memenangi semua pertandingan sisa. Dari sederet lawan yang masih akan ditemui MU, Chelsea adalah tim yang cukup bisa diandalkan memberikan pertolongan. (ARS)

Tuesday, March 8, 2011

Barca Singkirkan 10 Pemain Arsenal

Striker Barcelona, Lionel Messi, saat akan mencetak gol pertamanya ke gawang Arsenal, Rabu (9/3/2011) dini hari WIB.

BARCELONA, KOMPAS.com — Barcelona berhasil membekuk 10 pemain Arsenal dengan skor 3-1 pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Rabu (9/3/2011) dini hari WIB. Ini artinya, Barca unggul agregat 4-3 dan berhak lolos ke babak perempat final.

Pertandingan ini berjalan panas dan menegangkan. Arsenal terus mendapat kesialan demi kesialan di laga ini. Baru 18 menit laga berjalan, "The Gunners" harus kehilangan kiper utama, Wojciech Szczesny, yang mendapat cedera jari tangan. Ia kemudian digantikan kiper kedua, Manuel Almunia, yang sudah tak bermain sejak September lalu.

Arsenal juga harus bermain dengan 10 pemain setelah Robin Van Persie menerima kartu kuning kedua di menit ke-55. Pengusiran Van Persie mendapat protes keras dari kubu Arsenal. Ini karena penyerang asal Belanda itu tidak melakukan pelanggaran apa-apa tetapi hanya melanjutkan pertandingan meski sudah terperangkap offside. Wasit Massimo Busacca menganggap hal itu serius dan langsung mengusir Van Persie.

Barca unggul dulu melalui gol Lionel Messi di masa injury time babak pertama. Berawal dari umpan terobosan Andrés Iniesta, Messi mengontrol bola dengan indah sebelum akhirnya menjebol gawang tim tamu.

Malapetaka datang menimpa Barca di menit ke-52. Berawal dari tendangan penjuru Samir Nasri, Sergio Busquets yang bermain sebagai bek tengah melakukan kesalahan fatal dengan menanduk bola ke gawangnya sendiri.

Meskipun demikian, kegelisahan publik Catalan tak bertahan lama. Di menit ke-69, Xavi berhasil membuat timnya unggul setelah memperdaya Almunia melalui sontekan kaki kanannya.

Adapun gol ketiga yang memastikan Barca lolos lahir dari penalti Messi setelah sebelumnya Pedro dijegal Laurent Koscielny di kotak terlarang.

Susunan pemain

Barcelona: Victor Valdés; Eric Abidal, Sergio Busquets, Adriano, Dani Alves; Javier Mascherano (Keita 89), Andrés Iniesta, Xavi; David Villa (Afellay 82), Lionel Messi, Pedro

Arsenal: Wojciech Szczesny (Manuel Almunia 18); Laurent Koscielny, Johan Djourou, Gaël Clichy, Bacary Sagna; Jack Wilshere, Abou Diaby, Samir Nasri, Tomas Rosicky (Andrei Arshavin 74); Robin Van Persie, Cesc Fábregas (Nicklas Bendtner 78)

Wednesday, March 2, 2011

Wenger: Ditahan Orient, Arsenal Bakal Capek

Manajer Arsenal, Arsene Wenger.

LONDON, KOMPAS.com - Manajer Arsenal, Arsene Wenger, mengaku menyesali hasil imbang 1-1 yang diraih timnya saat melawan Leyton Orient pada laga putaran kelima Piala FA, di Stadion Matchroom, Minggu (20/2/2011). Pasalnya, dengan begitu Arsenal harus melakoni tanding ulang dan itu menambah padatnya jadwal mereka.

Melawan Orient, Wenger memainkan sepuluh pemain berbeda dari skuad yang mengandaskan Barcelona 2-1, pada leg pertama 16 besar Liga Champions, Rabu (16/2/2011).

Dengan perubahan besar itu, Arsenal mampu unggul lebih dulu melalui Tomas Rosicky pada menit ke-53. Namun, semenit sebelum bubaran, tuan rumah mampu menyamakan kedudukan melalui Jonathan Tehoue.

"Kami telah bermain dengan sikap yang benar. Anda harus memberikan pujian kepada Leyton Orient, karena mereka tak pernah menyerah dan berjuang sangat keras," ujar Wenger.

"Selama Anda tak mencetak gol kedua, hal seperti itu bisa terjadi. Secara umum, itu mengecewakan. Namun, kami masih ada dalam kompetisi itu dan akan (melakoni tanding ulang) di kandang. Hal terpenting adalah lolos,"

"Hal paling negatif dari hasil tersebut adalah bertambahnya satu pertandingan dalam jadwal kami dan dengan keadaan sekarang, bukan itu yang kami butuhkan," tuturnya.  

Belum diketahui kapan pertandingan ulang akan digelar. Namun, menurut Telegraph, pertandingan ulang kemungkinan akan digelar pada 2 Maret mendatang.

Jika betul begitu, hingga tanggal 8 Maret mendatang, Arsenal akan melakoni lima pertandingan yaitu laga Premier League melawan Stoke City (23/2), Birmingham (27/2), Sunderland (5/3), Piala FA melawan Orient (2/3), dan leg kedua 16 besar Liga Champions melawan Barcelona (8/3/). (TEL)

Sunday, February 20, 2011

Koscielny: Arsenal Penantang Tunggal MU

Penyerang Chelsea, Didier Drogba (kiri).

LONDON, KOMPAS.com - Bek Arsenal, Laurent Koscielny mengatakan, selain Arsenal, tak ada tim lain mampu memenangi persaingan Premier League dengan Manchster United.

Arsenal sendiri saat ini duduk di tempat kedua dengan 49 poin, atau berselisih lima angka dari MU di puncak klasemen. Sementara Chelsea berada di tempat keempat dengan 44 poin dan Liverpool di posisi ketujuh dengan 35 poin

"Sepertinya kami menjadi pesaing terakhir bagi MU. Kami punya lebih banyak poin ketimbang Manchester City, Chelsea dan yang lain. Ini akan menjadi pertarungan besar antara kami dan MU. Kami berharap mereka akan kehilangan poin, bukan kami," kata Koscielny.

"Ini tak akan mudah. Tapi kami percaya diri. Kami harus percaya bahwa kami bisa."

"Kami harus fokus ke pertandingan kami, tetap menang, tetap meraih poin dan mungkin MU akan kalah di saat yang sama. Semua bisa terjadi di liga ini. Itu kenapa kami harus tetap bekerja keras bersama. Kami akan tetap tampil fight," sambungnya lagi.

Koscielny mengatakan lini pertahanan menjadi kunci berhasil atau tidaknya misi mereka melewati MU. "Sangat penting untuk kami tetap membuat pertahanan yang kaut. Jika kami tak kemasukan gol, kami akan selalu membuat peluang untuk mencetak gol." (SKY)

Tuesday, February 15, 2011

Pukul West Ham, Birmingham Tantang Arsenal

Craig Gardner saat mencetak gol ketiga Birmingham City ke gawang West Ham United, Kamis (27/1/2011) dini hari WIB.

BIRMINGHAM, KOMPAS.com — Birmingham City sukses membalikkan keadaan dan memukul balik West Ham United 3-1 (agregat 4-3) pada leg kedua babak semifinal Piala Liga, Kamis (27/1/2011) dini hari WIB. Kemenangan ini mengantar "The Blues" ke babak final untuk bertemu Arsenal.

Pertandingan ini berlangsung seru. Birmingham yang kalah 1-2 di leg pertama tertinggal lebih dulu oleh gol Carlton Cole pada menit ke-31. Dari luar kotak penalti, Cole melepas tembakan keras yang tak mampu dihentikan oleh kiper Ben Foster.

Tak mau malu di depan pendukungnya sendiri, Birmingham langsung bangkit di babak kedua. "The Blues" bermain agresif dalam menggempur pertahanan tim tamu. Strategi ini terbukti berhasil karena tuan rumah sanggup menyamakan kedudukan pada menit ke-59 melalui sontekan Lee Bowyer.

Gol ini menambah semangat Liam Ridgewell dan kawan-kawan untuk terus menyerang West Ham. Hasilnya, gol kedua pun datang melalui tandukan Roger Johnson pada menit ke-79, skor menjadi 2-1 untuk West Ham. Karena hingga 90 menit agregat masih imbang 3-3, pertandingan terpaksa dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

Baru empat menit extratime berjalan, Craig Gardner sukses menambah keunggulan Birmingham melalui tembakan akurat dari luar kotak penalti. West Ham mencoba untuk membalas, tetapi sayang, usaha mereka tak menuai hasil apa-apa.

Susunan pemain
Birmingham City:
Ben Foster; Roger Johnson, Stephen Carr, Liam Ridgewell, Martin Jiranek, Barry Ferguson, Lee Bowyer, Sebastian Larsson, Craig Gardner; Cameron Jerome, Matt Derbyshire (Nikola Zigic 46)
West Ham United:
Robert Green; Wayne Bridge, Matthew Upson, Jonathan Spector, Julien Faubert, James Tomkins; Scott Parker, Luis Boa Morte (Gary O'Neil 83), Mark Noble; Carlton Cole, Zavon Hines (Kieron Courtney Dyer 71)

Friday, February 11, 2011

Hajar Ipswich, Arsenal ke Final

Kapten Arsenal, Cesc Fabregas, sedang beraksi saat melawan Ipswich Town, Selasa (26/1/2011). Arsenal menang 3-0 di laga ini.

LONDON, KOMPAS.com — Arsenal berhasil melaju ke final Piala Liga seusai menghajar tamunya, Ipswich Town, 3-0 (agregat 3-1) pada leg kedua babak semifinal, Selasa atau Rabu (26/1/2011) dini hari WIB. Di final, Arsenal nantinya akan bertemu pemenang antara Birmingham City dan West Ham United yang berlangsung pada Kamis (27/1/2011) dini hari.

Melawan Ipswich, "The Gunners" sempat frustrasi di babak pertama. Semua serangan mereka dipatahkan oleh barisan belakang tim tamu. Umpan-umpan pendek yang selama ini menjadi andalan Cesc Fabregas dan kawan-kawan juga tak bisa membongkar pertahanan Ipswich.

Meski demikian, Arsenal menolak menyerah. "Meriam London" terus mencari cara untuk menembus barikade pertahanan Ipswich di babak kedua. Kerja keras ini akhirnya terbayarkan pada menit ke-61. Nicklas Bendtner dengan cerdik melepas tembakan ke pojok kanan bawah gawang yang tak mampu dihentikan kiper Marton Fulop, 1-0 untuk Arsenal.

Gol ini menambah gairah permainan tuan rumah. Mereka terus menggempur Ipswich dari berbagai sudut. Hasilnya, gol kedua pun datang melalui tandukan Laurent Koscielny pada menit ke-64. Pesta gol "The Gunners" ditutup melalui tembakan akurat Fabregas pada menit ke-77.

Susunan pemain
Arsenal:
Wojciech Szczesny; Gaël Clichy, Bacary Sagna (Emmanuel Eboué 18), Johan Djourou, Laurent Koscielny; Andrei Arshavin, Cesc Fábregas, Denilson, Jack Wilshere; Robin van Persie, Nicklas Bendtner

Ipswich Town: Marton Fulop; Damien Delaney, Gareth McAuley, Darren O'Dea; Colin Healy (Shane O'Connor 74), Mark Kennedy, Carlos Edwards, David Norris, Grant Leadbitter; Tamas Priskin (Jason Scotland 63), Connor Wickham

Wednesday, February 9, 2011

Wenger: RVP Kunci Sukses Arsenal

Striker Arsenal, Robin van Persie.

LONDON, KOMPAS.com — Manajer Arsenal, Arsene Wenger, yakin bahwa Robin van Persie (RVP) akan menjadi kunci sukses timnya di semua kompetisi.

Keyakinan itu muncul setelah RVP mencetak hattrick saat Arsenal menghajar Wigan Athletic 3-0 di Premier League, Sabtu (22/1/2011). Dalam tiga pertandingan terakhir, RVP sudah mencetak enam gol.

RVP memang sempat terganggu cedera, hingga tak banyak berkontribusi kepada Arsenal. Namun, saat dalam kondisi terbaik, dia akan menjadi striker produktif dan menentukan.

"Van Persie pemain penting buat skuad kami. Dia bisa membuat penyelesaian. Dia juga bisa memberi assist dan mampu memahami para penyerang lain. Tentu, dia pemain penting kami," puji Wenger.

"Beberapa pemain sudah tampil di banyak pertandingan. Tapi, Van Persie sudah lama absen. Dia dan Cesc Fabregas terpaksa absen lama. Saya berharap dia bisa mengambil manfaat dari pengalamannya itu," tambahnya.

Sejak bergabung dengan Arsenal pada 2004, Van Persie memang sering diganggu cedera. Bahkan, dia tak pernah menjadi pemain inti lebih dari 24 kali dalam semusimnya. Menurut Wenger, cedera terakhir telah mengembalikan semangat dan memperkuat mentalnya.

"Dia telah melewati masa-masa sulit. Pemain yang sudah pernah mengalami cedera akan rentan. Dia pernah merasa tak berguna dan kehilangan kebahagiaannya. Namun, secara mental, ini telah membuatnya semakin kuat. Sebab, dia harus memerangi rasa kecewanya. Sekarang, Van Persie benar-benar sudah tajam dan fit, juga kuat," terang Wenger.

Tuesday, February 1, 2011

Menang 3-1, Arsenal ke Putaran IV

Penyerang Arsenal, Robin van Persie, menanduk umpan Nicklas Bendtner, yang berujung gol ke gawang Leeds United, pada pertandingan putaran ketiga Piala FA, Rabu (19/1/2011).

LEEDS, KOMPAS.com — Arsenal melaju ke putaran keempat Piala FA setelah menang 3-1 atas Leeds United pada pertandingan putaran ketiga, Rabu (19/1/2011).

Bermain sebagai tamu, Arsenal unggul lebih dulu melalui Samir Nasri pada menit kelima. Mengandalkan kemampuan individu, Nasri menggiring bola masuk kotak penalti melewati dua pemain sebelum meloloskan bola ke dalam gawang Kasper Schmeichel.

Arsenal menggandakan keunggulannya pada menit ke-35 berkat gol Bacary Sagna. Menguasai bola dalam kotak penalti, Sagna memutuskan menembakkannya. Bola sempat ditepis Schmeichel sebelum meluncur mendesak jaring sebelah dalam gawangnya.

Pada menit ke-37, Leeds memperkecil selisih berkat eksekusi Bradley Johnson dari luar kotak penalti. Namun, Leeds kembali tertinggal dua gol, ketika Robin van Persie berhasil membobol gawang Schmeichel dengan memanfaatkan umpan silang Nicklas Bendtner pada menit ke-76.

Selama 90 menit, Arsenal menguasai bola sebanyak 55 persen dan menciptakan 11 peluang emas dari 17 usaha. Adapun Leeds melepaskan dua tembakan akurat dari tujuh percobaan.

Susunan pemain:
Leeds:
Kasper Schmeichel; Paul Connolly, Andrew O'Brien (Leigh Bromby 66), Ben Parker, Alex Bruce; Bradley Johnson, Max-Alain Gradel, Jonathan Howson; Billy Paynter (Davide Somma  68), Robert Snodgrass, Sanchez Watt (Lloyd Sam 79) Arsenal: Wojciech Szczesny; Bacary Sagna, Johan Djourou, Laurent Koscielny, Kieran Gibbs; Andrei Arshavin (Robin Van Persie  71), Alex Song, Samir Nasri (Gaël Clichy  83), Denilson; Nicklas Bendtner, Marouane Chamakh (Cesc Fábregas 71)

Saturday, January 29, 2011

Bersama Van Bommel, "Spurs" Lewati Arsenal

LONDON, KOMPAS.com — Gelandang Tottenham Hotspur, Rafael van der Vaart, mengaku berharap klubnya bisa merekrut gelandang Bayern Muenchen, Mark van Bommel, pada jendela transfer kedua ini. Menurutnya, jika itu terealisasi, Tottenham semakin berpeluang memenangi persaingan dengan rival sekota mereka, Arsenal.

Arsenal dan Tottenham sama-sama bermarkas di London Utara. Soal permainan, Tottenham tidak kalah dari Arsenal. Namun, soal reputasi, Arsenal lebih unggul. Menurut Van der Vaart, perbedaan itu bisa dipangkas jika Tottenham mampu mendatangkan individu-individu bertalenta dan Van Bommel dinilainya masuk kategori itu.

Kontrak Van Bommel akan habis pada akhir musim ini dan Bayern sudah menyatakan tak akan memperpanjang kerja sama. Melalui agennya, Van Bommel sudah mengatakan terbuka terhadap peluang pindah ke klub lain. Van der Vaart pun menilai jendela transfer kedua ini sebagai kesempatan terbaik Tottenham merekrut Van Bommel karena mereka juga sedang bersaing di papan atas klasemen Premier League.

"Mark adalah pemain super dengan banyak pengalaman yang akan membantu pemain muda dalam tim Tottenham. Klub ingin membuat langkah berikutnya untuk mencapai tingkatan rival lokal kami, Arsenal. Tottenham sudah semakin dekat ke sana, tapi Mark dapat membantu kami melangkah lebih jauh. Aku pikir hal ini mungkin. Dan juga, setiap klub harus menggunakan pemain bagus," ujar Van der Vaart.

Tottenham saat ini duduk di posisi kelima dengan 37 poin, atau kalah satu angka dari Chelsea di tempat keempat dan kalah delapan angka dari penguasa sementara, Manchester United. Mengingat Tottenham masih akan bertemu tiga tim penghuni empat besar, yaitu Chelsea, Arsenal, dan Manchester City, mereka berpeluang finis, setidaknya, di zona Liga Champions. (GL)

Penulis: Jonathan Pandapotan   |   Editor: Tjatur Wiharyo   |   Loading...