Showing posts with label Anakanak. Show all posts
Showing posts with label Anakanak. Show all posts

Wednesday, November 23, 2011

RD: Anak-anak Dapat Pengalaman Berharga

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Pemain Indonesia, Titus Bonai (kiri) berebut bola dengan pemain Thailand, Komkrit Cumsokcheak pada laga penyisihan Grup A cabang sepak bola SEA Games XXVI/2011 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (13/11/2011). Indonesia menang dengan skor 3-1.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih tim nasional Indonesia U-23, Rahmad Darmawan, mengatakan, skuadnya mendapatkan pengalaman berharga saat melawan Thailand, Minggu (13/11/2011). Dalam pertandingan yang dimenangkan Indonesia 3-1, Indonesia sempat dibuat kesulitan oleh Thailand.

Meskipun bermain dengan sepuluh pemain, tim besutan Prapol Pongoanich itu tetap bermain ofensif dan sangat merepotkan pertahanan Indonesia. "Malam ini, saya melihat bagaimana kematangan Thailand. Saat lawan Malaysia mereka juga terlihat mendominasi pertandingan," kata RD usai pertandingan.

"Mereka bermain sepuluh pemain dan bahkan sembilan pemain, justu kita tegang," sambungnya.

RD juga menilai pertandingan ini menjadi pengalaman berharga bagi Egi Melgiansya dan kawan-kawan menghadapi pertandingan semifinal.

"Hari ini anak-anak mendapatkan pengalaman bagaimana mengatasi tekanan. Maaf saya punya pemain yang sedikit memiliki pengalaman yang merasakan atmosfer seperti ini. Makanaya, saya bilang mudah-mudahan ini jadi pelajaran berharga," tegasnya.

Thursday, May 26, 2011

Abidal Rela Jual Mobil demi Membantu Anak-anak

Bek Barcelona, Eric Abidal.

SELAMAT dari serangan penyakit tumor hati membuat Eric Abidal lebih peka terhadap penderitaan yang dialami orang lain. Bek Barcelona itu semakin menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi dan aktif dalam kegiatan-kegiatan amal. Bahkan, ia rela menjual mobilnya untuk disumbangkan kepada rumah sakit dan asosiasi guna membantu anak-anak.  

Bek asal Perancis itu harus absen membela timnya selama lebih kurang dua bulan pascaoperasi tumor di hatinya. Abidal pun bersyukur bisa kembali bermain. Apalagi, ia kemungkinan besar juga akan tampil di pertandingan sepenting final Liga Champions pada akhir pekan ini. 

Seusai nyawanya terancam karena tumor, Abidal semakin sadar bahwa kemewahan tidak bisa membeli sebuah kesehatan, hiburan, atau kenyamanan. Maka, selagi masih sehat dan berpunya, dia ingin berbagi kepada siapa saja yang membutuhkan.

"Ketika sesuatu terjadi kepada Anda seperti yang terjadi pada diriku,  mobil-mobil ini tidak berguna. Lebih baik menjualnya dan uangnya diberikan kepada yayasan dan rumah sakit untuk digunakan membantu anak-anak," kata Abidal kepada Telegraph.

"Aku belajar banyak dari mereka. Mereka memberiku kekuatan," sambungnya. (TEL)

Tuesday, May 17, 2011

Kuyt Favorit Anak-anak Luar Biasa

Penyerang Liverpool, Dirk Kuyt.

LIVERPOOL, KOMPAS.com - Orang-orang berkemampuan luar biasa yang mendukung Liverpool memilih penyerang Dirk Kuyt sebagai pemain favorit mereka musim ini (Liverpool's Disabled Supporters Award/ LDSA). Penghargaan diberikan berdasar hasil jajak pendapat pada 215 LDS.

Kuyt mengatakan mendapat penghargaan dari LDS adalah pengalaman luar biasa. Setelah penyerahan penghargaan, Kuyt memberikan tanda tangan dan berfoto dengan setiap orang dari LDS.

"Selalu menyenangkan menerima penghargaan pribadi dan mendapatkan penghargaan itu dari orang-orang ini adalah pengalaman luar biasa," ujar Kuyt.

""Bagiku sangat istimewa jika suporter memberikan Anda penghargaan seperti ini. Kami selalu berusaha berhubungan dengan mereka karena mereka sangat penting. Terutama suporter Liverpool, mereka sangat baik kepada kami, baik pada laga kandang maupun tandang."

"Momen terbaikku musim ini adalah pertandingan melawan Manchester United di mana aku mencetak hat-trick pertamaku untuk klub ini dan gol ketigaku tercipta di hadapan 'The Kop'."

"Setiap orang tahu ini adalah musim sulit, terutama pada bulan-bulan pertama. Namun, dalam beberapa bulan terakhir telah menjadi sangat menyenangkan. Mudah-mudahan kami bisa menjadikan itu bekal untuk musim depan dan berbuat lebih baik," tuturnya.

LDSA dibentuk sekitar delapan tahun lalu oleh sebuah kelompok kecil yang bertujuan meningkatkan fasilitas Stadion Anfield untuk suporter berkemampuan luar biasa. Sejak itu, LDSA tumbuh menjadi salah satu asosiasi orang berkemampuan luar biasa terbesar di dunia sepak bola Inggris. (LFC)