Showing posts with label Berhasil. Show all posts
Showing posts with label Berhasil. Show all posts

Thursday, June 9, 2011

Uruguay Berhasil Balas Dendam terhadap Belanda

Penyerang Uruguay Luis Suarez merayakan golnya ke gawang Belanda, pada pertandingan persahabatan, di Centenario, Rabu (8/6/2011).

MONTEVIDEO, KOMPAS.com — Uruguay akhirnya berhasil membalas kekalahan mereka dari Belanda di semifinal Piala Dunia 2010 dengan memenangi pertandingan persahabatan dengan skor 4-3 melalui adu penalti, Rabu (8/6/2011). Adu penalti dilakukan setelah kedua kubu bermain imbang 1-1 sampai akhir babak normal.

Belanda mendapat peluang pertama pada menit ke-14. Umpan dari Ibrahim Afellay mampu diterima dengan baik oleh Dirk Kuyt. Sayangnya, tendangan dari Kuyt masih terlalu lemah sehingga dengan mudah Fernando Muslera menahan bola.

Uruguay balas menciptakan peluang enam menit kemudian. Namun, sama seperti peluang Belanda, tendangan dari Edison Cavani masih terlalu lemah sehingga tak menyulitkan kiper Belanda, Tim Krul.

Pada menit ke-25, Uruguay bisa saja unggul andai Erick Pieters tak berada dalam posisi tepat untuk menghalau bola hasil sundulan Cavani.

Uruguay tak tinggal diam. Pada menit ke-35, skema serangan yang diawali oleh Kuyt dan Huntelaar diakhiri tendangan oleh Robin van Persie. Sayang, bola hasil tendangan pemain Arsenal ini masih belum menemui sasaran.

Uruguay hampir saja tertinggal dari Belanda pada menit ke-74. Umpan silang dari Khalid Boulahrouz sebenarnya bisa dengan mudah diantisipasi oleh kiper Fernando Muslera. Tetapi, karena miscommunication, Maxi Pereira hampir saja memasukkan bola dari umpan Boulahrouz ke gawangnya sendiri.

Hampir kebobolan, Uruguay justru mampu memecah kebuntuan. Luis Suarez akhirnya mampu menjebol gawang Krul yang bermain cukup gemilang dalam laga ini pada menit ke-82. Menerima umpan dari Cavani, Suarez sesaat mengontrol bola sebelum menempatkan bola ke tiang dekat dari gawang Belanda.

Namun, kemenangan Uruguay yang sudah di depan mata harus sirna jelang beberapa menit pertandingan berakhir. Memanfaatkan tendangan sudut, Kuyt mampu menundukkan Muslera dengan sundulan kepalanya. Pemenang laga ini pun harus diputuskan lewat adu penalti.

Uruguay akhirnya memastikan diri sebagai pemenang setelah unggul 4-3 dalam adu penalti. Van Persie dan Elia menjadi pemain Belanda yang gagal menjalankan tugasnya. Sementara Lodeiro menjadi satu-satunya algojo Uruguay yang gagal menundukkan Krul.

Susunan pemain
Belanda
: Krul; Boulahrouz, Heitinga, Mathijsen (Bruma 46), Pieters; De Jong (Maduro 65), Strootman (Schaars 61); Kuyt (Elia 93), Van Persie, Afellay; Huntelaar (De Jong 80)

Uruguay: Muslera; M Pereira, Lugano (Victorino 79), Godín, Cáceres; D Pérez (Eguren 64), Arévalo Ríos, G Ramírez (Lodeiro 46); Forlán (Hernandez 77), Cavani, Suarez (Pereira 88)

Tuesday, April 5, 2011

Nurdin: Perjuangan PSSI Berhasil

Nurdin Halid saat sesi wawancara dengan KOMPAS.com di kantor PT Liga Indonesia, Kuningan, Jakarta, Kamis (31/3/2011) malam. Sejak 28 Maret 2011, Pemerintah melalui Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng membekukan kepengurusan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dibawah kepemimpinan Nurdin Halid. Ia dinilai tidak kompeten karena gagal melaksanakan Kongres PSSI di Pekanbaru, Riau pada 26 Maret 2011.

JAKARTA, KOMPAS.com - FIFA membentuk Komite Normalisasi untuk menyelesaikan kisruh yang ada di PSSI. Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, mengklaim keputusan itu merupakan hasil perjuangan PSSI agar Indonesia tidak dihukum oleh FIFA.

"Saya sangat bersyukur karena Indonesia tidak dihukum. Hal tersebut jauh lebih penting. Bagi saya itu berarti perjuangan kami agar Indonesia tidak dihukum berhasil. Soal lainnya kami akan mengambil sikap setelah kembali ke Jakarta," papar Nurdin melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Selasa (5/4/2011) pagi.

Sebagaimana diberitakan, Komite Normalisasi akan mengambil alih Komite Eksekutif PSSI saat ini. Misi Komite Normalisasi adalah menyelenggarakan pemilihan berdasarkan electoral code FIFA Statuta PSSI sebelum 21 Mei 2011. Hal itu untuk mengakomodasi liga yang berada di luar sehingga bisa di bawah kontrol PSSI atau menghentikannya secepat mungkin; dan menjalankan aktivitas PSSI hari demi hari dalam semangat rekonsiliasi demi kebaikan sepak bola Indonesia.

Komite Normalisasi tersebut terdiri dari para insan sepak bola Indonesia, yang tidak akan bisa duduk dalam sebuah posisi di PSSI dan akan bertindak sebagai komisi electoral.