Showing posts with label Nurdin. Show all posts
Showing posts with label Nurdin. Show all posts

Friday, November 18, 2011

Pengurus PSSI Akan Dilantik, Nurdin Diundang

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESKetua Umum PSSI Djohar Arifin Husin.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengurus PSSI periode 2011-2015 akan dilantik dan dikukuhkan di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (8/11/2011) siang. Mantan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid dijadwalkan hadir dalam acara pelantikan dan pengukuhan ini.

"Kami mengundang Nurdin. Selain Nurdin, kami juga mengundang seluruh mantan pengurus PSSI karena mereka juga telah berjasa dalam memajukan sepak bola Indonesia," ujar Sekretaris Komite Eksekutif PSSI Sarlahut kepada wartawan sebelum acara.

Pengukuhan pengurus PSSI yang diketuai Djohar Arifin Husin ini akan dipimpin Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Rita Subowo. Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng juga dijadwalkan akan hadir dalam acara ini.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin dan Wakil Ketua Umum Farid Rahman telah hadir. Beberapa anggota Komite Eksekutif, seperti Bob Hippy, Sihar Sitorus, Tuty Dau, dan Tonny Aprliani juga telah hadir. Acara belum dimulai karena peserta sedang melakukan gladi bersih.

Sebelumnya, Penanggung Jawab Timnas Bernhard Limbong berjanji pihaknya bertekad akan bekerja lebih maksimal guna memperbaiki persepakbolaan nasional setelah pengukuhan ini. Limbong meminta dukungan seluruh masyarakat Indonesia.

"PSSI akan bekerja all-out khususnya sepak bola. Tapi tolong jangan diganggu dulu, yang pro maupun kontra semua teman saya," katanya, kemarin.

Tuesday, April 5, 2011

Nurdin: Perjuangan PSSI Berhasil

Nurdin Halid saat sesi wawancara dengan KOMPAS.com di kantor PT Liga Indonesia, Kuningan, Jakarta, Kamis (31/3/2011) malam. Sejak 28 Maret 2011, Pemerintah melalui Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng membekukan kepengurusan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dibawah kepemimpinan Nurdin Halid. Ia dinilai tidak kompeten karena gagal melaksanakan Kongres PSSI di Pekanbaru, Riau pada 26 Maret 2011.

JAKARTA, KOMPAS.com - FIFA membentuk Komite Normalisasi untuk menyelesaikan kisruh yang ada di PSSI. Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, mengklaim keputusan itu merupakan hasil perjuangan PSSI agar Indonesia tidak dihukum oleh FIFA.

"Saya sangat bersyukur karena Indonesia tidak dihukum. Hal tersebut jauh lebih penting. Bagi saya itu berarti perjuangan kami agar Indonesia tidak dihukum berhasil. Soal lainnya kami akan mengambil sikap setelah kembali ke Jakarta," papar Nurdin melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Selasa (5/4/2011) pagi.

Sebagaimana diberitakan, Komite Normalisasi akan mengambil alih Komite Eksekutif PSSI saat ini. Misi Komite Normalisasi adalah menyelenggarakan pemilihan berdasarkan electoral code FIFA Statuta PSSI sebelum 21 Mei 2011. Hal itu untuk mengakomodasi liga yang berada di luar sehingga bisa di bawah kontrol PSSI atau menghentikannya secepat mungkin; dan menjalankan aktivitas PSSI hari demi hari dalam semangat rekonsiliasi demi kebaikan sepak bola Indonesia.

Komite Normalisasi tersebut terdiri dari para insan sepak bola Indonesia, yang tidak akan bisa duduk dalam sebuah posisi di PSSI dan akan bertindak sebagai komisi electoral.

Tuesday, March 29, 2011

Abi: LPI Bukan Alat Menjatuhkan Nurdin

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOJuru bicara Liga Primer Indonesia, Abi Hasantoso berpose usai sesi wawancara di Jakarta, Senin (28/3/2011).

JAKARTA, KOMPAS.com — Bergulirnya Liga Primer Indonesia (LPI) sejak 8 Januari silam menuai pro dan kontra di dalam persepakbolaan Tanah Air. Banyak yang mengecam, tetapi tidak sedikit pula yang menilai LPI bak oase atas keringnya prestasi sepak bola Indonesia.

Yang paling menentang bergulirnya liga bentukan Arifin Panigoro tersebut adalah Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Mereka naik pitam setelah empat klub Liga Super Indonesia (LSI), yakni Persema Malang, Persibo Brojonegoro, PSM Makassar, dan Persebaya Surabaya, memilih bergabung dengan 15 klub baru yang ada di LPI.

Ketua Umum PSSI Nurdin Halid bersikukuh tidak mengakui tanpa pernah berkomunikasi lebih dulu dengan LPI. Mereka lebih sibuk melakukan upaya-upaya agar bisa menghentikan LPI daripada mencari solusi damai. Semua elemen yang terlibat dalam LPI seperti pemain, pelatih, wasit, dan lain-lain akhirnya dijatuhi hukuman oleh Komisi Disiplin PSSI.

Bahkan, pemain-pemain bertalenta yang berlaga di LPI, seperti Irfam Bachdim, Kim Jeffery Kurniawan, atau Andik Vermansyah, dilarang membela tim nasional. Terbentuknya LPI yang berdekatan dengan pemilihan kepengurusan baru PSSI sempat memunculkan spekulasi bahwa LPI hanya alat kepentingan Arifin Panigoro untuk duduk sebagai ketua umum dibandingkan tujuan mulia memperbaiki sistem persepakbolaan Tanah Air.

Apalagi, beberapa waktu lalu, Arifin bersama George Toisutta sudah terang-terangan menyatakan maju dalam kongres pemilihan ketua umum dan wakil ketua umum PSSI yang digelar 29 April mendatang. Lalu, apakah tujuan sebenarnya LPI dan apakah terkait untuk memuluskan langkah Arifin menuju posisi puncak di PSSI?

Saat ditemui di sebuah perkantoran, juru bicara LPI, Abi Hasantoso, berkesempatan menjawab hal itu kepada reporter Kompas.com, Ferril Dennys Sitorus, dan sejumlah pertanyaan pembaca. Berikut wawancaranya.

Mengapa menggunakan nama Liga Primer Indonesia? Apakah terinspirasi dari nama English Premiere League atau memang ingin menirunya (adjieh_rijal@yahoo.com)?

"Dulu ada sekitar 20 nama sebelum akhirnya memilih LPI. Akhirnya, kita memilih Liga Primer Indonesia dengan kata primer yang berbahasa Indonesia. Tentu saja rujukan kita salah satunya Liga Inggris. Kedua, kami merasa primer itu sesuatu yang baru sehingga kita populerkan. Dulu kita belajar ekonomi, ada kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Primer itu kata dari Indonesia walaupun kata serapan dari bahasa Inggris. Yang akhirnya pakai kata primer bagus juga ya, walaupun ada konotasi ke Liga Inggris. Ini sebuah strategi marketing kita juga supaya setiap orang gampang mengingat."

Bagaimana sebetulnya konsep LPI?

"Sebetulnya begini. Segala sesuatu harus ada yang berani mulai. Apalagi, kami mengambil langkah reformasi dan revolusi ketika kami mendapatkan amanat Kongres Sepakbola Nasional (KSN) di Malang. Setelah kami kaji, ada empat pilar untuk memperbaiki sepak bola di Tanah Air."

"Pertama adalah kompetisi yang kredibel. Kedua, pembinaan usia dini. Ketiga, Penerapan aplikasi sport science kepada sepak bola. Keempat, adalah pembenahan organisasi. Jadi kita mendahulukan pilar pertama karena sepak bola permainan yang berada di lapangan hijau. Namun, yang lebih penting, kita bisa menggelar kompetisinya lebih dulu dengan kompetisi yang kredibel dan menjunjung sportivitas."

"Selama ini, kompetisi yang ada sudah kehilangan kredibilitas. Cara meningkatkan kredibilitas, pertama, kita menggunakan pemain-pemain yang berkualitas. Makanya, di LPI ada marquee player, key player, dan idol player. Marquee player seperti Lee Hendrie (Bandung FC) dan Amaral (PSM Makassar). Pemain-pemain yang pernah membela negaranya. Ada key player, pemain-pemain yang punya nama besar dan skill bagus seperti Amancio Fortes (Semarang United). Dia adalah lulusan akademi Manchester United. Ada juga pemain lain seperti pemain asal Australia, Andrew Barisic, yang memperkuat Persebaya 1927 atau Emanuel De Porras yang membela Jakarta 1928."

"Ada juga idol player seperti Irfan Bachdim, Kim Jeffery Kurniawan, Andik Vermansyah, dan Rendi Irawan. Mereka adalah pemain-pemain muda yang bisa menginspirasi anak-anak untuk bercita-cita menjadi pemain sepak bola. Ini salah satu yang ingin kami tingkatkan agar kualitas kompetisi menjadi kredibel. Selain pemain-peman tadi, kami juga menggunakan wasit asing. Kami ketahui, hampir seluruh wasit di Indonesia pernah bermasalah ketika di kompetisi-kompetisi lain."

"Ini yang kami yakini bahwa dengan adanya wasit asing menjunjung sportivitas dan fair play, kami terdorong lebih cepat. Meski begitu, kami juga yakin banyak wasit-wasit lokal yang bisa dipercaya. Bahkan, wasit-wasit yang dalam tanda kutip dibuang oleh PSSI, kami rangkul lagi dengan memberikan pelatihan di Bandung dan Magelang, saat ini menunjukkan performa yang bagus juga seperti halnya wasit-wasit asing."

Kenapa LPI tidak memperbaiki infrastruktur lapangan sepak bola lebih dulu? Sayang, pemainnya bagus-bagus, sedangkan beberapa kali tayangan di televisi saya melihat kondisi lapangan sangat memprihatinkan sehingga permainan tidak berkembang (z3tr33_tjhia78@yahoo.com)

"Jadi, betul kompetisi dulu yang kita mulai, walaupun harus diakui bahwa lapangan dan infrastruktur yang bagus memang juga harus disiapkan. Saat ini, kita juga sedang mencoba bekerja sama dengan pemerintah daerah yang sudah memiliki lapangan. Contohnya, kita ingin bekerja sama dengan Pemerintah Kota Malang, Surabaya, dan Makassar, dan pemerintah kota di 19 klub LPI."

Kerja sama konkretnya seperti apa?

"Kami akan mencoba memperbaiki fasilitas, terutama lapangan, yang kita anggap masih belum baik. Contohnya, nanti kita akan bekerja sama dengan pengelola Stadion Siliwangi di Bandung untuk memperbaiki lapangan dan area penonton. Jadi, itu contoh konkretnya. Kami yakin, klub-klub LPI bisa memiliki stadion-stadion sendiri nantinya. Tapi, akan mubazir kalau ada stadion bagus di beberapa kota, katakanlah di Malang, sayang sekali tidak dimanfaatkan. Oleh karena itu, kita akan mencari pola bentuk kerja sama dengan pemerintah kota di mana klub LPI itu berada untuk memanfaatkan dan memaksimalkan penggunaan stadion dengan meningkatkan kualitas lapangan dan infrastruktur yang ada."

Bagaimana cara LPI menjaring penonton karena selama ini ISL yang selalu menjadi perhatian penikmat sepak bola di Tanah Air?

"Tentu saja ini tantangan. Contoh, dengan empat klub yang pernah bermain di kompetisi lain, tidak ada masalah seperti Persebaya 1927, Persibo Brojonegoro, PSM Makassar, dan Persema Malang. Hampir setiap pertandingan mereka selalu penuh (penonton). Namun, jangan disangka, dari 15 klub baru itu, tiga di antaranya sudah memiliki penonton fanatik. Contohnya, Manado United, Solo FC, dan Bali de Vata. Ternyata tidak kita sangka-sangka, penontonnya seperti empat klub tadi."

"Kami juga masih memiliki pekerjaan rumah untuk membantu dan mengembangkan 12 klub lain yang masih belum mendapatkan dukungan dari masyarakat. Itu pekerjaan rumah besar kami. Namun, kami yakin, dengan kompetisi bersih dan menarik ini, lama-kelamaan penonton akan datang ke stadion."

"Kami enggak bisa menggratiskan pertandingan karena LPI industri. Dari penontonlah kami bisa hidup. Enggak apa-apa ini proses alami, tetapi sudah ada terobosan yang dilakukan. Contohnya Persema Malang. Untuk menambah penontonnya, mereka bikin cheer leaders, atau kemarin ada disc jockey. Itu tantangan klub bagaimana stadion bisa menarik."

"Di Bojonegoro, walaupun penonton sudah penuh, mereka berusaha mempertahankan itu. Contohnya, mereka bikin doorprize motor. Mulai kemarin, pertandingan kandang Persibo akan menyediakan doorprize motor. Bayangin, harga motor Rp 13-Rp 15 juta, tetapi itu dikompensasi dengan penonton yang datang. Berarti, bahwa sebagian uang yang dibelanjakan penonton kembali ke mereka lagi. Bahkan, ada keuntungannya, misalnya, dapat motor itu mereka bisa foto bareng dengan pemain."

"Ada contoh lagi dari Solo FC. Dari penjualan tiket, Rp 500 dikembalikan lagi kepada penonton. Sebanyak Rp 200 diberikan kepada SSB. Misalnya, penonton jumlahnya 20.000. Dari harga tiket diambil Rp 500. Artinya, Rp 10 juta diberikan kepada masyarakat. Jadi, SSB mendapatkan dana Rp 4 juta dan PMI Kota Solo mendapatkan jumlah yang sama. Sisanya, diberikan kepada orang-orang yang tidak mampu."

"Klub-klub LPI juga datang ke SSB untuk mengampanyekan permainan sepak bola sejak muda. Beberapa klub sudah jalan, seperti Persibo, Bandung FC, dan Persema. Itu juga yang harus digalakkan untuk semua peserta LPI. LPI juga melakukan pembinaan usia muda, yaitu memutar roda kompetisi U-15 dan U-21. Kami mendahulukan U-21. Rencananya, kompetisi ini digelar Mei atau Juni, ketika putaran pertama akan berakhir."

Bagaimana dengan anggapan bahwa klub yang ada di LPI merupakan klub karbitan?

"Bukan karbitan. Kita membentuk klub baru. Justru baru lebih bagus. Jadi dasarnya benar. Dasar pendiriannya dan dasar keuangannya benar."

Jadi lebih baik menciptakan klub baru daripada memperbaiki klub yang sudah ada?

"Iya betul. Karena tidak banyak masalahnya."

Target apa saja yang dilakukan LPI dari musim ke musim (darsopn@yahoo.co.id)?

"Targetnya mungkin stadion bisa penuh karena sepak bola lebih asyik dengan penonton."

Apa LPI ini hanya sebuah usaha sementara untuk memperbaiki sistem persepakbolaan Tanah Air dan menjatuhkan rezim Nurdin Halid (spider.one13@gmail.com)?

"Tidak. Pak Arifin tidak mau jadi ketum PSSI. Saat ini dia diminta oleh klub atau pemilik suara. Kalau Pak Arifin tidak pernah mau. Saya pernah mengikuti dia rapat pada 2007 lalu. Waktu itu masih ada almarhum Ronny Pattinasarani. Pak Arifin didatangi oleh sejumlah orang untuk menjadi ketua umum bersaing dengan salah satu kandidat lain untuk menggantikan Nurdin yang saat itu dipenjara."

"Pak Arifin enggak mau karena money politic. Kata mereka, Pak Arifin tinggal nambah Rp 10 miliar sehingga jadi ketua umum. Tapi, Pak Arifin enggak mau. Akhirnya lahirlah Liga Medco. Bung Ronny bilang ke Pak Arifin bahwa kita bisa memajukan sepak bola dengan pembinaan usai dini. Oleh karena itu, terbentuklah Liga Medco di bawah usia 15 tahun. Pemain-pemain yang ada di Uruguay itu sebagian besar berasal dari Liga Medco."

Selain membicarakan soal konsep LPI, Abi juga akan membeberkan target besar LPI. Simak hasil wawancaranya dengan Kompas.com pada tulisan berikutnya. 

Sunday, March 6, 2011

Nurdin: Menpora Memicu Demo

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum PSSI Nurdin Halid menilai demo besar-besaran yang menuntut dirinya turun, muncul setelah Menteri Pemuda dan Olah Raga, Andi Mallarangeng, melakukan konferensi pers mengenai hasil verifikasi dari Komite Pemilihan. Menurut Nurdin, sejak itu gelombang demo tak bisa dihentikan sampai sekarang.

Seperti diberitakan sebelumnya, setelah Komite Pemilihan mengeluarkan keputusan bahwa Arifin Ponigoro dan George Toisutta tak lolos sebagai calon Ketua Umum, Menpora bersama Ketua Umum KONI, Rita Subowo, langsung memberikan respon. Intinya, mereka meminta Komite Banding untuk meloloskan dua nama di atas.

"Saya perlu pertegas, sebelumnya tidak ada yang protes. Tapi setelah press conference dari Menpora, banyak yang turun ke jalan dan melakukan unjuk rasa," kata Nurdin Halid saat melakukan rapat dengar pendapat di Komisi X DPR, Selasa (9/2/2011). "Semuanya demo, Senayan kantor PSSI diserbu, saya kira bapak-bapak di sini bisa menilai sendirilah," lanjut Nurdin.

Meski demikian, Nurdin mengaku takkan melaporkan intervensi ini kepada FIFA. Ia mengaku tak ingin Indonesia kena sanksi FIFA.

Sementara itu, Nurdin yang datang dengan jajaran staf-nya nyaris tak pernah tersenyum di ruang rapat. Ketika ditanya salah satu anggota dewan mengenai hal ini, Nurdin menjawab," Bagaimana saya mau senyum setiap hari saya di demo, foto saya dibakar," kata pria yang kerap disapa Puang tersebut.

Penulis: Jonathan Pandapotan   |   Editor: A. Wisnubrata   |   Loading...

Saturday, March 5, 2011

Nurdin ke DPR dengan Kekuatan Penuh

Sekjen PSSI Nugraha Besoes, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid, dan Anggota Komite Eksekutif PSSI, Togar Manahan Nero (kiri ke kanan), memberikan keterangan pada wartawan terkait penundaan Kongres PSSI, di Kantor Badan Liga Indonesia, Kuningan, Jakarta, Senin (28/2/2011). Kongres yang sedianya digelar pada 26 Maret terpaksa ditunda karena tidak adanya calon ketua umum setelah Komite Banding menggugurkan semua calon.

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari ini pengurus PSSI mengadakan rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR di Senayan, Jakarta. Ketua Umum PSSI Nurdin Halid datang dengan kekuatan penuh dengan membawa jajaran pembantu-pembantunya.

berdasarkan pantauan Kompas.com, Nurdin ditemani oleh Sekretaris Jenderal Nugraha Besoes, Ketua Komite Pemilihan Syarief Bastaman, anggota Komite Eksekutif PSSI Togar Manahan Nero, Deputi Bidang Teknis Iman Arif, dan beberapa anggota EXCO PSSI lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, Nurdin masih memberi penjelasan awal kepada anggota Komisi X. Nurdin datang sejak satu jam lalu dan menolak melakukan tanya jawab dengan wartawan.

Nurdin: Dukung Saya Jadi Ketua AFF!

Ketua PSSI Nurdin Halid memaparkan pandangannya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR-RI, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/3/2011). PSSI dipanggil Komisi X berkaitan dengan kemelut pencalonan ketua PSSI periode 2011-2015.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, menjadi salah satu kandidat Ketua ASEAN Football Federation (AFF) periode 2011-2015. Karena itu, ia mengharapkan dukungan dari para anggota Komisi X DPR untuk bisa memenangkan jabatan bergengsi tersebut.

Hal ini dikatakan Nurdin saat rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR, Selasa (1/3/2011). "Alhamdulilah saya juga menjadi salah satu kandidat Ketua AFF. Saya sudah melakukan lobi-lobi supaya terpilih menjadi Ketua AFF, mohon dukungan," ujar pria asal Makassar tersebut.

Nantinya, Nurdin akan bersaing dengan His Royal Highness Sultan Haji Ahmad Shah dari Malaysia dan Dato Worawi Makudi dari Thailand. Pemilihan sendiri akan dilaksanakan di Bangkok pada 10 April mendatang.

Nurdin sebelumnya pernah menjadi calon anggota EXCO ASEAN Football Confederatioan (AFC) pada Januari lalu. Namun ketika itu, politisi partai Golkar ini kalah bersaing dengan Winstong Lee Boo Aun (Singapura), Tran Quoc Tuan (Vietnam) dan Zaw Zaw (Myanmar).

Sunday, February 20, 2011

Asal Bukan Nurdin, Semua Calon Layak Didukung

Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI George Toisutta (kanan) berbincang dengan wartawan seusai menyampaikan keterangan pers di Markas Besar TNI Angkatan Darat, Jakarta, Rabu (2/2). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan kesiapannya untuk dicalonkan menjadi ketua umum PSSI.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat sepak bola, Ari Junaedi, mengungkapkan, niat Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal George Toisutta maju dalam bursa pemilihan Ketua Umum PSSI periode 2011-2015 layak mendapatkan dukungan karena sosok baru sangat dinantikan publik sepak bola Indonesia.

"Kalau ada orang yang berani mendeklarasikan secara terbuka menjadi pengganti Nurdin, itu baru sosok yang layak mendapat dukungan. Apalagi masyarakat pencinta bola sudah bertekad ABN alias Asal Bukan Nurdin. Jadi momentumnya Toisutta sangat tepat," kata Ari yang juga pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI) kepada Kompas.com, Kamis (3/2/2011).  Dikatakan Ari, majunya Toisutta sebagai calon ketua umum PSSI merupakan bentuk perlawanan atas arogansi dan otoriter kepengurusan PSSI di bawah kepemimpinan Nurdin Halid-Nugraha Besoes.

Lebih lanjut, Ari mengaku yakin, latar belakang Toisutta yang berasal dari kalangan militer tidak akan menjadi ganjalan dalam menggalang dukungan. "Tidaklah elok melarang militer masuk ke dunia olahraga asalkan punya niatan dan tekad memajukan prestasi sepak bola yang terpuruk," tegasnya. 

Meskipun begitu, Ari Junaedi—yang juga berprofesi sebagai pengajar di Universitas Dipongoro, Universitas Soetomo, dan Universitas Mercu Buana itu—meminta Toisutta lebih bekerja keras untuk menggalang dukungan.

"Hanya saja, Toisutta mulai dari sekarang harus bisa merangkul 50 persen plus 1  pemilik hak suara di Kongres Pemilihan Ketua Umum PSSI, 19 Maret mendatang di Kepulauan Bintan," katanya.

Bentuk dukungan kepada Toisutta sudah mulai terlihat. Dalam deklarasi yang digelar Rabu lalu, Toisutta mendapatkan dukungan dari 18 pengurus provinsi, pengurus klub, dan pejabat PSSI yang menandatangani manifesto dukungan. Toisutta sendiri sudah secara resmi didaftarkan ke PSSI untuk maju menjadi calon ketua umum organisasi sepak bola Tanah Air itu.

Saturday, February 12, 2011

"UFO" Pun Peduli Nurdin dan Gayus

JAKARTA, KOMPAS.com — Fenomena crop circle yang ditemukan di Berbah, Sleman, Yogyakarta, ternyata menggerakkan imajinasi sebagian orang untuk mengangkat situasi terkini. Mereka membuat rekayasa foto crop circle dengan citra berbau kritikan atau sindiran.

Tokoh-tokoh yang dijadikan obyek adalah mereka yang sedang banyak dibicarakan oleh masyarakat. Dalam hal ini Gayus Tambunan dan Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid. Foto-foto itu beredar luas di dunia maya. Di situs jejaring sosial Facebook, beredar foto crop circle yang menyindir Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid.

Jika ini kerjaan "UFO", tentu mereka juga peduli terhadap masalah-masalah aktual negeri ini. Namun, UFO yang ini bisa saja diartikan "Usil FOtografi" karena memang cukup usil dan menyentil rekayasa fotografinya. Di dunia maya, UFO pun diartikan dalam banyak hal, bukan unidentified flying object seperti seharusnya. UFO ada yang diartikan unidentified football organization, unofficial football organization, dan sebagainya.

Dalam foto itu terdapat simbol PSSI dan di bawahnya terdapat tulisan "TURUNKAN NURDIN". Entah siapa yang membuat, yang jelas foto itu menyebar dengan cepat di jejaring Facebook.

Pada beberapa foto, terdapat keterangan "Ternyata Nurdin terkenal sampai ke luar angkasaaaaa,' 'kwkwkwkw…. pasti UFO-nya kalah taruhan waktu Piala AFF kemarin…."

Selain di Facebook, foto ini juga tersebar di microblogging Twitter. Yang jelas, foto ini hanyalah bagian dari kreativitas masyarakat yang jenuh dengan kepemimpinan Nurdin di PSSI.

Sebelumnya, Nurdin juga pernah disindir dalam sebuah video di YouTube dengan judul "Lagu Nurdin Turun Downk..." yang dinyanyikan oleh seorang gadis cantik.

Lalu, beredar juga video ala Adolf Hitler yang menyindir kepemimpinan Nurdin. Video tersebut diberi judul "Hitler Ngamuk Karena Nurdin Enggak Mau Turun".

Bukan hanya Nurdin, Gayus pun juga jadi garapan "UFO".

Penulis: Jonathan Pandapotan   |   Editor: Hery Prasetyo   |   Loading...

Friday, February 11, 2011

Bukti Penggalangan Dukungan untuk Nurdin

JAKARTA, KOMPAS.com — Kabar yang beredar bahwa Ketua Umum PSSI Nurdin Halid menggalang dukungan pada kongres tahunan semakin terlihat bukan isapan jempol saja. Ada bukti Nurdin diketahui melakukan penggalangan kekuatan agar kembali terpilih menjadi ketua umum pada kongres pemilihan Ketua Umum PSSI 2011-2015, 19 Maret nanti, di Pulau Bintan, Kepulauan Riau.

Pada kongres yang digelar pada 20-21 Januari lalu itu, semua klub diminta untuk menandatangani surat pernyataan dukungan menggunakan kop surat dan materai Rp 6.000. Surat dukungan tersebut diedarkan pada malam sebelum kongres tersebut. Ketua Umum Persija Jakarta, Toni Tobias, membenarkan adanya surat dukungan tersebut.

"Memang benar. Bentuk dukungan berupa surat pernyataan dan telah kami tanda tangani kemarin, Jumat (21/1/2011)," ungkapnya.

Salah satu butir dalam surat dukungan tersebut, kata Toni, adalah tetap setia mendukung kepemimpinan Nurdin Halid hingga masa kepemimpinannya berakhir. Menurutnya, hampir semua klub tetap loyal terhadap Nurdin.

Adanya surat dukungan semakin diperkuat lewat pernyataan Komisaris Utama Persebaya 1927, Saleh Mukadar. Saleh, yang terkenal vokal membongkar kebobrokan PSSI, mengaku memiliki bukti bahwa surat pernyataan telah disebar kepada peserta kongres.

"Malam ini di lokasi kongres telah beredar surat pernyataan agar mendukung Nurdin sebagai Ketua Umum PSSI kembali. Saya telah punya bukti. Nanti saya akan memublikasikan kepada semuanya," ungkapnya.

Selain surat dukungan, Toni mengungkapkan dalam sidang kongres, PSSI berjanji akan memberikan kucuran dana sebesar Rp 2 miliar per tahun, sedangkan klub Divisi Utama sebesar Rp 300 juta per tahun. Klub-klub pun semakin berbunga-bunga setelah Nurdin juga berjanji akan melepaskan 99 persen saham PT Liga Indonesia yang selama ini dikuasai oleh PSSI.

Saat dikonfirmasi, Nurdin secara tegas membantah kabar tersebut. Pria asal Makassar itu menyatakan proses pemilihan berdasarkan statuta. "Itu fitnah. Kalau ada, alhamdulillah. Artinya, saya masih didukung sebagai Ketua Umum PSSI. Nurdin menegaskan bahwa proses pemilihan berdasarkan statuta PSSI. Kalau melenceng dari statuta PSSI, FIFA akan memberikan sanksi kepada kami," kata Nurdin saat memberikan keterangan pers seusai Kongres II PSSI di Hotel Pan Pasific, Bali, Sabtu (22/1/2011).

Nurdin sah-sah saja menyangkal tudingan tersebut. Namun, dari formulir yang diterima oleh Kompas.com, terdapat dua lembar formulir pernyataan bentuk dukungan. Lembar pertama berisi pernyataan dukungan untuk Ketua Umum PSSI Nurdin Halid dan lembar kedua berisi lembar pernyataan untuk anggota Komite Eksekutif. Lembar pernyataan untuk Nurdin tertulis menggunakan kop resmi PSSI yang ditempeli materai Rp 6.000.

"Pernyataan Dukungan Ketua Umum PSSI Periode 2011-2015. Nama kandidat: Drs HAM Nurdin Halid. Tanggal Lahir: 17 November 1958. Dengan ini menyatakan bahwa kami menominasikan dan memilih Drs HAM Nurdin Halid sebagai Ketua Umum PSSI periode 2011-2015," demikian tertulis dalam formulir itu.

Di lembar tersebut disediakan kolom kosong untuk ditandatangani oleh Ketua Umum Pengprov dan Sekretaris Pengprov PSSI. Sementara lembar dukungan untuk anggota Komite Eksekutif tertulis, "Dengan ini menyatakan bahwa kami menominasikan dan memilih ______ sebagai anggota Komite Eksekutif PSSI periode 2011-2015."

Di lembar ini disediakan kolom kosong untuk ditandangani oleh pengurus klub yang terdiri dari ketua umum dan sekretaris umum.

Jika ada kop PSSI, artinya lembar dukungan itu dari lembaga otoritas sepak bola Indonesia tersebut. Artinya lagi, nyaris tak mungkin jika Nurdin tak mengetahuinya karena dia sebagai ketua umum organisasi tersebut.

Thursday, February 10, 2011

Saleh Mukadar: Pembagian Saham Bualan Nurdin

CEO Persebaya 1927, Saleh Mukadar.

TABANAN, KOMPAS.com — Keputusan PSSI memberikan 99 persen saham PT Liga Indonesia kepada klub peserta LSI disambut nada miring oleh CEO Persebaya 1927, Saleh Mukadar. Menurutnya, hal itu tak lebih dari sekadar akal-akalan dan bualan Nurdin Halid saja.

"Ini bentuk kampanye Nurdin Halid agar dipilih lagi sebagai ketua umum. Coba tanya, bagaimana pembagiannya," ujar Saleh kepada wartawan.

Tak hanya menganggap itu semua hanya akal-akalan Nurdin Halid, Saleh yang kemarin diusir paksa dari lokasi kongres di Pan Pacific Nirwana Resort, Tabanan, Bali, juga tak yakin ide tersebut bakal terealisasi.

Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, PSSI memang mengaku belum tahu sistem pembagian saham tersebut nantinya seperti apa. Sekjen PSSI Nugraha Besoes bahkan sempat mengatakan di dalam kongres bahwa semua itu akan diserahkan kepada PT Liga Indonesia sendiri. "Biar PT Liga yang mengatur semua itu," ujarnya.

Wednesday, February 9, 2011

Nurdin Dikecam "Bobotoh"

Suporter Persib membentangkan spanduk yang mengecam Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, saat mendukung timnya melawan Arema Malang di Stadion Siliwangi, Minggu (23/1/2011).

BANDUNG, KOMPAS.com — Bobotoh Persib Bandung tidak saja menyanyikan seruan agar timnya pindah ke Liga Primer Indonesia (LPI), tetapi mereka juga mengecam Ketua Umum PSSI Nurdin Halid. Bahkan, salah satu spanduk yang mereka bentangkan menghujat Nurdin dengan kata "Goblog".

Bobotoh Persib tampak kecewa saat timnya menjamu Arema Malang di Stadion Siliwangi, Minggu (23/1/2011). Mereka juga kecewa terhadap kepemimpinan wasit Najmudin Aspiran.

Bahkan, pada menit ke-68, suporter rusuh setelah wasit memberi kartu merah kepada Muhamad Riduan. Mereka melemparkan benda-benda ke lapangan, hingga pertandingan sempat terhenti beberapa menit.

Mereka beberapa kali menyanyikan anjuran kepada Persib untuk ke LPI. "Pindah, pindah, pindah ke LPI. Pindah ke LPI, sekarang juga!" demikian nyanyian mereka.

Selain itu, mereka juga membentangkan spanduk hujatan kepada wasit. Di tribun, penonton membentangkan spanduk yang bertuliskan, "Nurdin Halid!!! Goblog."

Monday, February 7, 2011

Nurdin Tak Sebut Irfan Bintang Timnas

Irfan Haarys Bachdim menjadi korban PSSI karena kenekatannya untuk tetap bermain di LPI. Irfan tak dipanggil perkuat timnas.

TABANAN, KOMPAS.com — Ketua Umum PSSI Nurdin Halid pada pembukaan Kongres Tahunan PSSI di Nirwana Resort, Bali, Jumat (21/1/2011), tidak menyebut nama Irfan Bachdim meski pemain itu tampil cemerlang di Piala AFF 2010 lalu.

Nurdin hanya menyebutkan nama-nama yang telah familiar, seperti Markus Haris Maulana, Firman Utina, Bambang Pamungkas, Oktovianus Maniani, bahkan seorang Cristian Gonzales yang pemain naturalisasi.

"Mereka telah mampu membangkitkan iklim sepak bola kita. Ini adalah hasil kompetisi yang berkelanjutan," katanya di depan ratusan peserta kongres di Nirwana Resort, Bali, Jumat (22/1/2011).

Publik telah tahu bahwa pemain yang saat ini memperkuat Persema Malang di Liga Primer Indonesia (LPI) bentukan Arifin Panigoro itu layak disebut bintang meski hanya mampu mencetak dua gol.

Irfan Bachdim bahkan telah menjadi salah satu magnet bagi timnas Indonesia. Terbukti, banyak suporter terutama wanita yang mengelu-elukan pemain keturunan Indonesia-Belanda tersebut.

Dengan bergabungnya Persema di LPI, kemungkinan besar akan berpengaruh pada posisi Irfan Bachdim di timnas. Hal itu karena timnas di bawah asuhan Alfred Riedl dilarang menggunakan jasa pemain yang tidak bertanding di kompetisi resmi PSSI.

Irfan sebetulnya telah dinyatakan lolos tanpa seleksi lagi untuk memperkuat timnas U-23 yang akan turun di SEA Games 2011 mendatang. Hanya saja, keputusan itu akan ditetapkan pada Maret mendatang.

"Selama tahun 2010 banyak keberhasilan yang bisa diraih, termasuk timnas. Ini adalah hasil kompetisi yang berkelanjutan," kata Nurdin dengan tegas.        

Pria asal Makassar itu tidak membantah jika selama tahun 2010 masih terjadi banyak kekurangan. Hanya saja, Nurdin tidak menjelaskan dengan detail kekurangan yang terjadi dalam setahun terakhir.

Mengomentasi keberadaan LPI, Nurdin hanya menjelaskan bahwa kompetisi sepak bola bentukan pengusaha nasional Arifin Panigoro itu melanggar Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. (ANT)

Ada Bukti Nurdin Galang Kekuatan di Kongres

TABANAN, KOMPAS.com — Komisaris Utama Persebaya 1927 Saleh Mukadar mengaku telah mengetahui bahwa Kongres Tahunan PSSI digunakan oleh Ketua Umum PSSI Nurdin Halid untuk menggalang kekuatan agar bisa kembali maju pada pemilihan ketua periode 2011-2015.

"Malam ini di lokasi kongres telah beredar surat pernyataan agar mendukung Nurdin sebagai ketua umum PSSI kembali," katanya di sela-sela pelaksanaan kongres meski kehadirannya bukan sebagai peserta di Nirwana Resort, Bali, Sabtu (23/1/2011) dini hari.

Menurut dia, surat pernyataan dukungan telah disebar kepada peserta kongres atau pemilik hak suara meliputi pengurus provinsi (pengprov) PSSI serta perwakilan klub dari ISL hingga Divisi III.

Pihaknya mengaku telah mendapatkan bukti nyata dari surat pernyataan yang harus ditandatangani oleh pemilih hak suara dalam Kongres Tahunan PSSI.

"Saya telah punya bukti. Nanti saya akan memublikasikan kepada semuanya," katanya dengan tegas.

Persebaya 1927 di bawah kepemimpinan Saleh Mukadar yang saat ini berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI) sebetulnya tidak mendapatkan undangan untuk kongres. Meski demikian, klub asal Surabaya itu tetap ngotot datang karena mengaku masih tetap sebagai anggota PSSI sama sebelum mundur dari Divisi Utama.

Saat ingin masuk ke lokasi kongres, perwakilan Persebaya 1927 ditolak oleh panitia karena perwakilan dari Persebaya yang turun di Divisi Utama telah terlebih dahulu masuk ke dalam ruangan kongres.

"Kata panitia, Persebaya sudah ada yang masuk. Itu Persebaya yang mana? Yang sah dan mempunyai dukungan dari 30 klub dan Persebaya yang dipaksa pada nama Persebaya 1927," kata Saleh.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid saat dikonfirmasi sebelumnya membantah bahwa kongres tahunan ini digunakan mencari dukungan untuk maju kembali menjadi pimpinan tertinggi asosiasi sepak bola Indonesia itu.

"Kongres merupakan agenda resmi sesuai dengan statuta. Jadi tidak ada aksi untuk minta dukungan kepada pemilik suara," katanya saat dikonfirmasi di lokasi kongres, Jumat (21/1/2011).

Menurut dia, isu mencari dukungan untuk kembali menjadi ketua umum PSSI pada kongres ini murni fitnah dari pihak yang tidak bertanggung jawab karena pemilihan baru akan dilakukan pada kongres luar biasa, April nanti. (ANT)

Penulis: Hery Prasetyo   |   Editor: Hery Prasetyo   |   Loading...

Tuesday, December 21, 2010

Ical Dukung Nurdin Halid

Sejumlah suporter berdemo terkait kepemimpinan Nurdin Halid yang dianggap gagal memimpin PSSI, di halaman depan kantor PSSI, Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (7/12/2010). KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie memberi dukungan penuh kepada Ketua Umum PSSI Nurdin Halid. Ia tidak yakin sepak bola Indonesia menjadi lebih baik jika Nurdin mundur. Padahal, meski timnas meraih hasil prima di ajang Piala AFF 2010, tekanan terhadap Nurdin tidak pernah surut.

Dalam beberapa laga Piala AFF, suporter dengan tegas meneriakkan tuntutan agar Nurdin turun dari jabatannya. Teriakan mundur semakin keras terdengar ketika ribuan suporter gagal mendapatkan tiket pada Sabtu (18/12/2010) jelang duel kedua semifinal lawan Filipina.

Ical, demikian sapaan Aburizal Bakrie, menganggap tuntutan itu sebagai masukan untuk memajukan sepak bola di Tanah Air. "Apakah sepak bola Indonesia menjadi lebih baik dengan Nurdin Halid mundur? Belum tentu," kata Ical saat menyambut rombongan timnas di kediamannya, Senin (20/12/2010).

"Tahanlah terhadap kritik masyarakat karena sebagian besar kritik itu membangun sepak bola Indonesia. Masyarakat banyak yang tidak sabar dengan prestasi sepak bola Indonesia," tambahnya.

Hubungan keluarga Bakrie dan PSSI semakin kuat dengan dihibahkannya tanah seluas 25 hektar milik Bakrie kepada PSSI. Lahan di daerah Jonggol, Jawa Barat, ini akan menjadi pusat pelatihan timnas dan pembinaan pemain usia muda.

Monday, December 20, 2010

Spanduk Nurdin Halid Muncul Lagi

Sebuah spanduk dukungan terhadap Ketua Umum PSSI Nurdin Halid dipasang sejumlah orang yang mengatasnamakan Suporter Nasional Sepakbola Indonesia (SNSI), Senin (20/12/2010) di atas Ruang Pers, Sekretariat PSSI, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com- Sebuah banner spanduk dukungan untuk Ketua PSSI Nurdin Halid dipasang oleh sejumlah orang, Senin (20/12/2010) siang, di lantai 2 Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, atau persis di atas Ruang Pers Sekretariat PSSI.

"Bravo Puang Nurdin, Dalam Pimpinanmu PSSI, Antarkan Timnas Ke Final, Aspirasi Ratusan Juta Rakyat Terwujud..." Demikian tulisan yang tertera di dalam spanduk berlatar merah putih dan peta Indonesia itu. Pada baris pertama di samping tulisan Bravo Puang Nurdin, ada lambang Burung Garuda.

Spanduk tersebut mengatasnamakan Suporter Nasional Sepakbola Indonesia (SNSI) sesuai keterangan di bawahnya. Di bagian tengah atas, ada foto Nurdin Halid yang menunjukkan tanda oke melalui jempolnya sambil mengumbar senyum. Ada logo SNSI di kiri atas dan logo PSSI di kanan atas.

Hingga saat ini, belum ada keterangan yang diberikan kepada pers soal pemasangan spanduk itu, termasuk oleh para pekerja yang memasangnya. Spanduk itu dipasang sebelum konferensi pers PSSI yang akan membahas masalah manajemen tiket Piala AFF Suzuki 2010.