Showing posts with label Garuda. Show all posts
Showing posts with label Garuda. Show all posts

Saturday, January 8, 2011

Garuda Hanya Latihan 15 Menit

Ilustrasi: Timnas Indonesia berlatih di bawah arahan Alfred Riedl di lapangan PSSI, Kompleks Stadion Gelora Bung Karno.

JAKARTA, KOMPAS.com - Timnas Indonesia pagi ini kembali menggelar latihan ringan di sekitar kolam renang Hotel Sultan, Senayan.

Namun berbeda dengan Timnas Malaysia yang melakukan latihan ringan sesuai jadwal, pasukan Garuda tersebut hanya berlatih sekitar 15 menit.

Hal tersebut disinyalir lantaran kondisi tempat timnas latihan sudah tidak lagi kondusif seperti hari-hari sebelumnya. Banyaknya fans timnas yang masuk ke dalam hotel membuat asisten pelatih, Wolfgang Pikal menghentikan latihan dan menginstruksikan para pemainnya melakukan relaksasi dan istirahat guna persiapan pertandingan sore nanti, Rabu (29/12/2010).

Firman Utina Cs hanya melakukan pemanasan dengan berbaris berlari-lari kecil dan menggerakkan kaki dan tangan mereka. Tidak ada instruksi khusus soal taktik pertandingan maupun agenda kebugaran lainnya.

Yang menarik, meski dinyatakan tidak bisa memperkuat timnas petang nanti, Yongki Ariwibowo yang dikabarkan cedera, pagi tadi terlihat ikut bergabung dengan teman-temannya yang lain. Posisi Yongki menjadi striker nanti rencananya akan kembali diisi Irfan Bachdim.

Tidak hanya Irfan yang turun menggantikan Yongki, gelandang sayap timnas, Arif Suyono yang tampil gemilang dalam AFF Suzuki Cup 2010 ini akan dipatok menjadi starter menggantikan posisi Oktovianus Maniani yang terkena akumulasi kartu kuning. (Alie Usman)

Wednesday, January 5, 2011

Mega : Pantang Mundur, Garuda di Dadaku!

TRIBUN PONTIANAK/GALIH NOFRIO NANDAKetua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri ternyata kena "demam" bola juga. Tapi, "demam" bola itu disebabkan ia harus menemani cucunya yang tengah gandrung dengan euforia Timnas Indonesia dalam Piala AFF 2010.

Dorongan semangat kepada Firman Utina cs pun disampaikan Mega. "Ini kan lagi demam bola. Saya juga berharap, siapa sih yang tidak berharap (kemenangan). Saat itu, cucu saya bilang waktu (Indonesia) kalah. Katanya, kita tidak boleh menyerah. Saya balas, pantang mundur, Garuda di dadaku!," kata Ketua Umum PDI Perjuangan ini, saat membuka diskusi 'Memimpin Republik dengan Konstitusi', di Megawati Institute, Jakarta Pusat, Selasa (28/12/2010).

Dikisahkan Mega lagi, ia merasa bangga, cucunya yang baru berumur 8 tahun sudah mulai memiliki nasionalisme. "Dia juga bilang, kita harus sportif. Kalau Garuda di dadaku, kita tidak boleh kalah dengan Malaysia," ujar Mega.

Wednesday, December 22, 2010

Pengorbanan Natal Okto Demi "Garuda"

JAKARTA, KOMPAS.com - Oktovianus Maniani mengorbankan momen penting bersama keluarga demi membela tim nasional (timnas) Indonesia. Pemain asal Papua ini rela tidak merayakan hari raya Natal bersama keluarga tercintanya di Jayapura.

"Saat Natal nanti saya ada di Malaysia. Memang ada perasaan lain tidak merayakan Natal bersama keluarga di Papua, tapi ini kewajiban yang harus saya penuhi," kata Okto kepada Tribun di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (20/12/2010).

Menurut Okto, Natal adalah momen spesial bagi mayoritas pemain asal Papua. Inilah saat yang terpenting untuk bisa berkumpul bareng keluarga dengan pulang ke kampung halaman.

"Sama seperti mayoritas pemain muslim saat lebaran Idul Fitri yang pulang mudik, kami juga orang Papua ingin pulang kampung saat Natal tiba. Tapi, saya pikir keluarga saya sangat mengerti dengan kewajiban saya," ujar Okto yang sudah punya tiga anak ini.

Sebagai gantinya, pemain yang baru berusia 20 tahun ini berencana mendatangkan istrinya ke Jakarta hari ini. "Istri saya akan datang ke sini besok (hari ini). Kalau tidak ada halangan, anak-anak saya juga akan ikut," katanya.

Okto juga menceritakan kondisi keluarganya selama ditinggal di Jakarta untuk memperkuat "Merah Putih". "Mereka selalu nonton bareng di rumah kami yang sederhana saat timnas main. Saya senang dan termotivasi dengan mereka," tuturnya.

Dalam skuad timnas Piala AFF 2010, Okto adalah satu-satunya pemain asal Papua. Saat ditemui di Hotel Sultan, Okto mendapatkan dukungan dari seniornya di Persipura Jayapura, Jack Komboy, yang kini sudah pensiun dari bermain bola dan menjadi anggota DPRD Kota Jayapura.

"Saya berharap Okto tidak terlalu bangga dengan apa yang dicapainya saat ini. Ia harus memegang filosofi seperti padi, yang makin berisi makin menunduk. Okto harus meningkatkan kemampuannya," pesan Komboy.

Editor: Hery Prasetyo   |   Loading...