Showing posts with label Kecam. Show all posts
Showing posts with label Kecam. Show all posts

Tuesday, August 9, 2011

Cantona Kecam Balotelli dan Tevez

Mario Balotelli usai mencetak gol pertamanya ke gawang West Brom, Minggu (7/11/2010).

MANCHESTER, KOMPAS.com — Legenda Manchester United, Eric Cantona, mengecam sikap Mario Balotelli dan Carlos Tevez yang mengeluh tak betah di Manchester. Cantona berpendapat, kedua penyerang Manchester City itu harus fokus pada tim daripada memikirkan kepentingan pribadi.

"Hal terpenting bagi saya adalah pernah bermain untuk klub terbaik di dunia. Saya mencintai Manchester dan orang-orang di sana. Saya mengalami masa yang indah," ujar Cantona.

Tevez memang pernah menyatakan tak akan kembali ke City pada Juni lalu. Ia mengaku tak betah di City karena jauh dari keluarganya yang tinggal di Argentina.

Hal senada disampaikan Balotelli pada awal pekan ini. Ia mengaku kesulitan untuk beradaptasi dengan kehidupan di Inggris, khususnya kota Manchester. Hal itulah yang membuat penyerang asal Italia itu rindu dengan kampung halaman dan tak tertutup kemungkinan untuk pindah kembali ke sana.

"Saya tidak merasa baik di Manchester. Saya bahagia dengan pelatih dan rekan-rekan satu tim, tapi bagaimanapun, saya tak suka kota Manchester. Saya tak tahu apakah akan bertahan di Manchester City (atau tidak). Kami akan melihat apa yang terjadi. Saya merindukan rumah, yaitu Brescia, bukan Milan, dan saya rindu dengan teman-teman dan keluarga," ungkap Balotelli kepada Sky Sport. (EX)

Friday, April 29, 2011

Media Dunia Kecam Kartu Merah Pepe

Bek Real Madrid, Pepe (kanan) ketika mendapat kartu merah dari wasit usai menekel bek Barcelona, Daniel Alves pada menit ke-61 di leg pertama semifinal Liga Champions, Rabu atau Kamis (28/4/2011) dini hari WIB.

MADRID, KOMPAS.com - Kecaman terus berdatangan kepada wasit Wolfgang Stark yang memberikan kartu merah terhadap bek Real Madrid, Pepe, atas pelanggaran terhadap bek Barcelona, Dani Alves, di leg pertama semifinal Liga Champions, Rabu atau Kamis (28/4/2011) dini hari WIB. Bahkan, beberapa media di dunia menilai bahwa Stark seharusnya hanya memberi kartu kuning kepada Pepe, bukan kartu merah.

Berikut pernyataan beberapa media dunia terhadap insiden kartu merah Pepe:

The Independent (Inggris): "Pepe menerima kartu merah akibat tekel terhadap Dani Alves yang melakukan aksi teater untuk memastikan Pepe mendapat kartu merah dan bukan kuning seperti seharusnya."

Daily Mirror (Inggris): Pepe melakukan pelangagran terhadap Dani Alves pada menit ke-61. Kartu kuning saja sudah buruk untuknya. Tapi, sang pemain (Alves) bertindak seperti serigala yang mengancam. Wasit pun panik dan mengeluarkan kartu merah."

La Gazzeta dello Sport (Italia): "Kartu merah yang kejam. Tanpa perlu dipertanyakan, kartu merah di menit ke-61 membuat pertandingan berakhir tidak seperti seharusnya."

L'Equipe (Perancis): Pertandingan ini diganggu oleh kesalahan dan konfrontasi, yang patut dicatat adalah kartu merah Pepe."

Marca (Spanyol): "Sebuah kartu merah yang berlebihan untuk Pepe sehingga membuat Real Madrid bermain dengan sepuluh orang empat kali secara beruntun mealwan Barcelona."

AS (Spanyol): "Kesalahan Stark adalah mengeluarkan kartu merah bukan kartu kuning. Tapi, dosa yang paling besar adalah, dia menghalangi kita untuk bermain sepak bola."

El Mundo (Spanyol): "Sekali lagi Real Madrid mengakhiri pertandingan melawan Barcelona dengan sepuluh pemain. Pelanggaran Pepe terhadap Alves ditafsirkan sebagai kekerasan. Padahal, kartu kuning mungkin sudah cukup."

Thursday, April 28, 2011

Schweinsteiger dan Lahm Kecam Robben

Ekspresi winger Bayern Muenchen, Arjen Robben (kanan).

MUENCHEN, KOMPAS.com - Dua pemain Bayern Muenchen, Bastian Schweinsteiger dan Philipp Lahm mengecam rekan mereka sendiri, Arjen Robben, yang melontarkan komentar pedas sehingga membuat kuping keduanya panas.

Pada hari Kamis (28/4/2011), Robben mengatakan kepada TZ bahwa Bayern sudah kehilangan pemimpin sejak Mark van Bommel hijrah ke AC Milan di bulan Januari lalu. Komentar Robben ini tentu tak diterima oleh Lahm and Schweinsteiger yang saat ini jadi kapten utama dan kapten kedua tim berjuluk "FC Hollywood" tersebut.

"Aku bukan bos kecil. Aku sudah lama berada di sini. Semua orang mendengarkan apa yang aku katakan di ruang ganti," cetus Scweinsteiger.

"Tentu saja ini (komentar Robben) menyerang diriku. Aku tak berpikir ini sebuah motivasi dari Robben, tapi aku akan berbicara dengannya soal ini," ujar Lahm. (GL)