Showing posts with label Persaingan. Show all posts
Showing posts with label Persaingan. Show all posts

Wednesday, June 13, 2012

Kuba Gol, Persaingan Grup A Tetap Terbuka

Kiper Rusia, Vyacheslav Malafeev, gagal menghalau tembakan akurat gelandang Polandia, Jakub Blaszczykowski (tak tampak), pada pertandingan kedua Grup A Piala Eropa 2012, di Stadion Nasional Warsawa, Selasa (12/6/2012).

WARSAWA, KOMPAS.com - Polandia dan Rusia bermain imbang 1-1 pada pertandingan kedua Grup A, di Stadion Nasional Warsawa, Selasa (12/6/2012). Dengan hasil tersebut, Polandia duduk di tempat ketiga dengan dua poin, kalah satu angka dari Ceko di tempat kedua dan dua angka dari Rusia. Semua tim sama-sama masih menyisakan satu pertandingan.

Rusia unggul lebih dulu melalui Alan Dzagoev pada menit ke-37. Dalam kawalan sejumlah pemain lawan di kotak penalti, ia  membelokkan dengan pundak kanannya bola kiriman Andrei Arshavin ke sudut kiri atas gawang.

Pada menit ke-57, Polandia menyamakan kedudukan melalui Jakub "Kuba" Blaszczykowski. Dari tengah kotak penalti, ia melepaskan tendangan kaki kiri, yang membuat bola kiriman Ludovic Obraniak masuk sudut kanan atas gawang Rusia.

Rusia bermain agresif dan mendominasi permainan sejak awal. Namun, pada momen-momen krusial, mereka melakukan kesalahan umpan dan koordinasi, sehingga serangan tak tuntas dengan eksekusi akurat.

Pada menit ke-15, misalnya, Roman Shirokov mengirim umpan kepada Alexander Kerzhakov. Namun, Kerzhakov tidak siap, sehingga bola bisa dikuasai Przemyslaw Tyton.

Polandia sendiri bukannya tanpa perlawanan. Sejumlah serangan mereka berakhir dengan eksekusi, yang gagal membuahkan gol karena performa kiper Vyacheslav Malafeev.

Pada menit ketujuh, misalnya, Ludovic Obraniak melepaskan tembakan keras, yang dibendung Malafeev. Pada menit ke-40, giliran Kuba yang melihat bola hasil tembakannya dikandaskan Malafeev.

Pada awal babak kedua, Polandia mengambil inisiatif menyerang yang berujung tembakan dari Robert Lewandowski dan Damien Perquis. Namun, tak satu pun usaha mereka menyusahkan Malafeev.

Setelah tembakan Lewandowski pada menit ke-50 diantisipasi Malafeev, Rusia membalas dengan tembakan dari Arshavin, yang meleset dari sasaran.

Pada menit ke-68, Dzagoev hampir kembali masuk daftar pencetak gol. Tembakannya kali ini gagal bersarang di gawang lawan karena aksi penyelamatan Tyton. Polandia membalas itu dengan tembakan Eugen Polanski pada menit ke-69, yang kandas di tangan Malafeev.

Setelahnya, kedua kubu mempertahankan intensitas serangan. Namun, hal itu dibarengi dengan perbaikan koordinasi lini belakang, sehingga alur serangan kedua kubu banyak kandas di tengah jalan. Skor 1-1 pun bertahan, sampai peluit berbunyi panjang.

Susunan pemain
Polandia:
22-Przemyslaw Tyton, 15-Damien Perquis, 13-Marcin Wasilewski, 2-Sebastian Boenisch, 20-Lukasz Piszczek, 5-Dariusz Dudka (18-Adrian Mierzejewski 73), 7-Eugen Polanski (6-Adam Matuschyk 85), 10-Ludovic Obraniak (23-Pawel Brozek 90), 16-Jakub "Kuba" Blaszczykowski, 9-Robert Lewandowski, 11-Rafal Murawski

Rusia: 16-Vyacheslav Malafeev, 4-Sergei Ignashevich, 12-Alexei Berezutsky, 5-Yuri Zhirkov, 2-Alexander Anyukov, 7-Igor Denisov, 8-Konstantin Zyryanov, 6-Roman Shirokov, 10-Andrei Arshavin, 11-Alexander Kerzhakov (14-Roman Pavlyuchenko 70), 17-Alan Dzagoev (9-Marat Izmailov  80)

Wasit: Wolfgang Stark

Tuesday, November 8, 2011

Wenger: Persaingan Jadikan Arsenal Lebih Baik

LONDON, KOMPAS.com - Saat ini, ada lima pemain berebut dua tempat di jantung pertahanan Arsenal. Menurut Wenger, setiap dari mereka akan berusaha bermain sebaik mungkin dan itu positif untuk tim.

Per Mertesacker dan Laurent Koscielnye telah menjadi pasangan utama di jantung pertahanan Arsenal musim ini. Hingga pekan kesepuluh Premier League, keduanya telah bermain sebanyak sembilan dan tujuh kali.

Menurut Wenger, tiga bek tengah lainnya, yaitu Thomas Vermaelen, Johan Djourou, dan Sebastien Squillaci, sudah menunjukkan diri layak diberi kepercayaan lebih besar.

"Keseimbangan penting. Koscielny dan Vermaelen bisa bermain bersama dan Mertesacker bisa bermain bersama dengan Vermaelen dan Koscielny. Itu memberi kami kesempatan melakukan rotasi ketika diperlukan dan ketika ada pemain kelelahan," ujar Wenger.

"Idealnya, Vermaelen bermain sebagai bek tengah sebelah kiri. Koscielny bisa bermain di kiri, dengan begitu kami punya pemain bagus dan keseimbangan untuk posisi itu. Saya pikir, ketiga pemain itu bisa bermain kapan saja, dan kami juga masih memiliki Djourou dan Squllaci."

"Orang ingin kami membeli begitu banyak bek tengah dan segera saja Anda menyadari bahwa kami punya banyak bek tengah," tuturnya.