Showing posts with label Redknapp. Show all posts
Showing posts with label Redknapp. Show all posts

Sunday, November 27, 2011

Redknapp: Modric Harus Pindah Secepatnya

Manajer Tottenham Hotspur, Harry Redknapp.

LONDON, KOMPAS.com - Manajer Tottenham Hotspur, Harry Redknapp, mengakui dirinya ingin gelandang Luka Modric bertahan musim ini. Namun, jika memang harus pindah, Redknapp ingin Modric pergi secepatnya agar "Spurs" bisa mencari penggantinya. Sebab, bursa transfer akan ditutup pada 31 Agustus mendatang.

"Spurs" telah dua kali menolak tawaran Chelsea untuk Modric. Tawaran pertama sebesar 22 juta euro (sekitar Rp 269 miliar) dan tawaran kedua senilai 27 juta euro (setara Rp 329 miliar) ditolak oleh Direktur Daniel Levy.

"Sungguh, saya ingin melihat Luka di sini pada akhir jendela transfer. Namun, jika ia akan pergi, maka Anda ingin ia pergi secepatnya agar Anda bisa mendapatkan tiga atau empat pemain baru," kata Redknapp.

"Ini adalah pilihan Anda. Mari kita jujur. Anda bisa menjualnya, mendapatkan uang, membeli empat pemain baru, dan memiliki tim yang lebih baik. Atau, Anda bisa terus mempertahankan Luka, yang merupakan pemain fantastis."

"Sejujurnya, saya tidak tahu bagaimana semuanya akan berakhir. Namun, saya tahu Luka akan menerima apa pun itu. Anda tidak bisa menemui pemain yang lebih baik," tambah Redknapp.

Modric dalam beberapa kesempatan mengaku ingin pindah ke Stamford Bridge. Menurutnya, "The Blues" adalah klub yang tepat untuk mengakomodasi ambisinya menjadi juara. Jika jadi pindah, pemain asal Kroasia itu akan menerima kenaikan gaji yang signifikan.

"Apa yang akan Anda lakukan jika seseorang menawarkan Anda gaji tiga kali lipat? Ini tidak mudah baginya. Saya belum pernah bertemu seorang pemain yang lebih baik darinya. Modric mendapat sambutan yang bagus pekan lalu dari pendukung saat melawan Athletic Bilbao. Saya pikir para pendukung mengerti keadaannya," pungkas Redknapp. (MIR)

Friday, November 4, 2011

Redknapp Sudah Pulang ke Rumah

Manajer Tottenham Hotspur Harry Redknapp.

LONDON, KOMPAS.com - Pelatih Tottenham Hotspur, Harry Redknapp, telah selesai menjalani operasi jantung dan kembali ke rumah. Namun, Tottenham belum mengonfirmasi apakan Redknapp sudah bisa mendampingi skuad untuk pertandingan Premier League melawan Fulham, Minggu (6/11/2011).

"Ayah telah menjalani operasi dan berada dalam kondisi mental bagus. Ia tak ingin orang khawatir mengenai dirinya. Ia ingin segera kembali bekerja, tetapi menunggu saran dokter," ujar anak Redknapp, Jamie.

"Ayah saya sulit bernapas ketika kami bermain golf dan saya mengatakan kepadaku untuk memeriksakan masalah itu. Dokter mengatakan ia harus menjalani operasi dan itulah yang terjadi kemudian."

"Ayah saya sangat gembira dengan performa 'Spurs' saat ini. Mereka berada dalam kondisi bagus dan posisinya terus membaik di klasemen. Ia ingin kembali, tetapi tahu bahwa ada orang-orang baik (yang bisa menggantikan tugasnya), misalnya Kevin Bond dan Joe Jordan."

"Semua orang di klub bersikap sangat suportif. Kemenangan akan membuat semangatnya lebih baik," tuturnya.

Thursday, October 27, 2011

Gerrard Sarankan FA Rekrut Redknapp

Manajer Tottenham Hotspur Harry Redknapp.

LIVERPOOL, KOMPAS.com — Gelandang Liverpool, Steven Gerrard, menilai sosok Harry Redknapp sebagai calon yang tepat untuk menjadi suksesor Pelatih Tim Nasional Inggris, Fabio Capello.

Kontrak Capello bersama timnas Inggris akan berakhir seusai pergelaran Piala Eropa 2012. Menurut pemberitaan di Inggris, Federasi Sepak Bola Inggris (FA) sudah mulai mempertimbangkan sejumlah nama untuk menggantikan pelatih asal Italia tersebut.

"Saya setuju ada manajer asal Inggris yang hebat di luar sana. Nama Harry Redknapp sering muncul ke permukaan dan aku tidak berpikir dia mendapat pujian yang layak ia dapatkan atas apa yang telah ia buat di Tottenham. Mungkin juga ada dua atau tiga nama kandidat selain Harry," kata Gerrard kepada Sky Sports.

Gerrard menyatakan, FA sebenarnya tak harus merekrut manajer asing untuk menangani timnas Inggris. Sebab, menurutnya, manajer asal Inggris punya kualitas yang tak kalah hebatnya dengan manajer asing.

"Tetapi bagiku, penting untuk membawa manajer terbaik yang bisa membawa kesuksesan bagi negeri ini," jelasnya.

Friday, June 17, 2011

Redknapp: Jangan Harapkan Modric, Chelsea!

Gelandang Tottenham Hotspur, Luka Modric.

LONDON, KOMPAS.com — Manajer Tottenham Hotspur, Harry Redknapp, tampaknya berang karena gelandangnya, Luka Modric, terus diisukan akan pindah ke Chelsea. Dia pun menegaskan, pemain asal Kroasia itu tak akan dijual, siapa pun penawarnya.

Chelsea memang terus melakukan pendekatan kepada Modrid. Selain menjanjikan gaji 130.000 poundsterling (Rp 1,8 miliar) per pekan, Chelsea juga siap membayar nilai transfer sebesar 22 juta poundsterling (sekitar Rp 166,3 miliar). Selain itu, Modric juga diminati Manchester United dan Manchester City.

Namun, Redknapp mengingatkan kepada klub-klub peminat untuk melupakan Modric. Berapa pun harganya, Modric tak akan dijual.

Kepada The Sun, Redknapp menegaskan, "Tottenham tak akan menjual Modric. Cerita itu sudah usai. Saya sudah berbicara panjang lebar dengan ketua klub, Daniel Levy, dan dia menegaskan tak akan menjual Luka Modric."

Sunday, April 3, 2011

Redknapp: Rooney Bodoh

Striker Manchester United, Wayne Rooney, berteriak secara emosional di depan kamera, setelah mencetak hat-trick ke gawang West Ham, Sabtu (2//4/2011).

LONDON, KOMPAS.com - Anak bodoh. Kata-kata itulah yang terlontar dari mulut pelatih Tottenham Hotspur, Harry Redknapp soal tindakan penyerang Manchester United (MU), Wayne Rooney, mengeluarkan kata-kata kasar pada pertandingan Premier League melawan West Ham United, akhir pekan lalu.

Pada pertandingan yang berakhir 4-2 untuk MU itu, Rooney mencetak tiga gol. Usai mencetak gol ketiganya, dari titik penalti pada menit ke-79, Rooney merayakan gol bersama rekan-rekannya di pinggir lapangan.

Di muka kamera sebuah stasiun televisi, Rooney mengucapkan kata-kata tidak pantas.

Redknapp pun menilai konyol tindakan itu, karena kalimat tidak pantas biasanya meluncur dari mulut pemain jika mengalami kejadian mengecewakan, misalnya dikartumerah atau gagal mencetak gol.

"Saya tidak mendengar apa yang ia katakan karena saat itu saya sedang dalam perjalanan dari Wigan. Namun, saya membaca apa yang diberitakan media," ujar Redknapp.

"Saya tak tahu mengapa ia melakukan itu. Saya tak tahu kenapa pemain-pemain muda harus menjadi begitu marah kepada dunia? Saya tak tahu kenapa. Mereka mendapat ratusan ribu poundsterling setiap pekan."

"Saya menghormatinya sebagai pemain. Namun, untuk yang ia lakukan, ia adalah anak bodoh dan ia tak seharusnya melakukan itu," tuturnya.

Rooney sendiri sudah mengakui bersalah kepada publik dan meminta maaf. Namun, itu tak menjadikannya lepas dari ancaman sanksi skorsing dua pertandingan dari FA. (SCN)

Friday, February 18, 2011

Redknapp Sedih Beckham pergi

LONDON, KOMPAS.com - Manajer Tottenham Hotspur, Harry Redknapp mengaku sedih memikirkan akan habisnya masa pinjam gelandang David Beckham, yang rencananya akan kembali ke klub asalnya, LA Galaxy, 9 Februari mendatang untuk menjalani program pramusim bersama LA Galaxy.

Pantas jika Redknapp mengaku kehilangan. Sebab selama berlatih bersama "Spurs" sejak Januari 2011, Beckham selalu berkerja keras dan cepat beradaptasi. Ini membuat Redknapp sebenarnya ingin meminjamnya dari La Galaxy. Sayang, permintaan tersebut ditolak pihak Galaxy.

Menurut media-media Inggris, proses peminjaman Beckham tersendat pada masalah masa pinjam. "Spurs" ingin meminjam Beckham sampai pertengahan Maret, sementara LA Galaxy hanya bersedia melepasnya sampai 10 Februari mendatang (pramusim Liga Amerika Serikat/ MLS).

"Aku mencintai Beckham. Dia pemain fantastis dan merupakan pemain berkelas. Anda akan senang jika memilikinya di tim Anda," kata Redknapp.

"Saya akan melakukannya (mengontraknya, Red). Saya mencintai dia dan menyukai cara dia bermain. Umpan Rafael van Der Vaart kepada Peter Crouch (ketika Spurs berhadapan dengan Blackburn Rovers), ia lakukan tujuh kali di dalam latihan. Saya rasa dia mempunyai sebuah radar dan Crouch menanduknya ke dalam gawang," tambahnya lagi. (SUN)

Penulis: Wirawan Kusuma   |   Editor: Tjatur Wiharyo   |   Loading...