Showing posts with label Jangan. Show all posts
Showing posts with label Jangan. Show all posts

Friday, June 17, 2011

Redknapp: Jangan Harapkan Modric, Chelsea!

Gelandang Tottenham Hotspur, Luka Modric.

LONDON, KOMPAS.com — Manajer Tottenham Hotspur, Harry Redknapp, tampaknya berang karena gelandangnya, Luka Modric, terus diisukan akan pindah ke Chelsea. Dia pun menegaskan, pemain asal Kroasia itu tak akan dijual, siapa pun penawarnya.

Chelsea memang terus melakukan pendekatan kepada Modrid. Selain menjanjikan gaji 130.000 poundsterling (Rp 1,8 miliar) per pekan, Chelsea juga siap membayar nilai transfer sebesar 22 juta poundsterling (sekitar Rp 166,3 miliar). Selain itu, Modric juga diminati Manchester United dan Manchester City.

Namun, Redknapp mengingatkan kepada klub-klub peminat untuk melupakan Modric. Berapa pun harganya, Modric tak akan dijual.

Kepada The Sun, Redknapp menegaskan, "Tottenham tak akan menjual Modric. Cerita itu sudah usai. Saya sudah berbicara panjang lebar dengan ketua klub, Daniel Levy, dan dia menegaskan tak akan menjual Luka Modric."

Thursday, June 16, 2011

GRSNI: KN Jangan Mempersulit Kongres

JAKARTA, KOMPAS.com — Juru bicara Gerakan Reformasi Sepak bola Indonesia (GRSNI), Halim Mahfudz, mengkritik Komite Normalisasi PSSI yang berencana menerapkan sistem E-Voting pada kongres mendatang. Menurut Halim, sistem ini malah mempersulit pemilihan di kongres nanti.

Rencananya, kongres PSSI di Solo pada 9 Juli mendatang akan menggunakan sistem tersebut. Sementara itu, Halim menilai sistem ini rentan kecurangan.

"Ini pernah dipakai di India, Amerika, dan ini sering terjadi kesalahan," tutur Halim di Jakarta, Jumat (17/6/2011).

"Tugas Komite Normalisasi adalah sebagai penyelenggara Kongres PSSI. Sebaiknya, Komite Normalisasi (KN) menyelenggarakan kongres sesuai dengan Statuta FIFA, Standard Electoral Code, dan Statuta PSSI, dengan niat memudahkan, bukan membuat sulit," ucap Halim.

Menurut statuta, E-Voting hanya bisa dilaksanakan untuk pengambilan keputusan yang tidak merujuk pada kepemihakan dan tidak menyangkut nama orang, seperti disebut pada Pasal 27 Ayat 2 Statuta PSSI bahwa, "A decision that requires a vote shall be reached by a show of hands or by means of electronic count. If a show of hands does not result in a clear majority in a favor of motion, the vote shall be take by a calling the roll alphabetical order."

Wednesday, May 11, 2011

Cesare: Jangan Bandingkan Maldini dengan Silva

Mantan pelatih AC Milan, Cesare Maldini.

MILAN, KOMPAS.com — Ayah dari Paolo Maldini, Cesare Maldini, meminta semua pihak tak membandingkan anaknya dengan bek AC Milan saat ini, Thiago Silva.

Silva memang sempat disebut-sebut sebagai "The New Maldini". Bahkan, tak sedikit yang membandingkan keduanya, baik dari segi kualitas maupun prestasi. Cesare memang mengakui kehebatan Silva, tetapi dirinya enggan membandingkan pemain asal Brasil tersebut dengan anaknya yang sudah menjadi legenda di Milan.

"Tolong, tak ada perbandingan. Thiago Silva pemain hebat yang telah melakukan tugasnya dengan baik dan dia akan tetap melakukannya," kata Cesare kepada Goal.com.

Selain memberikan pujian terhadap Silva, pria yang pernah membela Milan dari tahun 1954 hingga 1966 ini juga memberikan kredit khusus untuk striker Zlatan Ibrahimovic. Cesare menilai, Ibra memberi pengaruh besar bagi "I Rossoneri" dalam merebut gelar scudetto musim ini.

"(Kontribusi) Ibrahimovic tak diragukan lagi. Dia pemain yang mampu memenangkan gelar di tim mana pun," ujarnya.

Saat ditanya soal ambisi Milan meraih Liga Champions musim depan, Cesare tak bisa memprediksi. "Sulit untuk mengatakannya. Jika Milan bermain baik di liga, maka mereka juga dapat melakukannya di Eropa," ucap Cesare.

Tuesday, February 22, 2011

Terry: Jangan Hina Joe Cole!

LONDON, KOMPAS.com — Kapten Chelsea, John Terry, meminta kepada para pendukung untuk tidak melontarkan cacian kepada gelandang Liverpool, Joe Cole, saat kedua tim bertemu dalam lanjutan Premier League, Minggu (6/2/2011).  

Joe Cole pernah membela "The Blues" selama tujuh musim hingga pada akhirnya memutuskan hijrah ke Liverpool awal musim lalu. Selama berada di Anfield, Joe Cole telah membawa klub tersebut mencicipi gelar-gelar bergengsi Premier League, Piala FA, dan lain-lain.

Atas dasar itulah Terry berharap agar para pendukung menghormati Joe Cole pada pertandingan nanti. "Joe telah memberikan segalanya bagi klub ini dan mudah-mudahan pendukung memberikan sambutan yang layak. Dia adalah seorang anak Chelsea. Meskipun dia pernah di West Ham, dia mengaku sebagai anak Chelsea," ucap Terry. 

"Aku merasa sedih melihat dia pergi. Orang lain juga merasakannya. Itulah mengapa aku yakin seratus persen, ia akan mendapatkan sambutan yang besar," lanjutnya. 

Terry juga yakin bahwa cedera yang dialami Joe Cole akan membaik. "Dia anak yang hebat dan aku masih berhubungan dengannya. Aku juga menyaksikan debutnya dan dia mendapatkan kartu merah. Padahal, dia tidak pantas mendapatkan itu," ungkap bek asal Inggris tersebut. (SUN)

Penulis: Ferril Dennys   |   Editor: Tjatur Wiharyo   |   Loading...

Monday, January 3, 2011

Bachdim: Jangan Menyerah, Indonesia!

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Pemain Timnas Indonesia, Irfan Bachdim.

JAKARTA, KOMPAS.com — Striker tim nasional Indonesia, Irfan Bachdim, percaya bahwa timnya pasti bisa membalikkan keadaan melawan Malaysia pada leg kedua final Piala AFF, Rabu (29/12/2010). Bachdim yakin, "Garuda" dapat bangkit dan mempermalukan Malaysia.

Tim "Merah Puitih" secara menyakitkan dibekuk 0-3 oleh tuan rumah Malaysia, Minggu (26/12/2010). Pertandingan berjalan kontroversial karena adanya intimidasi dari suporter tuan rumah melalui sinar laser. Akibat sinar laser tersebut, Indonesia kehilangan konsentrasi dan dibobol tiga gol pada waktu yang berdekatan.

Kendati demikian, Bachdim meminta timnya tak perlu mencari alasan-alasan karena kalah. Baginya yang terpenting saat ini adalah "Garuda" bisa bangkit dan menyelesaikan misi mereka untuk membalas dendam.

"Tidak bisa tidur usai kekalahan ini!" tulis Bachdim melalui akun Twitter resminya.

"Tapi dagu tetap terangkat, kami bisa melakukannya di Jakarta! Tak mau beralasan omong kosong dengan laser-laser. Kami harus bisa melakukannya lebih baik lagi ketimbang semalam!!"

Bachdim tak banyak memberi kontribusi saat tim melawan Malaysia. Pelatih Alfred Riedl baru memasukkannya pada menit ke-65 setelah Indonesia tertinggal dua gol.

Masuknya Bachdim bersama Arif Suyono sebenarnya mampu memberikan gairah baru pada serangan "Garuda". Sayang, waktu yang sedikit tak memberi mereka kesempatan untuk mengeluarkan potensi maksimal.

"Seorang pemenang tidak pernah menyerah!!!" tuntas "bomber" 22 tahun tersebut.

Tim "Merah Putih" wajib menang dengan selisih empat gol jika ingin membalikkan keadaan sekaligus memenangkan Piala AFF 2010.

Tuesday, December 28, 2010

Dino Zoff: Jangan Jual Buffon, Juve!

Mantan pelatih Italia yang juga kiper legendaris, Dino Zoff, menyarankan Juventus untuk tak menjual kiper Gianluigi Buffon.

TURIN, KOMPAS.com - Kiper legendaris Italia, Dino Zoff, mendesak mantan klubnya, Juventus, agar tidak menjual kiper utama mereka, Gianluigi Buffon.

Buffon, yang absen membela Juve sejak awal musim akibat cedera urat saraf, kini tempatnya telah diambil alih oleh Marco Storari. Sejauh ini, Storari tampil cukup cemerlang di bawah mistar gawang Juve.

Seringnya Buffon cedera mengembuskan kabar bahwa dirinya akan dijual ke Manchester United atau Zenit St Petersburg pada bursa transfer pemain, Januari mendatang.

Zoff yang telah memenangi enam gelar scudetti bersama "I Bianconeri", satu Piala Dunia ,dan satu Piala Eropa bersama Italia, berpendapat bahwa Buffon tetaplah kiper terbaik di dunia. "Ia adalah kiper terhebat sepanjang sejarah. Tdak ada yang dapat menandinginya," bela Zoff seperti ditulis calciomercato.it

Zoff menambahkan, "Buffon mengalami serangkaian cedera musim ini dan itu menimbulkan keraguan di kubu Juve bahwa dirinya telah habis. Namun, hal itu biasa terjadi di sepak bola. Ia hanya membutuhkan waktu agar dapat kembali ke puncak permainannya. Saya pikir Juve perlu berpikir dua kali jika ingin menjualnya."