Wednesday, March 2, 2011

Porto Taklukkan Sevilla di Kandang

SEVILLA, KOMPAS.com — Meski bermain di kandang sendiri, Ramon Sanchez Pijzuan, Sevilla harus menerima kenyataan takluk 1-2 dari lawannya, FC Porto, pada laga pertama babak 32 besar Liga Europa, Kamis atau Jumat (18/2/2011). Gol dari pemain pengganti, Fredy Guarin, menjadi gol penentu kemenangan Porto dalam laga ini.

Kekalahan tersebut membuat langkah Sevilla untuk lolos ke babak berikutnya terbilang berat. Mereka wajib menang 2-3 atau dengan selisih dua gol saat bertandang ke kandang Porto, Stadion Do Dragao, 23 Februari mendatang.

Pada babak pertama, Sevilla lebih menguasai bola dengan 55 persen, sementara Porto hanya 45 persen. Namun, bisa dikatakan, kekuatan kedua tim imbang.

Sevilla baru mendapat kesempatan pada menit ke-20. Bola hasil tendangan Luis Fabiano masih bisa disapu bersih oleh bek Porto, Cristian Sapunaru. Semenit berselang, giliran kiper Porto, Helton, yang menyelamatkan gawangnya dari bola hasil sepak pojok gelandang Sevilla, Jesus Navas.

Sementara itu, peluang terbaik Porto didapatkan Hulk pada menit ke-24. Sayang, bola tandukan pemain asal Brasil tersebut masih bisa ditepis oleh kiper Sevilla, Andreas Palop.

Pada menit ke-37, giliran Helton yang berusaha keras menepis bola tendangan dari pemain Sevilla, Diego Perotti.

Pada babak kedua, Porto yang berhasil mencetak gol lebih dulu. Umpan dari James Rodriguez dari sisi kanan disambar Hulk yang diteruskan oleh Rolando dengan tandukan pada menit ke-59. Palop pun tak berdaya. Skor 1-0 untuk Porto.

Namun, Sevilla langsung membalas pada enam menit kemudian. Memanfaatkan umpan Ivan Rakitic, Frederic Kanoute berhasil menanduk bola dan memperdaya Helton.

Pada menit ke-74, Hulk kembali mengancam. Namun, kali ini bola tandukannya masih bisa diselamatkan Palop. Selang semenit, Palop kembali menyelamatkan gawangnya. Kali ini ancaman datang dari Rolando yang memanfaatkan sepak pojok.

Sevilla balik menyerang. Pada menit ke-80, bola hasil tendangan kaki kiri Martin Caceres masih bisa ditangkap dengan baik oleh Helton.

Porto kembali unggul pada menit ke 85. Pemain pengganti Fredy Guarin melepaskan tembakan keras dari jarak 20 kaki. Palop yang berusaha bereaksi tak mampu menahan lajunya bola.

Gol Guarin menjadi gol terakhir di pertandingan ini.

Susunan pemain
Sevilla:
Andrés Palop, Fernando Navarro, Ortega Sergio Sanchez,  Federico Julian Fazio, Martin Caceres, Jesús Navas,  Ivan Rakitic (Ndric Romaric 78), Diego Perotti (Diego Capel 88), Gary Medel, Frederic Kanouté, Luis Fabiano (Alvaro Negredo 76)

FC Porto: Da Silva Arruda Helton, Jorge Ciro Perdomo Fucile, Cristian Sapunaru, Jorge Pires da Fonseca Rolando, Nicolás Otamendi, João Moutinho, James Rodriguez, Francisco Reges Fernando, Fernando Daniel Belluschi (Alvaro Pereira 87), Silvestre Manuel Goncalves Varela (Fredy Guarin 69), Givaldinho Hulk

Penulis: Wirawan Kusuma   |   Editor: Tjatur Wiharyo   |   Loading...

Tuesday, March 1, 2011

"Anak Mama", Main Bola Hingga Malam

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOPesepak bola asal Malaysia, Safee Sali memberi tanda tangan pada bocah-bocah pengemarnya usai sesi latihan di Kompleks POR Pelita Jaya, Sawangan, Depok, Kamis (17/2/2011). Safee Sali, striker timnas Malaysia resmi memperkuat Pelita Jaya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sepertinya tidak ada yang meremehkan kualitas seorang penyerang sekaliber Safee Sali. Ketajaman dan keterampilannya dalam mengolah bola, dan pergerakkan yang luar biasa ketika berada di lapangan, tidak heran membuat penyerang anyar Pelita Jaya itu tergolong striker yang mematikan.

Julukan "Super Safee" tentu tidak terlalu berlebihan. Lihat saja bagaimana namanya selalu menjadi pencetak gol terbanyak. Terakhir, Safee menjadi pencetak gol terbanyak di Piala AFF 2010. Tiga dari total lima gol yang dikemasnya di ajang tersebut, dicetaknya ke gawang Indonesia pada babak final.

Namun siapa nyana, Safee yang terlihat menakutkan itu, ternyata pribadi yang rendah hati, tapi punya tekad yang sangat kuat. Dia juga tipe "anak mama" dalam arti sangat patuh kepada ibunya. Hal itu tampak ketika Kompas.com menyaksikan latihan perdana Safee bersama Pelita di POR Pelita Jaya, Sawangan, Depok, Kamis (17/2/2011) pagi.

Tanpa canggung, penyerang berusia 27 tahun itu langsung berbaur dengan rekan-rekannya. Ia tak sungkan menyapa pemain yang jauh lebih muda daripada dirinya sebagaimana dia menyapa Jajang Mulyana atau pemain lainnya. Safee benar-benar menanggalkan status bintang. Lalu, bagaimana pandangan orang-orang terdekat mengenai Safee?

"Dia anak yang berjayalah. Kata orang dia telah membangkitkan nama Malaysia. Safee punya kemauan sendiri bermain bola. Masa dulu dia bermain pagi dan petang. Masa dulu rumah memang dekat dengan padang. Tak cukup dia main pagi-petang, dia malam pun main sampai barang-barang dalam rumah pecah. Tapi, sekejap saya marah, sekejap pula saya sambung manis. Itulah orang tidak sangka hidup masa ini. Memang dia hobi sangat bermain bola. Main di sini, dia mau naikkan klubnya. Nama Malaysia pun bagus, namanya pun bagus," kata Mohamid Sali, ayah Safee.

"Dia anak yang ikut kata Ibu. Dia lakukan apa yang Ibu cakap. Harapan Ibu, dia bisa membuat yang terbaik dan bisa memasukkan gol lebih banyak," ungkap Marifah, ibu Safee.

"Dia perhatian. Anak-anak memang rapat dengan dia. Kalau dia pergi jauh-jauh pasti dia video call. Safee juga orangnya pendiam sikitlah. Tak banyak cakap. Melihat orang juga tidak ke arah negatif," jelas Sabarina, istri Safee.

"Safee mempunyai sosok kalau di Malaysia serupa macam Muchtar Dahari pemain awal 80-an. Kalau di pentas internasional, dia sosoknya serupa macam Maradona. Cuma masing-masing punya gaya main sendiri. Dia orang amat berdisplin dan sangat sayang terhadap permainan bola sepak. Dia berani hal yang baru. Dia juga berani gamble (mengambil risiko, Red) demi kariernya. Dia memiliki ambisi yang tinggi dalam kariernya. Jadi, dia datang ke Indonesia sebagai langkah pertama untuk bermain di luar pada Malaysia meliput pengalaman. Isnya Allah, kalau ada rezeki dan perform bagus, kemungkinan dia akan pergi jauh lagi. Namun saat ini, dia hanya fokus untuk Pelita Jaya," beber Manajer Safee, Zakaria Rahim.

"Dia komit membimbing pemain-pemain yang muda. Komitmen ini jarang saya dengar dari mulut pemain asing. Saya juga berharap bahwa dia tunjukkan sikap rendah hati. Dia juga bilang mau membawa pemain-pemain muda ke atas. Saya belum pernah dengar kalimat ini. Saya dengar dari dia karena dia tahu Pelita diperkuat banyak pemain muda," ujar Manajer Pelita, Lula Mara.

Cedera, Kondisi Walcott Meragukan

Pemain sayap Arsenal, Theo Walcott, masih dalam kondisi cedera.

LONDON, KOMPAS.com - Manajer Arsenal, Arsene Wenger, menegaskan kondisi wingernya, Theo Walcott, masih meragukan. Wenger berharap Walcott sudah pulih dari cedera hamstring saat Arsenal menjalani laga babak kelima Piala FA melawan Leyton Orient, Minggu (21/2/2011).

Walcott mendapatkan cedera saat Arsenal menekuk Barcelona di leg pertama Liga Champions, Rabu atau Kamis (17/2/2011) dini hari WIB.

"Kami masih memiliki sedikit keraguan dengan cedera hamsring Walcott. Tapi, dia akan baik-baik saja," kata Wenger kepada Arsenal TV.

Wenger juga mengatakan, Johan Djourou tak akan tampil dalam laga nanti karena cedera punggung. Sementara Bacary Sagna dan Marouane Chamakh kemungkinan besar akan tampil.

"Djourou mengalami cedera punggung. Dia salah satu pemain yang tak akan tampil hari Minggu nanti," jelas Wenger.

"Sagna kembali dari sanksi tapi Abou Diaby masih harus absen karena sanksi. Sementara Chamakh akan kembali dalam tim," tambahnya.

Wenger kemungkinan akan melakukan rotasi dalam laga ini mengingat para pemainnya mengalami kelelahan usai menghadapi Barcelona. "Mungkin akan ada rotasi. Kita akan lihat apa yang akan saya lakukan. Kami bermain Minggu, Rabu, dan kemudian hari Minggu lagi. Tapi, di banyak kompetisi saya sudah menunjukkan percaya kepada semua pemain," tegasnya.

Hasil Liga Europa

ZURICH, KOMPAS.com — Beberapa klub besar meraih kemenangan besar pada leg pertama babak 32 besar Liga Europa, Kamis atau Jumat (18/2/2011) dini hari WIB. Namun, beberapa lainnya kesulitan, bahkan mengalami kekalahan.

Bayer Leverkusen dan Ajax Amsterdam dengan mudah menekuk lawan-lawannya. Leverkusen menghajar tuan rumah Besiktas 4-1, sedangkan Ajax Amsterdam menundukkan tuan rumah Anderlecht 3-0.

Liverpool yang merupakan salah satu favorit hanya bisa bermain imbang 0-0 di kandang Sparta Prague. Sevilla malah lebih parah. Di kandang sendiri, mereka menyerah 1-2 dari FC Porto.

Berikut hasil lengkap leg pertama Liga Europa yang digelar Kamis atau Jumat dini hari WIB:

Rubin Kazan 0-2 FC Twente, Enschede Metalist Kharkiv 0-4 Bayer Leverkusen, Anderlecht 0-3 Ajax Amsterdam, BATE Borisov 2-2 Paris SG, Benfica 2-1 Stuttgart, Besiktas 1-4 Dynamo Kyiv, Lech Poznan 1-0 Braga, Napoli 0-0 Villarreal, Basel 2-3 Spartak Moscow, Lille 2-2 PSV Eindhoven, PAOK Saloniki 0-1 CSKA Moscow, Rangers 1-1 Sporting Lisbon, Sevilla 1-2 FC Porto, Sparta Prague 0-0 Liverpool, Young Boys Bern 2-1 Zenit St Petersburg.

Penulis: Hery Prasetyo   |   Editor: Hery Prasetyo   |   Loading...

Liverpool-Praha Sama Kuat

Gelandang Sparta Praha, Marek Matejovski (kiri) dan bek Liverpool, Glen Johnson berebut bola pada pertandingan leg pertama putaran kedua Liga Europa, Kamis (17/2/2011).

PRAHA, KOMPAS.com — Liverpool bermain imbang 0-0 tanpa gol dengan Sparta Praha pada pertandingan leg pertama putaran kedua Liga Europa di Stadion AXA Arena, Kamis (17/2/2011).

Praha mengawali pertandingan dengan tempo dan intensitas tinggi. Liverpool berusaha meredam dengan penguasaan bola, tetapi tak diikuti kemampuan berakselerasi sesuai lawan sehingga kerap kehilangan bola di tengah jalan dan kerap mendapat ancaman.

Untung bagi Liverpool, kualitas eksekusi Praha buruk. Selama 35 menit pertama, mereka melepaskan lima tembakan. Namun, selain tembakan Manuel Pamic pada menit ke-18, tak ada yang mengenai sasaran.

Meski begitu, Praha terus melakukan tekanan. Berbeda dari sebelumnya, meski masih kesulitan membalas, Liverpool mampu mematahkan serangan lawan sehingga selama sepuluh menit terakhir menjelang turun minum mereka hanya terancam oleh tembakan Marek Matejosvsky pada menit ke-37.

Permainan tak banyak berubah di babak kedua. Praha berusaha mencetak gol, sedangkan Liverpool banyak berkutat dengan penguasaan bola.

Berbeda dari sebelumnya, pertandingan lebih didominasi perebutan bola dan serangan yang kerap patah di tengah jalan. Situasi seperti itu terus berlangsung tanpa solusi sampai peluit berbunyi panjang.

Pertandingan sempat terganggu oleh mercon asap pada sekitar menit ke-70 sehingga dihentikan beberapa saat.

Selama 90 menit, Praha menguasai bola sebanyak 50 persen dan menciptakan empat peluang emas dari 13 usaha. Adapun Liverpool melepaskan tiga tembakan, tanpa satu pun mengenai sasaran.

Susunan pemain:
Praha:
Jaromik Blazek; Tomas Repka, Erich Brabek, Martin Abena; Kamil Vacek, Marek Matejovsky (Tomas Pekhart  90), Manuel Pamic, Ondrej Kusnir; Leonard Kweuke, Vaclav Kadlec (Martin Zeman  89), Andrej Keric (Libor Sionko  73)
Liverpool: Pepe Reina; Jamie Carragher, Sotiris Kyrgiakos, Fabio Aurelio (Joe Cole 28), Glen Johnson, Danny Wilson; Raul Meireles, Lucas, Maxi Rodriguez; Dirky Kuyt, David Ngog (Martin Skrtel  84)

Liverpool Tertekan, Sparta Frustrasi

PRAHA, KOMPAS.com - Liverpool tertekan dan tanpa peluang gol selama babak pertama pertandingan leg pertama putaran kedua Liga Europa, di Stadion AXA Arena, Kamis (17/2/2011). Namun, Liverpool mempur terhindari dari kebobolan berkat kinerja solid barisan belakang.

Praha mengawali pertandingan dengan tempo dan intensitas tinggi. Liverpool berusaha meredam itu dengan penguasaan bola. Namun, itu tak diikuti kemampuan berakselerasi sesuai lawan, sehingga Liverpool kerap kehilangan bola di tengah jalan, Liverpool dan kerap mendapat ancaman.

Untung bagi Liverpool, kualitas eksekusi Praha buruk. Selama 35 menit pertama, mereka melepaskan lima tembakan. Namun, selain tembakan Manuel Pamic pada menit ke-18, tak ada yang mengenai sasaran.

Meski begitu, Praha terus melakukan tekanan. Berbeda dari sebelumnya, meski masih kesulitan membalas, Liverpool mempu mematahkan serangan lawan di tengah lawan, sehingga selama sepuluh menit terakhir menjelang turun minum, mereka hanya terancam oleh tembakan Marek Matejosvsky pada menit ke-37.

Selama 45 menit pertama, Liverpool menguasai bola sebanyak 50 persen dan melepaskan dua tembakan tanpa satu pun mengarah tepat sasaran. Adapun, tuan rumah menciptakan dua tembakan akurat dari tujuh percobaan.

Susunan pemain:
Praha:
Jaromik Blazek; Tomas Repka, Erich Brabek, Martin Abena; Kamil Vacek, Marek Matejovsky, Manuel Pamic, Ondrej Kusnir; Leonard Kweuke, Vaclav Kadlec, Andrej Keric
Liverpool: Pepe Reina; Jamie Carragher, Sotiris Kyrgiakos, Fabio Aurelio (Joe Cole 28), Glen Johnson, Danny Wilson; Raul Meireles, Lucas, Maxi Rodriguez; Dirky Kuyt, David Ngog

Penulis: Tjatur Wiharyo   |   Editor: Tjatur Wiharyo   |   Loading...

Ronaldo Syuting Iklan Baru

Cristiano Ronaldo saat mengenalkan sepatu barunya, Mercurial Vapor Superfly II buatan Nike. Dia akan kembali membintangi iklan produk sepatu Nike.

MADRID, KOMPAS.com - Gelandang serang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, mendapat rezeki sampingan lagi. Dia bakal membintangi iklan produk sepatu dari Amerika Serikat (AS), Nike.

Ia memang hebat mengocek bola di dalam lapangan. Bukan rahasia juga kalau pemain asal Portugal ini piawai berakting di luar lapangan.

Sudah banyak iklan yang ia bintangi. Ia pernah beradu seksi dengan Megan Fox saat menjadi model iklan Emporio Armani Underwear. Ia juga menjadi ikon dari pelumas terkenal, Yamahalube. Bahkan, ia pernah menjadi bintang iklan produsen minuman berenergi, Extra Joss.

Kini, Ronaldo bersiap melakukan pengambilan gambar untuk iklan terbarunya bersama produsen sepatu terkenal, Nike. Hal ini disambut antusias oleh Ronaldo. Bahkan, ia mencurahkan isi hatinya lewat status dalam twitter-nya, @cristiano.

"Syuting iklan terbaru Nike. Aku sangat antusias untuk melihat bagaimana ini akan berakhir," tulis Ronaldo dalam twitter-nya. (GL)