Showing posts with label Liverpool. Show all posts
Showing posts with label Liverpool. Show all posts

Thursday, December 1, 2011

Carroll Gagal Penalti, Liverpool Vs Chelsea Imbang

Piala Carling.

LONDON, KOMPAS.com Liverpool gagal memanfaatkan kesempatan emas mengungguli Chelsea. Liverpool dipaksa bermain imbang tanpa gol pada babak pertama perempat final Piala Carling, Selasa atau Rabu (30//11/2011) dini hari WIB, setelah Andrew (Andy) Carroll gagal mengeksekusi penalti pada menit ke-21. 

Kedua pelatih lebih memilih menurunkan beberapa pemain muda pada pertandingan ini. Di kubu Chelsea, Pelatih Andre Villas-Boas memberikan kesempatan kepada Ryan Bertrand, Orioul Romei, Joshua McEchran, dan Romelu Lukaku. Lukaku berduet dengan Fernando Torres di lini depan. Bagi Torres, pertandingan ini sangat emosional. Sebab, ia mantan pemain Liverpool.

Di kubu Liverpool, Pelatih Kenny Dalglish memberikan kesempatan kepada Martin Kelly, Sebastian Coates, Jay Spearing, Craig Bellamy, dan Andrew Carroll sebagai starter.

Kedua tim cenderung bermain lambat semenjak menit-menit awal. Bahkan, tidak ada ancaman yang berbahaya yang dilepaskan kedua tim pada 15 menit pertama.

Liverpool lebih dulu memiliki kesempatan emas untuk unggul terlebih dulu. Jamie Carragher dan kawan-kawan mendapatkan hadiah penalti setelah Alex melakukan handsball di kotak terlarang pada menit ke-21. Sayang, eksekusi penalti yang dilakukan Andrew Carroll gagal menghasilkan gol. Tembakan Carroll yang diarahkan ke pojok kiri gawang berhasil diblok kiper Chelsea, Ross Turnbull.

Setelah itu, kedua tim masih terlihat kesulitan dalam membuat peluang. Serangan yang dibangun kedua tim kerap gagal. Situasi ini berlanjut hingga turun minum. Alhasil, kedua tim hanya mampu bermain imbang tanpa gol pada babak pertama.

Susunan Pemain
Chelsea:
Ross Turnbull; Bosingwa, Alex, Ryan Bertrand, David Luiz; Frank Lampard, Florent Malouda, Oriol Romeu, Joshua McEachran; Fernando Torres, Romelu Lukaku

Liverpool: Pepe Reina; Jamie Carragher, José Enrique, Martin Kelly, Sebastian Coates; Lucas, Maximiliano Rodriguez, Jay Spearing, Jordan Henderson; Craig Bellamy, Andrew Carroll

Wednesday, November 30, 2011

Singkirkan Chelsea, Liverpool ke Semifinal

Para pemain Liverpool merayakan gol Maxi Rodriguez (dua dari kiri) ke gawang Chelsea, pada perempat final Piala Carling, Selasa atau Rabu (30/11/2011) dini hari WIB. Liverpool akhirnya menang 2-0 dan melaju ke babak semifinal.

LONDON, KOMPAS.com Liverpool berhasil lolos ke babak final Piala Carling setelah mengalahkan Chelsea 2-0 di Stamford Bridge, Selasa atau Rabu (30/11/2011) dini hari WIB.

Kedua pelatih sama-sama menurunkan beberapa pemain muda pada pertandingan ini. Di kubu Chelsea, Pelatih Andre Villas-Boas memberikan kesempatan kepada Ryan Bertrand, Orioul Romei, Joshua McEchran, dan Romelu Lukaku. Lukaku berduet dengan Fernando Torres di lini depan.

Di kubu Liverpool, Pelatih Kenny Dalglish memberikan kesempatan kepada Martin Kelly, Sebastian Coates, Jay Spearing, Craig Bellamy, dan Andrew Carroll sebagai starter.

Kedua tim cenderung bermain lambat semenjak menit-menit awal. Bahkan, tidak ada ancaman yang berbahaya yang dilepaskan kedua tim pada 15 menit pertama.

Liverpool lebih dulu memiliki kesempatan emas untuk unggul terlebih dulu. Jamie Carragher dan kawan-kawan mendapatkan hadiah penalti setelah Alex melakukan handsball di kotak terlarang pada menit ke-21. Sayang, eksekusi penalti yang dilakukan Andrew Carroll gagal menghasilkan gol. Tembakan Carroll yang diarahkan ke pojok kiri gawang berhasil diblok kiper Chelsea, Ross Turnbull.

Setelah itu, kedua tim masih terlihat kesulitan dalam membuat peluang. Serangan yang dibangun kedua tim kerap gagal. Situasi ini berlanjut hingga turun minum. Alhasil, kedua tim hanya mampu bermain imbang tanpa gol pada babak pertama.

Selepas turun minum, Chelsea memiliki peluang emas pada menit ke-54. Peluang berawal dari tendangan bebas Frank Lampard yang berhasil diteruskan Malouda. Sepakan gelandang asal Perancis itu malah membentur mistar. David Luiz berhasil menanduk bola. Sayang, tandukannya masih membentur tubuh Coates.

Namun, empat menit kemudian justru Chelsea yang dibuat merana setelah Liverpool berhasil unggul terlebih dulu berkat gol yang diciptakan Maxi Rodriguez. Dari serangan balik, Henderson melepaskan umpan terobosan kepada Bellamy. Bellamy kemudian melepaskan umpan silang yang langsung disambut Maxi dengan sepakan keras.

Belum sempat mencetak gol balasan, Chelsea kembali kebobolan oleh tandukan Martin Kelly pada menit ke-63.

Tertinggal 0-2, Villas-Boas terpaksa mengubah strateginya dengan memasukkan Nicolas Anelka dan Juan Mata.

Masuknya kedua pemain ini membuat serangan Chelsea semakin tajam. Anelka nyaris mencetak gol balasan pada menit ke-75. Meski Anelka sudah sendirian, langkahnya berhasil digagalkan oleh Reina yang begitu cepat keluar dari sarangnya.

Tidak lama kemudian, giliran Torres yang melapaskan ancaman. Sial bagi Chelsea, bola hasil tandukan Torres masih bisa diamankan Riena. Setelah itu, Chelsea masih mendominasi permainan. Namun, apa boleh buat, tidak ada satu pun peluang yang berhasil dikonversi menjadi gol sehingga Chelsea dipaksa menelan kekalahan 0-2. 


Susunan Pemain

Chelsea: Ross Turnbull; Bosingwa, Alex, Ryan Bertrand, David Luiz; Frank Lampard, Florent Malouda (Nicolas Anelka 64), Oriol Romeu, Joshua McEachran (Ramires 41); Fernando Torres, Romelu Lukaku (Juan Mata 64)

Liverpool:
Pepe Reina; Jamie Carragher, José Enrique, Martin Kelly, Sebastian Coates; Lucas, Maximiliano Rodriguez, Jay Spearing, Jordan Henderson; Craig Bellamy (Dirk Kuyt 79), Andrew Carroll

Sunday, October 23, 2011

Empat Besar Bukan Satu-satunya Prioritas Liverpool

Skipper Liverpool, Steven Gerrard (kiri) melakukan tendangan bebas yang akhirnya berbuah gol ke gawang Manchester United saat kedua tim bermain imbang 1-1, Sabtu (15/10/2011).

LIVERPOOL, KOMPAS.com — Skipper Liverpool, Steven Gerrard, mengakui, timnya membidik posisi empat besar di klasemen akhir Premier League musim ini. Namun, katanya, itu bukan satu-satunya tujuan dari Liverpool musim ini.

"Kembali ke posisi empat besar adalah sebuah prioritas, tapi aku tak akan berkata itu satu-satunya prioritas kami," ujar Gerrard kepada LFC Magazine.

Gerrard kemudian mengatakan, dirinya ingin kembali merasakan megahnya kompetisi Liga Champions sebelum akhirnya memutuskan untuk gantung sepatu. Ia berhasrat untuk kembali mengulang malam terindahnya saat bermain di kancah tertinggi antarklub Eropa tersebut.

"Membawa kemeriahan kompetisi Eropa ke Anfield adalah hal yang kami inginkan. Sangat sulit untuk menonton televisi pada hari Selasa atau Rabu malam dan tahu kami tak terlibat (di Liga Champions). Semua orang di sini akan bekerja keras untuk mendapatkan kesempatan itu lagi dan semakin cepat akan semakin baik," tutur Gerrard.

"Di saat yang sama aku juga berpikir soal trofi dan melihat Piala FA dan Piala Liga juga sangat penting. Karena kami hanya terlibat dalam tiga kompetisi dan kami harus fokus ke semuanya. Tak ada kompetisi Eropa jadi Anda bisa lebih fokus ke Piala Liga," lanjutnya.

Ia menambahkan, "Kami tak pernah tampil bagus di kompetisi domestik sejak tahun 2006. Ini waktunya kami memberikan fans sedikit kegairahan lagi. Mereka berhak untuk itu dan tak ada hal yang lebih baik selain tampil di Wembley (Final Piala Liga). Ini akan sangat fantastis bagi semua orang."

Liverpool sendiri akan melawat ke Stoke pada hari Rabu (26/10/2011) untuk menjalani babak keempat Piala Liga.

Thursday, May 26, 2011

Alonso: Liverpool Mengkhianatiku

MADRID, KOMPAS.com Setelah hampir 2 tahun berpisah, gelandang Real Madrid, Xabi Alonso, akhirnya mengungkapkan alasan dia meninggalkan Liverpool. Alonso mengaku sakit hati oleh sikap "The Reds" yang gencar mengejar Gareth Barry, padahal dia ketika itu masih setia bersama Liverpool.

Liverpool pada musim 2007-2008 memang mengejar tanda tangan Barry yang masih membela Aston Villa. Langkah ini sempat menjadi pertanyaan mengingat Liverpool sudah memiliki banyak gelandang tengah, seperti Steven Gerarrd, Alonso, dan juga Javier Mascherano. Ternyata, manajemen Liverpool memang ingin "mengorbankan" Alonso demi mendapat dana segar memboyong Barry.

"Pada akhir musim, aku berbicara dengan Rafael Benitez (Pelatih Liverpool saat itu). Dia mengatakan kepadaku situasinya dan ia ingin mendatangkan pemain lain, dan aku bisa menjadi salah satu yang diganti. Jika tawaran datang, maka mungkin aku telah dijual," beber Alonso.

"Saat itulah aku berkata pada diriku sendiri bahwa situasi telah berubah. Aku menerimanya karena aku seorang profesional. Namun, kita harus menyadari situasi. Pada akhirnya tak terjadi apa-apa (Liverpool gagal dapat Barry) karena tidak ada kesepakatan dan kami memulai musim terakhirku di Liverpool dengan mengetahui apa yang sudah terjadi," tambahnya.

Alonso mengaku frustrasi memulai musim 2008-2009 bersama Liverpool. Ia merasa sakit hati karena pengorbanannya mati-matian membawa Livepool juara Liga Champions, Piala Super Eropa, Piala FA, dan Community Shield, tak diperhitungkan manajemen klub.

"Aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada akhir musim (2008-2009). Namun, dengan mengetahui apa yang telah terjadi, aku merasa jika pilihan lain datang, maka aku harus mengambil langkah lain dalam karierku," ucapnya.

Pada akhirnya, tawaran dari Real Madrid datang dan Alonso memilih pindah karena sudah tak nyaman di Anfield. (LIV)

Gerrard: Musim Depan Liverpool Juara

LIVERPOOL, KOMPAS.com — Kapten Liverpool, Steven Gerrard, yakin timnya bisa mengalahkan Manchester United dalam perebutan gelar juara Premier League musim depan. Namun, menurutnya, hal itu bisa tercapai bila "The Reds" mempertahankan bentuk permainan terbaiknya dan mendatangkan beberapa pemain top.

"The Reds" memang tengah bangkit di tangan Kenny Dalglish. Awalnya, ketika ditangani Roy Hodgson, Liverpool menurun bahkan sempat mendekati zona terdegradasi. Namun, Dalglish mampu mengangkat Liverpool ke peringkat keenam.

Selain itu, Dalglish memiliki catatan yang baik ketika bertemu tim-tim besar. Steven Gerrard dan kawan-kawan berhasil mengalahkan Manchester United (3-1), Chelsea (1-0), dan Manchester City (3-0). Itulah yang membuat Gerrad yakin Liverpool bisa berjaya pada musim depan.

"Secara umum, aku senang dengan cara kami bermain. Hal itu membuatku sangat antusias pada musim depan," kata Gerrard kepada Mirror.

"Jika kami dapat mempertahankan bentuk permainan kami, pemain yang cedera bisa pulih, dan membeli beberapa pemain top, maka Anda tidak pernah tahu apa yang mungkin terjadi," tambahnya.

Gerrard juga berpendapat, "Dengan keyakinan terhadap skuad ini dan beberapa pemain yang sudah kami miliki, kami bisa meraih hasil yang baik pada setiap pertandingan untuk mencapai level teratas." (MIR)

Thursday, March 31, 2011

Gerrard: Penyerang Liverpool Menyeramkan

Kapten Liverpool, Steven Gerrard.

LIVERPOOL, KOMPAS.com — Kapten Liverpool, Steven Gerrard, mengaku timnya memiliki barisan penyerang yang paling menakutkan di Premier League pada musim ini.

Hal itu mengacu pada keputusan "The Reds" memboyong Luiz Suarez dan Andy Carroll pada jendela transfer Januari lalu. Kedua pemain tersebut mampu mendongkrak posisi "Si Merah" di klasemen Premier League sehingga saat ini berada di peringkat keenam dengan mengantongi 46 angka. Bahkan, lawan tangguh seperti Chelsea dan Manchester United pun berhasil mereka taklukkan.

Suarez sendiri telah mengoleksi dua gol dan dua assist dari lima laga yang dilakoninya. Sementara itu, Carroll memang belum menciptakan gol karena ia baru pulih dari cedera panjang yang didapatkannya saat masih membela Newcastle United. Namun, Carroll telah menemukan penampilan terbaiknya saat ini. Dia mencetak gol semata wayang bagi tim nasional Inggris saat ditahan imbang 1-1 oleh Ghana dalam pertandingan persahabatan, Selasa (29/3/2011).

Tidak hanya itu, Liverpool juga memiliki Dirk Kuyt yang telah mencetak delapan gol dan lima assists dari 25 pertandingan saat ini. Teranyar, Kuyt mencetak dua gol yang membuat tim nasional Belanda menang 5-3 atas Hongaria pada babak kualifikasi Eropa, Selasa.

"Kami percaya bahwa kami memiliki barisan penyerang yang ditakuti di liga saat ini. Salah satu yang paling penting untuk diingat adalah Andy. Dia luar biasa di lapangan dan sama baiknya ketika berduel di udara," kata Gerrard.

"Kami bermain di belakang mereka. Kami bisa bermain melebar, dan Suarez berlari menuju Carroll. Hal itu memberikan kami sebuah dimensi baru," lanjut gelandang asal Inggris itu. (TBL)

Tuesday, March 1, 2011

Liverpool Tertekan, Sparta Frustrasi

PRAHA, KOMPAS.com - Liverpool tertekan dan tanpa peluang gol selama babak pertama pertandingan leg pertama putaran kedua Liga Europa, di Stadion AXA Arena, Kamis (17/2/2011). Namun, Liverpool mempur terhindari dari kebobolan berkat kinerja solid barisan belakang.

Praha mengawali pertandingan dengan tempo dan intensitas tinggi. Liverpool berusaha meredam itu dengan penguasaan bola. Namun, itu tak diikuti kemampuan berakselerasi sesuai lawan, sehingga Liverpool kerap kehilangan bola di tengah jalan, Liverpool dan kerap mendapat ancaman.

Untung bagi Liverpool, kualitas eksekusi Praha buruk. Selama 35 menit pertama, mereka melepaskan lima tembakan. Namun, selain tembakan Manuel Pamic pada menit ke-18, tak ada yang mengenai sasaran.

Meski begitu, Praha terus melakukan tekanan. Berbeda dari sebelumnya, meski masih kesulitan membalas, Liverpool mempu mematahkan serangan lawan di tengah lawan, sehingga selama sepuluh menit terakhir menjelang turun minum, mereka hanya terancam oleh tembakan Marek Matejosvsky pada menit ke-37.

Selama 45 menit pertama, Liverpool menguasai bola sebanyak 50 persen dan melepaskan dua tembakan tanpa satu pun mengarah tepat sasaran. Adapun, tuan rumah menciptakan dua tembakan akurat dari tujuh percobaan.

Susunan pemain:
Praha:
Jaromik Blazek; Tomas Repka, Erich Brabek, Martin Abena; Kamil Vacek, Marek Matejovsky, Manuel Pamic, Ondrej Kusnir; Leonard Kweuke, Vaclav Kadlec, Andrej Keric
Liverpool: Pepe Reina; Jamie Carragher, Sotiris Kyrgiakos, Fabio Aurelio (Joe Cole 28), Glen Johnson, Danny Wilson; Raul Meireles, Lucas, Maxi Rodriguez; Dirky Kuyt, David Ngog

Penulis: Tjatur Wiharyo   |   Editor: Tjatur Wiharyo   |   Loading...

Friday, February 25, 2011

Inilah Pahlawan Liverpool Sebenarnya

LONDON, KOMPAS.com — Bek Liverpool, Jamie Carragher, menilai Manajer Kenny Dalglish adalah orang yang telah membuat Liverpool bangkit dan konsisten meraih kemenangan.

Dalglish menukangi Liverpool pada Januari lalu. Bersama dia, Liverpool telah mengarungi enam laga Premier League dan memenangi empat laga terakhir dengan catatan tanpa kebobolan (clean sheet).

Berkat itu, Liverpool kini duduk di posisi keenam klasemen dengan 38 poin atau hanya kalah enam angka dari Chelsea di tempat keempat. Dengan 12 pertandingan tersisa, Liverpool berpeluang finis di zona Liga Champions.

"Segalanya telah berubah semakin baik dan Kenny membuat semua orang berdiri di sisi yang sama," ujar Carragher.

"Bagi setiap orang, terutama aku dan Stevie (Steven Gerrard), ia adalah pahlawan bagi kami. Hasilnya jelas sangat baik. Jika Anda bertanya kepadaku, tentu akan senang ia menjadi manajer kami," katanya. (SKY)

Penulis: Tjatur Wiharyo   |   Editor: Tjatur Wiharyo   |   Loading...

Wednesday, February 23, 2011

Dalglish: Satu-satu, Liverpool

Manajer Liverpool, Kenny Dalglish.

LONDON, KOMPAS.com - Manajer Liverpool Kenny Dalglish meminta pasukannya untuk tetap rendah hati dan tetap fokus kepada setiap pertandingan terdekat, siapa pun lawan mereka.

"Ketika poin bertambah, itu akan mengatakan di posisi berapa kami akan finis. Jadi, kami akan selalu bermain untuk menang dan meraih sebanyak mungkin dari setiap pertandingan yang akan kami hadapi,"

"Kami akan menyiapkan diri untuk setiap pertandingan terdekat. Lawan berikutnya adalah Wigan di kandang dan kepada laga itu kami memandang selama pekan ini dan jika kami tetap menang, itu akan berdampak terhadap poin kami di akhir musim," ujar Dalglish.

"Kami mendapatkan hadiah (poin penuh) dari Chelsea dan dari tiga pertandingan sebelumnya dan itu menjadi pijakan kami dalam masa istimewa ini," tuturnya.

Hal tersebut berkaitan dengan keberhasilan Liverpool menang 1-0 atas Chelsea, dalam lanjutan Premier League, di Stamford Bridge, Minggu (6/2/2011). Itu adalah kemenangan keempat dalam empat pertandingan Premier League terakhir.

Berkat itu, Liverpool kini berada di posisi keenam dengan 38 poin, atau kalah enam angka dari Chelsea di tempat keempat.

Pada pertandingan berikutnya, Chelsea akan melawan Wigan Athletic, Sabtu (12/2/2011). (LFC)

Tuesday, February 22, 2011

Liverpool Lebih Besar daripada Torres

LIVERPOOL, KOMPAS.com — Pemilik Liverpool, John Henry, mengatakan, Liverpool lebih besar daripada pemain. Dengan begitu, pemain yang sudah tak berkomitmen dan bervisi sama sudah sepantasnya pergi.

Hal itu berkaitan dengan transfer Fernando Torres dari Liverpool ke Chelsea, 31 Januari lalu. Terlepas dari adanya tawaran Chelsea, media-media Inggris menyebut Torres memang minta dijual.

Sejumlah kalangan, terutama legenda dan suporter Liverpool, menunjukkan sikap kecewa. Setidaknya, itu terlihat dari pernyataan legenda Liverpool, Robbie Fowler, yang mengatakan tak akan memakai replika kostum Torres semasa di Liverpool.

Tak sedikit pula dari mereka ini mempertanyakan alasan klub melepas Torres setelah sebelumnya sempat menyatakan akan mempertahankan Torres.

"Satu hal yang kami bicarakan sejak awal adalah betapa pentingnya setiap orang berada di sisi yang sama. Tak ada pemain lebih besar dari klub," kata Henry.

"Kami mengharapkan para pemain ingin tetap di sini. Jika mereka tak ingin menjadi bagian dari klub sepak bola Liverpool, kami harus melakukan segala yang kami bisa untuk memfasilitasi mereka pergi ke tempat lain," tambahnya. (MIR)

Penulis: Tjatur Wiharyo   |   Editor: Tjatur Wiharyo   |   Loading...

Liverpool Lebih Baik Tanpa Torres

LIVERPOOL, KOMPAS.com - Bek Liverpool, Jamie Carrgaher, klub tak akan mendapat manfaat maksimal dari pemain yang sudah tak berkomitmen penuh, sehebat apa pun pemain tersebut, dan dengan begitu klub akan lebih baik tanpa pemain tersebut karena sepak bola bukan permainan individual.

Hal tersebut berkaitan dengan pindahnya Fernando Torres dari Liverpool ke Chelsea, 31 Januari lalu. Sesuai pemberitaan di Inggris, selain karena adanya tawaran dari Chelsea, Torres dijual karena pemain itu mengajukan permintaa dijual.

"Bagi kami, aku pikir, mungkin lebih baik Fernando pergi, jika ia tidak seratus persen berkomitmen kepada kami. Ini juga mungkin pilihan terbaik bagi (pemain yang sudah setengah hati) di mana pun," ujar Carragher.

"Aku pikir, (kemungkinan Torres pindah) sudah muncul sejak musim panas lalu. Kami selalu merasa bahwa Torres akan pergi pada titik tertentu pada musim ini atau mungkin akhir musim ini," tambahnya.

Menurut media-media Inggris, Torres dijual dengan harga 50 juta poundsterling atau sekitar Rp 723 miliar. Dari hasil penjualan itu, Liverpool mendatangkan Luis Suarez dari Ajax dan Cany Carroll dari Newcastle United. (MIR)

Penulis: Tjatur Wiharyo   |   Editor: Tjatur Wiharyo   |   Loading...

Tuesday, February 15, 2011

Liverpool Menang berkat Gol Bunuh Diri

Gelandang Liverpool, Christian Poulsen (merah), berebut bola dengan penyerang Fulham, Moussa Dembele, pada lanjutan Premier League, Rabu (26/1/2011).

LIVERPOOL, KOMPAS.com — Bek Fulham, John Pantsil, mencetak gol bunuh diri yang membuat timnya kalah 0-1 dari Liverpool pada lanjutan Premier League, di Anfield, Rabu (26/1/2011). Liverpool kini mengoleksi 32 poin dan naik empat tingkat ke posisi ketujuh.

Bermain sebagai tuan rumah, Liverpool tampil dominan, terutama di babak pertama. Selama hampir 30 menit pertama, sementara Pepe Reina menganggur, Gerrard dan Fernando Torres melepaskan tembakan-tembakan mereka ke gawang tim tamu. Namun, bola kerap terblok pemain atau mentah di tangan Stockdale.

Pada menit ke-13 dan ke-15, misalnya, Gerrard dan Torres menembakkan bola. Namun, sementara eksekusi Gerrard dimentahkan Stockdale, eksekusi Torres meleset.

Lepas dari menit ke-30, Fulham mulai menciptakan sejumlah ancaman. Namun, sama seperti Liverpool, mereka juga bermasalah dengan penyelesaian akhir.

Setelah menutup babak pertama dengan skor 0-0, Liverpool mengambil inisiatif menyerang di babak kedua. Setelah berusaha hingga menit ke-53, mereka berhasil unggul 1-0 berkat gol bunuh diri John Pantsil.

Gol bermula dari keberhasilan Dirk Kuyt memotong sebuah back pass tim tamu dan mengirimnya kepada Torres. Torres kemudian menembakkan bola, tetapi mengenai tiang.

Untung bagi Liverpool, bola mental mengenai John Pantsil dan kemudian meluncur masuk gawang Stockdale.

Liverpool berusaha menjaga ketenangan seusai gol itu. Namun, melihat Fulham bergerak semakin dinamis dan agresif, Liverpool pun mengimbanginya.

Permainan sempat berjalan seru dengan perebutan bola. Namun, masing-masing tim kesulitan mengalirkan serangan sampai tuntas.

Memasuki menit ke-80, Liverpool dipaksa bertahan oleh Fulham. Pada menit ke-82, misalnya, Hengaland menanduk bola ke sudut kiri bawah gawang Liverpool. Reina sudah mati langkah dan nyaris tak bereaksi menyelamatkan gawang. Namun, Raul Meireles berada tepat di titik bola mengarah dan membuangnya.

Liverpool semakin berhati-hati setelahnya. Meski kemudian kesulitan mengalirkan serangan, mereka mampu menjaga keunggulan sampai peluit berbunyi panjang.

Susunan pemain: 
Liverpool:
Pepe Reina; Daniel Agger, Martin Skrtel, Glen Johnson, Martin Kelly; Christian Poulsen (Fabio Aurelio 80), Steven Gerrard, Maxi Rodriguez, Dirk Kuyt (Jonjo Shelvey  66); Fernando Torres, Raul Meireles 
Fulham: David Stockdale; Brede Hangeland, Aasron Hughes, Chris Baird, John Pantsil; Danny Murphy, Steve Sidewell, Clint Dempsey, Damien Duff (Zoltán Gera  63); Moussa Dembele, Andrew Johnson
Wasit: Lee Probert

Monday, February 7, 2011

Liverpool Akui Incar Suarez

Penyerang Uruguay dan Ajax Amsterdam, Luis Suarez .

LIVERPOOL, KOMPAS.com — Penasihat transfer Liverpool, Damien Comolli, mengatakan bahwa klub tersebut sedang mempertimbangkan membeli penyerang Ajax, Luis Suarez, dan pemain sayap Aston Villa, Ashley Young.

Liverpool membutuhkan penyerang untuk melapis Fernando Torres, yang belum kembali kepada performa terbaik, akibat deraan sejumlah cedera musim lalu.

Manajer Liverpool Kenny Dalglish mengidentifikasi Suarez sebagai solusi dan meminta klub untuk membelinya.

Menurut media-media Inggris, Liverpool sudah mulai bernegosiasi dengan Ajax, tetapi Comolli mengatakan sebaliknya.

"Kami mencari pemain penyerang yang cepat karena tim ini kurang cepat. Sejauh Suarez pahami, saat ini tak ada dialog dengan Ajax," ujar Comolli.

"Untuk Young, jika ia berstatus dijual, kami tertarik. Namun, saya tak percaya (VIlla akan melepasnya)," lanjutnya. (SCN)

Tuesday, February 1, 2011

Soal Suarez, Pemilik Liverpool Turun Tangan

Penyerang Uruguay dan Ajax Amsterdam, Luis Suarez .

LONDON, KOMPAS.com — Pemilik Liverpool, John Henry, ikut campur tangan dalam negosiasi transfer penyerang Ajax Amsterdam, Luis Suarez. Menurut Daily Mail, Henry menggelar makan malam dengan agen Suarez, Pere Guardiola, untuk memintanya mendesak Ajax menjual Suarez.

Setidaknya, sejak Desember lalu, Suarez disebut-sebut media Inggris sebagai target nomor satu Liverpool di jendela transfer kedua ini. Suarez disebut sudah meminta Ajax membiarkannya pindah ke Anfield.

Ajax sendiri mengaku ingin mempertahankan Suarez, tetapi siap bernegosiasi dengan klub yang mau membayar tinggi, yang menurut Daily Mail tidak kurang dari 27 juta poundsterling atau sekitar Rp 390 miliar.

"Kami ingin mempertahankan Luis dan hanya tawaran luar biasa yang akan (membuat kami mau melepasnya)," kata sumber Soccernet di Ajax.

Liverpool juga sempat disebut siap meminjamkan Ryan Babel jika Ajax mau memberikan Suarez. Namun, belum lama ini, Liverpool malah diberitakan media-media Jerman sudah menerima penawaran Hoffenheim untuk Babel.

Agen Babel, Winnie Haatrecht, tak membantah adanya negosiasi dengan Hoffenheim. Namun, menurutnya, ia hanya akan pindah ke sana jika Liverpool tak mau melepasnya atau jika Ajax tidak menginginkannya.

"Hoffenheim akan menjadi satu-satunya pilihan jika Ryan tak diizinkan pergi dalam status pinjaman ke Ajax atau jika (Ajax) tak menginginkannya," ujar Haatrecht.

Menanggapi itu, sumber Soccernet di Ajax mengatakan, "Babel merupakan proyek menarik, tetapi sejauh ini tak ada kesepakatan apa pun. Mungkin akan ada berita soal itu sekitar akhir pekan ini." (DM/SCN)

Saturday, January 29, 2011

Liverpool Ingin Beli Downing

Pemain sayap Aston Villa, Stewart Downing.

LIVERPOOL, KOMPAS.com — Setelah gencar diisukan ingin membeli sayap Hamburg, Eljero Elia, kini Liverpool dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk membeli pemain sayap Aston Villa, Stewart Downing, pada transfer pemain Januari ini.

Menurut Express, manajer Liverpool yang baru, Kenny Dalglish, sedang mencari pelapis Ryan Babel. Selain itu, Dalglish mengungkapkan keinginannya untuk menduetkan pemain berusia 26 tahun tersebut dengan Steven Gerrard di lini tengah untuk menambah kreativitas serangan.

Langkah Liverpool untuk mendapatkan Downing tampaknya tidak akan mendapat kendala berarti karena Dalglish memiliki hubungan yang baik dengan Pelatih Aston Villa Gerard Houllier.

Goal.com UK juga baru-baru ini mengungkapkan, Liverpool sebelumnya pernah berusaha mendatangkan pemain sayap Villa lainnya, yaitu Ashley Young. Namun, mahalnya harga Young membuat "The Reds" mengalihkan icarannya kepada Downing.

Liverpool telah mempersiapkan uang sebesar 10 juta poundsterling atau sekitar Rp 143 miliar untuk memboyong Downing ke Anfield.

Thursday, January 27, 2011

Dalglish: Liverpool Kurang Beruntung

LIVERPOOL, KOMPAS.com — Manajer Liverpool Kenny Dalglish menilai keberuntungan belum bersama timnya. Ia pun meminta pasukan dan suporter untuk bersatu mengubah peruntungan mereka.

Hal itu berkaitan dengan pertandingan Premier League antara Liverpool dan Everton, Minggu (16/1/2011). Liverpool tampil bagus, terutama pada babak pertama dan unggul lebih dulu melalui Raul Meireles pada menit ke-29.

Namun, Liverpool sempat terancam kalah ketika Everton membalas itu dengan dua gol dari Sylvain Distin (46) dan Jermaine Beckford (52).

Liverpool akhirnya bisa menutup pertandingan dengan skor 2-2 berkat gol Dirk Kuyt pada menit ke-68 dari titik penalti.

"Kami mengawali pertandingan dengan sangat baik. Saya tak tahu apakah pemain yang mengangkat penonton atau penonton yang mengangkat suporter. Kami akan jauh lebih baik jika kami bersama-sama," ujar Dalglish.

"Saya pikir, hari ini kami menunjukkan bahwa kami peduli kepada klub ini dan mungkin kami bisa mengubah keadaan lebih cepat ketimbang lebih lambat. Anda bisa katakan kami pantas menang, tetapi saat ini kami tidak disertai nasib baik," katanya.

"Pujian besar kepada pemain karena mereka terus melangkah ke pintu dan menjadi lebih baik. Semakin keras kami berusaha, semakin cepat (perbaikan) itu terjadi," ujarnya. (GL)

Penulis: Tjatur Wiharyo   |   Editor: Tjatur Wiharyo   |   Loading...

Wednesday, January 26, 2011

Liverpool Tak Mustahil Degradasi

LIVERPOOL, KOMPAS.com — Mantan pemain Liverpool, Ray Houghton, mengingatkan Fernando Torres dkk untuk segera menemukan solusi krisis kemenangan mereka. Menurutnya, persaingan Premier League semakin ketat dan, jika Liverpool tak bangkit, ancamannya bukan cuma gagal finis di empat besar, melainkan juga degradasi.

Liverpool sudah mengarungi 21 laga musim ini dan duduk di posisi ke-13 dengan 25 poin. Mereka kalah 11 angka dari Tottenham Hotspur di tempat keempat dan berselisih empat angka dari Aston Villa di peringkat ke-18.

Terakhir, Liverpool menyerah 1-2 kepada Blackpool, Rabu (12/1/2011). Unggul lebih dulu melalui Fernando Torres pada menit ketiga, mereka dibalas dengan dua gol Blackpool yang dicetak oleh Gary Taylor-Fletcher (12') dan DJ Campbell (69').

"Mereka berhadapan dengan degradasi. (Salah satu staf pelatih) Steve Clarke harus bekerja supaya tim berusaha mencetak gol. Segera setelah Blackpool menyamakan kedudukan, kepercayaan tim menurun dan hasilnya sangat bisa ditebak," ujar Houghton.

"Sebelum Blackpool membuat gol, Liverpool adalah tim yang lebih baik. Mereka mampu menjaga irama dan tampak menjanjikan. Liverpool tak pernah betul-betul menciptakan kesempatan setelah Blackpool mencetak gol dan itu mengecewakan," tuturnya. (DM)

Penulis: Tjatur Wiharyo   |   Editor: Tjatur Wiharyo   |   Loading...

Tuesday, January 25, 2011

Liverpool Krisis Percaya Diri

Pealtih Liverpool, Kenny Dalglish.

LIVERPOOL, KOMPAS.com - Manajer Liverpool, Kenny Dalglish, menilai, timnya sulit menang karena pemain kehilangan kepercayaan atas kemampuan mereka sendiri. Menurutnya, kecuali bisa memulihkan kepercayaan diri, Liverpool akan terus berada dalam krisis.

Liverpool masih merupakan salah satu tim bertradisi besar di Inggris, Eropa, dan bahkan dunia. Namun, musim lalu, mereka dipukul cedera dan krisis ekonomi, sehingga finis di luar empat besar.

Menurut Dalglish, pencapaian buruk merusak mental tim dan di sisi lain membuat lawan semakin kehilangan rasa takut ketika menghadapi mereka. Setidaknya, itu tercermin dari torehan 25 poin dari 21 pertandingan Premier League musim ini.

Dalglish pun meminta kepada klub dan suporter untuk membantu tim dengan memberikan dukungan penuh, bahkan ketika tim bermain buruk dan kalah.

"Anda bisa lihat bahwa usaha dan komitmen, gairah dan harga diri berasal dari mereka (pemain). Kami harus bekerja keras dan harus memberi mereka kepercayaan diri dan keyakinan," ujar Dalglish.

"Saya pikir, mereka adalah pemain yang bagus. Namun, mereka kurang percaya kepada apa yang telah mereka lakukan dan keyakinan kepada diri sendiri," tambahnya. (SKY)

Friday, January 21, 2011

Blackpool Pukul Liverpool

Kiper Liverpool, Pepe Reina, gagal menghalau bola tendangan pemain Blackpool, DJ Campbell. Liverpool akhirnya dipaksa menyerah 0-2.

BLACKPOOL, KOMPAS.com — Sempat unggul lebih dulu, Liverpool akhirnya dipaksa takluk 1-2 oleh Blackpool pada lanjutan Premier League, Rabu atau Kamis (13/1/2011) dini hari WIB. Gol dari Dudley Campbell di babak kedua membuyarkan mimpi Kenny Dalglish untuk meraih poin penuh pertamanya.

Hasil ini juga mengantarkan Blackpool naik tiga peringkat ke posisi-10. Sementara Liverpool turun satu peringkat ke posisi 13.

Bertanding di Stadion Bloomfield Road, "The Reds" terlihat kesulitan menjebol gawang armada Ian Holloway. Apalagi, Liverpool tak diperkuat pemain andalannya, Steven Gerrard dan Jamie Carragher. Ini cukup terasa buat Liverpool.

Meski demikian, serangan spartan mereka mampu menghasilkan gol pada menit ketiga berkat striker Fernando Torres. Umpan Martin Kelly dari sisi kanan dimanfaatkan oleh penyerang asal Spanyol tersebut dengan tendangan kaki kiri keras, yang tak mampu dibendung oleh Richard Kingson.

Namun, keunggulan itu tak bertahan lama. Sembilan menit berselang, Blackpool membalas lewat gol Gary Taylor-Fletcher. Kesalahan Raul Meireles dalam memberi umpan kepada David Vaughan diakhiri dengan manis oleh Taylor-Fletcher dengan mengelabui para pemain belakang Liverpool sebelum menjebol gawang Pepe Reina. Sampai babak pertama berakhir, kedudukan masih imbang 1-1.

Pada awal babak kedua, Liverpool tetap tak mampu menembus pertahanan Blackpool. Serangan Dirk Kuyt dkk selalu mentah di tengah jalan. Bahkan, Blackpool lebih rapi permainannya membuat dua peluang emas.

Pertama, lewat aksi Luke Varney dari sisi kanan pertahanan Liverpool, dan kedua tendangan keras Vaughan. Sayang, kedua peluang tersebut berhasil diselamatkan dengan baik oleh Reina. Pada menit ke-67, giliran Kingson yang dipaksa bekerja keras. Tendangan keras Kuyt dari luar kotak penalti berhasil dia mentahkan dan hanya memberikan "The Reds" tendangan sudut.

Usaha Blackpool pun akhirnya menemui hasil di menit ke-69. Sundulan Campbell, yang sambil menjatuhkan diri, tak kuasa ditahan oleh Reina. Campbell memang dalam posisi berdiri bebas tanpa kawalan saat mencetak gol.

Tertinggal, dan tak kunjung berhasil menembus pertahanan Blackpool, para pemain Liverpool terlihat frustrasi. Emosi mereka pun terpancing. Bahkan, Torres harus menerima kartu kuning karena memprotes wasit secara berlebihan.

Hingga pertandingan usai, Liverpool tetap tak mampu mengubah kedudukan.

Susunan Pemain
Blackpool:
Richard Kingson; Neal Eardley, Craig Cathcart, Stephen Crainey, Ian Evatt; Elliot Grandin (Matt Philips 64), Charlie Adam, David Vaughan, Luke Varney (Keith Southern); Dudley Campbell, Gary Taylor-Fletcher (Alex Baptiste 84)

Liverpool: Jose Reina Paez; Martin Kelly, Daniel Agger, Martin Skrtel, Glen Johnson; Christian Poulsen (David N'Gog 85), Lucas, Raul Meireles, Milan Jovanovi?; Fernando Torres, Dirk Kuyt (Jonjo Shevley 76)

Thursday, January 13, 2011

Lineker: MU Juara, Liverpool Kedelapan

Pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson.

MANCHESTER, KOMPAS.com — Legenda sepak bola Inggris, Gary Lineker, memprediksi Manchester United akan memenangi gelar Premier League musim ini, sedangkan Liverpool akan finis di posisi kedelapan.

Lineker juga mengatakan bahwa MU tidak akan mampu menyamai rekor Arsenal tahun 2003-2004, yaitu saat "The Gunners" menjuarai Premier League dengan rekor tak terkalahkan.

"Jika ditanya siapa yang akan menjuarai Premier League musim ini, saya akan menjawab United tanpa ragu sedikit pun. Namun, jika ditanya apakah mereka mampu mengikuti jejak Arsenal pada tahun 2003, saya minta maaf, mereka tidak mampu mengulangi jejak 'The Gunners'. Mereka tidak mampu karena para pemain United tidak memiliki kemampuan seperti para pemain Arsenal pada tahun 2003," paparnya.

Mengenai Liverpool, mantan pemain Tottenham Hotspur ini mengatakan, "Liverpool adalah tim yang berkualitas, tetapi mereka tidak pernah belajar dari kesalahan. Mereka tidak tampil  konsisten musim ini, mereka terlalu mengandalkan seorang Pepe Reina,"

"Reina adalah satu-satunya pemain Liverpool yang tampil konsisten musim ini. Menurut saya, ia adalah salah satu kiper terbaik di dunia, tetapi Liverpool tidak dapat terus mengandalkannya jika ingin kembali ke empat besar klasemen sementara," tuntasnya.

MU saat ini menduduki puncak klasemen dengan 41 poin, sedangkan Liverpool menempati posisi ke-12 dengan 25 poin. (NOTW)