Showing posts with label Dipecat. Show all posts
Showing posts with label Dipecat. Show all posts

Tuesday, November 8, 2011

Wim Tidak Khawatir Dipecat PSSI

SOLO, KOMPAS.com — Pelatih tim nasional senior Indonesia Wim Rijsbergen mengaku tidak khawatir dipecat jika timnas Indonesia gagal dalam pertandingan lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2014 melawan Qatar pekan depan. Wim mengaku bekerja tanpa beban.  

Pelatih asal Belanda ini mengakui, jika Indonesia gagal memetik kemenangan di Qatar, Indonesia akan sulit lolos ke babak berikutnya, 10 besar Asia. Menurut Wim, saat ini ia terus mencari strategi paling pas untuk menghadapi Qatar.

"Kondisinya saat ini sedang tidak ada kompetisi. Sangat sulit untuk bekerja, menyeleksi pemain baru. Kalau mereka (PSSI) membuat keputusan itu (memecat), tidak masalah buat saya. Tetapi, saya rasa mereka mengerti situasi saat ini," kata Wim seusai sesi latihan timnas di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (4/11/2011).

Tuesday, October 25, 2011

Eriksson Dipecat Leicester

Sven-Goran Eriksson.

LEICESTER, KOMPAS.com — Sven-Goran Eriksson harus meninggalkan klub Liga Championship, Leicester City. Senin (24/10/2011), mantan manajer timnas Inggris itu dipecat setelah timnya meraih hasil buruk.

Sebenarnya, prestasi Eriksson cukup memuaskan. Menangani Leicester sejak Oktober 2010, menyelamatkannya dari ancaman degradasi.

Sayangnya, prestasi Leicester di musim ini kurang memuaskan. "The Foxes" masih berada di posisi 13 klasemen Liga Championship. Kekalahan 0-3 dari Millwall pada Sabtu (22/10/2011) lalu membuat manajemen Leicester kehilangan kesabaran. Sebab, penguasa Thailand yang menguasai saham klub itu menargetkan juara dan promosi ke Premier League.

"Leicester City mengumumkan telah mengakhiri kerja sama dengan Sven-Goran Eriksson. Pelatih tim utama, Dereck Fazackerley, juga pergi. Kami berterima kasih kepada Sven dan Dereck atas kerja keras mereka selama 13 bulan di (Stadion) King Power," begitu pernyataan Leicester.

Wednesday, May 25, 2011

Valdano Dipecat, Mourinho Makin Berkuasa?

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho (kanan) dan Direktur Olahraga Real Madrid, Jorge Valdano (kiri).

MADRID, KOMPAS.com — Real Madrid secara mengejutkan memecat Direktur Umum mereka, Jorge Valdano. Ini akan membuat kekuasaan Jose Mourinho semakin kuat, terutama dalam mengelola tim. Selama ini, Valdano memang punya hak campur tangan dan sering berselisih paham dengan Mourinho.

"Kami sudah memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Jorge Valdano," sebut Presiden Madrid, Florentino Perez, dalam konferensi pers yang berjalan singkat.

Sudah menjadi rahasia umum kalau Mourinho dan Valdano saling tak menyukai. Keduanya kerap berselisih dalam banyak hal. Valdano bahkan pernah menyerang Mourinho, menyusul permintaan pelatih asal Portugal itu akan penyerang baru setelah Gonzalo Higuain cedera.

Perez sebagai penengah kabarnya pusing dengan hal ini. Ia ingin keduanya berbaikan, tetapi hal ini sulit tercapai. Pada akhirnya, Perez memutuskan melepas Valdano. Mourinho dinilai terlalu penting bagi timnya.

Menurut pemberitaan El Pais, keputusan Perez ini diambil karena tuntutan Mourinho. Mantan pelatih Chelsea itu kabarnya ingin memiliki kekuasaan yang lebih besar di dalam tubuh Madrid, terutama masalah transfer pemain. (EP)

Tuesday, April 19, 2011

Fabregas: Di Spanyol, Wenger Sudah Dipecat

Gelandang Arsenal, Cesc Fabregas.

LONDON, KOMPAS.com - Kapten Arsenal Cesc Fabregas mengatakan, di Spanyol, seorang pelatih yang gagal memberi gelar dalam tiga musim pasti dipecat. Ia pun meminta manajemen lebih serius membangun skuad, terutama dalam soal anggaran transfer, untuk membantu tim mengakhiri puasa gelar sejak Piala FA 2005.

"Jika Anda ke Spanyol dan berkata kepada Pep Guardiola (manajer Barcelona), Jose Mourinho (Real Madrid), dan Unai Emery (Valencia) bahwa mereka mengalami tiga musim tanpa gelar, jelas mereka tidak akan terus bekerja di klub mereka," kata Fabregas.

" Di sini berbeda. Manajer di sini cerdas dan klub menilai manajer dari sisi berbeda (dari di Spanyol): asal tim selalu bermain di Liga Champions, asal kami bersaing sampai akhir, memiliki skuad berisi pemain muda, dan stabilitas ekonomi. Untuk manajemen, itu hal penting. Namun, bayangkan akan ada momen di mana Anda akan memutuskan: Anda mau juara atau tidak?"

"Ketika aku baru di sini, kami memenangi (Piala FA 2005) dan masuk final Liga Champions (2006). Barcelona mengalahkan kami dengan keadaan unggul jumlah pemain. Kami tidak menang, tetapi itulah pertama kalinya klub masuk final Liga Champions. Jutaan orang telah bermain untuk Arsenal, tetapi kami-lah yang berhasil membawa klub masuk final."

"Namun, sejak 2007, aku mulau mengatakan, 'Kami tidak menang, tetapi bermain sangat baik.' Setelahnya, Anda menyadari bahwa (bermain bagus tak cukup untuk menang)."

"Anda menikmatinya, selama beberapa saat dalam satu musim, seperti musim ini ketika kami berada di empat kompetisi berbeda dan Anda mengatakan, 'Di sini, aku memiliki segalanya.' Namun, ketika Anda tak bisa mencapai final, itu adalah saat keputusan harus diambil, yaitu keluar untuk menang atau mengembangkan pemain," tuturnya. (TEL)

Monday, December 27, 2010

Benitez Dipecat

Pelatih Inter Milan Rafael Benitez.

MILAN, KOMPAS.com — Sky Sports mengaku mengerti bahwa Inter Milan telah memecat Pelatih Rafael Benitez. Presiden Inter Massimo Moratti membantah berita tersebut.

"Saat ini Manajer Inter masih Benitez dan saya tidak menghubungi pelatih lain. Tak ada pertemuan (antara Inter dan Benitez membicarakan pemutusan hubungan kerja) karena saya punya hal lain untuk dikerjakan sementara orang lain harus tetap bersama," ujar Moratti.

Benitez direkrut Inter akhir musim lalu, menggantikan Jose Mourinho. Belum lama ini ia berhasil membawa Inter menjuarai Piala Dunia Antarklub.

Tak lama setelahnya ia mendesak manajemen Inter untuk membeli empat sampai lima pemain di jendela transfer kedua mendatang. Ia juga mengatakan, jika itu tidak dikabulkan, ia akan meminta agennya meninjau kembali kesepakatan kerja dengan Inter.

Menurut pemberitaan di Italia, Moratti marah dan memutuskan memecat Benitez. Sejumlah nama kemudian diprediksi akan menggantikan Benitez, misalnya Mourinho dan mantan Pelatih AC Milan, Leonardo. (SKY)

Benitez Memang Ingin Dipecat

Pelatih Inter Milan, Rafael Benitez .

MADRID, KOMPAS.com — Media-media Spanyol mengklaim bahwa Rafael Benitez telah menolak mengundurkan diri dari Inter Milan. Benitez diyakini lebih ingin dirinya dipecat agar tetap mendapatkan kompensasi dari kontraknya.

Dalam beberapa hari terakhir, ketegangan terjadi antara Benitez dan Presiden Inter Massimo Moratti. Ini karena Benitez memberi ultimatum Moratti untuk mendukungnya atau memecatnya. Terang saja hal ini membuat Moratti geregetan. Sejak menjadi Presiden Inter, Moratti belum pernah sebelumnya mendapat ancaman konyol seperti ini.

Menurut Marca, statement Benitez itu memang bagian dari rencananya agar bisa dipecat Inter tanpa kehilangan uang di kontraknya. "Dia ingin dipecat," kata wartawan senior Marca, Arancha Rodriguez. "Ini hanya akan menjadi masalah beberapa saat saja karena Inter ingin langsung berpikir tentang pelatih baru mereka," lanjut Rodriguez.

"Benitez juga ingin tahu apakah ia harus kembali ke Liverpool untuk menetap bersama putrinya, atau tetap tinggal di Italia," tuntas Rodriguez.

Benitez bergabung bersama Inter pada awal musim ini. Sejak memimpin "La Beneamata", ia memiliki beberapa dosa yang tak bisa dimaafkan. Dosa pertama adalah ketika Inter kalah di Piala Super Eropa melawan Atletico Madrid.

Lalu, dosa berikutnya adalah penampilan Inter yang kurang stabil sehingga terjebak di papan tengah Serie A. Dan dosa terparah adalah ketika Inter kalah melawan rival abadi, yakni AC Milan, bulan lalu. (FBI)