Showing posts with label Mourinho. Show all posts
Showing posts with label Mourinho. Show all posts

Monday, November 14, 2011

Mourinho: Kemenangan 7-1 Ini untuk Suporter

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho.

MADRID, KOMPAS.com - Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, mendedikasikan kemenangan 7-1 yang diraih timnya saat bersua dengan Osasuna, Minggu (6/11/2011), untuk fans mereka.

Sebelumnya, sempat tersiar kabar di media Spanyol, bahwa fans Madrid sedikit kecewa dengan jadwal pertandingan ini yang harus digelar pada siang hari. Beberapa suporter awalnya terlihat tidak senang menonton laga ini. Namun, permainan gemilang pasukan "Los Blancos" membuat mereka melupakan kekecewaan tersebut dan ikut menikmati pertandingan.

"Ini fantastis. Mereka (fans) pulang ke rumah dan menikmati sisa hari yang ada. Kami tak perlu melakukan survei, fans sudah merespon hal itu dengan hadir di stadion," ujar Mourinho.

Mourinho pun secara khusus memberikan pujian kepada fans yang rela duduk di belakang gawang. "Jika tidak ada mereka, stadion akan kelihatan kosong," tuturnya.

Yang lebih membuat Mourinho tambah senang, tentulah hasil gemilang yang diraih timnya. Maklum, ini menjadi kemenangan ke-10 yang diraih secara beruntun dan membuat Madrid menguasai klasemen sementara dengan 28 poin, atau unggul empat angka dari pesaing terdekat, Barcelona.

"Kami bermain baik dan serius. Saya pikir kami berhak atas kemenangan beruntun ini. Saya tak bisa mengingat kapan kami menang, tanpa bermain dengan baik," kata pelatih asal Portugal tersebut. 

Monday, August 29, 2011

Mourinho: Skor Besar Cermin Performa Bagus

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho (kedua dari kanan), menyaksikan anak-anak didiknya bertanding melawan Real Zaragoza, pada pertandingan Liga BBVA, Minggu (28/8/2011).

ZARAGOZA, KOMPAS.com — Pelatih Real Madrid Jose Mourinho menilai bagus penampilan timnya saat melawan Real Zaragoza pada laga pembuka Liga BBVA, Minggu (28/8/2011), dan itu tecermin dari hasil yang diraih, yaitu kemenangan 6-0.

"Untuk meraih kemenangan, Anda harus bermain dengan baik. Setidaknya, itulah yang terjadi di Madrid. Jika kami menang dengan skor itu, maka itu karena kami bermain dengan sangat baik," ujar Mourinho.

"Saya tak akan menyampingkan fakta bahwa Pelatih Zaragoza (Javier Aguirre) mengalami sejumlah kesulitan. Pemain seperti Mateo, Juan Carlos, Braulio, dan Ruben Micail semuanya bagus dan absen pada pertandingan tadi."

"Kami bermain dengan serius dan ambisius sampai menit terakhir. Itulah kenapa tercipta skor tersebut," tuturnya.

Wednesday, June 8, 2011

Agen Mourinho Mata-matai Guardiola

Pelatih Real Madrid Jose Mourinho.

MADRID, KOMPAS.com - Agen pelatih Real Madrid Jose Mourinho dan Cristiano Ronaldo, Jorge Mendez, media-media Spanyol, telah membangun jaringan untuk memata-matai pergerakan pelatih Barcelona Josep Guardiola dan Direktur Andoni Zubizareta di bursa transfer ini.

Informasi yang didapat, menurut  Don Balon, disampaikan secara rahasia kepada Presiden Real Madrid Florentino Perez dan Mourinho.

Hal tersebut, menurut El Mundo Deportivo, dilakukan Madrid supaya bisa memperhitungkan peta kekuatan lawan dalam persaingan Liga BBVA dan Liga Champions musim depan.

Selain itu, dikatakan juga, jika ada pemain buruan Barca yang sesuai dengan kriteria Madrid, Madrid juga disebut akan berusaha mendului Barca mendapatkannya. (EMD)

Wednesday, May 25, 2011

Valdano Dipecat, Mourinho Makin Berkuasa?

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho (kanan) dan Direktur Olahraga Real Madrid, Jorge Valdano (kiri).

MADRID, KOMPAS.com — Real Madrid secara mengejutkan memecat Direktur Umum mereka, Jorge Valdano. Ini akan membuat kekuasaan Jose Mourinho semakin kuat, terutama dalam mengelola tim. Selama ini, Valdano memang punya hak campur tangan dan sering berselisih paham dengan Mourinho.

"Kami sudah memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Jorge Valdano," sebut Presiden Madrid, Florentino Perez, dalam konferensi pers yang berjalan singkat.

Sudah menjadi rahasia umum kalau Mourinho dan Valdano saling tak menyukai. Keduanya kerap berselisih dalam banyak hal. Valdano bahkan pernah menyerang Mourinho, menyusul permintaan pelatih asal Portugal itu akan penyerang baru setelah Gonzalo Higuain cedera.

Perez sebagai penengah kabarnya pusing dengan hal ini. Ia ingin keduanya berbaikan, tetapi hal ini sulit tercapai. Pada akhirnya, Perez memutuskan melepas Valdano. Mourinho dinilai terlalu penting bagi timnya.

Menurut pemberitaan El Pais, keputusan Perez ini diambil karena tuntutan Mourinho. Mantan pelatih Chelsea itu kabarnya ingin memiliki kekuasaan yang lebih besar di dalam tubuh Madrid, terutama masalah transfer pemain. (EP)

Monday, May 2, 2011

Mourinho Disarankan Minta Maaf

Pelatih Real Jose Mourinho duduk di kursi isolasi menyusul tindakannya memprotes wasit atas kartu merah yang diterima bek Pepe, pada leg pertama semifinal Liga Champions, di Santiago Bernabeu, Rabu (27/4/2011).

MADRID, KOMPAS.com — Mantan Manajer Chelsea Guus Hiddink meminta Pelatih Real Madrid Jose Mourinho meminta maaf kepada Barcelona atas komentarnya seusai pertandingan "El Clasico" pada leg pertama semifinal Liga Champions, Rabu (27/4/2011).

Pertandingan itu adalah pertemuan keempat kedua kubu pada musim ini. Sebelumnya, kedua kubu bertemu dua kali di Liga BBVA dan sekali di final Copa del Rey.

Sejak menit ke-60, Madrid bermain dengan sepuluh orang akibat kartu merah yang diterima bek Pepe seusai melanggar Dani Alves.

Mengacu pada foto dan rekaman video, tak ada kontak fisik antara Pepe dan Alves. Mourinho pun mempertanyakan dasar keputusan wasit Wolfgang Stark mengusir Pepe.

Bukannya mendapat jawaban, Mourinho malah diminta pindah ke kursi khusus sampai pertandingan selesai.

Seusai pertandingan, Mourinho mengatakan, ada kekuatan besar di balik Barcelona yang memengaruhi keputusan wasit di lapangan.

Menurut Hiddink, komentar Mourinho hanya supaya orang-orang tidak memerhatikan dan mengkritik cara bermain timnya.

"Mourinho telah kelewat batas. Dengan semua kritiknya, ia ingin mengalihkan perhatian orang dari bagaimana ia membuat timnya bermain," ujar Hiddink.

Lebih jauh, Hiddink juga mencontohkan ketika memimpin Chelsea menghadapi Barcelona pada leg kedua semifinal Liga Champions 2008-2009 di Stamford Bridge, 6 Mei 2009 lalu.

Saat itu, Chelsea unggul lebih dulu melalui Michael Essien pada menit kesembilan. Namun, pertandingan berakhir imbang 1-1 akibat gol Andres Iniesta pada menit ke-90+3.

Pertandingan juga diwarnai insiden kartu merah yang diterima bek Barcelona, Eric Abidal, pada menit ke-66 karena melanggar Nicolas Anelka.

Terjadi juga sejumlah kontroversi, yang dari kacamata Chelsea merugikan mereka, misalnya, pada satu momen di mana tangan Gerard Pique tampak mengenai bola tendangan Nicolas Anelka di kotak penalti, yang dinilai wasit Tom Henning Ovrebo bukan merupakan pelanggaran.

Mengingat pada leg pertama di Camp Nou kedua kubu hanya bermain imbang 0-0, Chelsea pun tersingkir karena kalah agresivitas di kandang lawan.

"Sebelum saya mengetahuinya, (Mourinho) melibatkan saya. Jose membandingkan pertandingan Real-Barca dengan Chelsea-Barca pada semifinal 2009 ketika saya adalah manajer di Stamford Bridge. Kami gagal ke final juga," kata Hiddink.

"Namun, perbedaan besar adalah kami tidak mengumpat soal konspirasi. Saya tak setuju sama sekali dengan Mourinho soal ini. Benar bahwa Chelsea dirugikan, terutama dengan handsball yang diabaikan pada injury time. Itu jelas kesalahan wasit."

"Beberapa hari setelahnya, ketika semua emosi sudah sirna, kami menyadari tiket final kami dirampok. Namun, tak pernah satu orang pun di Chelsea menuduh ada konspirasi. Anda jangan mengatakan itu. Pikiran seperti itu tak akan pernah masuk pikiran saya."

"Namun, tidak dengan Mourinho. Ia berlebihan. Saya pikir, ketika ia melihat kembali rekaman video pertandingan, ia harus meminta maaf. Jika ia tak melakukan itu, ia sengaja mengubah kebenaran demi kepentingan diri sendiri," paparnya. (GL)

Friday, April 29, 2011

Ronaldo Keluhkan Taktik Mourinho

Striker Real Madrid, Cristiano Ronaldo (kanan, depan) berusaha melewati bek Barcelona, Carles Puyol (kiri, belakang) saat kedua tim bertemu di leg pertama Liga Champions, Rabu atau Kamis (28/4/2011) dini hari WIB.Laga ini berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Barcelona.

MADRID, KOMPAS.com — Gelandang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, mengatakan bahwa timnya memainkan strategi bertahan saat melawan Barcelona pada leg pertama semifinal Liga Champions di Santiago Bernabeu, Rabu (27/4/2011). Menurutnya, ia bisa berkontribusi lebih signifikan jika Mourinho memainkan strategi menyerang.

"Aku tak menyukainya, tetapi aku harus beradaptasi karena memang itulah sistemnya," ujar Ronaldo seperti dikutip Telegraph.

Pada pertandingan itu, Madrid memainkan formasi 4-3-3. Namun, lini tengah diisi pemain berkarakter defensif, yaitu Xabi Alonso, Pepe, dan Lassana Diarra.

Dengan taktik itu, Madrid menyerah 0-2 akibat gol-gol Lionel Messi pada menit ke-76 dan ke-87. Gol terjadi dalam keadaan Madrid bermain dengan sepuluh orang, menyusul kartu kuning kedua yang diterima bek Pepe terkait pelanggaran kepada Dani Alves pada menit ke-60.

Pertandingan leg kedua akan digelar di Camp Nou, 3 Mei mendatang. Selain tanpa Pepe, Madrid juga akan tampil tanpa bek Sergio Ramos, yang menerima sanksi skors otomatis akibat akumulasi tiga kartu kuning. Kartu kuning ketiga Ramos diterima seusai melanggar Messi pada duel leg pertama tersebut. (TEL)

Wednesday, April 27, 2011

Wenger: Barca Diuntungkan Wasit, Mourinho

Pelatih Real Jose Mourinho duduk di kursi isolasi menyusul tindakannya memprotes wasit atas kartu merah yang diterima bek Pepe, pada leg pertama semifinal Liga Champions, di Santiago Bernabeu, Rabu (27/4/2011).

LONDON, KOMPAS.com — Manajer Arsenal Arsene Wenger menilai Barcelona memang beberapa kali diuntungkan oleh wasit. Namun, menurutnya, itu insidental, bukan konspirasi seperti yang dikatakan Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho.

Hal tersebut berkaitan dengan duel Barcelona dan Madrid pada leg pertama semifinal Liga Champions di Santiago Bernabeu, Rabu (27/4/2011).

Pertandingan itu adalah "El Clasico" keempat musim ini. Sebelumnya, kedua kubu bertemu dua kali di Liga BBVA dan satu kali di final Copa del Rey.

Seperti pada tiga pertemuan sebelumnya, Mourinho melihat timnya berakhir dengan sepuluh orang. Hal itu terjadi setelah Pepe menerima kartu merah pada menit ke-60 karena melakukan pelanggaran terhadap Dani Alves.

Sementara Pepe melangkah keluar lapangan, Mourinho tampak mengatakan sesuatu kepada ofisial pertandingan soal pengusiran tersebut. Tak lama setelahnya, Mourinho tampak dipindahkan dari kursi cadangan Madrid ke kursi isolasi.

Barcelona pun akhirnya menang 2-0 berkat gol-gol Lionel Messi pada menit ke-76 dan ke-87.

Seusai pertandingan, Mourinho mengatakan ada konspirasi yang membuat wasit membantu Barca. Atas hal tersebut, Barcelona bersiap menggugat Mourinho.

"Saya menolak mempercayai itu (tudingan Mourinho). Musim ini, Barcelona mendapatkan sejumlah keuntungan, tetapi saya merasa semua itu bersifat insidental," ujar Wenger.

"Anda harus mengerti, ketika seorang manajer selesai menjalani pertandingan seperti itu dengan rasa kecewa, Anda bisa saja sedikit melampaui batas."

"Namun, saya menolak meyakini bahwa ada skenario di balik panggung dengan Barcelona sebagai pihak yang diuntungkan."

"Saya merasa (Barcelona) sedikit berlebihan (menyikapi Mourinho). Namun, mereka memang memberikan perbaikan terbaik di dunia, dan Anda harus memberi mereka pujian," tuturnya. (TEL)

Tuesday, April 19, 2011

Mourinho: Sayalah Pelatih Madrid, Bukan Di Stefano

VALENCIA, KOMPAS.com - Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, membalas kiritik yang dilontarkan Alfredo Di Stefano setelah Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan hanya bermain imbang 1-1 melawan Barcelona dalam lanjutan Liga BBVA, Sabtu (16/4/2011). Mourinho menegaskan, sebagai pelatih dirinya memiliki kewenangan penuh menerapkan taktik bagi timnya, bukan orang lain.

Pada duel itu, Mourinho memainkan bek Pepe sebagai gelandang dalam apitan Xabi Alonso dan Sami Khedira. Dengan taktik itu, Madrid mampu mematahkan serangan-serangan Barcelona dan menciptakan sejumlah peluang gol. 

Namun di mata, Di Stefano hal tersebut bukan sebuah keberhasilan. Ia mengibaratkan Barcelona singa dan Madrid tikus. memang tampil bertahan pada laga tersebut.

Dalam jumpa pers menjelang final Copa del Rey, melawan Barcelona, Rabu (20/4/2011), Mourinho membalas kritik Di Stefano itu. "Dia (Di Stefano) memang salah satu tokoh yang sangat penting dalam sejarah klub Real Madrid dan saya bukan siapa-siapa. Namun, saya pelatih Madrid dan pelatih adalah pemegang keputusan soal taktik," tegas pelatih asal Portugal itu.

"Saya pelatihnya. Apa yang kalian inginkkan? Ya inilah saya. Keputusan ada di tangan saya," sambungnya. (RTR)

Saturday, April 16, 2011

Mourinho: Bola Tak Kenal Efek Domino

MADRID, KOMPAS.com — Manajer Jose Mourinho mengatakan, kekalahan 0-5 yang diderita timnya dari Barcelona di Liga BBVA, 29 November lalu, tak akan memengaruhi performa tim atau hasil pertandingan pada pertemuan setelahnya. Sebab, menurutnya, setiap tim selalu ingin bermain lebih baik dari pertandingan sebelumnya.

Madrid dan Barca masih akan bertemu empat kali lagi di sisa musim ini, yaitu di Liga BBVA, akhir pekan ini; final Copa del Rey, 20 April mendatang; dan semifinal Liga Champions pada 27 April dan 3 Mei mendatang.

Pada pertemuan 29 November itu, Barcelona menguasai bola sebanyak 67 persen dan melepaskan enam tembakan akurat dari 15 kali usaha, sedangkan Madrid menciptakan dua peluang emas dari lima kali usaha.

Menurut Mourinho, ada orang yang menilai siapa pun yang menang pada pertemuan pertama akan berpeluang menang lebih baik pada pertemuan setelahnya dan itu dinilainya salah.

"Ada orang yang berpikir siapa pun yang memenangi pertandingan pertama akan berada di posisi lebih baik pada pertemuan kedua. Apa yang terjadi pada satu pertandingan tak ada kaitannya atas apa yang akan terjadi pada duel berikutnya," ujar Mourinho.

"Teori saya sederhana. Anda memainkan duel pertama dan ketika itu selesai, Anda berpikir soal pertandingan kedua," tandasnya.

Menambahkan hal itu, gelandang Madrid, Cristiano Ronaldo, mengatakan, "Ia yang tertawa belakangan, tertawa paling keras, dan aku harap itu adalah Madrid." (TEL)

Thursday, March 3, 2011

Mourinho 9 Tahun Tak Pernah Kalah di Kandang

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho.

MADRID, KOMPAS.com - Jose Mourinho baru menukangi Real Madrid akhir musim lalu dan belum memberikan gelar apa pun. Namun, itu tak mencegahnya mencatatkan rekor pribadi sebagai pelatih, yaitu tak pernah kalah dalam pertandingan kandang di liga, selama sembilan tahun.

Kekalahan kandang terakhir yang dikecap Mourinho adalah ketika FC Porto dibekuk Beira Mar 2-3, 23 Februari 2002. Setelah itu, Mourinho melakoni 147 pertandingan kandang di liga bersama Porto, Chelsea, Inter Milan dan Real Madrid dan meraih 122 kemenangan dan 25 hasil imbang dan rekor memasukkan 331 gol dan kebobolan 87 kali.

Laga kandang liga terakhir yang dilakoni Mourinho adalah melawan Levante, akhir pekan lalu yang berakhir 2-0. Sepasang gol Madrid dicetak oleh Karim Benzema dan Ricardo Carvalho. (SCN)

Sunday, February 13, 2011

Guti: Mourinho Terlalu Besar buat Madrid

Gelandang Besiktas yang sebelumnya membela Real Madrid, Guti.

ISTANBUL, KOMPAS.com — Mantan gelandang Real Madrid, Guti, berpendapat, kepribadian Pelatih Jose Mourinho terlalu besar buat sebagian orang di klub itu.

Guti kini memperkuat klub Turki, Besiktas. Ia mengaku tak kaget jika kini mulai ada masalah dengan Mourinho di Madrid.

"Mereka (Madrid, Red) telah mengontrak pelatih hebat. Tapi, apa yang terjadi adalah, dia terlalu besar untuk beberapa orang di dalam klub itu," kata Guti kepada Marca.

Namun, dia berharap Mourinho bisa melewati masa-masa sulitnya. Dia juga mendukung usaha Madrid untuk meminjam striker Manchester City, Emmanuel Adebayor.

"Adebayor pemain dan striker hebat. Dia striker berkualitas yang dibutuhkan Madrid. Semua striker yang berkualitas akan sukses di Madrid. Setiap orang suka dengan hadirnya Kaka, Oezil, dan Cristiano Ronaldo sehingga segalanya akan menjadi lebih mudah," tuntasnya.

Thursday, February 10, 2011

Mourinho Jelaskan Strateginya

Manajer Real Madrid, Jose Mourinho.

MADRID, KOMPAS.com — Banyak yang kaget ketika melihat susunan pemain Real Madrid melawan Real Mallorca dalam lanjutan Liga BBVA, Minggu atau Senin (24/1/2011) dini hari WIB. Namun, Pelatih "Los Blancos", Jose Mourinho, punya alasan menggunakan line-up yang berbeda dari biasanya. Apa kata "The Special One"?

Menghadapi Mallorca, Mou membangkucadangkan duet mesin serangan Xabi Alonso dan Sami Khedira di menit-menit awal. Peran mereka digantikan oleh Esteban Granero dan Fernando Gago. Pelatih Portugal itu juga memilih Ricardo Kaka sebagai playmaker ketimbang Mesut Oezil. Mou mengatakan, sistem rotasi ini sangat penting mengingat jadwal timnya yang begitu padat.

"Derbi melawan Atletico Madrid, pertengahan pekan lalu, tidak bersahabat dan mereka tidak mudah untuk dilawan. Jadi, para pemain saya lelah secara fisik maupun emosional. Kualitas lawan dan kenyataan bahwa kami menghadapi mereka di perempat final Copa del Rey membuat segalanya jadi sulit. Tidak ada yang ingin kalah. Bertanding dua kali pada derbi dalam satu pekan sangat berat," ujar Mourinho.

"Saya memutuskan untuk menggunakan line-up berbeda karena kami akan memainkan pertandingan yang sangat penting pada hari Rabu nanti lawan Sevilla (semifinal Copa del Rey). Saya tidak dapat menggantikan semua pemain dan saya tahu ada konsekuensi membuat perubahan pada line-up awal saya," lanjutnya.

"Keputusan saya berisiko, tetapi saya mengizinkan para gelandang yang akan bermain di Sevilla untuk beristirahat malam ini," tuntasnya. (RM)

Tuesday, January 25, 2011

Mourinho Dapat Salam Hangat

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, bersama trofi Pelatih Terbaik FIFA 2010.

MADRID, KOMPAS.com — Komite Wasit Sepak Bola Spanyol memberikan ucapan selamat kepada Manajer Real Madrid atas anugerah Pelatih Terbaik FIFA 2010, Senin lalu. Menurut mereka, Mourinho adalah pelatih hebat yang akan berkontribusi positif bagi sepak bola.

"Atas nama Dewan Direksi dan saya sendiri, kami memberikan Anda ucapan selamat yang paling hangat," kata Presiden Komite Wasit Spanyol Eduardo Caturla, seperti dilansir situs resmi Madrid.

"Kami tidak meragukan bahwa penghargaan itu adalah buah kerja baik selama perjalanan karier kepelatihan Anda yang panjang. Kami berharap, Anda terus bekerja dalam jalur ini untuk memberikan kontribusi kepada peningkatan sepak bola secara konstan," katanya.

Mourinho memenangi penghargaan itu karena berhasil membawa Inter Milan menjuarai tiga gelar pada musim 2009-2010, yaitu Liga Champions, Serie A, dan Piala Italia. Ia mengalahkan kandidat lain, yaitu Manajer Barcelona Josep Guardiola dan pelatih juara dunia, Spanyol, Vicente del Bosque. (RM)

Thursday, January 20, 2011

Mourinho Pelatih Terbaik 2010

Jose Mourinho dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Dunia 2010.

ZURICH, KOMPAS.com - Jose Mourinho terpilih sebagai Pelatih Terbaik FIFA 2010 (FIFA Coach of the Year). Gelar itu diumumkan dalam gala FIFA di Kongresshaus, Zurich, Swiss, Senin atau Selasa (11/1/2011) dini hari WIB.

Pelatih asal Portugal yang kini menangani Real Madrid itu dinilai punya prestasi besar dan fenomenal. Dia pernah menjuarai Liga Champions bersama FC Porto dan Inter Milan. Dia juga selalu membawa gelar kompetisi lokal buat tim yang ia tangani, dari FC Porto, Chelsea, sampai Inter Milan.

Mourinho bersaing dengan pelatih timnas Spanyol, Vicente Del Bosque, dan pelatih Barcelona, Pep Guardiola. Namun, Mourinho akhirnya menyingkirkan kedua pesaing itu.

Kemenangan Mourinho, Kemenangan Portugal

Jose Mourinho dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Dunia 2010.

ZURICH, KOMPAS.com — Pemenang Pelatih Terbaik 2010 versi FIFA, Jose Mourinho, mendedikasikan kemenangannya untuk sepak bola Portugal. Bagi Mou, ini adalah trofi bersejarah untuk dirinya dan sepak bola Portugal.

Mou dinobatkan sebagai pelatih terbaik mengalahkan pelatih tim nasional Spanyol, Vicente del Bosque, dan pelatih Barcelona, Pep Guardiola. "The Special One" dipilih berkat prestasi fenomenalnya mengantar Inter Milan meraih treble musim lalu.

Mourinho mendapat 35,92 persen suara, menyisihkan del Bosque (33,08 persen), dan Guardiola (8,45 persen).

"Piala yang paling penting bagi saya adalah piala yang bersifat kolektif, bukan individu seperti ini. Tapi, ini adalah piala bersejarah untuk saya dan sepak bola Portugal," kata Mourinho seusai acara.

"Saya ingin mengucapkan selamat kepada dua pelatih mengagumkan: Vicente del Bosque dan Pep Guardiola. Saya telah bekerja sangat keras untuk mencapai sejauh ini, tetapi saya tidak melakukannya sendirian."

"Saya ingin berterima kasih kepada pemain saya, rekan-rekan saya, dan terutama mereka yang menyayangi dan mendukung saya setiap saat. Mendapatkan pengalaman seperti ini sangatlah istimewa," kata Mourinho. (AP/GL)

Wednesday, January 19, 2011

Perez Pelit, Mourinho Pasrah

Jose Mourinho.

MADRID, KOMPAS.com Arsitek Real Madrid, Jose Mourinho, mengungkapkan, presiden klub, Florentino Perez, memutuskan tak akan ada pembelian pemain pada jendela transfer kedua ini. Mourinho pun mengaku pasrah dan siap berjuang dengan skuad yang ada.

Mourinho sebelumnya mengatakan sangat membutuhkan penyerang, untuk menggantikan Gonzalo Higuain yang mengalami cedera punggung dan dinilai Mourinho akan absen sampai akhir musim. Tanpa pembelian baru, Madrid hanya memiliki satu penyerang murni, yaitu Karim Benzema. Mengingat Madrid baru melakoni 17 pertandingan Liga BBVA musim ini dan baru lolos, Benzema dinilai Mourinho tak memadai.

"Pada saat ini, setelah investasi yang dibuat klub dalam dua tahun terakhir, klub tidak tertarik untuk mendatangkan striker baru," sambung pria berkebangsaan Portugal tersebut.

"Dan juga, karena ini adalah Madrid. Anda tidak bisa mendatangkan pemain asal-asalan dan untuk saya, ini bukanlah situasi yang mudah. Saya harus berusaha mendapatkan yang terbaik dari para pemain yang saya miliki, di mana jumlah mereka banyak, dan ini sangat baik."

"Saya hanya punya satu penyerang tengah, yakni Benzema, tetapi kami perlu menghadapi situasi di depan kami. Saya rasa sampai akhir Januari kami akan terus berbicara tentang ini karena jendela transfer buka sampai akhir bulan, tetapi saya pikir ini adalah kelompok pemain yang akan tetap saya miliki sampai akhir musim nanti," tuntas mantan Pelatih Inter Milan dan Chelsea tersebut. (PA)

Friday, January 14, 2011

Mourinho: Madrid Mulai dari Nol Lagi

MADRID, KOMPAS.com — Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, mengatakan, timnya harus membangun skuad dari nol pada paruh kedua musim ini, demi mengakomodasi absennya Gonzalo Higuain dan baru sembuhnya Ricardo Kaka.

Kaka belum bermain musim ini akibat cedera pangkal paha yang didapatnya saat membela Brasil di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Tanpanya, Madrid mengandalkan Mesut Oezil dan kini duduk di posisi kedua dengan 41 poin atau kalah lima angka dari Barcelona.

Menurut pemberitaan media Spanyol, Kaka sudah sembuh sekitar akhir Desember lalu. Namun, Mourinho belum memainkannya. Mourinho mengaku baru akan menurunkan Kaka pada laga Liga BBVA melawan Getafe, Senin (3/1/2011), itu pun sebagai cadangan.

Adapun Higuain mengalami cedera punggung pada November lalu. Menurut Mourinho, Higuain harus dioperasi dan tidak akan tampil lagi musim ini.

Kehadiran Kaka dan hilangnya Higuain dinilai mengganggu harmoni tim yang sudah terbangun dan membutuhkan proses untuk mendapatkan irama baru.

"Kaka absen dari tim ini selama enam bulan dan tanpanya, kami mampu membangun skuad. Sekarang, kami harus menciptakan skuad baru, tanpa Higuain. Formasi harus menyesuaikan dengan keadaan dan kami harus menciptakan keseimbangan mengingat kami masih memiliki banyak pertandingan," ujar Mourinho.

"Sejumlah pemain harus menyesuaikan diri dengan perubahan sistem bermain. Bagi saya, ini adalah tantangan baru karena kami tak punya banyak waktu. Kami harus memainkan 14 pertandingan sejak sekarang sampai pertandingan melawan Lyon (di babak 16 besar Liga Champions, 22 Februari mendatang)," lanjutnya. (SCN)

Penulis: Tjatur Wiharyo   |   Editor: Tjatur Wiharyo   |   Loading...

Casillas: Mourinho Fenomenal

MADRID, KOMPAS.com — Kapten Real Madrid, Iker Casiilas, menilai pelatihnya, Jose Mourinho, sebagai orang yang fenomenal karena memiliki banyak gagasan baru yang efektif.

"Mourinho fenomenal. Saya sudah mengatakan itu berkali-kali dan tidak akan pernah bosan dengan hal itu. Dia tahu persis apa yang dia inginkan dan dia ingin bekerja untuk Real Madrid," ujar Casillas.

"Dia sangat senang berada di sini dan sangat bersemangat tentang pekerjaannya. Saya tidak akan ragu-ragu untuk membelanya atau membuat berdiri di depan untuknya. Begitu juga dengan pemain lain, mereka takkan ragu."

"Kami adalah orang-orang yang harus memahami metodenya, bukan mereka yang di luar klub. Mereka yang tidak setuju dengan kepribadiannya, tidak mengenal Mourinho. Saya dapat meyakinkan Anda bahwa dia lucu, santai, dan rendah hati."

"Tak seorang pun di tim bisa mengucapkan kata yang buruk terhadap dirinya. Mourinho tahu bagaimana menghadapi setiap pemain dan pers."

"Pelatih percaya bahwa tim harus kumpul bersama di hotel sebelum pertandingan sehingga kami bisa menghabiskan waktu bersama. Cara seperti ini harus dihormati karena telah bekerja dengan benar selama ini."

"Saya akan mengatakan kepadanya jika saya pikir cara itu tidak berhasil, tetapi kami telah memenangi hampir setiap pertandingan, jadi kami harus menerima metode seperti ini," tuntas Casillas. (MAR)

Penulis: Jonathan Pandapotan   |   Editor: Tjatur Wiharyo   |   Loading...