Showing posts with label Melatih. Show all posts
Showing posts with label Melatih. Show all posts

Wednesday, November 30, 2011

Conte: Saya Bangga Melatih Juventus

Pelatih Juventus, Antonio Conte.

NAPLES, KOMPAS.com — Pelatih Antonio Conte mengaku bangga melatih Juventus setelah melihat anak didiknya mengubah keadaan tertinggal 0-2 menjadi imbang 3-3, saat melawan Napoli pada lanjutan Serie-A, di San Paolo, Selasa (29/11/2011).

"Ada sejumlah respons yang sangat kuat dalam hal karakter. Selain pikiran, kaki, dan taktik, Anda membutuhkan hati untuk mengubah keadaan dan bangkit seperti pada pertandingan tadi," ujar Conte.

"Kami mengalami kesulitan pada awal pertandingan dan Napoli langsung bermain dalam tempo tinggi. Kami tampak menunggu sampai mereka kelelahan dengan sendirinya. Ada sejumlah masalah yang membuat kami tertinggal 0-2. Performa Napoli yang seperti itu dan atmosfer San Paolo merupakan masalah bagi tim mana pun."

"Itu kenapa saya sangat bangga, yaitu karena tim menunjukkan kerendahan hati, gairah, dan keyakinan untuk bangkit. Selain karena kualitas teknik para pemain, saya sangat gembira melihat kekuatan batin skuad ini. Saya bangga menjadi pelatih anak-anak ini," tuturnya.

Dengan hasil imbang tersebut, Juventus mempertahankan rekor tak pernah kalah di Serie-A musim ini. Mereka pun menguasai klasemen dengan 26 poin, atau unggul dua angka dari pesaing terdekat, AC Milan.

Friday, January 21, 2011

Dalglish: Saya Belum Lupa Melatih

Pealtih Liverpool, Kenny Dalglish.

LIVERPOOL, KOMPAS.com - Kenny Dalglish, membantah bahwa dia agak kagok menangani tim, setelah 10 tahun tak menjadi pelatih. Menurutnya, dia belum lupa melatih.

Dalglish kembali menangani Liverpool menggantikan Roy Hodgson. Dia terakhir melatih Celtic dan dipecat pada 2000. Setelah itu, ia tak pernah melatih lagi, kecuali diminta menangani Akademi Liverpool.

Dalglish baru sekali mendampingi Liverpool saat melawan Manchester United di Piala FA dan kalah 0-1. Pelatih 59 tahun itu menegaskan, hasil itu bukan karena dia masih harus melakukan penyesuaian untuk melatih.

"Saya kira bukan itu masalahnya. Saya menyaksikan sepak bola sebanyak orang-orang yang terlibat sepak bola. Saya penonton yang selalu berpikir," terang Dalglish.

Dalglish memang bagian dari kebesaran Liverpool. Saat menjadi pemain, dia membawa klub itu juara Divisi Utama (sekarang Premier League) sebanyak enam kali. Dia juga mempersembahkan satu Piala FA, empat Piala Liga, lima Charity Shield, tiga Liga Champions, dan satu Piala Super Eropa.

Begitu menjadi manajer Liverpool pada 1985-1991, dia memeprsembahkan tiga gelar Divisi Utama, dua Piala FA, dan dua Charity Shield. Pengalaman dan suksesnya itu diharapkan kembali membawa kebesaran "The Reds".

Penunjukan Dalglish memang terkesan terburu-buru dan mendadak, setelah pemecatan Roy Hodgson. Namun, Dalglish menegaskan, dia bukan sekadar lewat, tapi akan bekerja seperti pealtih lainnya. (AP)