Showing posts with label Dalglish. Show all posts
Showing posts with label Dalglish. Show all posts

Sunday, November 6, 2011

Dalglish: Ferguson Fantastis

Manajer Liverpool, Kenny Dalglish (kanan), dan pelatih Manchester United, Alex Ferguson.

LIVERPOOL, KOMPAS.com — Pelatih Liverpool, Kenny Dalglish, menilai manajer Manchester United (MU), Alex Ferguson, adalah pelatih fantastis dan lebih baik dari pendahulunya, Sir Matt Busby.

Hal tersebut berkaitan dengan akan genapnya masa kerja Ferguson di MU selama 25 tahun, akhir pekan ini. Selama ditangani Ferguson, MU telah mempersembahkan 37 trofi, misalnya, 2 trofi Liga Champions, 12 trofi Premier League, 5 Piala FA, dan 4 Piala Liga.

"Ia luar biasa untuk Manchester United dan saya pikir, dengan pencapaiannya, ia melampaui legenda Sir Matt Busby. Berada di klub mana pun selama 25 tahun adalah pencapaian luar biasa dan setiap keberhasilan yang ia raih merupakan warisan untuknya dan klub tersebut," ujar Dalglish.

"Melihat posisi MU sekarang ini, itu merupakan prestasi fantastis dari Ferguson, mengingat posisi MU ketika Ferguson bergabung. Tidak relevan bicara soal apakah akan ada orang yang bisa menyamainya di masa mendatang. Tak seorang pun bisa mengalahkan pencapaiannya," tuturnya.

Ferguson sendiri sebelumnya mengaku tak pernah membayangkan bisa melatih MU selama 25 tahun. Menurutnya, itu seperti dongeng.

"Bisa bertahan di MU selama ini seperti dongeng. Melatih MU selama periode tersebut merupakan sesuatu yang fantastis untuk saya. Itu adalah sesuatu yang Anda pikir tak akan terjadi dan saya berterima kasih untuk itu," ujar Ferguson.

Sunday, July 17, 2011

Carragher Puji Dalglish

Bek Liverpool, Jamie Carragher.

LIVERPOOL, KOMPAS.com - Bek Liverpool Jamie Carragher menilai, manajer Kenny Dalglish telah sukses mengangkat prestasi klubnya musim lalu yang sempat terseok-seok.

"The Reds" mengawali perjalanan musim lalu di bawah asuhan Roy Hodgson. Hingga pertengahan musim, Liverpool terkatung-katung di bawah Hodgson. Pada akhirnya, mantan manajer Fulham itu dipecat dan diganti Dalglish.

Dalglish kemudian sukses mengangkat Liverpool yang sempat berada di papan bawah, finis di peringkat enam Liga Primer.

"Kenny memiliki dampak besar ketika hasil-hasil pertandingan tidak terlalu bagus untuk kami. Sejak ia dan Steve Clarke (asisten) datang, mereka telah melakukan pekerjaan bagus dan mudah-mudahan kami dapat melanjutkannya musim depan," tutur Carragher.

"Sangat menyenangkan untuk bekerja dengan Kenny lagi karena ia adalah legenda klub. Ia adalah legenda bukan hanya sebagai pemain, tapi juga sebagai seorang manajer. Ia adalah seseorang yang dihormati semua orang dan pemain asing juga akan menyadari hal ini," papar Carragher. (GL)

Wednesday, April 20, 2011

Reina: Dalglish Setara Guardiola

LIVERPOOL, KOMPAS.com - Kiper Liverpool, Pepe Riena, menilai pelatihnya Kenny Dalglish memiliki kemampuan yang sama bagusnya dengan pelatih Barcelona, Josep "Pep" Guardiola.

Dalglish merupakan pelatih sementara. Ia menggantikan Roy Hodgson yang dipecat Januari lalu. Di tangan Dalglish, Liverpool mampu bangkit dari keterpurukan.

Betapa tidak, Liverpool berhasil menjungkalkan rival-rivalnya di "The Big Four". Chelsea dan Manchester United sudah merasakan bertapa hebat kemampuan Dalglish dalam meramu tim. Begitu juga dengan Arsenal yang hanya mampu bermain imbang 1-1 pada akhir pekan lalu. 

Dalglish pun hanya tinggal beberapa langkah lagi mengembalikan Liverpool ke posisi tradisionalnya di empat besar setelah Dirk Kuyt kini berada di peringkat keenam atau tertinggal tujuh angka dari Manchester City yang berada di peringkat keempat.

Atas dasar itulah, Reina menilai Dalglish pantas disejajarkan dengan Guardiola yang telah mempersembahkan delapan bagi Barcelona. Sebab, menurutnya, kedua sosok tersebut pantas menjadi legenda, karena hebat kala menjadi pemain maupun pelatih. 

"Guardiola sedikit lebih muda dari dia tentu saja tetapi mereka memiliki latar belakang yang sangat mirip -ikon sebagai pemain dan juga manajer yang hebat. Sesuatu yang penting bahwa dia (Dalglish) sangat mengetahui klub, " kata Reina kepada majalah mingguan Liverpool.

"Dia seorang legenda di Liverpool-dan maksudku legenda karena kadang-kadang kata tersebut digunakan terlalu berlebihan untuk orang lain. Kenny tahu persis apa yang orang-orang pikirkan dan apa yang pendukung ingin lihat,"

"Karena dia adalah seorang pemain hebat, ia mengerti sudut pandang seorang pemain dan itu berarti dia tahu bagaimana menetapkan standar dan apa yang dapat diterima. Dia membuat segalanya lebih mudah bagi kami," papar pelatih asal Spanyol. 

Reina juga mengaku yakin, bersama Dalglish, Liverpool meraih kemenangan di lima laga yang tersisa demi memperebutkan tiket ke Liga Champions pada musim depan.

"Kami membaik sejak Kenny menjadi manajer. Kami telah mengalahkan tim-tim besar. Tetapi penting sebagai pemain mengulangi (kemenangan) dalam setiap pertandingan. Kami tidak tampil bagus hanya melawan tim-tim kuat. Jika mendapatkan keseimbangan, kami akan jauh lebih dekat ke tempat yang kami inginkan (empat besar)," beber Reina. (LIV)

Friday, February 25, 2011

Dalglish: Terima Kasih, Liverpudlian

Manajer Liverpool Kenny Dalglish.

LONDON, KOMPAS.com - Manajer Liverpool, Kenny Dalglish, mendedikasikan keberhasilan tim memenangi empat laga Premier League kepada suporter, karena telah setia dan sabar memberi dukungan, terutama saat klub jatuh. Ia pun mengaku berharap, apa pun hasil akhir musim ini, setiap warga Anfield dan pendukungnya tetap berdiri bersama.

Dalglish menangani Liverpool pada Januari lalu dan telah memimpin Liverpool mengarungi enam pertandingan Premier League. Setelah kalah 1-2 dari Blackpool dan bermain imbang 2-2 dengan Everton pada dua laga pertama, Liverpool selalu menang, tanpa kebobolan (cleansheet). Terakhir, mereka menang 1-0 atas Chelsea, Minggu (6/2/2011).

Berkat itu, Liverpool kini duduk di posisi keenam dengan 38 poin, atau kalah enam angka dari Chelsea di tempat keempat dan 16 angka dari penguasa sementara, Manchester United.

"Saya pikir, suporter tahu di mana pemain dan staf meletakkan loyalitas mereka, khususnya saat ini. Klub Sepak Bola Liverpool adalah institusi fantastis dan setiap orang di sini harus menunjukkan sikap hormat kepada itu dan kami akan begitu," ujar Dalglish.

"Jika kami bermain seperti itu, suporter akan berteriak lebih keras dan lantang setiap pekan. Kami mungkin tidak akan memenangi setiap pertandingan antara saat ini sampai akhir musim, namun kami akan berusaha. Jika suporter mencintai saya, itu cuma setengah dari rasa cinta saya kepada mereka," tuturnya. (LFC)

Wednesday, February 23, 2011

Dalglish: Satu-satu, Liverpool

Manajer Liverpool, Kenny Dalglish.

LONDON, KOMPAS.com - Manajer Liverpool Kenny Dalglish meminta pasukannya untuk tetap rendah hati dan tetap fokus kepada setiap pertandingan terdekat, siapa pun lawan mereka.

"Ketika poin bertambah, itu akan mengatakan di posisi berapa kami akan finis. Jadi, kami akan selalu bermain untuk menang dan meraih sebanyak mungkin dari setiap pertandingan yang akan kami hadapi,"

"Kami akan menyiapkan diri untuk setiap pertandingan terdekat. Lawan berikutnya adalah Wigan di kandang dan kepada laga itu kami memandang selama pekan ini dan jika kami tetap menang, itu akan berdampak terhadap poin kami di akhir musim," ujar Dalglish.

"Kami mendapatkan hadiah (poin penuh) dari Chelsea dan dari tiga pertandingan sebelumnya dan itu menjadi pijakan kami dalam masa istimewa ini," tuturnya.

Hal tersebut berkaitan dengan keberhasilan Liverpool menang 1-0 atas Chelsea, dalam lanjutan Premier League, di Stamford Bridge, Minggu (6/2/2011). Itu adalah kemenangan keempat dalam empat pertandingan Premier League terakhir.

Berkat itu, Liverpool kini berada di posisi keenam dengan 38 poin, atau kalah enam angka dari Chelsea di tempat keempat.

Pada pertandingan berikutnya, Chelsea akan melawan Wigan Athletic, Sabtu (12/2/2011). (LFC)

Saturday, February 12, 2011

Skrtel: Dalglish Bawa Perubahan

Defender Liverpool, Martin Skrtel.

LIVERPOOL, KOMPAS.com - Defender Liverpool, Martin Skrtel, menilai kemenangan 3-0 atas Wolverhampton akhir pekan lalu mempunyai banyak arti untuk timnya. Kemenangan ini menimbulkan kembali kepercayaan diri mereka. Apalagi, ini merupakan kemenangan pertama mereka sejak 6 Desember 2010 lalu.

Ini juga menjadi kemenangan pertama Kenny Dalglish sejak melatih Liverpool. Apa pendapat Skrtel soal Kenny Dalglish, Daniel Agger, dan timnya? Berikut wawancaranya dengan liverpool.fc.tv.

Apa artinya kemenangan 3-0 atas Wolverhampton Wanderes ahkir pekan lalu?

"Itu adalah kemenangan yang penting untuk kepercayaan diri kami. Aku pikir kami bermain sangat baik. Kami tak pernah menang di kandang lawan belakangan ini. Kami senang dengan performa kami."

Lalu arti dari "bersihnya" gawang Pepe Reina?

"Sangat krusial untuk tetap menjaga gawang kami bersih karena musim ini kami banyak perrmainan yang tak seperti kami inginkan. Jika selalu mencetak clean sheet, itu akan memberi Anda kepercayaan diri sebagai bek. Jika tetap mempertahankannya, kami akan mulai mendapatkan kemenangan di pertandingan lain." Dengan modal kemenangan ini, kamu yakin menang atas Fulham?

"Fulham adalah tim yang hebat dan mereka bekerja sangat keras. Mereka juga berusaha untuk memainkan permainan yang baik. Ini tak akan menjadi pertandingan mudah. Tapi, aku percaya dan tahu kami tim yang lebih baik ketimbang mereka. Kami harus tampil all out dan menunjukkan hal itu Rabu nanti. Kami harus fokus ke diri kami sendiri dan tak mencemaskan lawan."

"Kami harus melanjutkan performa kami saat melawan Wolves dan mengalahkan Fulham. Kami harus mulai meraih kemenangan lain dan kami siap melakukan yang terbaik untuk meraih kemenangan."

Bagaimana pendapatmu mengenai sosok Kenny Dalglish?

"Dia legenda di sini. Dia mendapatkan rasa hormat dari para pemain. Dia juga sosok yang baik, selalu berbicara dengan pemain dan dia suka bercanda dengan kami pada waktu latihan. Itu sangat baik untuk tim." Apakah ada yang berubah sejak Dalglish datang ke Liverpool?

"Ada sesuatu yang berubah pada saat latihan. Kami menikmati itu."

Lantas soal penampilanmu sendiri?

"Aku bermain hampir di setiap pertandingan musim ini dan setiap pertandingan aku selalu mencoba yang terbaik. Aku tahu aku sering melakukan kesalahan dan tak selalu bermain baik. Tapi, aku tak tahu ada pemain yang tak pernah melakukan kesalahan. Jadi, aku hanya mencoba untuk melakukan yang terbaik."

Apakah kamu merasa nyaman berduet dengan Daniel Agger?

"Untuk saat ini aku menikmati duetku dengan Agger. Dia pemain yang bagus dan juga sosok yang baik."

Apa kiatnya untuk tetap menjadi pemain inti?

"Sangat penting untuk tetap bermain baik karena kami memiliki pemain yang hebat. Ada semacam persaingan untuk mendapatkan tempat di skaud inti. Aku rasa ini menjadi hal yang baik karena setiap pemain akan bekerja keras. Ini juga membuat manajer kesulitan untuk menentukan siapa yang akan ia pilih."

Sunday, February 6, 2011

Belum Pernah Menang, Dalglish Coba Cole

Gelandang Liverpool, Joe Cole.

LIVERPOOL, KOMPAS.com — Setelah sejumlah eksperimennya gagal membuahkan kemenangan, Manajer Liverpool Kenny Dalglish mempertimbangkan memainkan gelandang Joe Cole, yaitu untuk pertandingan Premier League melawan Wolverhampton Wanderers, Sabtu (22/1/2011).

Dalglish menangani Liverpool menggantikan Roy Hodgson pada 8 Januari lalu. Sejak itu Liverpool telah mengarungi dua pertandingan Premier League dan tak pernah memakai jasa Cole. Hasilnya, Liverpool menyerah 1-2 kepada Blackpool dan ditahan 2-2 oleh Everton.

Situasi itu disebut Daily Mirror membuat Dalglish berharap Cole bisa memperbaiki peruntungannya dan optimistis rencananya akan berjalan sesuai dengan rencana.

Melawan Wolverhampton, Liverpool masih belum akan diperkuat kapten Steven Gerrard akibat menjalani sanksi skors. Laga versus Wolverhampton merupakan pertandingan terakhir dari masa hukuman tiga kali skors untuk Gerrard.

Selain itu, Liverpool juga kemungkinan juga tidak akan diperkuat penyerang Milan Jovanovic. Jovanovic mengalami flu dan disebut belum akan sembuh untuk pertandingan versus Wolverhampton.

Berikut ini adalah perkiraan skuad Liverpool yang dibawa Dalglish melawan Wolverhampton: Reina, Kelly, Skrtel, Agger, Johnson, Lucas, Meireles, Kuyt, Cole, Rodriguez, Torres, Gulacsi, Aurelio, Kyrgiakos, Poulsen, Shelvey, Babel, Ngog, Spearing, dan Pacheco. (MIR)

Thursday, January 27, 2011

Dalglish: Liverpool Kurang Beruntung

LIVERPOOL, KOMPAS.com — Manajer Liverpool Kenny Dalglish menilai keberuntungan belum bersama timnya. Ia pun meminta pasukan dan suporter untuk bersatu mengubah peruntungan mereka.

Hal itu berkaitan dengan pertandingan Premier League antara Liverpool dan Everton, Minggu (16/1/2011). Liverpool tampil bagus, terutama pada babak pertama dan unggul lebih dulu melalui Raul Meireles pada menit ke-29.

Namun, Liverpool sempat terancam kalah ketika Everton membalas itu dengan dua gol dari Sylvain Distin (46) dan Jermaine Beckford (52).

Liverpool akhirnya bisa menutup pertandingan dengan skor 2-2 berkat gol Dirk Kuyt pada menit ke-68 dari titik penalti.

"Kami mengawali pertandingan dengan sangat baik. Saya tak tahu apakah pemain yang mengangkat penonton atau penonton yang mengangkat suporter. Kami akan jauh lebih baik jika kami bersama-sama," ujar Dalglish.

"Saya pikir, hari ini kami menunjukkan bahwa kami peduli kepada klub ini dan mungkin kami bisa mengubah keadaan lebih cepat ketimbang lebih lambat. Anda bisa katakan kami pantas menang, tetapi saat ini kami tidak disertai nasib baik," katanya.

"Pujian besar kepada pemain karena mereka terus melangkah ke pintu dan menjadi lebih baik. Semakin keras kami berusaha, semakin cepat (perbaikan) itu terjadi," ujarnya. (GL)

Penulis: Tjatur Wiharyo   |   Editor: Tjatur Wiharyo   |   Loading...

Friday, January 21, 2011

Dalglish: Saya Belum Lupa Melatih

Pealtih Liverpool, Kenny Dalglish.

LIVERPOOL, KOMPAS.com - Kenny Dalglish, membantah bahwa dia agak kagok menangani tim, setelah 10 tahun tak menjadi pelatih. Menurutnya, dia belum lupa melatih.

Dalglish kembali menangani Liverpool menggantikan Roy Hodgson. Dia terakhir melatih Celtic dan dipecat pada 2000. Setelah itu, ia tak pernah melatih lagi, kecuali diminta menangani Akademi Liverpool.

Dalglish baru sekali mendampingi Liverpool saat melawan Manchester United di Piala FA dan kalah 0-1. Pelatih 59 tahun itu menegaskan, hasil itu bukan karena dia masih harus melakukan penyesuaian untuk melatih.

"Saya kira bukan itu masalahnya. Saya menyaksikan sepak bola sebanyak orang-orang yang terlibat sepak bola. Saya penonton yang selalu berpikir," terang Dalglish.

Dalglish memang bagian dari kebesaran Liverpool. Saat menjadi pemain, dia membawa klub itu juara Divisi Utama (sekarang Premier League) sebanyak enam kali. Dia juga mempersembahkan satu Piala FA, empat Piala Liga, lima Charity Shield, tiga Liga Champions, dan satu Piala Super Eropa.

Begitu menjadi manajer Liverpool pada 1985-1991, dia memeprsembahkan tiga gelar Divisi Utama, dua Piala FA, dan dua Charity Shield. Pengalaman dan suksesnya itu diharapkan kembali membawa kebesaran "The Reds".

Penunjukan Dalglish memang terkesan terburu-buru dan mendadak, setelah pemecatan Roy Hodgson. Namun, Dalglish menegaskan, dia bukan sekadar lewat, tapi akan bekerja seperti pealtih lainnya. (AP)