CEO Persebaya 1927, Saleh Mukadar. TABANAN, KOMPAS.com — Keputusan PSSI memberikan 99 persen saham PT Liga Indonesia kepada klub peserta LSI disambut nada miring oleh CEO Persebaya 1927, Saleh Mukadar. Menurutnya, hal itu tak lebih dari sekadar akal-akalan dan bualan Nurdin Halid saja.
"Ini bentuk kampanye Nurdin Halid agar dipilih lagi sebagai ketua umum. Coba tanya, bagaimana pembagiannya," ujar Saleh kepada wartawan.
Tak hanya menganggap itu semua hanya akal-akalan Nurdin Halid, Saleh yang kemarin diusir paksa dari lokasi kongres di Pan Pacific Nirwana Resort, Tabanan, Bali, juga tak yakin ide tersebut bakal terealisasi.
Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, PSSI memang mengaku belum tahu sistem pembagian saham tersebut nantinya seperti apa. Sekjen PSSI Nugraha Besoes bahkan sempat mengatakan di dalam kongres bahwa semua itu akan diserahkan kepada PT Liga Indonesia sendiri. "Biar PT Liga yang mengatur semua itu," ujarnya.
Aktivis memasang baliho jelang Jambore Perubahan Sepak Bola Indonesia di Tugu Proklamasi, Jakarta, Kamis (20/1/2011). Aliansi Suporter Indonesia dan komunitas Save Our Soccer menggelar Jambore Perubahan Sepak Bola Indonesia hingga 24 Januari, bersamaan dengan Kongres Tahunan PSSI di Bali. Jambore ini sebagai wadah bagi para pencinta bola untuk mengkristalkan tuntutan memperbaiki kondisi sepak bola nasional.