Showing posts with label Kongres. Show all posts
Showing posts with label Kongres. Show all posts

Friday, June 17, 2011

Suporter Dipersilakan Hadiri Kongres PSSI

Suporter yang peduli sepak bola ikut hadir di Kongres PSSI II, Sabtu (22/1/2011). Suporter tetap diperbolehkan menghadiri kongres, asal tetap menaati aturan.

SOLO, KOMPAS.com Anggota Komite Normalisasi (KN) PSSI, FX Hadi Rudyatmo, menegaskan, tidak ada larangan bagi suporter sepak bola yang akan datang pada Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Solo, 9 Juli 2011. Asalkan, mereka menaati peraturan.

"Silakan mereka kalau mau datang ke Solo saat digelarnya KLB PSSI, lebih banyak lebih bagus, karena ini juga bisa mendongkrak perkembangan perekonomian masyarakat di sini," katanya di Solo, Jumat (17/6/2011).      

Ia mengakui, dalam KLB PSSI nanti akan ada suporter yang datang ke Solo untuk memberikan semangat berlangsungnya kongres tersebut dan hal ini dinilainya cukup bagus. "Sepak bola tidak ada suporter ya memang kurang lengkap," kata Wakil Wali Kota Surakarta ini.

Menyinggung mengenai panitia pelaksanaan KLB, ia mengatakan, untuk sementara ini masih dalam persiapan dan, kalau nanti semuanya sudah beres, panitia lokal juga akan melakukan rapat dengan panitia pusat. "Jadi, untuk sekarang ini semuanya masih dalam pembicaraan. Tunggu saja. Tapi, Solo tetap siap menjadi tuan rumah kongres tersebut," jaminnya.

KLB PSSI memiliki agenda memilih Ketua Umum PSSI, Wakil Ketua Umum PSSI, dan Komite Eksekutif (Exco) periode 2011-2015. "Kongres ini apabila gagal kembali FIFA akan memberikan sanksi pada PSSI," katanya. (ANT)

Thursday, June 16, 2011

GRSNI: KN Jangan Mempersulit Kongres

JAKARTA, KOMPAS.com — Juru bicara Gerakan Reformasi Sepak bola Indonesia (GRSNI), Halim Mahfudz, mengkritik Komite Normalisasi PSSI yang berencana menerapkan sistem E-Voting pada kongres mendatang. Menurut Halim, sistem ini malah mempersulit pemilihan di kongres nanti.

Rencananya, kongres PSSI di Solo pada 9 Juli mendatang akan menggunakan sistem tersebut. Sementara itu, Halim menilai sistem ini rentan kecurangan.

"Ini pernah dipakai di India, Amerika, dan ini sering terjadi kesalahan," tutur Halim di Jakarta, Jumat (17/6/2011).

"Tugas Komite Normalisasi adalah sebagai penyelenggara Kongres PSSI. Sebaiknya, Komite Normalisasi (KN) menyelenggarakan kongres sesuai dengan Statuta FIFA, Standard Electoral Code, dan Statuta PSSI, dengan niat memudahkan, bukan membuat sulit," ucap Halim.

Menurut statuta, E-Voting hanya bisa dilaksanakan untuk pengambilan keputusan yang tidak merujuk pada kepemihakan dan tidak menyangkut nama orang, seperti disebut pada Pasal 27 Ayat 2 Statuta PSSI bahwa, "A decision that requires a vote shall be reached by a show of hands or by means of electronic count. If a show of hands does not result in a clear majority in a favor of motion, the vote shall be take by a calling the roll alphabetical order."

PSIS Tunggu Hasil Kongres PSSI

SEMARANG, KOMPAS.com — PSIS Semarang masih menunggu hasil Kongres PSSI di Kota Solo, 9 Juli 2011, untuk menentukan langkah pada musim kompetisi selanjutnya.

Sekretaris Umum PSIS, Setyo Agung Nugroho, di Semarang, Jumat (17/6/2011), mengatakan, hasil Kongres PSSI mendatang akan sangat menentukan arah kompetisi. "Bagaimana formatnya dan tim-tim mana saja yang terlibat, apalagi ada wacana untuk menggabungkan Liga Super dengan Liga Primer Indonesia," katanya.

Ia mengemukakan, kemungkinan besar arah kebijakan di pusat akan berganti, tergantung siapa yang menjadi Ketua Umum PSSI yang terpilih melalui kongres mendatang. "Kita hanya menunggu agar jangan salah melangkah," katanya.

Manajemen PSIS, katanya, sudah mempunyai jadwal pembubaran tim pada Juli 2011. Setelah itu, katanya, diharapkan langsung diikuti pembentukan tim supaya persiapan untuk musim kompetisi mendatang lebih panjang sehingga tim yang terbentuk juga lebih matang.

Ia mengatakan, idealnya tim terbentuk tiga bulan sebelum kompetisi itu berlangsung. "Hanya saja, kami belum mau terburu-buru karena semua klub juga mengambil langkah yang sama, yaitu wait and see, sampai kongres selesai digelar dan terpilih ketua umum yang baru," katanya.

Apalagi, katanya, ada larangan klub sepak bola profesional memakai dana APBD sesuai dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2011. Ia mengemukakan, PSSI harus mengambil sikap, di antaranya, menentukan berapa dana yang diberikan kepada klub.

"Jika sudah pasti berapa bantuan yang diperoleh, kita juga bisa mengambil ancang-ancang berikutnya, dari mana kita mendapatkan sisa pembayaran untuk kompetisi ke depan," katanya.

Ia mengakui, pada musim kompetisi mendatang, PSIS harus mencari sponsor. Itu tentunya tugas berat manajemen yang baru. Soal pemain yang layak dipertahankan, Setyo yang mantan manajer tim PSIS tersebut mengatakan, hal itu diserahkan kepada pelatih dan manajemen yang baru.

"Kita tentunya juga akan mendengarkan suara-suara dari masyarakat, terutama suporter. Yang pasti, belanja pemain juga harus memperhitungkan dana yang kita miliki," katanya.

Setyo setuju jika tim mendatang lebih mengakomodasi pemain lokal, terutama yang masih muda. Ini sesuai dengan kebijakan klub tanpa APBD.

"Tanpa APBD, otomatis kita harus lebih mengoptimalkan pemain lokal," katanya. (ANT)

Wednesday, June 8, 2011

Agum: Niatnya Harus Sukseskan Kongres

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar mengaku optimistis kongres PSSI akan berjalan lancar meskipun waktu pelaksanaan kongres dimajukan dari jadwal semula, yakni 30 Juni. Baginya, yang paling penting, para peserta memiliki niat menyukseskan kongres.

Pernyataan itu disampaikan Agum seusai rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR, Rabu (8/6/2011). Komisi X mengusulkan kepada Komite Normalisasi agar kongres dimajukan selambat-lambatnya pada 28 Juni. Itu karena Solo akan menjadi tuan rumah sebuah konferensi internasional. Agum pun sepakat penyelenggaraan kongres dimajukan.

"Wali Kota tadi melaporkan bahwa pada tanggal 30 Juni itu ada konferensi internasional di Solo yang dihadiri oleh perwakilan beberapa puluh negara. Jadi, Hotel Sunan sudah penuh pada 30 Juni. Oleh karena itu, Wali Kota menyarankan agar dimajukan pada tanggal 28. Nah, ini semua kami bahas dalam rapat besok oleh KN. Namun, untuk tempat, tetap di Solo," tutur Agum.

Agum mengaku tidak yakin bahwa dimajukannya waktu pelaksanaan kongres berpotensi terjadinya deadlock seperti yang terjadi pada kongres 20 Mei lalu.

"Kalau niatnya memang mau deadlock, mau tanggal berapa pun ya pasti deadlock. Niat ini yang harus kita ubah. Niatnya adalah untuk sukses," katanya.

Indonesia akan otomatis terkena sanksi oleh FIFA apabila kongres yang digelar di Solo, Jawa Tengah, nanti kembali deadlock seperti yang terjadi pada kongres 20 Mei lalu. Pasalnya, FIFA memberi batas waktu 30 Juni 2011.

Monday, February 7, 2011

Ada Bukti Nurdin Galang Kekuatan di Kongres

TABANAN, KOMPAS.com — Komisaris Utama Persebaya 1927 Saleh Mukadar mengaku telah mengetahui bahwa Kongres Tahunan PSSI digunakan oleh Ketua Umum PSSI Nurdin Halid untuk menggalang kekuatan agar bisa kembali maju pada pemilihan ketua periode 2011-2015.

"Malam ini di lokasi kongres telah beredar surat pernyataan agar mendukung Nurdin sebagai ketua umum PSSI kembali," katanya di sela-sela pelaksanaan kongres meski kehadirannya bukan sebagai peserta di Nirwana Resort, Bali, Sabtu (23/1/2011) dini hari.

Menurut dia, surat pernyataan dukungan telah disebar kepada peserta kongres atau pemilik hak suara meliputi pengurus provinsi (pengprov) PSSI serta perwakilan klub dari ISL hingga Divisi III.

Pihaknya mengaku telah mendapatkan bukti nyata dari surat pernyataan yang harus ditandatangani oleh pemilih hak suara dalam Kongres Tahunan PSSI.

"Saya telah punya bukti. Nanti saya akan memublikasikan kepada semuanya," katanya dengan tegas.

Persebaya 1927 di bawah kepemimpinan Saleh Mukadar yang saat ini berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI) sebetulnya tidak mendapatkan undangan untuk kongres. Meski demikian, klub asal Surabaya itu tetap ngotot datang karena mengaku masih tetap sebagai anggota PSSI sama sebelum mundur dari Divisi Utama.

Saat ingin masuk ke lokasi kongres, perwakilan Persebaya 1927 ditolak oleh panitia karena perwakilan dari Persebaya yang turun di Divisi Utama telah terlebih dahulu masuk ke dalam ruangan kongres.

"Kata panitia, Persebaya sudah ada yang masuk. Itu Persebaya yang mana? Yang sah dan mempunyai dukungan dari 30 klub dan Persebaya yang dipaksa pada nama Persebaya 1927," kata Saleh.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid saat dikonfirmasi sebelumnya membantah bahwa kongres tahunan ini digunakan mencari dukungan untuk maju kembali menjadi pimpinan tertinggi asosiasi sepak bola Indonesia itu.

"Kongres merupakan agenda resmi sesuai dengan statuta. Jadi tidak ada aksi untuk minta dukungan kepada pemilik suara," katanya saat dikonfirmasi di lokasi kongres, Jumat (21/1/2011).

Menurut dia, isu mencari dukungan untuk kembali menjadi ketua umum PSSI pada kongres ini murni fitnah dari pihak yang tidak bertanggung jawab karena pemilihan baru akan dilakukan pada kongres luar biasa, April nanti. (ANT)

Penulis: Hery Prasetyo   |   Editor: Hery Prasetyo   |   Loading...

Saturday, February 5, 2011

Pecalang Kawal Kongres PSSI

TABANAN, KOMPAS.com — Pengamanan yang cukup ketat menjelang pembukaan Kongres ke-2 PSSI, Jumat (21/1/2011) malam nanti, sudah terlihat mulai pintu masuk Hotel Pan Pasific Bali Nirwana Resort (BNR) sejak pagi hingga sore ini. Selain pengamanan dari pihak kepolisian, tampak juga berjaga-jaga sejumlah pecalang atau anggota keamanan swadaya masyarakat desa adat di Bali.

Mengenakan pakaian adat Bali dengan motif hitam putih, para pecalang yang berasal dari Desa Pekraman Beraban ini diplot untuk mengamankan lokasi pintu masuk hotel hingga di sekitar ruang arena kongres.

"Dari panitia minta untuk mengamankan dan kami sebagai warga Desa Beraban berkewajiban mengamankan lingkungan di sekitar kita," ujar Ketut Subamia, salah seorang anggota Pecalang.

"Kalau saya memang hobi nonton sepak bola, jadi saya antusias ikut mengamankan di sini," imbuhnya.

Subamia dan delapan rekannya bertugas sejak pukul 08.00 tadi hingga pukul 24.00 nanti, atau hingga usai acara pembukaan kongres.

Desa Pekraman Beraban memiliki 45 anggota pecalang, dan untuk hari ini hanya 9 pecalang yang diturunkan karena masih registrasi peserta dan pembukaan. Pada waktu hari H besok, jumlah personel pecalang akan ditambah.

Penulis: Muhammad Hasanudin   |   Editor: Aloysius Gonsaga   |   Loading...

Friday, February 4, 2011

Taufik: Masa Kongres Gelap-gelapan...

Aktivis memasang baliho jelang Jambore Perubahan Sepak Bola Indonesia di Tugu Proklamasi, Jakarta, Kamis (20/1/2011). Aliansi Suporter Indonesia dan komunitas Save Our Soccer menggelar Jambore Perubahan Sepak Bola Indonesia hingga 24 Januari, bersamaan dengan Kongres Tahunan PSSI di Bali. Jambore ini sebagai wadah bagi para pencinta bola untuk mengkristalkan tuntutan memperbaiki kondisi sepak bola nasional.

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan mengecam sifat penyelenggaraan Kongres PSSI yang disebut akan tertutup. Menurutnya, sebagai wujud transparansi publik, kongres yang akan dimulai malam ini di Tabanan, Bali, harus digelar secara terbuka.

"Masa kongres ya gelap-gelapan. Ruang harus dibuka agar diikuti oleh seluruh masyarakat," ungkapnya di Gedung DPR RI, Jumat (21/1/2011).

Menurut politisi PAN ini, sepak bola sudah menjadi jiwa masyarakat Indonesia. Di kota hingga desa, sepak bola dimainkan. Dengan perkembangan persepakbolaan nasional hingga saat ini, masyarakat juga memiliki keinginan yang besar untuk mengembangkan olahraga nasional secara bersama-sama dan haus akan nasionalisme kebangsaan.

Dengan terbuka, masyarakat bisa pula mengawasi agar persepakbolaan nasional tidak disisipi kepentingan-kepentingan tertentu, terutama kepentingan politik. Taufik tak sepakat kalau sepak bola Indonesia dibebani kepentingan-kepentingan politik.

"Lebih penting prestasi daripada kepengurusannya. Kita harap ke depan jangan sampai terkesan dikonotasikan seolah-olah semuanya bisa dipolitisasi, biarlah olahraga itu berjalan karena sepak bola sudah menjadi olahraga masyarakat dan sangat murah, dan digemari," katanya.

"Kita harap di kepengurusan olahraga mana pun, jangan diisi oleh orang-orang yang tidak tahu olahraga itu. Bulu tangkis, harusnya diisi oleh mantan juara-juara bulu tangkis, jangan catur. Artinya, sesuai dengan sunatullah, serahkan pada ahlinya. Bukan politisi dan jangan dipolitisasi," tandasnya kemudian. 

Kongres PSSI Bakal Didemo "Bonek"

Pendukung Persebaya Surabaya, Bonek berunjuk rasa di Polda Jawa Timur di Surabaya, Senin (10/1). Mereka memprotes polda yang dinilai mempersulit izin tanding Persebaya di Liga Premier Indonesia

TABANAN, KOMPAS.com — Suporter Persebaya 1927 atau bonek berencana berunjuk rasa dalam Kongres Tahunan PSSI di Tabanan, Bali, Jumat (21/1/2011) malam. Bonek protes karena Persebaya 1927 tidak mendapatkan hak suara dalam kongres nanti.

Persebaya merupakan salah satu klub yang dicoret dari PSSI karena telah membelot ke LPI. Padahal, berdasarkan Pasal 17 Ayat 2 Statuta PSSI, pemecatan anggota hanya bisa terjadi melalui kongres. Pengesahan pembekuan keanggotaan membutuhkan syarat minimal tiga perempat suara yang diperlukan dalam kongres.

Adapun Exco PSSI sesuai Pasal 16 Ayat 1 hanya bisa melakukan skors terhadap anggota yang dianggap secara serius dan terus-menerus melakukan pelanggaran. Namun, hal itu harus mendapat persetujuan dari tiga perempat peserta kongres yang datang.

"Persebaya sah menjadi anggota PSSI. Jangan karena menyeberang ke Liga Primer Indonesia, kami enggak punya suara," kata CEO Persebaya 1927, Saleh Mukadar, kepada wartawan. "Kalau saya yang dihukum, tidak berarti organisasi tidak punya suara. Pengurus-pengurus Persebaya lain punya suara," lanjutnya.

Saleh juga mempertanyakan sikap PSSI membuat Persebaya tandingan yang merumput Divisi Utama. "Persebaya bukan punya Nurdin Halid (Ketua Umum PSSI-red). Jangan bikin seenaknya," tegasnya.

Oleh karena itu, Saleh menyatakan, pihaknya akan menggelar unjuk rasa untuk menyuarakan haknya. "Sekitar 300 orang akan menggelar unjuk rasa malam nanti atau mungkin besok. Saya menilai Nurdin tidak mempunyai aturan. Kalau organisasi dipimpin mafia, begini jadinya," tukasnya.

Andi Darussalam dan Saleh Mukadar Mesra di Kongres PSSI

TABANAN, KOMPAS.com — Andi Darussalam Tabusala, Ketua PT Liga Indonesia, terlihat mesra dengan Saleh Mukadar, Komisaris Utama Persebaya 1927 yang membelot ke Liga Primer Indonesia (LPI), di arena Kongres II PSSI di Tabanan, Bali, Jumat (21/1/2011).

Keduanya yang tak sengaja bertemu di lobi Hotel Pan Pasific Bali Nirwana Resort, tempat diselenggarakannya kongres. Andi pun langsung menyapa dan memeluk Saleh layaknya dua sahabat yang sudah lama tak saling bertemu.

Saleh dan Andi pun tampak bercanda akrab. "Biar kita beda, kita tetap bersaudara. Kamu di sana (LPI), aku di sini (PSSI)," ujar Andi kepada sejumlah wartawan yang turut melihat kemesraan tersebut.

Dalam Kongres PSSI yang akan dimulai Sabtu (22/1/2011), Andi dan Saleh pun dalam situasi yang berbeda. Saleh yang tidak mendapat undangan dalam kongres ini akan berusaha memperjuangkan hak suaranya karena ia yakin Persebaya yang dipimpinnya adalah Persebaya yang sah sebagai anggota PSSI.

Penulis: Muhammad Hasanudin   |   Editor: R Adhi KSP   |   Loading...

Thursday, February 3, 2011

Kongres Tahunan PSSI Digelar Malam Ini

TABANAN, KOMPAS.com - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) akan menggelar Kongres Tahunan di Hotel Pan Pasific, Tanah Lot, Bali, pada Jumat (21/1/2011) malam ini. Kongres yang akan digelar selama dua hari ini akan dibuka langsung oleh Ketua Umum, Nurdin Halid dengan didampingi seluruh anggota Komite Eksecutive (Exco) PSSI.

Kongres PSSI merupakan kongres tahunan terakhir dari kepengurusan PSSI periode 2007-2011 yang beberapa kali mengalami penyempurnaan, termasuk restrukturisasi kepengurusan dan revitalisasi bidang-bidang, diantaranya Badan Tim Nasional (BTN).

Dilansir situs resmi PSSI, Sekjen PSSI Nugraha Besoes menyatakan bahwa kongres dihadiri lebih dari 100 peserta, terdiri dari ketua atau perwakilan 33 pengurus provinsi PSSI di Tanah Air. Hadir juga representasi klub-klub Djarum Indonesia Super League (DISL) dan Ti-Phone Divisi Utama yang dikelola oleh PT Liga Indonesia, dan representasi dari tiga kompetisi liga amatir yang diselenggarakan oleh Badan Liga Sepakbola Amatir Indonesia (BLAI) PSSI.

Representasi dari kompetisi DISL adalah sebanyak 15 tim, dari Ti-Phone Divisi Utama 16 tim, kompetisi Divisi I diwakili 14 tim, kemudian 12 tim dari Divisi II, dan 10 tim dari Divisi III. Sementara itu, pelatih Alred Riedl dan asisten Wolfgang Pikal dijadwalkan akan ikut serta di tengah-tengah peserta kongres untuk membahas program kerja timnas selanjutnya.

Alfred Riedl juga akan memberikan presentasi di Kongres PSSI dan menyampaikan rencana program Timnas  hingga persiapan SEA Games di November 2011. 

Penulis: Ferril Dennys   |   Editor: R Adhi KSP   |   Loading...

"Delegasi" LPI hadiri Kongres PSSI

TABANAN, KOMPAS.com- Meski sudah tidak berlaga di liga naungan PSSI dan membelot ke Liga Primer Indonesia(LPI), Komisaris Utama Persebaya 1927, Saleh Mukadar tetap berusaha untuk memperjuangkan hak suaranya di kongres ke-II PSSI 2011 yang digelar di Pan Pasific Bali Nirwana Resort (BNR), Tabanan Bali mulai, Jumat (21/01/2011).

Saleh bersikeras Persebaya 1927 merupakan Persebaya yang sah sebagai anggota PSSI. Saleh menganggap Persebaya "tandingan" yang tetap berlaga di divisi utama adalah ilegal karena bukan dibentuk oleh klub anggota."Nurdin Halid tidak punya hak untuk bikin klub, Persebaya yang sah adalah Persebaya 1927, kita kan punya 30 klub anggota, jadi mereka yang berhak membentuk Persebaya" ujar Saleh Mukadar saat ditemui Kompas.com di lobi hotel Pan Pasific BNR, beberapa saat lalu.

"Persebaya, PSM, Persibo, dan Persema sampai saat ini masih anggota PSSI," tegas Saleh.

Rencananya, Saleh dan pengurus klub yang membelot ke LPI akan bersatu untuk memperjuangkan suara mereka yang sengaja dihilangkan. "Saya dan rekan-rekan hadir disini untuk memperjuangkan suara yang sengaja dihilangkan supaya tidak hilang," jelasnya.

Saleh menilai kongres ini sudah di-setting oleh para petinggi PSSI sesuai agenda yang mereka inginkan. "Sesuai dengan statuta FIFA, seharusnya 8 minggu sebelum acara dimulai sudah ada pemberitahuan. Tapi sampai hari ini jangankan bicara jadwal, pemberitahuan aja tidak jelas. Ada sesuatu yang disengaja untuk mengaburkan semuanya," kata Saleh.

Penulis: Muhammad Hasanudin   |   Editor: Erlangga Djumena   |   Loading...