Showing posts with label Waspadai. Show all posts
Showing posts with label Waspadai. Show all posts

Wednesday, November 23, 2011

Hadapi Swedia, Capello Waspadai Ibrahimovic

Pelatih Inggris, Fabio Capello.

LONDON, KOMPAS.com - Manajer tim nasional Inggris, Fabio Capello, meminta anak asuhnya mewaspadai pergerakan striker Swedia, Zlatan Ibrahimovic, saat kedua tim bertemu di laga uji coba, Selasa (15/11/2011).

Capello tahu betul karakter brahimovic. Capello pula yang memboyong Ibra dari Ajax ke Juventus. Capello sudah tahu kekuatan dan kelemahan Ibrahimovic.

"Ibrahimovic merupakan pemain yang bagus yang bisa menentukan pertandingan papan atas dalam satu momen. Saya membawanya ke Juventus untuk alasan ini. Saya tahu seberapa penting dia untuk Swedia dan seberapa berbahayanya dia untuk setiap lawan," kata Capello.

Namun, Capello tak hanya mau fokus ke Ibra seorang. Capello tetap akan memberikan perhatian khusus kepada pasukan Erik Hamren yang ia nilai akan merepotkan pasukannya.

"Mereka (Swedia) tim yang bagus dan bermain dengan sangat terorganisasi. Setiap orang tahu apa yang mereka butuhkan di setiap momen dalam pertandingan. Ini adalah negara kecil dengan populasi yang rendah, tapi akan selalu sulit untuk mengalahkan Swedia," tutur Capello.

Tuesday, March 29, 2011

Macan Kemayoran Waspadai Serangan Kilat Persipura

JAKARTA, KOMPAS.com - Big match Liga Super Indonesia antara Persija Jakarta dan Persipura Jayapura akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (31/3/2011). Pelatih "Macan Kemayoran", Rahmad Darmawan, mengaku sangat mewaspadai serangan kilat dari Boaz Salossa dan kawan-kawan.

Baik Persija maupun Persipura kini sedang "menguasai" LSI. Keduanya bertengger nyaman di puncak klasemen. Persipura berada di puncak dengan selisih 8 poin dari Persija di posisi kedua. Rahmad mengatakan, timnya siap habis-habisan di laga ini untuk memangkas jarak.

"Secara umum tak ada masalah, semua pemain siap kecuali Toni Sucipto yang cuti menikah, yang lain bisa main semua," papar Rahmad saat dihubungi wartawan, Rabu (30/3/2011).

Rahmad menilai, menghadapi tim sekelas "Mutiara Hitam" perlu persiapan khusus karena mereka memiliki kelas yang berbeda. Apalagi, dalam hal kecepatan, duet Boaz dan Titus Bonai memiliki speed di atas rata-rata.

"Saya sependapat, dibutuhkan strategi khusus untuk menyerang dan bertahan. Mereka memiliki counter attack dan daya juang yang bagus selama 90 menit. Itu sudah mereka buktikan lawan Persib Bandung, di mana kedudukan tertinggal 0-2 bisa mereka samakan," tuntas Rahmad.

Jika "Macan Kemayoran" sanggup menang, maka persaingan juara akan semakin terbuka. Sebaliknya, jika kalah, maka Persipura akan semakin leluasa berlari sendirian di posisi terdepan.

Thursday, January 6, 2011

Waspadai "Suporter Penyusup" Kacaukan Pertandingan!

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOSuporter Indonesia sangat kompak saat mendukung timnya bertanding. Ini sangat membantu perjuangan Firman Utina dkk di Piala AFF 2010.

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi tak sportif suporter Malaysia pada pertandingan leg pertama final Piala AFF 2010, Minggu (26/12/2010) lalu, boleh jadi membuat pecinta sepakbola Tanah Air kecewa. Sinar laser yang disorotkan ke wajah kiper Timnas Indonesia, Markus Horison, memang bukan penyebab mutlak kekalahan 0-3.

Tapi kelakuan tak sportif itu telah merusak konsentrasi dan psikologis para pemain Indonesia. Pertandingan leg kedua yang akan digelar besok di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, akan menjadi partai penentuan.

Para suporter Indonesia yang dipastikan bakal "memerahkan" GBK, diingatkan untuk berlaku sportif. Pesan dan seruan itu pun menyebar melalui BBM (Blackberry Messenger) sejak awal pekan ini. Suporter kita yang terkenal agresif diimbau untuk tidak terprovokasi. Bukan tak mungkin ada pihak-pihak yang menyusup dan mengacaukan pertandingan.

"Mari berhati-hati dengan kelompok yang menyaru menjadi suporter Timnas Indonesia dan menggunakan laser agar pertandingan dihentikan dan Malaysia menang WO. Jadi TANGKAP PENGGUNA LASER Di GBK Nanti!!!

Ini tidak gampang dicegah, satu kelompok punyusup bisa berisi 20 orang atau lebih berkaus Timnas Indonesia yg saling melindungi operasi mereka, pakai laser, petasan besar, yang penting bagi mereka pertandingan berhenti dikarenakan: akibat suporter Indonesia.

Intinya adalah memprovokasi suporter Indonesia yg memang mudah panas untuk ikut menggerogoti perjuangan Timnas kita sendiri, yg ujung-ujungnya malah bikin kita kalah secara memalukan melalui penghentian oleh panitia akibat kerusuhan ataupun insiden akibat perilaku suporter Indonesia.

Jadi mari kita bantu petugas keamanan nanti tanggal 29 untuk menjaga perjuangan Timnas kita agar tidak digerogoti suporter Timnas palsu," demikian bunyi pesan berantai itu.

Insiden laser di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia memang memancing reaksi keras dari masyarakat Indonesia melalui dunia maya. Bahkan #malaysiacheatlaser menjadi trending topics di microbloging Twitter sesaat setelah pertandingan.

Namun, seruan untuk tak melakukan aksi serupa juga dilakukan dengan #loveindonesia. Prestasi gemilang Timnas memang kita dambakan. Menang kalah dalam sebuah kompetisi adalah hal biasa. Apapun hasilnya, pasti semua berharap dilahirkan dari sebuah proses yang fair dan bersih dari tindakan curang.

Seperti disampaikan salah seorang pendukung Timnas, Dodi, yang dijumpai Kompas.com tengah berburu kaos Timnas di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, kemarin.

"Saya tadinya tidak tertarik membeli kaos ini (kaos Timnas). Tetapi, setelah kita kalah dari Malaysia dan ada laser itu, saya pikir seluruh rakyat Indonesia harus memberi dukungan lebih besar agar Timnas lebih percaya diri. Saya beli ini karena mau nonton bareng dengan kawan-kawan," kata Dodi.

Meski tak menyaksikan di Senayan, ia yakin, aliran dukungan yang tulus dari masyarakat akan sampai energinya ke para pemain yang akan berjuang malam nanti. Kepada para suporter di Senayan, ia berharap bisa memberikan dukungan dengan baik.

"Jangan curang kayak suporter Malaysia. Kita harus ajari mereka bagaimana jadi suporter yang baik. Nyanyikan saja Garuda di Dadaku sekeras-kerasnya," ujar karyawan swasta sebuah perusahaan konveksi ini.