Showing posts with label Suporter. Show all posts
Showing posts with label Suporter. Show all posts

Monday, November 14, 2011

Mourinho: Kemenangan 7-1 Ini untuk Suporter

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho.

MADRID, KOMPAS.com - Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, mendedikasikan kemenangan 7-1 yang diraih timnya saat bersua dengan Osasuna, Minggu (6/11/2011), untuk fans mereka.

Sebelumnya, sempat tersiar kabar di media Spanyol, bahwa fans Madrid sedikit kecewa dengan jadwal pertandingan ini yang harus digelar pada siang hari. Beberapa suporter awalnya terlihat tidak senang menonton laga ini. Namun, permainan gemilang pasukan "Los Blancos" membuat mereka melupakan kekecewaan tersebut dan ikut menikmati pertandingan.

"Ini fantastis. Mereka (fans) pulang ke rumah dan menikmati sisa hari yang ada. Kami tak perlu melakukan survei, fans sudah merespon hal itu dengan hadir di stadion," ujar Mourinho.

Mourinho pun secara khusus memberikan pujian kepada fans yang rela duduk di belakang gawang. "Jika tidak ada mereka, stadion akan kelihatan kosong," tuturnya.

Yang lebih membuat Mourinho tambah senang, tentulah hasil gemilang yang diraih timnya. Maklum, ini menjadi kemenangan ke-10 yang diraih secara beruntun dan membuat Madrid menguasai klasemen sementara dengan 28 poin, atau unggul empat angka dari pesaing terdekat, Barcelona.

"Kami bermain baik dan serius. Saya pikir kami berhak atas kemenangan beruntun ini. Saya tak bisa mengingat kapan kami menang, tanpa bermain dengan baik," kata pelatih asal Portugal tersebut. 

Friday, June 17, 2011

Suporter Dipersilakan Hadiri Kongres PSSI

Suporter yang peduli sepak bola ikut hadir di Kongres PSSI II, Sabtu (22/1/2011). Suporter tetap diperbolehkan menghadiri kongres, asal tetap menaati aturan.

SOLO, KOMPAS.com Anggota Komite Normalisasi (KN) PSSI, FX Hadi Rudyatmo, menegaskan, tidak ada larangan bagi suporter sepak bola yang akan datang pada Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Solo, 9 Juli 2011. Asalkan, mereka menaati peraturan.

"Silakan mereka kalau mau datang ke Solo saat digelarnya KLB PSSI, lebih banyak lebih bagus, karena ini juga bisa mendongkrak perkembangan perekonomian masyarakat di sini," katanya di Solo, Jumat (17/6/2011).      

Ia mengakui, dalam KLB PSSI nanti akan ada suporter yang datang ke Solo untuk memberikan semangat berlangsungnya kongres tersebut dan hal ini dinilainya cukup bagus. "Sepak bola tidak ada suporter ya memang kurang lengkap," kata Wakil Wali Kota Surakarta ini.

Menyinggung mengenai panitia pelaksanaan KLB, ia mengatakan, untuk sementara ini masih dalam persiapan dan, kalau nanti semuanya sudah beres, panitia lokal juga akan melakukan rapat dengan panitia pusat. "Jadi, untuk sekarang ini semuanya masih dalam pembicaraan. Tunggu saja. Tapi, Solo tetap siap menjadi tuan rumah kongres tersebut," jaminnya.

KLB PSSI memiliki agenda memilih Ketua Umum PSSI, Wakil Ketua Umum PSSI, dan Komite Eksekutif (Exco) periode 2011-2015. "Kongres ini apabila gagal kembali FIFA akan memberikan sanksi pada PSSI," katanya. (ANT)

Sunday, May 22, 2011

Suporter Bertopeng Menyerbu, Pertandingan Dihentikan

Para suporter Rapid Vienna memberi dukungan di tribun. Namun, sebagian dari mereka kemudian turun ke lapangan, hingga pertandingan lawan Austria Vienna, Minggu (22/5/2011) dihentikan.

VIENNA, KOMPAS.com — Partai derbi antara Rapid Vienna dan Austria Vienna di Stadion Hanappi, Minggu (22/5/2011), dihentikan wasit pada menit ke-26. Hal tersebut dilakukan setelah puluhan suporter tuan rumah menyerbu ke lapangan dengan tanpa baju dan sebagian memakai topeng.

Derbi Vienna memang salah satu pertandingan terpanas di Austria. Hampir setiap digelar, selalu ada insiden.

Minggu itu, suporter tuan rumah Rapid Vienna tampaknya kecewa. Pasalnya, babak pertama belum berakhir, mereka sudah tertinggal 0-2. Untuk melampiaskan kekecewaan, suporter turun ke lapangan dan membuat kerusuhan. Oleh karena itu, kedua tim langsung menghindar ke ruang ganti dan wasit Thomas Einwaller kemudian menghentikan pertandingan.

Para suporter itu menunjukkan kegarangan di lapangan. Mereka rata-rata melepas bajunya dan menunjukkan berbagai tato di badannya. Selain itu, sebagian besar dari mereka mengenakan topeng.

Dilaporkan pula, mereka menyerang bus tim Austria Vienna dan memecahkan kaca-kacanya. Namun, tak ada korban luka.

"Ini keputusan sulit buat kami, juga bagi kedua tim. Namun, pihak berwenang sudah menyatakan tak bisa menjamin keamanan jika pertandingan diteruskan. Saya minta maaf kepada sepak bola Austria," kata wasit Thomas Einwaller.

"Ini masa kegelapan terparah dalam satu dekade kebersamaan saya dengan Rapid. Saya benar-benar sedih dan terpukul," sesal Presiden Rapid Vienna Ruolf Edlinger.

"Saya minta maaf, terutama kepada para pemain yang secara fisik terancam," tambahnya. (AP)

Thursday, April 7, 2011

Leg II, Ferguson Andalkan Suporter

Manajer Manchester United Alex Ferguson.

LONDON, KOMPAS.com - Suporter dinilai akan menjadi kunci keberhasilan Manchester United (MU) memenangi leg kedua perempat final Liga Champions melawan Chelsea, di Old Trafford, 12 April mendatang dan lolos ke semifinal.

MU sudah melakoni leg pertama dan menang 1-0, di Stamford Bridge, Rabu (6/4/2011). Kemenangan ditentukan oleh gol Wayne Rooney pada menit ke-24. Ini adalah pertama kalinya MU menang di Stamford Bridge, sejak 2002.

"Ini baru setengah jalan, tapi kami mendapatkan keuntungan. Gol tandang sealu berarti sesuatu. Namun, keuntungan terbesar kami adalah Old Trafford. Dukungan untuk kami Selasa depan akan sangat fantastis. Saya bertaruh untuk itu," kata Ferguson.

"Rooney sekarang lebih rutin mencetak gol, yang dalam fase musim seperti sekarang ini, akan penting bagi kami. Golnya tadi adalah (contohnya)," tambahnya. (MU)

Monday, February 28, 2011

Pukul Pemain, Suporter Dipenjara Setahun

STEVENAGE, KOMPAS.com - Pengadilan Stevenage menjatuhkan vonis penjara 12 bulan dan larangan menonton sepak bola secara langsung di Inggris dan Wales selama enam tahun kepada suporter Stevenage, Robert Fitzgerald (24) karena menyerang bek klub idolanya, Scott Laird, pada pertandingan Piala FA melawan Newcastle, 8 Januari lalu.

Pertandingan itu berakhir 3-1 untuk Stevenage. Menurut Daily Mail, Ketika para pemain dan pendukung merayakan kemenangan, Fitzgerald masuk lapangan, menghampiri Laird, dan memukulnya. Insiden tersebut terekam kamera.

Ketika pertandingan berlangsung, menurut jaksa penuntut Peter Mansefield, sebelum laga usai,

Dalam pengakuan di pengadilan, Fitzgerald mengatakan, ia melakukan itu karena kekasihnya, Jade Coles, diperlakukan tidak baik oleh Laird. Motif itu membuat pengadilan menilai tindakan Fitzgerald kepada Laird bukanlah tindakan spontan, tetapi sudah direncanakan.

"Kami juga telah mendengar kesaksian dari keamanan pertandingan bahwa ia melihat Fitzgerald ada perilaku teratur dari Anda mengarah kepada Tuan Laird. Korban berada dalam posisi terbuka karena ia berada di lokasi untuk menjalankan tugas sebagai pesepak bola profesional," ujar hakim Linda Nadauld.

"Serangan itu tak beralasan dan tak terduga. Pengadilan harus menjatuhkan sanksi sebagai peringatan supaya insiden serupa tak terjadi lagi di lapangan sepak bola. Kami menjatuhkan sanksi karena ini akan mencegah terjadinya kekerasan dan pelanggaran dalam pertandingan sepak bola," tambahnya.

Sementara itu, menurut Daily Mail, Coles saat ini sedang hamil dan akan melahirkan pada Juli mendatang.(DM)

Penulis: Tjatur Wiharyo   |   Editor: Tjatur Wiharyo   |   Loading...

Thursday, February 10, 2011

Kerusuhan Suporter Rugikan PTKA Rp 247 Juta

Kereta api sering mengalami kerugian akibat ulah suporter sepak bola.

SURABAYA, KOMPAS.com - PT Kereta Api (PTKA) menderita kerugian sedikitnya Rp 247 juta terkait kerusakan sejumlah kereta api akibat ulah suporter tim sepak bola di Lamongan, Jawa Timur.

"Data sementara kami menyebutkan, kerugian akibat ulah suporter sebesar Rp 247 juta. Angka itu masih berpotensi meningkat," kata Asisten Manajer PTKA Daerah Operasi (Daop) VIII Surabaya Bidang Eksternal, Heri Winarno, di Surabaya, Selasa (25/1/2011).

Angka kerugian itu berdasarkan perhitungan atas kerusakan sejumlah rangkaian kereta api yang dilempari batu suporter sepak bola. Beberapa rangkaian kereta api yang mengalami kerusakan dengan intensitas ringan hingga sedang itu, di antaranya Argo Anggrek, Kertajaya, Gaya Baru, Malabar, Gajayana, dan Matarmaja.

Menurut dia, kerusakan itu tidak hanya akibat ulah LA-Mania (julukan suporter fanatik Persela Lamongan), melainkan juga Bonekmania (julukan suporter fanatik Persebaya Surabaya).

"Untuk Matarmaja dan Gaya Baru semua kaca jendelanya, yang masing-masing berjumlah 427 dan 490 lembar, pecah," kata Heri. (ANT)

Suporter Rusuh, Ibu Hamil "Shock"

Salah satu gerbong rangkaian kereta api diesel jurusan Padalarang-Cicalengka akan diperbaiki di Dipo Induk Kereta Daop 2 Bandung, Jawa Barat, Senin (24/1/2011). Kereta tersebut dirusak suporter Persib Bandung seusai melawan Arema Indonesia pada 23 Januari. Kini aksi serupa juga terjadi di Jawa Timur. Selain merugikan PT KA, aksi suporter di Jatim juga menyebabkan seorang ibu hamil shock.

SURABAYA, KOMPAS.com — Anarki yang dilakukan oleh suporter Persela Lamongan dengan melempari kereta api ikut mengakibatkan seorang ibu hamil menjadi korban. Ia shock karena kereta yang ditumpanginya dilempari oleh para suporter.

Ibu hamil itu menumpang KA Argo Anggrek. Tiba-tiba, kereta api kelas eksekutif jurusan Jakarta-Surabaya itu dilempari LA-Mania, suporter Persela, yang dendam dan mencari suporter Persebaya, Bonekmania.

Korban atas nama Helby, warga Sidoarjo, itu akhirnya dilarikan ke RS Ikatan Bidan Indonesia, Surabaya, atas tanggungan PT KAI.

Akibat peristiwa itu, PT KAI melarang suporter sepak bola menggunakan kereta api. "Bagi suporter yang sudah telanjur membeli tiket, akan kami angkut dengan bus," kata Asisten Manajer PT KAI Daerah Operasi (Daop) VIII Surabaya Bidang Eksternal Heri Winarno di Surabaya, Selasa (25/1/2011).

Aksi anarki itu bermula dari peristiwa tewasnya seorang LA-Mania di tangan Bonekmania yang menumpang KA Kertajaya dari Surabaya menuju Jakarta, Jumat (21/1/2011) malam, untuk menyaksikan tim kesayangannya bertanding di Tangerang, Banten.

Seorang LA-Mania lainnya juga ditemukan kritis setelah mengalami penyiksaan di atas KA Kertajaya dan dilempar di tengah persawahan.

Tak terima dengan kejadian itu, warga Lamongan dan LA-Mania melakukan penghadangan di ruas jalur Babat-Lamongan sejak Senin (24/1/2011) pagi.

Namun, aksi penghadangan LA-Mania itu tak membawa hasil sehingga mereka pun melampiaskan kemarahannya dengan melempari kereta api yang melintas di jalur tersebut.

Heri menambahkan, pihaknya telah meminta bantuan Daop I, III, IV, dan VII untuk melakukan sweeping terhadap Bonekmania sebelum melewati Lamongan.

Beberapa Bonekmania yang memiliki tiket dipindahkan dengan angkutan lain atas biaya PT KAI, sedangkan yang tidak punya tiket bertanggung jawab pada dirinya sendiri. (ANT)

Tuesday, January 11, 2011

Suporter Sepak Bola Semakin Dewasa

Suporter cilik tampak antusias mendukung timnas Indonesia sebelum partai final leg kedua Piala AFF 2010 antara timnas Indonesia melawan Malaysia, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (29/12/2010).

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain menghadirkan atmosfer spektakuler di dalam stadion sepanjang turnamen, kedewasaan suporter menerima kegagalan tim nasional Indonesia dalam meraih gelar Piala AFF 2010 pantas mendapat apresiasi tinggi. Namun, kedewasaan itu tidak diikuti PSSI yang justru bersikap kekanak-kanakan dan gagal melayani gairah meluap para suporter.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Jakarta, Kamis (30/12/2010), mengucapkan terima kasih kepada suporter yang telah bersikap sportif dan tidak menciptakan kerusuhan. Suporter Indonesia dinilai sebagai masyarakat yang telah dewasa dan mampu menjaga keamanan dan ketertiban Ibu Kota.

”Alhamdulillah semua berlangsung aman. Semua ini terwujud atas niat baik warga Jakarta dan Indonesia untuk mendukung olahraga di Indonesia tumbuh dan berkembang dengan baik. Sikap ini patut diapresiasi dan bisa jadi contoh di kemudian hari,” kata Fauzi Bowo.

Masyarakat menunjukkan kedewasaannya dengan bersikap tertib sejak penyisihan sampai final. Sikap sportif dan dewasa semacam ini diharapkan dapat terus dipertahankan oleh suporter Indonesia saat mendukung tim nasional atau klub kesayangan mereka dalam berbagai ajang pertandingan.

Sikap kekanak-kanakan justru ditunjukkan pengurus PSSI, contohnya dengan pernyataan menjelang laga pertama bahwa Indonesia bakal walk out jika ada gangguan sinar laser. Akhirnya dalam ”15 menit yang kacau”, diawali terhentinya laga akibat protes gangguan laser, tim Merah-Putih kebobolan tiga gol di Kuala Lumpur. Pelatih Alfred Riedl menyebut momen itu sebagai kunci kegagalan menjadi juara, meski menang 2-1 di Jakarta.

Menurut sosiolog Universitas Indonesia, Tamrin Amal Tomagola, ada sejumlah faktor yang menyebabkan suporter begitu tertib meski harus kembali menelan kekecewaan seusai laga final. ”Pendukung Indonesia menyadari apa yang dilakukan penonton Malaysia adalah salah dan hal itu tidak pantas ditiru dan dibalas,” kata Tamrin.

Lebih lanjut, suporter juga realistis, sangat berat untuk mengatasi ketinggalan 3-0. ”Suporter melihat sendiri pemain telah bekerja keras di lapangan dan menerima kegagalan itu karena tahu tidak ada yang salah dengan tim nasional Indonesia. Suporter menyadari masalah sesungguhnya justru ada di PSSI dan Nurdin Halid,” papar Tamrin.

Sepanjang turnamen, teriakan ”Nurdin turun, Nurdin turun!” terus menggema di Gelora Bung Karno, bahkan sekalipun Indonesia menang. Desakan agar Nurdin Halid mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI juga menggema hebat di situs jaringan sosial Facebook dan microblogging Twitter.

Tamrin menambahkan, gairah luar biasa suporter itu harus ditangkap sebagai momentum kebangkitan sepak bola Indonesia yang selama ini terpuruk. ”Harus ada rancangan, stimulans, perencanaan untuk membangkitkan persepakbolaan. Sepak bola harus jadi gerakan yang luas, diawali dengan reformasi di PSSI yang jadi akar permasalahan sepak bola di Indonesia,” ujar Tamrin. (ECA/RAY)

Thursday, January 6, 2011

Waspadai "Suporter Penyusup" Kacaukan Pertandingan!

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOSuporter Indonesia sangat kompak saat mendukung timnya bertanding. Ini sangat membantu perjuangan Firman Utina dkk di Piala AFF 2010.

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi tak sportif suporter Malaysia pada pertandingan leg pertama final Piala AFF 2010, Minggu (26/12/2010) lalu, boleh jadi membuat pecinta sepakbola Tanah Air kecewa. Sinar laser yang disorotkan ke wajah kiper Timnas Indonesia, Markus Horison, memang bukan penyebab mutlak kekalahan 0-3.

Tapi kelakuan tak sportif itu telah merusak konsentrasi dan psikologis para pemain Indonesia. Pertandingan leg kedua yang akan digelar besok di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, akan menjadi partai penentuan.

Para suporter Indonesia yang dipastikan bakal "memerahkan" GBK, diingatkan untuk berlaku sportif. Pesan dan seruan itu pun menyebar melalui BBM (Blackberry Messenger) sejak awal pekan ini. Suporter kita yang terkenal agresif diimbau untuk tidak terprovokasi. Bukan tak mungkin ada pihak-pihak yang menyusup dan mengacaukan pertandingan.

"Mari berhati-hati dengan kelompok yang menyaru menjadi suporter Timnas Indonesia dan menggunakan laser agar pertandingan dihentikan dan Malaysia menang WO. Jadi TANGKAP PENGGUNA LASER Di GBK Nanti!!!

Ini tidak gampang dicegah, satu kelompok punyusup bisa berisi 20 orang atau lebih berkaus Timnas Indonesia yg saling melindungi operasi mereka, pakai laser, petasan besar, yang penting bagi mereka pertandingan berhenti dikarenakan: akibat suporter Indonesia.

Intinya adalah memprovokasi suporter Indonesia yg memang mudah panas untuk ikut menggerogoti perjuangan Timnas kita sendiri, yg ujung-ujungnya malah bikin kita kalah secara memalukan melalui penghentian oleh panitia akibat kerusuhan ataupun insiden akibat perilaku suporter Indonesia.

Jadi mari kita bantu petugas keamanan nanti tanggal 29 untuk menjaga perjuangan Timnas kita agar tidak digerogoti suporter Timnas palsu," demikian bunyi pesan berantai itu.

Insiden laser di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia memang memancing reaksi keras dari masyarakat Indonesia melalui dunia maya. Bahkan #malaysiacheatlaser menjadi trending topics di microbloging Twitter sesaat setelah pertandingan.

Namun, seruan untuk tak melakukan aksi serupa juga dilakukan dengan #loveindonesia. Prestasi gemilang Timnas memang kita dambakan. Menang kalah dalam sebuah kompetisi adalah hal biasa. Apapun hasilnya, pasti semua berharap dilahirkan dari sebuah proses yang fair dan bersih dari tindakan curang.

Seperti disampaikan salah seorang pendukung Timnas, Dodi, yang dijumpai Kompas.com tengah berburu kaos Timnas di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, kemarin.

"Saya tadinya tidak tertarik membeli kaos ini (kaos Timnas). Tetapi, setelah kita kalah dari Malaysia dan ada laser itu, saya pikir seluruh rakyat Indonesia harus memberi dukungan lebih besar agar Timnas lebih percaya diri. Saya beli ini karena mau nonton bareng dengan kawan-kawan," kata Dodi.

Meski tak menyaksikan di Senayan, ia yakin, aliran dukungan yang tulus dari masyarakat akan sampai energinya ke para pemain yang akan berjuang malam nanti. Kepada para suporter di Senayan, ia berharap bisa memberikan dukungan dengan baik.

"Jangan curang kayak suporter Malaysia. Kita harus ajari mereka bagaimana jadi suporter yang baik. Nyanyikan saja Garuda di Dadaku sekeras-kerasnya," ujar karyawan swasta sebuah perusahaan konveksi ini.

Tuesday, January 4, 2011

Timnas Pulang, Suporter Hujan-hujanan

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Ilustrasi: Suporter.

JAKARTA, KOMPAS.com - Puluhan suporter Timnas Indonesia rela kehujanan menunggu kedatangan rombongan Timnas Indonesia di Hotel Sultan. Mereka mengaku tetap mendukung timnas dan ingin melupakan kekalahan dari Malaysia pada pertandingan semalam.

"Kami tetap mendukung timnas. Mereka sudah berusaha keras di Malaysia. Meski kalah, itu bukan kemauan mereka juga. Pokoknya kami tetap mendukung," ujar Syaiful, salah seorang pendukung timnas di depan Hotel Sultan, Senayan, Senin (27/12/2010).

Hingga pukul 11.00 WIB siang ini, rombongan timnas yang bertolak dari Halim Perdanakusuma masih belum terlihat mendatangi Senayan. Meski demikian, puluhan suporter terus berdatangan memenuhi halaman hotel dan di sekitar lobby hotel.

Mereka seolah tak perduli dengan lebatnya guyuran hujan yang turun semakin deras.

Tidak hanya para suporter, kedatangan rombongan anak asuh Albert Riedl tersebut juga ditunggu belasan jurnalis.

Mereka bahkan sudah terlihat memenuhi lobby hotel sejak pagi buta tadi. Tak hanya itu, aparat kepolisian dari Polsek setempat dan Polisi Pariwisata juga tak kalah sigap menyambut kedatangan mereka. (Alie Usman/Kontan)

Monday, December 20, 2010

BERITA FOTO: Lagak Ragam Suporter Indonesia

KOMPAS IMAGES/Roderick Adrian Mozes KOMPAS IMAGES/Roderick Adrian MozesSeorang bapak menggunakan kostum bola untuk mendukung Indonesia saat lawan Filipina di semifinal kedua Piala AFF 2010, Minggu (19/12/2010). Gayanya menarik perhatian hingga banyak yang ingin foto bersama.Seorang bapak rela melumuri tubuhnya dengan cat demi mendukung Indonesia saat melawan Filipina di laga kedua semifinal Piala AFF 2010, Minggu (19/12/2010).Sejumlah suporter merayakan kemenangan timnas Indonesia setelah berhasil mengalahkan Filipina dalam putaran kedua laga semifinal Piala AFF 2010, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (19/12/2010). Di final Indonesia akan bertemu dengan Malaysia yang sebelumnya berhasil menahan imbang Vietnam pada putaran kedua semifinal Piala AFF 2010.Ribuan suporter berkumpul di depan layar lebar yang disediakan panitia untuk menonton putaran kedua laga semifinal Piala AFF 2010 Indonesia lawan Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (19/12/2010). Meskipun telah memilik tiket nonton pertandingan, sejumlah suporter tidak bisa masuk karena kapasitas stadion yang tidak mencukupi.

JAKARTA, KOMPAS.com — Kemenangan Indonesia atas Filipina dalam dua pertandingan babak semifinal Piala AFF 2010 membuat ribuan suporter bahagia. Mereka selalu memberi dukungan dengan caranya demi kemenangan Indonesia.

Sukses Firman Utina juga menimbulkan euforia luar biasa. Bahkan, banyak penonton yang tak kebagian tiket dan terpaksa menonton lewat layar lebar.

Apa pun yang penting mendukung Indonesia. Wajah atau bahkan tubuh dicorat-coret, itu tak masalah. Semua demi kejayaan sepak bola Indonesia.

Bravo "Garuda", jayalah selalu di pentas sepak bola.

Hidupku dari Botol Bekas Suporter

KOMPAS IMAGES/Roderick Adrian Mozes KOMPAS IMAGES/Roderick Adrian Mozes KOMPAS IMAGES/Roderick Adrian Mozes KOMPAS IMAGES/Roderick Adrian MozesYadi (35) mengumpulkan botol-botol bekas suporter yang menonton pertandingan Indonesia lawan Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (19/12/2010). Pada laga-laga besar seperti Piala AFF, Yadi mampu mendapatkan uang sebesar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu. Yadi (35) mengumpulkan botol-botol bekas suporter yang menonton pertandingan Indonesia lawan Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (19/12/2010). Pada laga-laga besar seperti Piala AFF, Yadi mampu mendapatkan uang sebesar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu.Yadi (35) mengumpulkan botol-botol bekas suporter yang menonton pertandingan Indonesia lawan Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (19/12/2010). Pada laga-laga besar seperti Piala AFF, Yadi mampu mendapatkan uang sebesar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu.Yadi (35) mengumpulkan botol-botol bekas suporter yang menonton pertandingan Indonesia lawan Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (19/12/2010). Pada laga-laga besar seperti Piala AFF, Yadi mampu mendapatkan uang sebesar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu.

JAKARTA, KOMPAS.com — Putaran kedua laga Semifinal Piala AFF 2010 antara Indonesia dan Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, telah dimenangkan oleh Indonesia. Rasa puas dan bangga terlontar dari mulut Alfred Riedl seusai pertandingan. Decak kagum atas permainan Indonesia yang agresif terlontar dari mulut para suporter yang beranjak pulang.

Namun, hari belum berakhir bagi Yadi (35), pria asal Bandarejo, Semarang, Jawa Tengah. Bagi dia, berakhirnya pertandingan adalah tanda baginya untuk memulai pekerjaan mengumpulkan botol dan gelas minuman bekas yang bersebaran di bawah bangku penonton di SUGBK.

Mengumpulkan botol dan gelas bekas adalah pekerjaan Yadi sehari-hari selama ada di Jakarta. Dari hasil menjual botol bekas inilah dia mampu menghidupi istri dan ketiga anaknya yang ada di Semarang.

"Alhamdulillah, kalau ada pertandingan besar kayak gini bisa dapat Rp 150.000 sampai Rp 200.000," kata Yadi.

Yadi sudah berada di SUGBK sejak pagi. Sedikit demi sedikit dia mengumpulkan botol dan gelas plastik bekas yang dibuang oleh suporter. Waktu yang paling dinantikannya adalah saat pertandingan telah selesai karena akan ada ribuan botol dan gelas bekas yang bisa dia dapatkan di dalam stadion. Botol bekas tersebut akan dia taruh dalam satu karung besar yang menurutnya bisa mencapai berat 50 kilogram.

"Kalau sudah penuh karung-karungnya, saya baru pulang. Nanti di bawah saya taruh dalam satu karung besar, baru saya pikul ke Stasiun Palmerah. Besok pagi saya naik kereta ke Tanah Abang lalu lanjut ke Stasiun Manggarai," Yadi menjelaskan ritme kerjanya.

Sudah tiga tahun Yadi mengadu nasib di Jakarta. Karena tidak bisa membayar sewa tempat tinggal, Yadi memilih untuk tidur di peron Stasiun Kereta Api Manggarai. Sedikit demi sedikit dia mengumpulkan uang untuk dibawa pulang kampung.

"Pulang kampung itu bisa sebulan sekali. Tapi kalau uangnya lagi enggak ada, bisa 2 hingga 3 bulan sekali. Ya namanya orang perantauan dan enggak punya," tutur Yadi.

Sejak babak penyisihan Piala AFF 2010 hingga sekarang, Yadi mampu mengumpulkan uang sebanyak Rp 600.000, yang sudah dia sisihkan untuk biaya sekolah anak-anaknya.

"Saya punya anak tiga, yang paling tua cewek dan sebentar lagi nikah. Dua lagi cowok, masih SD dan TK," kata Yadi yang juga memuji penampilan Indonesia pada pertandingan putaran kedua semifinal melawan Filipina.

Hawa dingin malam menusuk tulang, lampu Stadion Utama Gelora Bung Karno satu per satu dimatikan. Namun, seakan-akan kurang, Yadi masih menyempatkan mengisi dua plastik besar dengan botol-botol bekas sebelum turun dan kembali pulang. "Malam ini saya tidur di Stasiun Palmerah dulu," kata Yadi lalu mencari beberapa botol lagi.