Showing posts with label Bachdim. Show all posts
Showing posts with label Bachdim. Show all posts

Monday, January 17, 2011

Rekan Bachdim di Utrecht Juga Mau Gabung ke Timnas

TRIBUNNEWS.COM — Seleksi tim nasional Indonesia U-23 akan dimulai Kamis (6/1/2011), dalam rangka persiapan menuju SEA Games dan juga kualifikasi olimpiade. Sebanyak 84 pemain yang dipanggil mengikuti seleksi sudah diumumkan Badan Tim Nasional melalui laman resmi PSSI.

Satu nama yang tidak tercantum dalam daftar tersebut adalah Stefano Lilipaly, mantan rekan Irfan Bachdim di FC Utrecht. Padahal, Deputi Bidang Teknis BTN Iman Arif sudah mengundang pemain Jong Utrecht tersebut untuk bergabung ke seleksi U-23. Stefano terpaksa menunda kedatangannya ke Jakarta karena baru saja pulih dari cedera pergelangan kaki kanan.

"Ya, saya ingin bergabung ke tim nasional (Indonesia), tapi pelatih saya, melalui saran tim medis dan agen saya, meminta agar tidak pergi sekarang," kata Stefano.

"Saya sempat cedera selama lima bulan. Pertama karena lengan patah, kemudian saya menderita cedera engkel kanan."

Stefano menambahkan, sekarang ini dirinya berada dalam kondisi yang cukup fit. Namun, timnya dijadwalkan berangkat ke Portugal pada 10 Januari mendatang, tepat pada hari ulang tahun Stefano yang ke-21. Lawatan Utrecht ke Portugal selama lima hari adalah dalam rangka training camp menjelang paruh kedua Eredivisie Belanda 2010/11.

Maklum saja, Stefano dinilai oleh Pelatih Ton Du Chatinier sebagai satu di antara kandidat penghuni skuad inti Utrecht. Apabila mampu menjalani training camp dengan sukses, Stefano berpeluang naik pangkat dari tim junior, Jong Utrecht. Beberapa pertandingan uji coba sudah dijadwalkan dalam training camp ini, di antaranya melawan Heerenveen dan salah satu klub Belgia, Standard Liege.

"Kepergian saya ke Indonesia masih tergantung dari level kebugaran saya selama pemusatan latihan. Setelah 100 persen fit, dan ditambah pengalaman beberapa pertandingan, saya akan diizinkan berangkat. Saya belum bisa memastikan tanggalnya, tergantung pertandingan dan saya akan memberitahukan," lanjutnya.

Stefano juga mengaku kenal dekat dengan Irfan karena pernah main bersama di Utrecht.

"Tapi, saya lebih akrab dengan kakaknya, Fardy. Saya mengetahui perkembangan Irfan masuk timnas dan ikut Piala AFF dari Fardy," sambungnya.

Selain itu, Stefano yang doyan nasi goreng ini akan menanyakan apakah Mark van der Maarel bersedia memperkuat Merah Putih. Mark merupakan pemain keturunan Indonesia yang berhasil menembus skuad inti Utrecht, tetapi sudah membela timnas Belanda U-21. (TRIBUNNEWS)

Editor: Tjatur Wiharyo   |   Loading...

Monday, January 3, 2011

Bachdim: Jangan Menyerah, Indonesia!

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Pemain Timnas Indonesia, Irfan Bachdim.

JAKARTA, KOMPAS.com — Striker tim nasional Indonesia, Irfan Bachdim, percaya bahwa timnya pasti bisa membalikkan keadaan melawan Malaysia pada leg kedua final Piala AFF, Rabu (29/12/2010). Bachdim yakin, "Garuda" dapat bangkit dan mempermalukan Malaysia.

Tim "Merah Puitih" secara menyakitkan dibekuk 0-3 oleh tuan rumah Malaysia, Minggu (26/12/2010). Pertandingan berjalan kontroversial karena adanya intimidasi dari suporter tuan rumah melalui sinar laser. Akibat sinar laser tersebut, Indonesia kehilangan konsentrasi dan dibobol tiga gol pada waktu yang berdekatan.

Kendati demikian, Bachdim meminta timnya tak perlu mencari alasan-alasan karena kalah. Baginya yang terpenting saat ini adalah "Garuda" bisa bangkit dan menyelesaikan misi mereka untuk membalas dendam.

"Tidak bisa tidur usai kekalahan ini!" tulis Bachdim melalui akun Twitter resminya.

"Tapi dagu tetap terangkat, kami bisa melakukannya di Jakarta! Tak mau beralasan omong kosong dengan laser-laser. Kami harus bisa melakukannya lebih baik lagi ketimbang semalam!!"

Bachdim tak banyak memberi kontribusi saat tim melawan Malaysia. Pelatih Alfred Riedl baru memasukkannya pada menit ke-65 setelah Indonesia tertinggal dua gol.

Masuknya Bachdim bersama Arif Suyono sebenarnya mampu memberikan gairah baru pada serangan "Garuda". Sayang, waktu yang sedikit tak memberi mereka kesempatan untuk mengeluarkan potensi maksimal.

"Seorang pemenang tidak pernah menyerah!!!" tuntas "bomber" 22 tahun tersebut.

Tim "Merah Putih" wajib menang dengan selisih empat gol jika ingin membalikkan keadaan sekaligus memenangkan Piala AFF 2010.