Showing posts with label Timnas. Show all posts
Showing posts with label Timnas. Show all posts

Wednesday, June 6, 2012

RD Belum Tahu Greg Gabung ke Timnas

Pemain naturalisasi Indonesia, Greg Nwokolo (kanan).

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelatih Pelita Jaya, Rahmad Darmawan, mengaku belum mengetahui bahwa Greg Nwokolo bergabung dengan tim nasional Indonesia untuk laga persahabatan melawan Filipina, di Rizal Memorial Stadium, Selasa (5/6/2012).

"Bagaimana mungkin dia main? Semalam aja makan bareng saya dan pemain lain di Hotel Cikarang," ungkap RD, sapaan akrab Rahmad, melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Selasa pagi.

"Memang betul dia pernah dihubungi (Penanggung Jawab Timnas, Bernhard Limbong). Dia cerita ke saya. Tapi, kemarin sore (dia) latihan bareng kita dan makan malam jam 19.00. Saya belum tahu pemain saya komplit atau tidak. Nanti jam 11.00 ada meeting baru tahu situasinya," beber RD.

Jika benar Greg membela timnas maka dipastikan pemain naturaliasi dari Nigeria tersebut bakal absen membela Pelita saat menjamu Mitra Kukar, Selasa sore.

Informasi soal bergabungnya Greg dengan tim nasional dilansir oleh situs resmi Federasi Sepak Bola Filipina (PFF). Greg disebut masuk ke dalam 21 pemain yang akan diboyong Pelatih Nil Maizar.

Jika betul begitu, Greg menjadi pemain ISL keempat yang akan membela skuad "Merah Putih". Sebelumnya, trio Papua—Titus Bonai (Persipura Jayapura), Oktovianus Maniani (Persiram Raja Ampat), dan Patrich Wanggai (Persidafon Dafonsoro)—lebih dulu memperkuat timnas saat melakoni sejumlah laga internasional beberapa waktu lalu. Greg akan mewarnai barisan depan timnas Indonesia yang diisi juga oleh Wanggai, Irfan Bachdim, Tibo, dan Yoshua Pahabol.

Sementara di lini tengah, Oktovianus Maniani, Fendri Mofu, Jajang Paliama, dan Hendra Bayu menjadi andalan dalam laga yang masuk ke dalam kalender FIFA ini.

RD Belum Tahu Greg Gabung Timnas

Pemain naturalisasi Indonesia, Greg Nwokolo (kanan).

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelatih Pelita Jaya, Rahmad Darmawan, mengaku belum mengetahui bahwa Greg Nwokolo bergabung dengan tim nasional Indonesia untuk laga persahabatan melawan Filipina, di Rizal Memorial Stadium, Selasa (5/6/2012).

"Bagaimana mungkin dia main? Semalam aja makan bareng saya dan pemain lain di Hotel Cikarang," ungkap RD, sapaan akrab Rahmad, melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Selasa pagi.

"Memang betul dia pernah dihubungi (Penanggung Jawab Timnas, Bernhard Limbong). Dia cerita ke saya. Tapi, kemarin sore (dia) latihan bareng kita dan makan malam jam 19.00. Saya belum tahu pemain saya komplit atau tidak. Nanti jam 11.00 ada meeting baru tahu situasinya," beber RD.

Jika benar Greg membela timnas maka dipastikan pemain naturaliasi dari Nigeria tersebut bakal absen membela Pelita saat menjamu Mitra Kukar, Selasa sore.

Informasi soal bergabungnya Greg dengan tim nasional dilansir oleh situs resmi Federasi Sepak Bola Filipina (PFF). Greg disebut masuk ke dalam 21 pemain yang akan diboyong Pelatih Nil Maizar.

Jika betul begitu, Greg menjadi pemain ISL keempat yang akan membela skuad "Merah Putih". Sebelumnya, trio Papua—Titus Bonai (Persipura Jayapura), Oktovianus Maniani (Persiram Raja Ampat), dan Patrich Wanggai (Persidafon Dafonsoro)—lebih dulu memperkuat timnas saat melakoni sejumlah laga internasional beberapa waktu lalu. Greg akan mewarnai barisan depan timnas Indonesia yang diisi juga oleh Wanggai, Irfan Bachdim, Tibo, dan Yoshua Pahabol.

Sementara di lini tengah, Oktovianus Maniani, Fendri Mofu, Jajang Paliama, dan Hendra Bayu menjadi andalan dalam laga yang masuk ke dalam kalender FIFA ini.

Tuesday, June 5, 2012

Lawan Filipina, Timnas Diperkuat Greg Nwokolo

Pemain timnas Indonesia, Greg Nwokolo (kiri) dan Victor Igbonefo ambil bagian dalam latihan di Doha, Kamis (10/11/2011). Indonesia akan bermain melawan Qatar dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2014 Zona Asia, 11 November.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim nasional Indonesia akan kembali diperkuat salah satu pemain yang berkompetisi di Indonesia Super League (ISL), yakni Greg Nwokolo, saat melakoni laga persahabatan melawan Filipina di Rizal Memorial Stadium, Filipina, Selasa (5/6/2012). Pemain naturalisasi asal Nigeria yang memperkuat klub Pelita Jaya itu masuk ke dalam 21 pemain yang akan diboyong Pelatih Nil Maizar.

Greg menjadi pemain ISL keempat yang akan membela skuad "Merah Putih". Sebelumnya, trio Papua - Titus Bonai (Persipura Jayapura), Oktovianus Maniani (Persiram Raja Ampat), dan Patrich Wanggai (Persidafon Dafonsoro) - lebih dulu memperkuat timnas saat melakoni sejumlah laga internasional beberapa waktu lalu.

Seperti dilansir situs resmi Federasi Sepak Bola Filipina (PFF), Greg akan mewarnai barisan depan timnas Indonesia yang diisi juga oleh Wanggai, Irfan Bachdim, Tibo, dan Yoshua Pahabol. Sementara di lini tengah, Oktovianus Maniani, Fendri Mofu, Jajang Paliama, dan Hendra Bayu menjadi andalan dalam laga yang masuk ke dalam kalender FIFA ini.

Hengky Ardiles, Abdul Rahman, Novan Setia, dan Diego Michiels masih mendapat kepercayaan untuk mengisi sektor pertahanan. Sedangkan posisi penjaga gawang akan diisi oleh Markus Horizon dan Endra Prasetya.

Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, sebelumnya mengungkapkan laga persahabatan melawan Filipina ini bertujuan untuk memperbaiki peringkat Indonesia di dunia. Selain itu, pertandingan ini juga dimaksudkan untuk menambah jam terbang penggawa skuad "Garuda" yang akan berlaga di turnamen Piala AFF November mendatang.

Berikut Susunan Lengkap Pemain:
Filipina
Kiper: Neil Etheridge, Roland Muller, Eduard Sacapano
Bek: Rob Gier, Jason Sabio, Juan Luis Guirado, Carlos Alberto de Murga, Bongbong Roxy Dorlas, Jerry Lucena, Dennis Cagara
Gelandang: James Younghusband, Manny Ott, Misagh Bahadoran, Patrick Gerry Anthony Reichelt, Jason De Jong, Paul Mulders, Marwin Janver Angeles, Lexton Moy, Jeffrey Christiaens, Chieffy Caligdong (c), Angel Guirado
Penyerang: Phil Younghusband, Ian Araneta, Denis Wolf

Indonesia
Kiper: Markus Maulana Horizon, Endra Prasetya
Bek: Hengky Ardilles, Novan Setia, Novendi, Whayu Wijiastanto, Hamdi, Abdul Rahman, Diego Michiels, Satrio Syam
Gelandang: Hendra Bayau, Jajang Paliama, Taufik, oktovianus Maniani, Fendri Mofu
Penyerang: Syamsul Arif, Patrick Wanggai, Irfan Bachdim, Titus Bonai, Greg Nwokolo, Yosua Pahabol

Saturday, November 12, 2011

Timnas U-23 Siap meski Buta Kekuatan Kamboja

Skuad Timnas U-23.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelatih tim nasional U-23, Rahmad Darmawan, menjelaskan, kondisi pemainnya semakin baik. Sekarang, kata Rahmad, tinggal menunggu hasil latihan mereka selama tiga bulan terakhir.

Timnas U-23 akan menjalani laga perdana mereka di SEA Games XXVI dengan menghadapi Kamboja di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Senin besok. Rahmad terus memotivasi pemainnya. Dalam latihan Minggu (6/11/2011) sore, Egi Melgiansyah dan kawan-kawan tidak ditempa dengan latihan berat. Para pemain disuguhi latihan ringan dengan permainan santai.

"Di ruang makan, kami juga buat seperti di ruang pertemuan. Kami buat pemain senang dan bergembira. Makanya pas waktu stretching dan cooling down tadi kami buat happy game. Itu tujuannya untuk merelaksasi mereka," tutur Rahmad kepada wartawan.

Soal laga besok, Rahmad mengaku akan tetap waspada. Mantan Pelatih Persija Jakarta ini juga menyatakan bahwa timnya sudah siap secara fisik dan mental melawan Kamboja.

"Semoga besok pemain bisa menjaga kondisinya. Kami akan siapkan taktik dalam meeting besok pagi. Kami belum tahu kekuatan Kamboja, tetapi paling tidak kami sudah punya sedikit gambaran bagaimana tipikal main mereka. Mereka lebih mirip dengan Myanmar dan Laos," kata Rahmad menjelaskan.

Meski di atas kertas kualitas Kamboja di bawah Indonesia, Rahmad tak mau meremehkan lawan. Ia mengatakan, pasukannya harus mewaspadai kegigihan Kamboja, seperti Myanmar bisa menahan agresivitas Vietnam.

Dalam duel yang berlangsung Sabtu lalu, Myanmar akhirnya bermain dengan 10 orang tetapi mampu menahan imbang Vietnam dengan skor 0-0. Myanmar bahkan punya dua peluang mencetak gol pada menit-menit akhir meski peluang itu gagal karena bola membentur tiang.

"Itulah sepak bola. Jadi kami tidak boleh lengah sedikit pun dan merasa di atas dari lawan. Sedikit kami meremehkan, kami kalah," ujar Rahmad.

Friday, November 11, 2011

Timnas U-23 Dipusingkan soal Bola

Bola Nike Seitiro yang digunakan dalam cabang sepak bola dalam SEA Games XXVI di Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com — Menjelang laga perdana di SEA Games XXVI, pelatih tim sepak bola nasional U-23, Rahmad Darmawan, sudah menyatakan timnya siap secara mental. Namun, timnas masih memiliki masalah dalam adaptasi karakter bola.

Egi Melgiansyah dan kawan-kawan belum sepenuhnya mengenal karakter bola Nike tipe Seitiro yang digunakan dalam turnamen ini. Pada latihan Sabtu, "Garuda Muda" hanya diberi waktu beberapa jam untuk menjajal bola baru tersebut.

Dalam rangkaian latihan sebelumnya, timnas U-23 menggunakan bola Nike tipe Tracer. Rahmad mengatakan, bola Seitiro yang menjadi bola resmi SEA Games tersebut lebih ringan dari bola Tracer sehingga sulit dikontrol karena bergerak liar.

"Soal bola saya bingung. Mereka bilang hanya dipinjamkan pada official training saja. Seharusnya setiap tim dapat bola tersebut untuk latihan karena untuk latihan keseharian itu sangat penting. Tadi pas mau latihan saya cari bola kok enggak ada. Di latihan kemarin ada, tetapi sekarang tidak ada," ujar Rahmad kepada wartawan seusai latihan, Minggu (6/11/2011) sore.

Rahmad mengakui, hal ini memengaruhi penampilan anak asuhnya. Ia mengatakan, para pemain membutuhkan waktu 10-15 menit untuk beradaptasi dengan si kulit bulat. "Untuk itu, saya berharap besok waktu warming up kami akan diberikan bola tersebut," kata Rahmad.

Ketika ditanya soal kemungkinan terjadinya hujan yang bisa memperburuk kondisi lapangan, Rahmad menyatakan pasrah pada kondisi cuaca. Ia sudah mengantisipasi kemungkinan buruk tersebut meskipun kondisi semacam itu akan mengubah permainan timnya.

Saturday, November 5, 2011

Timnas U-23 Buta Karakter Bola

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESPelatih timnas Indonesia U-23, Rahmad Darmawan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bola bisa dibilang menjadi salah satu elemen penting dalam sepak bola. Bola juga punya pengaruh yang besar terhadap penampilan tim. Pelatih tim nasional Indonesia U-23, Rahmad Darmawan pun mengamini hal ini. Ia juga menekankan pentingnya pengenalan bola jauh sebelum laga dimulai.

"Jangankan berat bola, jika bahan bola berbeda, efek bola juga akan berbeda. Perbedaan bola tentu akan mempengaruhi teknik permainan," jelas Rahmad.

Rahmad kemudian mengakui, pihaknya belum mengenal karakter bola Nike tipe Sie Piro yang akan digunakan dalam pertandingan cabang sepak bola SEA Games XXVI /2011. Sebab, hingga saat ini mereka belum mendapat pasokan bola tersebut dari pihak Panitia Penyelenggara (InaSOC). Selama persiapan SEA Games, timnas U-23 menggunakan bola Nike tipe Tracer.

"Kita belum coba bola baru. Jadi saya belum tahu perbedaannya dengan bola yang kami gunakan. Saya berharap dalam waktu dekat bola yang akan digunakan bisa disuplai ke kita untuk dicoba karena itu sangat penting," ungkap Rahmad.

"Seharusnya dari sekarang kita sudah mencobanya, tapi belum kami terima dari sekarang," lanjutnya lagi.

Bola Nike Sie Piro ini sendiri merupakan bola yang juga digunakan di Premier League. Bahkan di salah satu bagian bola terdapat lambang Premier League. Kabarnya, berat bola ini lebih ringan ketimbang bola yang sering digunakan timnas U-23. Hal ini membuat pergerakan bola lebih sulit untuk diprediksi. (IWN)

Thursday, August 11, 2011

Empat Pemain Papua Belum Gabung Timnas

Penyerang Boaz T Solossa, salah satu pemain asal Papua yang belum bergabung dalam pemusatan latihan timnas Indonesia di Cilegon.

JAKARTA, KOMPAS.com - Manajer tim nasional Indonesia, Ferry Kodrat, mengungkapkan ,hingga saat ini tinggal lima pemain lagi yang belum hadir dalam training camp di Cilegon. Dari kelima nama tersebut, empat di antaranya pemain asal Papua. Kelima pemain tersebut adalah Riccardo Salampessy, Boaz Solossa, Wahyu Wijiastanto, Ian Kabes, dan Oktovianus Maniani.

"Namun, hari Minggu semua pemain sudah berkumpul. Wahyu izin karena ayahnya meninggal. Kalau sisanya terkendala pada masalah penerbangan karena kerusuhan di Papua belum lama ini," ujar Ferry Kodrat ketika dihubungi wartawan, Jumat (5/8/2011).

Berarti sudah ada 25 nama yang hadir di Cilegon untuk menjalani latihan. Kemarin, baru ada lima nama yang berkumpul di Cilegon. Mereka adalah Fery Rotinsulu, Mohammad Nasuha, I Made Wirawan, Egi Melgiansyah, dan Hariono. Latihan ini sendiri dilakukan untuk persiapan laga kualifikasi Piala Dunia 2014.

PSSI memindahkan pemusatan latihan timnas dari Jakarta ke Cilegon karena menilai salah satu kota di Provinsi Banten tersebut mempunyai infrastruktur yang memadai. Iklim di Cilegon juga dinilai hampir sama dengan negara yang akan jadi lawan Indonesia dalam babak kualifikasi nanti.

Indonesia sendiri akan tergabung dengan Iran, Bahrain, dan Qatar di Grup E. Di laga perdananya, skuad "Merah Putih" akan bertandang ke kandang Iran, 2 September nanti. Empat hari berselang, Indonesia akan menjadi tuan rumah di laga kedua saat meladeni Bahrain. Setelah itu, Indonesia menjamu Qatar pada 11 Oktober 2011.

Satu bulan berikutnya, giliran Qatar yang akan menjamu Indonesia. Pada 15 November, Indonesia akan kedatangan favorit di grup ini, Iran, sebelum akhirnya bertandang ke Bahrain pada 29 Februari 2012.

Tuesday, August 9, 2011

Timnas U-23 Masih Tunggu Tiga Pemain Naturalisasi

Para pemain berfoto bersama bersama jajaran pelatih di Kota Batu, Jawa Timur, Sabtu (30/7/2011).

MALANG - KOMPAS.com - Sejak hari pertama latihan di Lapangan Agrowisata Kusuma, Kota Batu, Jawa Timur, ada tiga pemain naturalisasi yang belum hadir untuk mengikuti seleksi timnas U-23. Ketiga pemain naturalisasi tersebut adalah Ruben Wuarbanaran, Diego Michiels, dan Joey Soek.

"Ketiganya sampai sekarang masih belum bergabung ikut latihan. Kita akan tetap menunggu kedatangan mereka," kata Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan (RD), Jumat (5/8/2011).

Selain tiga pemain naturalisasi yang belum bergabung tersebut, juga ada dua pemain lainnya yang juga belum datang. Mereka adalah dua pemain SAD yang kini sedang magang di Penarol (Uruguay), yakni Syamsil Alam dan Zainal Hak. Tim pelatih timnas U-23, kata RD, tetap menunggu kedatangan para pemain naturalisasi untuk ikut seleksi. Begitu juga dengan dua pemain Indonesia yang magang di Uruguay itu.

"Namun, tetap melalui tahapan seleksi," tegasnya.

Soal tahapan seleksi, kata RD, tak melihat pemain naturalisasi atau pemain asli Indonesia. "Yang sekarang masih bergabung di timnas senior saja, harus ikut seleksi, sama dengan pemain lainnya. Tak ada bedanya," tegas RD.

Lebih lanjut RD mengakui, latihan yang akan berakhir 27 Agustus mendatang itu, hanya akan digelar pada sore hari selama bulan puasa. Latiahnnya pun tak terlalu berat, hanya latihan fisik dan strategi di lapangan.

Ditanya soal ketidakhadiran Andik Firmansyah, pemain Persebaya 1927, yang juga tak hadir ke Kota Batu akibat cedera lutut, RD mengaku kemungkinan besar Senin (8/8/2011) sudah bisa bergabung dengan pemain lainnya. "Andik Senin nanti, kabarnya sudah bisa bergabung latihan dan ikut seleksi di sini. Ia tidak bisa hadir karena masih cedera," katanya.

Sunday, February 20, 2011

Rombongan Timnas Layat Adji Massaid

Jonathan Pandapotan/Kompas.comAdjie Massaid meninggal dunia Sabtu dini hari di Jakarta usia main futsal.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim nasional Pra-Olimpiade 2012 dijadwalkan akan melayat almarhum manajer Timnas U-23, Adjie Massaid,  yang meninggal dunia, Sabtu (5/2/2011) dini hari tadi.  

"Saya sudah tahu kabar tersebut dan sudah mengirimkan pesan singkat kepada pelatih Alfred Riedl jam 05:00 tadi. Timnas Pra-Olimpiade rencananya langsung melayat ke rumah Adjie pada pukul 09:00 nanti. Kami tinggal menunggu informasi alamat rumahnya," ucap asisten pelatih, Wolfgang Pikal, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu pagi.

Oktovianus dan kawan-kawan dijadwalkan akan menggelar laga uji coba melawan Pelita Jaya U-21 di Stadion Gelora Bung Karno malam nanti. ketika ditanya apakah laga tersebut bakal ditunda, Pikal mengaku belum bisa berkomentar.

"Saya belum bisa bicara soal itu. Saya berbicara dulu dengan Riedl," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, Adjie meninggal di RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Diduga, anggota Komisi V DPR RI itu meninggal setelah main futsal.

Thursday, February 17, 2011

Riedl Genjot Set Piece Timnas

Pelatih Kepala Tim Nasional Indonesia, Alfred Riedl.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl, menggenjot latihan set piece timnya pagi ini. Riedl mengatakan, metode latihan ini sangat penting guna meningkatkan performa timnya. Sejak awal latihan, timnas hanya melakukan pemanasan ringan dan langsung latihan set piece. Beberapa pemain bergantian menjadi eksekutor tendangan bebas.

"Kami tidak mencari eksekutor tendangan bebas utama saat ini. Kami hanya latihan set piece melalui melalui tendangan bebas, tendangan sudut, lalu organisasi tim dan penempatan posisi. Kami latihan di mana pemain harus mengambil posisi ketika set piece terjadi," ujar Riedl seusai memimpin latihan timnya di Lapangan C Senayan, Selasa (2/2/2011).

"Kami sudah latihan ini beberapa hari lalu dan kami harus lebih giat lagi di masa depan. Set piece sangat penting. Saya tidak punya statistik pastinya, tapi mungkin 25-30 persen gol terjadi dengan cara ini," pungkas Riedl.

Riedl juga mengatakan timnas U-23 masih memilki banyak kekurangan. Dan hal ini harus segera diperbaiki sebelum bertemu Turkmenistan pada laga Pra-Olimpiade 23 Februari mendatang. "Banyak kelemahan, tapi banyak juga hal bagus. Mereka ini pemain muda, beberapa dari mereka bahkan belum memiliki posisi pasti di klubnya. Jadi, biarkan kami bekerja dengan mereka dan berusaha meningkatkan kemampuan mereka," pungkas Riedl.

Monday, February 7, 2011

Nurdin Tak Sebut Irfan Bintang Timnas

Irfan Haarys Bachdim menjadi korban PSSI karena kenekatannya untuk tetap bermain di LPI. Irfan tak dipanggil perkuat timnas.

TABANAN, KOMPAS.com — Ketua Umum PSSI Nurdin Halid pada pembukaan Kongres Tahunan PSSI di Nirwana Resort, Bali, Jumat (21/1/2011), tidak menyebut nama Irfan Bachdim meski pemain itu tampil cemerlang di Piala AFF 2010 lalu.

Nurdin hanya menyebutkan nama-nama yang telah familiar, seperti Markus Haris Maulana, Firman Utina, Bambang Pamungkas, Oktovianus Maniani, bahkan seorang Cristian Gonzales yang pemain naturalisasi.

"Mereka telah mampu membangkitkan iklim sepak bola kita. Ini adalah hasil kompetisi yang berkelanjutan," katanya di depan ratusan peserta kongres di Nirwana Resort, Bali, Jumat (22/1/2011).

Publik telah tahu bahwa pemain yang saat ini memperkuat Persema Malang di Liga Primer Indonesia (LPI) bentukan Arifin Panigoro itu layak disebut bintang meski hanya mampu mencetak dua gol.

Irfan Bachdim bahkan telah menjadi salah satu magnet bagi timnas Indonesia. Terbukti, banyak suporter terutama wanita yang mengelu-elukan pemain keturunan Indonesia-Belanda tersebut.

Dengan bergabungnya Persema di LPI, kemungkinan besar akan berpengaruh pada posisi Irfan Bachdim di timnas. Hal itu karena timnas di bawah asuhan Alfred Riedl dilarang menggunakan jasa pemain yang tidak bertanding di kompetisi resmi PSSI.

Irfan sebetulnya telah dinyatakan lolos tanpa seleksi lagi untuk memperkuat timnas U-23 yang akan turun di SEA Games 2011 mendatang. Hanya saja, keputusan itu akan ditetapkan pada Maret mendatang.

"Selama tahun 2010 banyak keberhasilan yang bisa diraih, termasuk timnas. Ini adalah hasil kompetisi yang berkelanjutan," kata Nurdin dengan tegas.        

Pria asal Makassar itu tidak membantah jika selama tahun 2010 masih terjadi banyak kekurangan. Hanya saja, Nurdin tidak menjelaskan dengan detail kekurangan yang terjadi dalam setahun terakhir.

Mengomentasi keberadaan LPI, Nurdin hanya menjelaskan bahwa kompetisi sepak bola bentukan pengusaha nasional Arifin Panigoro itu melanggar Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. (ANT)

Monday, January 17, 2011

Rekan Bachdim di Utrecht Juga Mau Gabung ke Timnas

TRIBUNNEWS.COM — Seleksi tim nasional Indonesia U-23 akan dimulai Kamis (6/1/2011), dalam rangka persiapan menuju SEA Games dan juga kualifikasi olimpiade. Sebanyak 84 pemain yang dipanggil mengikuti seleksi sudah diumumkan Badan Tim Nasional melalui laman resmi PSSI.

Satu nama yang tidak tercantum dalam daftar tersebut adalah Stefano Lilipaly, mantan rekan Irfan Bachdim di FC Utrecht. Padahal, Deputi Bidang Teknis BTN Iman Arif sudah mengundang pemain Jong Utrecht tersebut untuk bergabung ke seleksi U-23. Stefano terpaksa menunda kedatangannya ke Jakarta karena baru saja pulih dari cedera pergelangan kaki kanan.

"Ya, saya ingin bergabung ke tim nasional (Indonesia), tapi pelatih saya, melalui saran tim medis dan agen saya, meminta agar tidak pergi sekarang," kata Stefano.

"Saya sempat cedera selama lima bulan. Pertama karena lengan patah, kemudian saya menderita cedera engkel kanan."

Stefano menambahkan, sekarang ini dirinya berada dalam kondisi yang cukup fit. Namun, timnya dijadwalkan berangkat ke Portugal pada 10 Januari mendatang, tepat pada hari ulang tahun Stefano yang ke-21. Lawatan Utrecht ke Portugal selama lima hari adalah dalam rangka training camp menjelang paruh kedua Eredivisie Belanda 2010/11.

Maklum saja, Stefano dinilai oleh Pelatih Ton Du Chatinier sebagai satu di antara kandidat penghuni skuad inti Utrecht. Apabila mampu menjalani training camp dengan sukses, Stefano berpeluang naik pangkat dari tim junior, Jong Utrecht. Beberapa pertandingan uji coba sudah dijadwalkan dalam training camp ini, di antaranya melawan Heerenveen dan salah satu klub Belgia, Standard Liege.

"Kepergian saya ke Indonesia masih tergantung dari level kebugaran saya selama pemusatan latihan. Setelah 100 persen fit, dan ditambah pengalaman beberapa pertandingan, saya akan diizinkan berangkat. Saya belum bisa memastikan tanggalnya, tergantung pertandingan dan saya akan memberitahukan," lanjutnya.

Stefano juga mengaku kenal dekat dengan Irfan karena pernah main bersama di Utrecht.

"Tapi, saya lebih akrab dengan kakaknya, Fardy. Saya mengetahui perkembangan Irfan masuk timnas dan ikut Piala AFF dari Fardy," sambungnya.

Selain itu, Stefano yang doyan nasi goreng ini akan menanyakan apakah Mark van der Maarel bersedia memperkuat Merah Putih. Mark merupakan pemain keturunan Indonesia yang berhasil menembus skuad inti Utrecht, tetapi sudah membela timnas Belanda U-21. (TRIBUNNEWS)

Editor: Tjatur Wiharyo   |   Loading...

Sunday, January 9, 2011

Lima Pemain Senior Perkuat Timnas Pra Olimpiade

JAKARTA, KOMPAS.com- Kesebelasan nasional Indonesia U-23 yang akan diterjunkan di dua ajang internasional, Pra-kualifikasi Olimpiade 2012 dan SEA Games 2011 akan diperkuat lima pemain timnas senior yang baru saja turun membela Merah Putih di ajang Piala AFF 2010.

Mereka adalah Kurnia Meiga, Irfan Bachdim, Yongki Aribowo, Octovianus Maniani, dan Johan Johansyah.

Kelima pemain tersebut nantinya akan bergabung dengan para pemain hasil seleksi yang dilakukan oleh Alfred Riedl, termasuk pemain keturunan Jerman yang belum lama ini dinaturalisasi, Kim Jeffrey Kurniawan.

Sekjen PSSI Nugraha Besoes mengatakan, Riedl telah mempersiapkan rancangan program pelatihan plus uji coba untuk tim Garuda muda. Rencananya PSSI akan menyelenggarakan turnamen U-23 ASEAN yang akan digelar di Jakarta pada bulan Juni 2011. (AKC)

Friday, January 7, 2011

Harga Pernak-pernik Timnas Melonjak

Suasana pasar kaget yang menjual berbagai atribut Timnas di Kompleks Stadion Gelora Bung Karno.

JAKARTA, KOMPAS.com — Menjelang pertandingan leg kedua final Piala AFF 2010 antara Indonesia dan Malaysia, bukan hanya tiket yang mengalami lonjakan harga, melainkan aneka pernak-pernik Timnas Indonesia juga mengalami kenaikan harga.

Salah satunya adalah jaket Timnas dengan warna dasar merah yang dihiasi warna hijau dan putih ini mengalami kenaikan hingga Rp 50.000.

Adalah Nurjaman, seorang pedagang yang berjualan di depan Lapangan C Senayan, di mana tempat Firman Utina dkk berlatih. Melihat animo masyarakat yang begitu tinggi terhadap sepakbola Tanah Air, dirinya beserta beberapa rekannya menaikkan harga jaket Timnas.

Semula, ia membanderol di harga Rp 250.000 untuk satu jaket. Namun, pada hari ini harga jaket menjadi Rp 300.000. "Sekarang orang banyak yang beli, bahkan dari semalam sudah banyak yang pesan," akunya kepada Tribunnews.com, Rabu (29/12/2010).

Meski harga mengalami kenaikan, sejumlah warga tampak antusias melihat jaket-jaket itu. Beberapa suporter rela merogoh koceh demi mendapatkan jaket tersebut. (Iwan Taunuzi)

Tuesday, January 4, 2011

Timnas Pulang, Suporter Hujan-hujanan

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Ilustrasi: Suporter.

JAKARTA, KOMPAS.com - Puluhan suporter Timnas Indonesia rela kehujanan menunggu kedatangan rombongan Timnas Indonesia di Hotel Sultan. Mereka mengaku tetap mendukung timnas dan ingin melupakan kekalahan dari Malaysia pada pertandingan semalam.

"Kami tetap mendukung timnas. Mereka sudah berusaha keras di Malaysia. Meski kalah, itu bukan kemauan mereka juga. Pokoknya kami tetap mendukung," ujar Syaiful, salah seorang pendukung timnas di depan Hotel Sultan, Senayan, Senin (27/12/2010).

Hingga pukul 11.00 WIB siang ini, rombongan timnas yang bertolak dari Halim Perdanakusuma masih belum terlihat mendatangi Senayan. Meski demikian, puluhan suporter terus berdatangan memenuhi halaman hotel dan di sekitar lobby hotel.

Mereka seolah tak perduli dengan lebatnya guyuran hujan yang turun semakin deras.

Tidak hanya para suporter, kedatangan rombongan anak asuh Albert Riedl tersebut juga ditunggu belasan jurnalis.

Mereka bahkan sudah terlihat memenuhi lobby hotel sejak pagi buta tadi. Tak hanya itu, aparat kepolisian dari Polsek setempat dan Polisi Pariwisata juga tak kalah sigap menyambut kedatangan mereka. (Alie Usman/Kontan)

Thursday, December 30, 2010

Banyolan ala Timnas

Pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl, saat menjawab pertanyaan wartawan. Jawabannya kadang bernada humor dan menimbulkan gelak tawa.

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim nasional Indonesia tidak hanya jago menggocek bola di lapangan selama turnamen Piala AFF 2010. Firman Utina dan kawan-kawan ternyata juga piawai membuat banyolan yang mengundang tawa, terutama di depan para wartawan.

Banyolan-banyolan para pemain itu hanya bisa ditemui di luar pertandingan. Para peliput sering terhibur oleh banyolan mereka. Tindak-tanduk dan pernyataan pemain, asisten pelatih, dan pelatih sering dikemas dalam nada humor yang segar.

Berikut momen-momen lucu seputar timnas Indonesia:

1. Saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan pertemuan singkat dengan timnas Indonesia di Lapangan ABC, Senayan, Senin (13/12/2010), ada sebuah dialog. Dalam pertemuan tersebut, SBY berusaha mengenal lebih dekat lagi skuad "Merah Putih". Presiden meminta tiap-tiap orang di tim untuk memperkenalkan diri.

"Saya sebenarnya sudah kenal para pemain. Namun, diperkenalkan lagi satu per satu, nama klub dan asal daerah," pinta SBY.

Satu per satu pemain kemudian memperkanalkan diri. Tibalah giliran Gonzales. "Aku Cristian Gonzales dari Persib Bandung," Gonzales.

SBY kemudian menanyakan asal Gonzales. Dengan cepat, ia menjawab, "Asalku dari Indonesia, Pak".

Mendengar jawaban tersebut, sontak gelak tawa pun meledak.

2. Pelatih Alfred Riedl memang terkesan serius. Namun, ia bukan berarti tidak bersahabat. Ia memiliki rasa humor juga dan pernah melontarkan pernyataan-pernyataan nyeleneh. Pelatih asal Austria itu memberikan jawaban yang mengundang tawa ketika menjawab pertanyaan salah seorang wartawan surat kabar harian olahraga.

Wartawan tersebut bertanya apakah Riedl telah menyiapkan strategi lain seandainya Firman Utina dan Oktovianus Maniani yang tengah mengalami cedera harus absen melawan Malaysia pada final pertama, Minggu (26/12/2010).

"Apakah Anda memiliki strategi lain apabila Firman Utina dan Oktovianus Maniani harus absen pada pertandingan nanti? Soalnya, saya lihat mereka masih cedera," tanya wartawan tersebut.

Riedl menjawab pertanyaan itu dengan setengah bercanda, "Anda benar melihatnya? Apakah Anda dokter?"

Jawaban tersebut membuat para wartawan tertawa. "No-no... (strategi khusus). Kami punya 22 pemain inti yang semuanya memiliki kualitas yang sama bagusnya," kata Riedl dengan mimik yang lebih serius.

3. Kelucuan kali ini terjadi setelah asisten pelatih, Wolfgang Pikal, terkesan salah menerjemahkan pernyataan Riedl dalam jumpa pers. Saat itu, Riedl mensyukuri kemenangan timnas dengan mengatakan, "Thanks, God!"

Pikal menerjemahkannya dengan ucapan "Alhamdulillah". Meskipun tidak berbeda makna, wartawan tertawa begitu mendengar ucapan tersebut. Pikal juga kerap mengundang tawa ketika dia lupa tentang apa yang harus diterjemahkan dari pernyataan Riedl.

4. Lagi-lagi Cristian Gonzales mampu "menghibur" wartawan dengan pernyataannya yang nyeleneh. Saat acara ramah-tamah dengan keluarga Aburizal Bakrie, Senin (20/12/2010), wartawan berusaha mengorek informasi siapa yang akan menjadi tandem "El Loco" saat melawan Malaysia pada final pertama akhir pekan ini. Gonzales menjawab, "Lebih enak sama Messi dan Ronaldo." Para wartawan pun langsung tertawa begitu mendengar pernyataan pemain kelahiran Uruguay tersebut.

Tuesday, December 28, 2010

Hindari Suap Penjudi, Timnas Dikawal

Timnas Indonesia berlatih di bawah arahan Alfred Riedl di lapangan PSSI, Kompleks Stadion Gelora Bung Karno, Senin (20/12/2010). Indonesia akan melawan Malaysia pada 26 Desember 2010 di Stadion Bukit Jalil Kuala Lumpur Malaysia.

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum PSSI Nurdin Halid bakal terjun langsung memberikan pengawalan khusus bagi tim nasional Indonesia saat bertandang ke Malaysia pada leg pertama babak final Piala AFF 2010, Minggu (26/12/2010). Nurdin mengawal agar faktor nonteknis tidak mengganggu.

Nurdin menyebutkan, salah satu gangguan faktor nonteknis adalah bandar judi. Nurdin mengklaim memiliki pengalaman menangani kasus seperti tersebut.

"Saya pernah menangkap penyuap saat membawa timnas di Lebanon. Yang paling penting, saya tahu tekniknya menangkap penyuap. Makanya, saya memberikan kawalan khusus," kata Nurdin kepada wartawan di kantor PSSI, Rabu (22/12/2010).

Nurdin mengatakan, Firman Utina dan kawan-kawan juga akan mendapatkan pengawalan khusus dari Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) selama berada di negeri jiran tersebut.

"Saya sudah mendapatkan laporan dari Pak Nugraha Besoes bahwa FAM akan memberikan pengawalan khusus bagi timnas sama seperti yang kita lakukan di sini. Pihak KBRI juga akan memberikan pelayanan semaksimal mungkin bagi timnas dan mengoordinasi suporter Indonesia," tukas Nurdin.

Timnas Indonesia sendiri dijadwalkan bertolak ke Malaysia pada Jumat (24/12/2010).

Tuesday, December 21, 2010

Ical Hibahkan Tanah 25 Ha untuk Timnas

KOMPAS.COM/LAKSONO HARI WIWOHOPara pemain tim sepak bola nasional Indonesia berfoto bersama keluarga Aburizal Bakrie dan para pengurus PSSI di kediaman Aburizal, Senin (20/12/2010).

JAKARTA, KOMPAS.com — Keluarga besar Aburizal Bakrie memberikan hibah berupa lahan seluas 25 hektar untuk pemusatan latihan bagi tim nasional Indonesia. Hal tersebut terungkap dalam acara ramah-tamah antara keluarga Bakrie dan timnas Indonesia di rumah Ical di Jalan Ki Mangun Sarkoro Nomor 42, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/12/2010).

"Hari ini secara resmi keluarga Bakrie memberikan hibah berupa tanah seluas 25 hektar untuk dibangun sebagai pusat latihan tim Indonesia dan basecamp bagi timnas di daerah Jonggol," kata Sekretaris Umum PSSI Nugraha Besoes.

Dengan adanya tanah hibah ini, kata Besoes, PSSI akan memindahkan pusat pelatihan timnas yang tadinya berada di Sawangan, Depok, Jawa Barat. Di tempat baru tersebut, PSSI berencana membangun sekolah sepak bola Indonesia untuk pembinaan pemain usia 13-16 tahun.

Pemusatan latihan akan dilengkapi delapan lapangan latihan, pusat kebugaran dengan fasilitas modern, dan asrama pemain. "Pembangunannya mulai tahun depan. Anggarannya belum ketahuan," kata Besoes.