Showing posts with label Bantah. Show all posts
Showing posts with label Bantah. Show all posts

Wednesday, November 23, 2011

Hiddink Bantah Kembali ke Ajax

Pelatih tim nasional Turki Guus Hiddink.

ISTANBUL, KOMPAS.com - Pelatih tim nasional Turki, Guss Hiddink, membantah dirinya akan kembali ke Ajax Amsterdam sebagai direktur teknik jika akhirnya harus berpisah dari Hamit Altintop dkk.

Nasib Hiddink di Turki kini tengah di ujung tanduk. Kekalahan 0-3 di kandang sendiri dari Kroasia dalam ajang play-off Piala Eropa 2012, Jumat (11/11/2011), jadi masalahnya. Dikabarkan media setempat, Hiddink dengan pihak Federasi Sepak Bola Turki (TFF) tengah mendiskusikan masa depannya.

Keterkaitan Hiddink dengan Ajax sudah digembar-gemborkan media Turki dan Belanda. Namun, Hiddink selalu saja membantah dan mengatakan tak ada kemungkinan untuk pulang ke klub yang kini diasuh oleh Frank de Boer tersebut.

"Saya tak akan pindah ke Ajax. Itu merupakan masa lalu dan tak akan terjadi lagi. Ada banyak kerusuhan di dalam klub, itu merupakan tipikal dari Ajax dan Amsterdam," kata Hiddink kepada NOS.

Tuesday, April 19, 2011

Vieira Bantah Balotelli Provokasi "Setan Merah"

Penyerang Manchester City, Mario Balotelli, nyaris diamuk oleh Rio Ferdinand dan Anderson akibat tindaknya yang mengibas-ngibaskan kausnya usai timnya menekuk MU 1-0 di semifinal Piala FA, Sabtu (16/4/2011).

MANCHESTER, KOMPAS.com - Gelandang Manchester City, Patrick Vieira, membantah, rekannya, Mario Balotelli, melakukan provokasi dalam merayakan keberhasilan timnya ke final Piala FA.

City berhasil melangkah ke final setelah membungkam "Setan Merah 1-0 di semifinal Piala FA, Sabtu (16/4/2011). Setelah wasit meniup peluit panjang, Balotelli tampak merayakan kemenangan tersebut dengan mengibas-ngibaskan kausnya sambil menujuk lambang klubnya di hadapan suporter "Setan Merah".

Tidak terima tindakan tersebut, Rio Ferdinand dan Anderson tampak kesal dan mengejar Balotelli sebelum akhirnya dilerai oleh pelatih City, Roberto Mancini.

Belum lama ini, winger Manchester United, Nani, juga mengecam kelakukan Balotelli. Ia menilai Balotelli tidak tahu adat. Namun, Vieira berpendapat lain. 

"Tindakan itu merupakan bagian dari kepribadiannya. Itulah daya tarik Balotelli. Aku pikir dalam kasus ini, dia tidak melakukan provokasi," jelas Vieira. 

"Ada lebih banyak tekanan kepada kami daripada MU. Sebagai klub dan sebuah tim, United lebih mengendalikan permainan. Bagi kami, keberhasilan ke final adalah sukicata yang besar karena klub ini telah menunggu begitu lama. Memang ada perayaan yang berlebihan, tetapi aku pikir pemain United terbawa juga," papar pemain asal Perancis tersebut. (MIR)

Tuesday, April 5, 2011

Toisutta Bantah Diperintah SBY Jadi Ketum

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal George Toisutta membantah tudingan yang menyebutkan dirinya diperintah oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjadi Ketua Umum PSSI periode 2011-2015. Menurutnya, tudingan tersebut hanyalah sebuah pembodohan bagi masyarakat.

"Saya tentara. Tidak ada politik praktis di tentara, apalagi bermain poltik. Isu itu pembohongan dan pembodohan masyarakat. Jadi, tidak ada presiden manggil saya. Ngapain Presiden ngurusin Ketua PSSI. Kan ada Menpora. Itu pendapat orang yang menyudutkan," papar Toisutta kepada wartawan di Gedung DPR, Senin (4/4/2011).

Toisutta juga membantah jika dirinya disebut aktor di balik demonstrasi yang menentang kepengurusan PSSI di bawah rezim Nurdin Halid. Ia justru menilai, apa yang terjadi adalah wujud ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja PSSI.

"Tolong jangan dibilang karena ada saya, ada demo. Ngapain? Anda lihat asrama tentara rusak, bobrok, enggak karuan. Daripada uangnya dikasih orang demo, mending memperbaiki asrama tentara. Saya masih waras. Itu akumulasi ketidakpuasan. Contohnya, Aremania punya lagu makian buat PSSI. Sudah tiga tahun lalu dinyanyikan. Kalau kita cerdas, itu bentuk akumulasi ketidakpuasan," bebernya.

Lebih lanjut, Toisutta berpendapat, penyebab ketidakpuasan masyarakat kepada PSSI karena induk organisasi sepak bola tertinggi di Indonesia itu tidak pernah memperbaiki sistem yang memang rusak. Dengan ada perbaikan sistem yang ada di tubuh PSSI, Toisutta yakin PSSI akan lebih bagus di masa yang akan datang.

"Sistem yang harus dibagusi. Makanya, saya bilang kepada teman-teman di PSSI agar mereka kalau mau kongres, jangan pilih ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota komite eksekutif. Yang pertama dibicarakan adalah program apa yang akan dilakukan. Kalau itu dilakukan, ke depannya PSSI pasti bagus," paparnya.

Wednesday, February 2, 2011

Fabregas-Denilson Bantah Berselisih

Cesc Fabregas.

LONDON, KOMPAS.com - Kapten Arsenal, Cesc Fabregas, dan rekannya, Denilson, menyatakan tak ada perselisihan di antara mereka. Menurut mereka, pemberitaan soal keributan mereka muncul karena media salah menginterpretasikan pernyataan-pernyataan mereka.

Polemik berawal dari pertandingan Arsenal dan Leeds United di putaran ketiga Piala FA, yang berakhir 1-1, 8 Januari lalu. Gol Leeds dicetak Robert Snodgrass dari titik penalti, menyusul pelanggaran Denilson kepadanya.

Dalam wawancara pascapertandingan, Fabregas mengatakan, "Mereka mencetak gol dari titik penalti, yang pada tahap ini di mana Anda adalah pesepak bola profesional, tak bisa memberikan penalti dengan mudah seperti itu."

Belum lama ini, Denilson mengeluarkan pernyataan, "Fabregas adalah kapten, tetapi bukan pemimpin bagiku."

Media-media Inggris kemudian memberitakan, relasi keduanya retak sejak pertandingan melawan Leeds yang berakhir 1-1 itu dan belum pulih sampai sekarang.

Soal itu, Fabregas mengatakan, "Aku pernah berada dalam situasinya dulu. Itu hanya kesalahpahaman."

Adapun Denilson mengatakan, "(Media salah mengutip pernyataanku). Fabregas adalah teman yang sangat hebat. Ketika aku mengatakan tak ada kepemimpinan dalam tim, itu menunjuk pada kenyataan bahwa Arsenal adalah skuad yang sangat belia dan tak punya sosok berpengalaman, seperti yang dulu dimiliki tim ini dalam diri Gilberto Silva." (SKY/MIR)

Friday, January 7, 2011

Malaysia Bantah Kena Denda FIFA

JAKARTA, KOMPAS.com — Malaysia membantah bahwa Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) telah didenda dan diskors oleh FIFA karena insiden sinar laser pada final pertama Piala AFF Suzuki antara Malaysia dan Indonesia, Minggu (26/12/2010), dan menyebut hal itu hanyalah siasat untuk melemahkan pasukan "Harimau Malaya".

Hal itu disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Shabery Cheek Datuk Ahmad seperti dikutip dari kantor berita Bernama, Rabu (29/12/2010).

Menurut Shabery, laporan tersebut hanya upaya oleh beberapa orang yang tidak bertanggung jawab untuk melemahkan semangat tim Malaysia yang akan menghadapi Indonesia di Stadion Gelora Bung Karno pada Rabu.

"Saya telah menanyakan ke Sekjen FAM Azzuddin Datuk Ahmad dan menemukan bahwa laporan tersebut hanya rumor dan benar-benar tak berdasar," kata Ahmad Shabery.

Komentar menteri itu dikemukakan atas pertanyaan wartawan Indonesia dalam konferensi pers bersama antara Ahmad Shabery dan Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia Andi Mallarangeng. Pertanyaan wartawan tersebut membuat terkejut menteri Malaysia itu.

"Saya hanya mendengar dari Anda (wartawan Indonesia). Jika benar, FAM tentu akan mengambil langkah yang diperlukan," katanya.

Wartawan Indonesia lainnya juga menanyakan apakah Malaysia membenarkan penggunaan sinar laser kepada pemain Indonesia di final pertama di Stadion Nasional Bukit Jalil.

Ahmad Shabery menyatakan penyesalannya dengan tegas atas insiden itu dan pihak berwenang telah diminta untuk melakukan penyelidikan.

"Kami selalu berusaha untuk memastikan pertandingan berlangsung aman tanpa gangguan. Namun, untuk memastikan semua penonton dalam keadaan baik, itu di luar kawalan kami. Karena itu, kami akan terus memperbaiki kekurangan tersebut," katanya.

Editor: Hertanto Soebijoto   |   Loading...