Showing posts with label Besoes. Show all posts
Showing posts with label Besoes. Show all posts

Tuesday, March 29, 2011

Nugraha Besoes Dilaporkan ke Mabes Polri

JAKARTA, KOMPAS.com-Tim Advokasi Untuk Kehormatan Bangsa hari ini, Rabu (30/03/2011) mendatangi kantor Bareskrim Mabes Polri untuk melaporkan Sekjen PSSI, Nugraha Besoes. Besoes diduga menyebarkan pernyataan yang mengandung kebohongan publik dengan membawa nama FIFA dan AFC.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Advokasi Untuk Kehormatan Bangsa hari ini, Rabu (30/03/2011) mendatangi kantor Bareskrim Mabes Polri untuk melaporkan Sekjen PSSI, Nugraha Besoes.

Besoes diduga melakukan menyebarkan pernyataan yang mengandung kebohongan publik. Besoes menyatakan bahwa Kongres PSSI dibatalkan atas usulan utusan dari FIFA dan AFC. Padahal kedua utusan tersebut tidak pernah memberikan pernyataan tersebut, bahkan Besoes justru telah lancang membohongi dan menghalang-halangi kedatangan utusan FIFA dan AFC. Dua utusan tersebut ditahan pihak PSSI di Bandara Sultan Syarif Kasim II dan diberi penjelasan bohong mengenai situasi di hotel, tempat kongres dilangsungkan.

"Kami datang melaporkan sekjen PSSI atas pernyataan tentang pembatalan Kongres PSSI tanggal 26 Maret di Pekan Baru yang lalu. Sebagai masyarakat pecinta sepakbola yang kebetulan kami juga berprofesi sebagai advokat, kami melaporkannya. Ini juga menjadi bukti salah bentuk tragis yang dilakukan pengurus PSSI. Di bawah rezim Nurdin Halid yang mempermalukan bangsa ini," ungkap salah satu anggota Tim Advokasi Untuk Kehormatan Bangsa, Mangapul Silalahi, di Mabes Polri, Rabu.

Menurut Mangapul, mereka membawa bukti salahnya berupa lampiran pers. Dan hasil wawancara wartwan yang berupa pernyataan resmi Nugraha Besoes mengenai kebohongan publik tersebut. "Kalau kemudian pernyataan resminya (Nugraha Besoes) ini merupakan kesepakatan dari PSSI, maka kami akan melaporkan Nurdin Halid juga," tegas Mangapul.

Saturday, March 5, 2011

Besoes: Jabatan Ketum Tak Boleh Diintervensi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes menegaskan jabatan Ketua Umum PSSI tidak boleh mendapatkan intervensi dari pemerintah. Menurutnya, hal itu dilarang dalam sepak bola karena melanggar statuta FIFA.

Seperti diberitakan sebelumnya, Besoes bersama Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid bertemu Komisi X DPR untuk melakukan rapat dengar pendapat. Dalam kesempatan ini, Besoes berusaha keras memberikan penjelasan panjang lebar mengenai persoalan Ketua Umum PSSI.

Seperti diberitakan, dalam beberapa hari terakhir gelombang yang menuntut Nurdin turun berlangsung begitu kencang. Demo-demo menuntut Nurdin turun terjadi di berbagai kota. Hal itu juga memicu komentar dari Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng, yang kemudian dinilai sebagai campur tangan pemerintah oleh PSSI.

"Dalam kepengurusan sepak bola tidak ada yang disebut demisioner. Ending-nya adalah sesuai masa jabatan. Pada saat nanti kongres menunjuk ketum, automatically merekalah nanti yang bakal mengambil-alih," tegas Nugraha.

Menurut Nugraha, jika intervensi dibiarkan maka Indonesia bisa terkena sanksi FIFA. "Ingat kita nanti ada SEA Games. Kalau sanksi ini dijatuhkan, kita tak akan bisa berlaga di SEA Games. Juga ada laga Pra Olimpiade. Parahnya lagi negara-negara lain tak mau bertanding dengan kita. Contohnya Brunei yang sampai sekarang masih kena hukuman, sudah hampir 3 tahun," ujar Besoes.

Penulis: Jonathan Pandapotan   |   Editor: A. Wisnubrata   |   Loading...

Tuesday, February 22, 2011

Besoes: Adjie Berpotensi Jadi Ketua PSSI

Adjie Massaid.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekjen Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia atau PSSI, Nugraha Besoes menilai, Adjie Massaid berpotensi menjadi calon Ketua Umum PSSI.

"Apapun buat saya, dia punya kemungkinan-kemungkinan seperti yang dilakukan dia sekarang ya," katanya di kediaman Adji, Jalan Taman Cilandak II Blok E Nomor 14, Cilandak Barat, Jakarta, Sabtu (5/2/2011).

Hal tersebut disampaikan Besoes menanggapi kiprah Adjie dalam persepakbolaan nasional. Adjie adalah manajer Timnas U23. Menurut Besoes, Adjie adalah sosok manajer tim berpotensi bagi masa depan Timnas. Besoes merasa kehilangan.

"Satu perkataan yang tidak saya lupakan dari dia, Om, kita harus jadi juara," tutur Besoes.

Timnas-pun, lanjut Besoes sangat kehilangan sosok Adjie sebagai manajer. Sulit mencari sosok seperti Adjie. "Jadi memang bulan April kalau tidak ada perubahan kita akan training camp di Austria, kita harus cari sosok lain yang setara dia. Ini tidak mudah," papar Besoes.

Untuk sementara, lanjut Besoes, posisi Adjie sebagai manajer Timnas kemungkinan akan dipegang asisten manajer, Aga Bakrie.

Adjie Massaid meninggal mendadak Sabtu (5/2/2011) dinihari. Pulang main futsal, ia tersungkur di pintu rumahnya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (4/2/2011) malam. Ia di bawa ke Rumah Sakit Fatmawati. Nyawanya tak tertolong. Ia meninggal Sabtu pada pukul 01.40. Adjie diduga kena serangan jantung.