Showing posts with label Sukses. Show all posts
Showing posts with label Sukses. Show all posts

Wednesday, November 16, 2011

Ancelotti: La Masia Kunci Sukses Barca

Pelatih Barcelona, Josep "Pep" Guardiola.

ROMA, KOMPAS.com - Mantan pelatih Chelsea, Carlo Ancelotti, mengatakan Barcelona bisa sukses seperti sekarang, salah satunya karena menggunakan jasa pemain hasil didikan akademi sendiri.

"Kekuatan mereka adalah filosofi klub. Mereka punya banyak pemain dari akademi sendiri. Ketika mengenakan seragam Barcelona, para pemain itu merasakan sesuatu yang berbeda karena mereka lahir di akademi itu," ujar Ancelotti.

"Itulah kenapa mereka menjadi sangat kuat. Selain itu, filosofi dan gagasan mereka tentang sepak bola adalah yang terbaik saat ini," tambahnya.

Pelatih Josep "Pep" Guardiola dinilai banyak orang sebagai salah satu kunci sukses Barcelona. Pasalnya, sejak ditangani olehnya, Barcelona meraih 12 trofi. Namun, menurut Pep sendiri, ia hanya meneruskan pekerjaan yang sudah dilakukan banyak orang di La Masia, jauh sebelum dirinya.

"Pemain seperti Xavi dan Iniesta tidak sebagus itu ketika masih merupakan pemain muda dan berkembang. Pada usia 18 dan 19 tahun, mereka lebih banyak kalah ketimbang menang. ekarang lihat, sebuah tim yang indah. Kerja keras begitu banyak orang telah terbayar. Buah kerja kami ada di hadapan Anda," ujar Pep beberapa waktu lalu.

Thursday, November 10, 2011

Beckham: Ferguson Sukses karena Galak

Manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson, kecewa timnya dihajar Manchester City 1-6 pada lanjutan Premier League, Minggu (23/10/2011).

LONDON, KOMPAS.com - Apa yang membuat Sir Alex Ferguson sedemikian sukses melatih Manchester United? Tidak lain adalah temperamennya yang keras dan kata-katanya yang tajam kepada pemain.

Itulah hal yang paling diingat oleh David Beckham, mantan anak asuh Ferguson dan pernah sukses mengantar MU meraih tiga trofi pada 1999. Beckham mengakui bahwa sikap Ferguson yang seperti itulah yang membuat para pemain segan kepadanya.

Pada 2003, Beckham pernah menjadi korban kemarahan Ferguson. Setelah kalah dari Arsenal pada Februari, Beckham menjadi sasaran amarah Ferguson. Kekalahan itu membuat Ferguson berang hingga muncullah insiden "sepatu melayang" di ruang ganti. Sepatu itu mengenai pelipis kiri Beckham hingga ia terluka. Insiden itu kemudian disebut-sebut sebagai awal keretakan hubungan keduanya hingga Beckham pindah ke Real Madrid.

"Dia ingin membunuhku saat itu, aku yakin itu. Namun, dia figur seorang ayah bagiku dan dia juga orang yang memberiku kesempatan bermain untuk klub impianku," kata Beckham seraya menegaskan bahwa ia langsung melupakan kejadian delapan tahun silam itu.

Gelandang berusia 36 tahun itu mengaku sangat mengagumi sosok Ferguson. Dari dulu sampai sekarang. Ia justru menilai sifat temperamental Ferguson itulah yang membuat pelatih asal Skotlandia itu dapat mempertahankan prestasinya bersama "Setan Merah". Menurutnya, semua pemain MU takut "disemprot" oleh Ferguson sehingga para pemain pun berusaha tampil semaksimal mungkin.

"Ketakutan mendapat omelan (dari Ferguson) adalah alasan mengapa kami bermain begitu bagus. Tidak cukup hanya menjadi pemain hebat ketika Anda ingin bermain bersamanya. Dia memilih Anda karena dia percaya kepada Anda sebagai seorang pemain dan karena Anda punya karakter," tutur pemain yang ikut mengantar MU meraih treble winner pada 1999 itu.

"Begitulah dia dulu dan begitulah dia sekarang. Begitulah dia selama bertahun-tahun dan itu sebabnya dia begitu sukses," tambahnya.

Minggu (6/11/2011) lusa, Ferguson akan genap 25 tahun menjadi manajer di Old Trafford. Sebuah waktu lama untuk seorang pelatih dalam satu tim. Sampai kini tidak ada yang tahu kapan Ferguson akan pensiun dan kepada siapa ia akan menyerahkan tanggung jawab sebagai manajer MU.

Monday, October 31, 2011

Solskjaer Cetak Sukses Pertama sebagai Pelatih

Mantan striker Manchester United yang kini melatih Molde, Ole Gunnar Solskjaer.

OSLO, KOMPAS.com - Baru saja melakoni perannya sebagai pelatih klub pada musim ini, mantan pemain Manchester United Ole Gunnar Solskjaer akan menorehkan prestasi. Solskjaer mengantarkan Molde merebut gelar juara di Liga Norwegia musim ini.

Molde memastikan gelarnya aman setelah menahan imbang Stromsgodset dengan skor 2-2 pada hari Minggu lalu dan rival sengitnya, Rosenborg, digulung 3-6 oleh Brann Bergen. Kini, mereka unggul dengan delapan poin dan masih menyisakan dua pertandingan.

"Klub sudah menunggu seratus tahun untuk gelar ini. Kami sudah beberapa kali dekat, jadi ini sangat layak. Ketika Brann sudah unggul 4-1, kami menyadari kami mendapatkannya,"  ungkap Solskjaer kepada surat kabar VG seperti dilansir BBC Sport.

Molde menyelesaikan kompetisi di posisi ke-11 pada musim lalu. Oleh karena itu, mantan klub Solskjaer sebelum bergabung dengan MU itu sangat menantikannya.

"Ini menjadi atmosfer yang baik di ruang ganti dan kami akan menikmatinya malam ini," tambah pelatih berusia 38 tahun ini.

Solskjaer sendiri mengambil alih posisi pelatih Molde pada November lalu setelah menjabat sebagai pelatih tim cadangan di Old Trafford. Bek MU Rio Ferdinand menyebutnya sebagai "pria sejati dalam pertandingan" di Twitter sebagai bentuk penghormatan pada keberhasilan Solskjaer.

Gelar Molde yang pertama ini juga tak lepas dari peran Mark Dempsey dan Richard Hartis yang diboyong Solskjaer ke Molde. Kedua mantan pelatih United ini dibawa untuk membantunya melatih dan membenahi klub.

Saat masih menjadi pemain, Solskjaer meninggalkan Molde pada tahun 1996 dengan nilai transfer 1,5 juta pounds atau sekitar Rp 21 miliar. Dia mencetak 126 gol dalam 366 pertandingannya untuk "The Red Devils", termasuk kemenangan dramatis MU dalam final LIga Champions pada tahun 1999 melawan Bayern Munich. Selain itu, dia juga ikut meraih enam gelar liga dan dua piala FA selama keberadaannya di MU.

Wednesday, February 9, 2011

Wenger: RVP Kunci Sukses Arsenal

Striker Arsenal, Robin van Persie.

LONDON, KOMPAS.com — Manajer Arsenal, Arsene Wenger, yakin bahwa Robin van Persie (RVP) akan menjadi kunci sukses timnya di semua kompetisi.

Keyakinan itu muncul setelah RVP mencetak hattrick saat Arsenal menghajar Wigan Athletic 3-0 di Premier League, Sabtu (22/1/2011). Dalam tiga pertandingan terakhir, RVP sudah mencetak enam gol.

RVP memang sempat terganggu cedera, hingga tak banyak berkontribusi kepada Arsenal. Namun, saat dalam kondisi terbaik, dia akan menjadi striker produktif dan menentukan.

"Van Persie pemain penting buat skuad kami. Dia bisa membuat penyelesaian. Dia juga bisa memberi assist dan mampu memahami para penyerang lain. Tentu, dia pemain penting kami," puji Wenger.

"Beberapa pemain sudah tampil di banyak pertandingan. Tapi, Van Persie sudah lama absen. Dia dan Cesc Fabregas terpaksa absen lama. Saya berharap dia bisa mengambil manfaat dari pengalamannya itu," tambahnya.

Sejak bergabung dengan Arsenal pada 2004, Van Persie memang sering diganggu cedera. Bahkan, dia tak pernah menjadi pemain inti lebih dari 24 kali dalam semusimnya. Menurut Wenger, cedera terakhir telah mengembalikan semangat dan memperkuat mentalnya.

"Dia telah melewati masa-masa sulit. Pemain yang sudah pernah mengalami cedera akan rentan. Dia pernah merasa tak berguna dan kehilangan kebahagiaannya. Namun, secara mental, ini telah membuatnya semakin kuat. Sebab, dia harus memerangi rasa kecewanya. Sekarang, Van Persie benar-benar sudah tajam dan fit, juga kuat," terang Wenger.