Showing posts with label Ferguson. Show all posts
Showing posts with label Ferguson. Show all posts

Tuesday, November 15, 2011

Ferguson, Pembelian Terbaik "Setan Merah"

Pelatih Manchester United, Alex Ferguson, melakukan selebrasi perayaan masa kerja selama 25 tahun, sebelum pertandingan Premier League melawan Sunderland, di Old Trafford, Sabtu (5/11/2011).

MANCHESTER, KOMPAS.com - Dalam 25 tahun terakhir, Manchester United (MU) mengalami perubahan, mulai dari pemain sampai pemilik klub. Namun, MU terus tumbuh dan menjadi salah satu yang paling disegani di dunia.

Dalam proses panjang itu, ada satu hal penting yang tetap, Alex Ferguson. Bersama Ferguson, MU telah meraih 37 trofi. Dengan begitu, Ferguson tak lagi identik dengan MU. Ferguson adalah MU.

Ferguson didatangkan dari Aberdeen 1986 silam. Ada empat nama yang terlibat dalam perekrutan itu, Ketua MU Martin Edwards, Direktur Maurice Watkins, Mike Edelson, dan Sir Bobby Charlton.

Menurut Edelson, mereka hanya memikirkan dua nama untuk menduduki posisi manajer MU saat itu. Selain Ferguson, MU mempertimbangkan Terry Venables. Namun, Edwards mengatakan, mereka cenderung mempertimbangkan Ferguson, karena sukses membawa Aberdeen memutus dominasi Rangers dan Celtic.

"Namun, saya pikir kami tahu bahwa Alex adalah orang yang kami cari. Sejujurnya, kami tak banyak memikirkan Venables. Alex telah merusak dominasi Old Firm (Rangers dan Celtic) di Skotlandia dan ia mengalahkan Real Madrid untuk menjuarai Piala Winners," ujar Edwards.

"Saya pikir, merekrut Ferguson adalah keberuntungan terbaik yang pernah dialami klub ini.  Kami tak tahu ia akan meraih sukses seperti ini," timpal Charlton.

Thursday, November 10, 2011

Beckham: Ferguson Sukses karena Galak

Manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson, kecewa timnya dihajar Manchester City 1-6 pada lanjutan Premier League, Minggu (23/10/2011).

LONDON, KOMPAS.com - Apa yang membuat Sir Alex Ferguson sedemikian sukses melatih Manchester United? Tidak lain adalah temperamennya yang keras dan kata-katanya yang tajam kepada pemain.

Itulah hal yang paling diingat oleh David Beckham, mantan anak asuh Ferguson dan pernah sukses mengantar MU meraih tiga trofi pada 1999. Beckham mengakui bahwa sikap Ferguson yang seperti itulah yang membuat para pemain segan kepadanya.

Pada 2003, Beckham pernah menjadi korban kemarahan Ferguson. Setelah kalah dari Arsenal pada Februari, Beckham menjadi sasaran amarah Ferguson. Kekalahan itu membuat Ferguson berang hingga muncullah insiden "sepatu melayang" di ruang ganti. Sepatu itu mengenai pelipis kiri Beckham hingga ia terluka. Insiden itu kemudian disebut-sebut sebagai awal keretakan hubungan keduanya hingga Beckham pindah ke Real Madrid.

"Dia ingin membunuhku saat itu, aku yakin itu. Namun, dia figur seorang ayah bagiku dan dia juga orang yang memberiku kesempatan bermain untuk klub impianku," kata Beckham seraya menegaskan bahwa ia langsung melupakan kejadian delapan tahun silam itu.

Gelandang berusia 36 tahun itu mengaku sangat mengagumi sosok Ferguson. Dari dulu sampai sekarang. Ia justru menilai sifat temperamental Ferguson itulah yang membuat pelatih asal Skotlandia itu dapat mempertahankan prestasinya bersama "Setan Merah". Menurutnya, semua pemain MU takut "disemprot" oleh Ferguson sehingga para pemain pun berusaha tampil semaksimal mungkin.

"Ketakutan mendapat omelan (dari Ferguson) adalah alasan mengapa kami bermain begitu bagus. Tidak cukup hanya menjadi pemain hebat ketika Anda ingin bermain bersamanya. Dia memilih Anda karena dia percaya kepada Anda sebagai seorang pemain dan karena Anda punya karakter," tutur pemain yang ikut mengantar MU meraih treble winner pada 1999 itu.

"Begitulah dia dulu dan begitulah dia sekarang. Begitulah dia selama bertahun-tahun dan itu sebabnya dia begitu sukses," tambahnya.

Minggu (6/11/2011) lusa, Ferguson akan genap 25 tahun menjadi manajer di Old Trafford. Sebuah waktu lama untuk seorang pelatih dalam satu tim. Sampai kini tidak ada yang tahu kapan Ferguson akan pensiun dan kepada siapa ia akan menyerahkan tanggung jawab sebagai manajer MU.

Ferguson, Kenangan Terbaik Beckham

Football superstar David Beckham looks set to visit Singapore and Indonesia on a promotional tour in the coming weeks

LOS ANGELES, KOMPAS.com - Dengan usia 36 tahun dan pengalaman bermain di tiga klub top Eropa, David Beckham tentunya merasakan banyak momen penting. Namun, momen terbaik justru terjadi sebelum ia memulai karier profesional, yaitu ketika bertemu Ferguson pada Mei 1989.

Saat itu, Bekham yang masih berusia 14 tahun, pergi ke Old Trafford untuk menandatangani formulir untuk sekolah di  Manchester United (MU).

Itu adalah hari ulang tahunku yang ke-14. Kami berada di ruangan tempat para pemain makan. Manajer (Ferguson) akan segera masuk ke lapangan pertandingan, tetapi ia menyempatkan diri membawakan kue untukku," ujar Beckham.

"Itu adalah momen favoritku, kenangan terbaikku dalam dunia sepak bola. Aku masih menyimpan fotonya. Aku menandatangani formulir untuk menjadi pemain Manchester United pada usia 14 tahun di kantornya, bersandar di mejanya."

"Aku bergabung dengan tim impianku. Aku adalah menggandrungi Manchester United, tetapi aku punya perasaan tak enak ketika pertama kali ke sana, yang mungkin berubah. Namun, sejak pertama kali ke Old Trafford, Anda punya perasaan menjadi bagian keluarga klub itu. Aku masuk menjadi bagian keluarga itu."

"Cara manajer memperlakukan pemain muda adalah alasan kenapa mereka ingin bermain untuk Manchester United. Aku saat itu hanyalah seorang anak kecil yang hanya perlu menandatangani formulir untuk bergabung dengan klub. Aku bahkan bukan pemain tim yunior, tetapi ia (Ferguson) membuatku merasa sudah bermain untuk tim utama dan itulah caranya (memperlakukan pemain muda)," tuturnya.

Sunday, November 6, 2011

Dalglish: Ferguson Fantastis

Manajer Liverpool, Kenny Dalglish (kanan), dan pelatih Manchester United, Alex Ferguson.

LIVERPOOL, KOMPAS.com — Pelatih Liverpool, Kenny Dalglish, menilai manajer Manchester United (MU), Alex Ferguson, adalah pelatih fantastis dan lebih baik dari pendahulunya, Sir Matt Busby.

Hal tersebut berkaitan dengan akan genapnya masa kerja Ferguson di MU selama 25 tahun, akhir pekan ini. Selama ditangani Ferguson, MU telah mempersembahkan 37 trofi, misalnya, 2 trofi Liga Champions, 12 trofi Premier League, 5 Piala FA, dan 4 Piala Liga.

"Ia luar biasa untuk Manchester United dan saya pikir, dengan pencapaiannya, ia melampaui legenda Sir Matt Busby. Berada di klub mana pun selama 25 tahun adalah pencapaian luar biasa dan setiap keberhasilan yang ia raih merupakan warisan untuknya dan klub tersebut," ujar Dalglish.

"Melihat posisi MU sekarang ini, itu merupakan prestasi fantastis dari Ferguson, mengingat posisi MU ketika Ferguson bergabung. Tidak relevan bicara soal apakah akan ada orang yang bisa menyamainya di masa mendatang. Tak seorang pun bisa mengalahkan pencapaiannya," tuturnya.

Ferguson sendiri sebelumnya mengaku tak pernah membayangkan bisa melatih MU selama 25 tahun. Menurutnya, itu seperti dongeng.

"Bisa bertahan di MU selama ini seperti dongeng. Melatih MU selama periode tersebut merupakan sesuatu yang fantastis untuk saya. Itu adalah sesuatu yang Anda pikir tak akan terjadi dan saya berterima kasih untuk itu," ujar Ferguson.

Monday, August 29, 2011

Ferguson: Saya Menghormati Wenger

Manajer Manchester United, Alex Ferguson.

MANCHESTER, KOMPAS.com — Selain belum pernah membawa Arsenal menang di Premier League musim ini, Arsene Wenger juga tak bisa mencegah Arsenal dipermalukan Manchester United dengan skor 2-8 pada laga terakhirnya, Minggu (28/8/2011). Meskipun begitu, menurut Manajer MU Alex Ferguson, itu bukan alasan untuk tidak menghormati Wenger mengingat apa yang dilakukannya untuk Arsenal dalam 15 tahun terakhir.

Arsenal telah mengarungi tiga pertandingan Premier League musim ini. Sebelum melawan MU tadi malam, mereka bermain imbang  0-0 dengan Newcastle dan menyerah 0-2 dari Liverpool. Ini adalah awal musim terburuk Arsenal, setidaknya dalam tiga tahun terakhir.

"Tentu (saya menghormati Wenger) karena ia adalah orang hebat di dunia sepak bola. Ia telah melakukan pekerjaan luar biasa selama 15 tahun di Arsenal. Ia memberi mereka kualitas sepak bola yang tak pernah mereka alami. Ia membawa pemain-pemain bagus masuk timnya dan untuk itu, ia layak dihormati, terutama dari saya sendiri," ujar Ferguson.

Selain itu, Ferguson juga memuji barisan pemain mudanya yang mampu meraih kemenangan spektakuler itu, Wayne Rooney yang mencetak hat-trick, Ashley Young yang menyumbang dua gol, Danny Welbeck yang menciptakan gol pertama, dan Javier Hernandez yang mampu merusak pertahanan Arsenal.

"Fantastis. (Rooney) berhasil dalam peran sebagai pemimpin pemain depan. Welbeck masih muda. Hernandez juga masih muda. Ashley Young baru bergabung dengan kami. Wayne sukses mengemban tanggung jawab dan saya pikir itu penting," ujar Ferguson.

"Itu sepasang gol luar biasa (dari Young). Fantastis.... Ia beradaptasi dengan sangat baik, memahami permainan dengan baik, berenergi besar, punya keseimbangan bagus. Ia memiliki semua hal untuk menjadi pemain top," tambahnya. 

Ferguson: Tadi Itu Mengejutkan, Lucu, dan Aneh

Manajer Manchester United, Alex Ferguson.

MANCHESTER, KOMPAS.com — Manajer Alex Ferguson menilai Manchester United bermain bagus saat melawan Arsenal pada pentas Premier League, Minggu (28/8/2011). Meski begitu, ia tetap sulit percaya timnya mampu menang 8-2.

"Itu tak biasa karena Anda tak menduganya. Kami pernah dua kali mencetak enam gol ke gawang mereka. Jadi, mungkin ketika kami menampilkan performa seperti tadi, sebuah tim akan menderita. Hari ini, Arsenal-lah yang sayangnya mengalami penderitaan itu," ujar Ferguson.

"Kami meraih sepasang hasil hebat saat melawan mereka di masa lalu. Namun, ketika Anda melihat Arsenal seperti itu, kami berharap mencetak gol. Saya pikir, kualitas terbaik mereka ada di lini depan dan mereka menciptakan beberapa ancaman. Mereka bisa saja mencetak lebih dari dua gol tadi."

"Tadi itu adalah pertandingan yang lucu dan hasilnya aneh. Namun, kami hanya mengerjakan tugas kami, dan saya pikir, kami para pemain profesional dan melakukan yang terbaik. kami menunjukkan energi hebat saat ini dan keasyikan dalam bermain. Itu penting," tuturnya.

Monday, May 23, 2011

Ferguson: Gelar Ke-19 Lain Rasanya

Manajer Manchester United Alex Ferguson memegang trofi Premier League 2010-2011, usai pertandingan pekan ke-38, melawan Blackpool, di Old Trafford, Minggu (22/5/2011).

MANCHESTER, KOMPAS.com — Manajer Manchester United Alex Ferguson menilai, gelar Premier League 2010-2011, yang merupakan gelar ke-19 bagi klub ini, berbeda dari sebelumnya. Pasalnya, dengan gelar itu, Manchester United menjadi tim terbaik di Inggris.

Hal itu disampaikan setelah Manchester United (MU) melakoni pertandingan terakhir musim 2010-2011, yaitu melawan Blackpool, di Old Trafford. MU menang dengan skor 4-2. MU pun mengakhiri musim dengan 80 poin atau unggul sembilan angka dari Chelsea di tempat kedua.

"Ini istimewa, terutama karena kami telah memenangi gelar lebih banyak dari yang lain di negeri ini. Ini adalah sejarah dan hebat untuk tradisi klub ini. Saya sangat senang," ujar Ferguson.

"Para pemain telah bermain sangat bagus. Ada etos kerja luar biasa di tim ini. Saya pikir, mereka pantas meraih gelar karena ada banyak penampilan hebat."

"Saya telah menghapus anggapan bahwa Manchester United ini tidak hebat. Merupakan prestasi hebat menjuarai liga ini."

"Saya pikir target kami adalah melakukan yang terbaik. Ya, kami telah mengalami sejumlah pertandingan tandang mengecewakan, tetapi performa kandang kami fantastis.

"Hari ini kami mendapat empat gol, sebelumnya kami membuat tujuh gol saat menjamu Blackburn, dan lima gol saat menjamu Birmingham. Kami juga telah mengalahkan Chelsea, Liverpool, Arsenal, dan Tottenham di sini. Mereka tim top. Jadi, pencapaian ini cukup bagus."

"Ini sesuatu yang fantastis dan indah karena melibatkan semua suporter. Mereka merasa menjadi bagian dari hal ini dan sangat menikmati hari ini. Merupakan hal luar biasa melihat para pemain bersama keluarga dan anak-anak mereka."

"Saya pikir, mulai sekarang, ini harus menjadi permainan tim. Anda lihat Patrice Evra dan ia telah bermain paling sering, 46 dari 61 pertandingan. Hal tersebut menunjukkan kepada Anda mengenai persebaran pemain yang telah kami gunakan. Itu terjadi karena kami punya skuad yang bagus," paparnya. (MU)

Sunday, May 1, 2011

Ferguson Bujuk Scholes Bertahan

Gelandang Manchester United, Paul Scholes.

MANCHESTER, KOMPAS.com — Manajer Manchester United Alex Ferguson mengaku telah meminta Paul Scholes melupakan niat pensiun pada akhir musim ini. Namun, menurutnya, Scholes belum memberi kepastian.

Kontrak Scholes habis pada akhir musim ini. Dalam sejumlah wawancara dengan media Inggris, Scholes mengaku mempertimbangkan pensiun saat kontraknya habis pada akhir musim ini. Usia yang sudah mencapai 36 tahun disebutnya menjadi salah satu pertimbangan.

"Saya beberapa kali bicara dengan Scholesy untuk meyakinkannya bertahan, tetapi kita akan lihat," ujar Ferguson.

Selain itu, Ferguson juga memuji pemain veteran lainnya, Ryan Giggs, yang sudah berusia 37 tahun tetapi mampu menjaga level permainan dan kebugaran fisik.

Lebih dari itu, Giggs dinilainya memiliki gairah bermain tinggi, seperti yang telah ditunjukkan dengan memperpanjang kontrak dengan MU untuk satu musim, atau sampai akhir musim depan.

"Untuk Ryan, ia luar biasa, fantastis. Ia berusia 37 tahun dan terlihat seakan-akan masih memiliki karier sampai empat atau lima tahun lagi," kata Ferguson.

"Namun, sulit untuk mengatakannya karena ketika Anda bertambah tua, Anda semakin tua dan kadang-kadang itu bisa memukul Anda dengan cepat. Apa yang Ryan lakukan saat ini cukup luar biasa dan ia tak pernah punya masalah berat badan," tuturnya. (SKY)

Friday, April 8, 2011

Ferguson: Penalti? MU Layak Menang

Manajer Manchester United Alex Ferguson.

LONDON, KOMPAS.com — Manajer Manchester United (MU), Alex Ferguson, tampak enggan bicara soal jatuhnya dua pemain Chelsea di kotak penalti pada pertandingan melawan timnya di leg pertama perempat final Liga Champions di Stamford Bridge, Rabu (6/4/2011), yang berakhir 1-0 untuk MU.

"Saya belum melihat tayangan ulangnya. Ada banyak yang bisa dibicarakan soal klaim penalti dan diving itu. Namun, saya pikir, pemain saya bermain dengan luar biasa," ujar Ferguson.

Insiden pertama adalah ketika Ramires terjatuh setelah berkontak fisik dengan Patrice Evra pada menit ke-90+1. Wasit Alberto Undiano Mallenco menilai itu bukan pelanggaran dan tak ada penalti untuk Chelsea.

Peristiwa kedua terjadi sekitar dua menit setelahnya. Kali ini, Fernando Torres terjatuh saat menggiring bola dalam kawalan Antonio Valencia. Torres dinilai melakukan diving dan diganjar kartu kuning.

Dari tayangan ulang tampak Chelsea seharusnya mendapat penalti pada pelanggaran pertama. Untuk kartu kuning Torres, wasit tampak bertindak tepat.

Adapun gol kemenangan MU dicetak oleh Wayne Rooney pada menit ke-24. Ini adalah pertama kalinya MU menang di kandang Chelsea sejak 2002.

Pertandingan leg kedua akan digelar di Old Trafford, 14 April mendatang. (AP)

Thursday, April 7, 2011

Leg II, Ferguson Andalkan Suporter

Manajer Manchester United Alex Ferguson.

LONDON, KOMPAS.com - Suporter dinilai akan menjadi kunci keberhasilan Manchester United (MU) memenangi leg kedua perempat final Liga Champions melawan Chelsea, di Old Trafford, 12 April mendatang dan lolos ke semifinal.

MU sudah melakoni leg pertama dan menang 1-0, di Stamford Bridge, Rabu (6/4/2011). Kemenangan ditentukan oleh gol Wayne Rooney pada menit ke-24. Ini adalah pertama kalinya MU menang di Stamford Bridge, sejak 2002.

"Ini baru setengah jalan, tapi kami mendapatkan keuntungan. Gol tandang sealu berarti sesuatu. Namun, keuntungan terbesar kami adalah Old Trafford. Dukungan untuk kami Selasa depan akan sangat fantastis. Saya bertaruh untuk itu," kata Ferguson.

"Rooney sekarang lebih rutin mencetak gol, yang dalam fase musim seperti sekarang ini, akan penting bagi kami. Golnya tadi adalah (contohnya)," tambahnya. (MU)

Wednesday, April 6, 2011

Ferguson: Rooney Buktikan Kelasnya

Ekspresi penyerang Manchester United, Wayne Rooney, usai membobol gawang Chelsea, pada leg pertama perempat final Liga Champions, di Stamford Bridge, Rabu (6/4/2011).

LONDON, KOMPAS.com — Penyerang Manchester United (MU) Wayne Rooney mencetak gol semata wayang yang mengakhiri rekor buruk timnya tidak pernah menang atas Chelsea di Stamford Bridge sejak 2002. Manajer MU Alex Ferguson pun mengeluarkan banyak kata pujian untuk Rooney.

Gol itu terjadi pada menit ke-24 pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions, Rabu (6/4/2011). Gol bermula dari pergerakan dengan bola Ryan Giggs yang berujung pada umpan silang. Rooney berhasil menguasai bola dan menjejalkannya ke gawang Petr Cech. Itu menjadi satu-satunya gol pada duel itu.

"Wayne berada dalam bentuk permainan luar biasa. Ia memberi kami keuntungan besar untuk melaju ke semifinal. "Ia luar biasa, sangat sangat hebat. Grafik penampilannya dan gairah bermainnya menakjubkan," ujar Ferguson.

"Ia mendapat banyak cemooh malam ini. Ia begitu sering ditekel, tetapi bangun lagi dan bermain. Ia layak mendapatkan pujian besar," tambahnya.

Ferdinand menambahkan, "Hari ini, ia menunjukkan sentuhan brilian. Sejumlah sentuhan ajaib. Insting dan penyelesaian akhir luar biasa. Ia bergerak ke semua sisi lapangan dan senang melihatnya begitu." (AP)

Saturday, March 5, 2011

Ferdinand: Ferguson Tahu yang Terbaik

Bek Manchester United, Rio Ferdinand.

MANCHESTER, KOMPAS.com — Kapten Manchester United, Rio Ferdinand, mengaku sempat menduga timnya akan membeli pemain baru pada jendela transfer kedua, Januari lalu. Bahwa kemudian ternyata tidak, menurutnya, itu adalah keputusan manajer Alex Ferguson yang terbaik untuk tim.

"Aku pikir, ada kemungkinan kami melakukan transfer yang mengejutkan. Orang berasumsi, sebagai pemain kami tahu, tetapi sayangnya tidak. Itu bukan hal yang perlu untuk dicari tahu," ujar Ferdinand.

"Namun, manajer melakukan keputusan yang benar. Ia menyimpan segalanya sendiri dan 'memegang kartu dekat dengan dadanya'. Ia selalu bergerak cepat dalam bernegosiasi," tambahnya.

Tanpa pembelian pemain baru, Manchester United mampu mempertahankan posisi di puncak klasemen sementara dengan 60 poin atau berselisih empat angka dari pesaing terdekat, Arsenal. (GUA)

Thursday, March 3, 2011

Ferguson: MU Pantasnya Imbang

Pelatih Manchester United, Alex Ferguson.

MANCHESTER, KOMPAS.com - Manajer Manchester United (MU) Alex Ferguson, Crawley Town bermain lebih baik di babak kedua dan pantas hasil imbang, pada pertandingan melawan timnya di putaran kelima Piala FA, Sabtu (19/2/2011).

Pertandingan itu berakhir 1-0 untuk MU. Gol semata wayang mereka dicetak oleh Wes Brown pada menit ke-28. Di babak perempat final, MU akan bertemu dengan Arsenal atau Leyton Orient.

"Mereka pantas mendapat hasil imbang mengingat penampilan mereka di babak kedua. Tak ada keraguan pemain (MU) bersikap tidak adil kepada diri sendiri (tidak menampilkan performa terbaik, Red)," ujar Ferguson.

"Saya tak punya keluhan soal performa kami di babak pertama. Saya pikir, kami baik-baik saja. Namun, kami tak berada dalam permainan selama babak kedua. Kami selalu kalah dalam setiap perebutan bola,"

"Ini mengecewakan karena ada beberapa pemain kami yang mungkin tak mengerti seperti apa Piala FA itu. Ini pelajaran bagus bagi mereka," tuturnya. (SKY)

Thursday, February 17, 2011

Ferguson: Rekor Giggs Abadi

Gelandang Manchester United, Ryan Giggs.

MANCHESTER, KOMPAS.com — Manajer Manchester United Alex Ferguson mengatakan, panjangnya masa pengabdian Ryan Giggs (37) kepada klub tak akan pernah dikalahkan oleh siapa pun yang ada ataupun yang akan datang.

Ryan Giggs telah membela "Setan Merah" selama 20 tahun dan telah tampil setidaknya 600 kali di liga. Belum lama ini, ia terpilih menjadi pemain terbaik MU sepanjang masa melalui jajak pendapat yang dilakukan majalah resmi klub itu, Inside United. Ia mengalahkan sejumlah legenda MU, misalnya, Sir Bobby Charlton, George Best, dan Eric Cantona.

"Mengingat (reputasi kandidat lain) menjadi nomor satu berarti sesuatu bukan? Ketika Anda melihat kumpulan bintang yang pernah ada di klub ini, itu adalah penghargaan besar untuk Ryan," ujar Ferguson.

"Panjangnya masa pengabdian selalu diperhitungkan dalam hal-hal seperti ini dan Ryan telah berada di sini lebih lama dari pemain lain yang pernah ada di sini."

"Ia belum lama ini memainkan pertandingan liganya yang ke-600, yang tentunya merupakan pencapaian luar biasa. Tak akan ada yang melakukan itu lagi, tidak oleh pemain di klub yang sama," tambahnya. (MIR)

Thursday, February 10, 2011

Ferguson: Jual Adam, Blackpool Bodoh

Pelatih Manchester United, Alex Ferguson.

MANCHESTER, KOMPAS.com — Manajer Manchester United, Alex Ferguson, mengatakan, Blackpool bodoh jika sampai menjual kapten Charlie Adam saat pada jendela transfer kedua ini, kecuali jika tawaran itu datang dari klub besar.

Mengacu pemberitaan di Inggris, Adam diinginkan Liverpool. Liverpool bahkan disebut sudah mengajukan penawaran 4 juta poundsterling.

Menurut Ferguson, sebagai tim promosi, Blackpool harus mempertahankan pemain-pemain top mereka untuk menjaga soliditas dan peluang bertahan di Premier League musim depan. Dikatakan juga, jika mereka mau menjual pemain maka sebaiknya setelah musim berakhir.

"Saya tak berpikir (Manajer Blackpool Ian Holloway) akan menjualnya. Ia akan menjadi sangat bodoh jika sampai melakukan itu mengingat posisi mereka saat ini. Ia bisa menjualnya akhir musim nanti. Saya pikir, ia tak akan menjual pemain saat ini," terang Ferguson.

"Blackpool telah menjadi udara segar. Saya tak pernah mengira mereka akan bermain di Premier League. Charlie adalah bintang. Saya mengenalnya sejak masih anak muda di Skotlandia."

"Jika (Holloway) mendapatkan penawaran dari klub besar untuk salah satu dari pemainnya, ia harus melepas mereka untuk memberikan pemain itu kesempatan yang tak akan ia dapatkan di Blackpool," tuturnya. (MIR)