Showing posts with label karena. Show all posts
Showing posts with label karena. Show all posts

Tuesday, December 13, 2011

Kuasa Hukum: Titi-Ovy Cerai Bukan Karena Masalah Penghasilan

TANGERANG, KOMPAS.com -- Titi DJ dan Ovy "/rif" sudah resmi bercerai. Sebelum ini tersiar kabar, mereka bercerai karena masalah penghasilan Ovy di bawah pendapatan Titi. Hal itu dibantah mentah-mentah oleh dua kuasa hukum Titi, Fathoni dan Damayanti Singgih.

"Perceraian itu prisnsipnya ada ketidakcocokan. Pernikahan tidak cocok, makanya berpisah. Daripada menimbulkan hal-hal tidak baik, mereka cerai, enggak mengajukan dalil karena faktor ekonomi," kata Fathoni ketika diwawancara usai sidang perceraian Titi dan Ovy di Pengadilan Agama (PA) Tigaraksa, Tangerang (Banten), Senin (12/12/2011).

Titi dan Ovy, yang baru empat tahun berumah tangga, berpisah sejak Mei 2011 karena ketidakharmonisan hubungan mereka. Hal itu diakui oleh saksi yang hadir dalam sidang, yakni manajer dan saudara kandung Titi. "Saksi bicarakan apa yang mereka lihat soal hubungan mereka berdua. Pertengkaran, mereka tidak lihat. Rumah tangga tidak cocok lagi sejak Mei. Sudah berpisah dan sendiri-sendiri dari bulan Mei," terang Damayanti.

Putusan cerai itu dijatuhkan secara verstek, karena, baik Titi, yang menggugat, maupun Ovy, yang tergugat, tidak pernah hadir dalam sidang dan kedua pihak tersebut sudah sepakat untuk bercerai.

Dalam sidang, terang Damayanti lagi, tak ada masalah perebutan hak asuh anak, karena sang vokalis memang tidak dikaruniai anak dari gitaris itu. "Putusannya hanya untuk cerai saja, tidak ada tuntutan lain. Jadi, cerai, enggak ada soal hak asuh anak," ujar Damayanti.

Wednesday, November 30, 2011

Lamela Ditampar Osvaldo karena Sebut Nama Maradona

Penyerang AS Roma, Pablo Daniel Osvaldo.

ROMA, KOMPAS.com — Penyerang AS Roma, Pablo Daniel Osvaldo (25), menampar rekannya, Erik Lamela (19), setelah Lamela menyebut-nyebut nama legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona, dalam perdebatan mereka. Demikian diberitakan oleh media Spanyol, El Confidencial.

Insiden itu terjadi di kamar ganti, setelah Roma menyerah 0-2 kepada Udinese, pada laga Serie-A, di Friuli, 25 November lalu. El Confidencial mengklaim, Osvaldo menuding Lamela tak memberinya umpan pada satu momen di laga tersebut.

Lamela disebut membantah tudingan itu dan Osvaldo menanggapinya dengan mengatakan, "Aku lebih tua dari kamu. Ini bukan River Plate (klub Lamela sebelum Roma) dan kamu menjawab selagi aku bicara."

Lamela merespons dengan itu mengatakan, "Tutup mulutmu. Kamu bukan Maradona." Menurut El Confidencial, Osvaldo kemudian menghampiri Lamela dan menamparnya, bukan memukul, seperti diberitakan sebelumnya oleh media-media Italia.

Atas tindakan menampar Lamela, Osvaldo dijatuhi skors oleh Roma dan denda senilai 50.000 euro atau sekitar Rp 610 juta.

Tuesday, November 15, 2011

Andik Bertahan di Persebaya karena Cinta

Gelandang serang Timnas Indonesia U-23 Andik Vermansyah sebelum diwawancarai Kompas.com, di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (5/11/2011). KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI

JAKARTA, KOMPAS.com – Mungkin dulu tak banyak mengenal sosok Andik Vermansyah, gelandang serang mungil asal kota Jember yang dimiliki oleh Persebaya 1927. Mengawali karier dari sepak bola kampung, Andik kini menjelma menjadi pemain andalan klub papan atas Liga Indonesia, Persebaya Surabaya dan juga tim nasional U-23.

Meski tak punya postur yang ideal (162 cm), Andik tak lantas minder dan justru mampu memberikan yang terbaik saat diberikan tugas dalam bermain. Bahkan, dirinya sempat ditawari bermain oleh legenda sepak bola Portugal, Rui Costa.

Namun, siapa sangka awal kariernya tak berjalan dengan mulus. Ia harus banting tulang demi mewujudkan impiannya bermain untuk klub kesayangannya, Persebaya Surabaya. Lantas apa pesannya untuk anak-anak Indonesia? Berikut petikan wawancaranya dengan Kompas.com.

T: Sejak kapan kami bermain sepak bola? Aku sudah bermain bola sejak lima tahun. Waktu itu aku sering diajak kakak (Agus Dwi Cahyono, kakak nomor dua) bermain di sana. Aku bermain setiap hari di sana hinga aku sering dipukul orang tua karena pulangya Magrib terus dan bolos mengaji. Saat itu masih sepak bola antar-kampung. Baru kelas empat SD aku ikut sekolah sepak bola. Tahun 2005, Aku bergabung dengan Persebaya junior.

Pada tahun 2008, aku bersyukur bisa masuk ke tim senior Persebaya. Yang awalnya aku hanya lihat Bejo Sugiantoro latihan, akhirnya bisa latihan bersama. Aku sangat bersyukur.

T: Bagaimana sikap orang tua mengenai keputusanmu bersepak bola?
Awalnya orang tua kurang mendukung. Setiap habis dari lapangan, aku dipukul, tetapi aku membandel. Aku tahu mereka memukul aku bukan karena tidak sayang, tetapi takut aku kenapa-kenapa, contohnya patah kaki. Sebab, buat makan aja sudah apalagi mengeluarkan dana untuk hal yang tidak perlu. Namun lambat laun orang tua mengizinkan

T: Pernah berpikir pindah ke klub lebih besar?
Aku di Persebaya sudah sejak Persebaya yunior. Sebagai warga Surabaya menjadi suatu kebangaan bisa membela Persebaya. Aku juga senang bisa melihat bonek dan pemain seperti Bejo Sugiantoro.

Aku seperti sudah cinta mati dengan Persebaya. Jadi tak pernah tertarik untuk pindah klub.

T: Kepindahan Persebaya ke Liga Primer Indonesia (LPI) juga mengancam kesempatan kamu di timnas. Namun, kami tetap bertahan. Kenapa?
Ya karena aku sangat cinta dengan Persebaya. Aku juga optimistis karena mendengar pernyataan dari bapak Andi Mallarangeng (Menteri Pemuda dan Olah Raga) yang mendukung adanya LPI. Itu yang membuat aku bertahan di Persebaya.

T: Kabarnya kamu pernah dilirik klub Portugal. Bisa cerita soal itu?
Iya. Waktu itu masih pra-kompetisi. Aku baru bermain tiga pertandingan, tapi sudah mencetak banyak gol. Ternyata saat itu pak Llano (Mahardika, CEO Persebaya Surabaya) bikin videonya dan mengirimkannya ke Rui Costa (Direktur Sepak Bola Benfica). Pak Llano merupakan teman dekat Rui Costa. Aku lalu dipanggil sama Pak Llano ke kantornya untuk bicara empat mata. Beliau bilang, ‘ada tawaran main di Portugal. Kamu mau nggak?’. Ya aku jawab, ‘Kalau ada temannya, aku mau, Pak.'

Lagi pula hal itu harus aku diskusikan dulu dengan orang tua dan keluarga. Orang tua mintanya aku tetap di sini (Indonesia). Kalau kakak, dia suruh aku untuk ambil kesempatan itu.

T: Siapa pelatih yang paling berjasa dalam kemajuan karier kamu?
Aji Santoso yang melatih aku selama di PON. Aku baru tahu posisi dan bagaimana menyerang juga bertahan. Aku akui coach Aji sangat berjasa memberikan motivasi kepada aku hingga aku bisa latihan dengan serius.

T: Bagaimana dengan Rahmad Darmawan?
Kalau Pak Rahmad itu mampu merangkul pemain. Dia itu milik semua pemain. Beliau juga mampu memotivasi para pemain yang ada. Kalau secara teknik tidak jauh berbeda dengan pak Aji.

T: Apa momen terindah dalam kariermu?
Waktu aku juara PON bersama Jawa Timur. Saat itu kami berhasil mendapatkan emas dan aku dapat hadiah motor Mio sebagai bonusnya. Itu pertama kali aku punya motor sendiri.

T: Kalau momen terburuk?
Saat aku tak pernah dimainkan ketika Persebaya lolos ke Indonesia Super League. Aku sempat kecewa dan pernah berniat untuk pindah.

T: Kamu pernah ditolak masuk timnas saat Indonesia bersiap melawan Turkmenistan. Perasaan kamu?
Aku sangat kecewa saat itu.

T: Bisa ceritakan bagaimana kronologisnya?
Ada yang telepon aku terus menyuruhku datang seleksi, tapi tidak ada surat. Ada kemungkinan surat itu diberikan kepada Persebaya (versi Wishnu Wardhana). Waktu itu aku sempat ditanya coach Aji, ’kenapa kamu tidak berangkat?’. Lalu aku bilang masih bimbang karena masih simpang siur.

T: Banyak orang menjuluki kami Lionel Messi-nya Surabaya. Tanggapan kamu?
Semua juga bilang begitu, tetapi aku tidak merasa seperti itu. Saat aku bermain, para Bonek selalu teriak ’Messi..Messi...Messi’. Saya senang dipanggil Messi, tapi kan beda jauh ha ha ha.

T: Kamu tipe pemain seperti apa?
Itu orang yang menilai. Banyak orang bilang aku pemain yang punya kecepatan. Ada yang bilang, tanpa kecepatan saya tidak bisa jadi pemain seperti ini.

T: Apa yang jadi kelebihan seorang Andik Vermansyah?
Hmmmm..Mungkin kecepatan.

T: Apa rahasia kamu bisa tampil begitu?
Aku biasa latihan lari menaiki tangga, baik tangga jembatan atau tangga di mall. Kadang, aku lomba lari dengan taksi. Pernah waktu itu aku lomba sampai lima kali, setelahnya aku langsung muntah-muntah ha ha ha.

T: Postur kamu terbilang kecil untuk pemain sepak bola. Pernah merasa minder dengan postur tubuh kamu?
Tidak pernah. Soalnya, aku sejak kecil sudah bermain dengan orang yang posturnya lebih besar dariku. Waktu umur lima tahun, aku sudah bermain melawan bapak-bapak. Jujur, di timnas pun, aku tak pernah minder.

T: Kamu dikenal sebagai pria yang sederhana. Kabarnya, kamu lebih suka pakai sepatu murah ketimbang sepatu yang mahal harganya?
Kalau pakai sepatu mahal, aku tidak cocok. Lagian, kalau sepatu mahal tidak ada yang cocok dengan ukuran kakiku. Aku tidak peduli dibilang orang apa kalau pakai sepatu murah.

T: Punya pengalaman istimewa soal sepatu?
Aku punya sepatu untuk bermain sepak bola awalnya dikasih dari orang dan teman-teman. Sepatu pertama yang dibelikan ibu itu harganya 15 ribu. Itu aja harus nunggu Ibu dapat bayaran lebih. Dengan berjalannya waktu, Bapak mendapat rezeki dan aku dikasih uang 50 ribu untuk membeli sepatu yang sedikit lebih bagus. Aku terus mencari sepatu bola seharian tapi tidak ketemu karena duitnya kurang. Namun, besoknya aku bisa mendapatkan sepatu dengan harga 40 ribu rupiah. Aku senang sekali, sampai-sampai sepatu itu aku pegang terus hingga aku ajak tidur.

Aku juga pernah berjualan kue keliling kampung saat kelas empat SD. Aku mulai jualan dari jam 7 pagi sampai jam 8.30. Jam 9 pagi aku pergi ke sekolah. Aku juga pernah berjualan es di dekat stadion, Sejak itu aku tidak pernah meminta uang lagi kepada orang tua. Cuma dikasih jatah satu minggu 1500 sama bapak. Aku jualan untuk uang jajan aku dan untuk menambung agar bisa membeli sepatu bagus.

T: Kapan pertama kali kamu mendapat penghasilan sendiri dari bermain bola?
Aku mulai mencari penghasilan sendiri dengan ikut bermain tarkam di Madura. Saat itu, tahun 2003, aku mendapat bayaran 45 ribu rupiah dan hasilnya aku berikan semua untuk orang tua. Dari situ, aku bermain di manapun tidak pernah dipukul orang tua

T:  Andik itu sebenarnya orangnya seperti apa sih?
Baik, suka bercanda, suka cari temen, dan sederhana.

T: Siapa pemain idola atau panutan seorang Andik Vermansyah?
Kalau di dalam negeri aku suka Firman Utina dan Bejo Sugiantoro. Kalau di luar negeri aku suka Cristiano Ronaldo. Tim tentu Persebaya dan juga Real Madrid.

T: Bisa ceritain kenapa kamu begitu suka dengan Persebaya?
Awal aku cinta persebaya karena diajak tetangga nonton persebaya. Namanya Bapak Kar. Setiap Persebaya bermain, aku selalu diajak nonton dan lama-lama aku mulai melihat mereka latihan di Stadion Tambak Sari. Aku harus jalan kaki sepanjang 4 kilo meter untuk mencapai stadion tersebut.

T: Kalau hobi kamu apa?
Karaoke sama billiar. Bukan hiburan malam, tetapi karaoke dan billiar untuk refreshing saja sama teman-teman.

T: Kamu bisa dibilang punya sedikit waktu untuk keluarga. Apa yang kamu lakukan jika sudah pulang ke rumah?
Setiap pulang, aku pasti mengajak keluarga untuk makan di luar. Pacar juga aku ajak.

T: Menurut kamu, apa yang harus dibenahi dari sepak bola Indonesia agar bisa berkembang?
Indonesia itu kurang lapangan bola. Padahal, dari lapangan itulah muncul bibit-bibit pemain. Negara kita lebih besar dari Jepang, tapi di Jepang lapangannya lebih banyak dari yang kita miliki. Seharusnya kita harus memantau lapangan dan diklat yang ada saat ini.

T: Punya pesan untuk anak-anak Indonesia?
Terus bekerja keras dan jangan putus asa. Nasib tak akan berubah jika kita tidak mengubahnya sendiri.

Thursday, November 10, 2011

Beckham: Ferguson Sukses karena Galak

Manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson, kecewa timnya dihajar Manchester City 1-6 pada lanjutan Premier League, Minggu (23/10/2011).

LONDON, KOMPAS.com - Apa yang membuat Sir Alex Ferguson sedemikian sukses melatih Manchester United? Tidak lain adalah temperamennya yang keras dan kata-katanya yang tajam kepada pemain.

Itulah hal yang paling diingat oleh David Beckham, mantan anak asuh Ferguson dan pernah sukses mengantar MU meraih tiga trofi pada 1999. Beckham mengakui bahwa sikap Ferguson yang seperti itulah yang membuat para pemain segan kepadanya.

Pada 2003, Beckham pernah menjadi korban kemarahan Ferguson. Setelah kalah dari Arsenal pada Februari, Beckham menjadi sasaran amarah Ferguson. Kekalahan itu membuat Ferguson berang hingga muncullah insiden "sepatu melayang" di ruang ganti. Sepatu itu mengenai pelipis kiri Beckham hingga ia terluka. Insiden itu kemudian disebut-sebut sebagai awal keretakan hubungan keduanya hingga Beckham pindah ke Real Madrid.

"Dia ingin membunuhku saat itu, aku yakin itu. Namun, dia figur seorang ayah bagiku dan dia juga orang yang memberiku kesempatan bermain untuk klub impianku," kata Beckham seraya menegaskan bahwa ia langsung melupakan kejadian delapan tahun silam itu.

Gelandang berusia 36 tahun itu mengaku sangat mengagumi sosok Ferguson. Dari dulu sampai sekarang. Ia justru menilai sifat temperamental Ferguson itulah yang membuat pelatih asal Skotlandia itu dapat mempertahankan prestasinya bersama "Setan Merah". Menurutnya, semua pemain MU takut "disemprot" oleh Ferguson sehingga para pemain pun berusaha tampil semaksimal mungkin.

"Ketakutan mendapat omelan (dari Ferguson) adalah alasan mengapa kami bermain begitu bagus. Tidak cukup hanya menjadi pemain hebat ketika Anda ingin bermain bersamanya. Dia memilih Anda karena dia percaya kepada Anda sebagai seorang pemain dan karena Anda punya karakter," tutur pemain yang ikut mengantar MU meraih treble winner pada 1999 itu.

"Begitulah dia dulu dan begitulah dia sekarang. Begitulah dia selama bertahun-tahun dan itu sebabnya dia begitu sukses," tambahnya.

Minggu (6/11/2011) lusa, Ferguson akan genap 25 tahun menjadi manajer di Old Trafford. Sebuah waktu lama untuk seorang pelatih dalam satu tim. Sampai kini tidak ada yang tahu kapan Ferguson akan pensiun dan kepada siapa ia akan menyerahkan tanggung jawab sebagai manajer MU.

Sunday, November 6, 2011

Laos Kalah Karena Kualitas dan Lapangan

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Pemain Myanmar, Min Min Thu (kanan) terjatuh saat dijegal pemain Laos dalam laga penyisihan Grup B cabang sepak bola SEA Games XXVI/2011 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (3/11/2011). Meskipun bermain dengan 10 pemain, Myanmar berhasil mengalahkan Laos dengan skor 3-2.

JAKARTA, KOMPAS.com — Laos yang tampil sebagai favorit harus menelan pil pahit saat berhadapan dengan Myanmar dalam laga penyisihan Grup B SEA Games XXVI/2011, Kamis (3/11/2011). Bermain menghadapi 10 orang Myanmar, Laos takluk dengan skor tipis 2-3.

Pelatih Laos, Hans Peter Schaller, mengatakan, timnya memang kalah kualitas dari Myanmar. Ia beranggapan, tim lawan punya beberapa pemain berkualitas yang bisa mengubah keadaan. Namun, dirinya tak menyebut secara rinci siapa-siapa saja pemain tersebut.

Selain soal kualitas, faktor lapangan yang becek juga menjadi alasan Schaller. Lapangan Stadion Gelora Bung Karno yang jadi tempat bertanding memang sempat becek dan licin karena diguyur hujan deras.

"Kondisi lapangan yang basah menyulitkan kami dalam melakukan serangan. Kami juga sulit dalam mengontrol bola," tutur Schaller kepada wartawan seusai pertandingan. Dalam laga selanjutnya, Laos akan berhadapan dengan Brunei Darussalam pada hari Senin (7/11/2011).

Saturday, November 5, 2011

Laos Kalah karena Kualitas dan Lapangan

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Pemain Myanmar, Min Min Thu (kanan) terjatuh saat dijegal pemain Laos dalam laga penyisihan Grup B cabang sepak bola SEA Games XXVI/2011 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (3/11/2011). Meskipun bermain dengan 10 pemain, Myanmar berhasil mengalahkan Laos dengan skor 3-2.

JAKARTA, KOMPAS.com — Laos yang tampil sebagai favorit harus menelan pil pahit saat berhadapan dengan Myanmar dalam laga penyisihan Grup B SEA Games XXVI/2011, Kamis (3/11/2011). Bermain menghadapi 10 orang Myanmar, Laos takluk dengan skor tipis 2-3.

Pelatih Laos, Hans Peter Schaller, mengatakan, timnya memang kalah kualitas dari Myanmar. Ia beranggapan, tim lawan punya beberapa pemain berkualitas yang bisa mengubah keadaan. Namun, dirinya tak menyebut secara rinci siapa-siapa saja pemain tersebut.

Selain soal kualitas, faktor lapangan yang becek juga menjadi alasan Schaller. Lapangan Stadion Gelora Bung Karno yang jadi tempat bertanding memang sempat becek dan licin karena diguyur hujan deras.

"Kondisi lapangan yang basah menyulitkan kami dalam melakukan serangan. Kami juga sulit dalam mengontrol bola," tutur Schaller kepada wartawan seusai pertandingan. Dalam laga selanjutnya, Laos akan berhadapan dengan Brunei Darussalam pada hari Senin (7/11/2011).

Tuesday, August 30, 2011

Nasri ke City karena Ditolak MU

Gelandang Manchester City, yang baru dibeli dari Arsenal, Samir Nasri.

MANCHESTER, KOMPAS.com — Gelandang Samir Nasri telah meninggalkan Arsenal dan bergabung dengan Manchester City, bukan Manchester United (MU). Menurut People, itu terjadi karena MU menolaknya.

Dikatakan, awalnya Nasri menegosiasikan transfer dengan Manajer MU Sir Alex Ferguson di Paris. Kedua pihak bersepakat bahwa Nasri akan menerima gaji sebesar 7 juta poundsterling atau sekitar Rp 97 miliar per musim.

Transfer kemudian macet dan batal ketika agen Nasri meminta bayaran sebesar 4 juta poundsterling atau sekitar Rp 55 miliar, yang ditolak MU. Setelah itu, barulah Nasri bernegosiasi dengan City.

City disebut menawarkan gaji sebesar 9 juta poundsterling atau sekitar Rp 125 miliar per musim. Agen Nasri kembali meminta bagian, yang juga ditolak City. Pada titik inilah, Nasri kembali mengontak MU meminta mereka memperbarui negosiasi transfer. MU, yang disebut sudah telanjur kesal dengan sikap Nasri, langsung menolak permintaan tersebut.

Nasri pun kemudian bergabung dengan City, yang akhirnya bersedia memberikan bayaran kepada agen Nasri. 

Monday, August 29, 2011

Ronaldo: Madrid Pesta karena Kerja Tim

Gelandang Real Madrid, Cristiano Ronaldo memeluk penyerang Karim Benzema (kiri) dan pemain sayap Angel Di Maria (kanan), usai mencetak gol kedua (dari tiga) ke gawang Real Zaragoza, pada laga pembuka Liga BBVA 2011-2012, Minggu (28/8/2011).

ZARAGOZA, KOMPAS.com — Gelandang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, mengatakan bahwa hanya karena kerja semua pemainlah, timnya bisa menang 6-0 atas Real Zaragoza pada laga pembuka Liga BBVA 2011-2012 di La Romareda, Minggu (28/8/2011).

Ronaldo menyumbang tiga gol untuk hasil tersebut. Tiga gol lainnya diciptakan oleh Marcelo, Xabi Alonso, dan Ricardo Kaka.

"Kami harus mengucapkan selamat kepada satu sama lain dari kami karena kami bermain dengan baik dan meninggalkan (Zaragoza) dengan gembira. Aku mencetak gol. Terima kasih kepada teman-temanku. Mereka membantuku dan aku membantu mereka. Itulah yang terjadi. Kami adalah tim yang pas. Dengan bermain seperti itu, kami akan menjuarai Liga BBVA," ujar Ronaldo.

"Tim adalah yang utama. Aku akan berusaha membantu dengan mencetak gol. Namun, kerja sama bernilai lebih penting."

"Kami memulai kampanye musim ini dengan sebaik mungkin dan kami tak akan memusingkan apa yang tim lain lakukan. Kami harus berkonsentrasi memenangi semua pertandingan kami dan berpikir hanya mengenai tim kami sendiri."

"Sangat penting bagi kami Kaka tampil dengan baik dan kami semua harus dalam kondisi fisik siap tampil. Kami tak akan mencapai apa pun jika kami tak bersatu," tuturnya.

Tuesday, April 5, 2011

Puyol Bugar karena Senam Wanita Hamil

Defender Barcelona, Carles Puyol.

UNTUK menjaga kebugaran tubuhnya, para pesepak bola memiliki banyak cara. Defender Barcelona, Charles Puyol, punya cara sendiri dan menurut mereka manjur. Ia mengaku bisa tetap fit di usia yang tak lagi muda berkat senam yang biasa dilakukan wanita hamil.

Puyol lebih suka melakukan senam yang lebih dikenal dengan nama pilates. Senam ini biasanya dilakukan oleh wanita hamil! Namun, menurut Puyol, berkat pilates, dirinya kini selalu berada dalam kondisi prima. Di lapangan, pemain berusia 32 tahun ini sulit ditaklukkan pemain lawan, meskipun usianya lebih muda dari Puyol.

"Ini aku rasakan sejak rajin melakukan pilates. Ketika bertambah tua, kamu harus sedikit melakukan perubahan latihan serta selektif dan berhati-hati memilih yang tepat. Saat ini aku merasa bugar dan berharap ini akan berlangsung lama," tegas Puyol.

Thursday, February 24, 2011

Ancelotti: Chelsea Kalah Bukan karena "Berlian"

Penyerang Chelsea, Fernando Torres, dan manajer Carlo Ancelotti.

LONDON, KOMPAS.com — Manajer Chelsea Carlo Ancelotti menilai timnya kalah 0-1 dari Liverpool bukan karena menggunakan pola 4-1-2-1-2 (berlian), melainkan karena lawan bermain lebih baik pada duel Premier League, Minggu (6/2/2011).

Pola itu juga digunakan Chelsea saat melawan Sunderland, Selasa (1/2/2011), yang berakhir 4-2 untuk Chelsea. Menurut Ancelotti, Chelsea juga bermain seperti itu saat melawan Liverpool.

Menurut Ancelotti, dibandingkan dengan saat melawan Sunderland, Chelsea bermain kurang cepat saat menghadapi Liverpool. Itu membuat lawan punya cukup waktu untuk menutup ruang dan dengan demikian mempersulit Chelsea mengakhiri serangan dengan eksekusi sempurna.

"Kami bermain fantastis dengan bentuk permainan seperti saat di Sunderland dan kami ingin mengulangnya. Liverpool mengubah bentuk permainan mereka," ujar Ancelotti.

"Mereka sangat kuat dalam hal bertahan dan memberikan tekanan besar saat di wilayah pertahanan mereka. Kami tak menemukan solusi yang tepat. Saya pikir, imbang adalah hasil yang ideal karena kami tak banyak terancam. Namun, inilah sepak bola," katanya.

"Liverpool bermain dengan baik hari ini, dengan kekuatan, kekuatan, dan sikap fantastis. Masalahnya bukan karena pemain ini. Mereka punya kualitas tinggi. Saya harus mencoba memainkan mereka bersama dan saya akan melakukan segalanya untuk itu. Mereka memiliki kualitas bagus. Bentuk permainan mereka juga bagus. Jelas kami bisa bermain lebih baik sebagai tim, tidak hanya di lini serang. Namun, ketika Anda tak bermain  dengan cepat dari belakang, Anda kesulitan menemukan ruang di depan," tuturnya. (CHE)