Showing posts with label Tiket. Show all posts
Showing posts with label Tiket. Show all posts

Sunday, October 30, 2011

MU Raih Tiket Perempat Final Piala Carling

Penyerang Manchester United, Dimitar Berbatov (kedua dari kanan), berebut bola dengan pemain Aldershot, Luke Guttridge (kedua dari kiri) dan Danny Hylton (kanan), pada pertandingan Piala Carling, Selasa (25/10/2011).

HAMPSHIRE, KOMPAS.com — Manchester United berhasil menang 3-0 atas Aldershot Town di babak keempat Piala Carling, Selasa atau Rabu (26/10/2011) dini hari WIB. MU pun lolos ke babak perempat final.

Aldershot awalnya memberikan perlawanan sengit kepada MU. Namun, lambat laun tuan rumah mulai kewalahan dalam mengatasi permainan raksasa Premier League tersebut. Hasilnya, gawang mereka berhasil dibobol oleh MU lewat aksi Dimitar Berbatov.

Gol ini berawal dari pergerakan Mame Biram Diouf yang kemudian memberikan umpan kepada Tom Cleverley. Gelandang muda MU tersebut kemudian menyodorkan bola kepada Berbatov yang berada di dalam kotak penalti. Tanpa kesulitan, pemain asal Bulgaria tersebut berhasil menundukkan kiper Aldershot, Ross Warner.

Meski sudah unggul, MU terus mendominasi laga. Pasukan Sir Alex Ferguson ini tak memberi kesempatan kepada Aldershot untuk mengembangkan permainan mereka. Hasilnya, Aldershot hanya bisa sesekali melayangkan serangan ke gawang MU yang dikawal oleh kiper Ben Amos.

Terus-terusan ditekan, gawang tuan rumah akhirnya jebol lagi pada menit ke-41. Kali ini Berbatov bertindak sebagai pengumpan. Bola yang disodorkan Berbatov jatuh tepat kepada Michael Owen yang dengan cerdik membuat bola melewati Warner sebelum masuk ke dalam gawang. Gol ini menjadi penutup babak pertama.

Babak kedua baru berjalan dua menit, MU sudah berhasil mencetak gol ketiganya. Penetrasi Antonio Valencia dari sisi kanan diakhiri dengan tendangan keras dari jarak 25 kaki. Bola pun meluncur deras ke dalam gawang tanpa bisa dihalau oleh Warner.

Unggul 3-0, Manajer Sir Alex Ferguson mulai menurunkan tempo serangan. Ia pun memberikan kesempatan kepada para pemain muda lainnya untuk mengecap laga resmi. Ia memasukkan Paul Pogba, Michael Keane, dan Ravel Morrison.

Meski tampil dengan skuad muda, bukan berarti MU kehilangan daya ancam mereka. Beberapa kali "Red Devils" berhasil menekan pertahanan Aldershot. Salah satunya didapat oleh Berbatov pada menit ke-81. Sayang, upayanya dari eksekusi bola mati berhasil diselamatkan oleh Warner.

Hingga pertandingan berakhir, tak ada gol tambahan yang tercipta sehingga kedudukan tetap 3-0 untuk MU.

Susunan pemain
Aldershot Town
: Ross Warner, Aaron Morris, Peter Vincenti (Jamie Collins 72), Anthony Straker, Alex Rodman (Bradley Bubb 46), Ben Herd, Darren Jones, Jermaine McGlashan, Luke Guttridge, Daniel Hylton, Michael Rankine (Nathan Adam Smith 82)

Manchester United: Ben Amos, Ezekiel Fryers (Michael Keane 70), Phil Jones, Fabio, Nemanja Vidic, Tom Cleverley (Paul Pogba 60), Antonio Valencia, Park Ji-sung, Mame Biram Diouf (Ravel Morrison 70), Dimitar Berbatov, Michael Owen

Sunday, February 13, 2011

Tiket Terusan ISL Bisa untuk LPI

MAKASSAR, KOMPAS.com — Seiring dengan hijrahnya PSM Makassar dari kompetisi Indonesia Super League (ISL) ke Liga Primer Indonesia (LPI), terjadi perubahan manajemen, meski dilakukan merger. Perubahan itu termasuk perubahan Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan PSM.

Dengan perubahan itu, banyak pula yang bertanya ke Redaksi Tribun, apakah tiket terusan laga kandang di ISL masih dapat dipakai untuk menonton pertandingan kandang PSM di kompetisi LPI?

Humas Panpel PSM, Wachyudi Muchsin, menjelaskan bahwa semua tiket terusan masih bisa digunakan. Hanya saja, hal itu diikuti dengan catatan bahwa tiket terusan sudah dibayar lunas. Pasalnya, masih banyak tiket terusan yang belum dilunasi.

"Tentu saja Panpel PSM tetap memberlakukan tiket terus untuk menonton pertandingan PSM. Itu adalah hak mereka, tapi kita juga akan sortir lagi tiket terusan. Pasalnya, masih banyak yang belum bayar," kata Yudi.

Dari pihak Panpel lama PSM, mereka telah menyebarkan lebih dari 400 tiket terusan. Namun, realisasinya, yang dibayar lunas hanya 40 tiket.

Editor: Hery Prasetyo   |   Loading...

Sunday, January 9, 2011

Tiket Gratis, KPK Segera Panggil PSSI

Ribuan penonton harus rela antre berjam-jam dan berdesakan untuk mendapatkan tiket final Piala AFF 2010. Sementara itu, ribuan orang, termasuk pejabat, bisa mendapatkan tiket tanpa bersusah payah. Gratis pula!

JAKARTA, KOMPAS.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) terkait dengan ribuan tiket gratis yang diberikan kepada para pejabat. KPK menilai, tiket-tiket gratis kepada pejabat merupakan bentuk gratifikasi yang harus diinformasikan kepada KPK.

Demikian disampaikan Wakil Ketua KPK, M Jasin, Jumat (31/12/2010), di Kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta.

"Kemarin saya sudah menegaskan kepada Direktur Gratifikasi, Pak Sigit, untuk menghubungi PSSI guna meminta data tentang tiket dan undangan gratis. Ini tidak lebih dari bentuk transparansi dan mendorong penyelenggara negara untuk melaporkan dana yang bersumber dari luar sistem penggajian," ucap Jasin.

Jasin menjelaskan, apabila ditemukan ada suatu hadiah hiburan (entertainment) seperti diskon tiket, akomodasi, atau fasilitas lain apapun yang diterima pegawai negeri, termasuk ke dalam bentuk gratifikasi. "Ini merupakan perintah undang-undang pasal 12B Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Jadi ini perintah UU. Bukan perintah saya," ujar Jasin.

Di dalam Pasal 12B UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) disebutkan, setiap gratifikasi kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dianggap pemberian suap apabila berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.

Sesuai dengan Pasal 12 C UU Nomor 20 Tahun 2001, apabila seorang pegawai negeri atau penyelenggara negara menerima suatu pemberian, maka ia mempunyai kewajiban untuk melaporkan kepada KPK. Laporan penerima gratifikasi paling lambat 30 hari kerja terhitung sejak tanggal gratifikasi diterima.

Jasin meminta kepada tiap individu untuk memiliki kesadaran dalam melaporkan penerimaan gratifikasi. "Saya saja walaupun merupakan pimpinan KPK, tiap mendapat hadiah langsung melapor ke gratifikasi. Jadi siapa pun harus melapor," ungkap Jasin.

Sebelumnya, Sekertaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes mengatakan, sejumlah tiket diberikan kepada beberapa pejabat pemerintah untuk menyaksikan pertandingan final Indonesia melawan Malaysia di SUGBK. Antara lain ke sejumlah kementerian, yakni Kementrian Pemuda dan Olahraga, Kementrian Hukum dan Ham, Kementrian Tenaga Kerja, Kementrian Dalam Negeri, Pejabat Teras TNI dan Polri.

Ketua Panitia Lokal Final Piala AFF Joko Driyono mengaku bahwa pihaknya memberikan sekitar 7.000 tiket untuk sponsor, lembaga pemerintah, organisasi olahraga, atau siapa pun yang punya andil dalam perkembangan olahraga rakyat ini.

Friday, January 7, 2011

Hari Ini LOC Tak Melayani Penukaran Tiket

JAKARTA, KOMPAS.com — Local Organizing Committe (LOC) Indonesia, AFF Suzuki Cup 2010, menegaskan bahwa hari ini, Rabu (29/12/2010), mereka tidak akan melayani transaksi penukaran tiket babak final leg kedua Indonesia melawan Malaysia.

Seperti yang telah dijadwalkan oleh mereka, pada hari pertandingan ini Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, bebas dari persoalan tiket dan urusan suporter lainnya. Bahkan, sejak kemarin, GBK telah disterilkan dari persoalan-persoalan tersebut.

Ketua panitia lokal, Joko Driyono, sebelumnya mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 76.871 lembar tiket untuk pertandingan final leg kedua antara Indonesia menghadapi Malaysia.

Panitia membagi keseluruhan tiket tersebut ke dalam enam kategori tempat duduk. Masing-masing kategori tersebut adalah VVIP dengan kuota 671 lembar, VIP Barat sebanyak 2.700 lembar, dan VIP Timur sebanyak 3.500 lembar.

Sementara tiga kategori lainnya adalah tiket untuk kategori I sebanyak 24.000 lembar, kategori II atau yang berada di sisi belakang gawang sebanyak 16.000 lembar, dan kategori III atau tribun atas sebanyak 30.000 lembar tiket.

Waktu pembelian tiket tersebut sudah dilakukan panitia sejak 23 Desember hingga 28 Desember 2010.

Editor: Hertanto Soebijoto   |   Loading...

Penukaran Tiket Tetap Amburadul

Rahmad menunjukkan dua tiket final leg kedua Piala AFF 2010 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Selasa (28/12/2010). Satu tiket (bawah) yang dibelinya dari calo diduga palsu. Keberadaan tiket palsu ini membuat calon penonton resah.

JAKARTA, KOMPAS.com — Penukaran tiket final laga kedua Piala Suzuki AFF 2010 tetap amburadul. Sejumlah pemegang voucer pembelian tidak bisa menukarkannya dengan tiket. Para pemegang voucer pun menyampaikan protes ke kantor PSSI karena ditinggal kabur oleh petugas loket penukaran.

Panitia lokal Piala Suzuki AFF 2010 mengalokasikan waktu sehari pada Selasa (28/12/2010) untuk menukarkan voucer pembelian dengan tiket asli. Penukaran tiket kategori I di loket Albania, kategori II di loket timur, kategori III di loket utara, serta kategori VVIP dan VIP di loket barat Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Di loket penukaran tiket kategori III sempat terjadi kericuhan sekitar pukul 13.30. Para pemegang voucer pembelian tiket ribut karena petugas justru meninggalkan loket. Ratusan calon penonton akhirnya beriringan ke kantor PSSI. Mereka meminta penjelasan tentang penukaran tiket dari petugas.

Bagus (25), penonton asal Bandung, mengungkapkan, setelah menunggu selama dua hari, ia tak bisa menukarkan lima lembar kupon dengan tiket. Padahal, ia telah membayar lunas. "Duit sudah keluar, tetapi tiket tidak ada. Saya sudah bayar, lalu tiketnya pada ke mana?" keluh Bagus.

Kurniawan (22), penonton asal Kebumen, mengaku, saat ia mengantre mulai pukul 08.00 pagi tiba-tiba petugas tiket di Pintu III kabur.

Para pembeli tiket akhirnya menuju ke kantor PSSI untuk menuntut hak mereka. Mereka berkerumun sambil meneriakkan cemoohan serta hujatan kepada Ketua PSSI Nurdin Halid.

Di tengah kebingungan suporter mendapat tiket, para calo mencari kesempatan. Mereka menjual tiket di atas harga normal. Natan (20), suporter dari Bekasi, mendapat tawaran tiket kategori III yang seharusnya Rp 50.000, tetapi dijual Rp 100.000 per lembar. Bahkan, tiket kategori yang sama sempat ditawarkan kepada Edi (32) dan Dayat (38) dengan harga Rp 150.000.

Karena buruknya layanan penjualan tiket dari panitia penyelenggara, sebagian penonton mengancam akan membuat keributan pada laga Final Piala AFF, Rabu (29/12/2010) pukul 19.00.

Petugas keamanan Stadion Gelora Bung Karno, Mujakir, mengatakan, jika suporter yang membeli tiket tanpa menyertakan tanda terima dan hanya berupa kupon maka tak bisa mendapatkan tiket.

Potensi kekacauan penukaran tiket yang hanya menggunakan empat loket ini sempat ditanyakan kepada Ketua Panitia Lokal AFF 2010 Joko Driyono. Joko menyatakan, tidak akan ada kekacauan dan antrean panjang karena hanya menukarkan tiket.

Namun, optimisme panitia lokal buyar. Penukaran tiket memakan waktu karena petugas harus mencocokkan voucer atau nota pembelian dengan daftar pembelian secara manual.

Suporter tim nasional

Ribuan suporter dari daerah juga akan menyerbu Jakarta. Mereka datang dari Solo, Yogyakarta, Makassar, Malang, Madiun, dan Kediri. Mereka berangkat ke Jakarta menggunakan kereta api, bus, dan pesawat terbang. Para suporter memanfaatkan tempat ibadah dan emperan gedung di Senayan untuk menginap.

"Saya sudah datang dua hari lalu, menginap di sini (Masjid Al Bina). Mau cari tiket sudah habis, yang ada hanya tiket mahal, uang saya tidak cukup," kata Johan (18), suporter asal Surabaya.

Untuk mencegah warga berdatangan ke Stadion GBK, Pemprov DKI Jakarta menggelar nonton bareng di 268 lokasi se-Jakarta. Di sisi lain, 72 pusat perbelanjaan juga akan menggelar nonton bareng. Panitia lokal juga menyediakan enam layar lebar di sekitar Stadion GBK bagi para suporter yang tidak memiliki tiket menonton langsung. (ABK/ART/EKI/ENG/NDY/RAZ/ECA/ANG)

Thursday, January 6, 2011

Tiket Palsu Merajalela

JAKARTA, KOMPAS.com - Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Peribahasa ini sepertinya layak mendarat pada pemuda asal Bekasi, Boy (24).

Bersama seorang temannya, Boy rela datang dari jauh untuk membeli tiket pertandingan laga kedua final Piala AFF 2010 yang mempertemukan Indonesia dengan Malaysia yang sekiranya dilangsungkan Rabu (29/12/2010) besok.

Awalnya, dia memang berniat antre kupon tiket, namun kisruhnya sistem penjualan tiket yang berujung penyerbuan para pengantre ke lapangan hijau Senin (26/12/2010) kemarin membuyarkan harapan Boy. Kini dia harus menghadapi kenyataan yang kurang lebih sama pahitnya. Ia mendapatkan lima tiket palsu.

Tiket tersebut dibelinya dari seorang calo di seputar Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Selasa (28/12/2010) tadi siang. "Kurang lebih jam 12-an tadi, saya beli dari calo. Satu tiket saya beli Rp 110 ribu, Apes deh " ujarnya.

Kalau dicermati sekilas, tiket asli maupun palsu tidak ada bedanya. Namun perbedaan baru terlihat pada logo Piala AFF 2010 yang berupa bola dan goretan tiga warna (merah, hijau dan kuning).

Dalam tiket asli logo ini terlihat mengkilap dan rapi, sedangkan pada tiket palsu logo tersebut terlihat melumer warnanya. Perbedaan juga terlihat pada bagian kanan tiket, dimana tiket asli terdapat bekas sobekan, sedangkan pada tiket palsu tidak terlihat sama sekali.

Meski sama-sama ada tanda hologramnya, Kalau tidak teliti barangkali anda yang ngebet ingin menonton laga fenomenal ini bisa bernasib sama seperti Boy.

Boy dan seorang temannya mengaku akan mencari calo tersebut. Ia kesal tindakan calo tersebut. Saya akan cari sampai dapat tuh calo, Tadi sudah ke kantor PSSI tapi ternyata kosong, tambahnya.

Wednesday, January 5, 2011

Tidak Dapat Tiket, PSSI Didemo

ilustrasi massa mengepung PSSI.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ratusan calon penonton melakukan unjuk rasa di depan kantor PSSI, Selasa (28/12/2010). Mereka berunjuk rasa karena kecewa tidak bisa menukarkan voucher dengan tiket asli final leg kedua.

Pantuan Kompas.com, massa mulai mengepung kantor PSSI sekitar pukul 14:00. Mereka tertahan di depan kantor PSSI. Dengan menunjukkan voucher yang dimilikinya, massa meminta pertanggung jawaban kepada PSSI. Bahkan, mereka mulai menghujat PSSI terutama Ketua Umum Nurdin Halid.

Salah seorang pengunjuk rasa mengungpkan dirinya tidak bisa mendapatkan tiket meskipun telah memiliki voucher. "Saya punya voucher. Tapi penjaganya bilang tiket sudah habis. Padahal, saya lihat petugas masih memiliki tiket," tukasnya.

Kondisi ini membuat aparat yang sejak tadi disiagakan di halaman kantor PSSI semakin bersiaga mengamankan kondisi. Meski begitu, suasana unjuk rasa terlihat kondusif. Hingga berita ini diturunkan, massa tetap memilih bertahan di depan kantor PSSI.

Tuesday, January 4, 2011

Petugas Tiket Kabur, Ratusan Pengantre Kecewa

Ratusan pembeli tiket menyerbu Kantor PSSI,Selasa (28/12) setelah tak mendapatkan tiket karena petugas penukar kupon kabur

JAKARTA, KOMPAS.com - Ratusan calon penonton laga final Piala AFF meluapkan kemarahan di depan Kantor PSSI, Stadion Gelora Bung Karno, Selasa (28/12/2010) siang. Mereka protes karena tak bisa menukar kupon tiket setelah petugas penukaran tiket di Loket III kabur.

Bagus (25) penonton asal Bandung mengungkapkan, setelah menunggu selama dua hari, ia tak bisa menukarkan lima lembar kupon dengan tiket. Padahal ia telah membayar lunas seluruh kupon tersebut.

"Duit sudah keluar tapi tiket tidak ada. Saya sudah bayar, Lalu tiketnya pada kemana?," ucapnya, Selasa (28/12/2010). Pada kesempatan sama, Kurniawan (22) penonton asal Kebumen mengaku, saat ia mengantre mulai pagi pukul 08.00, tiba-tiba petugas tiket di pintu III kabur.

Para pembeli tiket akhirnya menuju kantor PSSI untuk menuntut hak mereka. Petugas Keamanan Stadion Gelora Bung Karno Mujakir mengatakan, pembelian tiket yang tidak menyertakan tanda terima dan hanya berupa kupon tidak bisa mendapatkan tiket. Jika, pembeli tiket tak punya surat tanda pembelian, maka mereka diminta membuat surat kehilangan ke Polsek terdekat.

Hari Ini Penukaran Voucer Tiket Final

Antrean suporter mengular saat pembelian tiket final Piala AFF 2010 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Minggu (26/12/2010). Kericuhan sempat mewarnai pembelian tiket karena pengantre yang sudah berjam-jam menunggu menjadi kesal dan memaksa masuk ke lokasi pembelian yang berada di dalam Stadion.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pada hari Selasa (28/12/2010) ini, panitia lokal atau LOC Piala AFF 2010 akan melayani penukaran voucer dengan tiket asli final leg kedua yang mempertemukan Indonesia versus Malaysia.

Semua aktivitas penukaran voucer akan dimulai sejak pukul 10.00 WIB. "Hanya ada aktivitas penukaran voucer pada tanggal 28," kata Ketua LOC Joko Driyono. Para calon penonton memang hanya mendapatkan voucer saat aktivitas penjualan tiket dibuka sejak, Kamis (23/12/2010) lalu.

Sama halnya dengan pembelian tiket, sistem penukaran voucer akan dilaksanakan per kategori. Penukaran voucer kategori I (Rp 200.000) digelar di loket Al Bina, loket Plaza Timur akan menjadi tempat penukaran voucer kategori II (Rp 150.000), dan penukaran voucer kategori III (Rp 50.000) dilakukan di loket Plaza Utara (seberang TVRI).

Selain itu, panitia juga akan melayani penukaran voucer yang pembelian dengan sistem online di www.ticketsas.com. Panitia hanya membuka satu loket, yakni loket Barat Stadion Gelora Bung Karno, untuk melayani penukaran voucer dengan sistem online yang hanya menjual tiket VVIP, VIP Barat, dan VIP Timur.

Beberapa kali penjualan tiket berlangsung ricuh disebabkan oleh berbagai hal. Karena itu, kesigapan panitia diperlukan agar kericuhan tidak kembali terulang pada masa penukaran.

Pengantre Tiket Final Mengular

JAKARTA, KOMPAS.com - Antusias masyarakat pecinta bola demi menyaksikan tim nasional Indonesia berlaga dalam pertandingan final leg kedua masih tinggi. Di pintu loket Al-Bina,antrean untuk menukarkan kupon menjadi tiket tampak mengular sampai keluar stadion Gelora Bung Karno. 

Dari pantauan Kompas.com, calon penonton laga final Indonesia vs Malaysia mengantre hingga 400 meter dari pintu loket yang hanya melayani tiket kategori I seharga Rp 200.000.

Pintu loket yang dibuka pukul 09.00 WIB sudah ditunggu calon penonton sejak pagi. Namun, kali ini calon penonton tertib mengantre membentuk tiga barisan yang rapi. Tampak pula pengamanan dan pengawasan ketat dari pihak kepolisian mulai dari luar stadion sampai di loket antrean.

"Saya mengantre dari jam 07.00 WIB, sampai sekarang sudah di dekat loket. Kebetulan saya masuk kerjanya siang jadi bisa mengantre tiket," kata Aji (31) salah satu pengantre tiket. 

Menurut Aji, meski harus membentuk barisan antrean, dirinya mengaku cara seperti ini lebih aman dibandingkan sebelumnya yang terkesan serabutan. "Ya memang antre tapi lebih baik begini, lebih aman daripada kemarin," jelas Aji yang mengantre bersama tiga temannya.

Penulis: Natalia Ririh   |   Editor: Erlangga Djumena   |   Loading...

Friday, December 31, 2010

Antre Sejak Dini demi Tiket

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Warga mengantre dari pagi untuk mendapatkan bukti pembayaran tiket pertandingan semifinal Piala AFF 2010 putaran pertama antara tim nasional Indonesia melawan Filipina di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (14/12/2010). Penonton baru bisa mendapatkan tiket pada hari pertandingan, Kamis (16/12/2010), dengan membawa bukti pembayaran untuk ditukarkan.

JAKARTA, KOMPAS.com — Usaha Okky Edvi Asyura menginap di Stadion Utama Gelora Bung Karno atau SUGBK sejak Jumat (24/12/2010) dini hari akhirnya membuahkan hasil. Pendukung tim nasional Indonesia itu akhirnya mendapatkan voucer pembelian 5 tiket kategori II untuk pertandingan final leg kedua Piala AFF 2010 di Jakarta pada Rabu (29/12/2010).

"Dapat tiket setelah bermalam di GBK!" kata Okky melalui pesan Twitter-nya sambil menunjukkan fotonya, Jumat di Jakarta. Dia mengaku sudah berada di depan loket dekat Masjid Al Bina, GBK, sejak pukul 03.00.

Sebelum itu, Okky sempat menggambarkan situasi dari tenda tempatnya menunggu. Dia menuliskan bahwa ada seorang perempuan pingsan di kerumunan massa di luar pintu gerbang GBK. "Antriannya parah! 1 orang cewek pingsan!" tulisnya lengkap dengan foto.

Fans Indonesia lainnya, Rizman Rahardja, mengungkapkan, antrean tiket kategori II kali ini juga semakin parah sebagai efek habisnya tiket kategori I kemarin. "Ngantri dari jam 5 aja dapat nomor antrian ke 150, membludak banget hari ini, balas dendam yang kemarin gak kebagian," ujarnya.

Sementara itu, Jovial Dien dalam akun Twitter-nya @JoeyJuve mengatakan, dari jatah tiket kategori II sebanyak 16.000 lembar, panitia hanya menyediakan 12.000 lembar di 4 loket. Ada penjatahan 600 nomor antrean per loket dalam 3 gelombang.