Showing posts with label Tundukkan. Show all posts
Showing posts with label Tundukkan. Show all posts

Wednesday, June 13, 2012

Van Marwijk: Belanda Punya Cara Tundukkan Jerman

Pelatih Belanda, Bert van Marwijk, memberi anak didiknya instruksi, pada sesi latihan, di Metalist Stadium, Selasa (12/6/2012).

KHARKIV, KOMPAS.com - Pelatih Belanda, Bert van Marwijk, mengaku punya cara untuk mengalahkan Jerman, pada laga kedua Grup B Piala Eropa 2012, di Metalist Stadium, Kharkiv, Rabu (13/6/2012), tetapi menolak mengungkapkannya.

"Kami tengah menyiapkan diri menghadapi salah satu pertandingan terpenting dalam beberapa tahun terakhir. Bagaimana mengalahkan mereka? Saya tak akan mengatakannya kepada Anda, karena saya hanya akan mengatakan itu kepada tim saya," ujar Van Marwijk.

"Jerman sangat kuat, tetapi kami juga bisa mengalahkan mereka. Bagaimana kami melakukannya, saya tak akan mengatakan itu kepada Anda sekarang," lanjutnya.

Belanda saat ini ada peringkat ketiga klasemen dengan poin nol, sama dengan Portugal di tempat keempat. Mereka kalah tiga angka dari Denmark dan Jerman di dua besar. Dengan begitu, untuk menjaga peluang lolos, mereka tak punya pilihan selain menang atas Jerman.

Friday, December 2, 2011

Aguero Tundukkan Arsenal

Penyerang Manchester City, Sergio Aguero, merayakan golnya ke gawang Arsenal, pada laga perempat final Piala Carling, di Emirates, Selasa (29/11/2011).

LONDON, KOMPAS.com — Penyerang Sergio Aguero mencetak gol yang menentukan kemenangan Manchester City 1-0 atas Arsenal pada pertandingan perempat final Piala Carling, di Emirates, Selasa (29/11/2011).

Gol tercipta pada menit ke-83. Dalam sebuah serangan balik, Adam Johnson meneruskan bola kiriman Edin Dzeko kepada Aguero. Aguero berhasil menguasai bola dan menaklukkan Lukasz Fabianski.

Bermain sebagai tamu, City mengambil inisiatif menyerang. Tetapi, setelah Emmanuel Frimpong berhasil merebut bola dari Edin Dzeko pada menit kedua, Arsenal melancarkan serangan yang berujung tembakan jarak jauh Ignazi Miguel pada menit keenam, yang dijinakkan Costel Pantilimon.

Setelah eksekusi Adam Johnson pada menit kesepuluh, Arsenal juga bereaksi cepat membangun serangan baru yang dituntaskan dengan sebuah tembakan oleh Park Chu Young pada menit ke-11. Lagi-lagi Pantilimon berhasil menyelamatkan gawangnya.

City kemudian menciptakan dua peluang beruntun melalui Pablo Zabaleta pada menit ke-15 dan Dzeko pada menit ke-20. Sementara usaha Zabaleta melenceng, tembakan Dzeko bisa diantisipasi Lukasz Fabianski.

Setelahnya, ada dua peluang emas tercipta, yang semua berasal dari kubu Arsenal. Setelah eksekusi Francis Coquelin pada menit ke-26 dimentahkan Pantilimon, Alex Oxlade-Chamberlain juga melihat usahanya mengalami hal serupa pada menit ke-28.

Pada babak kedua, Arsenal permainan cukup seimbang, dengan Arsenal yang lebih konsisten menciptakan peluang. Namun, usaha mereka gagal membuahkan gol akibat Costel Pantilimon.

Pada menit ke-51 dan ke-76, misalnya, Alex Oxlade Chamberlain melihat dua tembakan akuratnya kandas di tangan Pantilimon. Hal serupa juga terjadi pada eksekusi yang dilakukan Andrei Arshavin pada masa injury time.

Untuk City, mereka juga cukup konsisten menciptakan peluang. Namun, selain eksekusi Aguero yang berujung gol, tak ada yang sangat membahayakan gawang Arsenal.

Selama pertandingan, Arsenal menguasai bola sebanyak 49 persen dan menciptakan tujuh peluang emas dari sepuluh kali usaha. Adapun City melepaskan dua tembakan akurat dari sembilan kali percobaan.

Susunan pemain
Arsenal:
Lukasz Fabianski; Sebastien Squillaci, Johan DJourou, Laurent Koscielny, Ignasi Miguel (Thomas Vermaelen 80); Yossi Benayoun, Emmanuel Frimpong, Alex Oxlade-Chamberlain (Andrei Arshavin 87); Park Chu-Young (Gervinho 68), Marouane Chamakh

Man City: Costel Pantilimon; Kolo Toure, Nedum Onuoha, Pablo Zabaleta, Aleksandar Kolarov (Sergio Aguero 32), Stefan Savic; Owen Hargreaves (Abdul Razak 79), Nigel De Jong, Samir Nasri, Adam Johnson; Edin Dzeko

Wasit: Lee Probert

Monday, November 14, 2011

10 Pemain Getafe Tundukkan Atletico

GETAFE, KOMPAS.com - Menghadapi Getafe yang bermain dengan 10 orang, Atletico Madrid justru takluk 2-3 dalam laga lanjutan Liga BBVA, Minggu atau Senin (7/11/2011) dini hari WIB.

Hasil ini menempatkan Getafe ke posisi ke-14 klasemen sementara dengfan 10 poin. Sedangkan Atletico tertahan di peringkat ke-11 dengan 13 poin.

Kedua tim sebenarnya bermain ketat di awal babak pertama. Namun, keadaan berubah saat Getafe harus bermain dengan sepuluh pemain pada menit ke-28.

Pelanggaran dari Alberto Lopo tak hanya berbuah kartu merah tapi juga hadiah penalti untuk tim tamu. Radamel Falcao yang jadi algojo tak menyia-nyiakan peluangnya.

Atletico seharusnya bisa memanfaatkan keunggulan jumlah pemain ini. Namun, apa daya mereka kerap gagal memanfaatkan peluang yang ada. Ironisnya justru gawang mereka yang dibobol tuan rumah.

Pelanggaran dari Tiago terhadap Abdel berbuah tendangan bebas sedikit di luar kotak penalti di menit ke-40. Ini menjadi peluang emas bagi Andelaziz Barrada untuk mencetak gol, dan ia membuktikannya.

Getafe mampu membalikkan keadaan di babak kedua lewat gol Michel. Memanfaatkan umpan dari Abdel dari tendangan bola mati, Michel mampu melesakkan bola ke dalam gawang dengan sundulannya.

Atletico tak berhenti berjuang. Mereka terus berusaha untuk menyamakan kedudukan. Hasilnya pada menit ke-80, Alvaro Dominguez mampu mencetak gol untuk membuat skor kembali imbang.

Petaka menimpa Atletico di menit ke-82. Pelanggaran yang dilakukan oleh Ardan Turan di dalam kotak terlarang berbuah penalti untuk tuan rumah. Diego Castro yang jadi eksekutor menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Susunan pemain
Getafe
: Miguel Moya, Alberto Lopo, Daniel Díaz, Mane Valera (Miguel Torres 89), Medhi Lacen, Michel, Diego Castro Gimenez, Pedro Rios (Rafa Lopez 34), Daniel Guiza (Miku 52), Abdelaziz Barrada

Atletico: Thibaut Courtois, Alvaro Dominguez Soto, Diego Godin (Miranda 46), Filipe Kasmirski, Antonio Lopez (Salvio 70), Tiago (Koke 57), Gabi, Arda Turan, Adrián, Radamel Falcao Garcia, Diego 

Wednesday, March 2, 2011

Tundukkan Catania, Napoli Kuntit Milan Lagi

SAN PAOLO, KOMPAS.com - Napoli menang 1-0 atas Catania dalam lanjutan Serie-A, Minggu atau Senin (21/2/2011) dini hari WIB. Napoli naik ke posisi kedua dengan 52 poin, atau hanya kalah tiga angka dari penguasa sementara, AC Milan.

Pertandingan kedua tim di babak pertama berjalan dengan tempo lambat dan membosankan. Meski menguasai ball possession (74 % - 26 %), Napoli tak mampu menciptakan banyak peluang. Dari enam kali percobaan hanya dua yang menemui sasaran. Sedangkan Catania hanya memperoleh satu peluang akibat lebih fokus dalam bertahan.

Tridente andalan Napoli Marek Hamsik, Jose Ernesto Sosa dan Edison Cavani kesulitan menembus pertahanan rapat Catania yang dikomandoi Nicolas Spolli.

Peluang terbaik didapat Napoli saat pertandingan baru berjalan sembilan menit. Pelanggaran bek Catania, Giovanni Marchese di kotak penalti membuat wasit menunjuk titik putih. Sayang Cavani gagal mengeksekusi dengan baik setelah bola hasil tendangannya hanya membentur tiang sebelah kanan gawang Mariano Andujar.

Napoli baru bisa mencetak gol pada menit ke-25. Juan Zuniga yang lolos dari jebakan offside mampu menundukkan Mariano Andujar dengan tendangan keras kaki kanannya dari dalam kotak penalti.

Di babak kedua, Hamsik sudah membuka laga dengan ancaman. Beruntung bagi Catania, Andujar masih piawai menyelamatkan gawangnya dari peluang tersebut.

Catania pun mulai berani untuk tampil menyerang. Beberapa kali peluang mereka ciptakan meski belum jua menemukan hasil yang maksimal.

Melihat Jose Ernesto Sosa tak berkembang permainannya, pelatih Napoli, Walter Mazzarri menarik keluar dirinya dan memasukkan Giuseppe Mascara. Ini menjadi laga emosional bagi Mascara. Sebab dari Catania-lah Mascara di datangkan Napoli Januari lalu.

Zuniga mencoba mencetak gol keduanya pada menit ke-75. Tapi bola hasil tendangan kaki kirinya masih bisa ditangkap dengan baik oleh Andujar.

Meski dalam lima menit terakhir Catania makin meningkatkan tekanannya, kedudukan 0-1 untuk Napoli tak berubah. Pertahanan ketat yang diterapkan pemain belakang Napoli dan ciamiknya penampilan Morgan De Sanctis membuat peluang Catania terbuang percuma.

Susunan pemain Napoli: Morgan De Sanctis, Paolo Cannavaro, Salvatore Aronica, Fabiano Santacroce, Hassan Yebda, Michele Pazienza (Walter Gargano 76), Juan Zuñiga (Andrea Dossena 79), Christian Maggio, Edinson Cavani, Marek Hamsik, José Ernesto Sosa (Giuseppe Mascara 61)

Catania: Mariano Andújar, Matías Auguste Silvestre, Nicolás Spolli, Giovanni Marchese, Alessandro Potenza, Francesco Lodi, Pablo Martìn Ledesma, Raphael Martinho (Takayuki Morimoto 43), Matias Schelotto (Maxi Lopez 64), Gonzalo Bergessio, Alejandro Gómez (Adrian Ricchiutti 72)

Penulis: Wirawan Kusuma   |   Editor: Tjatur Wiharyo   |   Loading...

Monday, January 24, 2011

Gol Bunuh Diri Tundukkan La Coruna

ALMERIA, KOMPAS.com — Satu gol bunuh diri dari Knut Olav Rindaroy memaksa Deportivo La Coruna harus mengakui keunggulan Almeria 2-1 dalam pertandingan leg pertama babak perempat final Copa del Rey, Kamis atau Jumat (14/1/2011) dini hari WIB di Estadio del Mediterraneo.

Ini membuat La Coruna wajib menang minimal 2-0 di leg kedua untuk bisa lolos ke babak semifinal.

Pertandingan ini sendiri berjalan sedikit menjemukan. Ini terlihat dari data statistik yang menunjukkan hanya terjadi tiga tendangan ke gawang, dua untuk La Coruna dan satu untuk Almeria. Penguasaan bola pun terbilang seimbang, 44 persen-56 persen untuk keunggulan tim tamu. Gol Almeria pun terjadi karena aksi bunuh diri.   Gol terjadi saat pertandingan memasuki menit ke-35. Kegagalan pemain belakang La Coruna menghadang bola dari kiri berhasil dimanfaatkan oleh Juan Ortiz yang lolos dari jebakan offside. Tendangan Ortiz pun mengenai Rindaroy yang akhirnya membuat bola masuk ke gawang sendiri.

Leg kedua akan berlangsung di Stadion Riazor pada tanggal 19 Januari 2011.

Susunan Pemain
Almeria:
Suarez Esteban; Juan Manuel Ortiz, Carlos Garcia, Silva Marcelo Henrique, Machado Macedo Rocha Michel, Miguel Angel Corona (Hernan Pellerano 87), Modeste M'Bami, Hernan Dario Bernardello, Kalu Uche (Jonathan 66), Leonardo Ulloa, Pablo Piatti (Albert Crusat 75)

Deportivo La Coruna: Fernandez Manu, Alberto Lopo (Aythami 46), Manuel Pablo, Ze Castro, Knut Olav Rindaroy, David Rochela Calvo, Juan Rodríguez (Juca 70), Pablo Álvarez (Juan Carlos Valeron 59), Yves Hadley Desmarets, Ruben Perez, Niouoi Lassad

Penulis: Wirawan Kusuma   |   Editor: Hery Prasetyo   |   Loading...