Showing posts with label Ungkap. Show all posts
Showing posts with label Ungkap. Show all posts

Friday, December 2, 2011

Mancini Ungkap Alasan Inggris Kering Prestasi

Salah satu ekspresi pelatih Manchester City, Roberto Mancini, sebelum anak-anak didiknya melakoni duel Premier League melawan Wolverhampton Wanderers, di Stadion Etihad, Sabtu (29/10/2011).

MANCHESTER, KOMPAS.com — Pelatih Manchester City, Roberto Mancini, mengungkap penyebab di balik keringnya prestasi tim nasional Inggris. Inggris krisis prestasi karena klub-klub harus melakoni jadwal kompetisi yang sangat padat dan membuat pemain tidak berada dalam kondisi fit saat membela timnas.

Pelatih asal Italia itu marah karena timnya hanya memiliki waktu pemulihan kondisi selama 48 jam jelang melawan Arsenal di perempat final Piala Carling, Selasa (29/11/2011). Padahal, David Silva dan kawan-kawan baru tampil di Premier League melawan Liverpool, Minggu (28/11/2011). Apalagi, untuk laga tandang lawan Arsenal itu, City harus sudah tiba di London pada Senin (28/11/2011).

Mancini juga merasa berat menghadapi padatnya jadwal pertandingan di Inggris, hingga harus pintar-pintar melakukan rotasi.

"Arsenal bermain pada Sabtu (26/11/2011). Sementara kami bermain Minggu (27/11/2011) sore. Pada Senin (28/11/2011), kami sudah harus pergi ke London dan pada Selasa (29/11/2011) malam harus bermain. Luar biasa. Ini alasan mengapa tim nasional melangkah ke final Piala Eropa dan Piala Dunia dan kemudian mereka gagal," beber Mancini. 

"Para pemain tidak memiliki waktu untuk memulihkan kebugarannya. Tampil sekali dalam dua hari seperti ini, apalagi setelah kami tampil di Liga Champions, sesuatu yang sangat luar biasa. Saya tidak tahu siapa yang harus disalahkan. Premier League seharusnya berbicara soal ini. Sesuatu yang penting untuk bermain, tetapi sangat penting juga memiliki waktu untuk memulihkan kebugaran. Setidaknya, Anda butuh waktu tiga hari untuk masa pemulihan di antara pertandingan yang satu dan pertandingan yang lain," paparnya. (SUN)

Wednesday, November 30, 2011

Mancini Ungkap Alasan Inggris Kering Prestasi

Salah satu ekspresi pelatih Manchester City, Roberto Mancini, sebelum anak-anak didiknya melakoni duel Premier League melawan Wolverhampton Wanderers, di Stadion Etihad, Sabtu (29/10/2011).

MANCHESTER, KOMPAS.com — Pelatih Manchester City, Roberto Mancini, mengungkap penyebab di balik keringnya prestasi tim nasional Inggris. Inggris krisis prestasi karena klub-klub harus melakoni jadwal kompetisi yang sangat padat dan membuat pemain tidak berada dalam kondisi fit saat membela timnas.

Pelatih asal Italia itu marah karena timnya hanya memiliki waktu pemulihan kondisi selama 48 jam jelang melawan Arsenal di perempat final Piala Carling, Selasa (29/11/2011). Padahal, David Silva dan kawan-kawan baru tampil di Premier League melawan Liverpool, Minggu (28/11/2011). Apalagi, untuk laga tandang lawan Arsenal itu, City harus sudah tiba di London pada Senin (28/11/2011).

Mancini juga merasa berat menghadapi padatnya jadwal pertandingan di Inggris, hingga harus pintar-pintar melakukan rotasi.

"Arsenal bermain pada Sabtu (26/11/2011). Sementara kami bermain Minggu (27/11/2011) sore. Pada Senin (28/11/2011), kami sudah harus pergi ke London dan pada Selasa (29/11/2011) malam harus bermain. Luar biasa. Ini alasan mengapa tim nasional melangkah ke final Piala Eropa dan Piala Dunia dan kemudian mereka gagal," beber Mancini. 

"Para pemain tidak memiliki waktu untuk memulihkan kebugarannya. Tampil sekali dalam dua hari seperti ini, apalagi setelah kami tampil di Liga Champions, sesuatu yang sangat luar biasa. Saya tidak tahu siapa yang harus disalahkan. Premier League seharusnya berbicara soal ini. Sesuatu yang penting untuk bermain, tetapi sangat penting juga memiliki waktu untuk memulihkan kebugaran. Setidaknya, Anda butuh waktu tiga hari untuk masa pemulihan di antara pertandingan yang satu dan pertandingan yang lain," paparnya. (SUN)

Sunday, October 23, 2011

Kanoute Ungkap Pertikaian dengan Fabregas

Gelandang Barcelona, Cesc Fabregas (tengah kanan) terlibat pertikaian dengan Striker Sevilla, Frederic Kanoute (tengah kiri) saat kedua tim bertemi di Camp Nou, Sabtu (22/10/2011).

SEVILLA, KOMPAS.com — Setelah beberapa lama bungkam, striker Sevilla, Frederic Kanoute, akhirnya mengungkapkan percekcokannya dengan gelandang Barcelona, Cesc Fabregas, Sabtu (22/10/2011). Dalam akun Twitter-nya, Kanoute meminta maaf kepada semua pihak atas tindakannya dan mencoba untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dalam laga itu.

"Aku minta maaf atas apa yang terjadi kemarin. Ada sebuah provokasi dan penghinaan. Anda tahu itu. Sikap saya sama buruknya dengannya, tetapi kami tetap berlanjut dengan sepak bola. Kami terus dengan sepak bola," tulis Kanoute.

Setelah menulis kalimat tersebut, Kanoute kembali menulis, "@Cesc4official (Fabregas) dan aku telah berbicara lewat telepon. Semuanya dijelaskan dan kami berdua bersikap dewasa dan menyadari kami sama-sama salah."

Pertikaian antara Kanoute dan Fabregas ini berawal dari percekcokan mereka dalam pertandingan kedua tim yang berakhir 0-0, Sabtu lalu.

Saat itu, di masa injury time babak kedua, wasit memberikan tendangan penalti kepada Barcelona. Kanoute sempat protes kepada wasit soal hal itu. Di saat Kanoute sudah tak lagi melancarkan protes dan berdiri hampir mendekati tengah lapangan, tiba-tiba pemain berusia 34 tahun tersebut menoleh ke arah Fabregas dan langsung memburunya. Seolah ada yang dikatakan Fabregas yang menyinggungnya.

Media Spanyol berspekulasi, Fabregas menyebut Kanoute sebagai teroris. Kanoute yang emosi kemudian merangkul Fabregas dengan kasar sehingga membuat pemain asal Spanyol tersebut kesakitan. Akibat ulahnya ini, Kanoute pun dihadiahi kartu merah.

Fabregas sendiri sudah membantah dirinya melakukan tindakan rasis kepada Kanoute. Mantan pemain Arsenal tersebut mengatakan, dirinya tak pernah bertindak sekeji itu sepanjang kariernya.

Thursday, April 28, 2011

Rooney Ungkap Rahasia Scotland Yard

Ekspresi penyerang Manchester United, Wayne Rooney, pada pertandingan Premier League melawan Newcastle United, Selasa (19/4/2011).

MANCHESTER, KOMPAS.com — Melalui akun Twitternya, pemain penyerang Manchester United, Wayne Rooney, mengaku mendapat informasi dari Kepolisian Inggris Scotland Yard bahwa ada penerbit surat kabar yang menyadap teleponnya. Padahal, menurut Daily Mirror, Scotland Yard telah mengatakan kepada Rooney bahwa informasi itu hanya untuknya.

"Detektif Scotland Yard menemuiku pagi ini dan menunjukkan kepadaku sejumlah dokumen. Tampaknya ada penerbit surat kabar yang menyadap teleponku," kata Rooney.

Istri Rooney, Coleen, menambahkan, "Penerbit surat kabar menyadap telepon! Berbahaya dan mengganggu."

Menurut Daily Mirror, ketika dimintai konfirmasi soal tersebut, juru bicara Scotland Yard mengakui adanya pertemuan dengan Rooney. Namun, menurut juru bicara itu, Rooney berhak sepenuhnya melakukan apa pun terhadap informasi dalam percakapan mereka, termasuk menyebarkannya di internet. (MIR)

Sunday, December 26, 2010

Guardiola Ungkap Rahasia Barcelona

BARCELONA, KOMPAS.com - Pelatih Barcelona, Pep Guardiola, membuka rahasia suksesnya menangani klub tersebut. Menurutnya, rahasia itu terletak pada kesempatan yang diberikan kepada para pemain hasil didikan Akademi Barcelona.

Guardiola memang langsung sukses sebagai pelatih Barcelona. Menggantikan Frank Rijkaard sejak 2008, Guardiola membawa Barcelona meraih dua gelar Divisi Primera La Liga, satu Liga Champions, satu Copa del rey, dua Piala Super Spanyol, satu Piala Super Eropa, dan satu Piala Dunia Antarklub.

Menurutnya, Akademi barcelona tak lebih baik daripada akademi sepak bola klub lainnya. Perbedaannya, Barcelona memberi kesempatan para murid akademi itu untuk tampil bersama tim senior. Itu menjadi salah satu kunci utama sukses "El Barca". Faktanya, mereka ternyata mampu memberi kontribusi besar.

Tiga nomine Ballon d'Or 2010, Xavi Hernandez, Lionel Messi, dan Andres Iniesta adalah produk Akademi Barcelona. Selain itu, masih banyak pemain jebolan akademi itu yang bermain bagus seperti pedro Rodriguez dan Boja Krkic.

"Menjadi berkah besar buat Barcelona karena memiliki pemain seperti Xavi dan Iniesta sejak mereka masih muda," kata Guardiola.

Musim ini, Barcelona membeli David Villa, Adriano, dan Javier Mascherano. Namun, hanya Villa yang bermain reguler sebagai starter.

Sepanjang sejarah, Barcelona selalu diperkuat pemain didikannya sendiri. Namun, sejak dipegang Guardiola, jumlahnya semakin meningkat sejak musim 2008-09. Sehingga, pemain yang dibeli dari klub lain harus bersaing ketat untuk mendapatkan tempat utama. Guardiola sendiri sebelumnya pelatih Barcelona B yang tahu betul kualitas pemain muda Barcelona. (AP)

Penulis: Hery Prasetyo   |   Editor: Hery Prasetyo   |   Loading...