Showing posts with label Inggris. Show all posts
Showing posts with label Inggris. Show all posts

Tuesday, June 12, 2012

MU Gaet "Rising Star" Inggris

Pemain muda asal klub League One (kasta ketiga Premier League) Crewe Alexandra FC, Nick Powell (kanan), kini resmi menjadi milik Manchester United.

MANCHESTER, KOMPAS.com - Manchester United resmi merekrut Nick Powell, pemain muda asal klub League One --divisi ketiga Liga Inggris-- Crewe Alexandra. Pemain berusia 18 tahun itu menyepakati kontrak berdurasi empat tahun hingga 2016.

Seperti dilansir situs resmi klub, Powell sudah lolos tes kesehatan oleh tim dokter "Setan Merah". Penggawa Inggris U-18 tersebut akan mulai berlatih di Old Trafford pada 1 Juli mendatang.

"Kami sudah memantau Nick sejak beberapa bulan yang lalu. Dia adalah talenta yang luar biasa dan bermain bagus di Crewe. Saya senang dia memilih MU, meski ada tawaran lainnya. Kami tidak sabar untuk bekerja bersama," ujar pelatih MU Sir Alex Ferguson.

Adapun, Powell sendiri mengaku senang mengenai kesepakatan transfer tersebut. Meski belum dapat kepastian apakah dirinya mendapat tempat di tim utama, Powell mengaku tidak sabar untuk melanjutkan kariernya bersama MU musim depan.

"Seperti mimpi yang jadi kenyataan. Aku mempunyai masa indah bersama Crewe dan aku ingin berterima kasih kepada mereka yang telah membantuku berkembang selama 13 tahun ini," kata Powell

"Aku sangat senang bisa melanjutkan karierku bersama Sir Alex dan pemain kelas dunia di tim. Musim depan akan menarik, dan aku tidak sabar untuk memulainya," lanjutnya.

Powell adalah pemain kedua yang didatangkan "Setan Merah" di musim panas ini. Sebelumnya, MU telah mendatangkan bintang Borrusia Dortmund asal Jepang, Shinji Kagawa, beberapa waktu lalu.

Tuesday, June 5, 2012

Gerrard Geram Inggris Dilanda Badai Cedera

Kapten tim nasional Inggris, Steven Gerrard, melepaskan tendangan, pada pertandingan persahabatan melawan Norwegia, di Ullevaal Stadium, Oslo, Sabtu (26/5/2012).

LONDON, KOMPAS.com - Badai cedera yang melanda tim nasional Inggris membuat sang kapten, Steven Gerrard, geram. Gelandang Liverpool itu menilai, Inggris sangat dirugikan dengan sejumlah pemainnya yang mengalami cedera di akhir-akhir persiapan Piala Eropa 2012.

Sejak 23 pemain yang akan dibawa ke Ukraina dan Polandia diumumkan beberapa waktu lalu, Inggris terus mengalami masalah pemain karena cedera. Tim asuhan Roy Hodgson itu lebih dulu kehilangan John Ruddy, Frank Lampard, dan Gareth Barry. Terakhir, salah satu bek andalan, Gary Cahill, juga harus absen dari turnamen tersebut karena cedera.

"Aku marah karena kami kehilangan sejumlah pemain hebat ketika turnamen akan digelar dalam delapan atau sembilan hari lagi. Ini pukulan bagi kami, dan itulah yang harus Anda bayar untuk sejumlah pertandingan pemanasan," sesal Gerrard seperti dilansir Skysport.

"Untuk menjalani turnamen ini dengan baik, Anda harus mempunyai pemain hebat. Kehilangan Gary (Cahill) merupakan pukulan besar, selain Frank Lampard dan Gareth Barry," sesalnya lagi.

Di laga perdana Piala Eropa, Inggris akan meladeni tim kuat Perancis pada 11 Juni. Setelah itu, Gerarrd dan kawan-kawan akan melawan Swedia pada 15 Juni dan tuan rumah Ukraina pada 19 Juni.

Friday, December 2, 2011

Mancini Ungkap Alasan Inggris Kering Prestasi

Salah satu ekspresi pelatih Manchester City, Roberto Mancini, sebelum anak-anak didiknya melakoni duel Premier League melawan Wolverhampton Wanderers, di Stadion Etihad, Sabtu (29/10/2011).

MANCHESTER, KOMPAS.com — Pelatih Manchester City, Roberto Mancini, mengungkap penyebab di balik keringnya prestasi tim nasional Inggris. Inggris krisis prestasi karena klub-klub harus melakoni jadwal kompetisi yang sangat padat dan membuat pemain tidak berada dalam kondisi fit saat membela timnas.

Pelatih asal Italia itu marah karena timnya hanya memiliki waktu pemulihan kondisi selama 48 jam jelang melawan Arsenal di perempat final Piala Carling, Selasa (29/11/2011). Padahal, David Silva dan kawan-kawan baru tampil di Premier League melawan Liverpool, Minggu (28/11/2011). Apalagi, untuk laga tandang lawan Arsenal itu, City harus sudah tiba di London pada Senin (28/11/2011).

Mancini juga merasa berat menghadapi padatnya jadwal pertandingan di Inggris, hingga harus pintar-pintar melakukan rotasi.

"Arsenal bermain pada Sabtu (26/11/2011). Sementara kami bermain Minggu (27/11/2011) sore. Pada Senin (28/11/2011), kami sudah harus pergi ke London dan pada Selasa (29/11/2011) malam harus bermain. Luar biasa. Ini alasan mengapa tim nasional melangkah ke final Piala Eropa dan Piala Dunia dan kemudian mereka gagal," beber Mancini. 

"Para pemain tidak memiliki waktu untuk memulihkan kebugarannya. Tampil sekali dalam dua hari seperti ini, apalagi setelah kami tampil di Liga Champions, sesuatu yang sangat luar biasa. Saya tidak tahu siapa yang harus disalahkan. Premier League seharusnya berbicara soal ini. Sesuatu yang penting untuk bermain, tetapi sangat penting juga memiliki waktu untuk memulihkan kebugaran. Setidaknya, Anda butuh waktu tiga hari untuk masa pemulihan di antara pertandingan yang satu dan pertandingan yang lain," paparnya. (SUN)

Wednesday, November 30, 2011

Mancini Ungkap Alasan Inggris Kering Prestasi

Salah satu ekspresi pelatih Manchester City, Roberto Mancini, sebelum anak-anak didiknya melakoni duel Premier League melawan Wolverhampton Wanderers, di Stadion Etihad, Sabtu (29/10/2011).

MANCHESTER, KOMPAS.com — Pelatih Manchester City, Roberto Mancini, mengungkap penyebab di balik keringnya prestasi tim nasional Inggris. Inggris krisis prestasi karena klub-klub harus melakoni jadwal kompetisi yang sangat padat dan membuat pemain tidak berada dalam kondisi fit saat membela timnas.

Pelatih asal Italia itu marah karena timnya hanya memiliki waktu pemulihan kondisi selama 48 jam jelang melawan Arsenal di perempat final Piala Carling, Selasa (29/11/2011). Padahal, David Silva dan kawan-kawan baru tampil di Premier League melawan Liverpool, Minggu (28/11/2011). Apalagi, untuk laga tandang lawan Arsenal itu, City harus sudah tiba di London pada Senin (28/11/2011).

Mancini juga merasa berat menghadapi padatnya jadwal pertandingan di Inggris, hingga harus pintar-pintar melakukan rotasi.

"Arsenal bermain pada Sabtu (26/11/2011). Sementara kami bermain Minggu (27/11/2011) sore. Pada Senin (28/11/2011), kami sudah harus pergi ke London dan pada Selasa (29/11/2011) malam harus bermain. Luar biasa. Ini alasan mengapa tim nasional melangkah ke final Piala Eropa dan Piala Dunia dan kemudian mereka gagal," beber Mancini. 

"Para pemain tidak memiliki waktu untuk memulihkan kebugarannya. Tampil sekali dalam dua hari seperti ini, apalagi setelah kami tampil di Liga Champions, sesuatu yang sangat luar biasa. Saya tidak tahu siapa yang harus disalahkan. Premier League seharusnya berbicara soal ini. Sesuatu yang penting untuk bermain, tetapi sangat penting juga memiliki waktu untuk memulihkan kebugaran. Setidaknya, Anda butuh waktu tiga hari untuk masa pemulihan di antara pertandingan yang satu dan pertandingan yang lain," paparnya. (SUN)

Friday, November 25, 2011

Cesc: Kami Buat Inggris Bertahan Hampir 90 Menit

Gelandang Spanyol, Cesc Fabregas, merayakan gol pertamanya (dari dua) ke gawang Cile, pada pertandingan persahabatan, di Stade de Geneve, Jumat (2/9/2011).

LONDON, KOMPAS.com - Gelandang tim nasional Spanyol, Cesc Fabregas, menilai timnya tetap tim yang lebih baik meski kalah 0-1 dari Inggris di laga persahabatan, Sabtu atau Minggu (13/11/2011) dini hari WIB.

Dalam laga tersebut, Spanyol lebih menguasai pertandingan ketimbang Inggris. Hampir sepanjang 90 menit, pasukan Vicente Del Bosque tersebut membuat "The Three Lions" bertahan di daerah mereka sendiri. Namun, Inggris justru mampu mencuri gol kemenangan di menit ke-49 lewat aksi Frank Lampard.

"Kami mendominasi prtandingan. Kami membuat Inggris bertahan hampir 90 menit. Ada dua gaya sepak bola di laga ini, dan gaya permainan defensif yang menang," kata Fabregas seperti dilansir Telegraph.

"Kami sadar hanya bisa mencetak gol lewat tendangan bebas atau sepak pojok. Kami tak menghasilkan tendangan bebas yang cerdas dan harus membayar untuk itu. Kami senang karena kami bermain baik," lanjutnya.

Di laga persahabatan berikutnya, Selasa (15/11/2011), Spanyol akan berhadapan dengan Kosta Rika.

Tuesday, November 22, 2011

Mata: Kalah dari Inggris, Kami Tetap Juara Dunia dan Eropa

Pemain sayap Spanyol, Juan Mata.

LONDON, KOMPAS.com - Gelandang serang tim nasional Spanyol, Juan Mata, menilai kekalahan 0-1 yang diderita timnya ketika berhadapan dengan timnas Inggris di laga uji coba, Sabtu atau Minggu (13/11/2011) dini hari WIB, tak akan mengubah indentitas mereka sebagai juara dunia dan juara Eropa.

Dalam laga yang berlangsung di Wembley tersebut, Spanyol sebenarnya lebih mendominasi laga. Hampir sepanjang pertandingan Spanyol membuat Inggris bertahan di daerah mereka sendiri. Sayang, akibat lengah beberapa menit saja, gawang mereka akhirnya dijebol oleh tandukan Frank Lampard.

"Tim kami tak kehilangan identitas. Kami mencoba bermain dengan cara yang kami tahu dan mencoba untuk mencetak gol, tapi mereka (Inggris) mencetak gol di kesempatan pertama mereka," ujar Mata.

"Inggris tak membuat kami terkejut karena kami tahu mereka salah satu tim yang difavoritkan untuk mengan di Piala Eropa 2012 karena sejarah dan skuad yang mereka miliki," sambungnya.

Ia menambahkan, "Kami tahu dua laga persahabatan terakhir kami tak berjalan baik, tapi kami telah melakukan hal yang bagus di pertandingan resmi."

Selanjutnya, Spanyol akan menghadapi Kosta Rika pada Selasa (15/11/2011).

Friday, November 18, 2011

Spanyol Sambangi Inggris Tanpa Pedro-Negredo

Pelatih tim nasional Spanyol, Vicente Del Bosque.

LONDON, KOMPAS.com — Pelatih tim nasional Spanyol, Vicente Del Bosque, membawa pemain-pemain terbaiknya untuk pertandingan persahabatan melawan Inggris di Wembley, Sabtu (12/11/2011).

Ada dua pemain yang tidak masuk skuad tersebut, yaitu penyerang Sevilla, Alvaro Negredo, dan penyerang Barcelona, Pedro. Keduanya absen karena cedera. Untuk mengisi tempat mereka, Del Bosque memanggil pemain sayap, Jesus Navas, dan bek sayap Malaga, Nacho Monreal.

"Navas dan Monreal kami masukkan karena telah bersama kami sebelumnya dan mereka bermain dengan baik. Dalam pencarian pemain sayap, tak ada waktu yang lebih baik selain saat ini untuk memanggil Monreal," ujar Del Bosque.

"Untuk Jesus Navas, ia telah bersama kami, telah bermain dengan baik, dan kami melihatnya berada dalam kondisi fisik yang baik untuk masuk tim ini," tambahnya.

Berikut ini adalah susunan pemain Spanyol yang dibawa Del Bosque untuk menghadapi Inggris.

Kiper: Iker Casillas, Pepe Victor Valdes, Pepe Reina.

Bek: Sergio Ramos, Alvaro Arbeloa, Carles Puyol, Gerard Pique, Jordi Alba, Raul Albiol, Nacho Monreal.

Gelandang: Xavi, Xabi Alonso, Sergio Busquets, Santi Cazotla, Martinez, Cesc Fabregas, Andres Iniesta, David Silva, Juan Mata, Jesus Navas.

Penyerang: David Villa, Fernando Torres, Fernando Llorente.

Thursday, November 17, 2011

Inilah Alasan FIFA Larang Inggris Pakai Bunga Poppy

LONDON, KOMPAS.com - FIFA melarang tim nasional Inggris memasang emblem bunga poppy pada kostum mereka untuk pertandingan persahabatan melawan Spanyol, Sabtu (12/11/2011), demi mencegah terjadinya gesekan politik dengan Jerman.

Bunga poppy merupakan simbol peringatan akan pahlawan Inggris yang gugur pada Perang Dunia I, yang berakhir pada 11 November 1918. Pada saat itu, Jerman dan Inggris adalah lawan.

Hari mengenang para pahlawan itu dikenal dengan nama Remembrance Sunday. Remembrance Sunday diperingati setiap hari Minggu kedua bulan November. Tahun ini, Remembrance Sunday akan jatuh pada tanggal 13.

Sebagai bagian peringatan, tim nasional Inggris ingin memakai emblem bunga poppy pada pertandingan itu. Mengingat ada kemungkinan suatu hari nanti Inggris akan bertanding melawan Jerman pada Remembrance Sunday, FIFA memutuskan melarang rencana tersebut demi komitmen mencegah isu politik masuk dunia sepak bola.

Bunga poppy sendiri dijadikan lambang peringatan Remembrance Sunday karena bunga itu tumbuh di sejumlah medan pertempuran Perang Dunia I. Bunga poppy merupakan simbol kehidupan, harapan, keceriaan, dan penghiburan bagi mereka yang berjuang.

Setiap tahun, relawan menjual bunga Poppy, baik asli maupun imitasi, untuk mengumpulkan dana bagi veterang perang, yang dikenal sebagai British Legion.

Thursday, August 11, 2011

Wakil Inggris Lolos, Italia Tersingkir

KOMPAS.com - Dua wakil Inggris, Fulham dan Stoke City, memastikan diri lolos ke babak play off Liga Europa 2011-12. Sementara wakil Italia berguguran.

Fulham lolos setelah menyingkirkan wakil Kroasia, RNK Split, dengan agregat 2-0 setelah menang 2-0 di leg kedua babak ketiga kualifikasi Liga Europa, Kamis atau Jumat (5/8/2011) dini hari WIB. Stoke juga lolos dengan agregat yang sama setelah di leg kedua menang 1-0 atas klub Kroasia lainnya, Hadjuk Split

Sementara wakil Spanyol, Atletico Madrid, dengan menyakinkan lolos ke babak selanjutnya setelah unggul agregat 4-1 atas Stromsgodset dari Denmark.

Namun, tak semua tim unggulan berhasil lolos. Wakil Italia, Palermo, harus terhenti setelah tersingkir oleh wakil Swiss, Thun. Palermo kalah gol tandanng (agregat 3-3) setelah dalam leg kedua, di kandang Thun, hanya bermain seri 1-1. Sedangkan jagoan Jerman, Mainz 05, secara mengejutkan kalah adu penalti 3-4 dari wakil Rumania, Gaz Metan Medias.

Berikut hasil lengkap babak ketiga kualifikasi Liga Europa 2011-12: Mlada Boleslav vs AEK Larnaca 2-2 (Larnaca lolos dengan agregat 5-2) Varteks Varazdin vs Dinamo Bucuresti 1-2 (Bucuresti lolos dengan agregat 4-3) Aktobe vs Alania Vladikavkaz 1-1 (Alania lolos lewat adu penalti (4-2), agregat 2-2) Elfsborg vs Aalesund 1-1 (Aalesund lolos dengan agregat 5-1) FK Karabakh vs Club Brugge 1-0 (Club Brugge lolos dengan agregat 4-2) Stromsgodset vs Atletico Madrid 0-2 (Atletico lolos dengan agregat 4-1) Sligo Rovers vs Vorskla Poltava 0-2 (Vorskla lolos dengan agregat 2-0) Brondby vs Ried 4-2 (Ried lolos berkat keunggulan gol tandang, agregat 4-4) Dinamo Tbilisi vs Reykjavik 2-0 (Dinamo Tbilisi lolos dengan agregat 6-1) FK Senica vs Red Bull Salzburg 0-3 (Salzburg lolos dengan agregat 4-0) Gaz Metan Medias vs Mainz 1-1 (Gaz Metan Media lolos lewat adu penalti (4-3), agregat 2-2) Gomel vs Bursaspor 1-3 (Bursaspor lolos dengan agregat 5-2) Hacken vs Nacional 2-1 (Nacional lolos dengan agregat 4-2) Hajduk Split vs Stoke City 0-1 (Stoke lolos dengan agregat 2-0) Helsingborg vs Bnei Yehuda Tel Aviv 3-0 (Helsinborg lolos dengan agregat 3-1) Legia Warsaw vs Gaziantepspor 0-0 (Legia lolos dengan agregat 1-0) Rennes vs FC Metallurg Rustavi 2-0 (Rennes lolos dengan agregat 7-2) Trnava  vs Levski Sofia 2-1 (Trnava lolos lewat adu penalti (5-4), agreagt 3-3) Lokomotiv Sofia vs Slask Wroclaw 0-0 (Slask lolos lewat adu penalti (4-3), agregat 0-0) Maccabi Tel Aviv vs Zeljeznicar 6-0 (Maccabi lolos dengan agregat 8-0) Thun vs Palermo 1-1 (Thun lolos berkat keunggulan gol tandang, agregat 3-3) ADO Den Haag vs Omonia Nicosia 1-0 (Omonia lolos dengan agregat 3-1) Olymp. Volou vs Differdang03 3-0 (Volou lolos dengan agregat 6-0) PAOK Saloniki vs Valerenga Oslo 3-0 (PAOK lolos dengan agregat 5-0) Rabotnicki vs Anorthosis 1-2 (Rabotnicki lolos dengan agregat 3-2) Vaduz vs Hapoel Tel Aviv 2-1 (Hapoel lolos dengan agregat 5-2) Westerlo vs Young Boys Bern 0-2 (Young Boys lolos dengan agregat 5-1) Fulham vs Rnk split 2-0 (Fulham lolos dengan agregat 2-0) Jablonec vs AZ Alkmaar 1-1 (AZ lolos dengan agregat 3-1) Red Star Belgrade vs Ventspils 7-0 (Red Star lolos dengan agregat 9-1) Hearts vs Paks 4-1 (Heart lolos dengan agregat 5-2) St. Patricks vs Karpaty Lviv  1-3 (Karpaty Lviv lolos dengan agregat 5-1) FK Sarajevo vs Sparta Prague 0-2 (Sparta lolor dengan agregat 7-0) Austria Vienna vs Olimpija Ljubljana 3-2 (Austria Vienna lolos dengan agregat 4-3) Vitoria Guimaraes vs FC Midtjylland 2-1 (Vitoria lolos dengan agregat 2-1)

Sunday, April 10, 2011

Van Gaal Langsung Diincar Klub Inggris

Mantan pelatih Bayern Muenchen, Louis van Gaal.

LONDON, KOMPAS.com - Baru saja dipecat dari Bayern Muenchen, Louis van Gaal langsung diminanti beberapa klub terutama dari Inggris. Manchester City dan Liverpool disebut-sebut media Inggris tertarik mendatangkan pelatih asal Belanda itu.

Saat ini, Liverpool sementara masih dilatih Kenny Dalglish yang menggantikan Roy Hodgson pada pertengahan musim ini. Meskipun Dalglish berhasil megangkat performa "Si Merah", namun statusnya belum juga dipermanenkan.

Nasib Roberto Mancini bersama Manchester City juga masih simpang siur. Belakangan media-media Inggris memberitakan, Mancini terancam dipecat apabila gagal membawa City tampil di Liga Champions musim depan.

Selain Liverpool dan City, Aston Villa dan Fulham juga tertarik mendatangkan pelatih yang pernah membesut Ajax dan Barcelona itu.

Seperti yang diberitakan, manajamen memecat Van Gaal setelah Bayern ditahan Nuernberg 1-1, Sabtu (9/4/2011). Bayern terancam gagal tampil di Liga Champions musim depan yang finalnya digelar di Allianz Arena, kandang mereka. Bayern untuk sementara ditangani asisten Andries Jonker sampai kehadiran pelatih Jupp Heynckes pada awal musim depan.

Saturday, February 26, 2011

Young Menangkan Inggris atas Denmark

Ashley Young (kiri) meluapkan kegembiraannya setelah membobol gawang Denmark, sekaligus memasatikan kemenangan Inggris 2-1 pada laga persahabatan, Rabu atau Kamis (10/2/2011) dini hari WIB.

GELSENKIRCHEN, KOMPAS.com Berkat gol dari pemain pengganti Ashley Young, Inggris berhasil menundukkan Denmark 2-1 pada laga persahabatan yang berlangsung di Parkstadion, Rabu atau Kamis (10/2/2011) dini hari WIB.

Kedua tim bermain atraktif. Jika di Inggris, Wayne Rooney, Darren Bent, James Milner, dan Theo Walcott jadi tumpuan, di Denmark ada Daniel Agger, Dennis Rommedahl, Christian Eriksen, dan Nicklas Bendtner.

Denmark unggul terlebih dahulu lewat Daniel Agger pada menit ke-8. Tandukan kerasnya yang merupakan hasil pemanfaatan umpan Christian Eriksen tak mampu dihalau oleh kiper Inggris, Joe Hart.

Namun, keunggulan Denmark tersebut tak bertahan lama. Dua menit berselang, Darren Bent memaksa Thomas Sorensen memungut bola dari gawangnya. Bent mencetak gol setelah memotong umpan Theo Walcott.

Kedua tim sama-sama ngotot untuk menjebol gawang lawan. Peluang Eriksen yang masih bisa ditip oleh Joe Hart dibalas peluang dari Bent.

Pada menit ke-34, Eriksen mendapat peluang emas lagi. Sayang, tendangannya masih membentur tiang gawang. Empat menit berikutnya, peluang emas dari Rommedahl dimentahkan oleh Hart dengan kakinya.

Lima menit jelang bubar, Lampard sebenarnya berhasil membuat Inggris unggul. Namun, golnya dianulir karena kapten Inggris tersebut telah berdiri dalam posisi offside.

Masih seperti babak pertama, kedua tim tetap saling memberikan tekanan. Capello melakukan perubahan mengejutkan pada babak kedua. Wayne Rooney, Jack Wilshere, dan Frank Lampard digantikan Ashley Young, Gareth Barry, dan Scott Parker.

Perubahan ini ternyata membuahkan hasil. Young membuat kedudukan berubah menjadi 2-1 setelah memanfaatkan umpan Glen Johnson dari sisi kiri pertahanan Denmark.

Susunan pemain

Denmark: Thomas Sorensen, Daniel Agger, Mathias Zanka Jorgensen (Simon Kjaer 46), Simon Poulsen (Daniel Wass 46), Lars Jacobsen (Michael Silberbauer 60), Christian Poulsen, William Kvist (Martin Vingaard 90), Michael Krohn-Dehli (Niklas Pedersen 71), Dennis Rommedahl Thomas Enevoldsen 82), Nicklas Bendtner, Christian Eriksen.

Inggris: Joe Hart, John Terry, Michael Dawson (Gary Cahill 60), Ashley Cole (Leighton Baines 80), Glen Johnson, Frank Lampard (Scott Parker 46), Jack Wilshere (Gareth Barry 46), James Milner, Theo Walcott (Stewart Downing 68), Darren Bent, Wayne Rooney (Ashley Young 46).

Saturday, February 19, 2011

Koscielny: Pindah ke Inggris, Aku Makin Baik

Penyerang Chelsea, Didier Drogba (kiri).

LONDON, KOMPAS.com - Pemain belakang Arsenal, Laurent Koscielny mengatakan dirinya menjadi lebih baik saat memutuskan meninggalkan Lorient dan bergabung dengan Arsenal.

"Tak mudah bagiku (saat pertama kali datang). Aku merasa kuat. Sangat jelas bahwa aku merasa jadi pemain yang lebih baik ketimbang saat pertama kali datang. Dalam dua bulan terakhir, aku merasa berkembang sangat pesat," kata pemain yang baru saja mendapatkan panggilan, untuk pertama kalinya, bergabung dengan tim nasional Perancis.

Koscielny diboyong Arsenal dari Lorient di awal musim ini. Hingga saat ini, Koscielny sudah memainkan 19 partai bersama "The Gunners" dan sudah mencetak 2 gol. Ia menjadi palang pintu handal bersama Thomas Vermaelen. Saat Vermaelen cedera, ia jadi benteng terakhir bagi Arsenal. (SKY)

Wednesday, January 26, 2011

Barton: Akulah yang Terbaik di Inggris

Gelandang Newcastle United, Joey Barton.

NEWCASTLE, KOMPAS.com — Gelandang Newcastle United, Joey Barton, merasa dirinya layak untuk memperkuat tim nasional Inggris karena bermain bagus sepanjang musim ini.

Namun, Barton juga mengakui, reputasinya sebagai pemain yang kerap membuat ulah bakal sulit mendapat panggilan dari pelatih Inggris Fabio Capello.

"Aku pikir tidak ada satu pemain pun di Inggris yang memiliki kemampuan di atasku. Akulah pemain terbaik di Inggris saat ini. Bukan maksudku untuk menyombongkan diri, itu adalah pernyataan yang jujur dari dalam hatiku," ujar pemain berusia 28 tahun itu.

"Aku tahu Capello memiliki enam sampai tujuh pemain tengah yang berkualitas di timnas Inggris. Namun, tidak seorang pun yang memiliki kemampuan sehebat diriku," katanya.

"Itu semua tidak berarti apa-apa bagi Capello. Ia tak pernah memanggilku. Aku heran mengapa ia lebih melihat kepribadian seseorang ketimbang kemampuan seorang pemain," ucapnya. (SN)

Tuesday, December 28, 2010

Canales Dicegah Ayah ke Inggris

Gelandang Real Madrid, Sergio Canales.

MADRID, KOMPAS.com - Gelandang Real Madrid, Sergio Canales, mengaku telah menerima tawaran dari sejumlah klub di Premier League pada jendela transfer kedua, Januari mendatang. Namun, ayahnya dengan tegas menolak rencana itu.

West Ham United dan Bolton Wanderers dikabarkan berminat untuk meminjam pemain berusia 19 tahun tersebut. Namun, kabar itu langsung dibantah oleh sang ayah yang juga agen dari pemain tersebut, Angel Canales.

"Saya tegaskan jika Canales tetaplah pemain Madrid. Saya tidak akan membiarkan dirinya bergabung dengan West Ham  maupun Bolton Januari mendatang," tegasnya kepada talkSPORT.

"Saya tahu ia jarang dimainkan di Madrid, namun hal itu adalah hal yang biasa. Ia datang ke Madrid ketika masih berumur 16 tahun. Bergabung dengan Madrid ketika kau masih berusia 16 tahun sangatlah susah. Ia harus sabar," tuturnya.

"Sebagai seorang ayah, tentu saya ingin ia lebih banyak bermain. Namun, ia harus berjuang jika ingin mewujudkannya," tuntas Canales.