Showing posts with label Barcelona. Show all posts
Showing posts with label Barcelona. Show all posts

Monday, November 28, 2011

Madrid Masih Ungguli Barcelona

BARCELONA, KOMPAS.com - Dalam empat tahun terakhir, Real Madrid seolah tak berdaya menghadapi seteru abadinya, Barcelona, di partai-partai "El Clasico". Baik di Divisi Primera (Liga BBVA) maupun di pentas Eropa, Madrid hanya bisa gigit jari. Namun, secara keseluruhan statistik Real Madrid masih unggul dibanding Barcelona.

Musim lalu, Madrid hanya bisa merebut Copa del Rey setelah menang 1-0 atas Barcelona di final. Namun, mereka tak bisa berbuat apaapa di Liga BBVA dan Liga Champions.

Barcelona menang di dua pertemuan Liga BBVA. Barca menang 5-0 di kandang sendiri dan mampu menahan Madrid 1-1 di Santiago Bernabeu.

Di Liga Champions, Barca menang 2-0 di kandang dan seri 1-1 di kandang Madrid. Kedigdayaan Barca atas Madrid itu ikut menentukan sukses Barcelona menjuarai Liga BBVA dan Liga Champions musim 2010-11.

Secara keseluruhan Barca masih kalah dibanding Madrid dalam sejarah pertemuan mereka. Hanya saja, kehebatan Barca akhir-akhir ini membuat posisi mereka semakin berdekatan.

Secara total, mereka sudah bertemu 160 kali. Barca hanya menang 63 kali dan Madrid menang 76 kali. Selebihnya, dalam 30 pertemuan berakhir seri. Jumlah gol Madrid juga masih unggul dibanding Barca. Secara keseluruhan Madrid mencetak 254 gol dan Barcelona mencetak 252 gol.

Statistik Pertemuan Barcelona vs Real Madrid Pertandingan: 160 Barcelona menang: 63 Madrid menang: 67 Gol Barcelona: 252 Gol Madrid: 254

Thursday, November 24, 2011

Milito: Barcelona Tetap di Atas Madrid

Bek Barcelona, Gabriel Milito.

BARCELONA, KOMPAS.com - Saat ini, Real Madrid berada di atas Barcelona dalam klasemen sementara Liga BBVA. Namun, mantan pemain Barcelona, Gabriel Milito, berpendapat, itu bukan berarti kualitas Madrid berada di atas Barcelona musim ini.

Hingga pekan ke-11, Madrid menempati posisi puncak klasemen dengan 28 poin. Mereka unggul tiga poin atas Barcelona yang menempati peringkat kedua.

"Mereka dua tim yang hebat, dengan pelatih hebat, tapi di luar keterikatanku dengan Barcelona dan rekan-rekanku, aku masih berpikir Barcelona lebih baik. Di kamar ganti Barcelona ada tim yang kuat, dengan kerendahan hati yang diperlukan," ujar MIlito seperti dilansir situs resmi Liga BBVA.

Milito kemudian melayangkan pujian untuk Pelatih Barcelona, Pep Guardiola, yang ia nilai telah memberikan banyak ilmu untuknya.

"Aku belajar banyak hal (darinya). Tak hanya taktik, tapi juga soal mengelola tim dan mempertahankan tensi agar tim tetap kompeten. Semua ini berkat Guardiola, berkat pesannya, berkat bagaimana dia mengekspresikan idenya," jelas Milito.

Sunday, November 13, 2011

Barcelona Bawa Satu Angka dari San Mames

Gelandang Barcelona, Cesc Fabregas, merayakan golnya ke gawang Athletic Bilbao, dalam lanjutan Liga BBVA, di San Mames, Minggu (6/11/2011).

BILBAO, KOMPAS.com - Barcelona bermain imbang 2-2 dengan Athletic Bilbao, pada laga Liga BBVA, di San Mames, Minggu (6/11/2011). Sementara gol Barcelona diciptakan Cesc Fabregas dan Lionel Messi, gol tuan rumah merupakan hasil tembakan Ander Herrera dan bunuh diri bek Gerard Pique.

Barcelona mendominasi permainan sejak awal. Namun, tuan rumah selalu berusaha melancarkan serangan, setiap kali menguasai bola. Kedua kubu pun beberapa kali tampak bertukar ancaman.

Barcelona lebih dulu membuka peluang melalui Adriano pada menit kedua. Namun, tembakannya masih bisa diantisipasi Gorka Iraizoz.

Tuan rumah kemudian membalas dengan tembakan Fernando Llorente pada menit ke-12, yang dijinakkan Victor Valdes.

Setelah tembakan Messi pada menit ke-21 dihalau Iraizoz, Bilbao melancarkan serangan balasan yang berujung umpan dari Susaeta, yang ditembakkan Ander Herrera masuk gawang Valdes.

Dalam waktu dua menit setelahnya, Barcelona mendapat dua peluang dari Dani Alves dan Cesc Fabregas. Sementara eksekusi Alves dimentahkan Iraizoz, tembakan Fabregas membuahkan gol penyama kedudukan. Fabregas menaklukkan Iraizoz dengan memanfaatkan umpan silang Eric Abidal.

Permainan tak banyak berubah di babak kedua. Barcelona mendominasi permainan, tetapi usaha mencetak gol mereka selalu kandas di tangan Iraizoz.

Pada menit ke-50 dan ke-60, misalnya, Barcelona mendapat peluang dari Andres Iniesta dan Messi, yang semuanya dihentikan di luar garis gawang oleh Iraizoz. Di tengah tekanan itu, Barcelona mendapat bencana berupa gol bunuh diri bek Gerard Pique pada menit ke-80.

Barcelona kemudian menciptakan empat ancaman beruntun melalui Thiago, Iniesta, David Villa. Sementara tembakan Thiago dan Iniesta meleset, dua eksekusi Villa bisa dijinakkan Iraizoz.

Tekanan Barcelona perlahan membuahkan hasil. Setelah bek Fernando Amorebita diberi kartu kuning kedua karena melanggar Sergio Busquets pada menit ke-90, Barcelona menyamakan   kedudukan berkat gol Lionel Messi, yang memanfaatkan kesalahan koordinasi antara Ander Iturraspe dan Iraizoz.

Selama pertandingan, Barcelona menguasai bola sebanyak 63 persen dan menciptakan sembilan peluang emas dari 16 usaha. Adapun tuan rumah melepaskan tiga tembakan akurat dari tiga percobaan.

Dengan hasil tersebut, Barcelona menduduki peringkat kedua dengan 25 poin, atau kalah tiga angka dari Real Madrid. Adapun Bilbao tak bergerak dari posisi kesembilan dengan 14 poin.

Bilbao: Gorka Iraizoz; Fernando Amorebieta, Javi Martínez, Jon Aurtenetxe, Andoni Iraola; Ander Iturraspe, Oscar, Susaeta (Inigo Perez 85), Muniain (Ibai Gomez 88); Fernando Llorente (Mikel San Jose 90), Ander Herrera

Barcelona: Victor Valdes; Gerard Pique (Thiago 81), Javier Mascherano, Eric Abidal, Dani Alves; Sergio Busquets, Andres Iniesta, Xavi (Alexis Sanchez 61); Adriano (David Villa 72), Lionel Messi, Cesc Fabregas

Wasit: Jose Luis Paradas Romero

Wednesday, October 26, 2011

Yaya Toure Enggan Kembali ke Barcelona

MANCHESTER, KOMPAS.com - Gelandang Manchester City, Yaya Toure, menyatakan enggan kembali ke Barcelona meski mendapat panggilan langsung dari pelatih Pep Guardiola.

"Jika Guardiola memanggilku (kembali ke Barcelona) sekarang, aku tak akan kembali. Aku telah menghabiskan banyak waktu tanpa berbicara dengannya. Aku tak akan menemukan kata yang tepat untuk aku gunakan jika bertemu dengannya," tutur Yaya Toure kepada Ona FM.

Ini merupakan bentuk kekecewaan Yaya Toure kepada Guardiola yang ia nilai telah mencampakkannya. Pemain asal Pantai Gading ini mengungkapkan, ia sebenarnya ingin bertahan di Barcelona, namun Guardiola tak menginginkannya.

"Aku ingin tinggal di Barcelona dan itu bisa terwujud jika Guardiola menginginkan itu. Namun, pintu ruang kerjanya selalu tertutup. Aku tak berbicara dengannya di tahun terakhirku di sana. Tak ada komunikasi," ujar Yaya Toure kepada Ona FM.

"Hingga pada akhirnya Guardiola berbicara kepadaku, tapi pada awalnya dia tak berkata apa-apa. Kemudian dia berkata tak percaya dengan kemampuanku dan tak menginginkanku. Aku ingin tinggal, tapi dia tak menginginkan itu. Dia membiarkanku bingung. Dia tak memberikan perhatian kepadaku hingga aku mendapat tawaran dari City.

Yaya Toure bukan satu-satunya pemain yang kecewa dengan Guardiola. Mantan pemain "Blaugrana" lainnya, Bojan Krkic, juga pernah mengungkapkan keburukan dari sang pelatih. Bojan menngaku tak pernah mendapat kesempatan dari Guardiola dan akhirnya memutuskan untuk pindah ke klub Italia, AS Roma. 

Wednesday, June 8, 2011

Anggaran Transfer Barcelona Rp 558 Miliar

BARCELONA, KOMPAS.com — Wakil Presiden Barcelona untuk Bidang Ekonomi Javier Faus mengatakan, anggaran transfer Barcelona mencapai 45 juta euro atau sekitar Rp 558 miliar. Jumlah tersebut bisa bertambah jika Barcelona menjual pemain.

"Kami harus terus bekerja untuk mengurangi utang dan itu tak terbantahkan. Kami tak bisa menganggarkan 100 juta euro (Rp 1,2 triliun) untuk transfer. Kami punya 45 juta euro untuk transfer. Jumlah lebih besar bisa mereka dapat dari penjualan pemain yang mungkin terjadi musim ini," kata Faus.

"Dengan menjuarai Liga Champions, kami mendapatkan keuntungan sebesar 4 juta euro (Rp 49 miliar). Kami menganggarkan pengeluaran sebesar 34 juta euro (Rp 422 miliar) dan mendapatkan 38 juta euro. Namun, itu adalah investasi terbaik karena Barca menjadi lebih dikenal dari sebelumnya di seluruh dunia," tuturnya. (SPRT) 

Falcao: Porto Akan Hentikan Barcelona

AMERIKA SERIKAT, KOMPAS.com — Striker FC Porto, Radamel Falcao, mengungkapkan, timnya akan menemukan cara yang jitu untuk menghentikan Barcelona dalam laga Piala Super Eropa, 26 Agustus nanti.

Barcelona memang hampir tak terhentikan musim lalu. Di kancah domestik, pasukan Pep Guardiola mampu meninggalkan seteru abadinya, Real Madrid. Di Liga Champions, "Blaugrana" nyaris dikatakan sempurna setelah melewati hadangan lawan hingga akhirnya keluar sebagai juara.

"Kami akan menemukan cara untuk meladeni mereka (Barcelona) secara efektif ketika kami bertemu di Piala Super Eropa. Semua tim telah gagal menemukan cara untuk menghentikan mereka, jadi sekarang terserah kami untuk mencari cara untuk melakukan itu," kata Falcao.

Sebenarnya tak semua tim gagal menghentikan laju Lionel Messi dkk. Madrid, contohnya, berhasil mengungguli Barcelona di Copa del Rey pada laga final dengan skor tipis 1-0. Lalu, Arsenal yang mampu menang tipis 2-1 di leg pertama babak 16 besar Liga Champions beberapa waktu lalu. Sementara di kompetisi domestik ada dua tim gurem, yaitu Hercules dan Real Sociedad. (GL)

Thursday, May 26, 2011

Messi: Ini Barcelona Terbaik

Penyerang Barcelona, Lionel Messi.

BARCELONA, KOMPAS.com — Striker Barcelona, Lionel Messi, menilai, Barcelona saat ini adalah Barcelona terbaik sejak ia bergabung bersama klub Catalan tersebut.

Messi sudah cukup lama bermain bersama Xavi dan kawan-kawan. Ia pernah dilatih pelatih sekaliber Frank Rijkaard. Ia juga bermain bersama pemain-pemain kelas dunia macam Ronaldinho, Deco, Samuel Eto'o, Zlatan Ibrahimovic, dan David Villa.

"Ini pastinya adalah Barcelona terbaik yang pernah aku perkuat. Banyak pemain di tim ini yang juga bagian dari tim masa lalu. Namun, kami lebih dewasa dan berpengalaman. Kami pantas memenangkan gelar yang kami peroleh dan aku pikir Anda takkan melihat tim ini jatuh pada tahun-tahun mendatang," papar Pemain Terbaik Dunia tersebut.

Messi mengaku beruntung bisa masuk final Liga Champions lagi. Ini adalah final ketiganya. Sebelumnya, ia pernah membawa Barcelona juara pada 2006 dan 2009. "Bagiku, Liga Champions adalah turnamen terbaik yang bisa Anda mainkan, selain Piala Dunia. Turnamen ini memiliki pemain-pemain terbaik di dunia dan biasanya dua tim terbaik yang menembus final."

"Aku memiliki harapan besar pada laga final nanti. Aku semakin dewasa dan berpengalaman. Aku telah melalui banyak situasi sebelumnya dan sekarang aku lebih bijaksana ketika mengambil keputusan di lapangan. Aku tahu kemampuanku dan ini berarti banyak. Aku bermain dengan kepercayaan diri tinggi sekarang," pungkasnya. (GL)

Friday, April 8, 2011

Pemain 18 Tahun Tolak Barcelona dan MU

Gelandang serang Borrusia Dortmund, Mario Goetze.

DORTMUND, KOMPAS.com - Gelandang serang Borussia Dortmund, Mario Goetze, menegaskan, dirinya masih berkomitmen dengan timnya dan menolak untuk pindah musim depan. Artinya, pemain berusia 18 tahun ini menolak tawaran yang datang dari Barcelona dan Manchester United (MU).

"Aku selalu mengatakan berkomitmen dengan Borussia dan punya rasa terima kasih kepada klub yang membawaku hingga sejauh ini. Kenapa aku harus meninggalkan klub yang luar biasa ini, terutama sejak Dortmund punya rencana hebat di masa depan?" ujar Goetze kepada Bild.

Goetze memang menarik perhatian beberapa tim besar Eropa, termasuk Barcelona dan MU, setelah tampil brilian musim ini bersama Dortmund. Ia ikut berkontribusi membawa Dortmund kokoh di puncak klasemen sementara Bundesliga hingga saat ini. Penampilan apik Gotze pun membuat pelatih Jerman, Joachim Loew, memanggilnya.

CEO Dortmund, Hans-Joachim Watzke, sudah menegaskan bahwa Goetze tak akan dijual ke mana pun dengan harga berapa pun.

"Mario sungguh pemain yang luar biasa. Tawaran 15 juta euro (sekitar Rp 186 miliar) untuk 'Goetzinho' tak akan membuat saya mempertimbangkan untuk menjualnya," tegas Watzke.

Friday, March 4, 2011

Messi Akhiri Rekor Buruk Barcelona

Penyerang Barcelona, Lionel Messi, merayakan golnya ke gawang Athletic Bilbao, dalam lanjutan Serie-A, Minggu (20/2/2011).

BARCELONA, KOMPAS.com - Penyerang Lionel Messi mencetak gol yang membuat Barcelona menang 2-1 atas Athletic Bilbao, dalam pertandingan Liga BBVA, Minggu (20/2/2011). Ini adalah kemenangan pertama Barcelona dalam tiga pertandingan terakhir.

Barcelona unggul lebih dulu melalui David Villa pada menit keempat. Gol bermula dari umpan Xavi kepada Dani Alves, yang dari tayangan ulang terlihat berada dalam posisi off-side.

Bilbao kemudian mampu menyamakan kedudukan berkat tembakan Andoni Iraola dari titik penalti, menyusul pelanggaran Sergio Busquets kepada Fernando Llorente.

Selanjutnya, Barcelona kesulitan menambah gol, sampai Messi melakukannya pada menit ke-78. Memanfaatkan umpan Dani Alves, Messi menyepak bola dari tengah kotak penalti masuk sudut kiri atas gawang tim tamu.

Selama 90 menit, Barcelona menguasai bola sebanyak 79 persen dan menciptakan empat peluang emas dari 18 usaha. Adapun Bilbao melepaskan empat tembakan akurat dari lima percobaan.

Dengan hasil tersebut, Barcelona menguasai klasemen dengan 65 poin, atau unggul lima angka dari pesaing terdekat, Real Madrid.

Bilbao sendiri tertahan di posisi kelima dengan 38 poin.

Susunan pemain:
Barcelona:
Jose Manuel Pinto; Sergio Busquets, Gerard Pique, Eric Abidal, Dani Alves; Javier Mascherano (Maxwell 65), Andres Iniesta, Xavi; David Villa (Seydou Keita 84), Lionel Messi, Pedro (Ibrahim Afellay 90)
Bilbao:
Gorka Iraizoz; Fernando Amorebieta, Borja Ekiza, Koikili Del Campo, Andoni Iraola; Javi Martinez, Ander Iturraspe (Gaizka Toquero 45), Carlos Gurpegui; Igor Gabilondo (Muniaín  72), Fernando Llorente, Susaeta (David López 83)

Monday, February 28, 2011

Barcelona: Mainan Tanpa Baterai, Boneka Kempis

Penyerang Arsenal, Robin van Persie (kiri) menjebol gawang Barcelona, pada leg pertama 16 besar Liga Champions, di Emirates, Rabu (16/2/2011).

MADRID, KOMPAS.com - Pertandingan leg kedua 16 besar Liga Champions antara Barcelona dan Arsenal baru akan digelar 8 Maret mendatang. Namun, pemerhati sepak bola Spanyol tak sabar menunggu sampai saat itu untuk mengkritik penampilan Barcelona pada leg pertama, yang berujung kekalahan 1-2, Rabu (16/2/2011).

Bermain di Emirates, Barcelona unggul lebih dulu melalui David Villa pada menit ke-28. Setelah itu, mereka mendominasi pertandingan namun nyaris tak menciptakan peluang berarti.

Meski tertekan, Arsenal membalik keadaan melalui gol Robin van Persie (78) dan  Andrei Arshavin (83). Baru setelah gol Arshavin, Barcelona menambah tekanan. Mereka kemudian berhasil menciptakan setidaknya tiga ancaman berarti. Namun, skor 2-1 untuk tuan rumah tak berubah sampai peluit berbunyi panjang.

Ada sejumlah evaluasi dari para pengamat, tetapi yang digarisbawahi paling tebal adalah keputusan Josep Guardiola menarik David Villa dan menggantikannya dengan Seydou Keita pada menit ke-68.

"Di babak kedua, Barcelona tidak cemerlang dan tidak cair. Mainan tanpa baterai. Tim ini seperti boneka kempis. Messi tampak kehilangan sentuhan dinamitnya dan Iniesta, si manusia malang, tampak seperti berjalan dalam tidur. Barcelona dalam krisis. Itulah kenyataannya," tulis Julian Ruiz di El Mundo.

Kolega Ruis, Paco Cabezas, memberikan penilaian lebih berimbang. Ia mengatakan, Arsenal pantas menang, tetapi sangat terbantu oleh kesalahan Guardiola.

"Sekreatif apa pun Anda dan sebaik apa pun Anda bermain, tim besar dibentuk oleh kemenangan dan kekalahan. Arsene Wenger tahu ini sangat baik setelah enam musim tak mengecap gelar. Sekarang, Guardiola mendapat pengalaman serupa di London," ujar Cabezas.

"Arsenal memaksa diri mereka sendiri pada pertandingan ini dan saya pikir menang secara adil berkat ketahanan mereka dan inisiatif Jack Wilshere. Di sisi lain, Guardiola menggantikan Villa dengan Keita, di saat seharusnya tim menyerang ketimbang bertahan. Sebuah keputusan fatal dari Pep," tambahnya.

Menambahkan itu, Lluis Mascaro, dalam tulisannya di Sport, menyebut sejumlah keputusan wasit Nicola Rizzoli telah mencegah Barcelona meraih poin penuh.

"Ketidakberuntungan bisa dijadikan alasan untuk kekalahan ini. Namun, ada gol sah yang dianulir serta hak penalti yang tidak diberikan. Argumen ini terdengar seperti permintaan dimaklumi, tapi tidak begitu," ujar Mascaro.

"Realitas lain adalah Guardiola melakukan kesalahan ketika memasukkan Keita untuk menggantikan Villa. Itu adalah pertandingan yang seharusnya bisa mereka menangkan dengan skor 3-0. Sungguh memalukan," lanjutnya.

Kolumnis AS, Santi Gimenes menyebut Barcelona kalah karena semangat juang mereka tidak setinggi kualitas bermain.

"Ada duia tim yang sama-sama harus menguasai bola untuk bisa memainkan gaya mereka. Masalahnya, di sana hanya ada satu bola dan pertanyaan yang muncul, salah satunya, adalah bagaimana mengakhiri dilema ini," terang Gimenes.

"Secara umum, dilema itu terurai seperti ini: Barcelona menguasai bola tetapi tanpa semangat kuat atau keyakinan layaknya tim yang terluka. Dan, satu orang Inggris yang terluka sangat berbahaya. Ia tahu bagaimana membalas. Pada akhirnya, kekuatan mengalahkan teknik. Barcelona memberi pelajaran teknik kepada Arsenal sampai menit ke-65 dan setelahnya Arsenal memberi pelajaran soal kekuatan," tambahnya.

Harian terkemuka Spanyol, El Pais, juga ikut memberikan pandangan.

"Sekalipun gol Arsenal muncul setelah tertinggal, mereka bermain dengan baik dan melakukan usaha bangkit yang menarik, dengan sepak bola yang dinamis dan hidup," ulas mereka.

"Anak-anak Wenger menjadi pesepak bola yang lebih baik dan lebih baik lagi. Mereka jelas sangat menghormati Barcelona, yang pada pertandingan itu lebih banyak bermain untuk formalitas dan kurang berambisi, atau setidaknya menjadi lebih mudah diserang dan kurang menekan," tandasnya. (TEL)

Saturday, January 22, 2011

Barcelona Ungguli Betis 1-0

BARCELONA, KOMPAS.com — Barcelona sementara mampu memimpin 1-0 saat menjamu Real Betis pada pertandingan leg pertama babak delapan besar Copa del Rey, Rabu atau Kamis (13/1/2011) dini hari WIB.

Bermain dengan misi mengejar kemenangan, "El Barca" langsung tampil ngotot. Mereka membuat para pemain bertahan Betis keteteran sejak peluit kick-off babak pertama berbunyi.

Pada menit ke-21, Barcelona menciptakan kejutan, dengan permainan tiki-taka, pemain terbaik dunia tahun 2010, Lionel Messi, mampu melepaskan tembakan ke gawang Betis. Namun, usahanya itu mentah di tangan Espinosa Barriga Castro.

Permainan agresif Barcelona rupanya membuat pelatih Betis menumpuk hampir sembilan pemain di lini pertahanan timnya.

Akibatnya, Lionel Messi dan kawan-kawan kesulitan menekan Betis di awal pertandingan. Bola lebih banyak berputar-putar di tengah sehingga tak banyak ancaman yang mampu diberikan oleh trio Xavi, Andres Iniesta, dan Messi di lini depan.

Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya lahir pada menit ke-44 lewat aksi Messi. Mendapat bola hasil umpan Iniesta di kotak penalti, Messi melepaskan tembakan keras yang merobek jala Castro.

Kedudukan 1-0 bertahan hingga wasit meniup peluit tanda babak pertama usai.

Penulis: David Andhika   |   Editor: Hery Prasetyo   |   Loading...

Sunday, December 26, 2010

Guardiola Ungkap Rahasia Barcelona

BARCELONA, KOMPAS.com - Pelatih Barcelona, Pep Guardiola, membuka rahasia suksesnya menangani klub tersebut. Menurutnya, rahasia itu terletak pada kesempatan yang diberikan kepada para pemain hasil didikan Akademi Barcelona.

Guardiola memang langsung sukses sebagai pelatih Barcelona. Menggantikan Frank Rijkaard sejak 2008, Guardiola membawa Barcelona meraih dua gelar Divisi Primera La Liga, satu Liga Champions, satu Copa del rey, dua Piala Super Spanyol, satu Piala Super Eropa, dan satu Piala Dunia Antarklub.

Menurutnya, Akademi barcelona tak lebih baik daripada akademi sepak bola klub lainnya. Perbedaannya, Barcelona memberi kesempatan para murid akademi itu untuk tampil bersama tim senior. Itu menjadi salah satu kunci utama sukses "El Barca". Faktanya, mereka ternyata mampu memberi kontribusi besar.

Tiga nomine Ballon d'Or 2010, Xavi Hernandez, Lionel Messi, dan Andres Iniesta adalah produk Akademi Barcelona. Selain itu, masih banyak pemain jebolan akademi itu yang bermain bagus seperti pedro Rodriguez dan Boja Krkic.

"Menjadi berkah besar buat Barcelona karena memiliki pemain seperti Xavi dan Iniesta sejak mereka masih muda," kata Guardiola.

Musim ini, Barcelona membeli David Villa, Adriano, dan Javier Mascherano. Namun, hanya Villa yang bermain reguler sebagai starter.

Sepanjang sejarah, Barcelona selalu diperkuat pemain didikannya sendiri. Namun, sejak dipegang Guardiola, jumlahnya semakin meningkat sejak musim 2008-09. Sehingga, pemain yang dibeli dari klub lain harus bersaing ketat untuk mendapatkan tempat utama. Guardiola sendiri sebelumnya pelatih Barcelona B yang tahu betul kualitas pemain muda Barcelona. (AP)

Penulis: Hery Prasetyo   |   Editor: Hery Prasetyo   |   Loading...

Saturday, December 25, 2010

Barcelona Ditahan Bilbao di Camp Nou

BARCELONA, KOMPAS.com - Barcelona hanya bermain imbang tanpa gol dengan Athletic Bilbao, pada leg pertama babak 16 besar Copa del Rey, di Camp Nou, Selasa (21/12/2010). Padahal, mereka bermain dengan kekuatan nyaris penuh.

Barcelona tidak memainkan David Villa dan Lionel Messi sebagai starter, tetapi menduetkan Bojan Krkic dan Pedro. Dengan komposisi itu, Barcelona tak mengalami kesulitan menekan lawan. Hanya saja, mereka bermasalah dengan penyelesaian akhir.

Pada menit keenam, misalnya, Bojan berhasil menjangkau umpan Andres Iniesta dan menembakkannya secara akurat ke gawang lawan. Namun, selain terbaca Iraizoz, tembakan itu kurang kuat sehingga bisa diantisipasi.

Pada menit ke-36, giliran Pedro yang melepaskan tembakan akurat, yang sayangnya mengarah tepat kepada Iraizoz.

Sejumlah tembakan dari luar kotak penalti juga dilakukan tuan rumah untuk mengatasi kebuntuan. Namun, selain performa Iraizoz, barisan bek lawan juga mampu membaca arah serangan dan mengeblok tembakan.

Di sisi lain, Bilbao juga mampu membahayakan gawang Jose Pinto, meski tak sebanyak yang dibuat Barcelona. Namun, usaha mereka juga tak cukup ampuh menaklukkan Pinto.

Dengan hasil tersebut, tiket delapan besar akan ditentukan di leg kedua, yang akan digelar di San Mames, 5 Januari mendatang. (*)

Susunan pemain: Barcelona: Jose Pinto; Dani Alves, Maxwell, Gerard Pique, Eric Abidal; Andres Iniesta, Javier Mascherano (Adriano  79), Seydou Keita (Lionel Messi  54), Xavi Hernandez; Bojan Krkic (David Villa 63), Pedro Bilbao: Iraizoz; Andoni Iraola, Koikili, Mikel Dominguez, Ustaritz; Igor Gabilondo, Carlos Gurpegi, Javier Martinez, Susaeta; Igor Ceseras (Muniain 55), Iturraspe (Pablo Orbaiz  72)

Penulis: Tjatur Wiharyo   |   Editor: Tjatur Wiharyo   |   Loading...