Showing posts with label Zanetti. Show all posts
Showing posts with label Zanetti. Show all posts

Wednesday, May 11, 2011

Inter Ditahan Roma, Zanetti Dapat Kado Final

Penyerang Inter Milan, Samuel Etoo (tengah) menggiring bola melewati kawalan gelandang AS Roma, Simone Perrotta (kanan) pada pertandingan leg kedua semifinal Piala Italia, Rabu (11/5/2011).

MILAN, KOMPAS.com — Inter Milan melaju ke final Piala Italia setelah bermain imbang 1-1 (2-1) dengan AS Roma pada leg kedua semifinal Piala Italia, di San Siro, Rabu (11/5/2011). Pertandingan itu merupakan merupakan penampilan ke-1.000 kapten Inter Javier Zanetti sepanjang kariernya.

Gol Inter diciptakan oleh Samuel Eto'o pada menit ke-58. Eto'o membobol gawang tim tamu dengan memanfaatkan bola hasil umpan Houssine Kharja dan McDonald Mariga yang gagal dibuang pemain-pemain Roma.

Adapun gol Roma diciptakan oleh Marco Boriello pada menit ke-84. Dari tengah kotak penalti, ia menanduk umpan Simone Perrotta masuk ke gawang Julio Cesar.

Roma pantas kecewa, tetapi Inter bisa berlega hati dengan hasil tersebut. Pasalnya, Roma banyak menekan di babak pertama dan di awal babak kedua.

Namun, mereka tak kunjung menemukan formula untuk menaklukkan Julio Cesar, sedangkan Inter malah mampu mencuri gol lewat Samuel Eto'o.

Baru setelah gol itu Inter mengalami perbaikan performa. Selain mampu mematahkan serangan lawan, mereka juga lebih konsisten menciptakan peluang.

Pada menit ke-67, misalnya, sementara Roma belum menciptakan peluang, Inter menciptakan ancaman melalui Giampaolo Pazzini, yang masih bisa diredam kedua tangan Doni.

Julio Cesar juga belum mendapat ancaman, ketika pada menit ke-72, Milito melepaskan tembakan akurat ke gawang Roma, yang lagi-lagi mentah di tangan Doni.

Pertandingan kemudian kembali sepi peluang, sampai Roma mendapatkan peluang gol dari Marco Boriello pada menit ke-77. Namun, usahanya hanya membuahkan tendangan gawang.

Kedua kubu kemudian sempat bertukar ancaman melalui Eto'o dan Mirko Vucinic pada menit ke-79 dan ke-81. Sementara eksekusi Eto'o meleset, eksekusi Vucinic bisa dijinakkan Cesar.

Inter belum menciptakan peluang baru, ketika Roma akhirnya bisa menyamakan kedudukan melalui Boriello pada menit ke-85.

Setelahnya, Roma berusaha memanfaatkan waktu tersisa untuk menambah gol. Inter berhasil meredam usaha mereka dengan penguasaan bola. Meski tak menciptakan ancaman, Inter pun berhasil mempertahankan kedudukan imbang sampai peluit berbunyi panjang.

Susunan pemain:
Inter:
Julio Cesar; Javier Zanetti, Cristian Chivu, Lucio, Maicon; Yuto Nagatomo, Esteban Cambiasso, Houssine Kharja (Thiago Motta 75), McDonald Mariga; Samuel Eto'o, Giampaolo Pazzini (Diego Milito 67)

Roma: Doni; John Arne Riise, Marco Cassetti, Juan, Nicolas Burdisso; Simone Perrotta, David Pizarro (Leandro Greco 46), Daniele De Rossi, Fabio Simplicio (Mirko Vucinic 56); Marco Boriello, Jeremy Menez (Gianluca Caprari 74)

Wasit: Daniele Orsato

Wednesday, April 20, 2011

Zanetti: Kemenangan Ini Membungkam Kritik

ROMA, KOMPAS.com - Keberhasilan Inter Milan mengalahkan AS Roma 1-0 di semifinal leg pertama Coppa Italia, Selasa (19/4/2011), dinilai Javier Zanetti merupakan balasan atas kritik yang ditujukan kepada timnya.

Gol kemenangan Inter tersebut diciptakan oleh Dejan Stankovic pada menit ke-45. Ini merupakan kemenangan pertama dalam tiga pertandingan terakhir mereka. Sebelumnya, Inter kalah daro Schalke 04 (1-2) dan Parma (0-2).

"Ini adalah kemenangan penting dari laga yang sulit. Kami datang dari periode yang sulit dan harus memberikan respon ini. Aku pikir, kami bermain dalam laga yang luar biasa pada malam ini. Tidak mudah meraih kemenangan di Roma," papar Zanetti. 

Dalam kesempatan ini, Zanetti membantah pernyataannya yang menginginkan Jose Mourinho kembali melatih Inter pada musim depan.

"Aku selalu mengatakan Leonardo melakukan tugas yang luar bisa. Kami harus mengabaikan semua pembicaraan mengenai hal ini dan kami harus kembali mempersiapkan diri untuk pertandingan hari Sabtu mendatang (melawan Lazio di Serie-A)," tukas Zanetti. 

Inter dan Lazio berada di peringkat ketiga dan keempat dengan selisih tiga angka. Jika Inter menelan kekalahan maka Lazio-lah yang berhak berada di peringkat ketiga karena pada pertemuan pertama Lazio berhasil meraih kemenangan 3-1. (FBI)

Friday, December 31, 2010

Zanetti: Latihlah Inter, Leonardo

MILAN, KOMPAS.com - Kapten Inter Milan, Javier Zanetti, mengaku akan senang bila klubnya jadi mengangkat mantan manajer AC Milan, Leonardo, sebagai pelatih, menggantikan Rafael Benitez, yang baru dipecat.

"Aku mengenal Leonardo sangat baik. Ia sangat pintar dan cerdas. Sebagai pelatih, ia bisa memberi sangat banyak. Ia menimba banyak ilmu sejak masih bermain dan setelahnya," ujar Zanetti.

Menilik sejarah dan rivalitas kedua Milan-Inter, Leonardo adalah "musuh" Inter. Ia mengalami "bertempur" dengan Inter langsung di lapangan ketika bermain pada 1997-2001 dan 2002-2003, di belakang meja, ketika menjadi direktur setelah gantung sepatu pada 2003, dan di pinggir lapangan ketika menjadi pelatih pada 2009-2010.

Sejauh ini, Presiden Inter, Massimo Moratti, mengatakan belum menentukan siapa yang akan dijadikan target prioritas menggantikan Benitez. Namun, menurutnya, Leonardo masuk kategori pelatih yang dipertimbangkan Inter.

Sejumlah media-media Italia bahkan mengklaim, Inter dan Leonardo sudah mencapai kesepakatan kerja sama dan hanyalah soal waktu bagi Milan melihat salah satu pemain besarnya berdiri di bawah panji rival sekota. (GL)

Penulis: Tjatur Wiharyo   |   Editor: Tjatur Wiharyo   |   Loading...

Sunday, December 26, 2010

Zanetti Sanggup Bermain Hingga Umur 40

Javier Zanetti bersama Rafael Benitez mengangkat trofi Piala Super Italia, Sabtu (21/8/2010).

MILAN, KOMPAS.com - Kapten Inter Milan, Javier Zanetti, mengungkapkan bahwa dirinya sedang menikmati masa kejayaannya bersama "I Nerazzurri". Meski sudah berumur 37 tahun, dia juga masih memiliki semangat dan siap bermain sampai berumur 40 tahun.

Pemain berjuluk "El Pupi" ini mengakui , 2010 adalah tahun terindah dalam hidupnya. Ia tercatat mengangkat lima trofi kejuaraan yang berbeda tahun ini, termasuk kejuaraan Piala Dunia Antarklub.

"Sejujurnya aku belum membicarakan rencana mengenai pensiunku ini kepada keluarga. Aku sedang menikmati karierku sebagai pemain sepak bola. Aku sedang berada di puncak karierku bersama Inter tahun ini," papar Zanetti kepada FoxSports.

Zanetti menambahkan, "Tahun 2010 adalah tahun yang luar biasa bagiku. Kami memenangi Liga Champions setelah 45 tahun lamanya. Merupakan sebuah kehormatan bagiku bisa mengangkat trofi Liga Champions di usia yang sudah tidak lagi muda. Semua orang memberiku ucapan selamat, termasuk presiden klub, Massimo Moratti. Aku tak pernah menyangka akan mendapatkan semuanya ini."

"Secara fisik aku masih merasa mampu dan hal itu membuatku ingin terus bermain ke level yang lebih tinggi. Aku berharap Inter dan tim nasional Argentina masih terus menggunakan jasaku. Aku masih sangat menikmati pekerjaanku sebagai pemain sepak bola," tegasnya.