Showing posts with label Inter. Show all posts
Showing posts with label Inter. Show all posts

Thursday, November 10, 2011

Banjir, Genoa Vs Inter Ditunda

GENOA, KOMPAS.com - Pertandingan Serie-A  antara Genoa dan Inter Milan, yang dijadwalkan berlangsung di Comunale Luigi Ferraris, Minggu (6/11/2011), ditunda karena banjir di Kota Genoa.

"Berdasar kesepakatan dengan Lega Calcio, pertandingan antara Genoa dan Inter yang dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu di Stadion Luigi Ferraris, Genoa, ditunda. Pengumuman dibuat oleh Wali Kota Genoa, Marta Vincenzi, Jumat (4/11/2011) sore setelah pertemuan darurat membahas banjir yang melanda wilayah tersebut," demikian pernyataan Inter dalam situs resminya.

Banjir terjadi akibat badai yang terjadi pada Jumat (4/11/2011). Pemerintah kota sudah meminta warga mengungsi. Menurut Football Italia, tujuh orang tewas dan ratusan rumah terendam akibat banjir tersebut.

Cuaca buruk diprediksi akan berlangsung sampai hari Minggu dan Stadion Luigi Ferraris berada dalam wilayah yang mengalami banjir paling parah. Lapangan juga disebut dalam kondisi tergenang.

Tuesday, November 1, 2011

Lawan Lille, Inter Mungkin Tanpa Maicon

Bek Inter Milan, Douglas Maicon.

MILAN, KOMPAS.com - Bek Inter Milan, Maicon, mengalami cedera pada paha kiri dan kemungkinan tidak bisa bermain pada laga Liga Champions melawan Lille, di Giuseppe Meazza, Rabu (2/11/2011).

Maicon mengalami cedera itu pada akhir pertandingan Serie-A melawan Juventus, Sabtu (29/10/2011). Ia telah menjalani tes medis, tetapi belum ada pernyataan resmi dari Inter soal berapa lama ia akan menjalani pemulihan.

Namun, menurut Football Italia, cedera seperti itu biasanya membutuhkan masa pemulihan selama dua sampai tiga pekan. 

Sunday, October 23, 2011

"Inter Bisa Berbuat Hebat"

Bek sekaligus kapten Inter Milan, Javier Zanetti.

MILAN, KOMPAS.com — Skipper Inter Milan, Javier Zanetti, menilai timnya punya kesempatan untuk membuat sesuatu yang hebat musim ini meski mengalami awal yang berat.

Sejak ditangani oleh Claudio Ranieri, Inter sedikit demi sedikit mulai menunjukkan jati dirinya. Meski sempat mengalami beberapa kekalahan, Inter sudah berhasil keluar dari masa kelam. Terakhir, Walter Samuel dkk mampu memetik tiga poin pertamanya di Giuseppe Meazza musim ini saat menang tipis 1-0 atas Chievo Verona, akhir pekan lalu.

"Tim ini punya kapasitas untuk melakukan hal hebat dan kami berpikir hal itu setiap pertandingannya. Kami bekerja dengan rasa solidaritas dan harus menghalangi tim lawan untuk merusak itu," ujar Zanetti kepada Sky Sport Italia.

"Kemenangan merupakan hal yang penting untuk membuat kami tidak terlalu terbebani dengan posisi di klasemen. Kami tak pernah menang di Giuseppe Meazza, jadi kemenangan ini sangat penting," lanjutnya.

Saat ini Inter menempati posisi ke-16 dengan tujuh poin. Pekan depan, Inter kembali mendapat peluang bagus untuk merebut poin penuh karena akan berhadapan dengan tim papan bawah, Atalanta.

Friday, August 12, 2011

Sneijder Ingin Menangkan Gelar demi Fans Inter

Gelandang Inter Milan, Wesley Sneijder.

BEIJING, KOMPAS.com - Gelandang Inter Milan, Wesley Sneijder, mengaku tak sabar untuk segera bermain di Piala Super Italia melawan AC Milan, Sabtu (6/8/2011), di Beijing, China. Ia pun menargetkan kemenangan yang akan dipersembahkan untuk fans mereka di China.

"Bermain di Piala Super Italia di Beijing akan menarik dan ini akan sangat menyenangkan. Ini derbi, jadi akan menjadi laga yang hebat," ujar Sneijder.

"Aku senang berada di sini (China). Aku menyukai negara ini dan juga orang yang ada di sini. Melihat gairah yang ada di sini, ini akan jadi motivator kami untuk memenangkan laga demi fans kami di sini," sambungnya.

Ia menambahkan, "Aku pesepak bola dan memiliki banyak tujuan. Aku ingin menang karena aku menikmatinya. Sabtu nanti adalah tantangan besar pertama (bagi kami) di musim ini."

Sneijder sendiri sempat diisukan tak akan tampil dalam laga ini. Pemain asal Belanda ini dilaporkan berselisih dengan sang pelatih, Gian Piero Gasperini. Namun, ia membantah hal tersebut.

"Gasperini melakukan pekerjaannya dengan baik dan membuat beberapa perubahan. Kami semua dalam kondisi baik dan akan memainkan permainan kami," kata Sneijder. (GL)

Saturday, June 18, 2011

Guardiola ke Inter pada 2012

Pelatih Barcelona, Josep "Pep" Guardiola.

MILAN, KOMPAS.com Inter Milan diyakini sudah melakukan kesepakatan dengan Pelatih Pep Guardiola. Dia akan menangani "I Nerazzurri" mulai 2012. Itu sebabnya, Inter kini kesulitan mencari pelatih karena hanya diberi waktu setahun.

Inter Milan memang terus mencari pelatih untuk menggantikan Leonardo. Pemilik dan Presiden Inter Milan, Massimo Moratti, mengakui, pihaknya baru saja mendekati pelatih asal Argentina, Marcelo Bielsa. Namun, tawaran Inter ditolak.

Inter juga dihubungkan dengan Fabio Capello, Delio Rossi, Gian Piero Gasperini, dan Sinisa Mihajlovic. Namun, hingga kini tak ada perkembangan berarti. Menurut Tuttosport, alasannya karena mereka tak mau hanya melatih setahun, untuk kemudian diganti Guardiola pada 2012.

Guardiola sendiri sudah menyatakan, dia akan meninggalkan Barcelona pada akhir musim 2011-12. Sebab, ia ingin mencari tantangan baru setelah memberi banyak gelar lokal dan internasional kepada Barcelona.

Inter Ditolak Bielsa

MILAN, KOMPAS.com — Inter Milan gagal mendatangkan Marcelo Bielsa sebagai pelatih baru mereka. Pendekatan Inter ditolak oleh pelatih senior asal Argentina itu.

Hal itu diakui sendiri oleh pemilik dan Presiden Inter Milan, Massimo Moratti. "Bielsa menolak tawaran kami karena alasan pribadi. Dia juga menyesal (tak bisa memenuhi permintaan Inter). Ia tak bisa terlalu jauh membicarakan tawaran kami," jelas Moratti.

Inter juga diisukan sedang mendekati mantan Manajer Chelsea, Carlo Ancelotti. Namun, hal itu dibantah Moratti.

"Kami menghormati Ancelotti, tapi di sini tak seorang pun yang memikirkannya. Makanya, Ancelotti belum pernah menolak kami juga," tegasnya.

"Bielsa merupakan satu-satunya pelatih yang menjawab 'tidak'. Sejujurnya, banyak orang yang akan menjawab 'ya' atas tawaran kami. Maka, kami kini sedang memikirkannya," terangnya.

Pernyataan Moratti itu mempertegas bahwa Inter ingin menyingkirkan Pelatih Leonardo. Sejauh ini, masih ada beberapa nama yang dikabarkan didekati Inter. Mereka adalah Sinisa Mihajlovic, Delio Rossi, dan Gian Piero Gasperini. (FBI)

Wednesday, June 8, 2011

Kaka: Leo Tak Mengajakku ke Inter

MADRID, KOMPAS.com — Gelandang serang Real Madrid, Ricardo Kaka, membantah bahwa mantan pelatihnya di AC Milan, Leonardo, mengajak bergabung ke Inter Milan.

Masa depan Kaka memang jadi tanda tanya saat ini. Beberapa media Spanyol melaporkan Madrid siap melepas pemain asal Brasil ini karena tenaganya tak dibutuhkan lagi. Beberapa klub pun, termasuk Inter, mulai dikaitkan dengan pemain yang kini berusia 29 tahun tersebut. Namun, Kaka, dalam beberapa pekan terakhir, selalu menyatakan dirinya tak ingin pergi dari Madrid.

"Dia tidak pernah berkata kepadaku soal bermain untuk Inter karena aku memang tidak pernah membuka pintu (untuk hengkang). Setiap kali kami berbicara, aku selalu mengatakan ingin menang di Real Madrid, dan ia mengatakan bahwa itu yang harus aku lakukan. Leo tahu aku tidak mau pergi," kata Kaka kepada Jornal da Tarde.

Kaka kemudian juga mengungkapkan bahwa hubungannya dengan Leonardo tetap baik meski tak lagi bekerja dalam satu klub yang sama.

"Saya memiliki hubungan sangat baik dengan Leo, semua orang tahu itu. Ketika aku menolak tawaran dari Manchester City (saat masih berada di Milan), dia orang pertama yang datang ke rumahku dan memberikan dukungan. Dia mengatakan bahwa dia senang dengan keputusanku," ujarnya. (JDT)

Wednesday, May 18, 2011

Inter Kembali Lirik Sanchez

Penyerang Udinese, Alexis Sanchez.

MILAN, KOMPAS.com - Asisten Direktur Olahraga Inter Milan, Piero Ausilio menyatakan tetap berminat membeli striker Udinese, Alexis Sanchez, meski Udinese menolak penawaran mereka, Januari lalu. 

"Presiden Massimo Moratti dan Direktur Marco Branca sudah berangkat (ke Udinese) pada bulan November dan Desember lalu untuk Sanchez. Namun, direksi Udinese menunda pembicaraan hingga Juni," kata Ausilio.

"Sanchez tetap pemain yang luar biasa dan kami akan mempertimbangkan pilihan kami. Musim ini akan segera berakhir, jadi kita lihat saja nanti," sambungnya.

Jika ingin mendapatkan Sanchez, Inter harus bergerak cepat. Sebab, menurut pemberitaan di Italia, pemain asal Chile juga diincar oleh Manchester City, Barcelona, Manchester United dan Chelsea. (SKY)

Wednesday, May 11, 2011

Inter Ditahan Roma, Zanetti Dapat Kado Final

Penyerang Inter Milan, Samuel Etoo (tengah) menggiring bola melewati kawalan gelandang AS Roma, Simone Perrotta (kanan) pada pertandingan leg kedua semifinal Piala Italia, Rabu (11/5/2011).

MILAN, KOMPAS.com — Inter Milan melaju ke final Piala Italia setelah bermain imbang 1-1 (2-1) dengan AS Roma pada leg kedua semifinal Piala Italia, di San Siro, Rabu (11/5/2011). Pertandingan itu merupakan merupakan penampilan ke-1.000 kapten Inter Javier Zanetti sepanjang kariernya.

Gol Inter diciptakan oleh Samuel Eto'o pada menit ke-58. Eto'o membobol gawang tim tamu dengan memanfaatkan bola hasil umpan Houssine Kharja dan McDonald Mariga yang gagal dibuang pemain-pemain Roma.

Adapun gol Roma diciptakan oleh Marco Boriello pada menit ke-84. Dari tengah kotak penalti, ia menanduk umpan Simone Perrotta masuk ke gawang Julio Cesar.

Roma pantas kecewa, tetapi Inter bisa berlega hati dengan hasil tersebut. Pasalnya, Roma banyak menekan di babak pertama dan di awal babak kedua.

Namun, mereka tak kunjung menemukan formula untuk menaklukkan Julio Cesar, sedangkan Inter malah mampu mencuri gol lewat Samuel Eto'o.

Baru setelah gol itu Inter mengalami perbaikan performa. Selain mampu mematahkan serangan lawan, mereka juga lebih konsisten menciptakan peluang.

Pada menit ke-67, misalnya, sementara Roma belum menciptakan peluang, Inter menciptakan ancaman melalui Giampaolo Pazzini, yang masih bisa diredam kedua tangan Doni.

Julio Cesar juga belum mendapat ancaman, ketika pada menit ke-72, Milito melepaskan tembakan akurat ke gawang Roma, yang lagi-lagi mentah di tangan Doni.

Pertandingan kemudian kembali sepi peluang, sampai Roma mendapatkan peluang gol dari Marco Boriello pada menit ke-77. Namun, usahanya hanya membuahkan tendangan gawang.

Kedua kubu kemudian sempat bertukar ancaman melalui Eto'o dan Mirko Vucinic pada menit ke-79 dan ke-81. Sementara eksekusi Eto'o meleset, eksekusi Vucinic bisa dijinakkan Cesar.

Inter belum menciptakan peluang baru, ketika Roma akhirnya bisa menyamakan kedudukan melalui Boriello pada menit ke-85.

Setelahnya, Roma berusaha memanfaatkan waktu tersisa untuk menambah gol. Inter berhasil meredam usaha mereka dengan penguasaan bola. Meski tak menciptakan ancaman, Inter pun berhasil mempertahankan kedudukan imbang sampai peluit berbunyi panjang.

Susunan pemain:
Inter:
Julio Cesar; Javier Zanetti, Cristian Chivu, Lucio, Maicon; Yuto Nagatomo, Esteban Cambiasso, Houssine Kharja (Thiago Motta 75), McDonald Mariga; Samuel Eto'o, Giampaolo Pazzini (Diego Milito 67)

Roma: Doni; John Arne Riise, Marco Cassetti, Juan, Nicolas Burdisso; Simone Perrotta, David Pizarro (Leandro Greco 46), Daniele De Rossi, Fabio Simplicio (Mirko Vucinic 56); Marco Boriello, Jeremy Menez (Gianluca Caprari 74)

Wasit: Daniele Orsato

Friday, April 29, 2011

Pazzini: Inter Kehilangan Gelar Sejak Awal

Penyerang Inter Milan, Giampaolo Pazzini (kanan).

MILAN, KOMPAS.com - Striker Inter Milan, Giampaolo Pazzini, mengatakan bahwa rekan-rekannya menilai bahwa kesempatan juara timnya sudah hilang sejak awal musim, saat Inter masih berada di bawah asuhan Rafael Benitez.

Saat masih ditangani Benitez, Inter memang mengalami awal yang sulit. Inter bahkan dinilai tak layak bersaing untuk menjadi juara setelah terlempar di papan tengah klasemen sementara Serie-A. Namun, setelah Benitez diganti Leonardo, Inter mulai tampil stabil dan berhasil bangkit kembali.

"Saya berbicara kepada rekan-rekanku (di Inter) dan aku bertanya kapan kesempatan untuk kami meraih scudetto hilang. Mereka pun mengatakan kami kehilangan kesempatan scudetto di awal musim ini. Dalam delapan atau sembilan pertandingan, kami hanya meraih 10 poin dari 24-27 poin yang tersedia," kata Pazzini kepada Inter Channel.

Pazzini mengaku bahwa timnya memang sempat bangkit dan menghidupkan kembali kesempatan untuk meraih juara. Tapi, peluang itu tertutup hanya dalam dua pertandingan saja.

"Kami berusaha untuk bangkit dengan menjadi tim yang kerja keras. Tapi, untuk melakukannya kami harus memenangkan setiap pertandingan. Kami tak sepenuhnya gagal, tapi pertandingan lawan Milan dan Schalke telah merusak musim kami," ujar Pazzini.

Ia menambahkan, "Performa kami meredup di saat yang menentukan dan kami tak bisa mengubahnya. Anda bisa melihat fakta itu saat pertandingan kami melawan Lecce (beberapa waktu lalu). Kami memang menang, tapi kami sangat kelelahan."

Saat ini, Inter berada di posisi kedua klasemen sementara dengan 66 poin. Mereka tertinggal delapan poin dari Milan yang menempati posisi puncak dengan 74 poin.

Friday, April 8, 2011

Boninsegna: Inter Masih Bisa Lewati Lubang Jarum

Mantan striker Inter Milan, Roberto Boninsegna.

MILAN, KOMPAS.com — Legenda Inter Milan, Roberto Boninsegna, menilai "I Nerazzurri" akan menemui kesulitan untuk lolos ke semifinal Liga Champions seusai kalah 2-5 dari Schalke 04 di leg pertama perempat final Liga Champions, Selasa kemarin. Ibaratnya, Inter harus melewati lubang jarum, tetapi itu masih mungkin terjadi.

Inter memang dihadapkan pada misi berat untuk bisa lolos ke semifinal dan mempertahankan gelar juaranya. "I Nerazzurri" harus menang minimal 4-0 untuk bisa lolos dari lubang jarum. Misi ini semakin sulit karena mereka akan menjalani leg kedua di kandang Schalke, Gelsenkirchen.

"Mereka akan mencoba untuk bangkit di Jerman. Itu akan sangat sulit. Nyaris mustahil, tapi bukan tidak mungkin," tegas Boninsegna kepada Goal.com.

"Tidak ada hal yang tidak mungkin, tapi mereka membuat terlalu banyak kesalahan dan mereka harus merenungkan hal ini. Sangat tak terduga bisa kalah seperti ini, tapi hasil ini akan mengejutkan mereka," sambungnya.

Thursday, April 7, 2011

Legenda Inter Bela Leo dan Chivu

Pelatih Inter Milan, Leonardo.

MILAN, KOMPAS.com — Legenda Inter Milan, Tarcisio Burgnich, membela Cristian Chivu dan Leonardo yang dianggap sebagai biang kekalahan memalukan Inter dari Schalke 04 di Liga Champions.

Inter secara tragis harus menyerah dengan skor 2-5 di leg pertama babak perempat final, Rabu (6/4/2011) dini hari WIB, di kandang sendiri. Kekalahan ini cukup mengejutkan karena Inter memiliki status sebagai juara bertahan, sedangkan Schalke hanyalah tim underdog.

Media-media Italia menilai, Inter kalah karena taktik Leonardo yang terlalu bermain terbuka. "Leonardo tidak harus disalahkan. Dalam sepak bola, pelatih hanya mendapat 20 persen tanggung jawab dan para pemain menanggung sisanya," seru Burgnich.

Cristian Chivu juga dituding sebagai pembuat masalah karena mendapat kartu merah di laga tersebut. Sebelumnya, Chivu juga mendapat kartu merah saat Inter dibantai Milan 0-3 pada akhir pekan lalu.

"Chivu datang dari masa di mana ia tidak sering bermain. Tidak mudah untuk kembali ke dalam bentuk terbaik di sebuah pertandingan penting, terutama bagi pemain 30 tahun," sambungnya.

Burgnich mengaku optimistis timnya bisa bangkit di leg kedua pekan depan. Jika ingin lolos, "La Beneamata" wajib menang minimal dengan skor 4-0.

"Ini belum berakhir. Tidak ada yang mengharapkan hasil seperti tadi malam. Jadi, saya pikir sangat mungkin untuk mengubahnya di leg kedua, selama tingkat kebugaran pemain bisa dikembalikan. Kata terakhir tidak pernah diucapkan dalam sepak bola sampai peluit akhir ditiup. Karena itu, di leg kedua bisa terjadi beberapa kejutan," tuntas Burgnich. (RS)

Saturday, February 26, 2011

Benitez: Kinerja Tim Medis Inter Buruk

MADRID, KOMPAS.com - Cedera memang menjadi teman akrab dari Inter Milan, demikian pernyataan yang disampaikan oleh mantan pelatih "I Nerazzurri", Rafael Benitez. Menurut Benitez, tim medis di Inter tak bekerja dengan baik. Begitu pula dengan kinerja dari tim fisik Inter.

Benitez juga mengungkapkan, ia dan juga stafnya tak memiliki otoritas dalam masalah medis.

Banyaknya cedera pemain ini, diakui Benitez, membuat dirinya kesulitan meramu tim. Akibatnya, Inter tampil kurang gereget dan terseok-seok di kancah Serie-A saat ia tangani. Kurang moncernya penampilan Inter ini menjadi salah satu alasan manajemen tim akhirnya memecat pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut.

"Saya ingin memperlihatkan beberapa statistik berdasarkan cedera pemain dan saya tidak salah paham. Sebanyak 80 persen cedera dari mereka adalah cedera yang sama seperti dua tahun yang lalu. Saya dan juga staf saya tidak memiliki kontrol atas masalah medis atau pekerjaan di tim medis klub dan juga pelatih fisiknya," jelas Benitez kepada Marca.

"Kami tak mengikuti terapi atau proses pemulihan. Sebulan setelah kami pergi ada delapan pemain yang mengalami cedera otot. Saya yakin Roberto Mancini (mantan pelatih sebelumnya, Red) sudah akrab dengan kondisi ini," tambah Benitez.

Penulis: Wirawan Kusuma   |   Editor: Hery Prasetyo   |   Loading...

Thursday, February 24, 2011

Lawan 10 Orang Roma, Inter Hampir Tersusul

Gelandang Inter Milan, Wesley Sneijder (kanan), melepaskan tembakan yang berujung gol ke gawang AS Roma, dalam lanjutan Serie-A, Minggu (6/2/2011).

MILAN, KOMPAS.com - Unggul pemain sejak menit ke-62, Inter Milan malah kebobolan dua gol berbalas dua oleh AS Roma, sehingga menang dengan skor 5-3, dalam lanjutan Serie-A, Minggu (6/2/2011). Terlepas dari itu, Inter kini duduk di tempat ketiga dengan 44 poin, atau hanya kalah lima angka dari penguasa sementara, AC Milan.

Kebuntuan dipecahkan oleh kubu Inter, melalui gol Wesley Sneijder, saat pertandingan baru berjalan tiga menit. Menguasai umpan Maicon di luar kotak penalti, ia mengirim bola masuk sudut kanan atas gawang Julio Sergio.

Roma membalas gol itu hanya dalam waktu sepuluh menit, melalui Fabio Simplico. Dari tengah kotak penalti, ia menembakkan bola kiriman Marco Cassetti masuk sudut kanan bawah gawang Julio Cesar.

Kedudukan imbang membuat kedua kubu sempat sama-sama menurunkan tempo dan intensitas permainan. Namun, setelah tanpa hasil, keduanya perlaha meningkatkannya lagi..

Sejumlah pelanggaran terjadi dan peluang tercipta dari kedua kubu. Namun, aksi saling serbu itu tak membuahkan gol, sampai terciptanya gol Samuel Eto'o pada menit ke-35.

Gol bermula dari pergerakan Wesley Sneijder yang berujung umpan kepada Eto'o di luar kotak 16 meter. Eto'o berhasil menguasai bola dan menyepak bola masuk tengah gawang tim tamu.

Berubahnya kedudukan diikuti meningkatnya tempo dan intensitas permainan kedua kubu. Namun, tak ada gol tercipta sampai peluit turun minum berbunyi.

Roma mengambil inisiatif menyerang di babak kedua. Namun, belum mampu menambah gol, mereka malah terkena diganjar sanksi penalti, menyusul pelanggaran Nicolas Andres Burdisso kepada Giampaolo Pazzini di luar kotak penalti.

Selain kehilangan Burdisso, Roma kemudian juga semakin tertinggal, karena Samuel Eto'o yang melakukan eksekusi, sukses menaklukkan Julio Sergio.

Keunggulan Inter bertambah menjadi 4-1 ketika pada menit ke-71, Thiago Motta berhasil membobol gawang Roma dengan memanfaatkan umpan Eto'o.

Namun, di luar dugaan, Roma mampu membalas itu dengan dua gol dari Mirko Vucinic pada menit ke-75 dan Simone Loria pada menit ke-81. Sementara Gol Vucinic tercipta berkat assist Daniele De Rossi, gol Loria tercipta berkat assist Juan.

Dua gol itu melambungkan moral Roma. Pada waktu sisa, mereka terus berusaha mencari gol keempat, sampai Inter membungkam mereka melalui gol kelima yang diciptakan Esteban Cambiasso pada masa injury time. Cambiasso membobol gawang Roma dengan memanfaatkan bola kiriman Javier Zanetti.

Selama 90 menit, Inter menguasai bola sebanyak 50 persen dan menciptakan 14 peluang emas dari 24 usaha. Adapun Roma melepaskan delapan tembakan akurat dari 23 percobaan.

Susunan pemain:
Inter:
Julio Cesar; Ivan Cordoba, Andrea Ranocchia, Javier Zanetti, Maicon; Thiago Motta, Wesley Sneijder (Yuto Nagatomo  75), Esteban Cambiasso, Houssine Kharja; Samuel Eto'o, Giampaolo Pazzini (Diego Milito  70)
Roma: Julio Sergio; Juan, Nicolas Burdisso, John Arne Riise, Marco Cassetti; Fabio Simplicio (Leandro Greco 71), Simone Perrotta (Rodrigo Taddei 67); Mirko Vucinic, Marco Borriello, Jeremy Menez (Simone Loria  64)
Wasit: Paolo Tagliavento

Wednesday, February 23, 2011

Leonardo Ampuni "Dosa" Inter

MILAN, KOMPAS.com - Manajer Inter Milan, Leonardo, mengaku tak memasalahkan tiga gol AS Roma yang bersarang di gawang Julio Cesar, karena pertandingan berakhir 5-3 untuk timnya.

Kelima gol Inter dicetak oleh Sneijder (3), Samuel Eto'o (35, 63-penalti), Thiago Motta (71), dan Esteban Cambiasso (90). Adapun gol Roma diciptakan oleh Fabio Siplicio (13), Mirko Vucinic (75), dan Simone Loria (81).

Sekadar catatan, sejak menit ke-62, Roma bermain dengan sepuluh orang akibat kartu merah yang diterima Nicolas Burdisso setelah melanggar Giampaolo Pazzini di kotak penalti.

"Kami membuat hidup kami sendiri sulit hari ini. Namun, saya tak terkejut dengan gol yang bersarang di gawang kami. Ada tendangan bebas, bola muntah, dan tendangan sudut, tetapi tak ada pergerakan yang benar-benar (berbahaya)," ujar Leonardo.

"itu adalah momen di mana pertahanan kami rapuh. Namun, kami berusaha dengan baik sampai meraih gol kelima dan mendapatkan konsentrasi kami kembali,"

"Apakah kebobolan begitu banyak gol merupakan masalah? Saya tak bisa bicara buruk ketika saya begitu gembiran dengan kemenangan ini. Yang penting adalah menjaga antusiasme,"

"Saya melihat pertandingan luar biasa antara dua tim. Marco Borriello (penyerang Roma) masih merupakan penyerang terbaik di Serie-A. (Gelandang Inter) Wesley Sneijder menampilkan permainan hebat malam ini, seperti Samuel Eto'o, Giampaolo Pazzini, Daniele De Rossi, Fabio Simplico, dan banyak lainnya," paparnya. (FBI)

Penulis: Tjatur Wiharyo   |   Editor: Tjatur Wiharyo   |   Loading...

Inter Kirim Pesan Ancaman kepada Milan

Kiper Inter Milan, Julio Cesar.

MILAN, KOMPAS.com - Kiper Inter Milan, Julio Cesar, mengatakan, para rival Inter, terutama AC Milan, kini harus berhati-hati. Sebab, Inter kini sudah kembali menjadi tim papan atas Serie-A setelah ditagani Leonardo dan siap menyingkirkan.

Apalagi, saat ini Inter sudah duduk di tempat ketiga dengan 44 poin, atau hanya kalah lima angka dari penguasa sementara, AC Milan.

Di partai terakhir, Inter berhasil menang 5-3 dari AS Roma di Giuseppe Meazza, Minggu atau Senin (7/2/2011) dini hari WIB. Ini menjadi kemenangan ketujuh Inter di Serie-A sejak ditangani Leonardo, 6 Januari lalu. Inter baru mengalami satu kekalahan saat bertandang ke kandang Udinese di pekan ke-21. Saat itu, Inter takluk dengan skor telak 1-3.

"Kami mengirimkan pesan kepada semua tim yang berada di depan kami. Sekarang kami punya kesempatan untuk bermain melawan mereka dan meraih scudetto," ujar Julio Cesar kepada Tuttomercato Web.

"Dalam satu bulan semuanya berubah. Yang terpenting adalah mengambil keuntungan dari kegagalan rival yang berada di depan kami. Milan seharusnya khawatir dengan kami," tambahnya.

Kebangkitan Inter ini juga tak lepas dari penampilan apik dari kiper asal Brasil ini. Di tiga pertandingan terakhir (melawan Roma, Bari, dan Palermo), Julio Cesar melakukan beberapa kali penyelamatan gemilang untuk membuat gawang Inter tak banyak kebobolan.

"Aku sangat senang dengan pertandingan yang kumainkan malam ini. Aku senang bisa memberikan kontribusi dalam pertandingan, terutama di babak pertama dengan penyelamatanku," kata kiper yang jadi incaran Manchester United ini. (GL)

Tuesday, February 15, 2011

Inilah Skuad Liga Champions Inter

Manajer Inter Milan, Leonardo Araujo.

MILAN, KOMPAS.com — Inter Milan memperbarui skuad mereka di Liga Champions setelah bursa transfer Januari 2011 ditutup. Tak ada nama Giampaolo Pazzini dalam list baru Inter. Itu karena Pazzini pernah bermain di Liga Champions musim ini saat membela Sampdoria di babak play-off.

Selain Pazzini, semua pemain baru masuk dalam skuad Inter. Houssine Kharja, Andrea Ranocchia, dan Yuto Nagatomo akan diandalkan pelatih Leonardo di kancah tertinggi Eropa di level klub tersebut.

Berikut daftar skuad Liga Champions Inter:
Kiper:
Julio Cesar, Luca Castelazzi, Orlandoni
Bek:
Ivan Cordoba, Javier Zanetti, Lucio, Douglas Maicon, Andrea Ranocchia, Yuto Nagatomo, Marco Materazzi, Christian Chivu, Walter Samuel
Gelandang: Dejan Stankovic, Thiago Motta, Wesley Sneijder, Housine Kharja, Obi, Esteban Cambiaso, McDonald Mariga, Coutinho
Striker:
Samuel Eto’o, Diego Milito, Goran Pandev

Adu Penalti, Inter Singkirkan Napoli

Duel Inter Milan melawan Napoli, Kamis (27/1/2011). Inter menang melalui adu penalti 5-4, setelah kedua tim bermain imbnag 0-0 di waktu normal.

NAPOLI, KOMPAS.com — Inter Milan sukses menyingkirkan Napoli di babak perempat final Coppa Italia. Inter menang melalui adu penalti 5-4, setelah kedua tim bermain imbang 0-0 selama 120 menit pertandingan, Kamis (27/1/2011) dini hari WIB. Kemenangan ini mengantarkan Inter ke babak semifinal.

Pertandingan berjalan alot di babak pertama. Bola lebih banyak berputar-putar. Striker Napoli, Edison Cavani, sebenarnya mampu mencetak gol pada menit ke-12. Sayangnya, gol pemain Uruguay itu dianulir karena ia lebih dulu terperangkap offside.

Tempo meningkat cepat di babak kedua. Napoli menerapkan permainan taktis dan ini membuat Inter tertekan. Beberapa peluang emas tercipta melalui tembakan Ezequiel  Lavezzi dan Marek Hamsik. Sayangnya, semua usaha itu mentah di tangan kiper Inter, Luca Castellazzi. Karena gol tak kunjung datang, pertandingan pun terpaksa dilanjutkan ke masa perpanjangan waktu.

Di babak ini, kedua tim tak juga menuai keberuntungan. Aksi gemilang kedua kiper mementahkan semua peluang yang ada.

Pada babak adu penalti, Lavezzi menjadi biang kegagalan Napoli karena tembakannya melenceng jauh di atas mistar. Adapun kelima penendang Inter sukses menjalankan tugasnya.

Penendang penalti
Napoli:
Edison Cavani (gol), Marek Hamsik (gol), Ezequiel Lavezzi (gagal), Camilo Zuniga (gol), Hassan Yebda (gol)
Inter: 
Samuel Eto'o (gol), Esteban Cambiasso (gol), Goran Pandev (gol), Thiago Motta (gol), Cristian Chivu (gol)

Susunan pemain
Napoli:
Morgan De Sanctis; Paolo Cannavaro, Andrea Dossena (Camilo Zuniga 50), Hugo Armando Campagnaro, Salvatore Aronica; Cristian Maggio, Michele Pazienza (Hassan Yebda 97), Walter Gargano, Marek Hamsik; Edinson Roberto Gomez Cavani, Ezequiel Ivan Lavezzi
Inter Milan: Luca Castellazzi; Javier Zanetti, Cristian Chivu, Ivan Cordoba (LĂșcio 83), Maicon, Andrea Ranocchia; Dejan Stankovic (McDonald Mariga 62), Thiago Motta, Esteban Cambiasso; Samuel Eto'o, Goran Pandev

Thursday, February 3, 2011

Seru, Inter Ungguli Cesena

MILAN, KOMPAS.com — Inter Milan untuk sementara unggul 3-2 atas tamunya, Cesena, pada babak pertama pertandingan Serie-A, Rabu (19/1/2011). Jika sanggup mempertahankan kedudukan ini sampai akhir, Inter akan naik ke peringkat empat papan klasemen.

Pertandingan ini berjalan seru dan terbuka. Meski berstatus sebagai tim tamu, Cesena ternyata berani meladeni permainan menyerang tuan rumah. Alhasil, saling serang cepat antarkedua tim terjadi di 45 menit pertama.

Inter unggul lebih dulu melalui penyelesaian akurat Samuel Eto'o di menit ke-14. Memanfaatkan umpan Diego Milito, Eto'o melepas tembakan keras yang menembus sisi kiri bawah gawang Cesena.

Selang satu menit, penderitaan tim tamu semakin bertambah. Kali ini aktornya adalah Milito. Dari sisi kiri, Eto'o melepas umpan terobosan kepada Goran Pandev yang berada di kotak penalti. Dengan cerdik, Pandev kemudian meneruskannya ke Milito yang langsung menjejalkannya ke gawang tim tamu, 2-0 untuk Inter.

Unggul dua gol membuat Inter lengah. Cesena berhasil memanfaatkan keadaan ini dengan membobol gawang Luca Castellazzi sebanyak dua kali. Diawali dari tembakan Erjon Bogdani di menit ke-23 serta sontekan Emanuele Giaccherini, enam menit sesudahnya.

Cristian Chivu menutup babak pertama lewat golnya memanfaatkan assist Douglas Maicon di menit ke-45.

Susunan pemain

Inter Milan: Luca Castellazzi; Marco Materazzi, LĂșcio, Cristian Chivu, Maicon; Esteban Cambiasso, Goran Pandev, Dejan Stankovic, Javier Zanetti; Samuel Eto'o, Diego Milito (Jonathan Ludovic Biabiany 20)

Cesena: Francesco Antonioli; Steve von Bergen, Yohan Benalouane, Maurizio Lauro, Luca Ceccarelli; Giuseppe Colucci, Paolo Sammarco, Marco Parolo; Luis Jimenez, Erjon Bogdani, Emanuele Giaccherini

Penulis: Jonathan Pandapotan   |   Editor: Tjatur Wiharyo   |   Loading...

Tuesday, February 1, 2011

Leo Jadikan Inter Bukan Tim Sepak Bola

Pelatih Inter Milan, Leonardo.

MILAN, KOMPAS.com - Legenda Inter Milan, Luis Suarez, menilai manajer Leonardo telah menjadikan mantan klubnya lebih dari sekadar tim sepak bola dan mengaku yakin, Leonardo akan membawa Inter menjuarai scudetto musim ini.

"Inter memasuki periode sulit di awal musim karena cedera dan performa buruk. Namun, mereka kini bermain dan pemain yang cedera sudah bugar lagi. Skuad mereka adalah yang terkuat dan paling kompetitif," ujar Suarez.

"Mereka lebih dari sekadar tim dan mereka berkorban di lapangan. Ada perbedaan besar dibanding awal musim ini. Inter akan meraih gelar," tambahnya.

Leonardo melatih Inter pada 24 Desember lalu menggantikan Rafael Benitez, yang didatangkan dari Liverpool akhir musim lalu. Bersama Leonardo, Inter telah melewati empat laga Serie-A dan meraih 12 poin. Bandingkan dengan era Benitez, di mana Inter hanya mengetam enam kemenangan, lima hasil imbang, dan empat kali kalah.

Inter kini duduk di posisi keempat dengan 35 poin, atau kalah enam angka dari AC Milan di puncak klasemen. Mengingat Milan masih akan bertemu Milan dan memiliki satu laga tunda, meraih scudetto bukanlah target muluk. (GL)