Showing posts with label Ditahan. Show all posts
Showing posts with label Ditahan. Show all posts

Sunday, May 22, 2011

Ditahan Napoli, Juve Gagal ke Eropa

Kiper Juventus, Gianluigi Buffon, hanya bisa melihat bola tendangan Cristiano Lucarelli masuk ke gawangnya pada pertandingan terakhir Liga Serie-A, Minggu (22/5/2011).

TURIN, KOMPAS.com — Juventus gagal ke Liga Europa. Tampil di kandang sendiri pada laga terakhir Serie-A musim 2010-2011 menjamu Napoli, Minggu atau Senin (23/5/2011) dini hari WIB, Juve dipaksa bermain imbang 2-2.

Juve tetap berada di urutan ke-7 dengan nilai 58. Mereka gagal menggeser AS Roma yang berada di tempat terakhir jatah Liga Europa, setelah Francesco Totti dkk menang 3-1 atas Sampdoria.

Sebenarnya, peluang Juve ke Liga Europa masih terbuka. Mereka harus menang dan berharap Roma kalah dari Sampdoria. Namun, tampil di kandang sendiri, Juve malah gagal mendominasi.

Bahkan, Juventus sudah harus ketinggalan pada menit ke-22. Sundulan Christian Maggio yang memanfaatkan umpan silang Jose Ernesto Sosa mampu menjebol gawang Gianluigi Buffon. Napoli pun unggul 1-0.

Juventus berusaha bangkit. Namun, sampai babak pertama berakhir, Alessandro Del Piero dkk belum mampu mencetak gol.

Memasuki babak kedua, Juventus mencoba mengambil inisiatif serangan. Ketika babak ini baru berjalan dua menit, defender Giorgio Chiellin, yang membantu menyerang, sukses menyamakan kedudukan. Bola tendangan kaki kanannya gagal dihalau kiper Napoli, Morgan De Sanctis, 1-1.

Namun, pertahanan Juventus kurang tangguh dalam menghadapi permainan Napoli yang juga tetap bersemangat. Pada menit ke-70, Napoli berhasil unggul kembali. Sundulan Cristiano Lucarelli yang memanfaatkan umpan silang Ezequiel Lavezzi mampu menaklukkan Buffon, 2-1.

Keputusan Juventus menurunkan Alessandro Matri menggantikan Luca Toni pada menit ke-71 sangat tepat. Pada menit ke-84, Matri membobol gawang Napoli, memotong umpan Alberto Aquilani. Juventus pun berhasil menyamakan kedudukan 2-2. Kedudukan ini tak berubah sampai pertandingan usai, dan Juventus pun gagal ke Liga Europa.

Susunan pemain

Juventus: 1-Gianluigi Buffon; 19-Leonardo Bonucci, 15-Andrea Barzagli, 3-Giorgio Chiellini, 7-Hasan Salihamidzic, 14-Alberto Aquilani, 8-Claudio Marchisio, 23-Simone Pepe (37-Filippo Boniperti 45), 27-Milos Krasic (29-Paolo De Ceglie 75), 20-Luca Toni (32-Alessandro Matri 71), 10-Alessandro Del Piero

Napoli: 26-Morgan De Sanctis; 25-Sanchez Emilson Cribari, 4-Victor Ruiz, 13-Fabiano Santacroce, 91-Raffaele Maiello (17-Marek Hamsik 67), 23-Walter Gargano, 18-Juan Zuniga, 11-Christian Maggio, 99-Cristiano Lucarelli, 9-Giuseppe Mascara, 77-Jose Ernesto Sosa (22-Ezequiel Lavezzi 53)

Lazio Masih Ditahan Lecce 2-2

LECCE, KOMPAS.com — Lazio yang berpeluang ke Liga Champions mencoba menyerang Lecce pada laga terakhir Liga Serie-A, Minggu atau Senin (23/5/2011) dini hari WIB. Sempat unggul dua kali, Lazio ditahan 2-2 sampai babak pertama berakhir.

Serangan Lazio sempat membuat tuan rumah Lecce kewalahan. Bahkan, Lazio langsung unggul pada menit ke-6. Tommaso Rocchi melakukan tendangan kaki kiri yang mampu menaklukkan kiper Massimiliano Benassi, setelah memanfaatkan assist Cristian Ledesma.

Namun, Lecce segera bangkit. Setelah serangkaian usaha keras, Lecce mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-32 melalui Manuel Coppola. Sebuah umpan terobosan Giuseppe Vives langsung disambar Coppola dan gol, 1-1.

Lazio langsung bangkit dan kembali menekan. Tiga menit kemudian, Mauro Zarate membawa Lazio kembali unggul. Memanfaatkan assist Tommaso Rocchi, dia melakukan tendangan kaki kanan dan gol, 2-1.

Ternyata, Lecce tak mau kalah dan melakukan perlawanan ketat. Pada menit ke-41, mereka kembali menyamakan kedudukan. Kali ini Ignacio Piatti, yang mencetak gol dengan tendangan kaki kiri, memanfaatkan umpan silang Giulio Donati. Kedudukan 2-2 tak berubah hingga akhir babak pertama.

Susunan pemain

Lecce: 81-Massimiliano Benassi; 3-Alberto Giuliatto, 18-Guillermo Giacomazzi, 28-Davide Brivio, 2-Giulio Donati, 32-Manuel Coppola, 20-Giuseppe Vives, 11-Djamel Mesbah, 8-Gianni Munari, 17-David Di Michele, 19-Ignacio Piatti

Lazio: 86-Fernando Muslera; 3-Andre Dias, 20-Giuseppe Biava, 14-Javier Garrido, 2-Stephan Lichtsteiner, 24-Cristian Ledesma, 8-Hernanes, 6-Stefano Mauri, 32-Christian Brocchi, 9-Tommaso Rocchi, 10-Mauro Zarate

Wednesday, May 11, 2011

Inter Ditahan Roma, Zanetti Dapat Kado Final

Penyerang Inter Milan, Samuel Etoo (tengah) menggiring bola melewati kawalan gelandang AS Roma, Simone Perrotta (kanan) pada pertandingan leg kedua semifinal Piala Italia, Rabu (11/5/2011).

MILAN, KOMPAS.com — Inter Milan melaju ke final Piala Italia setelah bermain imbang 1-1 (2-1) dengan AS Roma pada leg kedua semifinal Piala Italia, di San Siro, Rabu (11/5/2011). Pertandingan itu merupakan merupakan penampilan ke-1.000 kapten Inter Javier Zanetti sepanjang kariernya.

Gol Inter diciptakan oleh Samuel Eto'o pada menit ke-58. Eto'o membobol gawang tim tamu dengan memanfaatkan bola hasil umpan Houssine Kharja dan McDonald Mariga yang gagal dibuang pemain-pemain Roma.

Adapun gol Roma diciptakan oleh Marco Boriello pada menit ke-84. Dari tengah kotak penalti, ia menanduk umpan Simone Perrotta masuk ke gawang Julio Cesar.

Roma pantas kecewa, tetapi Inter bisa berlega hati dengan hasil tersebut. Pasalnya, Roma banyak menekan di babak pertama dan di awal babak kedua.

Namun, mereka tak kunjung menemukan formula untuk menaklukkan Julio Cesar, sedangkan Inter malah mampu mencuri gol lewat Samuel Eto'o.

Baru setelah gol itu Inter mengalami perbaikan performa. Selain mampu mematahkan serangan lawan, mereka juga lebih konsisten menciptakan peluang.

Pada menit ke-67, misalnya, sementara Roma belum menciptakan peluang, Inter menciptakan ancaman melalui Giampaolo Pazzini, yang masih bisa diredam kedua tangan Doni.

Julio Cesar juga belum mendapat ancaman, ketika pada menit ke-72, Milito melepaskan tembakan akurat ke gawang Roma, yang lagi-lagi mentah di tangan Doni.

Pertandingan kemudian kembali sepi peluang, sampai Roma mendapatkan peluang gol dari Marco Boriello pada menit ke-77. Namun, usahanya hanya membuahkan tendangan gawang.

Kedua kubu kemudian sempat bertukar ancaman melalui Eto'o dan Mirko Vucinic pada menit ke-79 dan ke-81. Sementara eksekusi Eto'o meleset, eksekusi Vucinic bisa dijinakkan Cesar.

Inter belum menciptakan peluang baru, ketika Roma akhirnya bisa menyamakan kedudukan melalui Boriello pada menit ke-85.

Setelahnya, Roma berusaha memanfaatkan waktu tersisa untuk menambah gol. Inter berhasil meredam usaha mereka dengan penguasaan bola. Meski tak menciptakan ancaman, Inter pun berhasil mempertahankan kedudukan imbang sampai peluit berbunyi panjang.

Susunan pemain:
Inter:
Julio Cesar; Javier Zanetti, Cristian Chivu, Lucio, Maicon; Yuto Nagatomo, Esteban Cambiasso, Houssine Kharja (Thiago Motta 75), McDonald Mariga; Samuel Eto'o, Giampaolo Pazzini (Diego Milito 67)

Roma: Doni; John Arne Riise, Marco Cassetti, Juan, Nicolas Burdisso; Simone Perrotta, David Pizarro (Leandro Greco 46), Daniele De Rossi, Fabio Simplicio (Mirko Vucinic 56); Marco Boriello, Jeremy Menez (Gianluca Caprari 74)

Wasit: Daniele Orsato

Thursday, March 10, 2011

Pelecehan Seksual, Pemain Marseille Ditahan

Pemain Olympique Marseille, Brandao, harus berurusan dengan pihak kepolisian.

MARSEILLE, KOMPAS.com - Striker Olympique Marseille, Brandao, ditangkap pihak kepolisian, Selasa (8/3/2011), atas tuduhan melakukan pelecehan seksual terhadap seorang wanita awal bulan ini. Polisi mengatakan, pemain berusia 30 tahun tersebut ditangkap di rumahnya pada pagi hari dan kemudian dibawa ke tahanan untuk diperiksa.

Wanita yang tak diungkap identitasnya itu mengatakan, Brandao melakukan pelecehan seksual di dalam mobil saat dirinya mengantarkan sang pemain pulang ke rumah usai melakukan pesta di klub malam di kota terdekat dari Aix-en-Provence.

Pengacara Brandao, Patricia Clusan, mengatakan, kliennya membantah hal tersebut. Brandao, ujarnya, terlihat tenang menghadapi tuntutan ini.

"Dia sangat tenang dan yakin pada dirinya mengenai masalah ini. Dia tak akan menjadi pemain pertama yang terkena kemalangan ini. Anda harus sangat berhati-hati," kata Clusan kepada RMC.

Wednesday, March 2, 2011

Wenger: Ditahan Orient, Arsenal Bakal Capek

Manajer Arsenal, Arsene Wenger.

LONDON, KOMPAS.com - Manajer Arsenal, Arsene Wenger, mengaku menyesali hasil imbang 1-1 yang diraih timnya saat melawan Leyton Orient pada laga putaran kelima Piala FA, di Stadion Matchroom, Minggu (20/2/2011). Pasalnya, dengan begitu Arsenal harus melakoni tanding ulang dan itu menambah padatnya jadwal mereka.

Melawan Orient, Wenger memainkan sepuluh pemain berbeda dari skuad yang mengandaskan Barcelona 2-1, pada leg pertama 16 besar Liga Champions, Rabu (16/2/2011).

Dengan perubahan besar itu, Arsenal mampu unggul lebih dulu melalui Tomas Rosicky pada menit ke-53. Namun, semenit sebelum bubaran, tuan rumah mampu menyamakan kedudukan melalui Jonathan Tehoue.

"Kami telah bermain dengan sikap yang benar. Anda harus memberikan pujian kepada Leyton Orient, karena mereka tak pernah menyerah dan berjuang sangat keras," ujar Wenger.

"Selama Anda tak mencetak gol kedua, hal seperti itu bisa terjadi. Secara umum, itu mengecewakan. Namun, kami masih ada dalam kompetisi itu dan akan (melakoni tanding ulang) di kandang. Hal terpenting adalah lolos,"

"Hal paling negatif dari hasil tersebut adalah bertambahnya satu pertandingan dalam jadwal kami dan dengan keadaan sekarang, bukan itu yang kami butuhkan," tuturnya.  

Belum diketahui kapan pertandingan ulang akan digelar. Namun, menurut Telegraph, pertandingan ulang kemungkinan akan digelar pada 2 Maret mendatang.

Jika betul begitu, hingga tanggal 8 Maret mendatang, Arsenal akan melakoni lima pertandingan yaitu laga Premier League melawan Stoke City (23/2), Birmingham (27/2), Sunderland (5/3), Piala FA melawan Orient (2/3), dan leg kedua 16 besar Liga Champions melawan Barcelona (8/3/). (TEL)

Monday, February 28, 2011

Napoli Ditahan Villarreal

SAN PAOLO, KOMPAS.com — Tak tampil dengan performa terbaiknya, Napoli harus puas bermain imbang 0-0 saat menjamu Villarreal dalam laga pertama babak 32 besar Liga Europa, Kamis atau Jumat (18/2/2011).

Hasil ini membuat laga kedua yang akan berlangsung di Stadion El Madrigal, 24 Februari mendatang, akan sangat menentukan.

Tampil tanpa Marek Hamsik, Napoli lebih mengandalkan kedua sayapnya untuk menyuplai bola kepada Edinson Cavani. Hasilnya, Napoli tampil kurang greget.

Sementara itu, tim tamu tampil cukup tenang. Giuseppe Rossi tetap tampil menyerang dan beberapa kali mengancam gawang Morgan De Sanctis. Sadar bermain di depan ribuan pendukung tim lawan, Villarreal berusaha mengatur tempo permainan dan lebih banyak menahan bola. Sesekali mereka mencoba mencari celah untuk menerobos pertahanan Napoli.

Tanpa hadirnya Hamsik, Napoli benar-benar kehilangan arah. Alur serangan tak tersusun dengan rapi. Ini membuat Cavani tak bisa berbicara banyak. Sekali ia mendapatkan peluang pada menit ke-32. Namun, bola hasil tendangan lemah Cavani masih bisa diselamatkan kiper Villarreal, Diego Lopez.

Ketatnya permainan membuat kedua tim tak mampu menciptakan banyak peluang. Di babak kedua, tak ada perubahan signifikan. Kedua tim tetap bermain ketat. Malah mereka kerap melakukan kesalahan-kesalahan mendasar seperti umpan. Namun, Napoli lebih menguasai bola pada awal babak kedua ini.

Gagal menerobos pertahanan Villarreal, Napoli melakukan percobaan dari luar kotak penalti. Hasilnya? Tetap sama, nihil.

Sadar timnya tak berkembang, Pelatih Napoli, Walter Mazzarri, langsung memasukkan sang bintang, Marek Hamsik. Ia menggantikan Giuseppe Mascara pada menit ke-61. Sementara itu, Pelatih Villarreal lebih memperkuat lini belakang dengan memasukkan Carlos Marchena, menggantikan Marcos Senna.

Pada menit ke-71, Cavani sebenarnya berhasil menjebol gawang Lopez lewat tandukan. Sayang, sebelum mencetak gol, Cavani sudah berada dalam posisi offside.

Beberapa detik sebelum pertandingan berakhir, Napoli harus kehilangan beknya, Salvatore Aronica, akibat menerima kartu kuning kedua setelah melanggar Nilmar. Meski terus berupaya, kedua tim tetap tak mampu mengubah kedudukan 0-0 hingga pertandingan berakhir.

Susunan Pemain

Napoli: Morgan De Sanctis, Andrea Dossena, Sanchez Emilson Cribari,  Hugo Armando Campagnaro, Salvatore Aronica, Cristian Maggio, Hassan Yebda (Michele Pazienza 68), Walter Gargano (Jose Ernesto Sosa 78), Giuseppe Mascara (Marek Hamsik 61), Edinson Roberto Gomez Cavani, Ezequiel Ivan Lavezzi

Villarreal: Diego Lopez, Joan Capdevila, Mario Perez  Gonzalo, Mateo Pablo Mussachio, Marcos Senna (Carlos Marchena 61), Santi Cazorla (Jose Manuel Catala 87), Borja Valero, Soriano Llido Bruno, Nilmar, Giuseppe Rossi (Marco Ruben 78)

Penulis: Wirawan Kusuma   |   Editor: Hery Prasetyo   |   Loading...

Tuesday, February 22, 2011

Ditahan Schalke, Dortmund Masih Mapan

Penyerang Schalke, Raul (kiri), berebut bola dengan bek Borussia Dortmund, Felipe Santana, pada pertandingan Liga BBVA, Jumat (4/2/2011).

DORTMUND, KOMPAS.com - Borussia Dortmund hanya bermain imbang 0-0 dengan Schalke, dalam lanjutan Bundesliga, di Stadion Signal-Iduna-Park, Jumat (4/2/2011) dan tetap duduk di puncak klasemen dengan 51 poin atau unggul sebelas angka dari pesaing terdekat, Bayern Leverkusen.

Meski masih bisa dibilang aman, Dortmund pantas kecewa dengan hasil tersebut. Bermain di kandang sendiri, mereka mampu konsisten mengancam gawang lawan dan solid dalam bertahan. Namun, gara-gara performa Manuel Neuer, eksekusi yang mereka lepaskan tak membuahkan gol.

Pada menit ke-78 dan ke-79, misalnya, Dortmund, menciptakan dua peluang melalui Mario Goetze dan Robert Lewandowski. Namun, kedua tembakan mereka semua mentah di tangan Neuer.

Di tengah tekanan lawan, Schalke bisa beberapa kali menciptakan peluang, yang sayangnya juga gagal membuahkan gol. Pada menit ke-37 dan ke-41, misalnya, Klaas-Jan Huntelaar dan Jose Jurado bergantian menembakkan bola, yang semuanya meleset keluar lapangan.

Selama 90 menit, Dortmund menguasai bola sebanyak 60 persen dan melepaskan sembilan tembakan akurat dari 21 usaha. Bandingkan dengan tim tamu, yang hanya menciptakan dua peluang emas dari enam percobaan.

Susunan pemain:
Dortmund:
Roman Weidenfeller; Mats Hummels, Felipe Santana, Marcel Schmelzer, Lukasz Piszczek; Nuri Sahin, Sven Bender, Kevin Grosskreutz (Robert Lewandowski  73), Jakub Blaszczykowski (Mohamed Zidan  89); Lucas Barrios, Mario Goetze
Schalke: Manuel Neuer; Christoph Metzelder, Benedikt Hoewedes, Lukas Schmitz, Atsuto Uchida; Anthony Annan (Kyriakos Papadopoulos  77), Peer Kluge, Jose Jurado (Junmin Hao  81), Jefferson Farfan; Klaas-Jan Huntelaar (Julian Draxler 88), Raul Gonzalez
Wasit: Michael Weiner

Saturday, December 25, 2010

Barcelona Ditahan Bilbao di Camp Nou

BARCELONA, KOMPAS.com - Barcelona hanya bermain imbang tanpa gol dengan Athletic Bilbao, pada leg pertama babak 16 besar Copa del Rey, di Camp Nou, Selasa (21/12/2010). Padahal, mereka bermain dengan kekuatan nyaris penuh.

Barcelona tidak memainkan David Villa dan Lionel Messi sebagai starter, tetapi menduetkan Bojan Krkic dan Pedro. Dengan komposisi itu, Barcelona tak mengalami kesulitan menekan lawan. Hanya saja, mereka bermasalah dengan penyelesaian akhir.

Pada menit keenam, misalnya, Bojan berhasil menjangkau umpan Andres Iniesta dan menembakkannya secara akurat ke gawang lawan. Namun, selain terbaca Iraizoz, tembakan itu kurang kuat sehingga bisa diantisipasi.

Pada menit ke-36, giliran Pedro yang melepaskan tembakan akurat, yang sayangnya mengarah tepat kepada Iraizoz.

Sejumlah tembakan dari luar kotak penalti juga dilakukan tuan rumah untuk mengatasi kebuntuan. Namun, selain performa Iraizoz, barisan bek lawan juga mampu membaca arah serangan dan mengeblok tembakan.

Di sisi lain, Bilbao juga mampu membahayakan gawang Jose Pinto, meski tak sebanyak yang dibuat Barcelona. Namun, usaha mereka juga tak cukup ampuh menaklukkan Pinto.

Dengan hasil tersebut, tiket delapan besar akan ditentukan di leg kedua, yang akan digelar di San Mames, 5 Januari mendatang. (*)

Susunan pemain: Barcelona: Jose Pinto; Dani Alves, Maxwell, Gerard Pique, Eric Abidal; Andres Iniesta, Javier Mascherano (Adriano  79), Seydou Keita (Lionel Messi  54), Xavi Hernandez; Bojan Krkic (David Villa 63), Pedro Bilbao: Iraizoz; Andoni Iraola, Koikili, Mikel Dominguez, Ustaritz; Igor Gabilondo, Carlos Gurpegi, Javier Martinez, Susaeta; Igor Ceseras (Muniain 55), Iturraspe (Pablo Orbaiz  72)

Penulis: Tjatur Wiharyo   |   Editor: Tjatur Wiharyo   |   Loading...