Friday, December 24, 2010

Everton Dua Gol, City Tertinggal

MANCHESTER, KOMPAS.com - Manchester City sedang tertekan. Menjamu Eveton di kandang sendiri, David Silva dan kawan-kawan tertinggal 0-2 pada babak pertama lanjutan pertandingan Premier League, Senin (20/12/2010). Jika tak mampu membalikkan keadaan, maka City bakal batal menduduki singgasana Premier League.

Melawan Everton, City sebenarnya mampu mendominasi laga. Namun, solidnya lini belakang tim tamu disertai ketidaktenangan penyelesaian akhir membuat City sejauh ini gagal mendapat gol. Beberapa peluang bagus berhasil didapat "The Citizens", namun tetap saja mereka gagal menjaringkan bola ke gawang Tim Howard.

Sebaliknya, Everton bermain begitu efektif. Phil Neville dan kawan-kawan selalu terlihat berbahaya saat melakukan serangan. Di menit ke-4, misalnya, crossing Seamus Coleman berhasil ditanduk dengan elegan oleh Tim Cahill ke sisi kanan gawang Joe Hart, 1-0 untuk Everton.

Lalu di menit ke-19, bisa dilihat bagaimana rapuhnya pertahanan City. Dari sisi kiri Leighton Baines berlari tanpa penjagaan ke kotak penalti. Menerima umpan pendek dari Cahill, Baines langsung menjejalkan bola ke tiang jauh, 2-0 untuk "The Toffees".

City coba bereaksi. Mereka terus menekan. Sayangnya, tak ada gol lagi yang tercipta.

Susunan pemain
Manchester City:
Joe Hart; Vincent Kompany, Kolo Touré, Aleksandar Kolarov, Pablo Zabaleta; Yaya Touré, Gareth Barry, James Milner; Mario Balotelli, Carlos Tévez, David Silva

Everton:
Tim Howard; Sylvain Distin, Phil Jagielka, Leighton Baines, Phil Neville, Marouane Fellaini, Jack Rodwell, Leon Osman, Seamus Coleman, Victor Anichebe, Tim Cahill

Penulis: Jonathan Pandapotan   |   Editor: Hery Prasetyo   |   Loading...

Thursday, December 23, 2010

Fabregas Takut Arsenal Gagal Lagi

Gelandang Arsenal, Cesc Fabregas.

LONDON, KOMPAS.com - Kapten Arsenal, Cesc Fabregas, mengaku khawatir timnya kembali menutup musim tanpa prestasi apa pun, karena menurunya, Arsenal belum betul-betul menunjukkan mental juara.

Hal tersebut berkaitan dengan pertandingan Premier League melawan Manchester United, Senin (13/12/2010). Saat itu, Arsenal menyerah 0-1. Padahal, itu adalah salah satu peluang Arsenal menduduki puncak klasemen.

"Perbedaan pada pertandingan itu adalah sementara kami takut kalah, mereka (MU) tak takut menang. Itu adalah perbedaan besar yang berputar dalam kepala kami," ujar Fabregas.

"Kadang kala, kami tampak takut kalah dalam pertandingan besarseperti itu. Kami tak sungguh-sungguh bersikap total menghadapinya dan kami terpancing untuk mundur dan melihat apa yang dilakukan musuh,"

"Mereka memiliki keyakinan yang datang dari ambisi tidak kalah musim ini. Itu memberi dukungan mental. Aku menyadari, sepak bola adalah soal kepercayaan diri dan mental," paparnya,

Arsenal saat ini duduk di posisi kedua dengan 32 poin, atau dua angka di belakang MU. Selisih itu bisa menjadi lima angka, karena sementara Arsenal sudah melakoni 17 duel, MU baru 16 pertandingan. (SKY)

Gagal di AFF, Singapura Salahkan Indonesia

Para pemain Singapura tertunduk lesu setelah kalah dari Vietnam di penyisihan Grup B Piala AFF 2010 dan terpaksa tersingkir.

SINGAPURA, KOMPAS.com - Media Singapura, The New Paper, mengambil kesimpulan Indonesia Super League (ISL) telah merampas peluang timnas mereka menjuarai Piala AFF 2010.

The New Paper menghimpun sejumlah pendapat dari beberapa pengamat sepak bola di negara kepulauan itu. Kesimpulannya, para pemain yang merumput di Indonesia cenderung tidak tampil kompetitif saat bergabung di timnas.

Delapan pemain timnas Singapura mencari nafkah di Indonesia, Mereka adalah Noh Alam Shah, Muhammad Ridhuan, Baihakki Khaizan, dan Mustafic Fahrudin yang menjalani musim kedua. Sedangkan empat pemain lain menyusul, yaitu Precious Emuejeraye, Shahril Ishak, Khairul Amri, dan Agu Casmir.

Bekas pelatih Tanjong Pagar, Tohari Paijan yang mengaku mengikuti perkembangan ISL itu berpendapat, karena kompetisi negara tetangga mereka (Indonesia) itu tidak dikelola secara profesional.

"Terkadang jadwal pertandingan dibatalkan dan tim tidak mengetahui kapan pertandingan berikutnya, jadi bagaimana pemain bisa berlatih dengan benar?" ujar Paijan.

Salah satu contoh adalah sayap Muhammad Ridhuan yang bermain untuk Arema Indonesia. Ridhuan mencetak lima gol dalam delapan pertandingan bersama klubnya, tetapi melempem ketika tampil di Piala AFF. Pemain berusia 26 tahun itu dianggap terlalu lelah mengikuti turnamen sekelas Piala AFF. Tidak hanya Ridhuan, Baihakki, Emuejeraye, Casmir, Amri, serta Alam Shah dianggap tidak tampil memuaskan.

Alasan kedua, karena para pemain Singapura lebih memilih klub ketimbang timnas. Hal ini berdasarkan pendapat Kadir Yahaya, yang pernah menjadi asisten pelatih Pelita Jaya.

"Para pemain takut cedera karena kalau kembali ke klub dengan kondisi cedera, manajemen klub tak segan memulangkan pemain asing," tukasnya.

"Di ISL Anda dapat merekrut dan memecat pemain asing di tengah musim dan ini bisnis yang bergeliat di sana. Banyak agen pemain menanti kesempatan menawarkan pemain asing ke klub-klub."

Alasan terakhir, akibat bermain di Indonesia membuat para pemain Singapura besar kepala dan merasa sudah jadi bintang.

"Tentu saya ingin bermain lebih lama. Sehabis latihan segalanya bersih karena saya tidak menenteng sepatu atau pakaian kotor. Saya dikerumuni fans dan benar-benar seperti pesepakbola profesional betulan. Siapa yang tidak mau seperti ini?" ujar Baihakki suatu ketika.

Alam Shah mau menghabiskan 15 menit berfoto bersama fans, sedangkan Ridhuan dikenal sebagai R6 selayaknya Cristiano Ronaldo dengan sebutan terkenalnya, CR7.

"Mereka baru bermain di Indonesia, tapi sudah merasa bermain untuk Barcelona," ujar sumber The New Paper.

Sumber lain mengatakan, "Setelah meraih status bintang, mereka pikir mereka pemain besar dan tidak perlu bekerja keras dalam pertandingan."

"Ketika Fandi Ahmad bergabung dengan FC Groningen, ada dampak positif bagi timnas karena dia menjadi pemain yang lebih baik. Saya kira ini tidak terjadi pada mereka yang merumput di Indonesia."

Berkebalikan dari ucapan pelatih Raddy Avramovic yang mendukung hijrahnya pemain Singapura ke Indonesia, The New Paper menyimpulkan, "hal terakhir yang diperlukan sepakbola Singapura adalah pemain lain yang bergabung ke ISL."

Iniesta Siap Dijual

Gelandang Barcelona, Andres Iniesta.

BARCELONA, KOMPAS.com - Gelandang Andres Iniesta, mengatakan, ia ingin bertahan dan berusaha bertahan terus di Barcelona, sekalipun ada klub yang mau menggaji tinggi dirinya. Meski begitu, ia tak menutup kemungkinan pindah, karena masa depannya di Camp Nou, bergantung kepada banyak hal.

Hal tersebut berkaitan dengan pemberitaan di Inggris, yang menyebut Manchester City berniat membelinya di jendela transfer kedua, Januari mendatang. Dikatakan, City siap membeli Iniesta dengan harga 60 juta poundsterling dan memberinya gaji tinggi.

"Ini bukan soal uang. Ini soal keinginan bertahan di Barcelona. Barcelona telah melakuka segalanya untukku dan keluargaku," ujar Iniesta.

"Ambisiku selalu adalah bertahan di klub ini, tetapi masa depanku akan bergantung kepada penampilanku dalam beberapa tahun mendatang," tambahnya. (DM)

Muslim Bertekad Bungkam Indonesia

Mohd Muslim Ahmad (kanan) menjaga Wayne Rooney saat Malaysia melakukan persahabatan dengan Manchester United tahun lalu.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Defender Malaysia, Mohd Muslim Ahmad, bertekad akan membalas dendam kepada timnas Indonesia di partai final Piala AFF 2010. Menurutnya, timnya siap membayar kekalahan 1-5 di babak penyisihan, sekaligus menjuarai turnamen sepak bola ASEAN tersebut.

"Tak akan terjadi lagi (kekalahan 1-5, Red). Aku berjanji," kata Mohd Muslim kepada football.thestar.com.

Muslim merasa ikut bersalah atas kekalahan menyakitkan itu. Apalagi, sebaghai bek tengah, dia merupakan andalan Malaysia. Dia tampil bagus saat Malaysia menang 2-0 dan seri 0-0 lawan Vietnam 0-0 di semifinal.

"Urusan kami belum selesai di final. Kali ini, kami akan membungkam mulut Indonesia. Bagus kami bermain di kandang lebih dulu. Sebab, kami sedang bangkit dan siap menghadapi Indonesia," jelas Mohd Muslim.

Muslim menilai, Cristian Gonzales dan Oktovianus Maniani merupakan pemain Indonesia paling berbahaya. Maka, dia akan berusaha mematikan kedua pemain tersebut.

"Aku bahagia mendapat kesempatan bertemu Indonesia lagi. Kami akan membuktikan apa yang terjadi pada 1 Desember (babak penyisihan Grup A, red) adalah hari buruk buat kami. kami sudah kembali pada kekuatan sebenarnya sekarang," terangnya.

Nasri: Chelsea Menang, Arsenal ke Puncak

LONDON, KOMPAS.com - Gelandang Arsenal, Samir Nasri, menilai, Manchester United (MU) akan kalah jika bertemu Chelsea dan Arsenal akan memanfaatkan itu untuk menggusur mereka dari takhta sementara Premier League.

MU saat ini duduk di puncak klasemen Premier League dengan 34 poin, atau unggul dua angka dari Arsenal di tempat kedua. MU seharusnya melawan Chelsea akhir pekan lalu, tetapi pertandingan ditunda karena cuaca buruk.

Selain itu, MU juga memiliki satu laga tunda lain, yaitu melawan Blackpool.

"United seharusnya melawan Chelsea dan aku tak melihat mereka memenangi itu. Aku juga berpikir, pertandingan tunda mereka juga tak berarti poin penuh, karena Blackpool bukan lawan mudah," ujar Nasri.

"Aku sangat yakin, kami memiliki kualitas dan kedewasaan, yang tak kami miliki sebelumnya. Kami akan melihat bagaimana kami menghadapi situasi ini dan kami akan mendapatkan pandangan lebih jelas setelah itu. Namun, aku tetap yakin," tambahnya. (SKY)

Penulis: Tjatur Wiharyo   |   Editor: Tjatur Wiharyo   |   Loading...

Pemain Alkmaar Ingin Dinaturalisasi

Pemain muda AZ Alkmaar, Oliver Rifai (kanan), saat berseragam timnas Belanda. Dia siap ganti kostum untuk membela "Garuda".

JAKARTA, KOMPAS.com - Arus naturalisasi pemain tampaknya akan semakin marak. Setelah Cristian Gonzales, Irfan Bachdim, dan Kim jeffrey Kurniawan, kini ada pemain muda lagi yang berminat dinaturalisasi. Dia adalah Oliver Rifai.

Seperti dilansir Arena, gelandang  AZ Alkmaar berumur 17 tahun itu sudah dipanggil timnas Belanda U-17. Ia punya peran besar membawa Belanda juara turnamen di Meksiko.

Rifai berayahkan orang Indonesia dan ibu orang Belanda. Dalam sebuah jejaring sosial, Rifaei menyatakan siap membela negara ayahnya, Indonesia, apabila PSSI menginginkannya. Maka, Rifai berharap PSSI menulis surat resmi kepada dirinya dan mengurus semua hal-hal terkait dengan administrasi naturalisasi.

Rifai memang pernah memperkuat timnas Belanda U-16 dan U-17, Tapi, dia masih bisa memperkuat Indonesia. Seperti regulasi FIFA terkait pemain naturalisasi, selama ia belum pernah memperkuat timnas Belanda senior, maka masih bisa membela negara lain.

Penyerang AC Milan, Kevin-Prince Boateng, adalah contohnya. Dia pemain kelahiran Jerman dengan ibu Jerman namun ayah dari Ghana. Dia pernah memperkuat timnas Jerman U-15 sampai U-21. Akhirnya, ia memilih membela timnas senior Ghana dan tampil di Piala Dunia 2010.

PSSI pernah kecolongan Radja Nainggolan. Pemain yang juga berdarah Indonesia itu tak bisa membela Indonesia, karena lebih dulu dipanggil timnas Belgia.