Showing posts with label Menang. Show all posts
Showing posts with label Menang. Show all posts

Monday, November 14, 2011

Menang Lagi, Bayern Keluar Jangkauan Dortmund

Penyerang Bayern Muenchen, Mario Gomez (kiri), merayakan bersama gelandang David Alaba, golnya ke gawang Augsburg, pada pertandingan Bundesliga, Minggu (6/11/2011).

AUGSBURG, KOMPAS.com - Bayern Muenchen mempertahankan konsistensi mereka di posisi puncak setelah menang tipis 2-1 dari FC Augsburg dalam laga lanjutan Bundesliga, di SGL Arena, Minggu atau Senin (7/11/2011) dini hari WIB.

Berkat kemenangan ini, Bayern tetap kokoh di puncak klasemen dengan 28 poin. Unggul lima poin dari Borussia Dortmund yang menempati peringkat kedua. Sedangkan Augsburg, tetap terbenam di dasar klasemen dengan 8 poin.

Tampil dengan komposisi terbaik, Bayern mampu tampil menyerang sejak awal. Tercatat di babak pertama mereka melesakkan 10 kali percobaan dan empat menemui sasaran. Dari empat peluang tersebut, dua berhasil dikonversikan menjadi gol dan dua lagi mampu digagalkan kiper Augsburg, Mohamed Amsif.

Gol pertama Bayern tercipta di menit ke-16. Sundulan Mario Gomez dari jarak enam kaki tak mampu diselamatkan dengan baik oleh Amsif, yang sebelumnya mementahkan peluang dari Daniel van Buyten.

"FC Hollywood" kembali menambah keunggulan mereka pada menit ke-28 melalui Frank Ribery. Memanfaatkan umpan Thomas Muller, Ribery mampu memperdaya Amsif dengan sepakan kaki kirinya.

Di babak kedua, Augsburg tampil lebih percaya diri. Mereka mampu tampil lebih menyerang meski penguasaan bola tetap dipegang oleh Bayern. Beberapa kali Daniel Baier dkk mencoba masuk ke kotak penalti Bayern, namun gagal.

Upaya mereka baru bisa membuahkan hasil pada menit ke-59. Berawal dari bola muntah hasil sundulan Jan-Ingwer Callsen-Bracker, Daniel Brinkmann memberikan umpan tandukan kepada Hajime Hosogai. Pemain asal Jepang tersebut pun tak menyia-nyiakan peluang dengan menjebol gawang Bayern lewat sepakan kaki kanannya.

Menjelang akhir laga, Bayern mendapat musibah berupa kartu merah untuk Anatoliy Tymoschuk, atas pelanggaran kepada Daniel Baier. Namun, Bayern mampu menjaga keunggulan 2-1 sampai peluit berbunyi panjang.

Susunan pemain
Augsburg
: Amsif; Verhaegh, Callsen-Bracker Langkamp, Hosogai; Sinkala, Davids (Rafael 80); Brinkmann (Gogia 60), Baier, Bellinghausen; Molders (Kapllani 75)

Muenchen: Neuer; Rafinha (Luis Gustavo 68), Van Buyten, Badstuber, Lahm; Tymoshchuk, Alaba; Muller, Kroos (Contento 89), Ribery (Pranjic 91); Gomez

Sunday, November 13, 2011

Menang 2-1, Udinese Gantikan Juventus

Striker Udinese, Antonio Di Natale.

UDINE, KOMPAS.com - Udinese menang 2-1 atas Siena, dalam laga Serie-A, di Stadion Friuli, Minggu (6/11/2011). Mereka kini mengoleksi 21 poin dan berhak menggantikan Juventus di puncak klasemen.

Gol pertama Udinese diciptakan Dusan Basta pada menit pertama. Dari tengah kotak penalti, ia menyepak bola muntah hasil tembakan Antonio Floro Flores, yang diblok kiper Zeljko Brkic, masuk sudut kiri bawah gawang.

Antonio Di Natale memperbesar keunggulan tuan rumah pada menit ke-64. Ia menaklukkan Zeljko dengan memanfaatkan umpan Pablo Armero.

Gol balasan Siena diciptakan Fransesco Bolzoni pada menit ke-76. Dengan tendangan kaki kiri, ia meloloskan bola kiriman Emanuele Calaiò ke sudut kanan atas gawang Samir Handanovic.

Selama pertandingan, Udinese mencatatkan persentase penguasaan bola sebanyak 45 persen dan menciptakan dua peluang emas dari enam usaha. Adapun tim tamu melepaskan tiga tembakan akurat dari delapan percobaan.

Perolehan poin Udinese sama dengan Lazio di peringkat kedua. Lazio memanaskan persaingan puncak klasemen setelah mengalahkan Parma 1-0, di Olimpico, Minggu (6/11/2011). Kemenangan Lazio ditentukan oleh Giuseppe Sculli pada menit ke-85.

Sementara itu, Juventus yang memiliki 19 poin kini berada di peringkat keempat. Mereka kalah satu angka dari AC Milan di tempat ketiga.

Udinese: Samir Handanovic; Danilo, Maurizio Domizzi, Medhi Benatia; Kwadwo Asamoah, Mauricio Isla, Giampiero Pinzi (Emmanuel Agyemang-Badu 75), Pablo Armero, Dusan Basta (Almen Abdi  75); Antonio Floro Flores (Joel Ekstrand 82), Antonio Di Natale

Siena: Zeljko Brkic; Claudio Terzi, Luca Rossettini, Cristiano Del Grosso, Roberto Vitiello; Alessandro Gazzi (Francesco Bolzoni 61), Gaetano D'Agostino, Franco Brienza, Daniele Mannini (Ferreira Reginaldo 53); Mattia Destro (Pablo Andres Gonzalez 69), Emanuele Calaio

Wasit: C Russo

Wednesday, October 26, 2011

Menang Tipis, Barca Kuasai Klasemen

Gelandang Barcelona, Xavi Hernandez (tengah), merayakan golnya ke gawang Granada, pada lanjutan Liga BBVA, Selasa (25/10/2011).

GRANADA, KOMPAS.com — Unggul jumlah pemain sejak menit ke-53, Barcelona mendulang kemenangan 1-0 atas Granada pada laga lanjutan Liga BBVA, Selasa atau Rabu (26/10/2011) dini hari WIB. Satu-satunya gol Barcelona dicetak oleh Xavi Hernandez di babak pertama.

Berkat kemenangan ini, Barcelona menggesar Levante dari puncak klasemen dengan torehan 21 poin. Namun, posisi mereka bisa saja tergusur oleh Levante, dan juga Real Madrid, yang baru akan bermain pada Kamis (27/10/2011) dini hari WIB.

Di babak pertama, Barcelona sebenarnya mendominasi laga. Menurut data dari Soccernet, Barcelona menguasai bola sebanyak 79 persen dan melayangkan delapan kali percobaan (tiga di antaranya menemui sasaran).

Meski mendominasi, tim tamu kerap gagal menembus gawang Granada yang memang dikawal ketat oleh para pemainnya. Kiper Granada, Roberto, layak disebut pahlawan pada babak ini karena berhasil menggagalkan dua peluang dari Barcelona.

Barcelona baru bisa membuka keunggulan pada menit ke-33. Bola hasil eksekusi Xavi Hernandez dari luar kotak penalti tak mampu dihalau oleh Ricardo. Bola meluncur mulus ke sisi kanan gawang Granada.

Pada babak kedua, Granada mencoba bangkit. Namun, usaha mereka untuk mengejar ketertinggalan menemui hambatan. Pada menit ke-53, Granada harus bermain dengan sepuluh orang setelah Jaime Romero Gomez mendapat kartu kuning kedua karena melanggar Maxwell.

Namun, Barcelona juga mendapat pukulan di saat yang sama. Striker mereka, Pedro Rodriguez, terpaksa ditarik keluar karena mengalami cedera. Saat bertarung dengan salah satu pemain Granada, Pedro salah jatuh dan kemudian mengerang kesakitan sambil memegang engkel kaki kirinya.

Barcelona mencoba untuk memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Beberapa kali mereka melepaskan ancaman ke gawang Granada. Namun, peluang mereka selalu berhasil digagalkan oleh pemain tuan rumah. Termasuk peluang yang didapat oleh Cesc Fabregas pada menit ke-65, di mana tendangan kaki kiri mantan pemain Arsenal tersebut masih bisa diblok oleh Ricardo. Begitu pula dengan ancaman dari Isaac Cuenca yang berhasil dipatahkan oleh Ricardo.

Jelang laga berakhir, Granada tampil penuh semangat untuk mencetak gol penyama kedudukan, tetapi petaka menimpa mereka pada menit tambahan. Granada harus kehilangan satu pemain lagi setelah Daniel Benitez menerima kartu merah karena melakukan protes berlebihan kepada wasit.

Awalnya dia hanya menerima kartu kuning karena dinilai membuang-buang waktu. Tak terima dengan hal itu, Benitez melakukan protes keras kepada wasit Cesar Muniz Fernandez, yang akhirnya mengeluarkan kartu kuning kedua.

Namun, hal ini tak mengubah keadaan. Barcelona tetap menang 1-0 hingga peluit tanda pertandingan berakhir dibunyikan.

Susunan pemain
Granada
: Roberto, Mainz, Inigo Lopez, Guillherme Siqueira, Allan-Romeo Nyom, Moreno Mikel Rico, Fran Rico (Yohann Mollo 79), Daniel Gonzalez Benítez, Abel, Ikechukwu Uche (Alexandro Geijo 64), Jaime Romero Gomez

Barcelona: Victor Valdes, Eric Abidal, Javier Mascherano, Maxwell, Dani Alves, Sergio Busquets, Cesc Fabregas (Andres Iniesta 71), Xavi (Seydou Keita 84), Isaac Cuenca, Lionel Messi, Pedro (David Villa 56)

Tuesday, August 30, 2011

Menang 6-1, PSV Tembus Tiga Besar

EINDHOVEN, KOMPAS.com - PSV Eindhoven menang 6-1 atas Excelsior, pada lanjutan Eredivisie, di Philips Stadion, Minggu (28/8/2011). Mereka pun naik ke peringkat ketiga dengan sembilan poin atau kalah tiga angka dari penguasa sementara, FC Twente.

Sebanyak tiga gol PSV diciptakan oleh penyerang Dries Mertens (menit ke-30, 49, 51). Gelandang Ola Tovoinen menyumbang dua gol (47, 79) dan satu gol lain diciptakan oleh penyerang Jeremain Lens (72). Adapun gol semata wayang tim tamu dicetak oleh penyerang Mitchell Te Vrede pada menit ke-39.

Susunan pemain: PSV: Andreas Isaksson; Wilfred Bouma (Marcelo Antonio Guedes Filho 79), Timothy Derijck, Erik Pieters, S Manolev (Abel Tamata 68); Ola Toivonen, Kevin Strootman, Georgino Wijnaldum; Dries Mertens, Jeremain Lens, Zakaria Labyad (Ibrahim Rabiu 78)

Excelsior: Wesley De Ruiter; Leendert van Steensel, Daan Smith, Samuel Scheimann, Tim Eekman; Joost Broerse, Niels Vorthoren, Kevin Jansen (Erwin Nuytinck 73), Tim Vincken; Mitchell Te Vrede, Roland Alberg

Wasit: Reinold Wiedemeijer

Hasil pertandingan Eredivisie pada pekan keempat De Graafschap 0-3 ADO Den Haag FC Groningen 0-3 AZ Alkmaar Feyenoord Rotterdam 2-2 Heerenveen RKC Waalwijk 2-1 NAC Breda NEC Nijmegen 2-1 SC Heracles Almelo Twente Enschede 4-1 VVV Venlo FC Utrecht 3-1 Roda JC Kerkrade Ajax Amsterdam 4-1 Vitesse Arnhem

Monday, May 23, 2011

Menang, Lazio Gagal ke Liga Champions

Penyerang Lazio, Mauro Zarate (dua dari kanan), mendapat sambutan rekan-rekannya setelah mencetak gol ke gawang Lecce, pada partai terakhir Liga Serie-A, Minggu (22/5/2011). Lazio akhirnya menang 4-2, tapi gagal ke Liga Champions.

LECCE, KOMPAS.com — Usaha Lazio untuk menggeser Udinese dari zona Liga Champions akhirnya sia-sia. Meski menang 4-2 atas tuan rumah Lecce pada laga terakhir Liga Serie-A, Minggu atau Senin (23/5/2011) dini hari WIB, mereka tetap harus puas tampil di Liga Europa.

Kemenangan itu tetap menempatkan Lazio di urutan ke-5 klasemen akhir Liga Serie-A dengan nilai 66. Sementara itu, Udinese juga memiliki nilai 66, walaupun mereka berhak menduduki urutan keempat atau jatah terakhir Liga Champions. Pasalnya, Udinese unggul secara head to head.

Merasa masih berpeluang ke Liga Champions, Lazio langsung menekan sejak awal. Serangan Lazio sempat membuat tuan rumah Lecce kewalahan. Bahkan, Lazio langsung unggul pada menit ke-6. Tommaso Rocchi melakukan tendangan kaki kiri yang mampu menaklukkan kiper Massimiliano Benassi, setelah memanfaatkan assist Cristian Ledesma.

Namun, Lecce segera bangkit. Setelah serangkaian usaha keras, Lecce mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-32 melalui Manuel Coppola. Sebuah umpan terobosan Giuseppe Vives langsung disambar Coppola dan gol, 1-1.

Lazio langsung bangkit dan kembali menekan. Tiga menit kemudian, Mauro Zarate membawa Lazio kembali unggul. Memanfaatkan assist Tommaso Rocchi, dia melakukan tendangan kaki kanan dan gol. Skor 2-1.

Ternyata, Lecce tak mau kalah dan melakukan perlawanan ketat. Pada menit ke-41, mereka kembali menyamakan kedudukan. Kali ini Ignacio Piatti yang mencetak gol dengan tendangan kaki kiri, memanfaatkan umpan silang Giulio Donati. Kedudukan 2-2 tak berubah hingga akhir babak pertama.

Motivasi lolos ke Liga Champions terus memompa semangat Lazio. Mereka pun kembali menyerang pada babak kedua. Setelah serangkaian usaha, Lazio akhirnya kembali unggul. Zarate kembali mencetak gol. Kali ini dari titik penalti. Tendangannya menembus pojok kiri atas gawang Lecce, mengubah kedudukan 3-2.

Penalti diberikan karena kiper Massimiliano Benassi melakukan pelanggaran keras terhadap Tommaso Rocchi. Benassi pun terkena kartu merah dan posisinya digantikan oleh Antonio Rosati.

Unggul dalam jumlah pemain, Lazio semakin di atas angin. Tekanan demi tekanan Lazio membuat Giuseppe Vives melakukan gol bunuh diri. Lazio pun akhirnya menang 4-2. Sayang, kemenangan ini tak cukup membawa mereka tampil di Liga Champions musim depan.

Susunan pemain

Lecce: 81-Massimiliano Benassi; 3-Alberto Giuliatto, 18-Guillermo Giacomazzi, 28-Davide Brivio, 2-Giulio Donati, 32-Manuel Coppola, 20-Giuseppe Vives, 11-Djamel Mesbah (9-Daniele Corvia 49), 8-Gianni Munari, 17-David Di Michele (22-Antonio Rosati 54), 19-Ignacio Piatti (23-Javier Chevanton 49)

Lazio: 86-Fernando Muslera; 3-Andre Dias, 20-Giuseppe Biava, 14-Javier Garrido, 2-Stephan Lichtsteiner, 24-Cristian Ledesma, 8-Hernanes (15-Alvaro Gonzalez 45), 6-Stefano Mauri, 32-Christian Brocchi, 9-Tommaso Rocchi (22-Sergio Floccari 64), 10-Mauro Zarate

Thursday, April 28, 2011

Menang 2-1, Pelatih Benfica Kecewa

BENFICA, KOMPAS.com - Pelatih Benfica, Jorge Jesus, menilai kemenangan 2-1 timnya atas SC Braga di leg pertama semifinal Liga Europa, Kamis atau Jumat (29/3/2011) dini hari WIB, adalah hal yang biasa. Malah, Jorge merasa kecewa. Menurutnya, Benfica pantas menang dengan skor besar, bukan 2-1.

Benfica memang pantas menang telak dalam laga ini. Bayangkan saja, mereka berhasil mengancam Braga dengan 10 kali percobaan ke arah gawang (hanya dua yang berbuah gol. Bandingkan dengan Braga yang hanya punya dua kesempatan (satu menjadi gol).

"Kami menang di leg pertama. Ini sama seperti hasil kami lawan PSG dan Stuttgart. Jadi, ini bukan hal baru untuk kami. Kami berhak mendapatkan lebih, minimal menang 2-0 karena Braga tak mempunyai banyak peluang untuk mencetak gol. Gol mereka berawal dari bola mati dan mereka tak banyak menciptakan kesulitan untuk kami," kata Jorge kepada UEFA.com.

"Kami akan ke Braga dan memainkan laga yang lebih baik lagi dari ini. Tentu saja saya percaya kami akan pergi ke Dublin (untuk bermain di final)," sambungnya.

Leg kedua akan dilangsungkan pada 5 Mei. Kali ini, Braga yang akan menjamu Benfica. (GL)

Monday, April 18, 2011

Gurita "Iker" Ramalkan Madrid Menang

Gurita bernama "Iker" meramalkan Real Madrid memenangkan pertandingan melawan Barcelona di final Copa del Rey, Rabu (20/4/2011).

BENALMADENA, KOMPAS.com - Gurita bernama "Iker" kembali meramal hasil pertandingan antara Barcelona melawan Real Madrid di final Copa del Rey, Rabu (20/4/2011). Hasilnya, gurita tersebut meramal Madrid yang bakal menang.

Pada Selasa (19/4/2011), akuarium laut di Benalmadena, "Iker" berusaha meramalkan siapa yang akan memenangkan pertandingan bergengsi tersebut. Sama halnya dengan cara menebak "Paul", gurita yang tersohor karena ramalannya selalu tepat di Piala Dunia 2010. "Iker" disuguhkan makanan yang terletak di dalam dua kotak dengan logo dua klub tersebut.

"Iker" tampak melayang-layang selama 15 menit sebelum memilih makanan yang berada di kotak bergambar logo Madrid. Artinya, Madrid-lah yang akan memenangkan pertandingan nanti. 

Bisa jadi ramalan "Iker" kali ini tepat. Sebelumnya, dia jitu meramal bahwa pertandingan "El Clasico" di Liga BBVA pada akhir pekan lalu yang berakhir seri. (AP)

Monday, April 11, 2011

Van Persie: Juara? Arsenal Perlu Menang

Penyerang Arsenal, Robin van Persie.

BLACKPOOL, KOMPAS.com - Penyerang Arsenal Robin van Persie mengatakan misi utama Arsenal adalah memenangi semua pertandingan sisa mereka, entah apakah itu berujung gelar atau tidak.

Premier League adalah satu-satunya ajang yang diikuti Arsenal sejak 12 Maret lalu. Mereka telah melakoni 31 pertandingan dan duduk di tempat kedua dengan 62 poin atau kalah tujuh angka dari Manchester United, yang sudah memainkan 32 pertandingan.

Pada duel terakhirnya, melawan Blackpool, Arsenal menang 1-3. Itu adalah kemenangan pertama mereka dalam empat pertandingan terakhir.

Arsenal dan MU masih akan bertemu MU sekali lagi dan dengan begitu berpeluang memangkas selisih sampai sejarak satu angka. Mengingat MU masih akan melawan tim kuat, misalnya Chelsea, gelar juara bisa jatuh ke tangan Arsenal.

"Kami perlu menang dan pantas menang (atas Blackpool). Aku percaya kami (akan memenangi pertandingan sisa). Masih ada tujuh pertandingan lagi dan hasilnya bergantung pada kami," ujar Van Persie.

"Kami bergantung pada diri sendiri dan harus membuktikannya. Kami adalah tim besar dan nasib ada di tangan kami sendiri," tambahnya. (SKY)

Sunday, April 10, 2011

Ibra Diusir, Milan Tetap Menang

Penyerang AC Milan, Alexandre Pato.

FLORENCE, KOMPAS.com - Dalam keadaan unggul 2-1, AC Milan kehilangan Zlatan Ibrahimovic akibat kartu merah pada menit ke-85 pertandingan Serie-A melawan Fiorentina, Minggu (10/4/2011). Meski begitu, mereka mampu mempertahankan keunggulan sampai akhir.

Milan unggul lebih dulu melalui Clarence Seedorf pada menit kedelapan. Gol bermula dari umpan terobosan Zlatan Ibrahimovic, yang tampaknya diarahkan kepada Seedorf. Namun, bola dipotong Gianluca Comotto.

Beruntung bagi Milan, Pato berhasil merebut bola dan dengan kepalanya mengirim bola kepada Seedorf. Seedorf berhasil menguasai bola dan menembakkannya masuk gawang tuan rumah.

Pato nyaris mencatatkan namanya sendiri dalam daftar pencetak gol pada menit kesepuluh. Setelah menguasai umpan terobosan Seedorf, ia berhadapan satu lawan satu dengan Boruc dan melepaskan tembakan, yang sayangnya masih bisa ditepis Boruc.

Fiorentina yang sempat menekan pada awal-awal laga sempat mengalami penurunan performa setelah dua serangan beruntun itu. Baru pada menit ke-15, mereka menunjukkan tanda-tanda bangkit.

Selain mampu meredam serangan Milan, mereka juga nyaris menyamakan kedudukan melalui Marco Danadel pada menit ke-18. Namun, eksekusi Donadel yang secara akurat menyasar sudut kanan bawah gawang bisa dijinakkan Christian Abbiati.

Meski gagal, Fiorentina terus berusaha mempertahankan tekanan mereka. Sayang, agresivitas mereka tidak didukung akurasi umpan yang baik, sehingga serangan mereka kerap kandas di tengah jalan.

Nasib Milan juga tidak lebih baik. Meski mampu menghindarkan diri dari ancaman, mereka juga kesulitan mengalirkan serangan sampai tuntas akibat sikap disiplin barisan belakang Fiorentina.

Pertandingan berlangsung sengit dengan aksi saling rebut bola dan usaha saling serang. Namun, tak ada gol baru tercipta sampai Pato berhasil menyepak umpan Kevin-Prince Boateng masuk ke sudut kanan bawah gawang Fiorentina pada menit ke-41.

Milan mendapatkan dua peluang emas dari Ibrahimovic pada menit ke-51 dan ke-53. Namun, kedua eksekusi Ibra meleset dari sasaran.

Tekanan Milan memaksa pelatih Sinisa Mihajlovic menarik Cesare Natali dan Marco Donadel dan memasukkan Per Kroldrup dan Valon Behrami pada menit ke-56 dan ke-62.

Setelah pergantian itu, Fiorentina bermain dalam tempo lebih lambat dan memainkan penguasaan bola. Dengan perubahan itu, meski tanpa peluang berarti, mereka mulai bisa mengimbangi permainan Milan.

Memasuki menit ke-70, Fiorentina mulai konsisten memberikan tekanan pada Milan. Pada menit ke-71, misalnya, Alberto GIlardino melakukan penetrasi yang berujung eksekusi. Namun, tembakan itu bisa dijinakkan Abbiati.

Sekitar dua menit setelahnya, GIlardino kembali berhasil menembus kotak penalti Milan. Namun, belum sempat melakukan eksekusi, ia jatuh setelah berkontak fisik dengan Seedorf.

Wasit tidak menghadiahkan penalti untuk Fiorentina, melainkan kartu kuning untuk Gilardino, yang mungkin dinilainya diving.

Keputusan itu mengundang teriakan-teriakan bernada cemoohan dari suporter. Di sisi lain, Fiorentina terus mempertahankan intensitas permainan mereka dan nyaris tanpa terancam mereka berhasil mengikis ketinggalan menjadi 1-2 berkat gol Juan Vargas pada menit ke-77.

Gol bermula dari tembakan Riccardo Montolivo yang diblok Abbiati. Vargas berhasil menjangkau bola muntah dan menembakkannya. Bola masuk sudut kanan bawah gawang Abbiati setelah sempat mengenai Gennaro Gattuso.

Sebelum kembali tertekan, Milan memperbaiki penguasaan bola mereka dan dalam waktu singkat sudah kembali mengendalikan jalannya permainan.

Namun, belum lagi mampu membuat gol, Milan kehilangan didera bencana kartu merah, yang diterima Zlatan Ibrahimovic pada menit ke-85, setelah ia beradu mulut dengan asisten wasit.

Fiorentina kemudian berusaha mengambil keuntungan dari situasi itu dengan menaikkan intensitas serangan mereka. Fiorentina pun kembali di atas angin. Sayang, usaha mereka gagal membuahkan gol kedua, sampai peluit berbunyi panjang.

Dengan hasil tersebut, Milan menguasai klasemen dengan 68 poin, atau unggul tiga angka dari pesaing terdekat, Napoli. Adapun Fiorentina tertahan di peringkat ke-11 dengan 42 poin.

Susunan pemain:
Fiorentina:
Artur Boruc; Cesare Natali (Per Kroldrup 56), Alessandro Gamberini, Manuel Pasqual, Gianluca Comotto; Riccardo Montolivo, Mario Santana, Juan Vargas, Marco Donadel (Valon Behrami 62); Alberto Gilardino, Adem Ljajic (El Khouma Babacar 46)

Milan: Christian Abbiati; Thiago Silva, Mario Yepes, Gianluca Zambrotta, Ignazio Abate; Mark van Bommel, Kevin-Prince Boateng (Gennaro Gattuso 77), Clarence Seedorf, Mathieu Flamini; Zlatan Ibrahimovic, Pato

Wasit: Emidio Morganti

Friday, April 8, 2011

Ferguson: Penalti? MU Layak Menang

Manajer Manchester United Alex Ferguson.

LONDON, KOMPAS.com — Manajer Manchester United (MU), Alex Ferguson, tampak enggan bicara soal jatuhnya dua pemain Chelsea di kotak penalti pada pertandingan melawan timnya di leg pertama perempat final Liga Champions di Stamford Bridge, Rabu (6/4/2011), yang berakhir 1-0 untuk MU.

"Saya belum melihat tayangan ulangnya. Ada banyak yang bisa dibicarakan soal klaim penalti dan diving itu. Namun, saya pikir, pemain saya bermain dengan luar biasa," ujar Ferguson.

Insiden pertama adalah ketika Ramires terjatuh setelah berkontak fisik dengan Patrice Evra pada menit ke-90+1. Wasit Alberto Undiano Mallenco menilai itu bukan pelanggaran dan tak ada penalti untuk Chelsea.

Peristiwa kedua terjadi sekitar dua menit setelahnya. Kali ini, Fernando Torres terjatuh saat menggiring bola dalam kawalan Antonio Valencia. Torres dinilai melakukan diving dan diganjar kartu kuning.

Dari tayangan ulang tampak Chelsea seharusnya mendapat penalti pada pelanggaran pertama. Untuk kartu kuning Torres, wasit tampak bertindak tepat.

Adapun gol kemenangan MU dicetak oleh Wayne Rooney pada menit ke-24. Ini adalah pertama kalinya MU menang di kandang Chelsea sejak 2002.

Pertandingan leg kedua akan digelar di Old Trafford, 14 April mendatang. (AP)

Thursday, April 7, 2011

Pique: Menang 5-1, tapi Kami Kesulitan

Ekpresi bek Barcelona, Gerard Pique usai mencetak gol ketiga Barcelona saat menang 5-1 atas Shakhtar Donetsk di leg pertama perempat final Liga Champions, Rabu atau Kamis (7/4/2011) dini hawi WIB.

BARCELONA, KOMPAS.com — Bek Barcelona, Gerrard Pique, mengaku, timnya kesulitan melawan Shakhtar Donetsk meskipun berhasil menang 5-1 di leg pertama perempat final Liga Champions, Rabu atau Kamis (7/4/2011) dini hari WIB.

Meski terlihat menang mudah, Pique menilai lawannya tersebut bukanlah tim yang bisa dipandang sebelah mata. Yang membuat Barcelona menang, menurutnya, adalah penampilan timnya yang dalam laga itu memang lebih baik.

"Mereka adalah tim yang hebat dan selalu sulit melawan tim seperti mereka. Tapi, aku pikir kami bermain lebih baik dan 5-1 adalah skor hebat yang bisa kami raih dari mereka," tegas Pique kepada Sky Sport.

"Donetsk punya pemain yang hebat, striker hebat yang punya kecepatan. Mereka juga punya pemain Brasil dengan skill dan kualitas yang baik. Kami harus bekerja keras melawan mereka dan aku pikir kami melakukan pekerjaan dengan baik," sambungnya.

Pique sendiri enggan memikirkan kemungkinan timnya bertemu Real Madrid di semifinal. Menurutnya, Barcelona masih harus fokus ke leg kedua karena semua kemungkinan masih bisa terjadi.

"Kami harus berkonsentrasi ke diri kami sendiri. Kami harus tetap fokus dan terus mencoba melakukan yang terbaik. Jika kami bisa ke semifinal dan melawan mereka, itu akan jadi pertandingan hebat," kata Pique.

"Aku pikir semua orang menginginkan ini karena ada banyak rivalitas antara kedua tim. Barcelona dan Madrid adalah tim penting di Eropa dan ini akan jadi laga hebat jika kami akhirnya lolos," tuntasnya.

Wednesday, March 30, 2011

Xavi Puas Menang di Lapangan Pasir

Gelandang Spanyol, Xavi Hernandez.

KAUNAS, KOMPAS.com - Gelandang kreatif Spanyol, Xavi Hernadez, mengaku senang bisa meraih kemenangan 3-1 atas Lithuania dalam laga kualifikasi Piala Eropa 2012, Selasa atau Rabu (30/3/2011). Kemenangan ini mereka raih dengan susah payah karena dihadapkan pada masalah lapangan yang buruk dan berpasir.

"Ini adalah hasil yang penting hari ini, terutama dengan masalah lapangan yang sangat buruk. Kami mencapai target, jadi kami bisa pulang dengan senang," kata Xavi yang mencetak gol pertama Spanyol dalam laga ini.

"Tim melakukan tugas mereka dan mendominasi, serta mencoba memainkan gaya mereka," sambungnya kepada Reuters.

Spanyol memang mendominasi, tetapi mereka kurang bisa mengembangkan permainan karena kondisi lapangan Stadion Kaunas yang buruk. Hal ini pun diakui oleh Xavi. Pemain Barcelona ini meminta Uni Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) dan pihak berwenang lainnya untuk mengatasi masalah ini.

"(Lapangan) ini dipenuhi pasir. Pada tahun 2011, tak memiliki lapangan standar di sebuah negara tentu sangat menyedihkan bagi sepak bola. Ada masalah untuk UEFA dan federasi sejenisnya. Mereka harus datang ke sini dan melihat bahwa Anda tak bisa bermain sepak bola di sini," jelasnya.

Thursday, March 3, 2011

Milan Menang untuk Berlusconi

MILAN, KOMPAS.com - Manajer AC Milan, Massimiliano Allegri, mendedikasikan kepada pemilik klub itu, Silvio Berlusconi, kemenangan 2-1 yang mereka raih atas Chievo, di pentas Serie-A, Minggu (20/2/2011).

Pertandingan itu tepat pada tanggal Berlusconi mengakuisisi Milan, 25 tahun lalu. Kemenangan ditentukan oleh gol Robinho (25) dan Pato (82). Adapun, gol Chievo dicetak oleh Gelson Fernandez (61).

Berkat kemenangan itu, Milan menguasai klasemen dengan 55 poin, atau unggul tiga angka dari pesaing terdekat, Napoli.

"Saya belum bicara kepada Berlusconi. Namun, seperti kami, ia pun akan gembira mengetahui kemenangan ini," ujar Allegri.

"Para pemain memberikan kepada presiden hadiah yang bagus dan performa memuaskan. Tak mudah melawan Chievo, tetapi kami mencoba memberikan yang terbaik,"

"Pada babak pertama, kami kesulitan dan baru bisa tampil lebih baik pada babak kedua,"

"Apakah ini jawaban kami kepada para pengejar? TIdak. Kami tahu, untuk meraih scudetto, Anda harus meraih hasil yang benar setiap pekan dan kami bahagia. Kami harus terus memperbaiki diri dalam soal melakukan pendekatan kepada pertandingan," tuturnya. (FBI)

Penulis: Tjatur Wiharyo   |   Editor: Tjatur Wiharyo   |   Loading...

Sunday, February 27, 2011

Spanyol Akhirnya Menang Lagi

Laga ujicoba tim nasional Spanyol melawan Kolombia, Kamis (10/12/2011) dini hari WIB. "Tim Matador" menang 1-0 di laga ini.

MADRID, KOMPAS.com Rentetan hasil buruk yang diperoleh tim nasional Spanyol akhirnya berhenti. Menjamu Kolombia pada laga persahabatan di Santiago Bernabeu, "Tim Matador" berhasil menang 1-0, Kamis (10/2/2011) dini hari WIB.

Sebelum laga ini, Spanyol telah melalui tiga laga uji coba seusai Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Sayangnya, tak satu pun pertandingan itu berakhir dengan kemenangan. Iker Casillas dan kawan-kawan dibantai Argentina dan Portugal. Sebelumnya, mereka juga hanya sanggup meraih hasil imbang melawan Meksiko.

Oleh karena itu, Sergio Busquets dan kawan-kawan membidik kemenangan melawan Kolombia sebagai momen kebangkitan. Akhirnya hal ini berhasil terealisasi.

Meski bermain dengan skuad terbaiknya, Spanyol sempat kesulitan menembus pertahanan Kolombia yang dipimpin bek AC Milan, Mario Yepes. Penguasaan bola yang dominan hingga 76 persen tetap tak sanggup membantu tim "Matador" menembus jala kiper David Ospina.

Di babak pertama, peluang terbaik Spanyol lahir melalui tembakan David Villa pada menit ke-15. Sial bagi Villa, eksekusinya digagalkan tiang gawang. Berkali-kali kerja sama trio Barcelona, Andrés Iniesta, Villa, dan Pedro Rodriguez dipatahkan oleh barisan belakang Kolombia dan hal ini membuat "La Furia Roja" frustrasi.

Spanyol coba memasukkan Fernando Torres, Santi Cazorla, David Silva, dan Jesús Navas di babak kedua. Perubahan strategi ini berbuah positif karena Silva sanggup memecah kebuntuan timnya empat menit sebelum laga berakhir dengan memanfaatkan assist Navas.

Susunan pemain
Spanyol:
Iker Casillas; Raúl Albiol, Gerard Piqué, Joan Capdevila (Álvaro Arbeloa 56), Sergio Ramos; Sergio Busquets, Xabi Alonso (David Silva 76), Xavi (Santi Cazorla 56); Andrés Iniesta (Jesús Navas 69), David Villa (Fernando Torres 56), Pedro (Fernando Llorente 82).

Kolombia: David Ospina; Mario Yepes, Luis Perea, Pablo Armero; Juan Zuñiga, Abel Enrique Aguilar Tapias, Fredy Guarin, Yulian Anchico (Carlos Sanchez 45); Giovanny Moreno (Hugo Rodallega 62), Gustavo Ramos (Juan G. Cuadrado 58), Dayro Moreno.

Tuesday, February 15, 2011

Liverpool Menang berkat Gol Bunuh Diri

Gelandang Liverpool, Christian Poulsen (merah), berebut bola dengan penyerang Fulham, Moussa Dembele, pada lanjutan Premier League, Rabu (26/1/2011).

LIVERPOOL, KOMPAS.com — Bek Fulham, John Pantsil, mencetak gol bunuh diri yang membuat timnya kalah 0-1 dari Liverpool pada lanjutan Premier League, di Anfield, Rabu (26/1/2011). Liverpool kini mengoleksi 32 poin dan naik empat tingkat ke posisi ketujuh.

Bermain sebagai tuan rumah, Liverpool tampil dominan, terutama di babak pertama. Selama hampir 30 menit pertama, sementara Pepe Reina menganggur, Gerrard dan Fernando Torres melepaskan tembakan-tembakan mereka ke gawang tim tamu. Namun, bola kerap terblok pemain atau mentah di tangan Stockdale.

Pada menit ke-13 dan ke-15, misalnya, Gerrard dan Torres menembakkan bola. Namun, sementara eksekusi Gerrard dimentahkan Stockdale, eksekusi Torres meleset.

Lepas dari menit ke-30, Fulham mulai menciptakan sejumlah ancaman. Namun, sama seperti Liverpool, mereka juga bermasalah dengan penyelesaian akhir.

Setelah menutup babak pertama dengan skor 0-0, Liverpool mengambil inisiatif menyerang di babak kedua. Setelah berusaha hingga menit ke-53, mereka berhasil unggul 1-0 berkat gol bunuh diri John Pantsil.

Gol bermula dari keberhasilan Dirk Kuyt memotong sebuah back pass tim tamu dan mengirimnya kepada Torres. Torres kemudian menembakkan bola, tetapi mengenai tiang.

Untung bagi Liverpool, bola mental mengenai John Pantsil dan kemudian meluncur masuk gawang Stockdale.

Liverpool berusaha menjaga ketenangan seusai gol itu. Namun, melihat Fulham bergerak semakin dinamis dan agresif, Liverpool pun mengimbanginya.

Permainan sempat berjalan seru dengan perebutan bola. Namun, masing-masing tim kesulitan mengalirkan serangan sampai tuntas.

Memasuki menit ke-80, Liverpool dipaksa bertahan oleh Fulham. Pada menit ke-82, misalnya, Hengaland menanduk bola ke sudut kiri bawah gawang Liverpool. Reina sudah mati langkah dan nyaris tak bereaksi menyelamatkan gawang. Namun, Raul Meireles berada tepat di titik bola mengarah dan membuangnya.

Liverpool semakin berhati-hati setelahnya. Meski kemudian kesulitan mengalirkan serangan, mereka mampu menjaga keunggulan sampai peluit berbunyi panjang.

Susunan pemain: 
Liverpool:
Pepe Reina; Daniel Agger, Martin Skrtel, Glen Johnson, Martin Kelly; Christian Poulsen (Fabio Aurelio 80), Steven Gerrard, Maxi Rodriguez, Dirk Kuyt (Jonjo Shelvey  66); Fernando Torres, Raul Meireles 
Fulham: David Stockdale; Brede Hangeland, Aasron Hughes, Chris Baird, John Pantsil; Danny Murphy, Steve Sidewell, Clint Dempsey, Damien Duff (Zoltán Gera  63); Moussa Dembele, Andrew Johnson
Wasit: Lee Probert

Friday, February 11, 2011

"The Villans" Menang Lagi

Duel Aston Villa melawan Wigan Athletic, Selasa (26/1/2011). Villa menang 2-1 di laga ini.

WIGAN, KOMPAS.com — Aston Villa menang lagi. Setelah akhir pekan lalu mempermalukan Manchester City, kini giliran Wigan Athletic yang dibekuk 2-1 oleh Darren Bent dan kawan-kawan pada lanjutan pertandingan Premier League, Selasa atau Rabu (26/1/2011) dini hari WIB.

Ini adalah pertama kalinya Villa meraih kemenangan beruntun sejak September lalu. Kemenangan ini melesatkan "The Villans" ke peringkat 13 dengan 28 poin.

Villa sempat tertekan di babak pertama. Wigan bermain baik dan terus menggempur Stewart Downing dan kawan-kawan. Sayangnya, Wigan tak mampu memanfaatkan keadaan itu untuk mencetak gol.

Adapun di paruh kedua giliran Villa yang tampil impresif. Baru dua menit laga berjalan, Ashley Young sudah membuat jantung pendukung tuan rumah berdetak kencang melalui aksi solonya. Mendapat bola di sisi kanan, Young melakukan sprint yang tak mampu dihentikan bek-bek Wigan.

Ia menusuk ke kotak penalti dan mengirim tembakan keras. Sial bagi Villa, bola berhasil dipatahkan oleh kiper Ali Al Habsi. Gawang Wigan akhirnya bobol juga pada menit ke-50. Diawali dengan situasi tendangan sudut, Gabriel Agbonlahor sukses membobol gawang tuan rumah melalui tandukannya.

Sebelas menit berselang, malapetaka kembali menimpa Wigan. "The Latics" diganjar penalti setelah Hendry Thomas menjegal Young di area terlarang. Young, yang maju sebagai algojo, tak menyia-nyiakan peluang itu dan sukses menggandakan keunggulan timnya, 2-0 untuk Villa.

Wigan berhasil memperkecil kedudukan melalui gol James McCarthy pada menit ke-80. "The Latics" berusaha keras mencari gol kedua di sisa waktu, tetapi sayangnya, usaha mereka tak menuai keberhasilan.

Susunan pemain
Wigan Athletic:
Ali Al Habsi; Steve Gohouri, Steven Caldwell, Maynor Figueroa, Emmerson Boyce (Ronnie Stam 67); Hendry Thomas (Ben Watson 67), James McArthur, James McCarthy; Hugo Rodallego, Franco Di Santo, Charles N'Zogbia

Aston Villa: Brad Friedel; Richard Dunne, James Collins, Nathan Baker, Carlos Jimenez Cuellar; Jean Makoun (Stiliyan Petrov 57), Nigel Reo-Coker, Ashley Young, Gabriel Agbonlahor (Marc Albrighton 77), Stewart Downing; Darren Bent

Sunday, February 6, 2011

Belum Pernah Menang, Dalglish Coba Cole

Gelandang Liverpool, Joe Cole.

LIVERPOOL, KOMPAS.com — Setelah sejumlah eksperimennya gagal membuahkan kemenangan, Manajer Liverpool Kenny Dalglish mempertimbangkan memainkan gelandang Joe Cole, yaitu untuk pertandingan Premier League melawan Wolverhampton Wanderers, Sabtu (22/1/2011).

Dalglish menangani Liverpool menggantikan Roy Hodgson pada 8 Januari lalu. Sejak itu Liverpool telah mengarungi dua pertandingan Premier League dan tak pernah memakai jasa Cole. Hasilnya, Liverpool menyerah 1-2 kepada Blackpool dan ditahan 2-2 oleh Everton.

Situasi itu disebut Daily Mirror membuat Dalglish berharap Cole bisa memperbaiki peruntungannya dan optimistis rencananya akan berjalan sesuai dengan rencana.

Melawan Wolverhampton, Liverpool masih belum akan diperkuat kapten Steven Gerrard akibat menjalani sanksi skors. Laga versus Wolverhampton merupakan pertandingan terakhir dari masa hukuman tiga kali skors untuk Gerrard.

Selain itu, Liverpool juga kemungkinan juga tidak akan diperkuat penyerang Milan Jovanovic. Jovanovic mengalami flu dan disebut belum akan sembuh untuk pertandingan versus Wolverhampton.

Berikut ini adalah perkiraan skuad Liverpool yang dibawa Dalglish melawan Wolverhampton: Reina, Kelly, Skrtel, Agger, Johnson, Lucas, Meireles, Kuyt, Cole, Rodriguez, Torres, Gulacsi, Aurelio, Kyrgiakos, Poulsen, Shelvey, Babel, Ngog, Spearing, dan Pacheco. (MIR)

Saturday, February 5, 2011

Menang Tipis, Madrid ke Semifinal

Gelandang Real Madrid, Cristiano Ronaldo (nomor tujuh), membobol gawang Atletico Madrid, pada pertandingan leg kedua perempat final Copa del Rey, di Vicente Calderon, Kamis (20/1/2011).

MADRID, KOMPAS.com — Real Madrid mengalahkan Atletico Madrid 1-0 pada leg kedua perempat final Copa del Rey, di Vicente Calderon, Kamis (20/1/2011). Mereka pun masuk semifinal dengan keunggulan agregat 4-1.

Gol semata wayang Madrid dicetak oleh Cristiano Ronaldo pada menit ke-23. Dari tengah kotak penalti, ia menembakkan umpan Sergio Ramos masuk ke sudut kiri atas gawang David De Gea.

Pertandingan tersebut juga diwarnai keluarnya enam kartu kuning dari saku wasit Javier Turienzo Alvarez, dua untuk Atletico (Tiago dan Juanfran) dan empat untuk Madrid (Alvaro Arbeloa, Marcelo, Cristiano Ronaldo, dan Sergio Ramos).

Susunan pemain:
Atletico:
David De Gea; Tomas Ujfalusi, Valera, Luis Perea, Kasmirski Luis Filipe; Tiago (Torres Belen Juanfran  66), Jose Antonio Reyes (Costa Diego  26), Silva Paulo Assuncao, Fran Merida Perez (Alberto Perea  75), Elias; Diego Forlan

Madrid: Iker Casillas; Ricardo Carvalho, Sergio Ramos, Raul Albiol, Alvaro Arbeloa, Marcelo; Xabi Alonso, Cristiano Ronaldo, Mesut Oezil (Kaka 75), Sami Khedira (Fernando Gago  83), Angel Di Maria (Esteban Molina Granero  69)

Wasit: Javier Turienzo Alvarez

Tuesday, February 1, 2011

Menang 3-1, Arsenal ke Putaran IV

Penyerang Arsenal, Robin van Persie, menanduk umpan Nicklas Bendtner, yang berujung gol ke gawang Leeds United, pada pertandingan putaran ketiga Piala FA, Rabu (19/1/2011).

LEEDS, KOMPAS.com — Arsenal melaju ke putaran keempat Piala FA setelah menang 3-1 atas Leeds United pada pertandingan putaran ketiga, Rabu (19/1/2011).

Bermain sebagai tamu, Arsenal unggul lebih dulu melalui Samir Nasri pada menit kelima. Mengandalkan kemampuan individu, Nasri menggiring bola masuk kotak penalti melewati dua pemain sebelum meloloskan bola ke dalam gawang Kasper Schmeichel.

Arsenal menggandakan keunggulannya pada menit ke-35 berkat gol Bacary Sagna. Menguasai bola dalam kotak penalti, Sagna memutuskan menembakkannya. Bola sempat ditepis Schmeichel sebelum meluncur mendesak jaring sebelah dalam gawangnya.

Pada menit ke-37, Leeds memperkecil selisih berkat eksekusi Bradley Johnson dari luar kotak penalti. Namun, Leeds kembali tertinggal dua gol, ketika Robin van Persie berhasil membobol gawang Schmeichel dengan memanfaatkan umpan silang Nicklas Bendtner pada menit ke-76.

Selama 90 menit, Arsenal menguasai bola sebanyak 55 persen dan menciptakan 11 peluang emas dari 17 usaha. Adapun Leeds melepaskan dua tembakan akurat dari tujuh percobaan.

Susunan pemain:
Leeds:
Kasper Schmeichel; Paul Connolly, Andrew O'Brien (Leigh Bromby 66), Ben Parker, Alex Bruce; Bradley Johnson, Max-Alain Gradel, Jonathan Howson; Billy Paynter (Davide Somma  68), Robert Snodgrass, Sanchez Watt (Lloyd Sam 79) Arsenal: Wojciech Szczesny; Bacary Sagna, Johan Djourou, Laurent Koscielny, Kieran Gibbs; Andrei Arshavin (Robin Van Persie  71), Alex Song, Samir Nasri (Gaël Clichy  83), Denilson; Nicklas Bendtner, Marouane Chamakh (Cesc Fábregas 71)

Inter Menang Tipis atas Cesena

Para pemain Inter Milan saat merayakan gol Diego Milito ke gawang Cesena, Rabu (19/1/2011).

MILAN, KOMPAS.com — Inter Milan hanya sanggup menang tipis 3-2 atas tamunya, Cesena, dalam lanjutan pertandingan Serie-A, Rabu (19/1/2011). Kemenangan ini mengantarkan "La Beneamata" ke peringkat empat dengan 35 poin, tertinggal dua angka dari Lazio dan Napoli yang berada di atasnya.

Mengacu pada statistik, Inter pantas menang di pertandingan ini. "La Beneamata" unggul penguasaan bola hingga 59 persen. Mereka juga melepaskan enam tembakan ke arah gawang, sedangkan Cesena hanya tiga kali mengancam balik.

Laga ini berjalan seru dan terbuka. Meski berstatus sebagai tim tamu, Cesena berani meladeni permainan menyerang tuan rumah. Alhasil, saling serang cepat antarkedua tim terjadi di 45 menit pertama.

Inter unggul lebih dulu melalui penyelesaian akurat Samuel Eto'o di menit ke-14. Memanfaatkan umpan Diego Milito, Eto'o melepas tembakan keras yang menembus sisi kiri bawah gawang Cesena.

Selang satu menit, penderitaan tim tamu semakin bertambah. Kali ini aktornya adalah Milito. Dari sisi kiri, Eto'o melepas umpan terobosan kepada Goran Pandev yang berada di kotak penalti. Dengan cerdik, Pandev kemudian meneruskannya ke Milito yang langsung menjejalkannya ke gawang tim tamu, 2-0 untuk Inter.

Unggul dua gol membuat Inter lengah. Cesena berhasil memanfaatkan keadaan ini dengan membobol gawang Luca Castellazzi sebanyak dua kali. Diawali dari tembakan Erjon Bogdani di menit ke-23 serta sontekan Emanuele Giaccherini, enam menit sesudahnya. Cristian Chivu menutup babak pertama lewat golnya memanfaatkan assist Douglas Maicon di menit ke-45.

Seusai jeda, tempo pertandingan melambat. Cesena yang mencoba bangkit tak mampu melakukan apa-apa karena kehilangan Giaccherini di menit ke-74. Alhasil, Inter berhasil menguasai penuh jalannya laga dan mampu mempertahankan keunggulan mereka hingga peluit akhir dibunyikan.

Susunan pemain
Inter Milan:
Luca Castellazzi; Marco Materazzi, Lúcio, Cristian Chivu, Maicon; Esteban Cambiasso, Goran Pandev, Dejan Stankovic, Javier Zanetti; Samuel Eto'o, Diego Milito (Jonathan Ludovic Biabiany 20)

Cesena: Francesco Antonioli; Steve von Bergen, Yohan Benalouane, Maurizio Lauro (Paolo Dellafiore 64), Luca Ceccarelli; Giuseppe Colucci, Paolo Sammarco (Fabio Caserta 69), Marco Parolo; Luis Jimenez, Erjon Bogdani, Emanuele Giaccherini