Monday, April 11, 2011

Milan Musuh Terkuat Fiorentina

FLORENCE, KOMPAS.com - Pelatih Fiorentina, Sinisa Mihajlovic, mengatakan timnya sudah melakukan segalanya pada pertandingan Serie-A melawan AC Milan, Minggu (10/4/2011). Bahwa Milan akhirnya menang 2-1, menurutnya, Milan pantas atas hasil itu.

Milan unggul 2-0 lebih dulu berkat gol Clarence Seedorf pada menit kedelapan dan Alexandre Pato pada menit ke-41. Adapun, gol balasan Fiorentina dicetak Juan Vargas pada menit ke-80.

"Kami terlalu takut-takut di babak pertama. Setelah turun minum, kami mengalami perbaikan. Namun, Milan pantas menang malam ini," ujar Mihajlovic .

"Saya tak bisa meminta pemain bersikap lebih dari sudah mereka tampilkan. Namun, sejujurnya, Milan adalah tim terkuat yang pernah kami hadapi musim ini."

"Pemain kelelahan dan kami tak bisa memainkan sektor sayap seperti yang saya inginkan. Ketika kami tertinggal 0-2, kami berisiko kecolongan gol ketiga tetapi malah membuat persaingan terbuka sampai akhir (dengan gol balasan Vargas)," tuturnya. (FBI)

Pato Bawa Milan Unggul 2-0

Penyerang AC Milan, Alexandre Pato.

FLORENCE, KOMPAS.com - Penyerang Alexandre Pato mencetak satu gol dan satu assist yang membuat AC Milan mengungguli Fiorentina 2-0 sampai akhir babak pertama duel Serie-A, di Artemio Franchi, Minggu (10/4/2011).

Gol pertama Milan dicetak oleh Clarence Seedorf pada menit kedelapan. Gol bermula dari umpan terobosan Zlatan Ibrahimovic, yang tampaknya diarahkan kepada Seedorf. Namun, bola dipotong Gianluca Comotto.

Beruntung bagi Milan, Pato berhasil merebut bola dan dengan kepalanya mengirim bola kepada Seedorf. Seedorf berhasil menguasai bola dan menembakkannya masuk gawang tuan rumah.

Pato nyaris mencatatkan namanya sendiri dalam daftar pencetak gol pada menit kesepuluh. Setelah menguasai umpan terobosan Seedorf, ia berhadapan satu lawan satu dengan Boruc dan melepaskan tembakan, yang sayangnya masih bisa ditepis Boruc.

Fiorentina yang sempat menekan pada awal-awal laga sempat mengalami penurunan performa setelah dua serangan beruntun itu. Baru pada menit ke-15, mereka menunjukkan tanda-tanda bangkit.

Selain mampu meredam serangan Milan, mereka juga nyaris menyamakan kedudukan melalui Marco Danadel pada menit ke-18. Namun, eksekusi Donadel yang secara akurat menyasar sudut kanan bawah gawang bisa dijinakkan Christian Abbiati.

Meski gagal, Fiorentina terus berusaha mempertahankan tekanan mereka. Sayang, agresivitas mereka tidak didukung akurasi umpan yang baik, sehingga serangan mereka kerap kandas di tengah jalan.

Nasib Milan juga tidak lebih baik. Meski mampu menghindarkan diri dari ancaman, mereka juga kesulitan mengalirkan serangan sampai tuntas akibat sikap disiplin barisan belakang Fiorentina.

Pertandingan berlangsung sengit dengan aksi saling rebut bola dan usaha saling serang. Namun, tak ada gol baru tercipta sampai Pato berhasil menyepak umpan Kevin-Prince Boateng masuk ke sudut kanan bawah gawang Fiorentina pada menit ke-41.

Susunan pemain:
Fiorentina:
Artur Boruc; Cesare Natali, Alessandro Gamberini, Manuel Pasqual, Gianluca Comotto; Riccardo Montolivo, Mario Santana, Juan Vargas, Marco Donadel; Alberto Gilardino, Adem Ljajic

Milan: Christian Abbiati; Thiago Silva, Mario Yepes, Gianluca Zambrotta, Ignazio Abate; Mark van Bommel, Kevin-Prince Boateng, Clarence Seedorf, Mathieu Flamini; Zlatan Ibrahimovic, Pato

Wasit: Emidio Morganti

Sunday, April 10, 2011

Van Gaal Langsung Diincar Klub Inggris

Mantan pelatih Bayern Muenchen, Louis van Gaal.

LONDON, KOMPAS.com - Baru saja dipecat dari Bayern Muenchen, Louis van Gaal langsung diminanti beberapa klub terutama dari Inggris. Manchester City dan Liverpool disebut-sebut media Inggris tertarik mendatangkan pelatih asal Belanda itu.

Saat ini, Liverpool sementara masih dilatih Kenny Dalglish yang menggantikan Roy Hodgson pada pertengahan musim ini. Meskipun Dalglish berhasil megangkat performa "Si Merah", namun statusnya belum juga dipermanenkan.

Nasib Roberto Mancini bersama Manchester City juga masih simpang siur. Belakangan media-media Inggris memberitakan, Mancini terancam dipecat apabila gagal membawa City tampil di Liga Champions musim depan.

Selain Liverpool dan City, Aston Villa dan Fulham juga tertarik mendatangkan pelatih yang pernah membesut Ajax dan Barcelona itu.

Seperti yang diberitakan, manajamen memecat Van Gaal setelah Bayern ditahan Nuernberg 1-1, Sabtu (9/4/2011). Bayern terancam gagal tampil di Liga Champions musim depan yang finalnya digelar di Allianz Arena, kandang mereka. Bayern untuk sementara ditangani asisten Andries Jonker sampai kehadiran pelatih Jupp Heynckes pada awal musim depan.

Barca Lawat Donetsk tanpa Puyol-Iniesta

Manajer Barcelona Josep "Pep" Guardiola.

BARCELONA, KOMPAS.com - Berikut ini 20 pemain Barcelona yang akan dibawa pelatih Josep "Pep" Guardiola untuk pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions melawan Shakhtar Donetsk, Selasa (12/4/2011), seperti diumumkan pelatih Josep "Pep" Guardiola, Minggu (10/4/2011).

Barcelona akan tampil tanpa gelandang Andres Iniesta karena skorsing akumulasi kartu kuning. Selain itu, kapten Carles Puyol, penyerang Bojan Krkic, dan Eric Abidal absen karena cedera.

Barcelona menyambangi Donetsk dengan bekal kemenangan 5-1 pada leg kedua. Dengan begitu, Barcelona bakal tetap melaju ke semifinal asal tidak sampai kalah lebih dari 0-3 pada leg kedua nanti. (GL)

Kiper: Victor Valdes, Jose Manuel Pinto, Oier

Bek: Dani Alves, Gerard Pique, Adriano, Maxwell, Gabriel Milito, Andreu Fontas

Gelandang: Xavi Hernandez, Javier Mascherano, Sergio Busquets, Ibrahim Afellay, Seydou Keita, Jonathan di Santos, Thiago Alcantara

Penyerang: David Villa, Lionel Messi, Pedro, Jeffren Suarez

Ibra Terancam Diskors 4 Laga

Penyerang AC Milan, Zlatan Ibrahimovic, melangkah keluar lapangan setelah menerima kartu merah, pada pertandingan Serie-A melawan Fiorentina, Minggu (10/4/2011).

MILAN, KOMPAS.com — Pemain penyerang, Zlatan Ibrahimovic, terancam sanksi skors empat pertandingan setelah menerima kartu merah pada duel Serie-A melawan Fiorentina, yang dimenangkan AC Milan 2-1, Minggu (10/4/2011).

Penampilan itu adalah penampilan pertama Ibra setelah menjalani sanksi skors dua pertandingan akibat kartu merah langsung yang diterima pada pertandingan melawan Bari, 13 Maret silam.

Namun, pada menit ke-86 pertandingan itu, ia mendapat kartu merah langsung lagi setelah tampak berdebat dengan asisten wasit. Padahal, pada menit ke-77, ia sudah menerima kartu kuning.

Itu adalah kartu kuning kedelapan bagi Ibra pada musim ini dan ia otomatis mendapat larangan tampil satu pertandingan.

Menurut media-media Italia, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mempertimbangkan pemberian satu kartu merah atas tindakan Ibra berdebat dengan wasit dan larangan dua pertandingan karena ia menerima dua kartu merah dalam dua penampilan terakhir.

Dikatakan, FIGC akan memutuskan nasib Ibra pada Selasa (12/4/2011). (GL)

Ibra Diusir, Milan Tetap Menang

Penyerang AC Milan, Alexandre Pato.

FLORENCE, KOMPAS.com - Dalam keadaan unggul 2-1, AC Milan kehilangan Zlatan Ibrahimovic akibat kartu merah pada menit ke-85 pertandingan Serie-A melawan Fiorentina, Minggu (10/4/2011). Meski begitu, mereka mampu mempertahankan keunggulan sampai akhir.

Milan unggul lebih dulu melalui Clarence Seedorf pada menit kedelapan. Gol bermula dari umpan terobosan Zlatan Ibrahimovic, yang tampaknya diarahkan kepada Seedorf. Namun, bola dipotong Gianluca Comotto.

Beruntung bagi Milan, Pato berhasil merebut bola dan dengan kepalanya mengirim bola kepada Seedorf. Seedorf berhasil menguasai bola dan menembakkannya masuk gawang tuan rumah.

Pato nyaris mencatatkan namanya sendiri dalam daftar pencetak gol pada menit kesepuluh. Setelah menguasai umpan terobosan Seedorf, ia berhadapan satu lawan satu dengan Boruc dan melepaskan tembakan, yang sayangnya masih bisa ditepis Boruc.

Fiorentina yang sempat menekan pada awal-awal laga sempat mengalami penurunan performa setelah dua serangan beruntun itu. Baru pada menit ke-15, mereka menunjukkan tanda-tanda bangkit.

Selain mampu meredam serangan Milan, mereka juga nyaris menyamakan kedudukan melalui Marco Danadel pada menit ke-18. Namun, eksekusi Donadel yang secara akurat menyasar sudut kanan bawah gawang bisa dijinakkan Christian Abbiati.

Meski gagal, Fiorentina terus berusaha mempertahankan tekanan mereka. Sayang, agresivitas mereka tidak didukung akurasi umpan yang baik, sehingga serangan mereka kerap kandas di tengah jalan.

Nasib Milan juga tidak lebih baik. Meski mampu menghindarkan diri dari ancaman, mereka juga kesulitan mengalirkan serangan sampai tuntas akibat sikap disiplin barisan belakang Fiorentina.

Pertandingan berlangsung sengit dengan aksi saling rebut bola dan usaha saling serang. Namun, tak ada gol baru tercipta sampai Pato berhasil menyepak umpan Kevin-Prince Boateng masuk ke sudut kanan bawah gawang Fiorentina pada menit ke-41.

Milan mendapatkan dua peluang emas dari Ibrahimovic pada menit ke-51 dan ke-53. Namun, kedua eksekusi Ibra meleset dari sasaran.

Tekanan Milan memaksa pelatih Sinisa Mihajlovic menarik Cesare Natali dan Marco Donadel dan memasukkan Per Kroldrup dan Valon Behrami pada menit ke-56 dan ke-62.

Setelah pergantian itu, Fiorentina bermain dalam tempo lebih lambat dan memainkan penguasaan bola. Dengan perubahan itu, meski tanpa peluang berarti, mereka mulai bisa mengimbangi permainan Milan.

Memasuki menit ke-70, Fiorentina mulai konsisten memberikan tekanan pada Milan. Pada menit ke-71, misalnya, Alberto GIlardino melakukan penetrasi yang berujung eksekusi. Namun, tembakan itu bisa dijinakkan Abbiati.

Sekitar dua menit setelahnya, GIlardino kembali berhasil menembus kotak penalti Milan. Namun, belum sempat melakukan eksekusi, ia jatuh setelah berkontak fisik dengan Seedorf.

Wasit tidak menghadiahkan penalti untuk Fiorentina, melainkan kartu kuning untuk Gilardino, yang mungkin dinilainya diving.

Keputusan itu mengundang teriakan-teriakan bernada cemoohan dari suporter. Di sisi lain, Fiorentina terus mempertahankan intensitas permainan mereka dan nyaris tanpa terancam mereka berhasil mengikis ketinggalan menjadi 1-2 berkat gol Juan Vargas pada menit ke-77.

Gol bermula dari tembakan Riccardo Montolivo yang diblok Abbiati. Vargas berhasil menjangkau bola muntah dan menembakkannya. Bola masuk sudut kanan bawah gawang Abbiati setelah sempat mengenai Gennaro Gattuso.

Sebelum kembali tertekan, Milan memperbaiki penguasaan bola mereka dan dalam waktu singkat sudah kembali mengendalikan jalannya permainan.

Namun, belum lagi mampu membuat gol, Milan kehilangan didera bencana kartu merah, yang diterima Zlatan Ibrahimovic pada menit ke-85, setelah ia beradu mulut dengan asisten wasit.

Fiorentina kemudian berusaha mengambil keuntungan dari situasi itu dengan menaikkan intensitas serangan mereka. Fiorentina pun kembali di atas angin. Sayang, usaha mereka gagal membuahkan gol kedua, sampai peluit berbunyi panjang.

Dengan hasil tersebut, Milan menguasai klasemen dengan 68 poin, atau unggul tiga angka dari pesaing terdekat, Napoli. Adapun Fiorentina tertahan di peringkat ke-11 dengan 42 poin.

Susunan pemain:
Fiorentina:
Artur Boruc; Cesare Natali (Per Kroldrup 56), Alessandro Gamberini, Manuel Pasqual, Gianluca Comotto; Riccardo Montolivo, Mario Santana, Juan Vargas, Marco Donadel (Valon Behrami 62); Alberto Gilardino, Adem Ljajic (El Khouma Babacar 46)

Milan: Christian Abbiati; Thiago Silva, Mario Yepes, Gianluca Zambrotta, Ignazio Abate; Mark van Bommel, Kevin-Prince Boateng (Gennaro Gattuso 77), Clarence Seedorf, Mathieu Flamini; Zlatan Ibrahimovic, Pato

Wasit: Emidio Morganti

Nirwan, George, dan Arifin

Yesayas Oktovianus BADAN sepak bola dunia, FIFA, telah mengambil langkah penyelamatan terhadap sepak bola Indonesia dengan membentuk Komite Normalisasi untuk menggelar kongres pemilihan ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota Komite Eksekutif PSSI. Alasan pembentukan KN adalah FIFA menganggap PSSI tidak kredibel. Keputusan FIFA segaris dengan keputusan pemerintah yang tak mengakui PSSI di bawah kepemimpinan Nurdin Halid dan Sekretaris Jenderal Nugraha Besoes.

Yang masih menarik dibahas adalah keputusan FIFA mendukung keputusan Komite Banding (KB) bentukan PSSI yang menganulir empat bakal calon, yakni Nurdin Halid, Nirwan Bakrie, George Toisutta, dan Arifin Panigoro. Keputusan ini layak diperdebatkan karena KB itu tidak dibentuk PSSI lewat kongres, dan KB adalah bagian dari karut-marut kepengurusan Nurdin.

Kalau memang pengguguran keempat nama itu berdasarkan Statuta FIFA, sangat kuat legalitasnya. Namun, ketika itu didasarkan pada keputusan KB, ini adalah bagian dari kerja Komite Normalisasi (KN) untuk meluruskan kesalahan dan kekeliruan tersebut. Jika kita merujuk ke Statuta FIFA, dari empat nama di atas, hanya Nurdin Halid yang gugur mengingat ia tersangkut pasal kriminal. Sementara Nirwan Bakrie, George Toistutta, dan Arifin Panigoro berhak maju. Ketiga sosok tersebut masih sangat pantas diadu dalam kongres nanti karena telah memperlihatkan komitmen kuat.

Dengan tidak mengurangi rasa hormat sedikit pun kepada Agum Gumelar karena Agum memiliki kapasitas dan kredibel berada di KN, saya juga perlu mengingatkan bahwa Agum sangat akomodatif. Selain merupakan kelebihan, aspek itu juga kelemahannya selama ini.

Dengan demikian, bukan tak mungkin Agum akan kembali merangkul PSSI dalam kerja KN menuju kongres. Untuk itu, saya perlu mengingatkan bahwa Agum harus memperlihatkan komitmen yang tinggi dalam semua keputusan KN nantinya.

Masyarakat pencinta sepak bola di Tanah Air tidak ingin melihat kegagalan dan kesalahan kedua Agum setelah ia melakukan blunder dengan mengakomodasi PSSI di Kongres Sepak Bola Nasional (KSN) di Malang, Jawa Timur, tahun 2010.

Keberadaan Joko Driyono dalam tim KN paling tinggi menimbulkan resistensi. Mengapa? Joko adalah bagian dari Liga Super saat ini. Saya kenal dekat Joko secara pribadi dan ia sosok yang berkomitmen tinggi membangun sepak bola Indonesia. Akan tetapi, di balik komitmen tinggi itu, Joko tidak bekerja sendirian.

Ia berada di bawah kendali ”tangan-tangan” lebih kuat sehingga untuk alasan tersebut, saya sangat meragukan Joko bisa bekerja jujur, terutama dalam membahas Liga Primer Indonesia (LPI).

Sebagai pengawas Sebagai Komite Eksekutif PSSI saat ini, KN sebetulnya bisa mengambil jalur pintas menuju kongres sebelum 21 Mei 2011. Jalan pintas itu adalah dengan mendukung kerja Komite Pemilihan (KP) dan KB bentukan kongres Pekanbaru, Riau, bulan lalu. KN cukup bertindak sebagai pengawas—dan ini sesuai dengan Pasal 31 Statuta FIFA—terhadap rencana 78 anggota yang akan menggelar kongres di Surabaya, 29 April nanti.

Statuta FIFA Pasal 31 Ayat 2: The Executive Committee shall convene an extraordinary congress if 2/3 (two-thirds) of the members of PSSI make such a request in writing. The request shall specify the items for the agenda. An extraordinary congress shall be held within three months of receipt of the request. If an extraordinary congress is not convened, the members who requested it may convene the congress themselves. As a last resort, the members may request assistence from FIFA. Terjemahan bebasnya: ”Komite Eksekutif akan mengadakan kongres luar biasa apabila diminta secara tertulis oleh dua per tiga anggota PSSI. Permintaan itu harus mencantumkan agenda yang akan dibicarakan. Kongres luar biasa harus diadakan dalam waktu 3 (tiga) bulan setelah permintaan tersebut diterima. Jika kongres luar biasa tidak diterima, anggota dapat menggelar kongres sendiri. Sebagai usaha terakhir, anggota dapat meminta bantuan FIFA untuk hadir dalam kongres.”

KN tinggal melengkapi kekurangan-kekurangan KP dan KB saat ini sehingga akan tercipta sebuah kongres yang berlangsung jujur, transparan, dan dapat diterima. Bagaimanapun, sebanyak 78 anggota pemegang suara memiliki legitimasi kuat untuk menggelar kongres. Kedaulatan tertinggi ada di tangan anggota sehingga KN sebaiknya mendengar dan menampung aspirasi mereka.

Apa pun keputusan yang diambil KN, termasuk mendukung keputusan kongres Pekanbaru tentu akan diterima FIFA. Mengapa? Karena FIFA jelas tidak mungkin menganulir keputusan KN yang mereka bentuk sendiri