Showing posts with label Tanpa. Show all posts
Showing posts with label Tanpa. Show all posts

Friday, November 25, 2011

Hadapi Jerman, Belanda Tanpa Van Persie

Penyerang tim nasional Belanda Robin van Persie berhasil mencetak empat gol (quad-trick) ke gawang San Marino, Jumat (2/9/2011).

AMSTERDAM, KOMPAS.com — Pelatih tim nasional Belanda, Bert van Maarwijk, mengumumkan, striker Robin van Persie tak akan bisa tampil saat timnya menghadapi Jerman pada laga persahabatan, Selasa (15/11/2011). Hal ini sesuai dengan kesepakatan pihak Belanda dengan Arsenal.

Sebenarnya Van Maarwijk berharap bisa menurunkan striker andalan Arsenal tersebut dalam laga melawan Jerman. Namun, karena sudah terikat janji dengan Manajer Arsenal Arsene Wenger, Van Maarwijk tak bisa berbuat banyak.

Seperti dilaporkan media Inggris, Wenger sepakat untuk melepas Van Persie ke timnas Belanda dengan satu syarat. Van Persie hanya boleh membela Belanda dalam satu pertandingan persahabatan. Ini untuk menjaga kondisi sang pemain agar tetap bugar. Arsenal tak mau mengambil risiko ujung tombaknya tersebut mengalami cedera.

Belanda menjadwalkan dua laga uji coba di jeda internasional kali ini. Satu melawan Swiss, sementara satu lagi melawan Jerman. Van Persie sudah turun melawan Swiss. Artinya, dia tak boleh bermain melawan Jerman.

"Wenger bertanya, apakah saya bisa untuk tidak memainkan Robin (Van Persie) pada dua laga persahabatan. Saya melakukan pertemuan yang baik dengan Wenger dan kami mencapai kesepakatan bahwa dia (Van Persie) hanya akan bermain pada hari Jumat (melawan Swiss). Setelah itu, kami akan mengirimnya kembali ke klub," kata Van Maarwijk kepada The Sunday Mirror.

Friday, November 18, 2011

Spanyol Sambangi Inggris Tanpa Pedro-Negredo

Pelatih tim nasional Spanyol, Vicente Del Bosque.

LONDON, KOMPAS.com — Pelatih tim nasional Spanyol, Vicente Del Bosque, membawa pemain-pemain terbaiknya untuk pertandingan persahabatan melawan Inggris di Wembley, Sabtu (12/11/2011).

Ada dua pemain yang tidak masuk skuad tersebut, yaitu penyerang Sevilla, Alvaro Negredo, dan penyerang Barcelona, Pedro. Keduanya absen karena cedera. Untuk mengisi tempat mereka, Del Bosque memanggil pemain sayap, Jesus Navas, dan bek sayap Malaga, Nacho Monreal.

"Navas dan Monreal kami masukkan karena telah bersama kami sebelumnya dan mereka bermain dengan baik. Dalam pencarian pemain sayap, tak ada waktu yang lebih baik selain saat ini untuk memanggil Monreal," ujar Del Bosque.

"Untuk Jesus Navas, ia telah bersama kami, telah bermain dengan baik, dan kami melihatnya berada dalam kondisi fisik yang baik untuk masuk tim ini," tambahnya.

Berikut ini adalah susunan pemain Spanyol yang dibawa Del Bosque untuk menghadapi Inggris.

Kiper: Iker Casillas, Pepe Victor Valdes, Pepe Reina.

Bek: Sergio Ramos, Alvaro Arbeloa, Carles Puyol, Gerard Pique, Jordi Alba, Raul Albiol, Nacho Monreal.

Gelandang: Xavi, Xabi Alonso, Sergio Busquets, Santi Cazotla, Martinez, Cesc Fabregas, Andres Iniesta, David Silva, Juan Mata, Jesus Navas.

Penyerang: David Villa, Fernando Torres, Fernando Llorente.

Tuesday, November 1, 2011

Lawan Lille, Inter Mungkin Tanpa Maicon

Bek Inter Milan, Douglas Maicon.

MILAN, KOMPAS.com - Bek Inter Milan, Maicon, mengalami cedera pada paha kiri dan kemungkinan tidak bisa bermain pada laga Liga Champions melawan Lille, di Giuseppe Meazza, Rabu (2/11/2011).

Maicon mengalami cedera itu pada akhir pertandingan Serie-A melawan Juventus, Sabtu (29/10/2011). Ia telah menjalani tes medis, tetapi belum ada pernyataan resmi dari Inter soal berapa lama ia akan menjalani pemulihan.

Namun, menurut Football Italia, cedera seperti itu biasanya membutuhkan masa pemulihan selama dua sampai tiga pekan. 

Sunday, May 22, 2011

Milan Tanpa Gol, Udinese ke Champions

Striker AC Milan, Alexandre Pato (kiri).

UDINE, KOMPAS.com — AC Milan dan Udinese bermain imbang tanpa gol pada pertandingan Serie-A pekan ke-38 di Stadion Friuli, Minggu (22/5/2011). Hasil itu membuat Udinese finis di peringkat keempat dengan 66 poin.

Kedua kubu bermain terbuka dari bertukar ancaman sejak menit awal. Setelah tembakan Kevin-Prince Boateng pada menit ketiga dimentahkan Samir Handanovic, Udinese membalas melalui Mauricio Isla dan Gokhan Inler pada menit ketujuh dan kesembilan, yang semuanya meleset dari sasaran.

Dua menit kemudian, Milan mengancam melalui eksekusi Clarence Seedorf, yang tidak tepat sasaran. Udinese membalas itu dengan dua tembakan jarak jauh Antonio Di Natale pada menit ke-14 dan ke-18. Sementara usaha pertamanya diblok, eksekusi kedua darinya membentur tiang gawang.

Memasuki menit ke-30, Milan semakin konsisten menciptakan peluang, sementara Udinese menurun. Sayangnya, perbaikan performa tak diikuti oleh peruntungan bagus sehingga, meski tidak kebobolan, Milan gagal mengungguli Udinese.

Milan mendapatkan peluang gol lebih dulu pada babak kedua, dari Pato (50), Antonio Cassano (52), dan Urby Emanuelson (52). Sementara eksekusi Emanuelson meleset, tembakan Pato dan Cassano diblok Handanovic.

Selepas menit ke-55, Udinese mulai mendesak. Serangkaian peluang pun tercipta. Namun, nasib baik tampaknya belum menyertai usaha mereka.

Peluang terbaik pertama adalah hadiah penalti, yang diberikan setelah Clarense Seedorf melanggar Alexis Sanchez pada menit ke-74. Namun, eksekusi yang dipercayakan kepada Antonio Di Natale bisa digagalkan Marco Amelia.

Peluang bagus berikutnya yang gagal membuahkan gol adalah tembakan jarak jauh Gokhan Inler pada menit ke-77. Setelah membentur mistar gawang, bola mengenai tiang kanan, kemudian dibuang oleh pemain Milan.

Milan baru bisa mengatasi tekanan itu saat pertandingan memasuki menit ke-80. Dengan permainan penguasaan bola, Milan bisa mengurangi agresivitas Udinese dan menciptakan tekanan.

Namun, meski konsisten menghindari ancaman, Milan gagal mencetak gol sampai peluit berbunyi panjang.

Susunan pemain

Udinese: Samir Handanovic; Christian Zapata, Maurizio Domizzi, Medhi Benatia; Kadwo Asamoah, Giampiero Pinzi, Gokhan Inler, Pablo Armero, Mauricio Isla; Antonio Di Natale, Alexis Sanchez

Milan: Marco Amelia (Flavio Roma 87); Mario Yepes, Thiago Silva, Didac, Ignazio Abate; Mark van Bommel (Urby Emanuelson 45), Kevin Prince-Boateng, Clarence Seedorf, Mathieu Flamini; Antonio Cassano, Pato (Robinho 72)

Wasit: Paolo Tagliavento

Sunday, April 10, 2011

Barca Lawat Donetsk tanpa Puyol-Iniesta

Manajer Barcelona Josep "Pep" Guardiola.

BARCELONA, KOMPAS.com - Berikut ini 20 pemain Barcelona yang akan dibawa pelatih Josep "Pep" Guardiola untuk pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions melawan Shakhtar Donetsk, Selasa (12/4/2011), seperti diumumkan pelatih Josep "Pep" Guardiola, Minggu (10/4/2011).

Barcelona akan tampil tanpa gelandang Andres Iniesta karena skorsing akumulasi kartu kuning. Selain itu, kapten Carles Puyol, penyerang Bojan Krkic, dan Eric Abidal absen karena cedera.

Barcelona menyambangi Donetsk dengan bekal kemenangan 5-1 pada leg kedua. Dengan begitu, Barcelona bakal tetap melaju ke semifinal asal tidak sampai kalah lebih dari 0-3 pada leg kedua nanti. (GL)

Kiper: Victor Valdes, Jose Manuel Pinto, Oier

Bek: Dani Alves, Gerard Pique, Adriano, Maxwell, Gabriel Milito, Andreu Fontas

Gelandang: Xavi Hernandez, Javier Mascherano, Sergio Busquets, Ibrahim Afellay, Seydou Keita, Jonathan di Santos, Thiago Alcantara

Penyerang: David Villa, Lionel Messi, Pedro, Jeffren Suarez

Monday, February 28, 2011

Barcelona: Mainan Tanpa Baterai, Boneka Kempis

Penyerang Arsenal, Robin van Persie (kiri) menjebol gawang Barcelona, pada leg pertama 16 besar Liga Champions, di Emirates, Rabu (16/2/2011).

MADRID, KOMPAS.com - Pertandingan leg kedua 16 besar Liga Champions antara Barcelona dan Arsenal baru akan digelar 8 Maret mendatang. Namun, pemerhati sepak bola Spanyol tak sabar menunggu sampai saat itu untuk mengkritik penampilan Barcelona pada leg pertama, yang berujung kekalahan 1-2, Rabu (16/2/2011).

Bermain di Emirates, Barcelona unggul lebih dulu melalui David Villa pada menit ke-28. Setelah itu, mereka mendominasi pertandingan namun nyaris tak menciptakan peluang berarti.

Meski tertekan, Arsenal membalik keadaan melalui gol Robin van Persie (78) dan  Andrei Arshavin (83). Baru setelah gol Arshavin, Barcelona menambah tekanan. Mereka kemudian berhasil menciptakan setidaknya tiga ancaman berarti. Namun, skor 2-1 untuk tuan rumah tak berubah sampai peluit berbunyi panjang.

Ada sejumlah evaluasi dari para pengamat, tetapi yang digarisbawahi paling tebal adalah keputusan Josep Guardiola menarik David Villa dan menggantikannya dengan Seydou Keita pada menit ke-68.

"Di babak kedua, Barcelona tidak cemerlang dan tidak cair. Mainan tanpa baterai. Tim ini seperti boneka kempis. Messi tampak kehilangan sentuhan dinamitnya dan Iniesta, si manusia malang, tampak seperti berjalan dalam tidur. Barcelona dalam krisis. Itulah kenyataannya," tulis Julian Ruiz di El Mundo.

Kolega Ruis, Paco Cabezas, memberikan penilaian lebih berimbang. Ia mengatakan, Arsenal pantas menang, tetapi sangat terbantu oleh kesalahan Guardiola.

"Sekreatif apa pun Anda dan sebaik apa pun Anda bermain, tim besar dibentuk oleh kemenangan dan kekalahan. Arsene Wenger tahu ini sangat baik setelah enam musim tak mengecap gelar. Sekarang, Guardiola mendapat pengalaman serupa di London," ujar Cabezas.

"Arsenal memaksa diri mereka sendiri pada pertandingan ini dan saya pikir menang secara adil berkat ketahanan mereka dan inisiatif Jack Wilshere. Di sisi lain, Guardiola menggantikan Villa dengan Keita, di saat seharusnya tim menyerang ketimbang bertahan. Sebuah keputusan fatal dari Pep," tambahnya.

Menambahkan itu, Lluis Mascaro, dalam tulisannya di Sport, menyebut sejumlah keputusan wasit Nicola Rizzoli telah mencegah Barcelona meraih poin penuh.

"Ketidakberuntungan bisa dijadikan alasan untuk kekalahan ini. Namun, ada gol sah yang dianulir serta hak penalti yang tidak diberikan. Argumen ini terdengar seperti permintaan dimaklumi, tapi tidak begitu," ujar Mascaro.

"Realitas lain adalah Guardiola melakukan kesalahan ketika memasukkan Keita untuk menggantikan Villa. Itu adalah pertandingan yang seharusnya bisa mereka menangkan dengan skor 3-0. Sungguh memalukan," lanjutnya.

Kolumnis AS, Santi Gimenes menyebut Barcelona kalah karena semangat juang mereka tidak setinggi kualitas bermain.

"Ada duia tim yang sama-sama harus menguasai bola untuk bisa memainkan gaya mereka. Masalahnya, di sana hanya ada satu bola dan pertanyaan yang muncul, salah satunya, adalah bagaimana mengakhiri dilema ini," terang Gimenes.

"Secara umum, dilema itu terurai seperti ini: Barcelona menguasai bola tetapi tanpa semangat kuat atau keyakinan layaknya tim yang terluka. Dan, satu orang Inggris yang terluka sangat berbahaya. Ia tahu bagaimana membalas. Pada akhirnya, kekuatan mengalahkan teknik. Barcelona memberi pelajaran teknik kepada Arsenal sampai menit ke-65 dan setelahnya Arsenal memberi pelajaran soal kekuatan," tambahnya.

Harian terkemuka Spanyol, El Pais, juga ikut memberikan pandangan.

"Sekalipun gol Arsenal muncul setelah tertinggal, mereka bermain dengan baik dan melakukan usaha bangkit yang menarik, dengan sepak bola yang dinamis dan hidup," ulas mereka.

"Anak-anak Wenger menjadi pesepak bola yang lebih baik dan lebih baik lagi. Mereka jelas sangat menghormati Barcelona, yang pada pertandingan itu lebih banyak bermain untuk formalitas dan kurang berambisi, atau setidaknya menjadi lebih mudah diserang dan kurang menekan," tandasnya. (TEL)

Tuesday, February 22, 2011

Liverpool Lebih Baik Tanpa Torres

LIVERPOOL, KOMPAS.com - Bek Liverpool, Jamie Carrgaher, klub tak akan mendapat manfaat maksimal dari pemain yang sudah tak berkomitmen penuh, sehebat apa pun pemain tersebut, dan dengan begitu klub akan lebih baik tanpa pemain tersebut karena sepak bola bukan permainan individual.

Hal tersebut berkaitan dengan pindahnya Fernando Torres dari Liverpool ke Chelsea, 31 Januari lalu. Sesuai pemberitaan di Inggris, selain karena adanya tawaran dari Chelsea, Torres dijual karena pemain itu mengajukan permintaa dijual.

"Bagi kami, aku pikir, mungkin lebih baik Fernando pergi, jika ia tidak seratus persen berkomitmen kepada kami. Ini juga mungkin pilihan terbaik bagi (pemain yang sudah setengah hati) di mana pun," ujar Carragher.

"Aku pikir, (kemungkinan Torres pindah) sudah muncul sejak musim panas lalu. Kami selalu merasa bahwa Torres akan pergi pada titik tertentu pada musim ini atau mungkin akhir musim ini," tambahnya.

Menurut media-media Inggris, Torres dijual dengan harga 50 juta poundsterling atau sekitar Rp 723 miliar. Dari hasil penjualan itu, Liverpool mendatangkan Luis Suarez dari Ajax dan Cany Carroll dari Newcastle United. (MIR)

Penulis: Tjatur Wiharyo   |   Editor: Tjatur Wiharyo   |   Loading...

Friday, January 14, 2011

Tanpa Champions, Lampard Ogah Pensiun

LONDON, KOMPAS.com - Gelandang Chelsea, Frank Lampard, menilai trofi Liga Champions adalah gelar terbaik dan ia belum mencicipi itu. Ia pun mengatakan tak berpikir soal pensiun, sampai mengangkat trofi itu bersama Chelsea.

"Aku telah memenangkan segalanya bersama Chelsea, kecuali Liga Champions. Tahun 2008 kami berhasil mencapai final dan sudah sangat dekat menjuarai Liga Champions, namun, semuanya sirna dalam hitungan menit. Sekarang aku tidak ingin gagal lagi, aku tidak akan pensiun sebelum mendapatkan tropi itu," ujar Lampard kepada Chelsea TV.

"Aku tidak pernah memulai musim yang baru tanpa memikirkan keluar sebagai juara Premier League. Aku pikir Premier League adalah prioritas utama bagiku. Namun, menjuarai Liga Champions tetaplah impianku."

"Aku percaya kunci untuk menjuarai Liga Champions adalah bermain konsisten dan selalu tampil prima, jika semua pemain melakukan hal tersebut maka aku yakin musim ini kami akan membawa trofi tersebut ke Stamford Bridge," tuntasnya.

Lampard sebenarnya nyaris mencicipi manisnya trofi Liga Champions pada tahun 2008. Saat itu, mereka melaju ke final dan bertemu Manchester United. Mereka kalah dalam adu penalti, setelah babak normal berakhir imbang 1-1.(CHE)

Penulis: David Andhika   |   Editor: Tjatur Wiharyo   |   Loading...