Wednesday, March 2, 2011

Wenger: Ditahan Orient, Arsenal Bakal Capek

Manajer Arsenal, Arsene Wenger.

LONDON, KOMPAS.com - Manajer Arsenal, Arsene Wenger, mengaku menyesali hasil imbang 1-1 yang diraih timnya saat melawan Leyton Orient pada laga putaran kelima Piala FA, di Stadion Matchroom, Minggu (20/2/2011). Pasalnya, dengan begitu Arsenal harus melakoni tanding ulang dan itu menambah padatnya jadwal mereka.

Melawan Orient, Wenger memainkan sepuluh pemain berbeda dari skuad yang mengandaskan Barcelona 2-1, pada leg pertama 16 besar Liga Champions, Rabu (16/2/2011).

Dengan perubahan besar itu, Arsenal mampu unggul lebih dulu melalui Tomas Rosicky pada menit ke-53. Namun, semenit sebelum bubaran, tuan rumah mampu menyamakan kedudukan melalui Jonathan Tehoue.

"Kami telah bermain dengan sikap yang benar. Anda harus memberikan pujian kepada Leyton Orient, karena mereka tak pernah menyerah dan berjuang sangat keras," ujar Wenger.

"Selama Anda tak mencetak gol kedua, hal seperti itu bisa terjadi. Secara umum, itu mengecewakan. Namun, kami masih ada dalam kompetisi itu dan akan (melakoni tanding ulang) di kandang. Hal terpenting adalah lolos,"

"Hal paling negatif dari hasil tersebut adalah bertambahnya satu pertandingan dalam jadwal kami dan dengan keadaan sekarang, bukan itu yang kami butuhkan," tuturnya.  

Belum diketahui kapan pertandingan ulang akan digelar. Namun, menurut Telegraph, pertandingan ulang kemungkinan akan digelar pada 2 Maret mendatang.

Jika betul begitu, hingga tanggal 8 Maret mendatang, Arsenal akan melakoni lima pertandingan yaitu laga Premier League melawan Stoke City (23/2), Birmingham (27/2), Sunderland (5/3), Piala FA melawan Orient (2/3), dan leg kedua 16 besar Liga Champions melawan Barcelona (8/3/). (TEL)

Setyo Agung: PSSI Ganjal Calon dari Luar

Arteria Dahlan, Spohar Maru Hutagalung, Tri Media Panjaitan, Syarif Basalamah, Syarifudin Suding, Gusti Randa, dan Hamka B Kadi, dari tim verifikasi bakal calon anggota komite eksekutif, ketua, dan wakil ketua PSSI, mengumumkan hasil verifikasi individu yang lolos dalam ketiga kategori tersebut, di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Sabtu (19/2/2011). Hasil verifikasi tersebut dinilai kontroversial karena hanya meloloskan Nurdin Halid dan Nirwan D Bakrie sebagai calon Ketua PSSI, serta menendang calon lainnya yaitu George Toisutta dan Arifin Panigoro.

SEMARANG, KOMPAS.com - Pengamat sepak bola Semarang, Setyo Agung Nugroho, menilai, ada upaya dari PSSI untuk mengganjal calon ketua umum dari luar induk organisasi olahraga sepak bola di Tanah Air tersebut.

"Saya tidak tahu persis aturan dalam pemilihan ketua umum, tetapi saya melihat ada aroma dari PSSI untuk melanggengkan kekuasaan dari pengurus yang sudah ada," katanya di Semarang, Minggu (20/2/2011) petang, ketika dimintai pendapatnya soal hasil verifikasi calon Ketua Umum PSSI periode 2011-2015.

Seharusnya, kata mantan Manajer Tim PSIS Semarang tersebut, semua calon yang masuk dibiarkan bergabung dan nantinya peserta kongres yang akan menentukan sendiri siapa yang layak sebagai calon ketua umum periode empat tahun mendatang.

"Kalau dalam kongres ternyata ada yang kalah, tentunya kemenangan yang dicapai calon itu secara elegan karena berdasarkan hati nurani peserta kongres. Bukan seperti sekarang ini, mau maju sudah diganjal dengan aturan yang seperti itu," katanya.

Menurut dia, majunya keempat calon dalam bursa calon ketua umum induk organisasi sepak bola di Tanah Air ini tentunya dengan niat untuk memperbaiki citra sepak bola, terutama berkaitan dengan prestasi yang dicapai tim nasional dalam beberapa event internasional sekarang ini.

Masyarakat sepak bola Indonesia, kata dia, tidak mengerti dengan statuta dari PSSI, yang mereka inginkan adalah prestasi dan citra sepak bola Indonesia lebih bagus dari apa yang dicapai selama ini.

"Mereka (masyarakat) itu tidak ’mudeng’ dengan statuta PSSI, yang mereka harapkan sangat simpel yaitu sepak bola Indonesia bisa lebih baik dari sekarang ini," katanya.

Hasil verifikasi calon Ketua Umum PSSI periode 2011-2015 yang dipimpin Ketua Komite Pemilihan, Syarif Bastaman, disebutkan bahwa calon yang lolos hanya Nurdin Halid dan Nirwan Dermawan Bakrie. Sedangkan dua calon lainnya tidak lolos, yaitu George Toisutta dan Arifin Panigoro.

Seperti diwartakan sebelumnya, Nurdin Halid dan Nirwan D Bakrie lolos verifikasi yang dilakukan oleh Komite Pemilihan dan berhak maju dalam Konggres Empat Tahunan PSSI yang rencananya digelar di Pan Pasific Nirwana Resort Bali, 26 Maret mendatang.

Dengan lolosnya kedua calon ini, maka peluang untuk terjadinya perubahan di tubuh PSSI tertutup karena dua calon yang lain, yaitu George Toisutta dan Arifin Panigoro, dinyatakan gagal dalam verifikasi.

"Kalau menurut saya, biarkan semua calon bertarung di kongres. Soal siapa yang menang tentunya itulah yang terbaik untuk memajukan sepak bola di Tanah Air ini," kata Setyo Agung Nugroho.

Kemudian, kata dia, calon yang menang tentunya akan menggandeng berbagai pihak untuk memajukan sepak bola Indonesia. (ANT)

Bepe: Kurniawan Striker Terbaik Indonesia

Jonathan Pandapotan/Kompas.comMantan striker tim nasional Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, yang kini resmi membela Tangerang Wolves.

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah sebelumnya Kurniawan Dwi Yulianto yang memuji Bambang Pamungkas, kini giliran Bepe yang balik memuji Kurniawan atau "Si Kurus". Menurut Bepe, Kurniawan adalah striker terbaik Indonesia sepanjang masa.

Sudah menjadi rahasia umum kalau masyarakat Indonesia selalu bertanya-tanya siapa yang lebih hebat antara Bepe dan Kurniawan. Keduanya kerap diperbandingkan, baik dari segi prestasi maupun torehan gol di timnas. Ini karena kedua pemain itu merupakan ikon sepak bola Indonesia pada eranya masing-masing.

Dari sisi produktivitas gol, berdasarkan data Wikipedia, Bepe masih lebih baik dengan torehan 38 gol sepanjang kariernya di timnas. Adapun Kurniawan telah melesatkan 31 gol. Namun, dalam hal rata-rata gol, "Si Kurus" berada di posisi terdepan. Torehan 31 gol ia ciptakan dalam 60 pertandingan, sementara Bepe menjaringkan 38 gol dari 85 penampilan.

Sebelumnya, Kurniawan memuji Bepe sebagai pemain hebat yang layak dijadikan panutan. "Saya respek sekali ke dia karena dia itu pemain besar. Dia juga mampu me-manage dirinya menjadi bintang dan itu yang harus dilakukan pemain kita. Kita juga harus berkaca ke dia," tutur Kurniawan kepada Kompas.com, Kamis (17/2/2011).

Kini, giliran Bepe yang balik memuji Kurniawan melalui akun twitter resminya. "Kurniawan D.J adalah striker terbaik Indonesia sepanjang masa," tulis Bepe dalam akun twitter-nya @bepe20.

Dari segi prestasi di level klub, keduanya seimbang. Baik Bepe maupun Kurniawan telah mengantar klub mereka masing-masing menjadi juara. Bepe membawa Persija Jakarta juara pada tahun 2001 dan Selangor FC pada tahun 2005. Sementara "Si Kurus" membawa PSM Makassar juara pada musim 2000, dan Persebaya Surabaya pada tahun 2004.

Safee Ternyata "Wong Jowo"

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOPesepak bola asal Malaysia, Safee Sali (tengah) sesaat sebelum mengikuti sesi latihan di Kompleks POR Pelita Jaya, Sawangan, Depok, Kamis (17/2/2011). Safee Sali, striker timnas Malaysia resmi memperkuat Pelita Jaya.

JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia bukanlah sesuatu yang asing bagi penyerang tim nasional Malaysia yang juga penyerang anyar Pelita Jaya, Mohd Safee Sali. Sebab, ternyata ia masih memiliki hubungan darah dengan Indonesia, lebih tepatnya orang Jawa (Wong Jowo).

Hal itu diungkapkan ayah Safee, Mohamid Sali. Kepada Kompas.com, Mohamid yang tengah menemani Safee menjalani latihan perdana bersama Pelita di POR Pelita Jaya, Sawangan, Depok, Kamis (17/2/2011) pagi, membeberkan, Safee memiliki nenek moyang orang Jawa.

"Kakek-kakek saya dulu berasal dari Medan atau Jawa. Kakek saya berasal dari Jawa. Sementara kakek istri saya, kemungkinan dari Medan, juga keturunan Jawa. Bapak saya Jawa. Ma pun Jawa. Namun, semua sudah meninggal. Dulu kami gunakan bahasa Jawa di rumah. Saya rugi anak-anak saya tidak pandai bahasa Jawa," papar Mohamid yang mengaku fasih berbahasa Jawa.

"Nenek moyang saya berasal dari sini. Orangtua saya bisa ngomong Jawa. Saya tak bisalah. Darah Indonesia ada dalam darah daging saya juga," tutur Safee Sali.

Keputusan Safee berlabuh di Pelita Jaya tidak terlepas dari adanya keterikatan emosi dengan Indonesia. Bahkan, ia tidak menampik, bermain di Indonesia merupakan salah satu impian top scorer Piala AFF 2010 itu.

"Impian saya bermain di luar daripada Malaysia terutama di Indonesia. Bagi saya bermain di Indonesia merupakan penghargaan yang bagus. Saya pun boleh menjalankan persahabatan dengan Indonesia," beber penyerang berusia 27 tahun itu.

Terlepas dari itu, safee memiliki misi mulia di balik keputusannya bermain di Indonesia. Pemain yang telah dikarunia dua putri tersebut berharap kedatangannya bisa meningkatkan hubungan persahabatan antara Indonesia dan Malaysia.

Porto Taklukkan Sevilla di Kandang

SEVILLA, KOMPAS.com — Meski bermain di kandang sendiri, Ramon Sanchez Pijzuan, Sevilla harus menerima kenyataan takluk 1-2 dari lawannya, FC Porto, pada laga pertama babak 32 besar Liga Europa, Kamis atau Jumat (18/2/2011). Gol dari pemain pengganti, Fredy Guarin, menjadi gol penentu kemenangan Porto dalam laga ini.

Kekalahan tersebut membuat langkah Sevilla untuk lolos ke babak berikutnya terbilang berat. Mereka wajib menang 2-3 atau dengan selisih dua gol saat bertandang ke kandang Porto, Stadion Do Dragao, 23 Februari mendatang.

Pada babak pertama, Sevilla lebih menguasai bola dengan 55 persen, sementara Porto hanya 45 persen. Namun, bisa dikatakan, kekuatan kedua tim imbang.

Sevilla baru mendapat kesempatan pada menit ke-20. Bola hasil tendangan Luis Fabiano masih bisa disapu bersih oleh bek Porto, Cristian Sapunaru. Semenit berselang, giliran kiper Porto, Helton, yang menyelamatkan gawangnya dari bola hasil sepak pojok gelandang Sevilla, Jesus Navas.

Sementara itu, peluang terbaik Porto didapatkan Hulk pada menit ke-24. Sayang, bola tandukan pemain asal Brasil tersebut masih bisa ditepis oleh kiper Sevilla, Andreas Palop.

Pada menit ke-37, giliran Helton yang berusaha keras menepis bola tendangan dari pemain Sevilla, Diego Perotti.

Pada babak kedua, Porto yang berhasil mencetak gol lebih dulu. Umpan dari James Rodriguez dari sisi kanan disambar Hulk yang diteruskan oleh Rolando dengan tandukan pada menit ke-59. Palop pun tak berdaya. Skor 1-0 untuk Porto.

Namun, Sevilla langsung membalas pada enam menit kemudian. Memanfaatkan umpan Ivan Rakitic, Frederic Kanoute berhasil menanduk bola dan memperdaya Helton.

Pada menit ke-74, Hulk kembali mengancam. Namun, kali ini bola tandukannya masih bisa diselamatkan Palop. Selang semenit, Palop kembali menyelamatkan gawangnya. Kali ini ancaman datang dari Rolando yang memanfaatkan sepak pojok.

Sevilla balik menyerang. Pada menit ke-80, bola hasil tendangan kaki kiri Martin Caceres masih bisa ditangkap dengan baik oleh Helton.

Porto kembali unggul pada menit ke 85. Pemain pengganti Fredy Guarin melepaskan tembakan keras dari jarak 20 kaki. Palop yang berusaha bereaksi tak mampu menahan lajunya bola.

Gol Guarin menjadi gol terakhir di pertandingan ini.

Susunan pemain
Sevilla:
Andrés Palop, Fernando Navarro, Ortega Sergio Sanchez,  Federico Julian Fazio, Martin Caceres, Jesús Navas,  Ivan Rakitic (Ndric Romaric 78), Diego Perotti (Diego Capel 88), Gary Medel, Frederic Kanouté, Luis Fabiano (Alvaro Negredo 76)

FC Porto: Da Silva Arruda Helton, Jorge Ciro Perdomo Fucile, Cristian Sapunaru, Jorge Pires da Fonseca Rolando, Nicolás Otamendi, João Moutinho, James Rodriguez, Francisco Reges Fernando, Fernando Daniel Belluschi (Alvaro Pereira 87), Silvestre Manuel Goncalves Varela (Fredy Guarin 69), Givaldinho Hulk

Penulis: Wirawan Kusuma   |   Editor: Tjatur Wiharyo   |   Loading...

Tuesday, March 1, 2011

"Anak Mama", Main Bola Hingga Malam

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOPesepak bola asal Malaysia, Safee Sali memberi tanda tangan pada bocah-bocah pengemarnya usai sesi latihan di Kompleks POR Pelita Jaya, Sawangan, Depok, Kamis (17/2/2011). Safee Sali, striker timnas Malaysia resmi memperkuat Pelita Jaya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sepertinya tidak ada yang meremehkan kualitas seorang penyerang sekaliber Safee Sali. Ketajaman dan keterampilannya dalam mengolah bola, dan pergerakkan yang luar biasa ketika berada di lapangan, tidak heran membuat penyerang anyar Pelita Jaya itu tergolong striker yang mematikan.

Julukan "Super Safee" tentu tidak terlalu berlebihan. Lihat saja bagaimana namanya selalu menjadi pencetak gol terbanyak. Terakhir, Safee menjadi pencetak gol terbanyak di Piala AFF 2010. Tiga dari total lima gol yang dikemasnya di ajang tersebut, dicetaknya ke gawang Indonesia pada babak final.

Namun siapa nyana, Safee yang terlihat menakutkan itu, ternyata pribadi yang rendah hati, tapi punya tekad yang sangat kuat. Dia juga tipe "anak mama" dalam arti sangat patuh kepada ibunya. Hal itu tampak ketika Kompas.com menyaksikan latihan perdana Safee bersama Pelita di POR Pelita Jaya, Sawangan, Depok, Kamis (17/2/2011) pagi.

Tanpa canggung, penyerang berusia 27 tahun itu langsung berbaur dengan rekan-rekannya. Ia tak sungkan menyapa pemain yang jauh lebih muda daripada dirinya sebagaimana dia menyapa Jajang Mulyana atau pemain lainnya. Safee benar-benar menanggalkan status bintang. Lalu, bagaimana pandangan orang-orang terdekat mengenai Safee?

"Dia anak yang berjayalah. Kata orang dia telah membangkitkan nama Malaysia. Safee punya kemauan sendiri bermain bola. Masa dulu dia bermain pagi dan petang. Masa dulu rumah memang dekat dengan padang. Tak cukup dia main pagi-petang, dia malam pun main sampai barang-barang dalam rumah pecah. Tapi, sekejap saya marah, sekejap pula saya sambung manis. Itulah orang tidak sangka hidup masa ini. Memang dia hobi sangat bermain bola. Main di sini, dia mau naikkan klubnya. Nama Malaysia pun bagus, namanya pun bagus," kata Mohamid Sali, ayah Safee.

"Dia anak yang ikut kata Ibu. Dia lakukan apa yang Ibu cakap. Harapan Ibu, dia bisa membuat yang terbaik dan bisa memasukkan gol lebih banyak," ungkap Marifah, ibu Safee.

"Dia perhatian. Anak-anak memang rapat dengan dia. Kalau dia pergi jauh-jauh pasti dia video call. Safee juga orangnya pendiam sikitlah. Tak banyak cakap. Melihat orang juga tidak ke arah negatif," jelas Sabarina, istri Safee.

"Safee mempunyai sosok kalau di Malaysia serupa macam Muchtar Dahari pemain awal 80-an. Kalau di pentas internasional, dia sosoknya serupa macam Maradona. Cuma masing-masing punya gaya main sendiri. Dia orang amat berdisplin dan sangat sayang terhadap permainan bola sepak. Dia berani hal yang baru. Dia juga berani gamble (mengambil risiko, Red) demi kariernya. Dia memiliki ambisi yang tinggi dalam kariernya. Jadi, dia datang ke Indonesia sebagai langkah pertama untuk bermain di luar pada Malaysia meliput pengalaman. Isnya Allah, kalau ada rezeki dan perform bagus, kemungkinan dia akan pergi jauh lagi. Namun saat ini, dia hanya fokus untuk Pelita Jaya," beber Manajer Safee, Zakaria Rahim.

"Dia komit membimbing pemain-pemain yang muda. Komitmen ini jarang saya dengar dari mulut pemain asing. Saya juga berharap bahwa dia tunjukkan sikap rendah hati. Dia juga bilang mau membawa pemain-pemain muda ke atas. Saya belum pernah dengar kalimat ini. Saya dengar dari dia karena dia tahu Pelita diperkuat banyak pemain muda," ujar Manajer Pelita, Lula Mara.

Cedera, Kondisi Walcott Meragukan

Pemain sayap Arsenal, Theo Walcott, masih dalam kondisi cedera.

LONDON, KOMPAS.com - Manajer Arsenal, Arsene Wenger, menegaskan kondisi wingernya, Theo Walcott, masih meragukan. Wenger berharap Walcott sudah pulih dari cedera hamstring saat Arsenal menjalani laga babak kelima Piala FA melawan Leyton Orient, Minggu (21/2/2011).

Walcott mendapatkan cedera saat Arsenal menekuk Barcelona di leg pertama Liga Champions, Rabu atau Kamis (17/2/2011) dini hari WIB.

"Kami masih memiliki sedikit keraguan dengan cedera hamsring Walcott. Tapi, dia akan baik-baik saja," kata Wenger kepada Arsenal TV.

Wenger juga mengatakan, Johan Djourou tak akan tampil dalam laga nanti karena cedera punggung. Sementara Bacary Sagna dan Marouane Chamakh kemungkinan besar akan tampil.

"Djourou mengalami cedera punggung. Dia salah satu pemain yang tak akan tampil hari Minggu nanti," jelas Wenger.

"Sagna kembali dari sanksi tapi Abou Diaby masih harus absen karena sanksi. Sementara Chamakh akan kembali dalam tim," tambahnya.

Wenger kemungkinan akan melakukan rotasi dalam laga ini mengingat para pemainnya mengalami kelelahan usai menghadapi Barcelona. "Mungkin akan ada rotasi. Kita akan lihat apa yang akan saya lakukan. Kami bermain Minggu, Rabu, dan kemudian hari Minggu lagi. Tapi, di banyak kompetisi saya sudah menunjukkan percaya kepada semua pemain," tegasnya.