Friday, May 27, 2011

Evra: Nasri Mau Gelar? Ke MU Saja

Bek Manchester United, Patrice Evra.

MANCHESTER, KOMPAS.com Bek Manchester United (MU), Patrice Evra, merayu Samir Nasri, yang kini membela Arsenal, untuk bergabung bersama klubnya. Menurutnya, jika ingin meraih gelar, MU bisa memenuhi ambisi Nasri.

Nasri oleh media-media Inggris disinyalir ingin meninggalkan Emirates. Pasalnya, dia terus menolak semua tawaran perpanjangan kontrak yang diberikan "The Gunners". Situasi ini dipantau Evra. Ia tahu Nasri merupakan pemain ambisius yang haus gelar.

Sejak bergabung bersama Arsenal pada 2008, tak sekali pun Nasri mendapat trofi. Sebaliknya, Evra yang bergabung bersama MU sudah memenangkan 11 trofi bergengsi.

"Jika Samir datang, maka dia tahu tidak ada celah untuk membuat kesalahan. Setiap tahun Anda bermain untuk menang. Itu adalah budaya Manchester United," ungkap  Evra.

"Setiap tahun dijamin meraih sebuah gelar juara. Aku sudah berada di Manchester selama lima tahun dan aku tidak dapat mengingat berapa banyak trofi yang sudah aku menangkan. Apakah 13 atau 15?" katanya.

"Jadi, 'Pangeran Petit' (julukan Nasri), jika kamu ingin menjadi raja, tentunya kamu tahu ke mana harus pergi," pungkas Evra. (SUN)

Thursday, May 26, 2011

Bayern Tak Ambil Pusing soal Klose

MUENCHEN, KOMPAS.com Presiden Bayern Muenchen, Karl-Heinz Rummenigge, mengatakan, klubnya sudah tak ambil pusing soal Miroslav Klose. Kini Bayern menyerahkan semua keputusan kepadanya, apakah ingin bertahan atau tidak.

Kontrak Klose telah berakhir musim ini. Bayern sangat ingin memperpanjangnya. Namun, Klose hingga saat ini masih pikir-pikir karena ia juga memiliki beberapa tawaran dari klub lain. Rummenigge berharap, striker 32 tahun itu bisa segera memberi jawaban.

"Saya telah melakukan pertemuan dengan agennya pekan lalu. Pelatih baru, Jupp Heynckes, juga sudah satu kali bicara dengan Miroslav. Saya berharap dia dapat memberi tahu kami keputusannya pekan ini," seru Rummenigge kepada Der Welt.

Masalah jam terbang menjadi alasan utama Klose belum mengambil keputusan. Sudah menjadi rahasia umum kalau Klose sangat berhasrat membela tim nasional Jerman pada Piala Eropa 2012. Nah, untuk terpilih masuk skuad, Klose haruslah bermain reguler di klubnya.

Hal ini gagal ia dapatkan bersama "Der Bavarians" musim ini. Mantan pemain Werder Bremen itu kalah bersaing dengan Thomas Mueller dan Mario Gomez. Ada beberapa klub yang dikabarkan tertarik memakai jasa Klose, seperti Borussia Dortmund, Valencia, dan Hamburg.

Messi: Ini Barcelona Terbaik

Penyerang Barcelona, Lionel Messi.

BARCELONA, KOMPAS.com — Striker Barcelona, Lionel Messi, menilai, Barcelona saat ini adalah Barcelona terbaik sejak ia bergabung bersama klub Catalan tersebut.

Messi sudah cukup lama bermain bersama Xavi dan kawan-kawan. Ia pernah dilatih pelatih sekaliber Frank Rijkaard. Ia juga bermain bersama pemain-pemain kelas dunia macam Ronaldinho, Deco, Samuel Eto'o, Zlatan Ibrahimovic, dan David Villa.

"Ini pastinya adalah Barcelona terbaik yang pernah aku perkuat. Banyak pemain di tim ini yang juga bagian dari tim masa lalu. Namun, kami lebih dewasa dan berpengalaman. Kami pantas memenangkan gelar yang kami peroleh dan aku pikir Anda takkan melihat tim ini jatuh pada tahun-tahun mendatang," papar Pemain Terbaik Dunia tersebut.

Messi mengaku beruntung bisa masuk final Liga Champions lagi. Ini adalah final ketiganya. Sebelumnya, ia pernah membawa Barcelona juara pada 2006 dan 2009. "Bagiku, Liga Champions adalah turnamen terbaik yang bisa Anda mainkan, selain Piala Dunia. Turnamen ini memiliki pemain-pemain terbaik di dunia dan biasanya dua tim terbaik yang menembus final."

"Aku memiliki harapan besar pada laga final nanti. Aku semakin dewasa dan berpengalaman. Aku telah melalui banyak situasi sebelumnya dan sekarang aku lebih bijaksana ketika mengambil keputusan di lapangan. Aku tahu kemampuanku dan ini berarti banyak. Aku bermain dengan kepercayaan diri tinggi sekarang," pungkasnya. (GL)

Pemerintah Siap Bantu KN

JAKARTA, KOMPAS.com Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng mengaku, pemerintah siap membantu Komite Normalisasi (KN) jika pada akhirnya diberi kesempatan lagi oleh FIFA untuk mengelar kongres pasca-kongres 20 Mei. Andi menyebut, bantuan itu bisa saja berupa dana.

"Kalau diminta bantuan dana, pemerintah siap membantu. Namun jika PSSI masih mempunyai kas, ya itu yang akan dipakai," ujar Andi.

Tentunya, yang jadi fokus pertama adalah menghindarkan sepak bola nasional dari sanksi FIFA. Pasalnya, jika FIFA menjatuhkan sanksi, maka PSSI tak akan menggelar kongres lanjutan.

Pemerintah, kata Andi, terus berkomunikasi dengan semua pihak tentang bagaimana menciptakan cara jitu untuk mewujudkan hal itu. "Pemerintah terus berkomunikasi dengan pihak terkait, termasuk Duta Besar RI di Swiss (Djoko Susilo). Tentunya kita tak mau FIFA menjatuhlan sanksi untuk kita," ungkap Andi.

Abidal Rela Jual Mobil demi Membantu Anak-anak

Bek Barcelona, Eric Abidal.

SELAMAT dari serangan penyakit tumor hati membuat Eric Abidal lebih peka terhadap penderitaan yang dialami orang lain. Bek Barcelona itu semakin menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi dan aktif dalam kegiatan-kegiatan amal. Bahkan, ia rela menjual mobilnya untuk disumbangkan kepada rumah sakit dan asosiasi guna membantu anak-anak.  

Bek asal Perancis itu harus absen membela timnya selama lebih kurang dua bulan pascaoperasi tumor di hatinya. Abidal pun bersyukur bisa kembali bermain. Apalagi, ia kemungkinan besar juga akan tampil di pertandingan sepenting final Liga Champions pada akhir pekan ini. 

Seusai nyawanya terancam karena tumor, Abidal semakin sadar bahwa kemewahan tidak bisa membeli sebuah kesehatan, hiburan, atau kenyamanan. Maka, selagi masih sehat dan berpunya, dia ingin berbagi kepada siapa saja yang membutuhkan.

"Ketika sesuatu terjadi kepada Anda seperti yang terjadi pada diriku,  mobil-mobil ini tidak berguna. Lebih baik menjualnya dan uangnya diberikan kepada yayasan dan rumah sakit untuk digunakan membantu anak-anak," kata Abidal kepada Telegraph.

"Aku belajar banyak dari mereka. Mereka memberiku kekuatan," sambungnya. (TEL)

Messi Tak Gentar oleh Ambisi MU

BARCELONA, KOMPAS.com — Striker Barcelona, Lionel Messi, mengaku yakin, Manchester United (MU) bakal bermain habis-habisan melawan timnya, demi ambisi membalas kekalahan pada 2009. Meski demikian, Messi mengaku tak takut dan ia siap kembali mempermalukan Wayne Rooney dan kawan-kawan.

Barca dan MU bertemu pada final Liga Champions, dua tahun lalu, di Roma. Ketika itu, Barca keluar sebagai pemenang dengan skor 2-0. Messi menjadi salah satu aktor protagonis di laga itu dengan mencetak gol kedua.

Kini, kedua tim akan bentrok lagi pada final kompetisi yang sama di Wembley, London, Sabtu (28/5/2011). "Ini bisa menjadi laga spektakuler karena Manchester United cukup bermain dengan gaya yang terbuka. Mereka seperti Arsenal dan juga sedikit seperti kami," ucap Messi.

"MU adalah tim yang bagus, hampir sama dengan dua tahun lalu, minus Cristiano Ronaldo dan Carlos Tevez. Mereka memiliki banyak pemain bagus, dan mereka pasti ingin balas dendam," tambah pemain internasional Argentina tersebut.

Messi akan mendapat tantangan di laga itu. Ia kini telah mengoleksi lebih dari 50 gol di semua kompetisi. Membobol gawang MU, yang notabene memiliki salah satu pertahanan terbaik di Eropa, tentu akan menjadi kenikmatan tersendiri.

"Aku tak tahu apa yang akan terjadi. Semua skenario mungkin. Dalam sepak bola, segalanya bisa terjadi. Sekarang, aku akan melakukan apa pun untuk membantu tim menang dan aku harap usaha kami tak sia-sia," pungkasnya. (MIR)

Alonso: Liverpool Mengkhianatiku

MADRID, KOMPAS.com Setelah hampir 2 tahun berpisah, gelandang Real Madrid, Xabi Alonso, akhirnya mengungkapkan alasan dia meninggalkan Liverpool. Alonso mengaku sakit hati oleh sikap "The Reds" yang gencar mengejar Gareth Barry, padahal dia ketika itu masih setia bersama Liverpool.

Liverpool pada musim 2007-2008 memang mengejar tanda tangan Barry yang masih membela Aston Villa. Langkah ini sempat menjadi pertanyaan mengingat Liverpool sudah memiliki banyak gelandang tengah, seperti Steven Gerarrd, Alonso, dan juga Javier Mascherano. Ternyata, manajemen Liverpool memang ingin "mengorbankan" Alonso demi mendapat dana segar memboyong Barry.

"Pada akhir musim, aku berbicara dengan Rafael Benitez (Pelatih Liverpool saat itu). Dia mengatakan kepadaku situasinya dan ia ingin mendatangkan pemain lain, dan aku bisa menjadi salah satu yang diganti. Jika tawaran datang, maka mungkin aku telah dijual," beber Alonso.

"Saat itulah aku berkata pada diriku sendiri bahwa situasi telah berubah. Aku menerimanya karena aku seorang profesional. Namun, kita harus menyadari situasi. Pada akhirnya tak terjadi apa-apa (Liverpool gagal dapat Barry) karena tidak ada kesepakatan dan kami memulai musim terakhirku di Liverpool dengan mengetahui apa yang sudah terjadi," tambahnya.

Alonso mengaku frustrasi memulai musim 2008-2009 bersama Liverpool. Ia merasa sakit hati karena pengorbanannya mati-matian membawa Livepool juara Liga Champions, Piala Super Eropa, Piala FA, dan Community Shield, tak diperhitungkan manajemen klub.

"Aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada akhir musim (2008-2009). Namun, dengan mengetahui apa yang telah terjadi, aku merasa jika pilihan lain datang, maka aku harus mengambil langkah lain dalam karierku," ucapnya.

Pada akhirnya, tawaran dari Real Madrid datang dan Alonso memilih pindah karena sudah tak nyaman di Anfield. (LIV)