Showing posts with label Gelar. Show all posts
Showing posts with label Gelar. Show all posts

Tuesday, June 5, 2012

RvP Inginkan gelar Euro dan Liga Champions

Kapten Arsenal yang juga striker timnas Belanda, Robin van Persie.

WARSAWA, KOMPAS.com — Penyerang Belanda, Robin van Persie (RvP), berambisi menjuarai Piala Eropa (Euro) 2012. Setelah itu, ia juga ingin merasakan juara Liga Champions bersama klubnya.

Pemain berumur 28 tahun ini menolak bicara soal masa depannya, apakah akan tetap bersama Arsenal atau akan mencari klub baru yang sekiranya punya peluang juara Liga Champions. Sejauh ini ada beberapa klub besar yang tertarik kepadanya, di antaranya Manchester City dan Juventus.

Kepada Tuttosport, RvP mengatakan, "Juventus adalah tim hebat. Tapi, aku sudah punya persetujuan dengan Arsenal bahwa aku tak akan membicarakan tentang masa depanku."

"Apa yang bisa kukatakan adalah, perhatian utamaku adalah di Piala Eropa 2012 dan aku ingin menjuarainya. Kemudian, aku ingin menjuarai Liga Champions. Aku tak pernah merasa sekuat seperti sekarang dan aku hanya ingin terus memenangkan gelar. Saat ini, semua yang ingin kulakukan adalah fokus ke Piala Eropa. Nanti akan ada waktu untuk membicarakan masalah lain," tegasnya.

RvP musim lalu meraih gelar Pemain Terbaik pilihan pemain dan penulis sepak bola, setelah menjadi top scorer Premier League dengan mencetak 30 gol. Dia juga membantu Arsenal menempati posisi ketiga klasemen akhir sehingga musim depan tampil di Liga Champions. Terakhir, dia mencetak dua gol untuk membawa Belanda menang 6-0 atas Irlandia Utara pada partai uji coba menjelang Euro 2012.

Friday, August 12, 2011

Sneijder Ingin Menangkan Gelar demi Fans Inter

Gelandang Inter Milan, Wesley Sneijder.

BEIJING, KOMPAS.com - Gelandang Inter Milan, Wesley Sneijder, mengaku tak sabar untuk segera bermain di Piala Super Italia melawan AC Milan, Sabtu (6/8/2011), di Beijing, China. Ia pun menargetkan kemenangan yang akan dipersembahkan untuk fans mereka di China.

"Bermain di Piala Super Italia di Beijing akan menarik dan ini akan sangat menyenangkan. Ini derbi, jadi akan menjadi laga yang hebat," ujar Sneijder.

"Aku senang berada di sini (China). Aku menyukai negara ini dan juga orang yang ada di sini. Melihat gairah yang ada di sini, ini akan jadi motivator kami untuk memenangkan laga demi fans kami di sini," sambungnya.

Ia menambahkan, "Aku pesepak bola dan memiliki banyak tujuan. Aku ingin menang karena aku menikmatinya. Sabtu nanti adalah tantangan besar pertama (bagi kami) di musim ini."

Sneijder sendiri sempat diisukan tak akan tampil dalam laga ini. Pemain asal Belanda ini dilaporkan berselisih dengan sang pelatih, Gian Piero Gasperini. Namun, ia membantah hal tersebut.

"Gasperini melakukan pekerjaannya dengan baik dan membuat beberapa perubahan. Kami semua dalam kondisi baik dan akan memainkan permainan kami," kata Sneijder. (GL)

Friday, May 27, 2011

Evra: Nasri Mau Gelar? Ke MU Saja

Bek Manchester United, Patrice Evra.

MANCHESTER, KOMPAS.com Bek Manchester United (MU), Patrice Evra, merayu Samir Nasri, yang kini membela Arsenal, untuk bergabung bersama klubnya. Menurutnya, jika ingin meraih gelar, MU bisa memenuhi ambisi Nasri.

Nasri oleh media-media Inggris disinyalir ingin meninggalkan Emirates. Pasalnya, dia terus menolak semua tawaran perpanjangan kontrak yang diberikan "The Gunners". Situasi ini dipantau Evra. Ia tahu Nasri merupakan pemain ambisius yang haus gelar.

Sejak bergabung bersama Arsenal pada 2008, tak sekali pun Nasri mendapat trofi. Sebaliknya, Evra yang bergabung bersama MU sudah memenangkan 11 trofi bergengsi.

"Jika Samir datang, maka dia tahu tidak ada celah untuk membuat kesalahan. Setiap tahun Anda bermain untuk menang. Itu adalah budaya Manchester United," ungkap  Evra.

"Setiap tahun dijamin meraih sebuah gelar juara. Aku sudah berada di Manchester selama lima tahun dan aku tidak dapat mengingat berapa banyak trofi yang sudah aku menangkan. Apakah 13 atau 15?" katanya.

"Jadi, 'Pangeran Petit' (julukan Nasri), jika kamu ingin menjadi raja, tentunya kamu tahu ke mana harus pergi," pungkas Evra. (SUN)

Monday, May 23, 2011

Ferguson: Gelar Ke-19 Lain Rasanya

Manajer Manchester United Alex Ferguson memegang trofi Premier League 2010-2011, usai pertandingan pekan ke-38, melawan Blackpool, di Old Trafford, Minggu (22/5/2011).

MANCHESTER, KOMPAS.com — Manajer Manchester United Alex Ferguson menilai, gelar Premier League 2010-2011, yang merupakan gelar ke-19 bagi klub ini, berbeda dari sebelumnya. Pasalnya, dengan gelar itu, Manchester United menjadi tim terbaik di Inggris.

Hal itu disampaikan setelah Manchester United (MU) melakoni pertandingan terakhir musim 2010-2011, yaitu melawan Blackpool, di Old Trafford. MU menang dengan skor 4-2. MU pun mengakhiri musim dengan 80 poin atau unggul sembilan angka dari Chelsea di tempat kedua.

"Ini istimewa, terutama karena kami telah memenangi gelar lebih banyak dari yang lain di negeri ini. Ini adalah sejarah dan hebat untuk tradisi klub ini. Saya sangat senang," ujar Ferguson.

"Para pemain telah bermain sangat bagus. Ada etos kerja luar biasa di tim ini. Saya pikir, mereka pantas meraih gelar karena ada banyak penampilan hebat."

"Saya telah menghapus anggapan bahwa Manchester United ini tidak hebat. Merupakan prestasi hebat menjuarai liga ini."

"Saya pikir target kami adalah melakukan yang terbaik. Ya, kami telah mengalami sejumlah pertandingan tandang mengecewakan, tetapi performa kandang kami fantastis.

"Hari ini kami mendapat empat gol, sebelumnya kami membuat tujuh gol saat menjamu Blackburn, dan lima gol saat menjamu Birmingham. Kami juga telah mengalahkan Chelsea, Liverpool, Arsenal, dan Tottenham di sini. Mereka tim top. Jadi, pencapaian ini cukup bagus."

"Ini sesuatu yang fantastis dan indah karena melibatkan semua suporter. Mereka merasa menjadi bagian dari hal ini dan sangat menikmati hari ini. Merupakan hal luar biasa melihat para pemain bersama keluarga dan anak-anak mereka."

"Saya pikir, mulai sekarang, ini harus menjadi permainan tim. Anda lihat Patrice Evra dan ia telah bermain paling sering, 46 dari 61 pertandingan. Hal tersebut menunjukkan kepada Anda mengenai persebaran pemain yang telah kami gunakan. Itu terjadi karena kami punya skuad yang bagus," paparnya. (MU)

Wednesday, May 18, 2011

Madrid Gelar Laga Amal untuk Lorca

Petugas kesehatan membagikan bantuan kepada warga Lorca, Spanyol, yang terpaksa menghabiskan malam di luar rumah mereka, Kamis (12/5) dini hari. Dua gempa bumi dalam waktu berdekatan mengguncang Spanyol bagian selatan sehari sebelumnya, menewaskan sedikitnya 10 orang dan mencederai puluhan warga lainnya. Pemerintah setempat mengatakan, sejumlah bangunan juga rusak parah karena gempa itu. Jumlah korban tewas adalah yang terbanyak dibanding gempa bumi sebelumnya di Spanyol dalam 50 tahun terakhir.

MURCIA, KOMPAS.com - Real Madrid akan menggalang dana untuk korban gempa bumi Lorca dengan menggelar pertandingan amal melawan tim dari Murcia yang akan dikapteni Antonio Camacho, di Stadion ueva Condomina, pada Rabu (18/5/2011).

Sebelum pertandingan, pemain Real Madrid akan mengunjungi daerah-daerah yang terdampak gempa.

"Kami terdorong untuk bisa membantu anak-anak yang membutuhkan. Skuad menyambut baik pertandingan amal yang akan kami mainkan di Murcia. Kami akan melakukan apa saja yang bisa kerjakan untuk membantu," ujar bek Sergio Ramos.

Gempa terjadi pada Rabu (11/5/2011) dan menurut pemberitaan di Spanyol, menewaskan sembilan orang. Biaya pemulihan diperkirakan mencapai 70 juta euro atau sekitar Rp 849 miliar. (RM)

Wednesday, May 11, 2011

Howard Webb Dapat Gelar MBE

Howard Webb memberikan kartu kuning kepada bek Belanda, Gregory van der Wiel (kanan) di final Piala Dunia, Minggu (11/7/2010).

LONDON, KOMPAS.com — Kerajaan Inggris menganugerahkan gelar kebangsawanan MBE kepada wasit Howard Webb atas pelayanannya kepada sepak bola.

"Ini menjadi akhir yang luar biasa dari tahun yang juga luar biasa. Saya sangat bangga menerima MBE dan saya berpikir itu juga menjadi milik Darren Cann dan Mike Mullarkey (asisten Webb). Ini merupakan penghargaan yang bagus untuk wasit di negeri ini," ujar Webb.

"Ketika mengawali karier sebagai wasit, saya tak pernah berpikir akan mendapatkan sesuatu seperti ini. Saya menerima ini atas nama orang-orang yang bekerja dengan saya."

Sejumlah prestasi Webb yang mengharumkan nama Inggris adalah ketika dipercaya memimpin sejumlah pertandingan penting, misalnya final Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, pertandingan pertama Piala Eropa 2008 Swiss-Austria, yaitu antara Austria dan Polandia, dan final Liga Champions 2010. (EPL/DM)

Barca Resmi Dapatkan Gelar Ke-21

Gelandang Barcelona, Seydou Keita, merayakan golnya ke gawang Levante, pada lanjutan Liga BBVA, Rabu (11/5/2011).

LEVANTE, KOMPAS.com — Barcelona akhirnya memastikan diri keluar sebagai juara Liga BBVA setelah bermain imbang 1-1 dengan Levante, Kamis (12/5/2011) dini hari WIB.

Tambahan satu angka ini memantapkan posisi Barca di puncak klasemen dengan 92 poin. Poin itu hanya bisa disamai oleh Real Madrid. Namun, Madrid kalah rekor pertemuan sehingga tak mungkin menggeser Barcelona.

Barcelona sebetulnya berpeluang mendapatkan tambahan lebih dari satu angka. Selain karena mendominasi pertandingan, mereka juga unggul lebih dulu melalui Seydou Keita, yang memanfaatkan umpan Xavi Hernandez pada menit ke-28.

Barcelona konsisten mempertahankan penguasaan bola. Namun, mereka kesulitan menemukan dan menciptakan peluang karena permainan Getafe yang semakin agresif.

Dalam sejumlah kesempatan, Levante juga mampu membangun serangan, yang salah satunya membuahkan gol penyama kedudukan dari Caiceido pada menit ke-41.

Gol bermula dari kesalahan Gerard Pique dan Valdes dalam mengantisipasi bola sehingga mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Felipe Caicedo.

Di babak kedua, Barca tetap memegang kendali. Bahkan, pada menit ke-58 Barca hampir unggul lewat aksi brilian Lionel Messi. Messi yang meliuk-liuk melewati lima pemain Levante sebenarnya sudah berhasil mengarahkan bola ke gawang. Sayang, bola masih enggan masuk karena membentur tiang gawang.

Barcelona terus mencoba. Namun, upaya Messi dan Ibrahim Afellay belum mampu menciptakan gol tambahan bagi timnya. Sementara Levante tak menghasilkan satu peluang pun di babak kedua ini.

Susunan pemain
Levante
: Gustavo Munua, Victoriano Nano, Sergio Ballesteros, Juanfran, Javi Venta, Miguel Pallardo (Gorka Larrea 81), Xavi Torres, Vicente Iborra de la Fuente, Xisco Nadal, Felipe Caicedo (Stuani 75), Valdo

Barcelona: Victor Valdes, Gerard Pique, Javier Mascherano, Eric Abidal (Fontas 62), Dani Alves, Sergio Busquets, Seydou Keita, Xavi, David Villa (Pedro 86), Lionel Messi, Ibrahim Afellay

Friday, April 29, 2011

Pazzini: Inter Kehilangan Gelar Sejak Awal

Penyerang Inter Milan, Giampaolo Pazzini (kanan).

MILAN, KOMPAS.com - Striker Inter Milan, Giampaolo Pazzini, mengatakan bahwa rekan-rekannya menilai bahwa kesempatan juara timnya sudah hilang sejak awal musim, saat Inter masih berada di bawah asuhan Rafael Benitez.

Saat masih ditangani Benitez, Inter memang mengalami awal yang sulit. Inter bahkan dinilai tak layak bersaing untuk menjadi juara setelah terlempar di papan tengah klasemen sementara Serie-A. Namun, setelah Benitez diganti Leonardo, Inter mulai tampil stabil dan berhasil bangkit kembali.

"Saya berbicara kepada rekan-rekanku (di Inter) dan aku bertanya kapan kesempatan untuk kami meraih scudetto hilang. Mereka pun mengatakan kami kehilangan kesempatan scudetto di awal musim ini. Dalam delapan atau sembilan pertandingan, kami hanya meraih 10 poin dari 24-27 poin yang tersedia," kata Pazzini kepada Inter Channel.

Pazzini mengaku bahwa timnya memang sempat bangkit dan menghidupkan kembali kesempatan untuk meraih juara. Tapi, peluang itu tertutup hanya dalam dua pertandingan saja.

"Kami berusaha untuk bangkit dengan menjadi tim yang kerja keras. Tapi, untuk melakukannya kami harus memenangkan setiap pertandingan. Kami tak sepenuhnya gagal, tapi pertandingan lawan Milan dan Schalke telah merusak musim kami," ujar Pazzini.

Ia menambahkan, "Performa kami meredup di saat yang menentukan dan kami tak bisa mengubahnya. Anda bisa melihat fakta itu saat pertandingan kami melawan Lecce (beberapa waktu lalu). Kami memang menang, tapi kami sangat kelelahan."

Saat ini, Inter berada di posisi kedua klasemen sementara dengan 66 poin. Mereka tertinggal delapan poin dari Milan yang menempati posisi puncak dengan 74 poin.

Saturday, January 29, 2011

Madrid Mau Semua Gelar

Gelandang Real Madrid, Esteban Granero.

MADRID, KOMPAS.com — Gelandang Real Madrid, Esteban Granero, mengatakan bahwa timnya membidik semua gelar yang tersedia, yakni Liga BBVA, Copa del Rey, dan Liga Champions. Granero menilai, ketiga kompetisi itu sama pentingnya dan Madrid bakal berjuang habis-habisan meraihnya.

Di ajang Liga BBVA, Madrid sedang bersaing ketat dengan Barca. "Los Blancos" bertengger di posisi kedua dengan 48 angka, terpaut empat poin dari Barcelona di puncak klasemen. Adapun di Copa del Rey, Madrid sudah berada di babak perempat final dengan kemenangan 3-1 pada leg pertama melawan Atletico Madrid, 13 Januari lalu.

"El Real" akan bertandang ke Vicente Calderon, Kamis (20/1/2011), untuk memperjuangkan tiket mereka ke semifinal. "Kami ingin memenangkan tiga kompetisi, salah satunya adalah Copa del Rey. Kami tak mendapat hasil baik dalam beberapa tahun terakhir di Copa del Rey, tapi kami serius tahun ini," kata Granero.

"Pada hari Kamis nanti kami memiliki kesempatan untuk lolos ke semifinal. Jika kami menang, hanya tinggal tiga kemenangan yang memisahkan kami dengan gelar juara. Fans di Vicente Calderon selalu merespons dengan baik untuk Atletico. Di sana adalah tempat yang sulit untuk bertanding. Real Madrid telah mendapat hasil baik di sana akhir-akhir ini, tetapi Copa del Rey selalu sulit. Kami tak memiliki keuntungan dan kami tahu ini takkan mudah jika kami tak bermain habis-habisan," tandasnya.

Sementara itu, di Liga Champions, Madrid telah sampai ke babak 16 besar. Karim Benzema dan kawan-kawan akan kembali berhadapan dengan Olympique Lyon yang menyingkirkan mereka tahun lalu di babak yang sama. Kedua tim bakal bentrok lagi bulan depan.

"Kami telah belajar banyak dari apa yang terjadi di masa lalu. Kami seharusnya memenangkan pertemuan tahun lalu, tapi kami gagal. Bagi kami yang berada di sana dan merasakan kegagalan itu, kami telah belajar dari kesalahan. Segalanya berbeda tahun ini dan kami menuju laga nanti dengan keyakinan. Lyon akan sulit, tapi aku yakin kami bisa menyingkirkan mereka jika kami terus melakukan apa yang kami lakukan saat ini," tuntas Granero. (COP)

Friday, January 21, 2011

Alasan Riedl Gelar Pelatnas Panjang

Pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl, menyatakan akan tetap menggelar training camp atau pelatnas jangka panjang sebagai persiapan timnas U-23 belaga di SEA Games 2011. Menurutnya, pemain akan lebih berkembang lewat training camp jangka panjang. Selain itu, buruknya kondisi fisik pemain membuat Riedl semakin mantap menggelar training camp jangka panjang.

Dalam seleksi tahap kedua pada hari terakhir, Kamis (13/1/2011), sekitar delapan pemain mengalami cedera. Kendala fisik juga dialami dua pemain keturunan Indonesia-Belanda, Ruben Wuarbanaran dan Vincent Partosoebroto. Ruben masih harus menjalani latihan terpisah karena belum pulih dari cedera lutut. Sementara Vincent mengeluh pusing dan dehidrasi di pertengahan latihan. Oleh karena itu, Riedl menilai training camp jangka panjang diperlukan agar pemain semakin lebih berkembang.

"Satu hal penting, saya lihat kami punya banyak pemain yang cedera, padahal hanya melakukan latihan yang biasa. Padahal, kami tidak melakukan latihan fisik, hanya melakukan latihan pertandingan biasa dan umpan-umpan biasa," ujarnya. 

"Kami punya sekitar delapan pemain yang punya masalah otot. Ini adalah tanda bagi saya bahwa kami membutuhkan training camp yang lebih lama. Mereka akan kesulitan hanya dengan melakukan pelatnas satu hingga dua pekan. Jadi, kami membutuhkan waktu latihan yang lama untuk menghadapi SEA Games. Jika tidak, menurut saya, kami tidak punya peluang menjuarai SEA Games," tutur Riedl setelah memimpin seleksi di Lapangan C, Kamis pagi.

Pelatnas jangka panjang rencananya akan digelar pada Maret hingga November mendatang. Dengan begitu, pemain yang mengikuti training camp jangka panjang otomatis tidak bisa memperkuat klubnya. Tentu saja, tidak sedikit klub yang menentang kebijakan tersebut.

"Saya mengerti klub menginginkan pemain mereka. Saya, secara pribadi, lebih mudah melepas pemain ke klub. Saya bisa pulang dan melihat pertandingan dari rumah dan tidak bekerja. Namun, saya ingin membawa mereka ke level yang lebih tinggi. Mereka tidak bisa mendapatkan level yang lebih tinggi di klub. Sebagian dari mereka datang ke sini dengan fisik yang buruk. Jadi ini adalah alasan kami membutuhkan training camp yang lebih lama," tegasnya.

Saturday, January 1, 2011

Wali Kota Sampai Lurah Diminta Gelar Nobar

Penonton pemilik tiket semenara yang akan menyaksikan laga semifinal Piala AFF Indonesia vs Filipina, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Selatan, Minggu (19/12/2010), menuntut janji panitia yang akan memberikan tiket resmi kepada para pemilik tiket sementara. Indonesia akan melawan Filipina dalam semifinal leg ke 2 Piala AFF, dengan modal kemenangan 1-0 pada leg pertama.

BOGOR, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto meminta agar panitia menambah layar lebar di sekitar Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada final leg kedua Indonesia melawan Malaysia, 29 Desember mendatang.

Dengan demikian, para calon penonton yang tak kebagian tiket dapat menonton jalannya pertandingan dari luar stadion.

"Sepuluh atau 12 (layar lebar) tidak apa-apa. Yang penting semua ikut menikmati," kata Djoko usai nonton bareng final leg pertama Piala AFF 2010 di kediaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Cikeas Indah, Bogor, Minggu (26/12/2010).

Masalah yang terjadi saat ini, kata Djoko, kapasitas tempat tak sebanding dengan banyaknya warga yang ingin menonton langsung final leg kedua.

Banyaknya layar lebar di luar stadion diharapkan dapat meminimalisir ricuh yang mungkin terjadi akibat warga kecewa karena tak kebagian tiket.

Di samping itu, Djoko juga berharap agar sebagian warga dapat menyaksikan final leg kedua di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing. Menko Polhukam berharap para wali kota, camat, kepala desa maupun lurah dapat menggelar acara nonton bareng atau nobar di lingkungannya masing-masing.