Showing posts with label Italia. Show all posts
Showing posts with label Italia. Show all posts

Friday, June 8, 2012

Italia Tak Gentar Hadapi Spanyol

Gelandang Juventus, Claudio Marchisio (kiri), merayakan golnya ke gawang Cesena, pada laga Serie-A, di Juventus Stadium, Minggu (4/12/2011).

ROMA, KOMPAS.com - Juara bertahan Spanyol memang akan menjadi lawan terberat Italia dalam babak penyisian Grup C Piala Eropa 2012. Akan tetapi, salah satu pemain "Gli Azzuri", Claudio Marchisio, menegaskan bahwatimnya tidak akan gentar menghadapi tim asuhan Vicente Del Bosque tersebut.

"Kami tidak takut siapa pun. Kami Italia, negara yang hebat. Kami akan bertemu juara Eropa (Spanyol) yang akan bermain dengan sepak bola indah di dunia. Tetapi, musim lalu kami berhasil menghentikan mereka (2-1 dalam laga persahabatan) dan kami akan bermain seperti itu lagi nanti," ujar Marchisio seperti dilansir Football Italia.

Marchisio menambahkan, dirinya juga tidak terlalu mengkhawatirkan hasil buruk pada Piala Dunia 2010 lalu. Dalam turnamen yang digelar di Afrika Selatan itu, Italia bahkan harus angkat koper lebih awal, karena tidak lolos dari Grup F.

"Kami seharusnya tidak perlu khawatir akan tereliminasi dari penyisihan grup. Kami harus tetap tenang, tanpa rasa takut terhadap apa yang terjadi di Piala Dunia 2010 lalu," kata gelandang Juventus ini.

Lebih lanjut, Marchisio berpendapat mengenai persiapan Italia yang sedikit terganggu oleh skandal "Calcioscommesse". Sejumlah pemain timnas Italia bahkan sempat terlibat dan tersangkut skandal tersebut, seperti Domenico Criscito, Leanardo Bonucci, dan Gianluigi Buffon.

"Memang hampir mustahil jika saat ini tidak membicarakan skandal itu. Yang menggangguku adalah tidak semua sepak bola di dunia seperti itu. Tetapi, di luar itu semua, kami adalah pemain profesional dan kami ingin membuat usaha besar untuk membawa Italia menjadi juara Eropa," tegasnya.

Tuesday, June 5, 2012

Marchisio: Italia Bisa Belajar dari Juventus

Gelandang Italia, Claudio Marchisio (depan), berebut bola dengan penyerang Rusia, Andrei Arshavin, pada laga persahabatan, di Zurich, 1 Juni 2012.

ROMA, KOMPAS.com — Juventus menjuarai Serie A 2011-2012 dengan rekor tak terkalahkan. Itu adalah gelar pertama mereka sejak promosi ke Serie A pada tahun 2007.

Pencapaian itu mengejutkan banyak orang. Selain karena tidak didukung pemain luar biasa dan pelatih berpengalaman, Juventus juga sempat mengalami inkonsistensi meraih tiga angka.

Menurut Claudio Marchisio, kasus Juventus itu tidak jauh berbeda dengan yang dialami Italia. Pada laga persahabatan terakhir sebelum putaran final Piala Eropa, Italia menyerah 0-3 kepada Rusia, 1 Juni lalu.

Gol-gol itu tidak terjadi semata-mata karena kemampuan Rusia, tetapi karena kesalahan lini belakang Italia. Mengingat di Piala Eropa nanti Italia berada satu grup dengan Spanyol, Irlandia, dan Kroasia, sejumlah kalangan pun menilai Italia tak bisa melangkah jauh, seperti ketika tersingkir di fase grup Piala Dunia 2010.

"Aku ingin menularkan rasa lapar dan kontinuitas Juventus ke tim nasional. (Juventus) memulai musim tanpa berpikir soal scudetto, bahkan tidak mengatakannya. Namun, kami berhasil meraih mimpi kami," ujar Marchisio.

"Kami akan melihat pakah kami setara dengan mereka (Spanyol). Tentu kami tak boleh takut kepada siapa pun. Kami tak boleh menghadapi Piala Eropa dengan rasa takut akan mengalami hal yang sama seperti di Afrika Selatan."

"Gianluigi Buffon dan Leonardo Bonucci? Mereka tenang dan mereka bisa menularkan sikap positif kepada tim," tuturnya.

Thursday, August 11, 2011

Wakil Inggris Lolos, Italia Tersingkir

KOMPAS.com - Dua wakil Inggris, Fulham dan Stoke City, memastikan diri lolos ke babak play off Liga Europa 2011-12. Sementara wakil Italia berguguran.

Fulham lolos setelah menyingkirkan wakil Kroasia, RNK Split, dengan agregat 2-0 setelah menang 2-0 di leg kedua babak ketiga kualifikasi Liga Europa, Kamis atau Jumat (5/8/2011) dini hari WIB. Stoke juga lolos dengan agregat yang sama setelah di leg kedua menang 1-0 atas klub Kroasia lainnya, Hadjuk Split

Sementara wakil Spanyol, Atletico Madrid, dengan menyakinkan lolos ke babak selanjutnya setelah unggul agregat 4-1 atas Stromsgodset dari Denmark.

Namun, tak semua tim unggulan berhasil lolos. Wakil Italia, Palermo, harus terhenti setelah tersingkir oleh wakil Swiss, Thun. Palermo kalah gol tandanng (agregat 3-3) setelah dalam leg kedua, di kandang Thun, hanya bermain seri 1-1. Sedangkan jagoan Jerman, Mainz 05, secara mengejutkan kalah adu penalti 3-4 dari wakil Rumania, Gaz Metan Medias.

Berikut hasil lengkap babak ketiga kualifikasi Liga Europa 2011-12: Mlada Boleslav vs AEK Larnaca 2-2 (Larnaca lolos dengan agregat 5-2) Varteks Varazdin vs Dinamo Bucuresti 1-2 (Bucuresti lolos dengan agregat 4-3) Aktobe vs Alania Vladikavkaz 1-1 (Alania lolos lewat adu penalti (4-2), agregat 2-2) Elfsborg vs Aalesund 1-1 (Aalesund lolos dengan agregat 5-1) FK Karabakh vs Club Brugge 1-0 (Club Brugge lolos dengan agregat 4-2) Stromsgodset vs Atletico Madrid 0-2 (Atletico lolos dengan agregat 4-1) Sligo Rovers vs Vorskla Poltava 0-2 (Vorskla lolos dengan agregat 2-0) Brondby vs Ried 4-2 (Ried lolos berkat keunggulan gol tandang, agregat 4-4) Dinamo Tbilisi vs Reykjavik 2-0 (Dinamo Tbilisi lolos dengan agregat 6-1) FK Senica vs Red Bull Salzburg 0-3 (Salzburg lolos dengan agregat 4-0) Gaz Metan Medias vs Mainz 1-1 (Gaz Metan Media lolos lewat adu penalti (4-3), agregat 2-2) Gomel vs Bursaspor 1-3 (Bursaspor lolos dengan agregat 5-2) Hacken vs Nacional 2-1 (Nacional lolos dengan agregat 4-2) Hajduk Split vs Stoke City 0-1 (Stoke lolos dengan agregat 2-0) Helsingborg vs Bnei Yehuda Tel Aviv 3-0 (Helsinborg lolos dengan agregat 3-1) Legia Warsaw vs Gaziantepspor 0-0 (Legia lolos dengan agregat 1-0) Rennes vs FC Metallurg Rustavi 2-0 (Rennes lolos dengan agregat 7-2) Trnava  vs Levski Sofia 2-1 (Trnava lolos lewat adu penalti (5-4), agreagt 3-3) Lokomotiv Sofia vs Slask Wroclaw 0-0 (Slask lolos lewat adu penalti (4-3), agregat 0-0) Maccabi Tel Aviv vs Zeljeznicar 6-0 (Maccabi lolos dengan agregat 8-0) Thun vs Palermo 1-1 (Thun lolos berkat keunggulan gol tandang, agregat 3-3) ADO Den Haag vs Omonia Nicosia 1-0 (Omonia lolos dengan agregat 3-1) Olymp. Volou vs Differdang03 3-0 (Volou lolos dengan agregat 6-0) PAOK Saloniki vs Valerenga Oslo 3-0 (PAOK lolos dengan agregat 5-0) Rabotnicki vs Anorthosis 1-2 (Rabotnicki lolos dengan agregat 3-2) Vaduz vs Hapoel Tel Aviv 2-1 (Hapoel lolos dengan agregat 5-2) Westerlo vs Young Boys Bern 0-2 (Young Boys lolos dengan agregat 5-1) Fulham vs Rnk split 2-0 (Fulham lolos dengan agregat 2-0) Jablonec vs AZ Alkmaar 1-1 (AZ lolos dengan agregat 3-1) Red Star Belgrade vs Ventspils 7-0 (Red Star lolos dengan agregat 9-1) Hearts vs Paks 4-1 (Heart lolos dengan agregat 5-2) St. Patricks vs Karpaty Lviv  1-3 (Karpaty Lviv lolos dengan agregat 5-1) FK Sarajevo vs Sparta Prague 0-2 (Sparta lolor dengan agregat 7-0) Austria Vienna vs Olimpija Ljubljana 3-2 (Austria Vienna lolos dengan agregat 4-3) Vitoria Guimaraes vs FC Midtjylland 2-1 (Vitoria lolos dengan agregat 2-1)

Wednesday, August 10, 2011

Inilah Skuad Italia Vs Spanyol

Cesare Prandelli (kanan).

ROMA, KOMPAS.com — Pelatih tim nasional sepak bola Italia, Cesare Prandelli, mengumumkan 24 pemain yang akan tampil dalam laga persahabatan melawan Spanyol di Bari, Rabu (10/8/2011).

Prandelli tetap memberikan kepercayaan kepada Mario Balotelli pada pertandingan nanti meskipun striker Manchester City sering bertindak kontroversial. Selain Balotelli, Prandelli memasukkan nama penyerang AC Milan, Antonio Cassano.

Prandelli juga memberikan kesempatan kepada dua pemain yang tampil di Serie-B. Mereka adalah bek Torino, Angelo Ogbonna, dan gelandang Sampdoria,  Angelo Palombo. Berikut skuad Italia:

Kiper: Buffon (Juventus), De Sanctis (Napoli), Sirigu (Paris Saint-Germain)

Bek: Balzaretti (Palermo), Bonucci (Juventus), Cassani (Palermo), Chiellini (Juventus), Criscito (Zenit St Petersburg), Maggio (Napoli), Ogbonna (Torino), Ranocchia (Inter)

Gelandang: Aquilani (Liverpool), De Rossi (Roma), Marchisio (Juventus), Montolivo (Fiorentina), Thiago Motta (Inter), Nocerino (Palermo), Palombo (Sampdoria), Pirlo (Juventus)

Penyerang: Balotelli (Manchester City), Cassano (Milan), Giovinco (Parma), Pazzini (Inter), Rossi (Villarreal).

Saturday, February 26, 2011

Klose Gol, Jerman Ungguli Italia

DORTMUND, KOMPAS.com - Tim nasional Jerman berhasil unggul 1-0 atas tim nasional Italia pada babak pertama laga persahabatan di Stadion Signal Iduna, Kamis (10/2/2011) dini hari WIB. Gol semata wayang "Der Panzer" dilesatkan Miroslav Klose di menit ke-16.

Pertandingan dibuka dengan tempo cepat. Kedua tim saling mamberikan pressing ketat. Tuan rumah lebih dulu menuai hasil melalui penyelesaian akurat Klose. Dari sisi kanan Thomas Mueller melakukan kerjasama satu-dua dengan Mesut Oezil.

Mueller yang kemudian lolos ke kotak penalti, langsung melepas umpan matang kepada Klose. Dan cukup dengan satu sentuhan, bomber Bayern Muenchen itu berhasil membungkam gawang Gianluigi Buffon.

Italia coba bangkit. Dipimpin gelandang Inter Milan, Thiago Motta, "Gli Azzurri" terus memberikan tekanan. Beberapa kali pergerakan Antonio Cassano dan Giampaolo Pazzini membuat pertahanan Jerman kalang kabut.

Peluang terbaik mereka lahir di menit ke-34 melalui tembakan keras Daniele De Rossi. Sial bagi Italia, usaha De Rossi berhasil dimentahkan kiper Manuel Neuer. Italia mengklaim tiga penalti di babak ini, akan tetapi semuanya tak digurbris wasit Eric Braamhar.

Susunan pemain Jerman: Manuel Neuer; Holger Badstuber, Per Mertesacker, Dennis Aogo, Philipp Lahm; Sami Khedira, Bastian Schweinsteiger, Lukas Podolski, Thomas Müller; Miroslav Klose, Mesut Özil

Italia: Gianluigi Buffon; Leonardo Bonucci, Andrea Ranocchia, Giorgio Chiellini, Mattia Cassani; Thiago Motta, Stefano Mauri, Daniele De Rossi, Riccardo Montolivo; Antonio Cassano, Giampaolo Pazzini

Penulis: Jonathan Pandapotan   |   Editor: Hery Prasetyo   |   Loading...

Thursday, February 24, 2011

Lawan Jerman, Italia Panggil 4 Debutan

Gelandang Inter Milan, Thiago Motta, untuk pertama kalinya akan memperkuat timnas Italia.

ROMA, KOMPAS.com - Pelatih tim nasional Italia, Cesare Prandelli, memanggil empat pemain debutan untuk dipersiapkan melawan Jerman di laga persahabatan, Rabu (9/2/2011). Pemain tersebut adalah gelandang Sebastian Giovinco (Parma), Thiago Motta (Inter Milan), Bek Davide Atzori (Cagliari), dan striker Alessandro Matri (Juventus).

Sementara itu, Gianluigi Buffon akan kembali tampil setelah lama absen karena cedera. Pertandingan ini juga menjadi tanda kembalinya beberapa pemain yang terlupakan seperti Stefano Mauri (Lazio), Antonio Cassano (AC MIlan), Christian Maggio (Napoli) dan Marco Borriello. (GL)

Berikut skuad Italia Kiper: Buffon (Juventus), Sirigu (Palermo), Viviano (Bologna);

Bek: Astori (Cagliari), Bonucci (Juventus), Cassani (Palermo), Criscito (Genoa), Chiellini (Juventus), Maggio (Napoli), Ranocchia (Inter);

Gelandang: Aquilani (Juventus), De Rossi (Roma), Giovinco (Parma), Mauri (Lazio), Montolivo (Fiorentina), Motta (Inter), Nocerino (Palermo), Palombo (Sampdoria);

Striker: Borriello (Roma), Cassano (Milan), Matri (Juventus), Pazzini (Inter), Rossi (Villarreal).

Friday, February 11, 2011

Palermo ke Semifinal Coppa Italia

Pemain Parma, Daniele Galloppa (kanan), menghadang pemain Palermo, Javier Pastore, dalam perempat final Coppa Italia. Palermo akhirnya menang 5-4 dalam adu penalti dan lolos ke semifinal.

PALERMO, KOMPAS.com - Palermo sukses ke babak semifinal Coppa Italia, setelah menekuk parma 5-4 dalam adu penalti, Selasa atau Rabu (26/1/2011) dini hari WIB. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 0-0. Di semifinal, Parma akan melawan pemenang pertandingan AC Milan versus Sampdoria.

Palermo mulai menekan sejak awal babak pertama. Hingga pertandingan memasuki menit ke-13, sudah empat peluang yang tercipta. Sayang penyelesaian akhir yang kurang baik membuat peluang tersebut terbuatng percuma. Parma mencoba bangkit. Tapi sayang, peluang dari Valery Bojinov dan Raffaele Paladino belum menemui sasaran.

Meski terus mengancam gawang lawan, kedua tim tetap tak mampu memecah kebuntuan. Hingga akhir babak pertama, kedudukan 0-0 tetap bertahan.

Di babak kedua keadaan tak berubah. Meski menciptakan peluang, baik Palermo dan Parma tak mampu mencetak gol ke gawang lawan.

Pelatih Parma, Pasquale Marino mencoba untuk meningkatkan daya serang pasukannya, mengganti Marques dengan Sebastian Giovinco. Valeri Bojinov yang kerap membuang peluang pun digantikan Hernan Crespo. Tapi, usahanya tetap tak membuahkan hasil.

Pertandingan pun harus dilanjutkan ke babak extratime. Tapi, kedua tim tetap tak mampu mencetak satu gol pun. Akhirnya hasil pertandingan harus ditentukan lewat  adu penalti.

Di babak tos-tosan ini, Palermo mampu menceploskan lima bola ke gawang Parma. Sedangkan satu pemain Parma gagal dalam tendangan penalti, hingga Palermo pun menang 5-4.

Susunan pemain:
Palermo:
Salvatore Sirigu; Mattia Cassani, Ezequiel Munoz, Cesare Bovo, Federico Balzaretti; Giulio Migliaccio, Armin Bacinovic, Antonio Nocerino; Josip Ilicic (Pajtim Kasami 90), Javier Pastore; Fabrizio Miccoli (Daniel Martinez 72)

Parma: Nicola Pavarini; Cristian Zaccardo, Massimo Paci, Alessandro Lucarelli, Francesco Modesto; Antonio Candreva, Stefano Morrone, Daniele Galloppa (Francesco Valiani); Raffaele Palladino, Valeri Bojinov (Hernan Crespo 78), Marques (Sebastian Giovinco 64)

Saturday, January 1, 2011

Benitez Tak Junjung Langit Italia

MILAN, KOMPAS.com - Legenda Inter Milan, Sandro Mazzola, menilai Rafael Benitez pelatih bagus. Bahwa kemudian ia dipecat dari Inter, itu karena ia tak menjunjung langit di atas tanah yang ia pijak.

Benitez menangani Inter akhir musim lalu, menggantikan Jose Mourinho. Sebelumnya, ia menghabiskan enam musim melatih Liverpool.

Belum lama ini, ia membawa Inter menjuarai Piala Dunia Antarklub. Setelah itu, ia meminta Inter membeli empat sampai lima pemain pada jendela transfer kedua, Januari mendatang.

Lebih jauh, Benitez mengatakan, jika Inter tak memenuhi itu, ia akan meminta agennya meninjau kembali kontrak kerja samanya dengan Inter.

Menurut media-media Italia, pernyataan itu membuat Presiden Inter, Massimo Moratti marah dan memutuskan memecat Benitez.

Mazzola mengaku mengerti, Benitez lama di Premier League, di mana pelatih biasa berdebat kusir di media dan klub tidak bertindak apa-apa, selama prestasi terjaga. Namun, di Italia, prestasi tak pernah cukup menjamin seseorang bisa bertahan lama.

"Saya pikir, Benitez pelatih bagus. Namun, ia tak mengerti dunia apa yang ia masuki. (Serie-A) berbeda dari sepak bola Inggris," ujar Mazzola.

"Seandainya ia (mendesak Moratti membelikannya pemain) beberapa hari setelah (menjuarai Piala Dunia Antarklub), posisinya menjadi benar. Meski begitu, tetap merupakan kesalahan menyampaikan hal seperti itu di muka publik (media)," tambahnya. (FBI)

Penulis: Tjatur Wiharyo   |   Editor: Tjatur Wiharyo   |   Loading...