Showing posts with label Semifinal. Show all posts
Showing posts with label Semifinal. Show all posts

Saturday, December 3, 2011

Taklukkan Blackburn, Cardiff ke Semifinal Piala Carling

Piala Carling.

CARDIFF, KOMPAS.com — Cardiff City sukses melangkah ke semifinal Piala Carling setelah pada perempat final, Selasa atau Rabu (30/11/2011) dini hari WIB, menundukkan Blackburn Rovers 2-0.

Meski klub dari Liga Championship (kasta kedua Liga Inggris), Cardiff justru tampil lebih baik. Sebaliknya, Blackburn Rovers yang merupakan penghuni Premier League (kasta utama Liga Inggris) langsung dibuat kewalahan.

Tekanan Cardiff itu akhirnya membuat Blackburn tak berkutik pada menit ke-19. Kenny Miller dengan baik melakukan tendangan kaki kiri dari jarak jauh, menaklukkan kiper Blackburn, Mark Bunn. Cardiff pun unggul 1-0.

Ini membuat Cardiff semakin bersemangat. Meski Blackburn berusaha bangkit, tetapi Cardiff meladeninya. Di babak kedua, Cardiff juga lebih dominan.

Pada menit ke-50, giliran Anthony Gerrard yang membobol gawang Blackburn. Bola tendangan kaki kanannya tak mampu dihalau Mark Bunn.

Unggul 2-0, Cardiff semakin percaya diri. Mereka pun sukses mempertahankan skor untuk memenangkan pertandingan 2-0, sekaligus melangkah ke semifinal.

Susunan Pemain
Cardiff City:
22-Tom Heaton; 2-Kevin McNaughton, 3-Andrew Taylor, 6-Anthony Gerrard, 25-Ben Turner, 8-Don Cowie, 7-Peter Whittingham, 11-Craig Conway (52-Joe Ralls 83), 17-Aron Gunnarsson, 4-Filip Kiss (37-Stephen McPhail 78), 9-Kenny Miller

Blackburn: 13-Mark Bunn; 5-Gael Givet, 16-Scott Dann, 31-Grant Hanley, 8-David Dunn, 12-Morten Gamst Pedersen, 14-Radosav Petrovic (20-Ruben Rochina 70), 35-Jason Lowe, 10-Mauro Formica, 22-Nick Blackman (30-Jason Roberts 80), 25-David Goodwillie (24-Yakubu Aiyegbeni 80)

Wednesday, November 30, 2011

Singkirkan Chelsea, Liverpool ke Semifinal

Para pemain Liverpool merayakan gol Maxi Rodriguez (dua dari kiri) ke gawang Chelsea, pada perempat final Piala Carling, Selasa atau Rabu (30/11/2011) dini hari WIB. Liverpool akhirnya menang 2-0 dan melaju ke babak semifinal.

LONDON, KOMPAS.com Liverpool berhasil lolos ke babak final Piala Carling setelah mengalahkan Chelsea 2-0 di Stamford Bridge, Selasa atau Rabu (30/11/2011) dini hari WIB.

Kedua pelatih sama-sama menurunkan beberapa pemain muda pada pertandingan ini. Di kubu Chelsea, Pelatih Andre Villas-Boas memberikan kesempatan kepada Ryan Bertrand, Orioul Romei, Joshua McEchran, dan Romelu Lukaku. Lukaku berduet dengan Fernando Torres di lini depan.

Di kubu Liverpool, Pelatih Kenny Dalglish memberikan kesempatan kepada Martin Kelly, Sebastian Coates, Jay Spearing, Craig Bellamy, dan Andrew Carroll sebagai starter.

Kedua tim cenderung bermain lambat semenjak menit-menit awal. Bahkan, tidak ada ancaman yang berbahaya yang dilepaskan kedua tim pada 15 menit pertama.

Liverpool lebih dulu memiliki kesempatan emas untuk unggul terlebih dulu. Jamie Carragher dan kawan-kawan mendapatkan hadiah penalti setelah Alex melakukan handsball di kotak terlarang pada menit ke-21. Sayang, eksekusi penalti yang dilakukan Andrew Carroll gagal menghasilkan gol. Tembakan Carroll yang diarahkan ke pojok kiri gawang berhasil diblok kiper Chelsea, Ross Turnbull.

Setelah itu, kedua tim masih terlihat kesulitan dalam membuat peluang. Serangan yang dibangun kedua tim kerap gagal. Situasi ini berlanjut hingga turun minum. Alhasil, kedua tim hanya mampu bermain imbang tanpa gol pada babak pertama.

Selepas turun minum, Chelsea memiliki peluang emas pada menit ke-54. Peluang berawal dari tendangan bebas Frank Lampard yang berhasil diteruskan Malouda. Sepakan gelandang asal Perancis itu malah membentur mistar. David Luiz berhasil menanduk bola. Sayang, tandukannya masih membentur tubuh Coates.

Namun, empat menit kemudian justru Chelsea yang dibuat merana setelah Liverpool berhasil unggul terlebih dulu berkat gol yang diciptakan Maxi Rodriguez. Dari serangan balik, Henderson melepaskan umpan terobosan kepada Bellamy. Bellamy kemudian melepaskan umpan silang yang langsung disambut Maxi dengan sepakan keras.

Belum sempat mencetak gol balasan, Chelsea kembali kebobolan oleh tandukan Martin Kelly pada menit ke-63.

Tertinggal 0-2, Villas-Boas terpaksa mengubah strateginya dengan memasukkan Nicolas Anelka dan Juan Mata.

Masuknya kedua pemain ini membuat serangan Chelsea semakin tajam. Anelka nyaris mencetak gol balasan pada menit ke-75. Meski Anelka sudah sendirian, langkahnya berhasil digagalkan oleh Reina yang begitu cepat keluar dari sarangnya.

Tidak lama kemudian, giliran Torres yang melapaskan ancaman. Sial bagi Chelsea, bola hasil tandukan Torres masih bisa diamankan Riena. Setelah itu, Chelsea masih mendominasi permainan. Namun, apa boleh buat, tidak ada satu pun peluang yang berhasil dikonversi menjadi gol sehingga Chelsea dipaksa menelan kekalahan 0-2. 


Susunan Pemain

Chelsea: Ross Turnbull; Bosingwa, Alex, Ryan Bertrand, David Luiz; Frank Lampard, Florent Malouda (Nicolas Anelka 64), Oriol Romeu, Joshua McEachran (Ramires 41); Fernando Torres, Romelu Lukaku (Juan Mata 64)

Liverpool:
Pepe Reina; Jamie Carragher, José Enrique, Martin Kelly, Sebastian Coates; Lucas, Maximiliano Rodriguez, Jay Spearing, Jordan Henderson; Craig Bellamy (Dirk Kuyt 79), Andrew Carroll

Thursday, November 24, 2011

Singkirkan Thailand, Indonesia Lolos ke Semifinal

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOPemain Indonesia, Partich Wanggai (kanan) berebut bola dengan pemain Thailand, Komkrit Cumsokcheak pada laga penyisihan Grup A cabang sepak bola SEA Games XXVI/2011 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (13/11/2011). Indonesia menang dengan skor 3-1.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim nasional Indonesia U-23 berhasil lolos ke semifinal setelah membungkam Thailand 3-1, Minggu (13/11/2011). Tambahan tiga poin membuat Indonesia kembali mengoleksi sembilan poin, sekaligus menyingkirkan tim sepak bola Thailand dari SEA Games.

Sebetulnya, kedua tim tampil memeragakan permainan cepat. Namun, malapateka menimpa Thailand. Tim besutan Prapol Pongpanich itu harus bermain sepeluh pemain setelah Theeraton Bunmathan mendaptkan akumulasi kartu kuning pada menit ke-13. Pemain bernomor punggung 15 tersebut diganjar kartu kuning kedua akibat menjatuhkan Andik Vermansyah saat melakukan penetrasi di sayap kanan.

Indonesia yang unggul jumlah pemain semakin terlihat mendominasi permainan. Bek Diego Michiels yang rajin melakukan pentrasi dari sayap kanan nyaris membobol gawang Thailand. Sayang tembakan Diego masih bisa digagalkan oleh kiper Thailand, Ukrit Wongmeema pada menit ke-16.

Meskipun demikian, Indonesia tidak dibiarkan leluasa bermain. Beberapa kali serangan yang dilancarkan Egi Melgiansyah dan kawan-kawan berhasil dipatahkan barisan pertahanan Thailand. Indonesia tak menyerah begitu saja. Mereka terus menjaga intensitas serangannya.

Akhirnya, perjuangan keras Indonesia membuahkan hasil berkat gol yang diciptakan Titus Bonai pada menit ke-33. Gol tersebut berawal dari umpan silang Hasim Kipuw setelah melakukan pentrasi di sektor kanan. Umpan tersebut langsung disambut Tibo dengan sundulan dan gol. Gol tersebut membuat Indonesia semakin menggila.

Dengan permainan cepat dan umpan satu-dua, Indonesia terus melancarkan serangan ke jantung pertahanan Thailand. Serangan Indonesia nyaris membuahkan hasil pada menit ke-39. Setelah menguasai bola, Tibo mengirimkan umpan terobosan kepada Andik. Melihat kiper Thailand maju, Andik langsung mengangkat bola. Sayang bola justru melayang di atas mistar Thailand.

Tidak ingin kehilangan momen, Indonesia terus membombardir pertahanan Thailand. Akan tetapi, tidak ada gol tambahan hingga turun minum.

Di awal babak kedua, Indonesia diganjar hukuman penalti setelah Abdurahman menjatuhkan Sarach Yooyen. Ronnachai Rangsiyo yang tampil sebagai eksekutor sukses menjaringkan bola pada menit ke-51. Kedudukan pun menjadi imbang 1-1. Namun hasil imbang tersebut hanya bertahan 12 menit. Indonesia kembali unggul 2-1 berkat gol yang diciptakan Patrich Wanggai memanfaatkan sepak pojok.

Indonesia pun semakin di atas angin, setelah  Thailand harus bermain sembilan pemain karena Ekkasit Chaobut mendapatkan akumulasi kartu kuning pada menit ke-65. Chaobut diganjar kartu kuning kedua akibat melanggar Andik.

Indonesia pun mampu memaksimalkanya. Ferdinand Sinaga berhasil mencetak gol di masa injury time. Berawal dari serangan balik, Wanggai mengirimkan umpan silang. Ferdinand menyambut umpan tersebut dan gol. Gol itu pun mengunci kemenangan Indonesia 3-1.

Susunan Pemain

Indonesia: 1- Kurnia Meiga; 13-Gunawan Dwi Cahyo, 28-Abdul Rahman, 15-Hasim Kipuw, 24-Diego Michiels; 8-Egi Melgiansyah, 26-Hendro Siswanto (Mahardiga Lasut 56); 21-Andik Vermansyah (Lucas Mandowen 87), 10-Octovianus Maniani (Ferdinand Sinaga 80), 27-Patrich Wanggai; 25-Titus Bonai

Thailand: 18-Ukrit Cumsokcheak; 3-Seeket Madputeh, 8-Sarach Yooyen, 9-Ronnachai Rangsiyo, 11- Isarapong Lilakorn, 12-Kroekrit Thawikan, 14-Natarid Thammroddodpon, 15- Theeraton Bunmathan, 16-Sutjarit Jantakol, 17-Pokklaw A-Nan, 20-Komkrit Cumsokcheak

Bungkam Thailand, Indonesia Lolos ke Semifinal

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOPemain Indonesia, Partich Wanggai (kanan) berebut bola dengan pemain Thailand, Komkrit Cumsokcheak pada laga penyisihan Grup A cabang sepak bola SEA Games XXVI/2011 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (13/11/2011). Indonesia menang dengan skor 3-1.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim nasional Indonesia U-23 berhasil lolos ke semifinal setelah membungkam Thailand 3-1, Minggu (13/11/2011). Tambahan tiga poin membuat Indonesia kembali mengoleksi sembilan poin, sekaligus menyingkirkan tim sepak bola Thailand dari SEA Games.

Sebetulnya, kedua tim tampil memeragakan permainan cepat. Namun, malapateka menimpa Thailand. Tim besutan Prapol Pongpanich itu harus bermain sepeluh pemain setelah Theeraton Bunmathan mendaptkan akumulasi kartu kuning pada menit ke-13. Pemain bernomor punggung 15 tersebut diganjar kartu kuning kedua akibat menjatuhkan Andik Vermansyah saat melakukan penetrasi di sayap kanan.

Indonesia yang unggul jumlah pemain semakin terlihat mendominasi permainan. Bek Diego Michiels yang rajin melakukan pentrasi dari sayap kanan nyaris membobol gawang Thailand. Sayang tembakan Diego masih bisa digagalkan oleh kiper Thailand, Ukrit Wongmeema pada menit ke-16.

Meskipun demikian, Indonesia tidak dibiarkan leluasa bermain. Beberapa kali serangan yang dilancarkan Egi Melgiansyah dan kawan-kawan berhasil dipatahkan barisan pertahanan Thailand. Indonesia tak menyerah begitu saja. Mereka terus menjaga intensitas serangannya.

Akhirnya, perjuangan keras Indonesia membuahkan hasil berkat gol yang diciptakan Titus Bonai pada menit ke-33. Gol tersebut berawal dari umpan silang Hasim Kipuw setelah melakukan pentrasi di sektor kanan. Umpan tersebut langsung disambut Tibo dengan sundulan dan gol. Gol tersebut membuat Indonesia semakin menggila.

Dengan permainan cepat dan umpan satu-dua, Indonesia terus melancarkan serangan ke jantung pertahanan Thailand. Serangan Indonesia nyaris membuahkan hasil pada menit ke-39. Setelah menguasai bola, Tibo mengirimkan umpan terobosan kepada Andik. Melihat kiper Thailand maju, Andik langsung mengangkat bola. Sayang bola justru melayang di atas mistar Thailand.

Tidak ingin kehilangan momen, Indonesia terus membombardir pertahanan Thailand. Akan tetapi, tidak ada gol tambahan hingga turun minum.

Di awal babak kedua, Indonesia diganjar hukuman penalti setelah Abdurahman menjatuhkan Sarach Yooyen. Ronnachai Rangsiyo yang tampil sebagai eksekutor sukses menjaringkan bola pada menit ke-51. Kedudukan pun menjadi imbang 1-1. Namun hasil imbang tersebut hanya bertahan 12 menit. Indonesia kembali unggul 2-1 berkat gol yang diciptakan Patrich Wanggai memanfaatkan sepak pojok.

Indonesia pun semakin di atas angin, setelah  Thailand harus bermain sembilan pemain karena Ekkasit Chaobut mendapatkan akumulasi kartu kuning pada menit ke-65. Chaobut diganjar kartu kuning kedua akibat melanggar Andik.

Indonesia pun mampu memaksimalkanya. Ferdinand Sinaga berhasil mencetak gol di masa injury time. Berawal dari serangan balik, Wanggai mengirimkan umpan silang. Ferdinand menyambut umpan tersebut dan gol. Gol itu pun mengunci kemenangan Indonesia 3-1.

Susunan Pemain

Indonesia: 1- Kurnia Meiga; 13-Gunawan Dwi Cahyo, 28-Abdul Rahman, 15-Hasim Kipuw, 24-Diego Michiels; 8-Egi Melgiansyah, 26-Hendro Siswanto (Mahardiga Lasut 56); 21-Andik Vermansyah (Lucas Mandowen 87), 10-Octovianus Maniani (Ferdinand Sinaga 80), 27-Patrich Wanggai; 25-Titus Bonai

Thailand: 18-Ukrit Cumsokcheak; 3-Seeket Madputeh, 8-Sarach Yooyen, 9-Ronnachai Rangsiyo, 11- Isarapong Lilakorn, 12-Kroekrit Thawikan, 14-Natarid Thammroddodpon, 15- Theeraton Bunmathan, 16-Sutjarit Jantakol, 17-Pokklaw A-Nan, 20-Komkrit Cumsokcheak

Sunday, July 17, 2011

Tekuk Cile, Venezuela ke Semifinal

Bek Venezuela, Oswaldo Vizcarrondo (kanan), seusai mencetak gol ke gawang Cile, Senin (18/7/2011) pagi WIB.

SAN JUAN, KOMPAS.com — Venezuela meneruskan kiprah gemilangnya di Copa Amerika 2011. "La Vinotinto" sukses melangkah ke semifinal setelah menekuk Cile 2-1 di Stadion del Bicentenario, San Juan, Senin (18/7/2011) pagi WIB. Di babak empat besar, Venezuela akan menantang Paraguay.

Venezuela merupakan kejutan utama di turnamen ini. Di babak penyisihan grup mereka mampu menahan imbang Brasil dan lolos sebagai runner up. Ini adalah pertama kalinya mereka lolos ke babak semifinal.

Laga Venezeula melawan Cile berjalan alot di babak pertama. Tempo permainan berjalan lambat. Meski demikian, Cile sempat mengancam di menit keempat melalui tembakan Alexis Sanchez. Sayangnya, bola dapat dipatahkan kiper Venezuela, Renny Vicente Vega.

"La Vinotinto" baru bisa mengancam balik di menit ke-34. Dari sisi kanan, Juan Fernando Arango melepas tendangan bebas akurat ke kotak penalti yang langsung ditanduk Oswaldo Vizcarrondo ke gawang Cile dan gol, 1-0 untuk Venezuela.

Cile tampil all out di paruh kedua. Mengandalkan duet Sanchez dan Humberto Suazo, "La Roja" terus menyerang Venezuela dari berbagai sudut. Suazo sempat melepas tembakan geledek di menit ke-53. Namun, apa daya, usahanya dimentahkan mistar gawang.

Meski gagal, Cile tak menyerah. Luis Antonio Jimenez dan kawan-kawan mengerahkan segala upaya untuk membongkar barikade pertahanan Venezuela. Usaha mereka akhirnya menuai sukses di menit ke-69. Dari sisi kanan, Sanchez melepas umpan datar yang langsung diteruskan Suazo dengan tendangan keras dan gol, 1-1.

Venezuela yang sedang berada dalam tekanan justru di luar dugaan mampu membalikkan keadaan. Sama seperti gol pertama, proses gol kedua Venezuela diawali dari tendangan bebas Arango. Tendangan bebas itu membuat kemelut di depan gawang Cile yang sukses dimanfaatkan Gabriel Cichero dengan kaki kirinya. Venezuela pun unggul 2-1 dan skor ini bertahan hingga laga usai. (*)

Susunan pemain Cile: Claudio Andrés Bravo; Pablo Contreras, Waldo Ponce, Gonzalo Jara (Esteban Paredes, 60), Carlos Carmona (Jorge Valdivia, 45), Luis Antonio Jiménez (Carlos Muñoz, 83), Arturo Vidal, Gary Medel, Mauricio Isla, Alexis Sánchez, Humberto Suazo Venezuela:  Renny Vicente Vega; Oswaldo Vizcarrondo, Grenddy Perozo, Roberto Rosales, Gabriel Cíchero, Juan Fernando Arango, Franklin Lucena, César González, Tomás Rincón, Giancarlos Maldonado (Luis Seijas 63), Miku (Salomon Rondon 59)

Saturday, April 16, 2011

PSV Tiga Gol dari Semifinal

EINDHOVEN, KOMPAS.com — PSV Eindhoven unggul 2-1 pada babak pertama saat menjamu Benfica di leg kedua perempat final Liga Europa, Kamis atau Jumat (15/4/2011) dini hari WIB. Mengingat kalah 1-4 di leg pertama, PSV masih butuh tiga gol tanpa kebobolan lagi pada babak kedua demi meraih tiket semifinal.

Dengan semangat luar biasa, PSV langsung menggempur tamunya. "Red White Army" pun tidak butuh waktu lama untuk membobol gawang lawannya. Pada menit ke-16, memanfaatkan umpan silang Jeremain Lens dari sayap kanan, Balazs Dzsudzsak langsung menyambut bola dengan sepakan keras yang bersarang ke tengah gawang.

Unggul 1-0, PSV yang dibesut Fred Rutten semakin tampil ngotot. Lihat saja bagaimana gawang Benfica kembali bergetar lewat gol yang diciptakan Jeremain Lens pada menit ke-25.

Menerima umpan terobosan, Lens melepaskan tembakan keras. Meskipun bola sempat ditepis Jimenez Roberto, Lens berhasil merebut bola sebelum akhirnya menyarangkannya ke gawang Benfica. Gol itu pun langsung disambut sukacita oleh ribuan pendukung PSV yang memadati Philipsstadion.

Tidak berselang lama, jala Benfica nyaris robek kembali. Namun, Roberto berhasil menggagalkan tembakan Dzsudzsak.

Sayang, konsentrasi barisan pertahanan PSV buyar jelang turun minum. Benfica berhasil mencetak gol balasan lewat tendangan voli Luisao di masa injury time.

Susunan Pemain
PSV Eindhoven: Andreas Isaksson; Francisco Javier Pinedo Rodriguez, Antonio Marcelo, Abel Tamata; Atiba Hutchinson, Balazs Dzsudzsak, S Manolev, Stijn Wuytens, Zakaria Labyad; Otman Bakkal, Jeremain Lens

Benfica: Jimenez Roberto; Paulo Silva Cesar Peixoto, Anderson Luis Da Silva Luisao, Maximiliano Victorio Paez Pereira, Jardel, Alexandre da Silva Fabio Coentrao; Francisco Fernandez Javi Garcia, Nicolas Gaitan; Javier Saviola, Oscar Rene Cardozo, Eduardo Salvio

Friday, April 15, 2011

Singkirkan PSV, Benfica Cicipi Semifinal

Gelandang PSV Eindhoven, Stanislas Manolev (tengah) mencoba melewati kawalan dua pemain Benfica, Nicolas Gaitan (kiri) dan Fabio Coentrao, pada leg kedua perempat final Liga Europa, di Eindhoven, Kamis (14/4/2011).

EINDHOVEN, KOMPAS.com — Ambisi PSV Eindhoven melaju ke babak semifinal Liga Europa akhirnya sirna. Menjamu Benfica di leg kedua perempat final, Kamis atau Jumat (15/4/2011) dini hari WIB, PSV dipaksa bermain imbang 2-2. PSV pun terpaksa menyerahkan tiket semifinal kepada Benfica karena kalah agregat 3-6.

Sebetulnya penampilan PSV tidak terlalu mengecewakan pada pertandingan tadi. Sadar harus memenangkan pertandingan dengan menimal mencetak empat gol tanpa balas karena kalah 1-4 di leg pertama, "Red White Army" lebih dulu unggul pada menit ke-16.

Memanfaatkan umpan silang Jeremain Lens dari sayap kanan, Balazs Dzsudzsak langsung menyambut bola dengan sepakan keras yang bersarang ke tengah gawang.

Unggul 1-0, PSV yang dibesut Fred Rutten semakin tampil ngotot. Lihat saja bagaimana, gawang Benfica kembali bergetar lewat gol yang diciptakan Jeremain Lens pada menit ke-25.

Menerima umpan terobosan, Lens melepaskan tembakan keras. Meskipun bola sempat ditepis Jimenez Roberto, Lens berhasil merebut bola sebelum akhirnya menyerangkannya gawang Benfica. Gol itu pun langsung disambut sukacita oleh ribuan pendukung PSV yang memadati Philipsstadion.

Tidak berselang lama, jala Benfica kembali nyaris robek. Namun, Roberto berhasil menggagalkan tembakan Dzsudzsak. Sayang, konsentrasi barisan pertahanan PSV buyar jelang turun minum. Benfica berhasil mencetak gol balasan lewat tendangan voli Luisao di masa injury time. Langkah PSV melangkah ke semifinal akhirnya tertutup. PSV kembali kebobolan pada menit ke-63. Gol tersebut terjadi dari titik putih setelah bek PSV, Antonio Marcelo, menjatuhkan Paulo Silva. Maju sebagai eksekutor, Oscar Rene Cardozo berhasil menunaikan tugasnya sehingga kedudukan menjadi imbang 2-2. Kedudukan itu bertahan hingga laga usai.

Susunan Pemain
PSV Eindhoven:
Andreas Isaksson; Francisco Javier Pinedo Rodriguez, Antonio Marcelo, Abel Tamata (Marcus Berg 72); Atiba Hutchinson, Balazs Dzsudzsak, S Manolev, Stijn Wuytens, Zakaria Labyad; Otman Bakkal, Jeremain Lens

Benfica: Jimenez Roberto; Paulo Silva Cesar Peixoto, Anderson Luis Da Silva Luisao, Maximiliano Victorio Paez Pereira, Jardel, Alexandre da Silva Fabio Coentrao; Francisco Fernandez Javi Garcia, Nicolas Gaitan (Santos Ribeiro Airton 79); Javier Saviola, Oscar Rene Cardozo, Eduardo Salvio (Carlos Martins 17)

Thursday, April 14, 2011

Tahan Kiev, Braga ke Semifinal

Kiper Dinamo Kiev, Olexandr Shovkovskiy, saat hendak menyelamatkan tembakan striker Braga, Albert Ze Meyong, Jumat (15/4/2011) dini hari WIB.

BRAGA, KOMPAS.com — Meski hanya bermodalkan 10 orang, Braga berhasil menahan imbang tamunya, Dinamo Kiev, 0-0, pada leg kedua babak perempat final Liga Europa, Jumat (15/4/2011) dini hari WIB. Dengan ini, Braga berhak ke semifinal karena di leg pertama mereka mampu menahan imbang Kiev 1-1. Di babak empat besar nanti, Braga akan bertemu Benfica.

Menjamu Kiev, Braga harus kehilangan Rocha Paulo Cesar pada menit ke-30. Wasit Jonas Eriksson mengusir Cesar setelah striker Braga itu melakukan pelanggaran kasar kepada Andriy Yarmolenko.

Meski dengan 10 orang, Braga tetap mampu mengimbangi permainan tim tamu. Ini terlihat dari statistik penguasaan bola kedua tim yang seimbang. Dalam hal tembakan ke gawang, Braga justru lebih agresif. Dari 16 kali percobaan yang dilesatkan Hugo Viana dan kawan-kawan, delapan di antaranya tepat mengarah ke gawang Kiev.

Adapun Kiev yang tak bisa tampil tanpa Andriy Shevchenko hanya melepaskan lima ancaman dari 12 kali percobaan. Peluang terbaik Kiev lahir di babak pertama melalui usaha Artem Kravets, Andriy Yarmolenko, dan Ognjen Vukojevic. Sial bagi Kiev, semuanya tak berhasil menembus jala tuan rumah.

Tuan rumah tak tinggal diam. Di paruh kedua, Braga tercatat tiga kali membahayakan gawang Kiev melalui tembakan Lima (dua kali) dan Hugo Viana. Namun, apa daya, semuanya mentah di tangan Olexandr Shovkovskiy. Skor 0-0 tetap bertahan hingga pertandingan berakhir.

Susunan Pemain
Braga:
Guilherme Moraes Artur; Junior Afonso Santos Paulao, Silvio, Miguel Hugo Viana; de Castro Custodio, Vanderson Valter Almeida Vandinho, do Carmo Leandro Salino, Osorio Costa Silva Alan, Albert Ze Meyong (Marcio Jose da Costa Mossoro 69); Rocha Paulo Cesar, Lima

Dinamo Kiev: Olexandr Shovkovskiy; Goran Popov, Oleg Gusev, Yevhen Khacheridi (Leandro Leandro Almeida 46), Aparecido Danilo Silva; Ayiila Yussuf, Roman Eremenko, Ognjen Vukojevic; Artem Milevskiy, Artem Kravets (Denys Garmash 64), Andriy Yarmolenko

Monday, February 14, 2011

Bantai Alemania, Bayern ke Semifinal

Para pemain Bayern Muenchen saat merayakan gol Mario Gomez ke gawang Alemania Aachen, Rabu atau Kamis (27/1/2011) dini hari WIB.

ALEMANIA, KOMPAS.com — Bayern Muenchen sukses menggebuk Alemania Aachen 4-0 pada babak perempat final Piala Jerman, Rabu atau Kamis (27/1/2011) dini hari WIB. Kemenangan ini mengantarkan Bayern ke babak semifinal.

Pujian khusus harus diberikan kepada striker Bayern, Mario Gomez, yang mencetak satu gol di laga ini. Striker berdarah Jerman-Spanyol itu lagi-lagi membuktikan kalau ia dapat selalu memberikan kontribusi maksimal meski hanya dimainkan sendirian di lini depan. Total, dari 27 laga terakhir, Gomez sanggup menyarangkan 24 gol untuk "FC Hollywood".

Gol Gomez terjadi di menit ke-26. Adapun gelandang Bayern, Thomas Muller, mencetak dua gol untuk klubnya pada menit ke-75 dan 80. Pesta gol Bayern ditutup oleh aksi pemain pengganti, Arjen Robben, pada menit ke-88.

Kini, peluang Bayern semakin besar untuk mempertahankan gelar Piala Jerman yang mereka raih musim lalu.

Susunan pemain
Alemania Aachen:
David Hohs; Tobias Feisthammel, Thomas Stehle, Timo Achenbach, Aimen Demai; Manuel Junglas, Tolgay-Ali Arslan, Shervin Radjabali-Fardi (Kevin Kratz 54), Marco Höger; Zoltan Stieber (Bilal Cubukcu 82), Benjamin Auer

Bayern Muenchen: Thomas Kraft; Holger Badstuber, Anatoliy Tymoschuk, Luis Gustavo Dias, Philipp Lahm; Danijel Pranjic, Andreas Ottl, Hamit Altintop (Arjen Robben 72), Thomas Müller; Mario Gomez (Miroslav Klose 82), Bastian Schweinsteiger

Friday, February 11, 2011

Palermo ke Semifinal Coppa Italia

Pemain Parma, Daniele Galloppa (kanan), menghadang pemain Palermo, Javier Pastore, dalam perempat final Coppa Italia. Palermo akhirnya menang 5-4 dalam adu penalti dan lolos ke semifinal.

PALERMO, KOMPAS.com - Palermo sukses ke babak semifinal Coppa Italia, setelah menekuk parma 5-4 dalam adu penalti, Selasa atau Rabu (26/1/2011) dini hari WIB. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 0-0. Di semifinal, Parma akan melawan pemenang pertandingan AC Milan versus Sampdoria.

Palermo mulai menekan sejak awal babak pertama. Hingga pertandingan memasuki menit ke-13, sudah empat peluang yang tercipta. Sayang penyelesaian akhir yang kurang baik membuat peluang tersebut terbuatng percuma. Parma mencoba bangkit. Tapi sayang, peluang dari Valery Bojinov dan Raffaele Paladino belum menemui sasaran.

Meski terus mengancam gawang lawan, kedua tim tetap tak mampu memecah kebuntuan. Hingga akhir babak pertama, kedudukan 0-0 tetap bertahan.

Di babak kedua keadaan tak berubah. Meski menciptakan peluang, baik Palermo dan Parma tak mampu mencetak gol ke gawang lawan.

Pelatih Parma, Pasquale Marino mencoba untuk meningkatkan daya serang pasukannya, mengganti Marques dengan Sebastian Giovinco. Valeri Bojinov yang kerap membuang peluang pun digantikan Hernan Crespo. Tapi, usahanya tetap tak membuahkan hasil.

Pertandingan pun harus dilanjutkan ke babak extratime. Tapi, kedua tim tetap tak mampu mencetak satu gol pun. Akhirnya hasil pertandingan harus ditentukan lewat  adu penalti.

Di babak tos-tosan ini, Palermo mampu menceploskan lima bola ke gawang Parma. Sedangkan satu pemain Parma gagal dalam tendangan penalti, hingga Palermo pun menang 5-4.

Susunan pemain:
Palermo:
Salvatore Sirigu; Mattia Cassani, Ezequiel Munoz, Cesare Bovo, Federico Balzaretti; Giulio Migliaccio, Armin Bacinovic, Antonio Nocerino; Josip Ilicic (Pajtim Kasami 90), Javier Pastore; Fabrizio Miccoli (Daniel Martinez 72)

Parma: Nicola Pavarini; Cristian Zaccardo, Massimo Paci, Alessandro Lucarelli, Francesco Modesto; Antonio Candreva, Stefano Morrone, Daniele Galloppa (Francesco Valiani); Raffaele Palladino, Valeri Bojinov (Hernan Crespo 78), Marques (Sebastian Giovinco 64)

Saturday, February 5, 2011

Menang Tipis, Madrid ke Semifinal

Gelandang Real Madrid, Cristiano Ronaldo (nomor tujuh), membobol gawang Atletico Madrid, pada pertandingan leg kedua perempat final Copa del Rey, di Vicente Calderon, Kamis (20/1/2011).

MADRID, KOMPAS.com — Real Madrid mengalahkan Atletico Madrid 1-0 pada leg kedua perempat final Copa del Rey, di Vicente Calderon, Kamis (20/1/2011). Mereka pun masuk semifinal dengan keunggulan agregat 4-1.

Gol semata wayang Madrid dicetak oleh Cristiano Ronaldo pada menit ke-23. Dari tengah kotak penalti, ia menembakkan umpan Sergio Ramos masuk ke sudut kiri atas gawang David De Gea.

Pertandingan tersebut juga diwarnai keluarnya enam kartu kuning dari saku wasit Javier Turienzo Alvarez, dua untuk Atletico (Tiago dan Juanfran) dan empat untuk Madrid (Alvaro Arbeloa, Marcelo, Cristiano Ronaldo, dan Sergio Ramos).

Susunan pemain:
Atletico:
David De Gea; Tomas Ujfalusi, Valera, Luis Perea, Kasmirski Luis Filipe; Tiago (Torres Belen Juanfran  66), Jose Antonio Reyes (Costa Diego  26), Silva Paulo Assuncao, Fran Merida Perez (Alberto Perea  75), Elias; Diego Forlan

Madrid: Iker Casillas; Ricardo Carvalho, Sergio Ramos, Raul Albiol, Alvaro Arbeloa, Marcelo; Xabi Alonso, Cristiano Ronaldo, Mesut Oezil (Kaka 75), Sami Khedira (Fernando Gago  83), Angel Di Maria (Esteban Molina Granero  69)

Wasit: Javier Turienzo Alvarez

Wednesday, February 2, 2011

Biar Kalah, Barca ke Semifinal

Penyerang Barcelona, Lionel Messi, merayakan golnya ke gawang Real Betis, pada leg kedua perempat final Copa del Rey, Rabu (19/1/2011).

SEVILLA, KOMPAS.com — Barcelona menyerah 1-3 kepada Real Betis pada pertandingan leg kedua perempat final Copa del Rey di Stadion Manuel Ruiz de Lopera, Rabu (19/1/2011). Mengingat pada leg pertama Barcelona menang 5-0, mereka tetap berhak melaju ke semifinal.

Sepasang gol pertama tuan rumah dicetak oleh Jorge Molina pada menit kedua dan ketujuh. Gol lain diciptakan oleh Arzu pada menit ke-45. Arzu membobol gawang Jose Manuel Pinto dengan memanfaatkan bola yang dibuang Gabriel Milito secara tidak sempurna.

Adapun gol semata wayang Barcelona diciptakan oleh Lionel Messi pada menit ke-38. Menguasai bola sendirian, Messi menggiring bola melewati bek David Belenguer dan masuk ke kotak penalti, sebelum menembakkan bola. Bola bergulir melewati antara kaki Espinosa Barriga Casto sebelum masuk gawang.

Messi sebetulnya berpeluang menambah gol ketika dipercaya mengeksekusi penalti pada menit ke-54, menyusul handsball yang dilakukan Isidoro. Namun, tembakannya melambung di atas mistar gawang Betis.

Susunan pemain:
Betis:
Espinosa Barriga Casto; David Belenguer, Isidoro, Rodrigues De Barros Roversio; Arzu, Perez Nacho, Santos Iriney (Jose Ruiz Herrera Canas  61), Salvador Lopez Sevilla, Calvente Criado Ezequiel (Fernando Vega 65); Jonathan, Jorge Molina (Bascon Israel  79)
Barcelona:
Jose Manuel Pinto; Scherer Andrade Maxwell, Gabriel Milito, Gerard Pique, Adriano; Seydou Keita, Xavi (Sergio Busquets  78), Javier Mascherano, Ibrahim Afellay (Eric Abidal  78); Lionel Messi, Bojan Krkic (Suarez Jeffren 86)

Saturday, January 29, 2011

Permak Villarreal, Sevilla ke Semifinal

SEVILLA, KOMPAS.com — Sevilla menang 3-0 atas Villarreal pada pertandingan leg kedua perempat final Copa Del Rey di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Selasa (18/1/2011). Karena bermain imbang 3-3 pada leg pertama, Sevilla pun berhak melaju ke semifinal.

Pesta tuan rumah dibuka oleh gol Renato pada menit ketujuh. Renato membobol gawang Villarreal dengan memanfaatkan kiriman bola dari Alvaro Negredo.

Keunggulan tuan rumah bertambah ketika Frederic Kanoute berhasil menjangkau dan meneruskan sepak pojok Ndri Romaric hingga masuk gawang Diego Lopez.

Sevilla hanya membutuhkan waktu tiga menit untuk menjadikan keunggulan 3-0, melalui gol Alexis, yang lagi-lagi menjebol gawang tim tamu dengan memanfaatkan tendangan sudut Romaric. (*)

Susunan pemain:
Sevilla:
Herrera Javi Varas; Fernando Navarro, Alexis (Abdoulay Konko 55), Ortega Sergio Sanchez, Mouhamadaou Dabo, Martin Caceres; Didier Zokora, Renato, Ndri Romaric (Jesús Navas 76); Frederic Kanoute (Diego Perotti  72), Alvaro Negredo
Villarreal: Diego Lopez; Gonzalo, Cicinho, Jose Manuel Catala (Soriano Llido Bruno  62), Joan Oriol, Mateo Pablo Muccachio; Cani (Joan Capdevila 74), Borja Valero; Giuseppe Rossi, Jozy Altidore (Marco Gaston Ruben  62), Jefferson Montero

Penulis: Tjatur Wiharyo   |   Editor: Tjatur Wiharyo   |   Loading...