Showing posts with label Kekuatan. Show all posts
Showing posts with label Kekuatan. Show all posts

Saturday, November 12, 2011

Timnas U-23 Siap meski Buta Kekuatan Kamboja

Skuad Timnas U-23.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelatih tim nasional U-23, Rahmad Darmawan, menjelaskan, kondisi pemainnya semakin baik. Sekarang, kata Rahmad, tinggal menunggu hasil latihan mereka selama tiga bulan terakhir.

Timnas U-23 akan menjalani laga perdana mereka di SEA Games XXVI dengan menghadapi Kamboja di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Senin besok. Rahmad terus memotivasi pemainnya. Dalam latihan Minggu (6/11/2011) sore, Egi Melgiansyah dan kawan-kawan tidak ditempa dengan latihan berat. Para pemain disuguhi latihan ringan dengan permainan santai.

"Di ruang makan, kami juga buat seperti di ruang pertemuan. Kami buat pemain senang dan bergembira. Makanya pas waktu stretching dan cooling down tadi kami buat happy game. Itu tujuannya untuk merelaksasi mereka," tutur Rahmad kepada wartawan.

Soal laga besok, Rahmad mengaku akan tetap waspada. Mantan Pelatih Persija Jakarta ini juga menyatakan bahwa timnya sudah siap secara fisik dan mental melawan Kamboja.

"Semoga besok pemain bisa menjaga kondisinya. Kami akan siapkan taktik dalam meeting besok pagi. Kami belum tahu kekuatan Kamboja, tetapi paling tidak kami sudah punya sedikit gambaran bagaimana tipikal main mereka. Mereka lebih mirip dengan Myanmar dan Laos," kata Rahmad menjelaskan.

Meski di atas kertas kualitas Kamboja di bawah Indonesia, Rahmad tak mau meremehkan lawan. Ia mengatakan, pasukannya harus mewaspadai kegigihan Kamboja, seperti Myanmar bisa menahan agresivitas Vietnam.

Dalam duel yang berlangsung Sabtu lalu, Myanmar akhirnya bermain dengan 10 orang tetapi mampu menahan imbang Vietnam dengan skor 0-0. Myanmar bahkan punya dua peluang mencetak gol pada menit-menit akhir meski peluang itu gagal karena bola membentur tiang.

"Itulah sepak bola. Jadi kami tidak boleh lengah sedikit pun dan merasa di atas dari lawan. Sedikit kami meremehkan, kami kalah," ujar Rahmad.

Saturday, March 5, 2011

Nurdin ke DPR dengan Kekuatan Penuh

Sekjen PSSI Nugraha Besoes, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid, dan Anggota Komite Eksekutif PSSI, Togar Manahan Nero (kiri ke kanan), memberikan keterangan pada wartawan terkait penundaan Kongres PSSI, di Kantor Badan Liga Indonesia, Kuningan, Jakarta, Senin (28/2/2011). Kongres yang sedianya digelar pada 26 Maret terpaksa ditunda karena tidak adanya calon ketua umum setelah Komite Banding menggugurkan semua calon.

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari ini pengurus PSSI mengadakan rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR di Senayan, Jakarta. Ketua Umum PSSI Nurdin Halid datang dengan kekuatan penuh dengan membawa jajaran pembantu-pembantunya.

berdasarkan pantauan Kompas.com, Nurdin ditemani oleh Sekretaris Jenderal Nugraha Besoes, Ketua Komite Pemilihan Syarief Bastaman, anggota Komite Eksekutif PSSI Togar Manahan Nero, Deputi Bidang Teknis Iman Arif, dan beberapa anggota EXCO PSSI lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, Nurdin masih memberi penjelasan awal kepada anggota Komisi X. Nurdin datang sejak satu jam lalu dan menolak melakukan tanya jawab dengan wartawan.

Monday, February 7, 2011

Ada Bukti Nurdin Galang Kekuatan di Kongres

TABANAN, KOMPAS.com — Komisaris Utama Persebaya 1927 Saleh Mukadar mengaku telah mengetahui bahwa Kongres Tahunan PSSI digunakan oleh Ketua Umum PSSI Nurdin Halid untuk menggalang kekuatan agar bisa kembali maju pada pemilihan ketua periode 2011-2015.

"Malam ini di lokasi kongres telah beredar surat pernyataan agar mendukung Nurdin sebagai ketua umum PSSI kembali," katanya di sela-sela pelaksanaan kongres meski kehadirannya bukan sebagai peserta di Nirwana Resort, Bali, Sabtu (23/1/2011) dini hari.

Menurut dia, surat pernyataan dukungan telah disebar kepada peserta kongres atau pemilik hak suara meliputi pengurus provinsi (pengprov) PSSI serta perwakilan klub dari ISL hingga Divisi III.

Pihaknya mengaku telah mendapatkan bukti nyata dari surat pernyataan yang harus ditandatangani oleh pemilih hak suara dalam Kongres Tahunan PSSI.

"Saya telah punya bukti. Nanti saya akan memublikasikan kepada semuanya," katanya dengan tegas.

Persebaya 1927 di bawah kepemimpinan Saleh Mukadar yang saat ini berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI) sebetulnya tidak mendapatkan undangan untuk kongres. Meski demikian, klub asal Surabaya itu tetap ngotot datang karena mengaku masih tetap sebagai anggota PSSI sama sebelum mundur dari Divisi Utama.

Saat ingin masuk ke lokasi kongres, perwakilan Persebaya 1927 ditolak oleh panitia karena perwakilan dari Persebaya yang turun di Divisi Utama telah terlebih dahulu masuk ke dalam ruangan kongres.

"Kata panitia, Persebaya sudah ada yang masuk. Itu Persebaya yang mana? Yang sah dan mempunyai dukungan dari 30 klub dan Persebaya yang dipaksa pada nama Persebaya 1927," kata Saleh.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid saat dikonfirmasi sebelumnya membantah bahwa kongres tahunan ini digunakan mencari dukungan untuk maju kembali menjadi pimpinan tertinggi asosiasi sepak bola Indonesia itu.

"Kongres merupakan agenda resmi sesuai dengan statuta. Jadi tidak ada aksi untuk minta dukungan kepada pemilik suara," katanya saat dikonfirmasi di lokasi kongres, Jumat (21/1/2011).

Menurut dia, isu mencari dukungan untuk kembali menjadi ketua umum PSSI pada kongres ini murni fitnah dari pihak yang tidak bertanggung jawab karena pemilihan baru akan dilakukan pada kongres luar biasa, April nanti. (ANT)

Penulis: Hery Prasetyo   |   Editor: Hery Prasetyo   |   Loading...