Showing posts with label Perlu. Show all posts
Showing posts with label Perlu. Show all posts

Saturday, November 12, 2011

Dibolehkan Pulang, Cassano Masih Perlu Perawatan

Penyerang AC Milan, Antonio Cassano.

MILAN, KOMPAS.com - Penyerang AC Milan, Antonio Cassano, disebut Football Italia, diizinkan rumah sakit pulang ke rumah setelah menjalani operasi jantung. Namun, ia masih perlu mendapat perawatan.

Cassano mendapat masalah jantung setelah pertandingan Serie-A melawan AS Roma, di Olimpico, Sabtu (29/10/2011). Menurut AC Milan,Cassano langsung dibawa ke rumah sakit, tetapi baru menjalani operasi pada Jumat (4/11/2011) pagi. 

Menurut Football Italia, Cassano keluar dari rumah sakit pada Sabtu (5/11/2011) malam. Dikatakan juga, Cassano perlu beristirahat total selama 15-30 hari dan baru bisa kembali bermain dalam waktu empat sampai enam bulan.

Monday, October 31, 2011

Villas-Boas: Chelsea Tak Perlu Ganti Gaya

Pelatih Chelsea, Andre Villas-Boas.

LONDON, KOMPAS.com - Manajer Andre Villas-Boas menilai Chelsea menilai tak ada yang salah dengan gaya bermain timnya setelah kalah 3-5 dari Arsenal, akhir pekan lalu. Menurutnya, Chelsea hanya membutuhkan perbaikan, misalnya dalam hal akurasi dan kekuatan tembakan, supaya bisa memberikan permainan indah sekaligus kemenangan kepada suporter.

"Hasil pertandingan (Premier League) musim ini mencerminkan betapa kacaunya sekaligus betapa indahnya permainan. Dari sudut pandang netral, itu menjadi pemandangan yang bagus. Untuk pendukung tim, Anda ingin sepak bola indah dan kemenangan. Jadi, kami perlu memadukan kedua hal itu," ujar Villas-Boas.

"Kami menciptakan peluang untuk menang, tetapi kami harus mencoba mencapai efisiensi untuk menang. Kami tak perlu mengubah apa pun. Ini adalah jalan yang kami pilih dan kami ingin bekerja dengan semestinya."

"Para pemain memiliki talenta dan mereka menikmati permainan. Jadi, kami akan berusaha melakukan perbaikan. Setiap orang memuji tim yang kuat dan bermain menyerang, seperti Manchester City, dan kami persis sama dengan (tim-tim itu)," tuturnya.

Sunday, August 28, 2011

"Arsenal Lemah, Perlu Didukung"

MANCHESTER, KOMPAS.com — Bek Manchester United (MU), Rio Ferdinand, menilai Arsenal tidak berada dalam kondisi terbaik saat dikalahkan timnya, 2-8, Minggu (28/8/2011). Menurut dia, Arsenal, terutama Manajer Arsene Wenger, saat ini perlu dukungan, bukan cibiran.

"Sejujurnya, AFC (Arsenal) menurunkan tim yang lemah (karena delapan pemain utama absen karena cedera dan menerima skors). Namun, Anda masih harus berusaha mengalahkan mereka dan kami melakukannya. Meski begitu, AFC membutuhkan dukunganmu, bukan kritik," ujar Ferdinand.

Pernyataan itu disampaikan Ferdinand di akun Twitter-nya dalam obrolan dengan jurnalis Inggris, Piers Morgan, yang mengatakan, "Saya ingin mengatakan apa yang kebanyakan suporter pikirkan, tetapi saya tak ingin mengakuinya, yaitu Arsenal perlu manajer baru. Dan, jika saya adalah Arsene Wenger, saya akan mundur. Ini adalah akhir dari eksprimen selama lima tahun dalam pengembangan pemain muda."

Wednesday, May 18, 2011

Batista: Messi Cuma Perlu Piala Dunia

Penyerang Barcelona, Lionel Messi (kiri) bersama sang ayah, Jorge Messi (kanan).

BUENOS AIRES, KOMPAS.com - Pelatih tim nasional Argentina Sergio Batista menilai anak didiknya, Lionel Messi, memiliki semua yang diperlukan seorang pemain untuk menjadi pemain terbaik, kecuali Piala Dunia.

"Untuk menjadi yang terbaik sepanjang sejarah, Messi kurang gelar dunia. Dari segi usia, ia berada di jalur untuk menjadi yang terbesar. (Legenda Argentina) Diego Maradona dan Messi sama-sama pemain besar. Maradona telah menjadi salah satu yang terbaik sepanjang masa, tetapi Lionel berada di jalur untuk menjadi yang terbaik," kata Batista.

"Untuk menjadi pemain terbaik sepanjang masa, Messi kurang sebuah gelar dunia. Saya berharap saya punya. Ini adalah apa yang ingin ia menangkan bersama Argentina."

"Messi akan menjadi wakil kapten (di Copa America 2011 Argentina, Juli mendatang). Di masa mendatang, kita akan lihat apakah ia akan menjadi kapten atau tidak," tuturnya. (EMD)

Tuesday, April 12, 2011

Pato: Milan Masih Perlu Belajar

Penyerang AC Milan, Alexandre Pato.

FLORENCE, KOMPAS.com - Penyerang AC Milan, Alexandre Pato, mengatakan timnya fokus kepada pertandingan terdekat dan usaha bermain lebih baik dari laga ke laga.

Hal itu berkaitan dengan pertandingan Serie-A antara Milan dan Fiorentina, yang dimenangkan Milan 2-1, Minggu (10/4/2011). Gol Milan dicetak oleh Pato dan Clarence Seedorf. Adapun gol balasan Fiorentina dicetak Juan Vargas.

Dengan hasil itu, Milan menguasai klasemen dengan 68 poin dari 32 pertandingan. Mereka unggul tiga angka dari Napoli di tempat kedua dan lima angka dari Inter Milan di posisi ketiga, yang masing-masing juga telah melakoni 32 laga.

"Kami hanya fokus kepada usaha meraih kemenangan dan tak ada yang selain itu. Kami semua senang karena mengambil poin penting dari tim yang bagus," ujar Pato.

"Sekarang, kami harus mengevaluasi kesalahan yang kami buat dan bersiap untuk tantangan berikut (melawan Sampdoria dalam lanjutan Serie-A, 16 April mendatang). Aku senang dengan penampilanku dan itu karena dukungan tim," tuturnya. (FBI)

Monday, April 11, 2011

Van Persie: Juara? Arsenal Perlu Menang

Penyerang Arsenal, Robin van Persie.

BLACKPOOL, KOMPAS.com - Penyerang Arsenal Robin van Persie mengatakan misi utama Arsenal adalah memenangi semua pertandingan sisa mereka, entah apakah itu berujung gelar atau tidak.

Premier League adalah satu-satunya ajang yang diikuti Arsenal sejak 12 Maret lalu. Mereka telah melakoni 31 pertandingan dan duduk di tempat kedua dengan 62 poin atau kalah tujuh angka dari Manchester United, yang sudah memainkan 32 pertandingan.

Pada duel terakhirnya, melawan Blackpool, Arsenal menang 1-3. Itu adalah kemenangan pertama mereka dalam empat pertandingan terakhir.

Arsenal dan MU masih akan bertemu MU sekali lagi dan dengan begitu berpeluang memangkas selisih sampai sejarak satu angka. Mengingat MU masih akan melawan tim kuat, misalnya Chelsea, gelar juara bisa jatuh ke tangan Arsenal.

"Kami perlu menang dan pantas menang (atas Blackpool). Aku percaya kami (akan memenangi pertandingan sisa). Masih ada tujuh pertandingan lagi dan hasilnya bergantung pada kami," ujar Van Persie.

"Kami bergantung pada diri sendiri dan harus membuktikannya. Kami adalah tim besar dan nasib ada di tangan kami sendiri," tambahnya. (SKY)

Tuesday, January 4, 2011

Indonesia Perlu Belajar

Pemain timnas Malaysia, Safiq Bin Rahim, mengangkat kedua tangannya ke arah penonton di samping pemain timnas Indonesia, Arif Suyono, yang berjalan lemah usai pertandingan dalam laga pertama babak final Piala Suzuki AFF 2010 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/12/2010). Indonesia kalah 0-3.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Kekalahan 0-3 (0-0) dari Malaysia menegaskan bahwa Indonesia masih perlu belajar. Paling tidak Indonesia menjadikan kekalahan itu untuk melakukan langkah terobosan signifikan menghadapi pertemuan final kedua Piala Suzuki AFF di Jakarta, 29 Desember.

Pelatih Indonesia Alfred Riedl menilai kekalahan itu lebih disebabkan pemain kehilangan konsentrasi di saat-saat kritis. ”Mengapa mereka kehilangan konsentrasi seperti itu, saya tidak tahu,” ujar Riedl dalam jumpa pers seusai pertandingan yang juga diikuti wartawan Kompas, Agung Setyohadi, di Kuala Lumpur, Malaysia.

Riedl belum bisa memastikan apakah penghentian pertandingan selama lima menit akibat laser ikut membuat konsentrasi pemain buyar. Namun, seberapa buruk akibatnya terhadap konsentrasi pemain, Riedl belum bisa memastikannya. Markus dua kali memprotes wasit karena sorot laser mengenai wajah dan matanya. ”Laser memang sesuatu yang buruk, semoga tidak ada lagi seperti itu,” ujar Riedl.

Riedl menegaskan, kekalahan ini juga membuatnya bingung. Pada babak pertama, kedua tim bermain imbang dalam menciptakan peluang gol maupun penguasaan bola. Bahkan, pada awal babak kedua Indonesia memiliki dua peluang bagus mencetak gol. ”Tetapi setelah kebobolan satu gol, para pemain tuan rumah menjadi lebih percaya diri dan pemain bertahan kami seperti kebingungan,” ujar Riedl.

Mengenai gangguan publisitas terhadap para pemain tim nasional dalam beberapa hari terakhir, Riedl menilai itu sangat mengganggu. ”Bukan hanya media, tetapi juga federasi (PSSI) dan masyarakat. Sebenarnya itu tidak perlu. Terlalu berlebihan. Apa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di Jakarta sangat buruk,” ujar Riedl.

Pelatih Malaysia Krisnashamy Rajagobal menilai gol pertama mendongkrak semangat pemainnya. Hal ini sama dengan kejadian di Indonesia saat timnya dikalahkan Indonesia.

Ia juga mengakui Indonesia bermain sangat bagus pada babak pertama sampai terjadinya gol. Para pemain Indonesia, seperti Oktovianus Maniani, Cristian Gonzales, dan Yongki Aribowo, membuat para pemain kerepotan menjaganya.

Pada final kedua nanti, Rajagobal mengaku tidak akan menerapkan pola bertahan. Modal keunggulan 3-0 belum menjadi jaminan Malaysia akan memenangi Piala AFF 2010. Ia akan memainkan strategi sesuai dengan kondisi di lapangan. ”Saya tegaskan kepada para pemain bahwa perjuangan belum selesai. Mereka harus berkonsentrasi selama 90 menit di Indonesia,” ujar Rajagobal.

Riedl menilai, untuk menang 4-0 pada laga final kedua supaya menjadi juara bukan perkara mudah dan membutuhkan kerja keras. Namun, masih ada peluang meskipun tipis. Ia berharap laga kandang memberikan peluang yang bagus. ”Tentu saya akan berbicara dengan para pemain untuk membahas apa yang terjadi. Saya juga akan melakukan sesuatu untuk mengangkat mental pemain. Namun, pemain sendirilah yang harus memperbaiki diri,” ujar Riedl.

Pertandingan ketat dengan tempo tinggi di babak pertama sempat menggugah emosi sekitar 88.000 suporter kedua tim yang memadati Stadion Bukit Jalil. Di akhir babak pertama, pengawas pertandingan mengumumkan agar suporter tidak mengarahkan sinar laser kepada pemain. Kejadian sorotan menggunakan sinar laser ini sempat dikeluhkan kiper Markus Haris Maulana hingga menunda eksekusi tendangan sudut. Selama pertandingan, polisi juga berpatroli keliling di lintasan di luar stadion mengawasi tribune suporter.

Namun, setelah Indonesia tertinggal 0-3, suporter yang memadati tribune biru mulai meninggalkan arena. Dukungan untuk tim nasional pun mulai hilang, tidak ada lagi teriakan ”Indonesia, Indonesia”.

Dukung tim nasional

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta masyarakat Indonesia tidak berkecil hati dan tetap mendukung tim nasional Indonesia dengan cara sportif. Kekalahan 0-3 dari Malaysia diharapkan Presiden tetap menjadi kemenangan yang tertunda bagi Indonesia.

Presiden menyampaikan hal itu seusai menonton pertandingan final Piala Suzuki AFF bersama klub sepak bola Cikeas Junior dan wartawan di kediaman pribadinya di Puri Cikeas Indah, Bogor, Minggu (26/12/2010) malam. ”Tidak perlu kecil hati, jangan salah-menyalahkan, pasti timnas kita juga ingin berbuat yang terbaik,” ujar Presiden.

”Kalau jadi suporter, jangan ikut seperti Malaysia, mengganggu temannya. Kita tunjukkan kita menjadi bangsa yang sportif,” ujar Presiden.

Pada waktu istirahat setelah babak pertama pertandingan, Presiden mengatakan, ia telah menelepon Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng yang menonton di Stadion Bukit Jalil. Presiden meminta Menpora memprotes adanya penonton Malaysia yang memainkan sinar laser dan mengganggu konsentrasi pemain Indonesia.

Di Cikeas, selain rombongan anggota klub Cikeas Junior, antara lain tampak pula Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, dan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto.

Presiden menonton pertandingan ini melalui layar lebar yang dipasang di pendopo samping kediaman Presiden di Cikeas.

Suasana stadion

Suasana damai di Stadion Bukit Jalil, sebelum pertandingan digelar, juga cukup kondusif. Di jalan yang mengelilingi stadion, suporter berjalan-jalan menghabiskan waktu. Saat kelompok merah bertemu kelompok kuning, tidak ada ketegangan. Mereka juga bisa duduk bersama di satu bangku meja di warung-warung makan. Suasana ini tidak seperti yang ada di forum-forum dunia maya. ”Kami tidak mau gaduh, kami mau sukan. Semoga tidak ada gaduhlah. Penyokong Indonesia mantaplah,” ujar seorang suporter Malaysia, Jamel bin Madrasiq.

Semangat tidak mau gaduh itu pula yang mendorong kedua kelompok suporter dari Indonesia dan Malaysia berfoto bersama. Bahkan, bule-bule yang datang ke sekitar stadion dengan nyaman berfoto bersama para suporter. ”Di sini suasananya lebih nyaman (dibandingkan di Gelora Bung Karno). Kami sekeluarga bisa berjalan santai dulu,” ujar Andi, yang bersama keluarganya berjalan santai di sekitar stadion sambil menggendong putranya yang berusia dua tahun.

Kemeriahan di stadion ini juga berkat antusiasme para tenaga kerja Indonesia yang berada di Kuala Lumpur. Sulaiman sudah sejak pukul 11.00 berada di stadion. Tenaga kerja asal Lombok ini datang bersama 30 temannya asal Bali dan Nusa Tenggara Barat. (DAY)