Showing posts with label Masih. Show all posts
Showing posts with label Masih. Show all posts

Wednesday, June 13, 2012

"Beruang Merah" Masih Dibayangi Sejarah Lama

Bek Rusia Sergey Ignashevich (kiri) berjibaku dengan bek Polandia Marcin Wasilewski (kedua dari kanan) dalam pertandingan kedua Grup A di Stadion Nasional Warsawa, Selasa (12/6/2012).

WARSAWA, KOMPAS.com - Dua mimpi buruk Rusia tak juga sirna ketika menghadapi Polandia. Hasil imbang seolah sudah mereka tapaki 46 tahun sebelumnya.

* Rusia/ Uni Soviet tak pernah memulai Piala Dunia atau Piala Eropa dengan dua kemenangan pertama sejak Piala Dunia 1966. Saat itu mereka menang empat laga awal.

* Rusia/ Uni Soviet tak pernah menang atas tuan rumah Piala Dunia atau Piala Eropa. Rekornya: dua kali imbang dan lima kali kalah.

* Sejak penyisihan grup diperkenalkan pada Euro 1984, terdapat sembilan tim yang gagal lolos ke fase selanjutnya meski menang di partai pembuka.

* Sembilan dari 25 gol yang tercipta di Euro 2012 dicetak melalui sundulan. Berapa yang diciptakan dari sepakan luar kotak penalti? Hanya dua, masing-masing kreasi Samir Nasri (Perancis) dan Petr Jiracek (Republik Ceko).

* Rusia mengantongi 10 clean sheet dalam 16 pertandingan terakhirnya. Dalam semua laga itu "Tim Beruang Merah" tak pernah kalah.

* Jakub Blaszczykowski juga mencetak gol ketika Polandia terakhir beruji coba melawan Rusia di Moskwa pada Agustus 2007. Pertandingan berakhir imbang 2-2.

Thursday, June 7, 2012

Katanec Masih Pelatih Termuda di Euro

Srecko Katanec masih memegang rekor sebagai pelatih termuda di ajang Piala Eropa saat menangan Slovenia dengan umur 36 tahun dan 333 hari.

KOMPAS.com — Jika rekor pelatih tertua di Piala Eropa bakal cipecahkan Pelatih Irlandia Giovanni Trapattoni, rekor pelatih termuda belum berubah. Srecko Katanec masih memegang rekor sebagai pelatih termuda di ajang Piala Eropa.

Katanec melatih Slovenia pada Piala Eropa 2000. Pada pertandingan terakhir Slovenia di ajang itu, ia baru berumur 36 tahun 333 hari.

Katanec sebelumnya memecahkan rekor Michel Platini. Tokoh yang kini menjadi Presiden UEFA itu saat melatih Perancis di Piala Eropa 1992 itu baru berumur 36 tahun 355 hari.

Berikut urutan pelatih termuda di Piala Eropa:
Srecko Katanec (Slovenia, 2000)  : 36 tahun 333 hari
Michel Platini (Perancis, 1992)     : 36 tahun 355 hari
Frank Rijkaard (Belanda, 2000)    : 37 tahun 255 hari
Mircea Lucescu (Romania, 1984) : 38 tahun 321 hari
Slaven Bilic (Kroasia, 2008)          : 39 tahun 271 hari

Saturday, December 3, 2011

Arsenal-City Masih Sama Kuat

LONDON, KOMPAS.com — Arsenal bermain imbang tanpa gol dengan Manchester City, sampai turun minum pada pertandingan perempat final Piala Carling, di Emirates, Selasa (29/11/2011).

City mencoba menekan, tetapi setelah Emmanuel Frimpong berhasil merebut bola dari Edin Dzeko pada menit kedua, Arsenal melancarkan serangan yang berujung tembakan jarak jauh Ignazi Miguel pada menit keenam, yang dijinakkan Costel Pantilimon.

Setelah eksekusi Adam Johnson pada menit kesepuluh, Arsenal juga bereaksi cepat membangun serangan baru yang dituntaskan dengan sebuah tembakan oleh Park Chu Young pada menit ke-11. Lagi-lagi Pantilimon berhasil menyelamatkan gawangnya.

City kemudian menciptakan dua peluang beruntun melalui Pablo Zabaleta pada menit ke-15 dan Dzeko pada menit ke-20. Sementara usaha Zabaleta melenceng, tembakan Dzeko bisa diantisipasi Lukasz Fabianski.

Setelahnya, ada dua peluang emas tercipta, yang semua berasal dari kubu Arsenal. Setelah eksekusi Francis Coquelin pada menit ke-26 dimentahkan Pantilimon, Alex Oxlade-Chamberlain juga melihat usahanya mengalami hasil serupa pada menit ke-28.

Selama paruh pertama, Arsenal menguasai bola sebanyak 52 persen dan menciptakan empat peluang emas dari empat kali usaha. Adapun City melepaskan satu tembakan akurat dari tiga kali percobaan.

Susunan pemain
Arsenal:
Lukasz Fabianski; Sebastien Squillaci, Johan DJourou, Laurent Koscielny, Ignasi Miguel; Yossi Benayoun, Emmanuel Frimpong, Alex Oxlade-Chamberlain; Park Chu-Young, Marouane Chamakh

Man City: Costel Pantilimon; Kolo Toure, Nedum Onuoha, Pablo Zabaleta, Aleksandar Kolarov (Sergio Aguero 32), Stefan Savic; Owen Hargreaves, Nigel De Jong, Samir Nasri, Adam Johnson; Edin Dzeko

Wasit: Lee Probert

Thursday, December 1, 2011

Ronaldo: Juara? Jalan Masih Panjang

Penyerang Real Madrid, Cristiano Ronaldo.

MADRID, KOMPAS.com — Gelandang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, mengatakan, timnya ingin menjadi yang terbaik di berbagai ajang. Namun, menurutnya, masih terlalu dini bagi timnya bicara soal probabilitas, terutama di Liga BBVA.

"Jalan masih panjang. Kami tak berpikir sudah menjuarai La Liga. Kami ingin memenangi segalanya. Boleh jadi, skuad Madrid saat ini adalah yang terbaik sejak aku menjadi bagian tim ini. Namun, kami harus meraih trofi untuk mempertegas itu," ujar Ronaldo.

"Real selalu merupakan favorit juara (Liga Champions), tetapi kami juga tahu itu adalah hal yang sangat sulit. Namun, aku pikir, kami mampu menjuarainya," tambahnya.

Madrid telah mengarungi 13 laga Liga BBVA dan menguasai klasemen dengan 34 poin. Mereka unggul enam angka dari pesaing terdekat, Barcelona.

Selisih poin itu masih akan berubah, mengingat kedua kubu belum bertemu. Pertemuan pertama akan digelar di Santiago Bernabeu, 10 Desember mendatang, dan pertemuan kedua di Camp Nou, pada 22 April 2012.

Untuk Liga Champions, Madrid telah mengarungi lima dari enam pertandingan Grup D dan menguasai klasemen dengan 15 poin, atau unggul tujuh angka dari Ajax Amsterdam di tempat kedua. Pada laga terakhir, mereka akan melawan Ajax di Amsterdam Arena, 7 Desember mendatang.

Kematian Speed Masih Diselimuti Misteri

Layar lebar di Stadion Stamford Bridge menayangkan gambar Gary Speed untuk mengenang dan menghormatinya, sebelum pertandingan perempat final Piala Carling antara Chelsea lawan Liverpool, Selasa atau Rabu (30/11/2011) dini hari WIB.

LONDON, KOMPAS.com — Kematian Gary Speed dengan cara bunuh diri masih penuh misteri. Sebab, tak ada pertengkaran dengan istrinya, Louise. Bahkan, dia juga tak menunjukkan tanda-tanda depresi sebelumnya.

Hal itu diungkapkan agennya, Hayden Evans. Sebelum bunuh diri, Pelatih timnas Wales itu tetap periang. Bahkan, seusai tampil di televisi BBC, dia mengumbar senyum dan melayani foto bareng para fansnya. Sehari sebelum bunuh diri, dia juga mengantar kedua anaknya dan sempat ketemu striker Manchester United, Michael Owen. Bahkan, mereka saling menyapa dan melambaikan tangan.

"Louise mengatakan, tak ada percekcokan keluarga. Dia malah tak bisa memahami kenapa suaminya gantung diri," kata Hayden.

Menurut Hayden, tak ada seorang pun yang bisa menjelaskan tragedi tersebut. "Mereka memiliki keluarga bahagia dan siapa pun yang tahu mereka akan mengatakan hal itu. Makanya, ini sebuah misteri. Sebelumnya, kami tak melihat tanda-tanda apa yang menyebabkan hal ini terjadi dan saya sempat bersama keluarga mereka sepanjang hari," jelasnya.

"Semua orang menanyakan apa yang membuatnya gantung diri dan tak ada yang bisa menjawab. Kita semua shock. Keluarga dan saya sebagai teman terdekat juga bingung. Tak ada indikasi masalah sebelumnya," tambah Hayden.

Gary Speed melakukan bunuh diri pada Minggu (27/11/2011) pagi. Sehari sebelumnya, dia minum teh bersama Hayden sambil mengobrol. Polisi juga tak menemukan tanda-tanda pembunuhan atau motif lain.

Mantan pemain Newcastle, Alan Shearer, juga mengaku kaget dan tak tahu kenapa. Keluarga Shearer dan keluarga Speed menghabiskan liburan berama pada Juni lalu. tapi, Shearer tak merasa ada sesuatu yang aneh dari Speed. Shearer pun merasa tak bisa memahami keputusan sahabatnya tersebut.

"Pertanyaan yang selalu ada di benak saya sejak mendengar kematiannya adalah 'Kenapa? Kenapa Speedo, bukankah engkau telah memberiku dan teman dekatmu lainnya sebuah cincin, jika memang kamu merasa sedih? Kenapa dia tak menelepon untuk saling bicara sebelum melakukan hal itu. Saya tak pernah tahu. Tak seorang pun akan tahu," sesal, Shearer.

"Saya bersamanya menonton pertandingan Stoke pada Sabtu (26/11/2011) dan berjanji akan menonton bola lagi minggu depannya. Dia membawa istrinya untuk tinggal di rumah saya. Kami sering makan malam bersama. Istri saya juga sedih. Kini kami memikirkan Louise dan kedua anaknya. Saya bisa merasakan kesedihan mereka. Saya masih tak bisa mengerti karena bersamanya dan bahagia, juga bercanda," lanjut Shearer.

Shearer dan Gary Speed memang berkawan dekat. Mereka enam tahun bersama membela Newcastle. Setelah itu, mereka tetap berkawan baik. Mereka sering tukar pendapat dan saling curhat. Tapi, keputusannya bunuh diri, Gary Speed tak pernah menceritakan masalah atau motivasinya kepada siapa pun juga. Kematiannya masih tetap misteri besar.

Selamat tinggal, Speedo!

Monday, November 28, 2011

Madrid Masih Ungguli Barcelona

BARCELONA, KOMPAS.com - Dalam empat tahun terakhir, Real Madrid seolah tak berdaya menghadapi seteru abadinya, Barcelona, di partai-partai "El Clasico". Baik di Divisi Primera (Liga BBVA) maupun di pentas Eropa, Madrid hanya bisa gigit jari. Namun, secara keseluruhan statistik Real Madrid masih unggul dibanding Barcelona.

Musim lalu, Madrid hanya bisa merebut Copa del Rey setelah menang 1-0 atas Barcelona di final. Namun, mereka tak bisa berbuat apaapa di Liga BBVA dan Liga Champions.

Barcelona menang di dua pertemuan Liga BBVA. Barca menang 5-0 di kandang sendiri dan mampu menahan Madrid 1-1 di Santiago Bernabeu.

Di Liga Champions, Barca menang 2-0 di kandang dan seri 1-1 di kandang Madrid. Kedigdayaan Barca atas Madrid itu ikut menentukan sukses Barcelona menjuarai Liga BBVA dan Liga Champions musim 2010-11.

Secara keseluruhan Barca masih kalah dibanding Madrid dalam sejarah pertemuan mereka. Hanya saja, kehebatan Barca akhir-akhir ini membuat posisi mereka semakin berdekatan.

Secara total, mereka sudah bertemu 160 kali. Barca hanya menang 63 kali dan Madrid menang 76 kali. Selebihnya, dalam 30 pertemuan berakhir seri. Jumlah gol Madrid juga masih unggul dibanding Barca. Secara keseluruhan Madrid mencetak 254 gol dan Barcelona mencetak 252 gol.

Statistik Pertemuan Barcelona vs Real Madrid Pertandingan: 160 Barcelona menang: 63 Madrid menang: 67 Gol Barcelona: 252 Gol Madrid: 254

Saturday, November 12, 2011

Dibolehkan Pulang, Cassano Masih Perlu Perawatan

Penyerang AC Milan, Antonio Cassano.

MILAN, KOMPAS.com - Penyerang AC Milan, Antonio Cassano, disebut Football Italia, diizinkan rumah sakit pulang ke rumah setelah menjalani operasi jantung. Namun, ia masih perlu mendapat perawatan.

Cassano mendapat masalah jantung setelah pertandingan Serie-A melawan AS Roma, di Olimpico, Sabtu (29/10/2011). Menurut AC Milan,Cassano langsung dibawa ke rumah sakit, tetapi baru menjalani operasi pada Jumat (4/11/2011) pagi. 

Menurut Football Italia, Cassano keluar dari rumah sakit pada Sabtu (5/11/2011) malam. Dikatakan juga, Cassano perlu beristirahat total selama 15-30 hari dan baru bisa kembali bermain dalam waktu empat sampai enam bulan.

Tuesday, August 9, 2011

Timnas U-23 Masih Tunggu Tiga Pemain Naturalisasi

Para pemain berfoto bersama bersama jajaran pelatih di Kota Batu, Jawa Timur, Sabtu (30/7/2011).

MALANG - KOMPAS.com - Sejak hari pertama latihan di Lapangan Agrowisata Kusuma, Kota Batu, Jawa Timur, ada tiga pemain naturalisasi yang belum hadir untuk mengikuti seleksi timnas U-23. Ketiga pemain naturalisasi tersebut adalah Ruben Wuarbanaran, Diego Michiels, dan Joey Soek.

"Ketiganya sampai sekarang masih belum bergabung ikut latihan. Kita akan tetap menunggu kedatangan mereka," kata Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan (RD), Jumat (5/8/2011).

Selain tiga pemain naturalisasi yang belum bergabung tersebut, juga ada dua pemain lainnya yang juga belum datang. Mereka adalah dua pemain SAD yang kini sedang magang di Penarol (Uruguay), yakni Syamsil Alam dan Zainal Hak. Tim pelatih timnas U-23, kata RD, tetap menunggu kedatangan para pemain naturalisasi untuk ikut seleksi. Begitu juga dengan dua pemain Indonesia yang magang di Uruguay itu.

"Namun, tetap melalui tahapan seleksi," tegasnya.

Soal tahapan seleksi, kata RD, tak melihat pemain naturalisasi atau pemain asli Indonesia. "Yang sekarang masih bergabung di timnas senior saja, harus ikut seleksi, sama dengan pemain lainnya. Tak ada bedanya," tegas RD.

Lebih lanjut RD mengakui, latihan yang akan berakhir 27 Agustus mendatang itu, hanya akan digelar pada sore hari selama bulan puasa. Latiahnnya pun tak terlalu berat, hanya latihan fisik dan strategi di lapangan.

Ditanya soal ketidakhadiran Andik Firmansyah, pemain Persebaya 1927, yang juga tak hadir ke Kota Batu akibat cedera lutut, RD mengaku kemungkinan besar Senin (8/8/2011) sudah bisa bergabung dengan pemain lainnya. "Andik Senin nanti, kabarnya sudah bisa bergabung latihan dan ikut seleksi di sini. Ia tidak bisa hadir karena masih cedera," katanya.

Monday, July 18, 2011

Brasil Masih Sulit Tembus Pertahanan Paraguay

LA PLATA, KOMPAS.com — Kesulitan menembus pertahanan Paraguay, Brasil sementara ditahan imbang 0-0 hingga akhir babak pertama perempat final Copa America 2011, Minggu atau Senin (18/7/2011) dini hari WIB.

Pertandingan pada babak pertama berjalan ketat. Brasil yang mencoba menguasai permainan harus menghadapi permainan disiplin para pemain Paraguay. Hasilnya, Brasil kesulitan untuk mengembangkan permainan dan kerap gagal menerobos pertahanan lawan.

Ini terbukti dengan fakta bahwa Brasil hanya mampu menciptakan tiga peluang hingga menit ke-30. Namun, hanya dua yang benar-benar mengancam gawang Paraguay yang dikawal Justo Villar. Peluang tersebut didapat Neymar pada menit ke-7 dan ke-27. Sayang, kedua tembakan Neymar masih belum menemui sasaran.

Brasil sebenarnya punya peluang terbaik pada menit ke-34. Berawal dari tendangan bebas Andre Santos, Lucio yang berdiri bebas berhasil menyontek bola ke arah gawang Paraguay. Sial bagi Brasil, bola masih bisa diblok oleh Villar.

Susunan pemain

Brasil: Julio Cesar, Maicon, Andre Santos, Thiago Silva, Lucio, Lucas Leiva, Paulo Henrique Ganso, Ramires, Robinho, Pato, Neymar.

Paraguay: Justo Villar, Dario Veron, Aureliano Torres, Paulo Da Silva, Antolin Alcaraz, Cristian Riveros, Victor Caceres, Enrique Vera, Marcelo Estigarribia, Lucas Barrios, Nelson Valdez.

Sunday, May 22, 2011

Lazio Masih Ditahan Lecce 2-2

LECCE, KOMPAS.com — Lazio yang berpeluang ke Liga Champions mencoba menyerang Lecce pada laga terakhir Liga Serie-A, Minggu atau Senin (23/5/2011) dini hari WIB. Sempat unggul dua kali, Lazio ditahan 2-2 sampai babak pertama berakhir.

Serangan Lazio sempat membuat tuan rumah Lecce kewalahan. Bahkan, Lazio langsung unggul pada menit ke-6. Tommaso Rocchi melakukan tendangan kaki kiri yang mampu menaklukkan kiper Massimiliano Benassi, setelah memanfaatkan assist Cristian Ledesma.

Namun, Lecce segera bangkit. Setelah serangkaian usaha keras, Lecce mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-32 melalui Manuel Coppola. Sebuah umpan terobosan Giuseppe Vives langsung disambar Coppola dan gol, 1-1.

Lazio langsung bangkit dan kembali menekan. Tiga menit kemudian, Mauro Zarate membawa Lazio kembali unggul. Memanfaatkan assist Tommaso Rocchi, dia melakukan tendangan kaki kanan dan gol, 2-1.

Ternyata, Lecce tak mau kalah dan melakukan perlawanan ketat. Pada menit ke-41, mereka kembali menyamakan kedudukan. Kali ini Ignacio Piatti, yang mencetak gol dengan tendangan kaki kiri, memanfaatkan umpan silang Giulio Donati. Kedudukan 2-2 tak berubah hingga akhir babak pertama.

Susunan pemain

Lecce: 81-Massimiliano Benassi; 3-Alberto Giuliatto, 18-Guillermo Giacomazzi, 28-Davide Brivio, 2-Giulio Donati, 32-Manuel Coppola, 20-Giuseppe Vives, 11-Djamel Mesbah, 8-Gianni Munari, 17-David Di Michele, 19-Ignacio Piatti

Lazio: 86-Fernando Muslera; 3-Andre Dias, 20-Giuseppe Biava, 14-Javier Garrido, 2-Stephan Lichtsteiner, 24-Cristian Ledesma, 8-Hernanes, 6-Stefano Mauri, 32-Christian Brocchi, 9-Tommaso Rocchi, 10-Mauro Zarate

Tuesday, April 12, 2011

Pato: Milan Masih Perlu Belajar

Penyerang AC Milan, Alexandre Pato.

FLORENCE, KOMPAS.com - Penyerang AC Milan, Alexandre Pato, mengatakan timnya fokus kepada pertandingan terdekat dan usaha bermain lebih baik dari laga ke laga.

Hal itu berkaitan dengan pertandingan Serie-A antara Milan dan Fiorentina, yang dimenangkan Milan 2-1, Minggu (10/4/2011). Gol Milan dicetak oleh Pato dan Clarence Seedorf. Adapun gol balasan Fiorentina dicetak Juan Vargas.

Dengan hasil itu, Milan menguasai klasemen dengan 68 poin dari 32 pertandingan. Mereka unggul tiga angka dari Napoli di tempat kedua dan lima angka dari Inter Milan di posisi ketiga, yang masing-masing juga telah melakoni 32 laga.

"Kami hanya fokus kepada usaha meraih kemenangan dan tak ada yang selain itu. Kami semua senang karena mengambil poin penting dari tim yang bagus," ujar Pato.

"Sekarang, kami harus mengevaluasi kesalahan yang kami buat dan bersiap untuk tantangan berikut (melawan Sampdoria dalam lanjutan Serie-A, 16 April mendatang). Aku senang dengan penampilanku dan itu karena dukungan tim," tuturnya. (FBI)

Friday, April 8, 2011

Boninsegna: Inter Masih Bisa Lewati Lubang Jarum

Mantan striker Inter Milan, Roberto Boninsegna.

MILAN, KOMPAS.com — Legenda Inter Milan, Roberto Boninsegna, menilai "I Nerazzurri" akan menemui kesulitan untuk lolos ke semifinal Liga Champions seusai kalah 2-5 dari Schalke 04 di leg pertama perempat final Liga Champions, Selasa kemarin. Ibaratnya, Inter harus melewati lubang jarum, tetapi itu masih mungkin terjadi.

Inter memang dihadapkan pada misi berat untuk bisa lolos ke semifinal dan mempertahankan gelar juaranya. "I Nerazzurri" harus menang minimal 4-0 untuk bisa lolos dari lubang jarum. Misi ini semakin sulit karena mereka akan menjalani leg kedua di kandang Schalke, Gelsenkirchen.

"Mereka akan mencoba untuk bangkit di Jerman. Itu akan sangat sulit. Nyaris mustahil, tapi bukan tidak mungkin," tegas Boninsegna kepada Goal.com.

"Tidak ada hal yang tidak mungkin, tapi mereka membuat terlalu banyak kesalahan dan mereka harus merenungkan hal ini. Sangat tak terduga bisa kalah seperti ini, tapi hasil ini akan mengejutkan mereka," sambungnya.

Monday, February 28, 2011

Xavi Masih Kecewa

Gelandang Barcelona, Xavi Hernandez, yakin timnya akan sukses di Liga Champions dan Divisi Primera.

BARCELONA, KOMPAS.com — Kapten Barcelona, Xavi Hernandez, masih sangat terpukul dengan kekalahan timnya atas Arsenal pada laga pertama babak perdelapan final Liga Champions, Rabu atau Kamis (17/2/2011). Menurut Xavi, ini bukanlah hasil yang adil.

Meski sempat unggul terlebih dahulu lewat gol David Villa, Barcelona akhirnya harus mengakui keunggulan Arsenal dengan skor tipis 1-2 dalam laga yang berlangsung di Stadion Emirates.

Xavi menilai, Barcelona tampil lebih baik ketimbang lawannya tersebut. Hal itu terlebih banyak peluang yang diciptakan Lionel Messi dkk yang gagal dikonversikan menjadi sebuah gol.

"Ini memalukan karena kami berpikir lebih kuat dari Arsenal. Hasil ini lebih buruk dari musim lalu (2-2). Dulu kami seri sekarang kami kalah. Tim membuat banyak kesalahan, tetapi memberikan permainan bagus," kata Xavi.

"Kami kurang beruntung dalam penyelesaian akhir. Kami tak bisa mengonversikan banyak kesempatan yang kami punya. Pertandingan itu kami kuasai, tetapi gagal untuk dimenangkan. Hasil ini tidak adil," tambahnya.

Namun, Xavi tak mau terlalu larut dalam kekecewaan. Ia mulai menatap ke depan dan yakin bisa membalikkan keadaan. Kemenangan 1-0 di laga kedua, 8 Maret mendatang di Stadion Camp Nou, sudah cukup mengantarkan Barcelona ke babak selanjutnya.

"Kami mungkin kecewa dan tahu apa yang kami butuhkan pada laga berikutnya. Kami yakin bisa melakukan yang lebih baik di Camp Nou dan kami optimistis. Namun, kami sangat menghormati Arsenal," ucapnya. (DM)

Wednesday, February 23, 2011

Leonardo: Jalan Scudetto Masih Panjang

Manajer Inter Milan, Leonardo Araujo.

MILAN, KOMPAS.com - Manajer Inter Milan Leonardo Araujo menilai belum waktunya bagi timnya bicara soal scudetto karena persaingan masih panjang dan akan ditentukan sampai laga terakhir.

Hal tersebut disampaikan berkaitan dengan kemenangan 5-3 yang diraih atas AS Roma, Minggu (6/2/2011). Berkat itu, Inter kini duduk di posisi ketiga dengan 44 poin, atau hanya kalah lima angka dari penguasa sementara AC Milan.

Mengingat Inter baru melakoni 23 laga dan Milan 24 laga, dan kedua kubu masih akan bertemu, 3 April mendatang, Inter berpeluang finis sebagai juara.

"Apakah kami anti-Milan? Kampanye Serie-A akan sengit sampai akhir karena ada selisih poin sejumlah tim tipis," ujar Leonardo.

"Anda bisa melihat dalam setiap pertandingan bagaimana sulitnya mendapat tiga poin. Lihat dalam beberapa pekan terakhir dan Anda akan tahu ada banyak kejutan dalam kompetisi ini," tambahnya. (FBI)

Tuesday, February 22, 2011

Ditahan Schalke, Dortmund Masih Mapan

Penyerang Schalke, Raul (kiri), berebut bola dengan bek Borussia Dortmund, Felipe Santana, pada pertandingan Liga BBVA, Jumat (4/2/2011).

DORTMUND, KOMPAS.com - Borussia Dortmund hanya bermain imbang 0-0 dengan Schalke, dalam lanjutan Bundesliga, di Stadion Signal-Iduna-Park, Jumat (4/2/2011) dan tetap duduk di puncak klasemen dengan 51 poin atau unggul sebelas angka dari pesaing terdekat, Bayern Leverkusen.

Meski masih bisa dibilang aman, Dortmund pantas kecewa dengan hasil tersebut. Bermain di kandang sendiri, mereka mampu konsisten mengancam gawang lawan dan solid dalam bertahan. Namun, gara-gara performa Manuel Neuer, eksekusi yang mereka lepaskan tak membuahkan gol.

Pada menit ke-78 dan ke-79, misalnya, Dortmund, menciptakan dua peluang melalui Mario Goetze dan Robert Lewandowski. Namun, kedua tembakan mereka semua mentah di tangan Neuer.

Di tengah tekanan lawan, Schalke bisa beberapa kali menciptakan peluang, yang sayangnya juga gagal membuahkan gol. Pada menit ke-37 dan ke-41, misalnya, Klaas-Jan Huntelaar dan Jose Jurado bergantian menembakkan bola, yang semuanya meleset keluar lapangan.

Selama 90 menit, Dortmund menguasai bola sebanyak 60 persen dan melepaskan sembilan tembakan akurat dari 21 usaha. Bandingkan dengan tim tamu, yang hanya menciptakan dua peluang emas dari enam percobaan.

Susunan pemain:
Dortmund:
Roman Weidenfeller; Mats Hummels, Felipe Santana, Marcel Schmelzer, Lukasz Piszczek; Nuri Sahin, Sven Bender, Kevin Grosskreutz (Robert Lewandowski  73), Jakub Blaszczykowski (Mohamed Zidan  89); Lucas Barrios, Mario Goetze
Schalke: Manuel Neuer; Christoph Metzelder, Benedikt Hoewedes, Lukas Schmitz, Atsuto Uchida; Anthony Annan (Kyriakos Papadopoulos  77), Peer Kluge, Jose Jurado (Junmin Hao  81), Jefferson Farfan; Klaas-Jan Huntelaar (Julian Draxler 88), Raul Gonzalez
Wasit: Michael Weiner

Monday, February 14, 2011

Persib Masih Bertahan di LSI

KOMPAS/DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJOPersib menggunakan lapangan futsal Soccer Coop, Bandung, untuk berlatih, Kamis (18/11). Ketiadaan lapangan menyebabkan manajemen Persib sering kerepotan mencari tempat berlatih. Persib tidak memiliki lapangan sendiri sehingga harus mengandalkan lapangan milik pihak ketiga.

BANDUNG, KOMPAS.com- Tim peserta Liga Super Indonesia dari Bandung, Persib, ternyata masih akan melanjutkan kompetisi dengan mengirimkan tim mereka untuk laga tandang ke Wamena. Wacana untuk hengkang ke kompetisi tetangga, Liga Primer Indonesia, belum juga diputuskan.

Demikian diungkapkan Manajer Persib, Umuh Muhtar, dalam jumpa pers di sebuah restoran di Jl LLRE Martadinata, Bandung, Kamis (27/1/2011). Pukul 15.00 ini, rombongan pemain yang terdiri dari 18 orang akan berangkat ke Wamena untuk menjalani laga tandang tanggal 30 Januari. Laga tersebut dilanjutkan melawan Persipura Jayapura, 2 Februari.

"Keputusan ini harus dibicarakan dengan seluruh pengurus di Jakarta. Kepastian bakal muncul satu atau dua hari ke depan," ujar Umuh.

Dia menuturkan, rencana Persib untuk hijrah ke LPI didasarkan atas kegeraman kepada manajemen kompetisi di LSI yang dinilai kerap merugikan tim peserta. Salah satu pemicunya adalah buruknya kepemimpinan wasit dalam laga kandang menghadapi Persisam Samarinda serta Arema Indonesia.

Thursday, January 27, 2011

Seri, Singgasana Milan Masih Aman

Penyerang AC Milan, Zlatan Ibrahimovic (kanan), merayakan golnya ke gawang Lecce dalam lanjutan Serie-A, Minggu (16/1/2011).

LECCE, KOMPAS.com — Unggul lebih dahulu, AC Milan akhirnya hanya mendulang hasil imbang 1-1 saat menyambangi Lecce dalam lanjutan Serie A di Via del Mare, Minggu (16/1/2011). Mereka masih berada di puncak klasemen dengan 41 poin, atau unggul empat angka dari pesaing terdekat, Napoli.

Milan sebetulnya mendominasi permainan, terutama pada babak pertama. Pada 15 menit pertama, misalnya, Milan konsisten menekan Lecce. Namun, mereka kesulitan menuntaskan serangan dengan eksekusi.

Milan baru bisa menyerang dan mengakhirinya dengan eksekusi saat pertandingan memasuki menit ke-19. Sejak itu sampai menit ke-25, Milan melepaskan tiga tembakan melalui Mathieu Flamini, Gennari Gattuso, dan Alexandre Pato. Namun, eksekusi Flamini diblok, sementara tembakan Gattuso dan Pato melenceng dari sasaran.

Setelah itu, Milan sempat mengendurkan serangan dan menata kembali pola permainan mereka. Kesempatan ini dimanfaatkan Lecce untuk menaikkan tekanan. Mereka pun berhasil melumpuhkan permainan Milan dan menciptakan sejumlah peluang melalui Carlis Grossmueller, yang sayangnya juga tidak membuahkan gol.

Milan baru bisa bangkit dan mengangkat serangan ketika laga menginjak menit ke-40. Meski tak seagresif sebelumnya, perencanaan serangan Milan tampak lebih matang. Dengan aliran bola bertempo sedang, mereka mampu melancarkan dua serangan yang semuanya berujung eksekusi. Sayang, sampai peluit turun minum berbunyi, mereka gagal membuat gol.

Memasuki babak kedua, Milan tak mengubah permainannya dan tetap kesulitan menciptakan peluang berarti.

Di tengah kebuntuan itu, Zlatan Ibrahimovic melakukan tendangan spekulatif yang berbuah gol pada menit ke-49. Menguasai bola di luar kotak penalti dalam kawalan dua pemain lawan, ia melambungkan bola yang masuk sudut kiri atas gawang Antonio Rosati.

Setelah gol itu, Lecce bermain lebih terbuka. Dengan tetap bermain disiplin dalam bertahan, mereka jeli melihat peluang melakukan serangan balik.

Pada menit ke-61, misalnya, setelah selamat dari serangan Milan, mereka bergerak cepat menggiring bola ke wilayah Milan. Dengan permainan penguasaan bola yang didukung enam sampai delapan pemain, mereka mampu menuntaskan itu dengan tembakan akurat Guillermo Giacomazzi dari tengah kotak penalti, yang sayangnya bisa dimentahkan Amelia.

Meski gagal, Lecce berusaha mempertahankan gaya bermain itu. Mereka berusaha tetap agresif terutama saat tidak menguasai bola dan bergerak maju dengan cepat ketika menguasainya.

Dalam sejumlah kesempatan, Lecce mampu mengalirkan bola sampai sekitar kotak penalti Milan. Namun, koordinasi mereka kurang solid sehingga pada momen-momen krusial, umpan mereka kandas dimentahkan bek Milan.

Tak kurang akal, Lecce pun berusaha memaksimalkan kesempatan mengeksekusi bola mati, yang pada akhirnya membuahkan gol dari kaki Ruben Olivera pada menit ke-82. Memanfaatkan sepak pojok, Olivera menembakkan bola dari tengah kotak penalti masuk sudut kanan bawah gawang Milan.

Setelah itu, permainan berlangsung semakin seru. Kedua kubu semakin saling menyerang. Namun, tak satu pun gol tercipta sampai peluit berbunyi panjang.

Selama 90 menit, Milan menguasai bola sebanyak 66 persen dan menciptakan tiga peluang emas dari 16 usaha. Adapun Lecce melepaskan dua tembakan akurat dari tujuh percobaan.

Susunan pemain:
Lecce:
Antonio Rosati; Medina Da Silva Fabiano, Gustavo, Djamel Mesbah, Nenad Tomovic; Carlos Grossmueller (Guillermo Giacomazzi  57), Giuseppe Vives (Ignacio Piatti 81), Ruben Olivera, Gianni Munari; David Di Michele, Neves Capucho Jeda (Daniele Corvia 69)
Milan: Marco Amelia; Thiago Silva, Alessandro Nesta, Daniele Bonera, Ignazio Abate; Massimo Ambrosini, Clarence Seedorf, Mathieu Flamini (Mario Yepes  90), Gennaro Gattuso; Zlatan Ibrahimovic, Pato (Antonio Cassano 72)
Wasit: Andrea De Marco

Tuesday, January 25, 2011

Madrid-Klose Masih Negosiasi

Striker Jerman, Miroslav Klose.

MUENCHEN, KOMPAS.com — Agen Miroslav Klose, Alexander Schuett, mengatakan, Real Madrid tengah tertarik untuk memakai jasa kliennya di bursa transfer ini. Dan, sejauh ini kedua belah pihak masih dalam tahap negosiasi.

Klose tengah kehilangan tempat utamanya di Bayern Muenchen. Striker 32 tahun itu kalah bersaing dengan kompatriotnya, Mario Gomez. Karena itu, ia kemungkinan memilih pindah guna mencari kesempatan bermain lebih banyak.

Jam terbang di lapangan sangat penting bagi Klose karena ia ingin mempertahankan posisinya di tim nasional Jerman. Melihat gelagat ini, Madrid langsung menunjukkan tanda-tanda ketertarikan.

"Beberapa klub Spanyol telah menghubungi saya untuk mendiskusikan kesempatan mereka mendapatkan Miroslav. Real Madrid juga mendekati saya, tetapi semuanya belum terlalu serius saat ini," kata Schuett kepada Bild.

Madrid membutuhkan Klose untuk menggantikan peran Gonzalo Higuain yang sedang cedera parah. Klose dinilai Jose Mourinho sebagai kandidat yang tepat karena pemain berdarah Polandia itu memiliki insting target man layaknya Higuain. Madrid juga takkan membuang banyak uang untuk mendapatkan Klose karena harganya memang tak terlalu mahal.

Monday, January 17, 2011

Lawan Cagliari, Cassano Masih Cadangan

Penyerang AC Milan, Antonio Cassano saat mengikuti sesi latihan AC Milan, di Dubai, Selasa (28/12/2010).

MILAN, KOMPAS.com Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, mengatakan akan memasukkan penyerang Antonio Cassano dalam skuad yang akan melakoni laga Serie A melawan Cagliari, Kamis (6/1/2011), tetapi kemungkinan besar tidak menjadi starter.

Cassano dibeli Milan dari Sampdoria belum lama ini. Menurut pemberitaan di Italia, Cassano dijual karena berseteru dengan presiden klub itu, Ricardo Garrone, Oktober silam. Indikasinya adalah Cassano tak pernah dimainkan sejak berkonflik dengan Garrone sampai dijual ke Milan.

Terlepas dari masalah Cassano dengan Sampdoria, Allegri menilai Cassano datang dalam keadaan tidak bugar dan hasil latihannya bersama Milan sejauh ini belum cukup memulihkan fisik dan performanya. Meski begitu, Allegri tak menutup peluang bagi Cassano tampil melawan Cagliari sejak menit awal.

"Cassano? Ini adalah kesempatan terakhir dalam kariernya. Jadi, ia tidak boleh gagal lagi. Ada kemungkinan 70 persen dia akan mulai dari bangku cadangan. Ini semua bergantung pada tekadnya, tetapi ia telah menunjukkan bahwa dia memiliki (tekad)," kata Allegri. (GL)

Thursday, January 13, 2011

Negosiasi City-Dzeko Masih Buntu

MANCHESTER, KOMPAS.com Negosiasi transfer striker VfL Wolfsburg, Edin Dzeko, ke Manchester City diberitakan Daily Mail belum menemukan titik terang. Besaran gaji disebut sebagai masalah terbesarnya.

Daily Mail mengklaim, Dzeko menuntut gaji sebesar 180.000 euro (atau sekitar Rp 2,1 miliar) per pekan. Namun, manajemen "The Citizens" keberatan dengan nilai ini. Pasalnya, mereka hanya menawarkan gaji sebesar 125.000 euro (sekitar Rp 1,5 miliar) per pekan.

Dzeko disebut akan dijadikan tandem Carlos Tevez, yang sudah mencetak 12 gol dan 5 asis di Premier League musim ini. (DM)

Penulis: Jonathan Pandapotan   |   Editor: Tjatur Wiharyo   |   Loading...