Showing posts with label Tekuk. Show all posts
Showing posts with label Tekuk. Show all posts

Tuesday, November 22, 2011

Tekuk Kamboja, Malaysia Puncaki Klasemen

Ilustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim nasional Malaysia U-23 berhasil membungkam tim nasional Kamboja U-23 dengan skor 4-1 pada lanjutan pertandingan babak penyisihan Grup A cabang sepak bola SEA Games XXVI, Minggu (13/11/2011) sore. Berkat kemenangan ini, Malaysia bertakhta di puncak klasemen dengan mengoleksi tujuh poin. Namun, takhta klasemen bisa berubah. Malaysia akan tergeser bila Indonesia mampu menaklukkan Thailand setelah pertandingan ini.

Dalam pertandingan tadi, Malaysia langsung tampil menekan Kamboja semenjak menit-menit awal. Ancama pertama dilepaskan Mansor Muhd pada menit kelima. Sayang tembakan pemain bernomor punggung 21 itu masih bisa ditepis kiper Kamboja, Sou Yaty. Hanya berselang semenit kemudian, Malaysia sukses membobol gawang Kamboja. Ramlan Izzaq berhasil memaksa Sou Yaty memungut bola di gawang sendiri setelah memaksimalkan umpan silang Young Kuong Young dari sayap kanan.

Gol tersebut membuat "Harimau Malaya Muda" terlihat semakin menguasai pertamainan. Dengan mengandalkan umpan satu-dua, tim besutan Ong Kim Swee itu berusaha membongkar pertahanan Kamboja. Gawang Kamboja kembali mendapatkan ancaman berbahaya pada menit ke-28. Dari sayap kanan, Yong Kuong melakukan penetrasi dan kemudian melepaskan umpan silang. Sayang umpan Yong Kuong lebih dekat dengan gawang Kamboja sehingga Sou Yaty dengan mudah mengamankan bola.

Sou Yatty kembali melakukan penyelamatan gemilang pada menit ke-31. Dari sayap kiri, Ramlan melakukan penetrasi ke kotak penalti lawan. Tak mendapatkan ruang tembak, Ramlan menggulirkan bola kepada Fazail. Tanpa pikir panjang, Fazail melepaskan tembakan keras. Sial bagi Malaysia, tembakan Fazail berhasil ditepis Sou Yaty.

Tidak ingin kehilangan momen, Malaysia terus melancarkan serangan. Akhirnya, perjuangan keras Malaysia membuahkan hasil pada menit ke-35. Dari luar kotak penalti, Baddrol melepaskan tembakan keras yang membuat bola bersarang ke tengah gawang Kamboja.

Belum sempat mencetak gol balasan, Kamboja kembali kebobolan lewat titik putih pada menit ke-38. Malaysia mendapatkan hadiah penalti setelah Ramlan dijatuhkan oleh salah satu pemain lawan di kotak terlarang. Baddrol yang tampil algojo sukses menyarangkan bola ke sisi kanan gawang Kamboja. Meski unggul 3-0, Malaysia masih tampil ngotot. Namun tidak ada gol tambahan hingga turun minum. Babak pertama pun berakhir dengan keunggulan Malaysia 3-0.

Selepas turun minum, Kamboja mulai berani melancarkan ancaman. Bahkan gawang Malaysia nyaris kebobolan pada menit ke-54. Kapten Kamboja berhasil melepaskan tembakan setelah memaksimalkan kemelut di depan gawang Malaysia. Sayang tembakan pemain benomor punggung sebelas itu masih melambung di atas mistar.

Peluang tersebut membuat Kamboja semakin percaya diri. Alhasil, Kamboja berhasil membobol gawang Malaysia berkat gol yang diciptakan Chihin Chhoeun pada menit ke-60. Gol tersebut langsung disambut meriah oleh puluhan ribu pendukung Indonesia yang hadir di stadion. Memang, semenjak menit-menit awal, Kamboja mendapatkan dukungan penuh dari pendukung Indonesia.

Bahkan kiper Sou Yaty sempat mendapatkan aplaus meriah saat berhasil menepis tembakan pemain lawan. Penonton pun semakin semangat mendukung Kamboja. Mereka berteriak Kamboja.. Kamboja.. saat Khoun Laboravy dan kawan-kawan menguasai bola.

Dukungan tersebut membuat Kamboja semakin percaya diri. Beberapa pemain Kamboja berani melakukan penetrasi dengan melewati dua hingga tiga pemain Malaysia. Perlakuan berbeda diterima Malaysia. Setiap kali melancarkan serangan, pemain Malaysia langsung mendapatkan teriakan cemoohan dari pendukung Indonesia.

Meskipun mendapatkan intimidasi, Malaysia berhasil membobol gawang Kamboja jelang laga usai. Sou Yaty dipaksa kembali memunggut bola disarangnya setelah gagal menahan tembakan Wan Zakaria. Gol tersebut mengunci kemenangan Malaysia 4-1.

Susunan Pemain

Malaysia: 1- Che Mat khairul Fahmi; 2- Jasuli Mahali, 4-Mohd Shas Mohams Fadhli, 6- Omar Mohd Asraruddin, 7-Fazail Mohd Irfan, 10-Bakhtiar Baddrol, 14-Ramlan Izzaq Faris (Abumamee Thamil 56), 19-Wan Zakaria Wan Zaharul, 21-Mansor Muhd Nazmi Faiz, 24-Ahmad Mohamad muslim, 28- Yong Kuong Yong (Othman Mohammad Fandi 46)

Kamboja: 1-Sou Yaty; 2-Lay Raksmey, 3-Sok Rithy, 4- Sok Sovan, Touch Pancharong, 11-Khuon Laboravy, 12-Pheak Rady, 14-Sos Suhana, 16-Chhun Sothearath, 17-Chhin Chhoeun, 18-Phourng Soksana

Sunday, July 17, 2011

Tekuk Cile, Venezuela ke Semifinal

Bek Venezuela, Oswaldo Vizcarrondo (kanan), seusai mencetak gol ke gawang Cile, Senin (18/7/2011) pagi WIB.

SAN JUAN, KOMPAS.com — Venezuela meneruskan kiprah gemilangnya di Copa Amerika 2011. "La Vinotinto" sukses melangkah ke semifinal setelah menekuk Cile 2-1 di Stadion del Bicentenario, San Juan, Senin (18/7/2011) pagi WIB. Di babak empat besar, Venezuela akan menantang Paraguay.

Venezuela merupakan kejutan utama di turnamen ini. Di babak penyisihan grup mereka mampu menahan imbang Brasil dan lolos sebagai runner up. Ini adalah pertama kalinya mereka lolos ke babak semifinal.

Laga Venezeula melawan Cile berjalan alot di babak pertama. Tempo permainan berjalan lambat. Meski demikian, Cile sempat mengancam di menit keempat melalui tembakan Alexis Sanchez. Sayangnya, bola dapat dipatahkan kiper Venezuela, Renny Vicente Vega.

"La Vinotinto" baru bisa mengancam balik di menit ke-34. Dari sisi kanan, Juan Fernando Arango melepas tendangan bebas akurat ke kotak penalti yang langsung ditanduk Oswaldo Vizcarrondo ke gawang Cile dan gol, 1-0 untuk Venezuela.

Cile tampil all out di paruh kedua. Mengandalkan duet Sanchez dan Humberto Suazo, "La Roja" terus menyerang Venezuela dari berbagai sudut. Suazo sempat melepas tembakan geledek di menit ke-53. Namun, apa daya, usahanya dimentahkan mistar gawang.

Meski gagal, Cile tak menyerah. Luis Antonio Jimenez dan kawan-kawan mengerahkan segala upaya untuk membongkar barikade pertahanan Venezuela. Usaha mereka akhirnya menuai sukses di menit ke-69. Dari sisi kanan, Sanchez melepas umpan datar yang langsung diteruskan Suazo dengan tendangan keras dan gol, 1-1.

Venezuela yang sedang berada dalam tekanan justru di luar dugaan mampu membalikkan keadaan. Sama seperti gol pertama, proses gol kedua Venezuela diawali dari tendangan bebas Arango. Tendangan bebas itu membuat kemelut di depan gawang Cile yang sukses dimanfaatkan Gabriel Cichero dengan kaki kirinya. Venezuela pun unggul 2-1 dan skor ini bertahan hingga laga usai. (*)

Susunan pemain Cile: Claudio Andrés Bravo; Pablo Contreras, Waldo Ponce, Gonzalo Jara (Esteban Paredes, 60), Carlos Carmona (Jorge Valdivia, 45), Luis Antonio Jiménez (Carlos Muñoz, 83), Arturo Vidal, Gary Medel, Mauricio Isla, Alexis Sánchez, Humberto Suazo Venezuela:  Renny Vicente Vega; Oswaldo Vizcarrondo, Grenddy Perozo, Roberto Rosales, Gabriel Cíchero, Juan Fernando Arango, Franklin Lucena, César González, Tomás Rincón, Giancarlos Maldonado (Luis Seijas 63), Miku (Salomon Rondon 59)

Saturday, April 30, 2011

Tekuk Bari 3-2, Roma Tatap Liga Champions

Para pemain AS Roma merayakan gol Aleandro Rosi yang memastikan kemenangan 3-2 atas Bari, Minggu atau Senin (2/5/2011) dini hari WIB. Kemenangan ini memperlebar peluang Roma ke zona Liga Champions.

BARI, KOMPAS.com — Setelah susah payah dan sempat tertinggal dua kali, AS Roma akhirnya mampu menekuk Bari 3-2 dalam lanjutan Liga Serie-A, Minggu atau Senin (2/5/2011) dini hari WIB. Kemenangan ini membuka jalan Roma untuk menuju ke zona Liga Champions makin lebar.

Dengan tambahan tiga poin, Roma naik setingkat ke urutan kelima dengan nilai 59. Mereka tinggal berjarak satu poin dari Lazio yang menempati urutan keempat, atau jatah terakhir Liga Champions.

Meski sudah degradasi, Bari tetap tampil maksimal menjamu AS Roma. Serangan mereka bahkan kerap merepotkan Roma. Bahkan, pada menit ke-25, Bari berhasil membobol gawang Roma dan unggul 1-0.

Simone Bentivoglio dengan baik melakukan tendangan penalti. Hukuman penalti diberikan kepada Roma karena Juan melakukan handsball di kotak terlarang.

Roma mencoba bangkit dan menekan, dan lima menit kemudian sukses menyamakan kedudukan berkat gol Francesco Totti. Bola tendangan bebasnya meluncur keras ke gawang Bari tanpa bisa dijangkau oleh kiper Jean Francois Gillet.

Roma semakin percaya diri dan terus menekan. Namun, mereka lengah saat Bari melakukan serangan balik. Sebuah umpan silang Romero pada menit ke-43 ditanduk Erik Huseklepp dengan baik dan gol, 2-1.

Memasuki babak kedua, Roma semakin kerepotan oleh tekanan Bari. Bahkan, pada menit ke-48, Roma harus bermain 10 orang setelah Daniele De Rossi terkena kartu merah. Ia sengaja menyikut wajah Simone Bentivoglio.

Namun, Roma justru bermain lebih menekan. Bahkan, defender Juan pun ikut maju. Aksinya berkontribusi besar pada menit ke-55. Upayanya menerobos kotak penalti Bari untuk memburu bola dihentikan Nicola Belmonte dan Kamil Glik dengan cara menarik kausnya. Juan terjatuh dan wasit menunjuk titik putih. Totti yang menjadi algojo tendangan penalti sukses melaksanakan tugasnya, 2-2.

Jual beli serangan semakin memanaskan permainan. Pada menit ke-79, Roma sebenarnya berpeluang menambah gol saat mendapat hadiah tendangan penalti lagi karena Marco Borriello dijatuhkan Glik di kotak terlarang. Glik pun terkena kartu merah. Sayang, kali ini tendangan penalti Totti membentur tiang gawang. Padahal, jika gol, Totti mencetak hattrick dan timnya bisa menang.

Dengan jumlah pemain seimbang 10-10, Roma mencoba lebih menekan. Apalagi, Roma kemudian unggul jumlah pemain, setelah Andrea Masiello dikartu merah pada menit ke-90. Sisa sedikit waktu dimanfaatkan dengan baik oleh Roma. Sebuah umpan silang John Arne Riise akhirnya mengenai dada Aleandro Rosi dan menjadi gol kemenangan 3-2.

Susunan Pemain
Bari:
1-Jean Francois Gillet; 52-Kamil Glik, 15-Nicola Belmonte, 21-Alessandro Parisi, 5-Andrea Masiello, 8-Massimo Donati (11-Abdelkader Ghezzal 74), 14-Alessandro Gazzi, 24-Kamil Kopunek, 27-Simone Bentivoglio, 22-Erik Huseklepp (33-Marco Rossi 81), 32-Jaime Romero Gomez (90-Edgar Álvarez 73)

AS Roma: 32-Doni; 4-Juan, 29-Nicolas Burdisso, 17-John Arne Riise, 77-Marco Cassetti (87-Aleandro Rosi 88), 16-Daniele De Rossi, 7-David Pizarro, 9-Mirko Vucinic (11-Rodrigo Taddei 53), 94-Jeremy Menez (22-Marco Borriello 45), 10-Francesco Totti, 20-Simone Perrotta

Sunday, February 27, 2011

Messi Cetak Gol, Argentina Tekuk Ronaldo Dkk

Penyerang Argentina, Lionel Messi, mencetak satu gol dan membawa timnya menang 2-1 atas Portugal dalam laga persahabatan, Rabu atau Kamis (10/2/2011) dini hari WIB.

ZURICH, KOMPAS.com Tampil lebih gemilang, Portugal malah harus mengakui keunggulan Argentina dengan skor 1-2 dalam babak pertama laga persahabatan di Stade de Geneve, Rabu atau Kamis (10/2/2011) dini hari WIB. Penalti dari Lionel Messi membuat penampilan ciamik Cristiano Ronaldo yang mencetak satu gol menjadi sia-sia.

Pertarungan ini menjadi ajang pembuktian antara penyerang Argentina, Lionel Messi (Argentina), dan pemain andalan Portugal, Cristiano Ronaldo. Keduanya pun menjadi perhatian khusus.

Messi didukung oleh Angel Di Maria yang juga rekan Ronaldo di Real Madrid. Argentina juga diperkuat Ezequiel Lavezzi dan Ever Banega. Sementara itu, Ronaldo mendapat sokongan dari pemain lincah asal Manchester United, Nani, dan gelandang elegan Liverpool, Raul Meireles. Masih ada Hugo Almeida dan juga Joao Moutinho.

Di Maria membuat Argentina unggul lebih dulu pada menit ke-14 setelah menerima umpan Messi.

Ronaldo tak mau kalah gemilang dengan Messi. Tujuh menit berikutnya, Ronaldo menunjukkan tajinya dan mengubah kedudukan menjadi 1-1.

Portugal tampil lebih menghibur. Kombinasi Nani, Ronaldo, dan Almeida membuat pertahanan Argentina yang dipimpin Javier Zanetti sedikit kelabakan. Sepuluh menit terakhir, Argentina balik menekan. Namun, hingga pertandingan babak pertama usai, kedudukan tetap 1-1.

Portugal kembali menekan pada awal babak kedua. Ronaldo sudah membuat Sergio Romero ketar-ketir pada menit ke-47. Sayang, tandukkannya masih membentur mistar gawang. Dua menit kemudian, peluang Portugal kembali membentur tiang. Usaha Ronaldo, yang coba memanfaatkan bola rebound, juga melambung di atas mistar.

Argentina bukan tanpa peluang. Lionel Messi dkk beberapa kali mengancam. Tendangan bebas Messi mengarah ke gawang, tetapi masih bisa diselamatkan oleh kiper pengganti Rui Patricio.

Meski sudah bermain sangat baik, Ronaldo tetap ditarik ke luar oleh pelatih Paulo Bento. Bento memasukkan Danny, Ricardo Quaresma, dan  Helder Postiga menggantikan Ronaldo, Nani, dan Almeida.

Meski demikian, tekanan Portugal tetap tak berkurang. Raul Meireles dkk membuat pemain Argentina hanya bisa bertahan hingga setengah lapangan.

Malang bagi Portugal. Tampil menekan, mereka malah kebobolan pada menit ke-89. Pelanggaran dari Fabio Coentrao terhadap Pablo Zabaleta membuat wasit menunjuk titik putih. Messi yang menjadi algojo dengan baik mencetak gol dan memastikan kemenangan Argentina 2-1.

Susunan Pemain

Argentina: Sergio Romero, Javier Zanetti (Pablo Zabaleta 62), Gabriel Milito, Nicolás Burdisso, Faustino Rojo, Esteban Cambiasso (Rodrigo Baglia 78), Javier Mascherano, Angel Di Maria (Javier Pastore 66), Ever Maximiliano Banega (Fernando Gago 62), Lionel Messi, Ezequiel Ivan Lavezzi (Juan Manuel Martinez 83).

Portugal: Carvalho dos Reis Eduardo (Rui Patricio 46), Pedro da Silva Joao Pereira, Bruno Alves, Jorge Pires da Fonseca Rolando, Alexandre da Silva Fabio Coentrao, Jorge Neto Carlos Martins (Ricardo Ribeiro Jesus Paulo Machado 84), Raul Meireles (Miguel Veloso 80), João Moutinho, Nani (Ricardo Quaresma 60), Cristiano Ronaldo (Danny 60), Hugo Almeida (Helder Postiga 60).