Showing posts with label Champions. Show all posts
Showing posts with label Champions. Show all posts

Tuesday, June 5, 2012

RvP Inginkan gelar Euro dan Liga Champions

Kapten Arsenal yang juga striker timnas Belanda, Robin van Persie.

WARSAWA, KOMPAS.com — Penyerang Belanda, Robin van Persie (RvP), berambisi menjuarai Piala Eropa (Euro) 2012. Setelah itu, ia juga ingin merasakan juara Liga Champions bersama klubnya.

Pemain berumur 28 tahun ini menolak bicara soal masa depannya, apakah akan tetap bersama Arsenal atau akan mencari klub baru yang sekiranya punya peluang juara Liga Champions. Sejauh ini ada beberapa klub besar yang tertarik kepadanya, di antaranya Manchester City dan Juventus.

Kepada Tuttosport, RvP mengatakan, "Juventus adalah tim hebat. Tapi, aku sudah punya persetujuan dengan Arsenal bahwa aku tak akan membicarakan tentang masa depanku."

"Apa yang bisa kukatakan adalah, perhatian utamaku adalah di Piala Eropa 2012 dan aku ingin menjuarainya. Kemudian, aku ingin menjuarai Liga Champions. Aku tak pernah merasa sekuat seperti sekarang dan aku hanya ingin terus memenangkan gelar. Saat ini, semua yang ingin kulakukan adalah fokus ke Piala Eropa. Nanti akan ada waktu untuk membicarakan masalah lain," tegasnya.

RvP musim lalu meraih gelar Pemain Terbaik pilihan pemain dan penulis sepak bola, setelah menjadi top scorer Premier League dengan mencetak 30 gol. Dia juga membantu Arsenal menempati posisi ketiga klasemen akhir sehingga musim depan tampil di Liga Champions. Terakhir, dia mencetak dua gol untuk membawa Belanda menang 6-0 atas Irlandia Utara pada partai uji coba menjelang Euro 2012.

Saturday, November 26, 2011

Hasil Liga Champions

MUENCHEN, KOMPAS.com — Berikut ini adalah hasil pertandingan leg pertama kualifikasi Liga Champions, Rabu (17/8/2011).

Dinamo Zagreb 4-1 Malmo FF Maksimir Stadium Wasit: Pedro Proenca Gol: Jorge Cruz Campos Sammir 5, 61 (pen), Ante Rukavina 54, Fatos Beciraj 84; Agon Mehmeti 17 Kartu kuning: Dusan Melicharek (Malmo), Jimmy Durmaz

Maccabi Haifa 2-1 Racing Genk Kiryat-Eli'ezer Stadium Wasit: Wolfgang Stark Gol: Weam Amasha 8, Vladimer Dvalishvili 28; Elyaniv Barda 61 Kartu kuning: Jelle Vossen (Maccabi), Torben Joneleit

Odense 1-0 Villarreal TRE-FOR Park Wasit: Damir Skomina Gol: Hans Henrik Andreasen 84 Kartu kuning: Rurik Gislason, Daniel Hoegh, Andreas Johansson; Mateo Pablo Mussachio, Borja Valero, Joan Oriol, Soriano Llido Bruno

Bayern Muenchen 2-0 Zurich Allianz Arena Wasit: Aleksei Nikolaev Gol: Bastian Schweinsteiger 8, Arjen Robben 72 Kartu kuning: Mario Gomez Kartu merah: Mathieu Beda 90

Wisla Krakaw 1-0 APOEL Nicosia Stadion Miejski im Wasit: Stephane Lannoy Gol: Patryk Malecki 71 Kartu kuning: Marko Jovanovic, Patryk Malecki, Kew Jaliens; Gustavo Manduca, Konstantinos Charalampidis

Monday, May 23, 2011

Menang, Lazio Gagal ke Liga Champions

Penyerang Lazio, Mauro Zarate (dua dari kanan), mendapat sambutan rekan-rekannya setelah mencetak gol ke gawang Lecce, pada partai terakhir Liga Serie-A, Minggu (22/5/2011). Lazio akhirnya menang 4-2, tapi gagal ke Liga Champions.

LECCE, KOMPAS.com — Usaha Lazio untuk menggeser Udinese dari zona Liga Champions akhirnya sia-sia. Meski menang 4-2 atas tuan rumah Lecce pada laga terakhir Liga Serie-A, Minggu atau Senin (23/5/2011) dini hari WIB, mereka tetap harus puas tampil di Liga Europa.

Kemenangan itu tetap menempatkan Lazio di urutan ke-5 klasemen akhir Liga Serie-A dengan nilai 66. Sementara itu, Udinese juga memiliki nilai 66, walaupun mereka berhak menduduki urutan keempat atau jatah terakhir Liga Champions. Pasalnya, Udinese unggul secara head to head.

Merasa masih berpeluang ke Liga Champions, Lazio langsung menekan sejak awal. Serangan Lazio sempat membuat tuan rumah Lecce kewalahan. Bahkan, Lazio langsung unggul pada menit ke-6. Tommaso Rocchi melakukan tendangan kaki kiri yang mampu menaklukkan kiper Massimiliano Benassi, setelah memanfaatkan assist Cristian Ledesma.

Namun, Lecce segera bangkit. Setelah serangkaian usaha keras, Lecce mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-32 melalui Manuel Coppola. Sebuah umpan terobosan Giuseppe Vives langsung disambar Coppola dan gol, 1-1.

Lazio langsung bangkit dan kembali menekan. Tiga menit kemudian, Mauro Zarate membawa Lazio kembali unggul. Memanfaatkan assist Tommaso Rocchi, dia melakukan tendangan kaki kanan dan gol. Skor 2-1.

Ternyata, Lecce tak mau kalah dan melakukan perlawanan ketat. Pada menit ke-41, mereka kembali menyamakan kedudukan. Kali ini Ignacio Piatti yang mencetak gol dengan tendangan kaki kiri, memanfaatkan umpan silang Giulio Donati. Kedudukan 2-2 tak berubah hingga akhir babak pertama.

Motivasi lolos ke Liga Champions terus memompa semangat Lazio. Mereka pun kembali menyerang pada babak kedua. Setelah serangkaian usaha, Lazio akhirnya kembali unggul. Zarate kembali mencetak gol. Kali ini dari titik penalti. Tendangannya menembus pojok kiri atas gawang Lecce, mengubah kedudukan 3-2.

Penalti diberikan karena kiper Massimiliano Benassi melakukan pelanggaran keras terhadap Tommaso Rocchi. Benassi pun terkena kartu merah dan posisinya digantikan oleh Antonio Rosati.

Unggul dalam jumlah pemain, Lazio semakin di atas angin. Tekanan demi tekanan Lazio membuat Giuseppe Vives melakukan gol bunuh diri. Lazio pun akhirnya menang 4-2. Sayang, kemenangan ini tak cukup membawa mereka tampil di Liga Champions musim depan.

Susunan pemain

Lecce: 81-Massimiliano Benassi; 3-Alberto Giuliatto, 18-Guillermo Giacomazzi, 28-Davide Brivio, 2-Giulio Donati, 32-Manuel Coppola, 20-Giuseppe Vives, 11-Djamel Mesbah (9-Daniele Corvia 49), 8-Gianni Munari, 17-David Di Michele (22-Antonio Rosati 54), 19-Ignacio Piatti (23-Javier Chevanton 49)

Lazio: 86-Fernando Muslera; 3-Andre Dias, 20-Giuseppe Biava, 14-Javier Garrido, 2-Stephan Lichtsteiner, 24-Cristian Ledesma, 8-Hernanes (15-Alvaro Gonzalez 45), 6-Stefano Mauri, 32-Christian Brocchi, 9-Tommaso Rocchi (22-Sergio Floccari 64), 10-Mauro Zarate

Sunday, May 22, 2011

Milan Tanpa Gol, Udinese ke Champions

Striker AC Milan, Alexandre Pato (kiri).

UDINE, KOMPAS.com — AC Milan dan Udinese bermain imbang tanpa gol pada pertandingan Serie-A pekan ke-38 di Stadion Friuli, Minggu (22/5/2011). Hasil itu membuat Udinese finis di peringkat keempat dengan 66 poin.

Kedua kubu bermain terbuka dari bertukar ancaman sejak menit awal. Setelah tembakan Kevin-Prince Boateng pada menit ketiga dimentahkan Samir Handanovic, Udinese membalas melalui Mauricio Isla dan Gokhan Inler pada menit ketujuh dan kesembilan, yang semuanya meleset dari sasaran.

Dua menit kemudian, Milan mengancam melalui eksekusi Clarence Seedorf, yang tidak tepat sasaran. Udinese membalas itu dengan dua tembakan jarak jauh Antonio Di Natale pada menit ke-14 dan ke-18. Sementara usaha pertamanya diblok, eksekusi kedua darinya membentur tiang gawang.

Memasuki menit ke-30, Milan semakin konsisten menciptakan peluang, sementara Udinese menurun. Sayangnya, perbaikan performa tak diikuti oleh peruntungan bagus sehingga, meski tidak kebobolan, Milan gagal mengungguli Udinese.

Milan mendapatkan peluang gol lebih dulu pada babak kedua, dari Pato (50), Antonio Cassano (52), dan Urby Emanuelson (52). Sementara eksekusi Emanuelson meleset, tembakan Pato dan Cassano diblok Handanovic.

Selepas menit ke-55, Udinese mulai mendesak. Serangkaian peluang pun tercipta. Namun, nasib baik tampaknya belum menyertai usaha mereka.

Peluang terbaik pertama adalah hadiah penalti, yang diberikan setelah Clarense Seedorf melanggar Alexis Sanchez pada menit ke-74. Namun, eksekusi yang dipercayakan kepada Antonio Di Natale bisa digagalkan Marco Amelia.

Peluang bagus berikutnya yang gagal membuahkan gol adalah tembakan jarak jauh Gokhan Inler pada menit ke-77. Setelah membentur mistar gawang, bola mengenai tiang kanan, kemudian dibuang oleh pemain Milan.

Milan baru bisa mengatasi tekanan itu saat pertandingan memasuki menit ke-80. Dengan permainan penguasaan bola, Milan bisa mengurangi agresivitas Udinese dan menciptakan tekanan.

Namun, meski konsisten menghindari ancaman, Milan gagal mencetak gol sampai peluit berbunyi panjang.

Susunan pemain

Udinese: Samir Handanovic; Christian Zapata, Maurizio Domizzi, Medhi Benatia; Kadwo Asamoah, Giampiero Pinzi, Gokhan Inler, Pablo Armero, Mauricio Isla; Antonio Di Natale, Alexis Sanchez

Milan: Marco Amelia (Flavio Roma 87); Mario Yepes, Thiago Silva, Didac, Ignazio Abate; Mark van Bommel (Urby Emanuelson 45), Kevin Prince-Boateng, Clarence Seedorf, Mathieu Flamini; Antonio Cassano, Pato (Robinho 72)

Wasit: Paolo Tagliavento

Wednesday, May 11, 2011

Almeria Terdegradasi, Villarreal Tatap Champions

ALMERIA, KOMPAS.com — Villarreal sudah memastikan tampil di Liga Champions pada musim depan setelah menahan imbang tanpa gol Almeria dalam lanjutan Liga BBVA, Rabu atau Kamis (12/5/2011) dini hari WIB.

Hasil ini membuat Villarreal yang berada di urutan keempat dengan mengoleksi 62 poin sudah tak terkejar lagi oleh tim-tim di bawahnya. Sementara bagi Almeria, hasil ini membuat mereka terdegradasi setelah menghuni dasar klasemen.

Tampil di Stadion Meditettaneo, Villarreal langsung menyerang semenjak menit-menit awal. Dalam waktu 15 menit, Villarreal dua kali nyaris membobol gawang tim tuan rumah lewat aksi Nilmar. Sayang, kedua peluang emas itu berhasil dimentahkan oleh kiper Almeria, Suarez Esteban.

Pada menit ke-23, Nilmar kembali membukukan peluang emas seusai memaksimalkan umpan terobosan Santiago Cazorla. Namun, tembakan penyerang asal Brasil itu masih bisa dimentahkan oleh Esteban.

Tidak ingin kehilangan momen, "Kapal Selam Kuning" terus menekan lawannya dan cukup konsisten melepaskan ancaman. Gawang Almeria kembali menerima ancaman lewat tembakan keras Marcos Senna pada menit ke-34. Sial bagi Villarreal, Esteban lagi-lagi bisa membuang peluang tersebut dengan menepis tembakan Senna dari luar kotak penalti. Itu menjadi peluang terakhir bagi Villarreal pada babak ini. Alhasil, mereka dipaksa bermain imbang tanpa gol hingga turun minum.

Di babak kedua, Villarreal kembali menguasai permainan. Baru tiga menit laga bergulir, gawang Almeria nyaris bergetar oleh tembakan keras yang dilepaskan Santiago Cazorla dari luar kotak penalti. Namun, tembakan Cazorla belum mampu mematahkan ketangguhan Esteban di bawah mistar.

Esteban pun kembali mempertontonkan ketangguhannya dengan menepis sundulan Bruno pada menit ke-56. Dari kiri, Borja Valero melepaskan umpan silang ke kotak penalti. Dari sudut yang sulit, Bruno langsung menyundul bola. Sial, usaha Bruno tersebut sia-sia setelah Esteban berhasil menepis bola.

Meski kerap buntu, Villarreal belum mengibarkan bendera putih. Mereka terus berusaha membongkar solidnya lini pertahanan lawannya. Namun, usaha mereka tidak membuahkan hasil setelah skor 0-0 di papan skor bertahan hingga laga usai.

Susunan Pemain
Almeria: Suarez Esteban; Carlos García Badías, Silva Marcelo Henrique, Antonio Luna Rodriguez, Míchel; Hernán Bernardello, Hernan Dario Pellerano (Santiago Acasiete 60), Pablo Piatti, Juan Manuel Ortiz; José Ulloa (Henok Goltom 67), Miguel Angel Corona

Villarreal: Diego Lopez; Carlos Marchena, Mateo Musacchio, Joan Capdevila, Mario Gaspar Pérez Martínez; Marcos Senna (Cani 58), Bruno, Santi Cazorla, Borja Valero; Giuseppe Rossi, Nilmar (Wakaso Mubarak 78) 

Tahan Espanyol, Valencia 1 Poin dari Champions

BARCELONA, KOMPAS.com — Valencia bermain imbang 2-2 dengan Espanyol pada lanjutan Liga BBVA, Rabu (11/5/2011). Mereka berada di tempat ketiga dengan 67 poin dan hanya membutuhkan minimal satu hasil seri untuk memastikan diri finis di zona Liga Champions.

Pertandingan ini berjalan ketat dan menarik. Hal ini terbukti dari banyaknya peluang yang tercipta dari kedua tim. Sepanjang laga, Espanyol melakukan 20 kali percobaan ancaman (tujuh mengarah ke gawang), sedangkan Valencia melepaskan sembilan kali percobaan (empat mengarah ke gawang)

Valencia lebih dulu membuka keunggulan pada menit kesembilan. Bola hasil tendangan kaki kanan Roberto Soldado dari dalam kotak penalti tak bisa dihalau oleh kiper Espanyol, Idriss Kameni.

Espanyol membalas sepuluh menit kemudian. Umpan dari tendangan bebas Luis Garcia disambut dengan tendangan kaki kanan oleh Pablo Osvaldo. Bola pun mengarah ke sudut kanan atas gawang Valencia tanpa bisa dihadang oleh kiper Cesar.

Skor 1-1 ini hanya bertahan enam menit. Valencia kembali unggul setelah bola hasil tendangan kaki kirinya dari jarak dekat menembus gawang Espanyol.

Namun, di babak kedua, tepatnya pada menit ke-78, Espanyol kembali berhasil menyamakan kedudukan. Kali ini Ernesto Galan yang menjebol gawang Cesar dengan kaki kanannya.

Dua menit berselang, Espanyol hampir saja unggul. Tetapi sayang, upaya dari Osvaldo yang sudah mengarah tepat ke gawang masih belum berhasil menambah pundi gol Espanyol. Namun, hingga berakhirnya laga, skor 2-2 tak berubah.

Susunan pemain
Espanyol
: Idriss Kameni, Raul Rodriguez, Jordi Amat, Francisco Chica Torres, Ernesto Galan, Verdu, Javí Lopez, Jose Maria Callejon (Alvaro Vasquez 63), Luis Garcia (Rui Fonte 84), Pablo Daniel Osvaldo, Iván Alonso (Javier Márquez 53)

Valencia: Cesar, Angel Dealbert Ibanez, David Navarro, Jeremy Mathieu, Bruno (Miguel 74), Mehmet Topal, Ever Banega, Juan Mata (David Albelda 84), Joaquin, Jonas (Jordi Alba 69), Roberto Soldado

Sunday, May 1, 2011

"Kapal Selam Kuning" Kokoh di Jalur Champions

VILLARREAL, KOMPAS.com — Villarreal berhasil memperkokoh posisinya di zona Liga Champions. Sempat tertinggal, "Kapal Selam Kuning" akhirnya sukses menekuk Getafe 2-1 dalam lanjutan Liga BBVA, Minggu atau Senin (2/5/2011) dini hari WIB.

Di tempat keempat, Villarreal kini mengumpulkan nilai 60. Mereka unggul delapan poin dari Aletico Madrid dan Sevilla yang menempel di belakangnya.

Tampil di kandang sendiri ternyata tak menjamin Villarreal bisa mendikte lawan. Serangan Villarreal seolah mengalami kesulitan menembus pertahanan Getafe.

Justru Villarreal harus kebobolan pada menit ke-31. Para defender Villarreal kurang memerhatikan pergerakan Pedro Rios. Ia pun melakukan tendangan kaki kiri yang menghunjam gawang Villarreal, setelah memanfaatkan umpan Francisco Casquero, 0-1.

Tertinggal, Villarreal meningkatkan serangannya. Namun, baru di babak kedua tekanan Villarreal menghasilkan gol. Cani membuat kedudukan menjadi 1-1, setelah tendangan kaki kanannya menembus gawang Getafe yang dijaga Oscar Ustari.

Semangat "Kapal Selam Kuning" pun makin menggelora. Mereka terus menekan. Pada menit ke-74, Giuseppe Rossi berhasil menanduk bola sepak pojok yang dilakukan Marco Ruben. Gol yang memastikan timnya menang 2-1.

Susunan Pemain
Villarreal:
13-Diego Lopez; 4-Mateo Musacchio, 26-Kiko (9-Marco Ruben 70), 11-Joan Capdevila, 27-Mario Gaspar Perez Martinez, 21-Bruno, 20-Borja Valero, 10-Cani (15-Jose Manuel Catala 77), 8-Santi Cazorla (43-Wakaso Mubarak 81), 22-Giuseppe Rossi, 7-Nilmar

Getafe: 1-Oscar Ustari; 23-Ivan Marcano, 2-Daniel Diaz, 3-Mane, 24-Miguel Torres Gomez, 22-Francisco Casquero (18-Derek Boateng 68, 17-Victor Sanchez (9-Adrian Colunga 77), 27-Adrian Sardinero (19-Javier Arizmendi 73), 16-Pedro Rios, 7-Miku, 11-Daniel Parejo

Saturday, April 30, 2011

Tekuk Bari 3-2, Roma Tatap Liga Champions

Para pemain AS Roma merayakan gol Aleandro Rosi yang memastikan kemenangan 3-2 atas Bari, Minggu atau Senin (2/5/2011) dini hari WIB. Kemenangan ini memperlebar peluang Roma ke zona Liga Champions.

BARI, KOMPAS.com — Setelah susah payah dan sempat tertinggal dua kali, AS Roma akhirnya mampu menekuk Bari 3-2 dalam lanjutan Liga Serie-A, Minggu atau Senin (2/5/2011) dini hari WIB. Kemenangan ini membuka jalan Roma untuk menuju ke zona Liga Champions makin lebar.

Dengan tambahan tiga poin, Roma naik setingkat ke urutan kelima dengan nilai 59. Mereka tinggal berjarak satu poin dari Lazio yang menempati urutan keempat, atau jatah terakhir Liga Champions.

Meski sudah degradasi, Bari tetap tampil maksimal menjamu AS Roma. Serangan mereka bahkan kerap merepotkan Roma. Bahkan, pada menit ke-25, Bari berhasil membobol gawang Roma dan unggul 1-0.

Simone Bentivoglio dengan baik melakukan tendangan penalti. Hukuman penalti diberikan kepada Roma karena Juan melakukan handsball di kotak terlarang.

Roma mencoba bangkit dan menekan, dan lima menit kemudian sukses menyamakan kedudukan berkat gol Francesco Totti. Bola tendangan bebasnya meluncur keras ke gawang Bari tanpa bisa dijangkau oleh kiper Jean Francois Gillet.

Roma semakin percaya diri dan terus menekan. Namun, mereka lengah saat Bari melakukan serangan balik. Sebuah umpan silang Romero pada menit ke-43 ditanduk Erik Huseklepp dengan baik dan gol, 2-1.

Memasuki babak kedua, Roma semakin kerepotan oleh tekanan Bari. Bahkan, pada menit ke-48, Roma harus bermain 10 orang setelah Daniele De Rossi terkena kartu merah. Ia sengaja menyikut wajah Simone Bentivoglio.

Namun, Roma justru bermain lebih menekan. Bahkan, defender Juan pun ikut maju. Aksinya berkontribusi besar pada menit ke-55. Upayanya menerobos kotak penalti Bari untuk memburu bola dihentikan Nicola Belmonte dan Kamil Glik dengan cara menarik kausnya. Juan terjatuh dan wasit menunjuk titik putih. Totti yang menjadi algojo tendangan penalti sukses melaksanakan tugasnya, 2-2.

Jual beli serangan semakin memanaskan permainan. Pada menit ke-79, Roma sebenarnya berpeluang menambah gol saat mendapat hadiah tendangan penalti lagi karena Marco Borriello dijatuhkan Glik di kotak terlarang. Glik pun terkena kartu merah. Sayang, kali ini tendangan penalti Totti membentur tiang gawang. Padahal, jika gol, Totti mencetak hattrick dan timnya bisa menang.

Dengan jumlah pemain seimbang 10-10, Roma mencoba lebih menekan. Apalagi, Roma kemudian unggul jumlah pemain, setelah Andrea Masiello dikartu merah pada menit ke-90. Sisa sedikit waktu dimanfaatkan dengan baik oleh Roma. Sebuah umpan silang John Arne Riise akhirnya mengenai dada Aleandro Rosi dan menjadi gol kemenangan 3-2.

Susunan Pemain
Bari:
1-Jean Francois Gillet; 52-Kamil Glik, 15-Nicola Belmonte, 21-Alessandro Parisi, 5-Andrea Masiello, 8-Massimo Donati (11-Abdelkader Ghezzal 74), 14-Alessandro Gazzi, 24-Kamil Kopunek, 27-Simone Bentivoglio, 22-Erik Huseklepp (33-Marco Rossi 81), 32-Jaime Romero Gomez (90-Edgar Álvarez 73)

AS Roma: 32-Doni; 4-Juan, 29-Nicolas Burdisso, 17-John Arne Riise, 77-Marco Cassetti (87-Aleandro Rosi 88), 16-Daniele De Rossi, 7-David Pizarro, 9-Mirko Vucinic (11-Rodrigo Taddei 53), 94-Jeremy Menez (22-Marco Borriello 45), 10-Francesco Totti, 20-Simone Perrotta

Monday, April 4, 2011

Mou Fokus ke Liga Champions

Manajer Real Madrid Jose Mourinho.

MADRID, KOMPAS.com — Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, memberikan perhatian penuh ke pertandingan perempat final Liga Champions melawan Tottenham Hotspurs, Selasa (5/4/2011). Maklum ini menjadi laga perempat final pertama mereka di Liga Champions setelah terakhir lolos ke babak ini pada musim 2003-04.

Madrid lolos ke perempat final musim ini setelah menyingkirkan Olympique Lyonnais dengan agregat 4-1.

"Banyak orang ingin bermain di pertandingan ini. Ini kompetisi antarklub terpenting di dunia. Siapa pun yang bermain di sini tak perlu melihat jauh untuk mencari motivasi. Yang harus kami lakukan adalah fokus dalam pertandingan ini," tegas Mourinho.

Saking pentingnya laga ini, Mourinho enggan memikirkan kondisi timnya di kompetisi domestik. Pria asal Portugal ini ingin timnya hanya fokus ke laga melawan "Spurs".

"Pertandingan ini terlalu penting dan terlalu bagus untuk dimainkan. Tak ada hal lain ketika pertandingan ini datang sebagai pertandingan penuh makna. Setiap pertandingan selalu penting. Bersaing adalah bersaing dan bermain ya bermain, tak peduli kompetisi apa yang Anda mainkan dan klub apa yang Anda hadapi," ujarnya. (RMA)

Thursday, February 24, 2011

Taklukkan Hercules, Valencia Aman di Zona Champions

VALENCIA, KOMPAS.com - Gol dari Aritz Aduriz dan Tino Costa membawa Valencia unggul 2-0 atas lawannya, Hercules, dalam laga lanjutan Liga BBVA di Stadion Mestalla, Minggu atau Senin (7/2/2011) dini hari WIB. Kemenangan ini membuat Valencia memantapkan posisinya di posisi keempat dengan 44 poin. Sedangkan Hercules tetap terpuruk di posisi ke-16 dengan 22 poin.

Meski berstatus sebagai unggulan dan mendapat dukungan penuh dari para pendukungnya, Valencia sempat kesulitan dalam menghadapi Hercules hingga menit ke-40. Permainan mereka tak berkembang dan tak mampu menciptakan banyak peluang. Hercules sendiri lebih banyak fokus bertahan dan sesekali melakukan serangan balik.

Valencia hanya mampu menciptakan empat ancaman di pertandingan ini. Pertama pada menit ke-6, lewat tendangan Tino Costa yang masih melebar di atas gawang Juan Calatayud. Enam menit berselang, giliran ancaman dari Ever Banega yang melenceng ke sebelah kiri gawang Calatayud. Peluang kembali didapatkan Valancia lewat Alejandro Dominguez. Namun, peluang ini masih bisa digagalkan oleh pemain Hercules.

Peluang terbaik di laga ini didapat Mehmet Topal pada menit ke-38. Sayang, tendangan kaki kirinya masih membentur tiang gawang Calatayud.

Valencia akhirnya memecah kebuntuan di menit ke-43. Aritz Aduriz yang sebelumnya selalu dikawal ketat akhirnya bisa menjebol gawang Calatayud setelah menerima umpan dari Roberto Soldado.

Di masa injury time, Hercules punya peluang emas saat Olivier Thomert bebas dari jebakan offside. Namun, Thomert menyelesaikannya, hingga peluang tersebut terbuang sia-sia, melebar jauh ke sisi kiri gawang Guaita.

Di babak kedua, Valencia berusaha untuk tampil lebih menekan. Hasilnya, Tino Costa berhasil membuat Valencia unggul di menit ke-53. Tendangan bebas kaki kirinya menhujam sisi kiri gawang Hercules dan tak mampu digapai oleh Catalayud.

Permainan Valencia pun mulai membaik. Hingga menit ke-70, David Navarro dkk telah menciptakan 12 kali percobaan tembakan (lima diantaranya mengarah ke gawang). "Los Che" juga unggul dalam penguasaan bola, 65 persen berbanding 35 persen.

Hercules bukan tanpa peluang. Di menit ke-82 tendangan keras kaki kanan Matias Fritzlerdari dalam kotak penalti meluncur deras ke arah gawang. Tapi, peluang emas tersebut dimentahkan dengan sangat brilian oleh Guita. Sedangkan, tendangan dari pemain pengganti, Royston Drenthe di menit ke-87 dan masa injury time hanya tipis di mistar gawang Guita.

Susunan pemain  Valencia: Vicente Guaita Panadero,  Marius Stankevicius, David Navarro, Jérémy Mathieu, Bruno, Mehmet Topal, Ever Banega (Juaquin 86), Alberto Costa, Alejandro Damian Dominguez (Isco 76), Aritz Aduriz (Jordi Alba 84), Roberto Soldado

Hercules: Juan Calatayud, Sergio Rodri, Juanra, Paco Peña (Tiago Gomes 39), David Cortés, Abel Enrique Aguilar Tapias (Roysthon Drenthe 63), Tote, Olivier Thomert (Rufete 73), Matias Fritzler, Nelson Haedo Valdez, Kiko

Tuesday, February 15, 2011

Inilah Skuad Liga Champions Inter

Manajer Inter Milan, Leonardo Araujo.

MILAN, KOMPAS.com — Inter Milan memperbarui skuad mereka di Liga Champions setelah bursa transfer Januari 2011 ditutup. Tak ada nama Giampaolo Pazzini dalam list baru Inter. Itu karena Pazzini pernah bermain di Liga Champions musim ini saat membela Sampdoria di babak play-off.

Selain Pazzini, semua pemain baru masuk dalam skuad Inter. Houssine Kharja, Andrea Ranocchia, dan Yuto Nagatomo akan diandalkan pelatih Leonardo di kancah tertinggi Eropa di level klub tersebut.

Berikut daftar skuad Liga Champions Inter:
Kiper:
Julio Cesar, Luca Castelazzi, Orlandoni
Bek:
Ivan Cordoba, Javier Zanetti, Lucio, Douglas Maicon, Andrea Ranocchia, Yuto Nagatomo, Marco Materazzi, Christian Chivu, Walter Samuel
Gelandang: Dejan Stankovic, Thiago Motta, Wesley Sneijder, Housine Kharja, Obi, Esteban Cambiaso, McDonald Mariga, Coutinho
Striker:
Samuel Eto’o, Diego Milito, Goran Pandev

Friday, January 14, 2011

Tanpa Champions, Lampard Ogah Pensiun

LONDON, KOMPAS.com - Gelandang Chelsea, Frank Lampard, menilai trofi Liga Champions adalah gelar terbaik dan ia belum mencicipi itu. Ia pun mengatakan tak berpikir soal pensiun, sampai mengangkat trofi itu bersama Chelsea.

"Aku telah memenangkan segalanya bersama Chelsea, kecuali Liga Champions. Tahun 2008 kami berhasil mencapai final dan sudah sangat dekat menjuarai Liga Champions, namun, semuanya sirna dalam hitungan menit. Sekarang aku tidak ingin gagal lagi, aku tidak akan pensiun sebelum mendapatkan tropi itu," ujar Lampard kepada Chelsea TV.

"Aku tidak pernah memulai musim yang baru tanpa memikirkan keluar sebagai juara Premier League. Aku pikir Premier League adalah prioritas utama bagiku. Namun, menjuarai Liga Champions tetaplah impianku."

"Aku percaya kunci untuk menjuarai Liga Champions adalah bermain konsisten dan selalu tampil prima, jika semua pemain melakukan hal tersebut maka aku yakin musim ini kami akan membawa trofi tersebut ke Stamford Bridge," tuntasnya.

Lampard sebenarnya nyaris mencicipi manisnya trofi Liga Champions pada tahun 2008. Saat itu, mereka melaju ke final dan bertemu Manchester United. Mereka kalah dalam adu penalti, setelah babak normal berakhir imbang 1-1.(CHE)

Penulis: David Andhika   |   Editor: Tjatur Wiharyo   |   Loading...